Articles

Tanya Menkominfo soal Blokir Situs Porno

Perspektif Online
27 March 2008

Dari Liputan6:

Setelah lima tahun dibahas, Rancangan Undang-undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa (25/3). Dengan adanya UU ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi penerapan hukum di dunia maya di Indonesia. Situs porno atau pornografi di internet akan diblokir atau paling tidak kini diatur UU. Salah satu pasal yang dianggap krusial dalam UU ITE adalah diblokirnya situs-situs porno baik dari dalam maupun luar negeri.

Besok pagi Wulan Guritno akan kembali menemani Wimar Witoelar di Perspektif Wimar, kali ini menerima Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh sebagai tamu. Tulis pertanyaan anda untuk Menkominfo di bawah. (tips rahasia: pertanyaan paling singkat dan padat akan lebih mungkin dibacakan on air).

Jangan lupa nonton Perspektif Wimar setiap Senin-Jumat jam 6 pagi WIB di antv.


Menkominfo Nuh (yang tengah!) di PestaBlogger 2007

Berita Terkait:

 

Update! Baca hasil wawancara Menkominfo dan komentar2 terbaru 

 

Print article only

84 Comments:

  1. From salman on 27 March 2008 10:15:49 WIB
    sipp....walau t'lambat tapi tetep diacungi jempol,,,situs kebanyakan dibuka oleh klangan muda/pelajar..(saya liat sendiri anak sd)..regulasi yang seperti ini yang dibutuhkan rakyat terutama para orang tua yang ngeri akan berkembangnya dan mudahnya m'akses situs porno...tapi satu pekerjaan rumah lagi yang tidak kalah penting ykni maslah siaran ditelevisi yang kebanyakan tidak mendidik bahkan pembodohan abizz..tolong pak mentri atur juga dong...tv malah lbih dekat dan stiap hari diliat...thankzz
  2. From abimanyu on 27 March 2008 10:31:37 WIB
    wah setuju bgt tuh..,secara situs2 bokep dah ngeracunin generasi muda indonesia tercinta:)
    btw bwt om WW..chayoo,kok gaya rambutnye gak pnah ganti ya..,coba gaya punk gt,he..he..
  3. From suswan on 27 March 2008 10:39:06 WIB
    Sebagai orang awan saya bertanya bagaimana cara memblokir situs porno? Denger-denger ada program khusus buatan anak bangsa, tapi kok luma ada penjelasan dari pihak yang terkait? Bener tidak program itu bisa diunduh gratis dan dimana? Bagaimana program itu bisa mendeteksi situs porno yang jumlahnya dah nggak kehitung lagi? apakah otomatis situs akan kehapus atau nggak bisa diakses atau bagaimana?

    Semoga di acara Perspektif Wimar besok pagi bisa memberi pencerahan bagi semua pihak.

    Seberapa tegasnya peraturan dibuat, seberapa canggihnya program diciptakan tapi kalau manusia sebagai makhluk tertinggi tidak bijak maka semua akan menjadi sia-sia.

  4. From pazrin on 27 March 2008 10:59:31 WIB
    indonesia menegakan cyber law (ITE) buat apa gitu kalau cuman cari untung doang!!

    buat Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh emang kalau ITE
    ada bakal berkurang penggunjung situs porno??

    salut buat wimar maju terus pantang mundur tong ereun tengah-tengah ockey!!!!!
  5. From ari on 27 March 2008 11:19:56 WIB
    Saya setuju dengan Bapak Suswan di atas. Efektifkah?
  6. From Handika Aditya on 27 March 2008 11:27:19 WIB
    Saya agak pesimis bisa berhasil, soalnya situs porno lokal tu banyak banget. pertanyaan saya, gimana dengan Blog pribadi yang sengaja dibikin orang2 cabul yang isi kontennya pornografi? apa itu bisa di blokir juga?

    Biasanya orang Indonesia tu banyak akalnya, ga bisa akses dr komputer, mereka akses situs porno dr Handphone... apa ini udah dipikirin pemerintah? jgn2 belom lagi! haduh2...

    Tolong ya om ditanyain ke pak menteri. sekalian suruh nge blokir tayangan2 TV yang berbau pornografi juga.
  7. From gagahput3ra on 27 March 2008 11:41:24 WIB
    Pertanyaan saya :

    Dengan UU ITE ini, pemerintah yang akan 'memilih' hiburan untuk rakyatnya. Bukankah ini anti demokrasi?

    lalu

    Apa Depkominfo tidak takut Indonesia akan masuk daftar 'enemies of the internet' seperti China, Arab Saudi, Burma, Cuba, dan Korea Utara?
  8. From Seggaf on 27 March 2008 12:00:42 WIB
    Buat pak Menteri, apa pendapat bapak soal didefacenya situs departemen bapak kemarin?
    btw, gambar deface-nya keren banget, pak ... gambar 'najis' seseorang yang katanya mengaku pakar IT, hehehe

    link buat screencaps deface situs depkominfo :
    http://img183.imageshack.us/img183/8209/situsdepkominfodihackredj2.jpg
  9. From AG. Syam on 27 March 2008 12:02:41 WIB
    Sekarang mau lihat gambar porno (apasih batasannya porno?) nggak perlu di situs porno! Sdh ada ratusan mailing list yg setiap harinya posting puluhan gambar. Sdh ada ratusan blog pribadi yang isinya cuma cerita dan gambar mesum doang, dll.
    Apa yang ini bisa diblog juga??? Itu baru dari dunia maya Om. Kalau yang live gimana? Perlu diberantas juga dong!
  10. From Arus on 27 March 2008 12:15:23 WIB
    Pasal "karet"nya dong yang diomongin...Saya setuju pembasmian porno-nya tapi jangan pornonya doang dong...masa jadi flat semua opini orang gara-gara UU ITE ini yang terkesan hanya terkait dengan porno padahal juga dampaknya ke politik, sosial terutama free speech ya...inget itu pak wimar. UU ini bisa menjadi alat untuk kembali jaman Orba dulu. Saya sempat melihat (Open Net Initiative) ONI mengenai Internet Repression and Filtering, yang di Indonesia belum ketahuan. UU ITE ini juga berkaitan dengan perjuangan teman-teman yang kasusnya sedang disidangkan tinggal menunggu hasilnya kalau tidak salah, apakah ada tujuan untuk membentuk sebuah opini dan mendiskreditkan perjuangan orang lain?

    Persepsi bisa macam-macam...karena itu realita kan?harus ada persepsi dari pemerintah yang jelas mengenai ini, karena UUnya masih sangat general sekali dan tidak spesifik. Jangan sampe kita menjadi boy scout yang tidak memahami kejadian sebenarnya. terima kasih.
  11. From ndaru on 27 March 2008 12:20:19 WIB
    wooo..kenapa di blokir?...bukankah itu juga bisa menjadi sarana pendidikan buat bangsa ini, toh hacker2 disini juga pasti bisa cracking gituan
  12. From Nayel on 27 March 2008 12:24:07 WIB
    Kami menunggu saja, bisa atau tidak, efektif atau tidak.
    Kenapa di Arab kok bisa...
  13. From albertus on 27 March 2008 12:37:11 WIB
    saya takutkan UU ini justru menjadi alat peredam kebebasan berekspresi di internet. Pasal 27 ayat 3 salah satunya, mencemari nama baik, bisa disalahgunakan. Bagaimana penjelasannya?

    mengenai penerapannya juga saya tidak yakin, tidak usah yang di internet, yang real dalam CD/DVD saja masih banyak beredar. Silahkan jalan2 ke glodok. Dan juga, aparat kita masih lemah ilmu teknisnya. Kemarin saya melihat ada berita aparat razia warnet, cuma dikasih liat wallpaper desktop..
  14. From rachman on 27 March 2008 12:42:48 WIB
    saya juga setuju dengan 'kebijakan' ini. saya begitu khawatir dengan anak saya yang masih sd, kalo dia didepan internet.
    terima kasih pak menteri !
    dan buat yang kagak setuju, semoga bisa memaklumi kekhawatiran kami sebagai orang tua.bukan maksud kami memasung 'kebebasan' di dunia maya, tapi untuk yang satu ini perlu dibatasi.
  15. From Adi on 27 March 2008 12:58:13 WIB
    bagaimana dengan orang yg berusia cukup untuk melihat konten porno?
    dan bagaimana dengan UKM seperti warnet, jangan-jangan peraturan ini akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum seperti sweeping OS Windows kemarin
    dan terakhir IGOS apa kabar?!? kayaknya sweeping windows tp ada data valid gak brp persentase instansi di Indonesia yang menggunakan OS yg legal
    trm kasih
  16. From agustine fransisca bellamia on 27 March 2008 13:02:41 WIB
    Cihuy.....langsung sama pak menkominfo nih. Pasti seru lagi. Cuma...saran saya saja nih, pak menkominfo baca juga www.perspektif.net nya Om WW ini. Lalu coba lihat beberapa situs pertemanan yang sekarang menjamur. Itu foto membernya bukan sedikit yang mengedepankan pornografi. Risih saya aja bukanya, pak. Seperti kata Handika Aditya dan AG Syam. Apa bisa diblokir juga? Saya akan beri 1 contoh situs pertemanan yang dengan keras menolak pornografi, yakni TAGGED. Banyak foto-foto yang mengarah dan bersifat pornografi langsung di blokir, dan mereka konsisten. Itu yang skala kecil. Lalu, apakah dengan pemblokiran ini dijamin mental anak bangsa jauh lebih baik? Gak juga kan? Tayangan - tayangan televisi aja masih gak jauh beda. Masih ada juga majalah eksklusif dewasa yang bertema sedikit demikian juga kan? Artinya filternya, pengendaliannya, sebenarnya ada pada diri kita juga kan? Kenapa gak kontak aja sama yg buka situsnya, biar dibikin password yang susah dan mengenakan fee yg tinggi biar yang buka juga berpikir sekian kali untuk membuka situs porno tersebut? Di Amrik & Inggris juga begitu kan? Toh aman-aman aja. Pemerintah dan Pembuat Situs sama-sama nyaman.
    Trims. Mba Naz jadi Co-Host? Just try and see
  17. From omend on 27 March 2008 13:10:56 WIB
    tapi apakah situs porno adalah penyebab utama rusaknya generasi??


    jadi mending ngeliat orang2 kelaparan + gosip ajah d tipi2 skarang...

    pasti jadi hebat deh generasi mudanya.. ^^
  18. From Ischak on 27 March 2008 13:12:34 WIB
    Berkesinambungan yang paling penting dari semua pejabat terkait. Mudah-mudahan bisa dumulai dari rumah, sekolah, dan warnet.Di kantor sdh kena sama boss-nya langsung. Semoga sukses penerapannya. Saya cuma bisa bantu mantau junior saya dan tetangga.
  19. From Rochmali Zultan on 27 March 2008 13:13:05 WIB
    Om Wimar, saya dari dulu add FS anda sampai sekarang belum pernah diapprove. Bahkan sampai FS sudah bukan lagi jadi situs pertemanan favorit Om Wimar. Haha. Nasib. Nasib.


    Yasudah tinta apipah. Wakaka. Maaf Pake bahasa gaul. Om juga harus belajar toh.


    Gini Om, saya sih setuja setuju aja sama RUU ITE itu. Meskipun saya pun belum baca RUUnya.


    Tapi lagi-lagi, Indonesia itu kan cuma bagus regulasinya doang sehingga mentok-mentoknya cuman jadi cetakan buku perundangan yang kayak singa ompong. Udah siap belum Depkominfo jalankeun UU itu (kalau nanti disahkan)? SDMnya udah mampu belum?


    Selain itu, definisi situs yang dianggap porno juga harus jelas. Bahkan apa yang disebut dengan porno itu pun harusnya dijelaskan pula, jadi tidak ada pemilik situs yang mungkin menurutnya tidak porno, tapi dianggap porno secara sepihak oleh pemerintah. Kan lucu.


    Lalu sekarang ini ada juga Yahoo Mesenger (dan messenger alinnya) yang bisa menggunakan feature web cam, sebagai sarana saling mempertontonkan aurat.


    Nah, itu kan bukan situs. Tapi dipake untuk porno. Gimana coba? Dilarang juga?


    Segini aja kali ya Om. Saya liat besok acara Om. Janji deh. Oh iya, saya kok kurang suka kalo co-hostnya dari kalangan artis.


    Emang sih Om, seger gitu diliatnya. Tapi, sebagai pemirsa, saya kurang sreg karna terkesan ada gap intelektualitas. Kalo cuman cantik, Mbak Valeria Daniel yang dulunya anchor itu kan bisa diajak. Saya yakin acaranya pasti lebih seru kalo co-host Om tu cewe yang terbiasa dengan kehidupan jurnalistik.


    ps: FS saya juga di alamat email yang sama
  20. From sedana on 27 March 2008 15:00:22 WIB
    Survei......... menyatakan baik laki-laki maupun perempuan bahwa diwaktu luang ato waktu jeda situs porno sangatlah........ peeeeeeeenting, saya bukannya tidak setuju situs ini untuk ditutup tapi kalo yang namanya orangnya tidak bisa mengendalikan diri dari bayang-bayang porno tetap saja yang namanya situs porno terselubung pasti ada dan saya khawatirkan makin menjadi-jadi alias makin parah gito lho.......... sehingga saran saya yang terlebih dahulu dibenahi adalah mental dari warga negara ini........

    Om WW kalo bisa talk shownya jangan di studio antv aja tapi tolong ke daerah-daerah dong (kalo bisa sih ke bali......) saya pun mau jadi co-hostnya kalo bisa tapi ini bukan promosi lhoooooooooooo thank.
  21. From Ben on 27 March 2008 15:43:40 WIB
    kalo udah ada UU ITE, kenapa muncul juga secara berbarengan soal rencana pemblokiran itu? apa gak bisa satu-satu dulu utk melihat mana yg lebih efektif?
  22. From Ade on 27 March 2008 15:51:09 WIB
    Waduh... sebenernya bagus sih langkahnya. Cuman masih terlalu prematur untuk diterapkan. Sebaiknya pornografi itu diatur, bukan dibredel. Ah, apa sih saya ini. Sok tau.
  23. From Florensia on 27 March 2008 15:57:11 WIB
    Pertanyaan: Pak Mentri, bagaimana dengan situs yang basisnya diluar negeri, itu bisa diakses juga di Indonesia bahkan terkadang hostnya juga orang Indonesia. Apa RUU ini nantinya juga akan bisa menjaring situs-situs seperti ini?
  24. From Yahya Kurniawan on 27 March 2008 16:31:14 WIB
    Ada joke yang isinya begini:
    Seorang suami didakwa membunuh istrinya. Ketika ditanya oleh hakim kenapa dia membunuh istrinya, suami itu menjawab: Pak Hakim, lebih bijaksana membunuh istri saya daripada membunuh seorang lelaki selingkuhannya setiap minggu.
    Nah, mana lebih bijaksana: membatasi akses-akses negatif satu persatu, padahal akses negatif tsb tidak pernah habis, atau memperkuat akhlak dan iman bangsa hingga mampu bertahan dari berbagai serangan budaya negatif?
  25. From leksa on 27 March 2008 16:55:10 WIB
    Ada kekhawatiran dari saya pribadi tentang UU ini. Terlepas dari manfaat untuk perlindungan transaksi online, masih ada pasal rancu seperti tentang isu SARA dan pencemaran nama baik.

    Kekhawatiran saya sederhana saja, Pak,..
    Keseringan hukum di negara ini dijadikan alat penguasa dan birokrat yang oportunis..
    Hukum dan politik bisa membatasi Media cetak, kini ada bloger yang bebas bicara (tentunya dgn bertanggung jawab)..
    Dan disana lah kekhawatiran terbesar, ketika sebuah suara bebas di blog menjadi hilang termakan alat penguasa ini.

    Bagaimana menyikapi hal yang beginian menurut anda..

    *makasih Om Wimar..
  26. From arinova on 27 March 2008 17:06:50 WIB
    mohon klarifikasi Pak Menteri soal pernyataannya disini :
    http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/26/time/133757/idnews/913593/idkanal/399

    Quote bagian akhir :
    'Lalu bagaimana mengetahui sebuah situs itu masuk dalam kategori porno atau bukan? "Caranya gampang. Pokoknya kalau ada situs yang mensyaratkan pengaksesnya berusia 17 atau 18 tahun, maka sudah pasti itu (situs) porno," tandas Nuh yakin.'

    Yang bener aja Pak? Banyak situs yang pake syarat gitu tapi bukan porno, cethek banget sih? gak segampang itu Pak...
  27. From Amreim on 27 March 2008 17:12:29 WIB
    Saya sangat setuju dengan UU ITE, walau belum sempurna yang penting ada dulu. Soalnya selama ini Internet bagai sebuah hutan belantara yang penuh binatang buas. Kalau gak punya pertahanan bisa mati. Internet bagai jahiliyah dunia baru.

    Tapi untuk menerapkan hukum ITE seberapa bisa?. saya sedikit bingung karena tak ada batasan apapun di internet. tak ada batasan teritorial.

    Emang bisa memblokir situs porno?. Bagaimana kalau akses memakai proxy luar negeri, apa proxy orang bisa diblokir?. ada banyak proxy gratis. gimana caranya??

    jalan masuk internet diindonesia begitu beragam inilah yg membingungkan saya. Lalu bagaimana caranya membuat filter? apa hanya bisa melacak kata-kata porno??. Soalnya saya belum pernah dengar ada aplikasi yang bisa melihat gambar. Kalu cuma melacak kata-kata, bagaimana kalau situs tidak menggunakan kata-kata jelek tapi isinya gambar porno???.....
    Apa harus mendata situs2 dan mengunjungi alamat2nya baru nanti didaftarkan sebagai situs dilarang???. Ini pekerjaan gila Men..... sebab sietiap hari mungkin puluhan atau ratusan situs baru bermunculan.. Binguuuuuung...
  28. From Romi on 27 March 2008 17:22:24 WIB
    Perspektif: Pak, situs itu apaan sih?

    Kalau saya (misal) dapat email dari teman yang isinya gambar p0rn0, yang akan ditangkep saya, atau temen saya, atau yang ngurusin halaman web tempat saya baca email saya? Ato sekalian semua pak?

    hint:define situs
  29. From zam on 27 March 2008 17:43:06 WIB
    kenapa UU ITE hanya menyoroti konten?

    bagaimana dengan bukti transaksi via ATM atau SMS yg bisa dijadikan bukti transaksi secaraq hukum?

    dan apakah anggota dewan yg mensyahkan UU ITE itu bisa mengoperasikan komputer (mengetahui betul dunia internet) karena bahasanya kok mbulet-mbulet gitu yah?
  30. From Yeni Setiawan on 27 March 2008 17:47:32 WIB
    Nitip pertanyaan buat Pak Nuh:
    Sesuai perkataan Bapak Nuh di Pesta Blogger, pemerintah tidak akan pernah membredel blog kan?
  31. From Sukamto on 27 March 2008 17:50:11 WIB
    #1 “Bagaimana cara membedakan situs porno dan bukan?”

    Karena jawaban Pak Nuh (baca dari blog lain) “Asalkan ada persyaratan 17 atau 18 tahun ke atas untuk meng-akses, itu namanya porno”

    Menurut saya: itu jawaban ngawur.

    #2 “Apa yang akan dilakukan pemerintah bila ternyata pemblokiran ini tidak efektif?”

    Rationale: Tebakan saya, pasti tidak efektif karena penikmat pornografi pasti punya banyak cara dan akal untuk tetap bisa meng-akses (melalui ribuan proxy yang sudah ada, atau beli hosting sendiri untuk dijadikan proxy, pinjem koneksi di luar negeri untuk dijadikan proxy dsb.).

    Kalau akhirnya tidak efektif, apakah tidak sayang investasi dan tenaga yang dikeluarkan?

    #3 “Apakah benar akan efektif dengan hanya memblokir situs? Bagaimana dengan forum yang memanfaatkan email (mailing-list), peer-2-peer network (bittorrent, dsb.), newsgroup … Apakah SEMUA ini akan diblokir juga?

    Rationale: Kalau tidak diblokir juga, jelas tidak akan efektif :) Karena semua bakalan lari ke sana.
  32. From janeman on 27 March 2008 18:13:01 WIB
    efek bola salju sudah berjalan sukses...
    PW jadi agen diskusi publik yang baik sekali...
    nda perlu nambah pertanyaan deh.. sudah banyak yang punya pertanyaan bagus.... hehehehe

    Sukses buat besok kalo begitu ya...
  33. From richard on 27 March 2008 18:13:06 WIB
    Lokalisasi PSK ditolak, nyatanya PSK semakin marak. Akankah UU ITE menertibkan pornografi? Untuk menjawabnya, jangan lupa memperhadapkannya dengan dengan realita lemahnya supremasi hukum di negri ini. Jangan-jangan, undang-undang baru ini justru menjadi lahan penyimpangan hukum baru yang justru membuat pornografi semakin marak? Jadi ingat analogi sabun, semakin digenggam, semakin loncat. Bukankah demikian dengan hukum di negri ini?
    Skeptikkah saya terhadap hukum kita? Kebanyakan orang memang lebih gemar bicara soal hukum dan hukuman kepada pendosa, dibandingkan duduk bersama dan memberikan solusi kepada pendosa supaya tak lagi berbuat dosa. Ini suara hati saya:

    "Pak M.Nuh, kenapa Departemen canggih yang bapak bawahi tak lebih memilih untuk merealisasikan akses internet dan komputer yang murah? Bukankah IP address lebih mudah dilacak, jika diakses oleh pengguna atas nama perorangan dengan "OS" yang juga dari komputer perorangan? Jadi, bukankah pengguna yang nakal bisa dengan mudah ditangkap dan diselesaikan saja dengan hukum yang berlaku? Kenapa justru harus memilih membuat undang-undang yang baru?
    Lihatlah fakta dimana supremasi hukum kita lemah, dan fakta dimana puluhan juta rakyat ini masih mengakses internet dari warnet. Bukankah jumlah warnet di Indonesia mencapai jutaan? Pernahkah terpikirkan, bahwa dengan UU-ITE, maka warnet akan menjadi lahan penyimpangan hukum baru?
    Ini tak bermaksud memberangus warnet, apalagi mengusulkan warnet sebagai lokalisasi pornografi. Oleh karenanya, bina, awasi dan modali pengusaha warnet, agar warnet Indonesia dapat menjadi tempat hang out yang menjanjikan. Ketika kita semakin rajin membeli franchise "orang luar", harusnya kita bisa set up tempat hiburan yang juga bisa dijual sebagai franchise bagi "orang luar".
    Tak masalah kalaupun pengusaha warnet harus merger untuk menciptakan itu, asalkan simbiosis mutualisme tercipta dalam mereka. Sertakan juga minimalisir pengangguran yang akan terealisasi melalui ini. Sisi lainnya, dengan warnet sebagai tempat hang out yang menjanjikan, akan mendorong kreatifitas anak negri untuk berproduksi. Maksudnya? Saya berikan contohnya:

    Warnet dengan set up bioskop
    Warnet dengan set up bioskop akan memacu generasi ini membuat film independent yang hanya bisa ditonton di warnet. Dan kalau ada yang membajak, "hukum arus bawah" pasti akan sangat jeli mengontrolnya. Bisa jadi, ini cikal bakal yang bisa diandalkan untuk meminimalisir dunia pembajakan di negri ini. Bukankah cara ini akan membuat pembajak menjadi musuh sentral? Musuh sentral di negri ini, pasti sukses diberangus. Bukankah sejarah membuktikannya?

    Warnet dengan set up Studio Musik
    Warnet dengan set up Studio Musik akan memacu lahirnya band-band baru yang merilis albumnya dengan label independent yang murah namun memiliki jaringan yang kuat. Bukankah dunia rekaman sudah komputerisasi? Bukankah internet menjadi sarana membangun jaringan musisi yang murah namun powerfull?

    Warnet dengan set up pelayanan masyarakat
    Warnet dengan set up pelayanan masyarakat bisa diarahkan untuk mematangkan keseimbangan pertumbuhan rohani, fisik, mental dan sosial masyarakat kita. Sederhananya, mahasiswa atau karang taruna bisa hang out disana untuk bertumbuh. Bahkan, pemerintah bisa bermitra dengan mereka untuk men-sosialisikan program-program pemerintah. Bahkan, penanggulangan dan informasi gempa bumi, sosialisasi koperasi, pemantau dan penjaga stabilitas keamanan, monitoring GPK, penyuluhan, seminar-seminar dan program-program yang membangun bisa disosialisasikan hingga direalisasikan oleh warnet tipikal ini.

    Aduh, banyak lagi yang sebenarnya bisa menghasilkan win-win solution tanpa perlu membuat undang-undang. Saya yakin, dunia blogger kita pun akan semakin luar biasa. Dan sudah pasti, lemahnya pendidikan kita yang tidak "learning by doing" itu bisa diminimalisir melalui langkah ini.
    Ocehan saya ini memang seperti ocehan anak bau kencur yang tak mengerti tata negara yang rumit. Namun apa artinya teori tata negara, jika nyatanya teori-teori yang tinggi-tinggi tersebut tak bisa memaksimalkan eksplorasi kekayaan alam dan kekayaan sumber daya alam negri yang kaya ini? Stop berkiblat pada Amerika, Eropa atau Kairo. Lihatlah realita masyarakat kita.
    Herannya, kenapa sih eksekutif, yudikatif dan legislatif minim sekali mengeluarkan program yang berpihak pada rakyat? Padahal, saat yang diatas korup, rakyat rela saja tuh diajak "halal bi halal".
    Ini bukan suara rakyat yang minta diciprati hasil korupsi (mengingat gelar kita sebagai negara terkorup dalam berbagai versi), namun bukankah anak terlatar dan fakir miskin dipelihara oleh negara? Bukankah kondisi rakyat kebanyakan di negri ini seperti fakir miskin dan anak terlantar? Kok justru undang-undang yang dikeluarkan? Dimana hati seorang ayah yang peduli pada anaknya yang sedang kelaparan? Hanya ayah yang kejam yang memberi batu kepada anak yang meminta roti.
  34. From auliaha azza on 27 March 2008 18:16:44 WIB
    Om Wimar, masih ingat saya, ketemu didepan wc di megaplex, saat pestablogger, nanya ke Om, "Om, sudah makan ?"

    Titip pesan ke Pak Menteri, tolong blokir situs narutoxxx.com. Itu situs banyak yang akses, paling banyak anak-anak mulai usia 6 tahun keatas. Situs itu kartun tapi adult, silahkan kalau ingin dicek. Kartun Naruto sekarang lagi tenar. Saya sering melarang mereka untuk buka, mulai dari saya tutup situsnya, ga mempan, saya marahin malah mereka makin berani dan kesel sama saya.
    Itu saja, terima kasih
  35. From harman lelen on 27 March 2008 18:18:47 WIB
    Sebagai pengusaha warnet, kami setuju soal pemblokiran situs porno untuk menyelamatkan generasi muda/penerus. Kadang-kadang pelaksanaan dilapangan, penguasa atau yang petugas yang bergerak di bidang hukum apapun instansi suka bertindak arogan. Yang menjadi sasaran selalu pengusaha kecil diantaranya warnet.
  36. From Gustaff H. Iskandar on 27 March 2008 18:44:39 WIB
    Saya pengen tahu apa alasan kongkrit dari kebijakan untuk melakukan sensor terhadap situs porno? Siapa yang akan melakukan sensor? Atas dasar apa? Apakah akan ada sensor untuk informasi lain? Bukankah kebijakan sensor dapat membatasi hak sipil dalam mengakes informasi dan pengetahuan?
  37. From Mohamad Jaka Prawira on 27 March 2008 19:07:28 WIB
    Saya tanyanya pendek saja. Saya ini belum ketarik sama permasalahan pemblokiran situs porno ini. Tunggu tanggal mainnya saja. Baru memuji - muji / komplain. :D

    Jadi begini..

    "Bagaimana prosedur pemblokiran situs porno itu ? Apakah keyword lancang seperti sex saja akan dibredel ? Apakah nantinya tidak akan merugikan orang yang sedang membicarakan Sex Education di media seperti blog ?"
  38. From asiong on 27 March 2008 19:18:07 WIB
    wele....
    UU ITE paling hanya taktik pemerintah aja untuk mendapat perhatian dari rakyat cari muka gtu deh...
    mo blokir situs porno?
    ga mungkin banget deh setau ku klo mo blokir paling hanya bisa memblokir situs dengan kata2 tertentu saja, padahal banyak situs porno yang tidak memakai kata2 sex....
    sbenernya tujuan pemerintah mencampuri urusan orang mau browsing situs tu apa sih? orang mo browsing apa aja kan bebas namanya aja internet klo ga bole ini ga bole itu status negara demokrasi kita perlu dipertanyakan dunk...
    pada intinya saya tidak setuju dengan langkah pemerintah ini....
  39. From hari on 27 March 2008 20:01:08 WIB
    wah topik seru nih...
    Tolong sampaikan ke pak Menteri, apa iya blogger perlu diwaspai karena masalah situs depkominfo itu?
    kira-kira Om Roy suatu saat akan diundang tidak ya?,ah jangan deh bikin kisruh.
  40. From Satya on 27 March 2008 20:29:30 WIB
    IT's ABOUT FREE SPEECH NOT JUST PORN

    saya setuju semua pendapat di atas, tapi mungkin paling setuju sama Arus di no.10. Ketika media dan bloggers ribut soal pemblokiran situs porno, sebetulnya bahaya paling besar dari RUU ini adalah terhadap free speech.

    Kalo mau ngomongin aspek situs porno-nya boleh lah. Saya juga setuju tidak akan efektif. Terus mau debat soal definisi dan teknologi pasti ga ada abisnya karena memang seru. Mau bicara soal potensi sogok-menyogok untuk proyek overbudget juga boleh. Tapi sambil orang sibuk soal hiburan segelintir masyarakat, pemerintah diem2 masang langkah pertama dalam kontrol informasi internet di negara bebas kita.

    Sejelek2nya Indonesia, yang dibanggakan adalah kebebasan informasi. Dengan RUU yang sangat flexible dan mengecohkan, pemerintah bisa diem2 pasang mekanisme dimana nantinya mereka bisa bunuh internet properties secara selektif berdasarkan kepentingan politik, dan Indonesia menjadi Cina, Arab, atau.. Indonesia jaman Orba.
  41. From Felix on 27 March 2008 20:54:17 WIB
    Peruma saja pakai aturan segala, itu sih urusan pribad masing-masing. Kalau memang imannya kuat ya pasti ga akan masuk situs2 begituan. Pemerintah cuma buang2 waktu dan tenaga saja. Saya jamin 1000% tidak akan berhasil. Dimana-mana juga lebih banyak maling daripada polisi.
  42. From armando on 28 March 2008 00:36:39 WIB
    gini ye..
    kita liat aja de di situs porn luar, mreka selalu memberi agreement sblm kita masuk ke situs itu, agreement itu selalu berisi bahwa kita sudah berumur 21++.. dan itu tyta jalan di luar negeri, dan sangat berpengaruh..

    skrg pemerintah dari Indonesia sendiri barusaha memblokir semua situs..
    pertnyaan nya, "Mau brapa situs pak yg mau di blokir? ada ribuan situs dari seluruh dunia, beloman bloger, beloman lagi post gambar di dalem berbagai macam forum
    lagian semua org sekrg gampang aja, di forum tgl post topic baru aja, trus kita upload foto2 koleksi kita prbadi ke forum..
    brapa org pak yang akan nglakuin sperti contoh di atas?? emang bapak2 yg ada di atas sana sanggup buat ngejaga dunia maya dari itu semua?? ini dunia internet yg ga kenal waktu, ga kenal batas, ga kenal jarak..jumlah team kalian ada brapa, jmlah situs yg bermunculan tiap hari di seluruh dunia brapa..ga imbang bgt

    kalo saia pikir, lbh baek pemerintah memberi warning ke seluruh warung-warung internet di seluruh indonesia.. buat peraturan baru, setiap pelanggan internet minim harus menunjukan kartu ID nya, dan jika pelanggan dibawah umur harus ada pengawasan dari orang tua masing-masing..
    dan pemerintah harus lbh melakukan pendekatan melalui media2 yg ada, untuk memperingati para orang tua yg memiliki sambungan internet di rumah nya masing2 untuk menjaga dan mengawasi anak2 mereka yg di bawah umur dalam bermain internet..

    itu kek na lbh efektif..
    i think so...
  43. From Ahwan on 28 March 2008 05:21:01 WIB
    Sepertinya pemblokiran / pelarangan saja tidak cukup, yang paling penting adalah penegakan hukum dan komitmen semua pihak termasuk penyelenggara bisnis, baik itu warnet, bioskop dan lain sebagainya.
    Kalau memang situs +18 ya kalau ada anak sekolah benar-benar diawasi jangan sampai membuka situs itu. Kalau ada film +17 ya kalau ada anak sekolah beli tiket bioskop jangan dilayani.
    MUngkin warnet juga perlu di kasih semacam kamar khusus dewasa, anak-anak, laki-laki dan perempuan kali ya.
    Pengalaman saya di Jepang, rental video saja ada ruang khusus tempat video xx yang memang hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah dewasa.
  44. From ambar briastuti on 28 March 2008 06:10:04 WIB
    Siapakah yang menentukan website itu porno atau bukan? Apakah Depkominfo hanya menggunakan fasiltas piranti lunak pembaca persentase kulit yang ditonjolkan? Sejauh mana porno itu?
  45. From katon on 28 March 2008 07:32:59 WIB
    salute for depkominfo, maju terus pantang mundur yang penting kita sudah berusaha untuk memberantasnya dari pada kita membiarkannya meranak pinak merusak generasi muda kita,

    salute juga buat bang wimar buat acara perspektifnya di ANTV saya kan selalu nonton acaranya, insya allah
  46. From ramonda on 28 March 2008 08:09:12 WIB
    saya dukung niat baik pemerintah, setidaknya ada hal positif dari UU ITE.
    selain pemblokiran situs porno, perbanyak dong situs yang memberikan pendidikan moral.
    misi selanjutya: hancurkan sinetron tidak mendidik!!
  47. From Ardiansyah on 28 March 2008 13:00:10 WIB
    Coba urun pemikiran. Yang masalahnya dg pemblokiran itu apa ya? karena scr teknis gak bisa atau apa?
    Analoginya kita para pengendara motor/mobil dipasung oleh pemerintah dg uu wajib pakai helm dan seat belt. Agar apa? agar masyarakat terhindar dari kecelakaan berat.
    Nah itu kan utk minimalisir keadaan bukan?
    Lha kenapa dg adanya UU ini kita malah menolak? Kalau memang mau bagaimana kalo kita tolak aja uu wajib helm/seat belt tersebut dg alasan kita bisa kok HATI-HATI berkendara dan ciptakan suasana aman di jalan. Perbanyak kualitas pengendara yg baik dan tertib (bila analoginya pak Budi Rahardjo yg saya pakai). Bagaimana nih...?
  48. From Yulius on 28 March 2008 14:08:43 WIB
    Yup, pornografi itu tidak ada urusannya ama freedom of information. Kalo ada yang berfikir gara2 blokir situs porno mengancam kebebasan memperoleh informasi, ya itu paranoid namanya. Kalo emang gak setuju, ya ajukan aja judisial review ke MK ato MA. Tunjukkan klo emang hal tsb sangat membatasi hak publik untuk memperoleh informasi.
  49. From Hedi on 28 March 2008 15:13:15 WIB
    Serius atau enggak? Jangan-jangan nanti sama nasibnya seperti UU Anti Pornografi atau UU anti merokok di tempat umum. Modusnya selalu begitu, UU cuma hiasan.
  50. From donito on 30 March 2008 15:48:27 WIB
    mas wimar yang baik,
    Kami mendukung program menkominfo soal pemblokiran situs porno. Apakah masyarakat diberi akses untuk berpartisipasi? Misalnya,apabila akan melaporkan alamat sebuah situs porno yang belum di blokir (karena nama situsnya tidak berbau porno sama sekali sehingga sulit dilacak), kami dapat melaporkan ke alamat mana ya? kalau dapat, mohon info nya.
    terima kasih.
  51. From adhi on 30 March 2008 23:01:04 WIB
    Bayangkan, "lompatan" seperti apa yg terjadi bila rakyat Indonesia melek internet!

    Saya sendiri enggak terima bila internet banyak dihubungkan dengan pornografi.(Seperti yg sering saya dengar selama ini) Sbg orang yg sedikit ngerti teknologi, saya pengin bertanggung jawab, untuk membersihkan nama baik internet. Artinya saya mendukung regulasi.

    Tetapi.... nama baik demokrasi rupanya (lagi-lagi) sedang anda pertaruhkan. Benarkah?



  52. From nanang on 31 March 2008 16:25:02 WIB
    pak. ko website depkominfo.go.id ga bisa di akses

    dan bagaimana caranya mandapatkan sofware untuk memblokir situs porno sekian terima kasih.

    kalau ada sofwarenya bisa di email ke nanang.1@hotmail.com
  53. From rivanodi on 01 April 2008 14:21:44 WIB
    ass.alhamdulillah...walaupun telat tapi setidaknya kita tetap berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.saya mendukung kinerja menkominfo untuk memblokir situs2 porno.untuk yang pro dan kontra kita terima saja.walaupun masih banyak situs porno yang belum di blokir tapi setidaknya kita mulai dari 0 dulu.soal sex education kita bisa nanya2 k orang tua+keluarga+temen+dokter+dosen+seminar+radio+sapapun lah.setidaknya pemerintah juga mau menerima masukkan masyarakat.sapa tau ide2 masyarakat masuk akal.mana yang boleh dibuka mana yang boleh diblokir.semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita semua dan saya berharap pemerintah tetap menerima masukan2 dari masyarakat.wass
  54. From vami varendra on 01 April 2008 17:18:52 WIB
    Menurut saya yang menyebabkan generasi muda rusak adalah kurangnya ekonomi mereka, pengangguran, kemiskinan,pendidikan dll. Yang paling utama itu. soal porno dalam internet itu nomor sekian. Jadi seyogyanya pemerintah berantas dulu kemiskinan dan pengangguran dulu. Kalo mereka hidup makmur dijamin mereka gak neko2, paling tidak berkuranglah kriminalitas. Tapi saya setuju dengan pemblokiran situs porno, tetapi hanya untuk anak anak.
  55. From edi on 02 April 2008 20:12:25 WIB
    nah,setuju berantas dl kemiskinan,kurangnya ekonomi,pengangguran,pendidikan dan korupsi.
    saya jg setuju pemblokiran situs porno tp hanya untuk anak²
  56. From kondeMas on 03 April 2008 14:26:32 WIB
    Situs parno, itu sama dengan SEX Education. ngapain mentri mikirin soal beginian,....mending mikirin rakyat yg lagi kesulitan memenuhi kebutuhan hak dasar sosial ekonominya yg semakin melorot.
  57. From Farid Primadi on 05 April 2008 05:21:14 WIB
    Situs porno bagaikan semacam wabah virus... setiap hari selalu muncul virus-virus baru atau situs-situs porno baru.... so... penanggulangannya pun akan serupa dengan antivirus. Maksudnya, virus-definitionnya (atau porn-definitionnya) harus senantiasa di update secara berkala. Hal ini sama sekali tidak mustahil jika konsep bekerjanya benar-benar dipahami. Banyak terdapat software yang bisa didownload atau digunakan untuk keperluan penanggulangan masalah ini, dan sepatutnya pula software tersebut meng-update porn-definitionnya itu secara periodik atau berkala. Sehingga dari pihak end-user tidak usah repot-repot menginput entry filter / blocking secara manual.... cuape deeh....

    Nah... pertanyaan untuk Bapak Menkominfo, Bapak M. Nuh, apakah departemen Kominfo sanggup merancang software yang sedemikian tersebut, terutama terhadap antisipasi situs-situs porno berbasis bahasa Indonesia?
  58. From TEJA on 06 April 2008 22:42:15 WIB
    Dimana bs saya download software anti porno?
  59. From aldy on 08 April 2008 11:39:49 WIB
    maaf, saya agak kecewa dalam pemblokiran ini myspace terkena dampaknya.. saya sebagai musisi yg membutuhkan sarana promosi yg efektif dan efisien merasa keberatan terhabat pemblokiran myspace.. coba lebih ditelaah definisi situs porno, dan di lihat apakah myspace merupakan termasuk situs porno..
    disana tidak ada apapun yg berbau porno karena hal tersebut sudah di atur oleh policy dari myspace itu sendiri.. kenapa friendster yg lebih banyak hal2 yang berbau porno tapi tidak terkena imbasnya.. coba ditelaah lebih lanjut.. terima kasih..
  60. From Rio on 08 April 2008 11:40:24 WIB
    Seharusnya kan orang tua yg bertanggung jawab mengawasi anak-anaknya...kalau kata kakek saya enak jadi orang tua sekarang, ngurus anak aja sudah ada UU nya, orang tua tinggal kerja,cari duit buat anak sekolah ke luar negeri,pulang kerumah anaknya \"kelihatan\" baik, bla bla bla... pembodohan!!! jangan mudah percaya...

    1. UU rokok = WEW (sampai sekarang saya masih ngerokok kalau nunggu istri saya pulang kantor di pinggir sudirman, kok nggak ada yg ngelarang ya?)

    2. UU Pornografi = Njlimet... ngapain dipikirin...wong nggak ada ujung pangkalnya...

    3. UU ITE,ETI atau apalah... = lagi2 njlimet, blom juga seluruh rakyat indonesia bisa pakai internet, tapi udah di kasih UU yg nggak jelas...

    4. karena fitna? = ah, kayak gini aja dibahas, saya muslim, saya sholat, saya wirid, tapi nggak sakit hati cuma gara-gara film itu, biarin aja mau dipojokin mau dianggap apa orang muslim, yg penting saya nggak...

    cuma mau bilang kalo semua balik lagi ke diri kita sendiri... kesadaran orang kita blom tinggi...buktinya ada UU merokok saya masih bisa merokok, saya blom sadar tuh ada UU merokok :D
  61. From ainoya_septya on 08 April 2008 13:51:21 WIB
    saya sangat setuju sedang diblokirnya situs porno,karna sekarang anak-anak dibawah umur pun terlibat dalam dunia maya yag menjerumuskan generasi penerus bangsa.
  62. From boedi on 08 April 2008 16:31:42 WIB
    Diblokir situs porno sih oke oke aja tapi rapidshare.com dan youtube kok kayaknya kena blokir juga?

