Articles

Sarwono-Jeffry Mampu Melawan Big Money?

Perspektif Online
26 April 2007

Sarwono Kusumaatmadja datang lagi ke Gubernur Kita untuk kesekian kalinya, tapi sekarang sudah sebagai Cagub yang didukung PKB-PAN, bersama Jeffry Geovanie sebagai Cawagub. Tulis pertanyaan anda untuk Sarwono-Jeffry di sini!


Create polls and vote for free. dPolls.com

Update 27 April: Laporan oleh Maro Alnesputra

Teman saya pernah bilang bahwa kalau ada si nomer 3, maka pasangan yang paling solid pun kadang bisa jadi hancur lebur.

Apakah hal itu juga akan terjadi dalam bursa Calon Gubernur Jakarta kali ini?

Selamat datang Sarwono Kusumaatmadja dan Jeffry Geovanie (Padang kok, bukan Italy). Pasangan yang saat ini ramai dibicarakan sebagai pasangan yang mungkin akan bergabung dalam pertandingan merebut kursi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Mereka datang untuk memaparkan alasan, visi, dan misi mereka sebagai bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang didukung oleh PKB dan PAN. Apalagi survey yang telah diajukan kepada 1550 orang di DKI Jakarta menyatakan bahwa lebih dari 70% warga Jakarta menginginkan calon ketiga.

Berhasilkan mereka menarik simpati panelis, pemirsa, dan publik? Simak!

 

   

coba-coba kursi roda dan telpon-telpon (foto lain)

Sangat Optimis

Effendi Ghazali: Terkait pencalonan anda sebagai bakal calon Gubernur Jakarta, dari skala 1-10 skala optimisnya berapa?

Sarwono Kusumaatmadja: 15

Effendi Ghazali: Luar biasa

WW: Dari dulu memang selalu begitu dia

WW: Kalau jadi dicalonkan yakin pasti menang ?

Jeffry Geovanie: Kalau menurut Pak Sar sih begitu!

Kapal Selam

Effendi Ghazali: Kenapa akhirnya bersedia untuk menjadi pasangan Bang Sarwono Kusumaatmadja?

Jeffry Geovanie: Karena Bang Sarwono itu seperti kapal selam, dan saya sendiri juga seperti itu. Terus terang kemarin itu tiba-tiba nama saya mulai disebut banyak orang untuk menjadi calon Wagub. Kelompok pemuda Muhammadiyah dan beberapa kelompok lain tiba-tiba saja mendekati saya - dan saya yakin tanpa suruhan dan atas inisiatif mereka sendiri untuk mendorong saya agar bersedia menjadi calon. Pada saat itu wartawan sudah banyak yang bertanya tapi saya diem saja karena saya merasa bahwa semuanya itu belum pasti. Jadi saya dan beliau sama sama seperti kapal selam

WW: Saya kemarin ke Palembang makan Kapal Selam

Effendi Ghazali: Lain itu

Kenapa Wakil Bukan Rano Karno

Alvian (Penelpon): Kenapa Jeffry Geovanie berani ya mencalonkan diri? Padahal yang kita tahu Pak Jeffry Geovanie orang Muhammadiyah dan juga tim suksesnya Pak Amien Rais dahulu, tapi dirinya sendiri gagal menjadi Gubernur di Sumatera Barat yang 80% orang Muhammadiyah. Sedangkan penduduk Jakarta ini bermacam macam pak. Kalau saya lebih cenderung untuk mencari orang yang lebih popular seperti Rano Karno misalnya?

Jeffry Geovanie: betul sekali bahwa mungkin saya bukan pasangan yang paling ideal bagi Pak Sarwono, mungkin Rano Karno bisa saja lebih ideal daripada saya. Tapi musti diingat bahwa yang terjadi itu bukan suatu realita yang kita bayangkan bahwa sesuatu itu bisa diatur, karena itu tidak. Dan dalam format yang jauh ke depan, sebenarnya saya tidak pernah menyesal dengan kegagalan yang pernah terjadi. Perlu diketahui bahwa meskipun saya orang minang, namun saya lahir dan besar di Jakarta. Di Sumatera Barat sendiri itu saya tidak punya rumah. Dan saya tidak punya tempat tinggal sama sekali disana.

