<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   <channel>
	<title>Perspektif Online - Wimar Witoelar</title>
	<link>http://www.perspektif.net</link>
	<description>Indonesia's Opinion Portal, hosted by Wimar Witoelar</description>
	<copyright>Copyright 2005 InterMatrix Communications</copyright>
	<webMaster>webmaster@perspektif.net</webMaster>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Feb 2010 12:05:57 GMT</lastBuildDate>
	<docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs>

	<image>
	<url>http://www.perspektif.net/i/template/perspektif/wimarwave.gif</url>
	<title>Wimar Witoelar</title>
	<link>http://www.perspektif.net</link>
	</image>

	<item>
		<title>Badai Pasti Berlalu</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1256</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1256#comments</comments>
		<description><p>Kecurigaan publik akan adanya politisasi kasus Century kian besar, setelah belakangan bermunculan pula fakta-fakta yang menunjukkan bahwa suara para politisi Senayan ternyata tak konsisten. Kini mereka lantang mengkritik alasan pemerintah menyelamatkan Century yang dinilainya terlalu mengada-ada. Kekhawatiran pemerintah ak</p></description>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:10:09 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Rossy menampilkan Sri Mulyani tanpa hujatan [+video downloads]</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1255</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1255#comments</comments>
		<description><p>Di tengah &nbsp;ketidakseimbangan melihat posisi SMI di berbagai media, sebuah oase hadir lewat program Rossy &nbsp;di Global TV yang melihat sisi lain dari seorang Sri Mulyani. &nbsp;Di acara yang dipandu Rossiana Silalahi &nbsp;ini SMI mengungkapkan isi hatinya yang belum pernah diangkat oleh media lain.</p></description>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 23:03:58 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Kunjungan Obama membuka kesempatan Indonesia masuk panggung dunia</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1254</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1254#comments</comments>
		<description><p>Menurut Robert Gibbs, jurubicara Presiden Barack Obama, Indonesia menjadi penting karena kini merupakan ngara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Dimana demokrasi menjadi suatu budaya baru yang berkembang di &nbsp;dalam masyarakat &nbsp;mayoritas muslim yang &nbsp;juga menjunjung pluralisme dan inlusivitas. &ldquo;Ini sebuah prestasi tersendiri, karena baru kali ini kita bisa berdiri sama tegak dengan Amerika&rdquo;, ujar Wimar. Tapi kesempatan untuk melakukan partnership dan transfer teknologi &nbsp;ini bisa terganggu jika &nbsp;sebagian masyarakat yang tidak mengerti persoalan dan elit politik yang punya kepentingan jangka pendek terus merongrong orang&ndash;orang bersih di pemerintah.</p></description>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 22:45:36 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>The Fickle Nature of Golkar Politics</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1252</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1252#comments</comments>
		<description><p>Surya Paloh is looking for his cues. One of the early initiatives Paloh took was defining his stance on the Century case. Observing the surge in support for &nbsp; Sri Mulyani, he is throwing his weight behind her. The corollary is &nbsp;to attack Bakrie&rsquo;s &nbsp;tax liabilities, which he has done &nbsp;in a television special on the case that could well amount to more than Rp 10 Trillion. &nbsp;Renewed publicity on the Lapindo disaster will come . If all this happens, Bakrie will &nbsp;see his chances sink into the mud. [includes Radio Australia excerpt]</p></description>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 02:13:06 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Faisal Basri: Mengapa Saya Memilih Bersikap Lugas dalam Kasus Century?</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1251</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1251#comments</comments>
		<description><p>Tak&nbsp;sampai setengah jam sejak kehadiran Menteri Keuangan, datang rombongan demonstran yang berorasi di depan lokasi acara, Warung Daun di depan Taman Ismail Marzuki. Kebisingannya menerobos pintu dan jendela gedung. Hampir semua wartawan yang meliput acara berhamburan ke luar. Tinggal kami para pembicara, moderator, dan segelintir lainnya yang tetap di dalam&nbsp;Para demonstran meneriakkan: &ldquo;Sri Mulyani maling, Sri Mulyani maling &hellip;.&rdquo; berulang kali, bersahut-sahutan.</p></description>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 19:11:25 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>inilah.com & okezone.com: Wimar-Ical Saling Serang di Twitter</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1250</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1250#comments</comments>
		<description><p>inilah.com: "Aburizal Bakrie itu baik, teman lama, tapi&nbsp;<em>ngemplang</em>&nbsp;pajak, mengabaikan lumpur dan&nbsp;<em>pake</em>&nbsp;uang dan jabatan untuk menekan orang baik SMI-Boed (Sri Mulyani dan Boediono),"</p>
<p>okezone.com: Dalam sebuah tweet-nya yang lain, Wimar menuliskan "Tax liability ARB Rp 10T bukan gosip tapi dalam proses penyidikan. Kalo SMI dihentikan ARB aman,"</p></description>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 04:25:31 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Arman dan Ken Arok</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1249</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1249#comments</comments>