    Jangan jangan nanti banyak blog blog temen temen diblock, cuman karena nampilin link dari rapidshare.
  63. From Febry B.R on 09 April 2008 10:14:58 WIB
    seharusnya pemerintah tu ngasih software anti porn untuk diinstal sendiri,bukan maen blok situs2 macam myspace,rapidshare dan youtube!!

    memangnya youtube tu ada pornonya?klo vulgar emang ada,klo porno kok saya belum pernah liat.selain itu,,banyak video2 yang sangat berguna yg bisa kita dapatkan di youtube seperti video pembuatan kompos,sarana iklan dari suatu produk ignition kendaraan bermotor,atau juga sebagai sarana promosi videoklip musisi2 kita.

    terus terang saya kecewa dengan pemblokiran youtube,karena saya biasa mendownload videoklip resmi dari artis2 eropa keluaran roadrunner yang diupload sendiri oleh pihak roadrunner records (ini berarti video klip tersebut bukan videoklip bajakan!!)

    tentang pornografi,,,
    coba ambil contoh di amerika,saya membaca disebuah media setelah pornografi dilegalkan,angka perkosaan menurun drastis,dan walaupun ada kasus pemerkosaan,rata² pelakunya adalah orang yang pada masa mudanya tidak pernah menikmati konten2 pornografi!!

    seharusnya orangtua lah yang harus mengawasi anak2nya agar tidak mengakses situs2 porno tersebut,jadi pemerintah cukup mendistribusikan software pemblokir situs porno kepada pihak2 yang membutuhkan,seperti orang tua yg tidak ingin anaknya mengetahui hal2 yang berbau pornografi,ato kepada instansi perkantoran sehingga tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas.

    bapak jadi mentri kok cethek banget!
  64. From EDy PURNOMO on 09 April 2008 12:49:29 WIB
    Kepada Bapak- Bapak Yang Terhormat,

    Mohon kebijaksanaan untuk pemblokiran lebih dipertimbangkan dengan matang, karena situs seperti rapidshare.com contohnya hanya sebagai gudang penyimpanan file digital yang sama halnya bila kita analogi-kan seperti Pisau Dapur. Masak gara-gara ada yang terbunuh gara-gara pisau dapur pembuatan dan penjualan pisau dapur DILARANG.
    Untuk Bapak Menteri yang konon punya staff yang jago-jago DUNIA Maya seharusnya kita dapat mengajukan keberatan kepada pemilik situs Rapidshare untuk content yang tidak sesuai atau yang berbau SARA, bukan malah mem-BLOKIR situs tersebut secara keseluruhan.
    Banyak yang upload yang bertentangan dengan COPYRIGHT contohnya sang pemilik langsung COMPLAINT ke pemilik situs Rapidshare.com dan hampir seketika itu contentnya langsung di hapus dari SERVER mereka.
    Malu donk masak kita sebagai orang Indonesia di-bilang GAPTEK cuman gara-gara hal yang seperti ini.
    Kalau mau bunuh NYAMUK jangan pakai Rudal Nuklir donk cukup pakai obat pebasmi nyamuk.
    Sekiranya Bapak Menteri yang terhormat dan para staff AHLI yang expertnya dapat berkenan.
    Kalau Bapak-Bapak dan Mas-Mas yang EXPERT mau saya juga berkenan memberi masukan buat kepentingan kita bersama.

    MAJU IDONESIA-KU jangan malu-maluin donk
  65. From fauzan on 09 April 2008 14:46:34 WIB
    intinya yang mao di blok itu kan situs porno.....kenapa mesti situs-situs seperti MYSPACE, MULTIPLY, YOUTUBE juga ikut di blok??? emang itu termasuk situs porno??

    aneh-aneh aja tau ga....buat saya Situs MYSPACE itu sebagai salah satu alternatif situs yang saya gunakan untuk menjalin networking di komunitas musik indie di jakarta....banyak musisi-musisi indie yg memiliki mysapce untuk menjalin netwrok dan promosi....kenapa mesti kami-kami yg kena imbas....yg rasional aja dong....multiply juga....disitu banyak orang-orang yg bikin....dan ga semuanya berisi pornografi....bahkan saya bingung kenapa termasuk situs pornografi???

    kan bapak menteri punya staf-staf ahli...masa masalah kaya gitu aja ga tau........gimana INDONESIA bisa maju klo pikirannya kaya gini......ANEH...!!!
  66. From intan on 09 April 2008 20:20:53 WIB
    setuju, atas rencana pemblokiran situs-situs porno
    karena menurut saya, seiring perkembangan anak yang semakin "ingin tahu" atas hal-hal yang dilarang,Karena menurut saya, apa jadinya bangsa Indonesia nanti apabila anak anak sd saja sudah membuka situs ini. tindakan pemblokiran ssitus-situs pornografi ini sangat baik

    Namun menurut aaya ini juga pekerjaan rumah bagi orangtua, untuk mengawasi anak-anaknya, dan diberi pengarahan. seperti sex education. Jadi anak2 pun tidak terjerumus pd sesuatu yg belum saatnya mereka konsumsi.
    Namun menurut saya tidak hanya lewat internet. seperti kita lihat setiap hari di stasiun2 tv Indonesia. Isinya Sinetron semua.. (sinetron yang isinya cuma, anak bayi ketuker, rebut-rebutan pacar, ibu tiri yang galak,...) yang sama sekali tidak bermutu, dan mengandung banyak unsur kekerasan,kata-kata kasar, dll.. yang dapat mempengaruhi anak untuk berperilaku seperti itu juga.
    Jadi saya rasa walaupun perlahan, mari mewujudkan masa depan yang cerah untuk anak-anak Indonesia, melalui siaran-siaran yang bermutu dan berkualitas.
  67. From evanderz on 09 April 2008 20:50:41 WIB
    saya sangat setuju atas adanya niat dan tindakan pemerintah kita buat memblokir keberadaan situs2 porno yang dapat merusak ahlak dan mental para generasi2 mendatang,
    namun yang saya kurang sependapat,adalah pemblokiran YOUTUBE dan LIVELEAK.....
    saya rasa saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar kenapa saya tidak sependapat dengan pemblokiran situs2 yang sangat berharga tsb hadir di indonesia,karena jika anda pengguna internet baik pribadi ataupun di kantor,saya yakin anda akan 100% sependapat dengan saya...
  68. From P@RY on 10 April 2008 10:53:48 WIB
    sy setuju Bgt dg Blokir stus porno, Tp kenepa situs untuk cari software gratis (bhs kasarnya crack) jg diblokir? toh selama ini pemerintah jg ga peduli dg kebutuhan para mahasiswa yg butuh software2 yg harganya ga terjangkau.
    blokir jg dunk film2 kekerasan...
    kan lbh bahaya film2 perusak mental tsb dari pada pakai software bajakan.
    tlg pikirkan nasib kami jg................
  69. From iRHoTeP on 10 April 2008 16:41:26 WIB
    Saya menyayangkan orang-orang lebih ribut karena website prono diblokade daripada karena website-website jenis lain yang rawan diblokade karena UU ITE ini. Hal ini terjadi semenjak UU ITE disahkan dan cacian-cacian tersebut saya dapatkan di berbagai forum diskusi, mailing list, komentar blog dan sebagainya.