WW: Kenapa dulu mau dicalonkan?

Jeffry Geovanie: Karena waktu itu dicalonkan oleh Muhammadiyah, karena calon dari Muhammadiyah waktu itu belum ada dan mereka meyakikan saya untuk majulah

WW: Yah menang atau kalah pokoknya maju lah yah

Jeffry Geovanie: Ya intinya adalah pada akhirnya saya berhasil meraih peringkat tiga dan saya tidak pernah menyesal dari keikutsertaan saya itu meskipun saya tidak menang

Iwel: Mungkin karena masyarakat Sumatera Barat merasa bahwa Pak Jeffry Geovany ini cocoknya menjadi wakil gubernur Jakarta hahaha

Perangi Korupsi

Bisa jadi Gubernur yang tidak korup?

WW: Saya akan menanyakan pertanyaan yang sama dengan yang saya tanyakan kepada Pak Adang dan Pak Fauzi, apabila dia datang sebelum bulan Agustus yah.

Persepsi di Jakarta adalah bahwa segala macam masalah, seperti banjir, dasarnya adalah korupsi dan kekuasaan yang tidak terkendali. Bahwa kantor Gubernur Jakarta banyak memberi tekanan kepada pengusaha, kepada media, kepada televisi. Anda orang santun dan bukan orang keras, apakah anda merasa kalau Bapak jadi Gubernur bisa membuat pemerintah DKI itu tidak korup dan tidak menekan?

Sarwono: Saya kira bisa dan..

WW: Ya bisa, bagaimana caranya?!

Fenny Rose: Galak banget

Sarwono Kusumaatmadja: Pertama kita mulai dari diri sendiri lah. Dan pengalaman saya, birokrasi itu sangat menghiraukan teladan dari pemimpinnya. Kalo yang di atas itu beres, ke bawah beresnya relatif cepat.

WW: Jadi yang sekarang di atas DKI itu ngga beres?

Sarwono Kusumaatmadja: Nggak, ini teori umum saja.

Bisa melawan Big Money?

WW: Bagaimana Bapak dan rekan mengharap bisa menang melawan orang-orang yang punya "uang besar". Orang punya puluhan milyar, yang punya advertising budget, beli iklan, pasang billboard? Sementara anda pribadi gak punya uang sama sekali, partainya mungkin punya sedikit. Bagaimana anda bisa melawan Big Money?

Sarwono Kusumaatmadja: Kerja keras dan kerja efektif, karena duit itu kan bukan segala-galanya. Orang kalau cuman dihargai dengan uang bisa berbalik. Ada paradoks, orang menerima uang tapi harga dirinya dilanggar. Itu malah kontraproduktif. Dan saya nggak ngerti caranya mendistribusikan uang secara adil ke 5 juta pemilih. Nggak Mungkin. Duit gede itu bakal nyangkut di mana-mana, nggak netes ke bawah.

Effendi Ghazali: Maksudnya ingin mengatakan bahwa yang besar belum tentu menang atau kadang kalah, karena tidak menetes ke bawah.

Sarwono Kusumaatmadja: Kemudian yang harus juga perang melawan korupsi itu siapa? Termasuk pemilih juga

 

pemuda-pemudi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (foto lain)

 

Yah begitulah cuplikan dari episode Gubernur Kita kali ini, apakah mereka akan berhasil masuk ke bursa calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta??

Waktu yang akan menjawab, dan anda yang akan memilih!

 

Bintang tamu minggu depan (Kamis, 3 Mei): Fauzi Bowo!

 

Baca juga:

Print article only

30 Comments:

  1. From Andi M on 26 April 2007 15:52:06 WIB
    Hallo Bang Wimar,
    Saya akan mengajukan pertanyaan kepada Bang Sarwono dan Bang Jeffrie yaitu :
    1.Bang Sarwono pernah menjadi menteri Lingkungan Hidup, waktu itu apa saja kontribusi bang sarwono terhadap kerusakan lingkungan Di DKI dan mengapa Kerusakan Lingkungan seperti rusaknya jalur hijau, daerah resapan, setu semakin parah dan tak karuan?
    2. Bagaimana pendapat Bang Sarwono, tentang daerah Kalapa Gading yang sekarang jadi HUTAN BETON? padahal pada jaman Gubernur Suryadi Sudirja menjadi daerah resapan?
    3. Komitmen dan jaminan apa dari Bang Sarwono untuk melestarikan lingkungan apabila terpilih jadi Gubernur?
    4. Beranikah Bang Sarwono menolak Proyek yang merusak lingkungan dimana devolopernya adalah PENGUSAHA KONGLOMERAT yang biasa berbisnis dengan Gubernur Sebelumnya?
    4. Maukah Bang Sarwono bikin Kontrak POLITIK dengan rakyat untuk membangunan Jakarta LEBIH BAIK?
    5. Untuk Bang Jefrie Geovanie pertanyaanya adalah Setelah anda tidak berhasil jadi Gubernur Sumatera Barat Waktu yang lalu, apa strategi anda untuk memenangkan Pilkada di DKI sekarang?
  2. From Maggie on 26 April 2007 16:31:42 WIB
    Saya dengar anda bicara di koran bahwa anda cuma mau jadi gubernur untuk satu term, dan mengantarkan Jeffrey untuk the next term. Apa iya sih, saya tidak percaya, bukankah background anda dan back ground Jeffrey, PAN dan Amien Rais yg Muhamadiah itu beda banget seperti bumi dan langit.
  3. From Peter Hehanussa on 26 April 2007 16:33:49 WIB
    Jakarta tahun-tahun terakhir ini makin sering di-tamu-i banjir dan aneka penyakit menular terkait dan melalui air. Kerugian bukan cuma sarana prasarana tetap terlebih adalah kerugian produktivitas yang dirampas si banjir. Dulu ada yang suka salah-salahin Bogor, juga katanya anomali iklim. Padahal ini semua akumulasi dampak dari perubahan antropogen akibat ulah kita-kita juga. Bagaimana menurut anda, strategi akbar agar Jakarta makin mampu menghargai daya dukung alam sambil juga melayani hak-hak penduduknya untuk hidup nyaman.
  4. From Swandi on 26 April 2007 17:28:58 WIB
    Akhir2 keluhan dari para pedagang tradisional di pasar tentang keberadaan hypermart, carrefour yang semakin banyak bermunculan. Secara langsung dan tidak langsung ikut menurunkan omset mereka atau bahkan pasar tempat berdagang mereka tutup,bangkrut karena selalu sepi pembeli atau lokasi pasar yahg berdekatan dengan tempat itu. Seandainya anda terpilih, apakah anda berani membatasi izin pembangunan hypermarket atau bahkan anda berani tidak untuk menindak hypermarket yang lokasinya berdekatan dengan pasar?? Karena saya sebagai warga Jakarta, keberadaan mall, hypermart baru yang semakin banyak juga membuat daerah resapan air berkurang dan secara tidak langsung ikut menyebabkan banjir di jakarta ini.
  5. From Daus on 27 April 2007 08:03:51 WIB
    Melihat sebentar acara Gubernur Kita semalam, timbul asa terhadap adanya alternatif calon ketiga. Mereka terbukti cerdas dan mampu menarik simpati bagi beberapa kalangan yang mudah diberi pengertian dalam waktu singkat. Bung Sarwono sudah tidak diragukan lagi kemampuannya, sedang Bung Jefri terlihat sebagai calon rising star yang akan muncul suatu waktu. Sayangnya ada satu nama calon (Rano Karno) yang sempat dimunculkan untuk menggali calon pemilih dengan pertimbangan yang lain yang kurang terakomodasi. Bagaimanapun pemilih lebih membutuhkan kepercayaan (reputasi) bukan kepiawaian bersilat lidah. Idealnya mereka muncul sebagai satu tim yang merepresentasikan kalangan good guy tanpa big money.

    Ada banyak kasus seiring dengan pemilihan secara langsung yang membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kerjasama, seorang good guy tanp big money bisa muncul menjadi pemenang. Satu contoh adalah pemilihan Bupati di daerah Jawa Tengah, seorang good guy (yang rumahnya masih kontrak) didorong untuk maju melawan Bupati yang sedang menjabat dengan dukungan finansial dan bahkan politik (dari partai besar) yang hampir tidak terbatas. Dengan segala sumber daya yang terbatas, para simpatisan (yang kebanyakan anak muda) secara kreatif menggunakan segala sumber daya yang dimiliki untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Mulai dengan gantungan kunci, sms,selebaran dan lain-lain yang hampir semuanya dengan barang bekas untuk menghemat biaya-melawan Bupati menjabat yang mendadak menjadi sangat dermawan dan suka nongkrong di acara televisi propinsi dan surat kabar. Singkat kata dengan semangat dan kegigihan bersama, good guy tersebut berhasil memenangkan pemilihan itu. Saya pikir banyak kasus yang sama terjadi di daerah lain yang menunjukkan bahwa memang suara rakyat memang suara Tuhan. Dan perlu digaris bawahi bahwa Tuhan tidak bakal memberikan perubahan bila kita (rakyat) sendiri tidak menginginkan (baca melakukan) perubahan.

    Salam.
  6. From bonggo on 27 April 2007 08:36:46 WIB
    Halo Bang Wimar,
    Setelah melihat penampilan Calon Gubernur dan Wakilnya Sarwono-Jefrie di JakTv, saya belum melihat substansi dari dialog tersebut yang agak menoton dan pertanyaanya tidak terlalu esensial, berbeda dengan Calon sebelumnya para panelis yaitu Bpk Wimar dan Prof Ryas bertanya begitu tajam dan mengena sehingga jawaban dari Bpk Adang dan Dani begitu tangkas dan lugas. Sehingga suasana lebih hidup.
    Kemarin itu pertanyaan banyak mengarah kepada Bang Jefrie Geovanie yang memang belum dikenal warga DKI.
    Mudah-mudahan untuk kedepan Para panelis memiliki pertanyaan yang lebih menggigit sehingga para Calon Gubernur lebih menjawab dengan cepat dan tepat.
    Dan yang menjadi pertanyaan maukah Bang Fauzi Bowo datang ke acara Gubernur Kita di JakTv karena mungkin bang Fauzi ragu-ragu karena akan dibantai pertanyaan krusial tentang kepemimpinanya di DKI sebagai Wakil Gubernur dan tentunya pertanyaannya akan berkisar sekitar BANJIR, MACET, POLUSI UDARA, LINGKUNGAN HIDUP ,SAMPAH, ANAK JALANAN , KEMISKINAN, PENGGANGURAN dimana selama ini duet SUTIYOSO-FAUZI BOWO YANG DIANGGAP PALING BERTANGGUNG JAWAB DI DKI.

    Yang agak mengherankan Bung Fauzi Bowo, adalah S3 TATA KOTA lulusan JERMAN, tetapi kok ilmunya TIDAK TERPAKAI sehingga KOTA JADI SEMBRAUT, BANJIR, PEMBANGUNAN YANG TIDAK TERTATA DENGAN BAIK, Bisa saja Bang Fauzi Bowo lagi dininabobokan oleh KEKUASAAN yang MENGGIURKAN sehingga ILMUNYA JADI PADAM.
  7. From Anton on 27 April 2007 10:48:14 WIB
    Geovanni pencundang di Sumbar, maju di DKI...mimpi ah...KTPnya DKI apa KTP Sumbar nih...?
    Atlet PON aja nggak bisa-bisa sembarang pilih daerah, kok calon kepala daerah bisa ya?

    Kawan-kawan gulirkan opini Effendi Gazali jadi gubernur Sumbar masa depan...Maju Effendi Gazali, Gantikan Gamawan Fawzi....HIDUP EG!!!!!!!
  8. From anakndeso on 27 April 2007 13:28:13 WIB
    Saya jadi penasaran dengan penampilan Bung Fauzi Bowo di JakTv, karena selama ini Para pendukung Bung Fauzi Bowo seperti FORKABI, BAMUS BETAWI terlalu PD untuk memenangkan PILKADA DKI sehingga perlu pembuktian Di ACARA GUBERNUR KITA DI JAKTV.
    Seperti diketahui tidak semua orang BETAWI ASLI yang mendukung FAUZI BOWO contohnya BUDAYAWAN RIDWAN SAIDI (mungkin sudah tahu karakter BUNG FAUZI BOWO)menolak PENCALONAN FAUZI BOWO.
    Dan dengan kesepakatan PKB-PAN untuk mencalonkan Sarwono-Jefrie, maka suara sebagian besar NU di PKB dan Suara PENDUKUNG GUS DUR lari ke pasangan SARWONO-JEFRIE.
    Kita ingin PILKADA INI RAMAI dengan CALON BARU sehingga ada penyeimbang KEKUATAN KOALISI JAKARTA yang MEMBORONG PARTAI BESAR untuk memenangkan PILKADA DKI.
  9. From Satya on 27 April 2007 14:26:43 WIB
    tidak pernah korupsi di kegubernuran, kepolisian, dimanapun