		<description><p>Arman tidak disuruh menghapal tanggal dan tahun, Tapi dia cari sendiri di wikipedia dan sumber lain di internet. Dari matematika dan fisika dia jadi berminat pada sejarah, tapi tekanan sosial menggiring dia ke ITB dan sejarah menjadi minat diluar profesi. Semua karena cerita lebih berbicara dari fakta sejarah. Sejarah dunia penuh dengan cerita yang menjadi bahan subur buat buku dan film Hollywood. A picture is worth a thousand words, but a story is worth a thousand pictures.</p></description>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 16:54:59 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Susah Netral dalam Alam yang Tidak Netral</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1248</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1248#comments</comments>
		<description><p>Seorang bernama Ranabaja mengatakan di Twitter: &rdquo;Apa pun ujung Pansus, itu akan dimulai dengan perpecahan di pangkal jalan buntu. Blok satu mau impeachment. &nbsp;Yang lain cuma mau gusur Sri Mulyani." &nbsp;Orang awam bingung baca tweet ini.Tidak ada harapan bahwa Pansus akan membongkar kejahatan aliran dana dan tidak ada harapan bahwa Pansus akan menyatakan Menteri Keuangan bebas dari kesalahan. Tidak akan ada keluar vonis tidak bersalah karena target partai yang diwakili dalam Pansus DPR adalah mencari kesalahan.Seperti soal ujian yang jawabannya sudah diberikan, tinggal menyusun cara penyelesaiannya.&nbsp;</p></description>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 22:49:45 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Sri Mulyani: Dilema Moral dan Politik SBY</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1247</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1247#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Apabila Sri Mulyani dicopot, maka yang paling diuntungkan adalah Golkar sedang yang paling rugi adalah warga biasa yang menyimpan uang di bank, yang menghendaki keamanan di bank, serta investor asing. Seluruh sistim keuangan akan dipersulit. Tapi tidak sampai kolaps apabila digantikan oleh orang yang punya kemampuan ekonomi seperti Anggito Abimanyu. Dia orang trampil dan bersih tapi dia bukan seorang fighter seperti Sri Mulyani. Demikian Wimar. "Jadi kita akan kembali pada mild reform yang saya tidak tahu hasilnya akan sampai mana".</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bagi Golkar, siapa saja pengganti Sri adalah lebih baik asalkan bukan Sri Mulyani. Golkar juga tidak bisa menyatakan tidak setuju reformasi. Untuk sementara mereka ingin Aburizal Bakrie diselamatkan dari tuntutan pajak karena pengadilan pajak sedang dipersiapkan</span></p></description>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 16:41:01 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Century and Bumi cases: Who is the slayer, who the victim?</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1246</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1246#comments</comments>
		<description><p>Substitute Aburizal Bakrie for Amien Rais in the leading role, and you have the same scenario now as we had back then. Bulog-Bruneigate was the excuse for wanton attacks on the president in 2001 and Bank Century is the issue in 2010. Buloggate was never proven as a crime and neither will the Bank Century case. Amien Rais went &nbsp;for straight impeachment instead, explaining that it doesn't matter what he is guilty of, he has been removed. Aburizal may yet desert &nbsp;Century &nbsp;and aim at impeachment, all or nothing.</p></description>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 00:43:38 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Gus Dur Lebih Penting Mempertahankan Prinsip Dari Pada Jabatan</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1244</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1244#comments</comments>
		<description><p>Nama Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dinilai tidak perlu dibersihkan terkait kasus Buloggate dan Bruneigate. Justru yang perlu dibersihkan justru pihak-pihak yang pernah menjatuhkannya.&nbsp;"Nama Gus Dur sudah bersih, yang perlu pembersihan nama orang yang menjatuhkannya," ujar mantan jubir Gus Dur, Wimar Witoelar</p></description>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 19:19:38 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Gus Dur as known by the world</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1243</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1243#comments</comments>
		<description><p>Facts, opinions and articles on Abdurrahman Wahid has accumulated overt the years, and in the week after his death they have grown exponentially. Here is a selection of quotes and links from around the world on the Indonesian with the most impeccable international reputation as a moral leader and thought innovator on tolerance, pluralism and democracy.</p></description>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 20:28:23 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Barometer SCTV - Tujuh Hari Perginya Guru Bangsa</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1242</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1242#comments</comments>
		<description><p>Sepekan sudah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat. Banyak cerita, humor, dan ide-ide Gus Dur yang saat itu dianggap kontroversial kini masih melekat di dalam benak masyarakat.</p></description>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 02:35:30 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Gus Dur tujuh hari wafat</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1241</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1241#comments</comments>