    Tentunya secara hukum negara maupun adat serta agama, tidak ada pembenaran dan seharusnya tidak ada kekuatiRan apabila website prono diblokade. Lantas untuk apa kita pikiRkan?

    Sekarang lihat sendiRi, website-website yang memiliki daya jangkau dan network yang tinggi serta sangat berguna seperti YouTube, RapidShare dsb diblokade, kita baru heboh.

    Seharusnya perhatian masyarakat, terutama masyarakat dunia maya Indonesia, lebih kepada keprihatinan akan blokade website yang signifikan penting menjamin pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, terutama dari kami golongan mahasiswa yang membutuhkan berbagai software gratis dan video-video yang menolong kami memahami suatu konsep dari segi visual. Jangan masalah website prono doang lah yang dipikiRin!

    Sebaiknya para penegak UU ITE juga memahami apa yang sebenarnya hendak dicapai. Semata-mata blokade website prono, website-website rawan, atau transaksi elektronik yang lebih terjamin. Jangan bikin rakyat semakin bingung!

    iR
    http://www.jadul.org/
  70. From Leo Kusuma on 11 April 2008 11:03:35 WIB
    Saya pikir, Menkominfo M. Nuh dan terutama pemerintah tidak arif menyikapi pornografi dan sejenisnya. Saya tidak yakin apakah suara blogger akan didengarkan. Saya hanya menyesalkan pola kebijakan orde baru yang resesif bukan terlihat kembali. Pak Nuh, Anda adalah org IT, profesor, Anda semestinya tahu bagaimana IT di Indonesia skrg ini yg sedang merangkak. Anda baru saja menghalangi mereka untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri. NAMA ANDA BERSAMA BPK SBY AKAN KAMI KENANG DI MASA YANG AKAN DATANG, INSYA ALLAH HINGGA KE AKHERAT NANTI SEBAGAI PEMIMPIN YANG TIDAK BIJAK KEPADA RAKYATNYA DAN PERMASALAHANNYA.
  71. From isye on 15 April 2008 14:34:35 WIB
    buat saya pornografi gak akan selesai hanya blok situs2 porno..... itu sifatnya temporary banget..... mending dinas pendidikan deh yg diurus sehingga moral bangsa ini jadi lebih baik...... ntar yg blok situs2 porno itu adalah moral bangsa heheheh lebih bangga deh rasanya punya moral yg baik dari padda iseng blok2 situs2 porno...... hanya moral yang bermartabat yang tidak bisa dikalahkan oleh teknologi
  72. From medanvirtual on 01 June 2008 04:07:23 WIB
    Saya heran benar benar heran katanya software anti forno di kembangkan ITS toh saya lihat itu bhs bhs inggris semua. Apa gak laku lagi bhs indonesia di indonesia atau software itu di jadikan untuk komersial. atau memang itu bukan ITS punya seperti yang di beritakan seperti di detik. atau itu cuma bulshit dan omong kosong menkominfo.
    Jujur ku katakan aku MUUUUAAKKK
  73. From detius yoman on 04 July 2008 03:05:56 WIB
    saya sebagai generasih penerus papua .jaman sekarang saya menyesal dgn adanya perkembangan anak-anak bangsa khusus indonesia terpengaruh dengan porno.makanya saya setuji kalo diblokir aja .................epen ka porno ............membawah penyakit
    nama saya detius yoman mahasiswa surabaya UNITOMO
  74. From hasan on 03 September 2008 18:50:47 WIB
    saya setuju dengan pemblokiran situs porno. sebab manfaatnya sudah jelas. moral orang yang baik akan ngeblog dengan sendirinya, tapi bagaimana dengan mereka yang punya moral biasa2 aja? apalagi moral yang acak2an. jalan menuju hal yang jelek harus di buat sulit sesulit2nya.
  75. From syadelphi on 26 November 2008 16:05:54 WIB
    saya mendukung sekali pemblokiran situs porno, saya sudah lama mencari dan belajar cara memblokir situs porno tapi ketika dicoba tetap tidak berhasil, tolong kirimkan caranya dan kalau ada softwarenya tolong kirimkan ke alamat email saya.
    terima kasih
    indonesia maju
    indonesia bermartabat
  76. From ismail hidayat on 31 December 2008 18:50:50 WIB
    menurut saya semuanya ga`mslah.toh klau pr muda-mudi bangsa
    kita ttp bs ngeliat film begituan tnpa browser.
  77. From i ketut nyoman satwika on 21 April 2009 16:17:19 WIB
    halah ni ngapain repot2 blokir situs porno, kaya ga pada butuh kenikmatan aja, SOK SUCI..... HU,,,,,,,
  78. From elmo on 18 June 2009 08:57:01 WIB
    sungguh menyedihkan kalo lihat banyak banget situs porno yang beredar di internet, dan pemiliknya itu orang indonesia.
  79. From D-m@z on 11 June 2010 08:04:19 WIB
    Saya setuju sekali situs-situs ini mampu merusak moral, ahklak dan psikologis..Ayoo berantas terus semua kejahatan dalam dunia maya...yang berbau porno dapat merusak generasi muda

    www.Android.blogspot.com
  80. From Syamsil Dafik on 17 July 2010 11:54:57 WIB
    Tolong alamat situs/link untuk download gratis Software Blokir Situs Porno
  81. From koko on 17 July 2010 19:32:22 WIB
    emang blok kayak gini perlu kalo dari yg gw liat(baru kemaren bocah disamping gw ke-gep ngakses narutoxxx)tapi yg namanya anak kecil pastinya ingin dewasa trus ngeliat dan niru yg dilakukan orang dewasa itu juga salah satu cara anak belajar, menurut gw daripada ngeblok situs ginian banyak cara laen kayak pendekatan dari ortu ato sex education, yang tentunya lebih efektif daripada larangan tanpa pandang bulu kayak gini. Keliatannya pemerintah kehilangan akal buat menahan efek negatif globalisasi satu ini, memukul rata semua yg berbau pornografi padahal beberapa situs ada untuk education/health seperti sexhelp.com
  82. From mardi on 15 August 2010 17:29:28 WIB
    KATANYA ADA PEMBLOKIRAN SITUS PORNO? YANG DIBLOKIR ITU SITUS YANG MANA? NYATANYA SAMPAI SAAT INI SITUS PORNO SEPERTI TUBE8, REDTUBE DENGAN MUDAH DAPAT DIAKSES DAN DENGAN MENULIS KATA KUNCI SEX ATAU NUDE AKAN MUNCUL RIBUAN FILM,GAMBAR PORNO BAHKAN SUPERPORNO DAN DAPAT DI DONLOAD PULA..........COBA LIAT KALAU NDAK PERCAYA PASTI KETAGIAN.
  83. From Kevrell on 25 November 2011 22:02:17 WIB
    Until I found this I touhhgt I'd have to spend the day inside.
  84. From wedoez on 23 April 2012 20:47:46 WIB
    mana bukti kerjanya??. lebih banyak situs2 x yg bisa d akses dg mudah.

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home