    tidak ngumpet, paling sering tampil

    bukan fundamentalis agama

    so far pilih sarwono deh, maupun masih kagok lihat wakilnya.

    kita lihat fauzi bowo minggu depan.

    ada yang bisa kasih alasan kenapa lebih baik fauzi bowo?
  10. From Ben Tora on 27 April 2007 15:27:02 WIB
    Sarwono dan Jeffrie maju dengan platform pluralis. Ini saja sudah cukup bagi saya untuk menilai mereka di atas AD-DA yang maju dengan dukungan partai yang sukar dianggap pluralis.

    Bagaimana dibandingkan dengan Foke? Begini, antara Sarwono dan Foke salah satu pernah terlibat di gubernuran yang tidak bersih dan tidak becus kan? Dan bukan Sarwono orangnya.


  11. From revo on 27 April 2007 15:37:02 WIB
    Halo Bang,
    Ada berita baru bang, yaitu Para Tim Fauzi Bowo marah pada website yang menyoroti KINERJA BANG FAUZI BOWO selama ini, websitenya yaitu http://bangfauziwatch.wordpress.com dan http://foke.blogspot.com.
    Kalau saya lihat isi kedua website itu banyak juga kebenarannya karena isinya realitas yang terjadi di masyarakat/warga DKI selama ini. Dan yang lebih terpenting website ini adalah penyeimbang berita atas Bung fauzi Bowo yang juga punya website.
    Jadi untuk apa marah, seharusnya bang Fauzi Bowo dapat membuktikan bahwa dirinya dengan klarifikasi dengan FAKTA dan BUKTI bahwa tidak termasuk dalam masalah di DKI.
    Kami jadi ragu memilih Bang Fauzi Bowo karena belum jadi GUBERNUR AJA UDAH ALERGI DI KRITIK.

    Dan Yang TERPENTING DARI PILKADA INI ADALAH SETIAP CALON HARUS SIAP KALAH,dan SIAP MENANG. KALAU KALAH TIDAK BOLEH MENGAMUK, KALAU MENANG TIDAK BOLEH SOMBONG/TAKABUR.
  12. From Berto on 28 April 2007 11:16:13 WIB
    Tetap semangat pak sarwono dan jeffry, tunjukkan 'kesederhanaan' itu bisa menang daripada 'kemewahan'. Biarpun kata orang berat harus tetap berjuang sekuat tenaga dalam pilkada Jakarta.
  13. From gubrak on 28 April 2007 18:20:48 WIB
    saya agak sependapat dg bonggo..
    kemaren pak sar tidak keliatan jawaban yg tangkas dan efektifnya beda dengan adda..

    jefrie.. belum terlihat ketngguhanny..
    emg karakter peneliti keliatan kemaren kok..
    tp tetap u mimpin dki tidak cukup tangkas di GK aja..

    saya setuju EG jd gubernur sumbar dan WW wapres 2009
  14. From alief on 28 April 2007 20:55:00 WIB
    Pak Sarwono layak menjadi alternatif ke tiga.
    Tapi kenapa memilih Jeffrey Geovannie?
    Pertanyaan (keheranan?) Alvian (Penelpon) sangat mengena. Dan saya tidak melihat jawaban bagus dari Bung Jeffrey.

    Pak Sarwono, belum terlambat untuk mempertimbangkan kembali!
  15. From Orangawam on 29 April 2007 12:32:11 WIB
    halo pak WW.
    saya mau kasih komentar acara gubernur kita yang menghadirkan pasangan ketiga pak sar-jeff. acara yang kemarin itu ternyata tidak sesuai yang diharapkan, kenapa pak WW N pak effendi kelihatan tidak bersemangat sekali untuk bertanya. tidak seperti yang terjadi di saat pasangan AD-DA. Pak WW hati-hati sikap bapak yang kemarin itu mencerminkan bahwa bapak memang benar-benar tim sukses pak sar-jeff. Walaupun anda sendiri menyangkal, terbukti pertanyaan yang anda ajukan kemarin tidak berbobot. beda sekali saat pertanyaan yang anda ajuka kepada pasangan AD-DA. Kelihatan saat itu anda bernafsu sekali bertanya bahkan ingin menjatuhkan paasngan tersebut, untuk pasangan AD-DA sangan taktis untuk menjawab pertanyaan anda.
    Gubernur kita kemarin ternyata memang benar-benar membuat orang-orang awam tertarik apa yang disajikan dalam acara tersebut (apa yang disajikan oleh pak effendi dengan Votenya). Pak effendi boleh saja berbicara bahwa acara ini tidak bermaksud mengeneralisasi/mengarahkan penonton dirumah untuk memilih calon ketiga, tetapi kenyataannya berbeda. apakah itu yang benar-benar diharapkan dari acara ini??
    Saya harap acara Gubernur kita lebih baik lagi jangan sampai digunakan untuk memihak salah seorang calon. acara ini kan seperti kampanye gratis serta debat terbuka bagi cagub-cawagub. Dari koran yang saya pernah baca, bahwa kekayaan Pak sar itu peringkat tiga-empat, dibawah pak fauzi dan pak agum gumelar. kenapa dibilang pasangan ini ga punya uang??
  16. From wimar on 29 April 2007 14:22:55 WIB
    terima kasih untuk partisipasinya, Orangawam (nama samaran nich?). pertanyaan yang anda bilang 'berbobot' kepada AD-DA adalah (lihat posting ):

    [1] Apakah anda akan menutup tempat hiburan?
    [2] Apakah partai akan lebih pluralis?

    Lucu juga kalau dua pertanyaan ini diajukan kepada SKA-JG, malah jadi terlalu gampang karena SKA pendukung kebebasan dan pejuang pluralisme.

    Apa orangawam bisa kasih pertanyaan yang berbobot kepada SKA-JG untuk next time? Saya akan bacakan.

    Kekayaan SKA nomor 3 dibawah Adang dan Fauzi, pasti. Karena hanya ada tiga calon. Soalnya, SKA nggak pernah jadi Wakapolri atau Wagub DKI.
  17. From Satya on 29 April 2007 15:28:57 WIB
    sekali2 ada pendukung dengan nama samaran yang mempersoalkan pertanyaan tidak adil dan memojokkan. padahal kalo terpojok itu SALAH SENDIRI.

    orang bersih gak akan terpojok kalo ditanya soal korupsi polisi, sogokan partai, pemaksaan hukum agama.

    masa nanya sarwono, apakah anda yang nyetor partai puluhan milyar sampai mereka rela mengorbankan moral dan ideologi partainya menelantarkan pendukungnya demi mendukung anda? walah, gak terpojok dia. malah nyengir aja soalnya yg kena calon lain.
  18. From TRIYATNI on 30 April 2007 11:54:41 WIB
    Persepsi saya pak Jeffry itu orang Manado.
  19. From Ayu Primantari on 01 May 2007 17:41:10 WIB
    Kayaknya pasangan ini asik juga. Digotong sama dua partai besar "Islam", tapi tampangnya engga kayak "teroris". :-)
    Yang satu slengean; hitam tapi bersih luar dalem (kata orang2) dan yang satu lagi lebih mirip orang Menado/Itali daripada Padangnya. :-) Memang sih, dont judge the book by its cover, tapi ... ya itu tadi, asik lah. Seru. Hore, akhirnya ada pilihan lain!!!
  20. From Patrick AMP Manurung on 02 May 2007 09:14:54 WIB
    Hore ada klip-nya di You Tube
    :-)
  21. From dmitri on 03 May 2007 18:15:37 WIB
    om WW & Satya, biarkan Orangawam ngomong sendiri. saya sih waktu membaca artikel ini justru merasa kalau WW bertanya sangat to the point. tapi memang, saya jadi simpati sama SKA dan jawabannya.

