Wimar: Hanya Korban yang Berhak Memaafkan Soeharto
Batak Pos
28 January 2008
Kontroversi seputar meninggalnya Soeharto juga terus terjadi di kalangan politisi dan pengamat. Wimar Witoelar kepada Batak Pos di Jakarta, Minggu (27/1) malam mengatakan, kaget dengan besarnya rasa simpati media begitu diumumkan Soeharto telah meninggal dunia. Mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur itu sempat diwawancari wartawan Al Jazeera dan banyak media internasional lainnya tentang besarnya simpati tersebut.
"Budi luhur dan kesantunan orang Indonesia memang dijunjung tinggi, termasuk saat Soeharto meninggal,"jawab Wimar.
Wimar mengatakan, menyayangkan pers asing yang tidak mengetahui maksud yang terkandung dalam arti kata memaafkan tersebut.
"Saya hanya menggarisbawahi pelunya dipisahkan konteks dimaafkan dengan penegakan hukum,"ujarnya.
Tokoh seperti Amien Rais yang cenderung memaafkan Soeharto pada hakikatnya telah melukai rakyat yang pernah menjadi korban kekuasaannya.
"Siapa pun tidak berhak memaafkan Soeharto kecuali para korbannya,"tegas Wimar.
Wimar pun menyesalkan pernyataan Presiden SBY yang mengumumkan hari berkabung nasional selama tujuh hari. Sebab, kebijakan ekonomi Soeharto mengakibatkan banyaknya kemiskinan karena sumber daya alam Indonesia habis untuk dimanfaatkan kroni-kroni Soeharto.
"Sudah jelas, yang ingin agar Soeharto dimaafkan adalah kroni-kroninya yang takut dengan ancaman hukuman,"kata Wimar.
Sangat berlebihan jika Presiden SBY mengatakan seperti itu sementara rakyat kecil, buruh, dan aktivis prodemokrasi, yang menjadi korbannya, malah tidak ingin memaafkan Suharto. san.
(koreksi penulisan dalam huruf miring)
Baca juga komentar seru di:



89 Comments: