Articles

Buku 'Hell, Yeah!' oleh Fira Basuki sudah diluncurkan

Perspektif Online
31 July 2006

Tanggal 26 Juli 2006 Fira Basuki meluncurkan buku pertama yang bukan fiksi. Kebetulan mengenai Wimar Witoelar, jadi bagi Perspektif Online ini juga peristiwa penting. Gabungan antara penulis dengan gaya dan peminat sendiri (salah satu terkuat dalam dunia sastra sekarang di Indonesia) dengan topik tulisan yang juga punya karakter sendiri. Sudah terlihat sejak penulisan buku bahwa kerjasama ini memberikan hasil yang lebih dari bagian-bagiannya.

Sore di Pakubuwono Apartments memberikan aksen pada perpaduan dua dunia Fira dan Wimar. Ada orang majalah, penerbit, gaul kosmo, orang keren selayaknya tamu seorang Pemimpin Redaksi majalah Cosmopolitan dan penulis tigabelas novel laris (Jendela-Jendela,Rojak seri Miss B dll). Ada teman-teman Perspektif dari jaman dulu sampai sekarang anak SMA kelas 3. Dan ada Krisdayanti yang datang atas prakarsa sendiri, setelah ketemu kebetulan di suatu kafe pada masa penulisan buku.

Para narasumber biografi Wimar Witoelar

Mengenai launching, harus lihat album foto Hell, Yeah! sebab "a picture is worth a thousand words" dan kita nggak mau panjang-panjang cerita disini. Bisa juga lihat apa yang dikatakan detikcom: "biografi Wimar Witoelar, 'Hell Yeah' karangan Fira Basuki bisa dibilang sebagai buku biografi pertama yang ditulis seperti novel. Tidak seperti biografi lainnya yang serius dan seringkali membosankan jika dibaca, 'Hell Yeah' setebal 282 halaman diceritakan dengan gaya bahasa santai dan sangat mengalir oleh novelis yang juga menulis 'Rojak' dan 'Ms B' itu." Baca selengkapnya dalam "Dicium Krisdayanti, Wimar Witoelar Terpana".

Sebagai orang biasa, saya (Wimar) selalu excited kalau ada hal baru yang exciting. Jadi tadi malam ke Gramedia di Pondok Indah Mall ingin lihat buku Fira. Betul, terpasang pas di pintu masuk walaupun terbaring jadi tidak langsung kelihatan. Geli juga lihat foto sendiri bersama wanita cantik di sampul buku, dan bukan karena kebetulan. Ngintip harganya, Rp 48,000. InterMatrix punya hak distribusi juga dari penerbit, kecil-kecilan saja untuk kawan-kawan, kalau mau datang sekalian kenalan sama Wulan atau sms ke hp-nya (tanya lewat email) bisa dapat harga khusus kawan PO, dan siapa tahu kebetulan ketemu bisa tandatangan buku. Btw ada saran mengadakan temu penulis di toko buku Gramedia PI Mall. Kalau anda mau, kita bisa laksanakan rencana ini.

Kalau mengenai bukunya sendiri, hanya pembaca yang bisa menilai. Silakan saja baca, banyak hal baru bahkan bagi Wimar sendiri karena Perspektif Fira membawa sentuhan tersendiri. Novelis kelas satu Indonesia menulis biografi, bukan sembarang buku.

Update 31 Juli: Dilihat dari hari-hari pertama peredaran buku, media menyambut buku ini dengan ramah. Liputan yang muncul antara lain mengenai Krisdayanti merasa punya utang untuk Wimar (Media Indonesia) dan mengenai sosok Wimar yang renyah dan genit (Koran Tempo).

Clippings Hell Yeah

Update 1 Agustus: Suara Pembaruan menulis dari angle agak beda dengan judul 'Tangisan Wimar untuk Sang Kakak'. "Saya dengan badan gede begini sebenarnya tidak ingin menangis. Sebab saya sempat lihat orang Jerman yang gede-gede menangis waktu kalah sepak bola, sebel juga ngeliat orang badan gede tapi menangis," katanya disambut tertawa hadirin. Hmm soal apa ya? Baca saja. Update 1 Agustus (lagi) Gatra menulis dari segi pembahasan buku dengan judul 'Biografi Bergenre Baru'. Ditulisnya, 'Bagaimana jadinya kalau seorang novelis menulis biografi? Sebuah buku biografi yang "tidak lurus-lurus saja" sebagaimana umumnya biografi, namun bergaya ngepop, hingga membuat mereka yang membacanya lebih rileks. Itulah karya Fira Basuki, biografi Wimar Witoelar, Hell Yeah!*.... Karena baginya, menulis biografi yang berhiaskan sampul cantik bernuansa ungu dengan foto Wimar dan Fira saling membelakangi itu, merupakan kesempatan langka. "Saya hanya menulis apa yang dia omongkan. Jadi sisi jeleknya bisa dikeluarin," ungkap Fira. Mengenai pemilihan judul yang terkesan nyentrik, Fira sengaja melakukannya, karena mengarah pada gaya yang dimauinya. Judul Hell, Yeah! diambilnya dari lagu kesukaan Wimar berjudul sama, karya Neil Diamond.'

Update 2 Agustus: Rubrik Infotainment dalam koran Banjarmasin Post juga tertarik pada ciuman Krisdayanti untuk Wimar dalam artikel berjudul 'Bikin Wimar Terpana'. Antara lain ditulis, untuk KD sendiri, kejadian yang dituturkan Wimar di atas juga tak bisa dilupakannya. Dengan tersipu malu, pelantun Mencintaimu itu mengaku sangat tersanjung jika ia memang dikagumi Wimar Witoelar. 'Pak Wimar itu orangnya lucu sekali. Saya juga kagum. Berada di tengah keluarga beliau selalu memberi saya pencerahan,' ujarnya.
 
Situs komunitas yang dikenal dengan 'Kafegaul'  mengungkapkan bahwa pada awalnya Fira tidak begitu kenal sama Wimar maklum 12 tahun hidupnya dihabiskan di negeri orang.  Alhasil, Fira mesti merapat terus dengan Wimar agar bisa mendalami karakternya. 'Saya jadi kayak detektif, saya kumpulin semua berita tentang dia, teman-teman dekat, pokoknya saya mengusik kehidupanya dari pagi sampai malam,' ujar Fira seraya tergelak. Mendapati hidupnya ‘diselidiki’, Wimar bukannya gerah. “Buku ini ditulis tanpa adanya praduga, jadi hasilnya bagus,” puji Wimar. Tokoh berambut kribo ini juga senang-senang saja saat sisi ‘lain’ alias buruk dalam dirinya diungkap Fira. Toh pada akhirnya rangkuman kisah Wiman Witoelar dipaparkan secara ringan, bersahabat dan seimbang oleh Fira. Must have books lah.
 
Sementara itu, buku sudah bisa dibeli di toko buku Gramedia dan lainnya, dan bisa juga dipesan lewat Toko Buku Online Gramedia. Di situ juga bisa beri nilai buku ini

Update 7 Agustus: Selain melalui Toko Buku Online Gramedia, anda juga bisa pesan Hell, Yeah! melalui Toko Buku Online KutuKutuBuku. Ada discount lho! (thanks, Astrid)

Print article only

39 Comments:

  1. From Agusti Anwar on 31 July 2006 12:36:20 WIB
    Janji bakal cari dan baca; hell yeah... Salam, Anwar.
  2. From ninit on 31 July 2006 17:52:05 WIB
    sekali pegang, langsung tamat dibaca... hell, yeah... your biography is very inspiring! and i recommend it highly :)
  3. From wimar on 31 July 2006 18:06:48 WIB
    yes ninit, the credit goes to fira, who writes stuff that just glides smoothly along, and before you know it you have finished.
  4. From meltje on 31 July 2006 20:28:49 WIB
    jadi gak enak nih, di semua media ditulis gue ga ngenalin fira ke ww................................ kan waktu itu fokusnya ke ww, fira lagi ngoceh sm yg lain, lagian gak kepikiran kan yg satu dunia cosmopolitan yg satu pengamat politik.............. ga ada hubungannya gitu lho... ww jg bingung dia itu siapa pertama hayoooo... emang otak lagi skip aja... pacar sendiri aja suka lupa dikenalin ke orang tua, apalagi ngenalin fira ke ww =P (atau saya kebanyakan pacar? Huh)
    uhhhh jgn disalahin terus doonggg... kan buktinya buntutnya buat project barenggggggggg!

    huhuhuhu. ww you have to sort this out for meeeee =(
  5. From wimar on 01 August 2006 02:07:40 WIB
    let's get this straight. meltje lupa ngenalin pacar (ww) ke orang tua (fira), gitu kan? soalnya kalau ww yang dianggap orang tua, maka fira yang pacar meltje. lebih runyam lagi kan? udah aja, begini udah bagus. abang saya dulu bilang, historical accidents cannot be undone. sekarang kan meltje tambah terkenal, ww kelihatan keren bisa deket sama madame meltje, buku fira jadi laku. semua untung, win-win gitu lho?

    atau, meltje nulis buku juga dong: "my life and times with ww and fira"
  6. From lenny on 01 August 2006 11:55:14 WIB
    okeh banget deh bukunya, abis beli langsung baca, mo tidur baca dulu, ke wc jg sambil baca, hihi.. keren deh pokoke.. :)
  7. From meltje on 01 August 2006 15:10:38 WIB
    eh eh ... siapa bilang fira bukan pacar aku?
    ww pacar ku, fira juga
    senang dong ww ada 2 perempuan, ditambah NoRiYu deh kalau dia mau juga

    ;-)
  8. From Banjar on 01 August 2006 18:48:02 WIB
    Belum baca bukunya tapi baca ulasan di perspektif jadi pengen baca biographynya....ntar aku beli.
  9. From hairus salim hs on 02 August 2006 15:51:29 WIB
    saya tentu harus cari buku ini. dari segi teknik penulisannya, sejauh yang saya baca di media, jelas terobosan baru. tapi dari segi isi, tetap saja biografi berisi tentang orang-orang besar. Bukanlah wimar pernah jadi jubir presiden?
  10. From angga on 02 August 2006 19:09:39 WIB
    hi meltje, wah ada jg nih di sini,,, tetep ok kan???? om ww, gmana bali, uda surfing blum??? apa disana digebet bule yang suka wajah eksotis???? hee...hee.... bakal ada apa lagi nih tentang wimar witoelar,,,,,,?????? apa bikin film, atau main FTV,,, will see,,,, eh meltje minta email dong or friedster,,, mau daftar jadi temen nih,, email gw babon_man@yahoo.com,,,,,, sehat2 ya om ww,,,, senyum terus,,, panjangin rambut ya,,,,, blesss you om,,,,
  11. From Jennie on 02 August 2006 21:10:41 WIB
    This mixed genre is exhilarating. Congrats Mr. Witoelar. My husband and I are so happy for you.

    Jennie S. Bev
  12. From Raden Usman Effendi on 02 August 2006 22:21:48 WIB
    Bung WW,

    baca ulasan dan komens di atas jadi pengen baca juga.
    bisa dapet paket gratisan kayak jaman mahasiswa dulu?
    boleh laaahhhh...biar bukunya nyasar sampe Afrika :)

    R. Usman Effendi
    Ambassade d'Indonésie
    Avenue Cheikh Anta Diop
    BP 5859
    Dakar Sénégal
  13. From Wahju on 03 August 2006 09:00:03 WIB
    Hi Kribo,
    Aku belum punya apalagi baca bukumu. Janji, pasti akan aku cari. Selamat aja deh, semoga tetap kreatif
  14. From Fira Basuki on 03 August 2006 15:56:55 WIB
    Waaaaaaaaah, senangnya! Terima kasih ya semua atas komen-komennya. Juga bagi yang hadir, terima kasih banyak. E WW, thanks a bunch! Postingan ini luar biasa! Happy deh, tiap hari harus mampir ke sini.
    Pokoknya nulis buku ini yang ada seneng-senengnya aja. Tolong, yang udah baca ditunggu komen-komennya.
  15. From anton on 03 August 2006 16:38:37 WIB
    Fira kapan mau bikin tentang tragedi cina peranakan di jaman revolusi berdarah-darah 1945-1949. Bagus lo buat tema novel.

    Atau bikin gene aja mbak fira novel tentang Menak Sunda yang bekerja di deplu dan punya anak kecil suka baca, badung pas kuliah anti pacaran...lha itu bukannya masa kecil Meneer Wiemaar.

    Buat Meneer Wiemaar kapan lagi masuk TV, itu BBM sudah diberangus bikin artikel dong di KOMPAS Meneer Wiemaar...tentang pemberangusan Republik BBM dan kekalahan hak komunikasi terhadap kekuasaan.

    ANTON

    Pemuja kecantikan Fira dan Pembela Meneer Daan Dimara...
  16. From wimar on 03 August 2006 17:33:45 WIB
    wah kalau ke Senegal mau dong kita kirim gratis. apakah ada alamat untuk diplomatic pouch supaya kita kirim ke Pejambon?
  17. From Siti Parliah on 08 August 2006 08:38:26 WIB
    Bung Wimar,
    Mengapa mesti gratis ke Senegal, apakah ini salah satu strategi marketing? he....he......
    Orang deplu mestinya lebih dari mampu untuk beli sekalian satu kodi (kan satunya kurang dari USD5.00 saja bo...............) untuk dibagikan ke staff di Deplu di Senegal, biar disemaikan nilai-nilai yang bagus dari buku ini. Kalau nggak gratis kan bukunya Jeng Fira jadi laku banyak dan yang kerja juga dapat tambah kerja tambah bonus, semua senang.................................
    Kalau difoto kopi seperti buku putih di ITB dulu itu bagaimana ya? bung Usman mau nggak?

    Oh iya, saya "regret" sekali belum dapat "No Regret", kok di toko "Gramedia" Bintaro nggak ada ya?, di "Kinokuniya" ada nggak sih? atau memang buku ini tidak dijual di"darat" alias harus beli online.

    Jeng Fira,
    Idenya Bung Anton patut dipertimbangkan tuh, bagus. Rasanya belum ada novel dengan setting begitu.
  18. From Waton on 08 August 2006 12:16:59 WIB
    Setelah berebut baca sama istri dan sama-sama selesai, kami punya komitmen baru: JANGAN LUPA TERSENYUM.
    Suwun rek !!!

    Buat FB, ada salam dari Jlitheng...
  19. From astrid on 08 August 2006 15:56:20 WIB
    Wah...jadi pengen cepetan pulang biar bisa baca..kangen ama buku" indonesia nih...apalagi yang ini ttg biografi pak wimar hehehe. btw aku baru tau kalo mbak fira sekarang dah jadi pemrednya cosmo? Spice nya ditinggalin tohh? Atau merangkap? (sori ketinggalan berita soalnya lagi merantau bentar dr negeri tersayang hehehe)..
  20. From Astrid L on 09 August 2006 23:52:56 WIB
    utk Astrid (tanpa L), bukunya bisa dibeli online kok di www.kutukutubuku.com & bisa dikirim ke luar Indonesia kata website-nya...Wah saya jd promosiin nih. Semoga yang punya baca, jd saya bisa dpt diskon..hehehe
  21. From prili on 10 August 2006 14:24:47 WIB
    beli bukunya ah....................
    baro gak boleh pinjem, kalo mau beli sendri ya...........
    sekali2 jadi orang pelit gpp ya pak WW

  22. From RM Mihradi on 10 August 2006 14:54:48 WIB
    Menyesal!

    Saya terima kasih ke pa wimar yang amat baik hati mengundang untuk hadir dipeluncuran buku fira. Sayangnya, jadwalnya benturan dengan kuliah S2 saya. Amat menyesal sekali. Namun, meski demikian, saya amat yakin, buku itu amat kuat interest jenialnya. Akan ikhtiar memilikinya. Yang pasti, kekuatan wimar dengan komunikasi bebas demokratisnya merangsang saya untuk tetap yakin, indonesia ada harapan
    salam
    mihradi
  23. From sheik ismat sheikh abdul tawab on 11 August 2006 16:56:39 WIB
    bung ww saya jelous.sebab saya dimalaysia saya harap buku anda akan datang kemalaysia(bersama anda dan sang penulis buku)nak beli lewat internet saya tak da credit card(jangan tak percaya saya tak suka budaya berhutang)saya harap anda dapat menunaikan impian saya dan isteri saya.sebab malaysia butuh orang macam anda sebab kat sini macam anak gaul cakap bete
  24. From Siti Parliah on 12 August 2006 22:21:43 WIB
    Wah Bung Wimar, ada penggemar dari negeri jiran tuh, mungkin sudah waktunya membuat distributor di negri jiran, mungkin encik Ismat mau jadi distributor.he....he....

    Encik Ismat, mengapa pula "bete"?
  25. From Ollie on 13 August 2006 17:31:36 WIB
    Baru selesai baca bukunya. Very inspiring dan seakan-akan sudah kenal lama dengan seorang Wimar Witoelar...

    Congratulation for Mbak Fira Basuki dan WW sendiri yang kisah hidupnya memikat hati :)
  26. From Edward P Siringoringo on 13 August 2006 19:58:13 WIB
    Sebelum baca buku ini saya punya feeling Pak Wimar memang orang baik..............tetapi terlalu banayak sisi baik yang diceritakan dalam buku ini.........it's ok........tetapi proses dalam mengatasi berbagai kekurangan dan kegagalan kurang banyak diceritakan..........bukankah kita bisa belajar dari situ??????
    Sebagai figur yang banyak membahas masalah sosial,ekonomi dan politik, saya rasa kurang banyak dibahas tentang pandangan Pak wimar dalam masalah ini..........terutama selama menjabat jubir prediden
  27. From wimar on 14 August 2006 04:05:16 WIB
    buku ini sebetulnya adalah terobosan fira basuki sebagai novelis yang berani menulis biografi, dengan gaya funky pula. ww menjadi kelinci percobaan, dan seperti kelinci tidak punya share dalam penulisan buku. saya juga sependapat bahwa terlalu banyak sisi baik yang diceriterakan, dan bukan saja kurang bahasan mengenai proses mengatasi kegagalan, tapi sangat kurang dikemukakan sisi jelek dan perbuatan buruk. juga banyak bagian hidup yang tidak dilaporkan, misalnya semasa jadi dosen itb, semasa jadi pengusaha.

    disitulah keberanian fira basuki, untuk tidak ambil pusing dengan cakupan biografi. kalau mau komprehensif, bisa-bisa setahun menulisnya, kemudian menjadi biografi standard.
    fira membuka mata saya terhadap keberanian untuk subyektif. ini adalah wimar yang fira lihat, dan itu yang dituliskan. karena itu juga, all credit goes to her.. dia yang berhak mendapat penghargaan kalau buku ini disukai.

    btw kalau mau tahu pandangan saya dalam sosial ekonomi politik, bisa baca artikel-arftikel dan buku-buku tulisan saya (terakhir 'a book about nothing'), dan seputar urusan jubir presiden bisa dibaca dalam 'no regrets'.
  28. From Edward P Siringoringo on 14 August 2006 22:51:03 WIB
    Thanks Pak Wimar, Anda sangat fair, tapi tetap biografi tersebut sangat bagus dan saya rekomendasikan pada banyak teman; agar mulai membaca (hampir semua teman2 saya tak suka membaca.he....hehe;bahkan membaca koran sekalipun)
    Sore tadi sepulang kantor saya membeli buku Anda yang baru di Gramedia Mall Taman Anggrek tapi buku No Regrets saya tak menemukannya padahal sudah saya cari di toko buku Gramedia mana saja; tb Kinokuniya Plz Senayan yang nyaman itu, belum ketemu, tapi akan terus saya cari dan akan saya komentari,tunggu saja!!!!!!!!!
    Salam bagi sesama orang gendut...........hell yeah....I am fatty but handsome.....he he.


  29. From uci duck himura on 15 August 2006 12:43:20 WIB
    ini buku klo dibaca serius bisa, dibaca sambil cekak cekik juga bisa. lucu bgt deh...baca ini buku sampai di tegor sama orang disebelah gw klo lihat tulisan tuh di baca bukan untuk cekak cekik....tapi ini buku beda. berisi banyak hal untuk jadi filusuf hidup tapi enjoy menikmati hidup...go ww
  30. From R Muhammad Mihradi on 15 August 2006 20:11:18 WIB
    WW--banyak bukunya--jadi pengen curhat.
    Bayangin, ada perjalanan nasib yang sama. Waktu SMA ga pede, karena sama juga, kutu buku en ga gaul. Suka musik jazz, temen-temen hard core, mahasiswa sama. Memang, kadang untuk penggemar buku dibuat yang jelek, kutu. Eh, setelah lulus, juga pernah ga pede. Ngejar cewe 'bensin' yang sok 'intelek' yang meledek kemiskinan saya dengan pijitan klakson mobil mewah pacarnya. Tapi, WW menyelamatkan saya tanpa ia sadar. Saya diundang ke berbagai acara perspektif, hingga pede timbul lagi. So lets see "dunia lebih indah dengan berbagai perspektif asal kita mau lihat dengan jujur". thanks
    Eh untuk Fira, kamu luar biasa hebat yah menulis biografi ngalir en enteng aja. Jadi pengen ketemu.
  31. From wimar on 17 August 2006 19:52:36 WIB
    bagus Redi, anda sudah bisa memandang hidup sebagai hal yang lucu dan asyik, tidak selalu penuh keseriusan. Walaupun dasar kita selalu serius, tapi kulit kita boleh yang ringan-ringan saja. Apalagi kalau kita bisa mengubah kejengkelan menjadi bahan humor, asyiklah perjalanan kita. Kalau Mihradi yang begitu ganteng punya masalah dengan cewe, apalagi si ww yang jelek dan aneh ini. akhirnya kalau kita punya senjata berbagai perspektif, maka kita seperti main golf dengan stik yang macam-macam sesuai kebutuhan. (hehe teori aja, karena saya tidak pernah main golf sih). Testimoni Redi bagus sekali, bahkan terlalu bagus untuk buku sederhana saya, jadi malu mau masang disitu. Tapi percayalah, penghargaan saya kepada anda tidak berkurang, malah bertambah, sejak anda menjadi tamu Perspektif (yang asli) di tahun 94.
  32. From Ayu Primantari on 22 August 2006 13:56:40 WIB
    Bukunya Fira ini bisa direkomendasikan buat anak2 ad yang suka pada males baca buku. Aku sih belum selesai baca, baru kemarin beli. Tapi, so far, masalah editing next time must be better, ya. Coba aja lihat hal. 42. Masak ada 1 kalimat yang ditulis 2X? "Selama empat tahun di Amerika ...". Komen lainnya tunggu aku selesai baca, ya.
  33. From hafie ayu on 08 September 2006 10:18:33 WIB
    kali ini saya bakal beli pak....
    ga mau gratisan ahk,,,,,malu udah disindir yg empunya buku.....

    kalo udah sampe jogja tak beli wesss...

    a bell is no bell untl you ring it
    a song is no song untl you sing it
    and love isn't put there in your heart to stay
    fill our lives with love and laughter
    a song to dill the day
    and a girl to share the night
    to fill the day

    ehm..trims buat kata-kata penyemangat harinya pak...
    pak wimar oke dehhhh
  34. From ozzie on 16 August 2007 15:27:55 WIB
    hmm....nice book lah..
    mantaps..enjoy...
    siki siki pasti senyum lah klo baca buku ini...hehe..
    keep laju pak WW....
    cheer,
  35. From valentina on 03 June 2008 16:50:02 WIB
    Tante Fira Basuki. .semua bukunya bagus2 bgt!!
    sumpah!
  36. From joan on 23 November 2008 21:27:15 WIB
    biograpi.... keren...
  37. From Siti Julaeha on 26 March 2010 15:18:51 WIB

    Dear Bung WW,

    Sayang sekali saya baru mengetahui tentang buku ini sebulan belakangan. Setelah membaca banyak ulasan dari media, saya tertarik dan ingin sekali membeli buku ini. Namun, setelah saya tanya ke toko-toko buku termasuk TB online, stok buku ini selalu kosong. Dimana kira-kira saya bisa mendapatkannya?

    Terima kasih.

    Salam,
    Siti J.
  38. From wimar on 26 March 2010 17:27:59 WIB
    Ibu Siti Julaeha silakan kirim email ke rekan saya Dewi Noviana di dewi@intermatrix.co.id nanti bisa dibantu
  39. From Handy on 13 July 2012 06:16:07 WIB
    Jun02heather If I were going to make one, I would shop around at trhfit stores for plant stands and then remove the top section (if possible), and paint the stand in the color I wanted.

« Home