    soal big money, itu enggak penting. jakarta cukup kecil supaya cagub bisa mendatangi pemilih di komunitas mereka masing-masing. word-of-mouth biasanya paling ampuh dalam situasi seperti ini.
  22. From koma on 05 May 2007 10:41:31 WIB
    Dari sekian calon, pilihan saya Sarwono, meskipun tidak ideal.
  23. From Lyan on 07 May 2007 17:43:28 WIB
    ada pepatah yang mengatakan, " Berlian jatuh ke lumpur tetap Berlian ", tidak akan berubah menjadi arang kan ? So, maju terus untuk pasangan Bang Sarwono - Bang Jeffry, orang BAGUS, JUJUR, BERSIH DARI KORUPSI pasti dicari dan itu terlihat nyata.

    Bravo for both of you
  24. From faisal on 14 May 2007 10:20:09 WIB
    Sarwono-jeffri kayaknya yang terbaik deh!!!
  25. From alex on 23 May 2007 17:18:41 WIB
    Pertanyaan buat SARWONO-JEFFRY :

    ** APAKAH PAK SARWONO SENANG PUNYA SAHABAT YANG TIDAK FAIR ???

    Pertanyaan buat BUNG WIMAR :

    ** KENAPA BUNG WIMAR MENYEDIAKAN SARANA BAGI MASYARAKAT UNTUK BERTANYA HANYA KEPADA PASANGAN SARWONO-JEFFRY SAJA?? GIMANA DENGAN PASANGAN YANG LAIN ??

    Bung Wimar ... semoga anda selalu diberikan kesehatan yang baik, dan selalu dibukakan mata hati dan pikirannya. Amin
  26. From ariyanto on 25 May 2007 11:17:31 WIB
    munurut saya cagub adang dan foke jangan dipilih,lebih baik menunggu calon ke tiga. dari pada cuma ikut nanggung dosanya saja. keduanya berambisa karena jabatan bukan karena hati nurani. apalagi fauzi bowo sebelum mengalami kekalahan lebih baik mundur di depan ga perlu gengsi
  27. From dani on 29 May 2007 20:46:07 WIB
    bung... ini jakarte, ga bs asal-asalan nyalonin diri tuk jd gubernur, bnyk syarat2nye..
    1. beriman kepada YME
    2. taat dlm menjalankan agamanya
    3. jujur dalam berkata dan bertindak
    4. pro rakyat yatim dan miskin
    5. disiplin
    6. tegas
    7. mau bicara dng rakyatnya
    8........msh bnyk......

    yang penting kita mau berubah dari hari ini, esok harus lebih baik, banyak yang harus kita BENAHI, diri sendiri, keluarga, masyarakat, dst.
  28. From ZAWIR on 06 June 2007 14:34:11 WIB
    Gue kagak ngerti dan kenal pada calon2x gubernur ini....
    mau menang atau kalah terserah ajah... hehehe....

    TAPI yang gue tau...
    kalau calonnya banyak yg dukung dari PARTAI POLITIK biasanya nantinya banyak juga kebijakan2x BALAS JASA...
    Bisa berupa kebijakan2x yg nyeleneh, Proyek2x aneh2x, Program2x bagi2x hasil ladang KORUPSI dll....

    TAPI utk Pak Sarwono... Apa mampu maju sebagai calon Independent... (katanya sih nggak bakal lolos).
    Dan Pak Sarwono apa nggak salah pilih pasangan....
    Apa nggak ada partner lain yg lebih baik....

    Contohnya khan sdh ada... (SBY+JK) salah pilih partner... makanya pemerintahannya jalannya LOYO....

    -peace-
  29. From Pauline on 07 January 2009 02:21:31 WIB
    Iyaa!!! om jefryy itu papanya temnku.. aku percaya kok, om jefry gak bakal korupsii!!!!!!!1

    GO om JEFFRY!!!!!!!!!!!!!

    woohooo!!!!!!!!!
  30. From Daniel (www.cara-blog.co.cc) on 30 June 2010 08:18:26 WIB
    makasih buat infonya diberikan bro :)

« Home