		<description><p style="text-align: left;"><span style="font-style: italic;">Gus Dur tidak pernah minta penghormatan, tapo penghormatan datang sendiri Semasa Presiden penghormatan disertai dengan salah pengertian , karena pemikirannya yang sangat maju.&nbsp;Sekarang, kita bisa menghormati Gus Dur tanpa persaingan partisan Sekarang kita bisa membawa Gus Dur melewati pintu yang dibukanya Pintu demokrasi, plusalisme, pemerintahan bersih Tidak boleh kita menyia-nyiakan pintu yang dibuka Gus Dur</span></p></description>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 23:07:12 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Gus Dur from an Australian perspective</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1240</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1240#comments</comments>
		<description><p>'Gentle, friendly face of Indonesia and Islam' is the title of Professor Greg Barton's piece for The Age. His article for The Australian is titled 'Australia owes a debt of gratitude to Indonesia's accidental president'. Both offer gliimpses of &nbsp;the story of Gus Dur and his significance to Australian-Indonesian relations.</p></description>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 10:30:32 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Personal reflections on Gus Dur, a national hero</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1238</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1238#comments</comments>
		<description><p>President Abdurrahman Wahid had an unsuccessful presidency but he has successfully established national values of tolerance and equality that today define democracy in Indonesia. His values have lived on. &nbsp;The things we are praised now for being. The pluralism that has become the showcase items for Indonesia attracts laudatory comments from all over the world. &nbsp;he notion that Chinese descendants and other minorities are equal, their holidays being celebrated, and original names no longer required to be substituted by those acceptable to the majority. the religious tolerance that bring us fantastic Christmas carols in the malls of a predominantly Muslim country are all the fruits grown from seedlings Gus Dur planted in his presidency of 1999-2001.</p></description>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 04:11:18 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Metro TV: Wimar impressions of Gus Dur</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1237</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1237#comments</comments>
		<description><p>&nbsp;</p>
<div><span style="font-size: small;">Gus Dur has sacrificed himself for his ideas. He did not place importance on his position as president. That is why he did not succumb to the deal making, attempts to build coalitions with political parties, but instead stood by his principles. He was ousted by the parliament, by the armed forces, by the media. In fact he was greatly insulted in those days. But now the nation lost him, Metro TV appreciates him, President Yudhoyono appreciates him, and certainly the world appreciates him. For him, he said, it is a small price to pay. he give up your position for the sake of the growth of his ideas. &nbsp;People accept his ideas now, even though he is no longer with us physically.&nbsp;</span></div>
<div><span style="font-size: x-small;"><br /></span></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p></description>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 07:04:30 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>VOA: Former Indonesian President Remembered as Advocate for Tolerance, Democracy</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1236</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1236#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Witoelar says Mr. Wahid was forced out of office because he was unwilling to compromise his political integrity and presidential authority. &nbsp;"I was a witness into several negotiations in which the Golkar party and others offered a compromise solution but he never thought of accepting them," said Witoelar. &nbsp;"He said it is too important, his opportunity to uphold moral principles in politics wa</span></p></description>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:07:32 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Social Media menjadi kekuatan masyarakat Indonesia</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1234</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1234#comments</comments>
		<description><p>internet &nbsp;kembali jadi forum pertarungan &nbsp;untuk pembebasan sandera politik&nbsp; yang lebih penting, yaitu Sri Mulyani &ndash; Boediono. Kalau Bibit-Chandra menjadi&nbsp; sasaran&nbsp; markus dan oknum lembaga penegak hukum,&nbsp; Sri Mulyani-Boediono diserang koruptor dan penghindar pajak menggunakan oknum anggota DPR.&nbsp; Nama-nama korban yang disebut sebetulnya bukan hal yang utama dalam drama politik yang berlangsung. Dalam ketiga kasus Prita Mulyasari, Bibit &ndash; Chandra, Sri Mulyani &ndash; Boediono, yang dipertaruhkan adalah Negara, masyarakat adil yang diganggu oleh elemen antisocial.</p></description>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 02:05:45 GMT</pubDate>
	</item>
	
	<item>
		<title>Bank-bank setuju bailout</title>
		<link>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1233</link>
		<comments>http://www.perspektif.net/article/article.php?article_id=1233#comments</comments>
		<description><p><span style="font-size: small;">Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) berpendapat keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) membuat kekhawatiran industri perbankan hilang karena menyelamatkan Bank Century.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">&nbsp;"Keputusan KSSK membuat kekhawatiran bank-bank hilang, karena menyelamatkan seluruh sistem keuangan dengan menyelamatkan sebuah Bank," ujar Ketua Perbanas&nbsp;Sigit&nbsp;Pramono&nbsp;di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (23/12/2009).</span></p></description>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 23:58:54 GMT</pubDate>
	</item>
	
   </channel>
</rss>