Articles

Tampil Bersama Tiara Lestari, Enda Nasution, Hermawan Kertajaya

Perspektif Online
05 February 2006
Pas HP nyambung lagi, langsung saya jawab: "OK Mas, maaf sekarang repot, brisik, pas mau makan dan saya harus ke acara. Minta tulisan ya? nanti malam deh. tentang apa ya?" Emang daripada rusak telinga dan teriak2, mendingan terima aja tugas nulis nanti malam tenang-tenang di rumah. Tapi dia jawab, sorry, dia disuruh wawancara, bukan minta tulisan. Biar aja lain kali deh. Malu juga GR.
 
Eh tahu-tahu pas kita pindah ke kafe Wien (buat acara sama Lula Kamal di Radio Trijaya) dia telepon lagi. Kali ini suaranya sangat jelas. Katanya, redakturnya bilang OK, tulis aja artikel mengenai blog, mengenai pemakaian internet dalam pergaulan... ya udah, saya nulis. Biasa, sebagai awam aja, dari perspektif orang biasa.
 
Eh tahu-tahu tulisannya dimuat hari ini di Media Indonesia Minggu. Komentarin blog dan Web 2.0, tapi tahunya tampil bersama tokoh-tokoh kelas berat: Enda Nasution, king of blogger Indonesia, Tiara Lestari, cover girl Playboy edisi Spanyol, dan Hermawan Kertajaya, supermarketer Indonesia yang bersemangat pada titik didih.
 
Baca aja deh sendiri di bawah ini, kecuali anda langganan Media Indonesia Online dan bisa buka artikel versi cetak disitu. Saya sendiri nggak langganan, jadi tadi beli hard copy di Pasar Blok A (nyuruh orang sih...). Anda boleh juga ke kantor IMX minta fotocopy dari Wulan hehe...
 
 
Media Indonesia Minggu, 5 Februari 2006
 
Satu generasi telah berganti sejak anak sekolah tahun 70an mengenal komputer. Muda-mudi waktu itu menggunakan komputer untuk main game. Ketika internet terbuka untuk banyak orang, permainan beralih ke email ditambah dengan instant messaging seperti ICQ dan Yahoo Messenger. Mulai juga orang pasang foto dan kirim-kiriman foto melalui yahoo photos. Dunia virtual terbuka dan orang berkenalan jarak jauh, melampaui batas lokasi dan waktu. Di dunia bisnis, popularitas website dimanfaatkan oleh portal berita, situs jual-beli dan e-commerce. Industri “dotcom” mendongkrak nilai pasar perusahaan virtual seperti yahoo.com, amazon.com dan di Indonesia detik.com dan astaga.com.
 
Harga pasar kemudian amblas karena orang melihatnya sebagai piramida uang yang tidak berfisi. Tapi website maju terus, makin banyak dan makin bagus. Internet semakin diminati dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan pergaulan dan kehidupan bisnis. Alamat email menyertai nomor hand phone sebagai tanda pengukuhan keinginan berhubungan terus. Sekian tahun kemudian muncul bintang-bintang baru di www (World Wide Web). Paling mencuat diantaranya adalah google.com, yang mulai dari ‘search engine’ menjadi gurita besar dengan harga saham melebihi jumlah nilai yang diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Sampai orang mengatakan: “Mau beli google, atau Indonesia?”
 
Yang menarik dari kehidupan di www adalah revolusi sosial akibat inovasi dalam fungsi website. Diluar kegunaan khusus website sebagai penyedia informasi dan komunikasi, lebih signifikan lagi adalah dunia baru yang timbul berupa pertemanan, perkenalan, dan kerjasama melalui website. Dulu website menyediakan isi untuk publik. Sekarang website model baru menyediakan sarana untuk kegiatan pemakai. Belakangan muncul blog,  dan disini kita menarik nafas.
 
Blog itu website yang diisi secara berkala, misalnya tiap hari. Istilah ‘blog’ adalah singkatan dari ‘weblog’. Orang yang punya blog disebut “blogger”. Isinya bisa berupa teks, gambar, atau video. Gaya bahasanya santai, bahasa gaul. Ciri lain adalah bahwa orang bisa pasang komentar, bahkan ikut menyumbangkan tulisan. Beda dengan website biasa, blog mudah dibuat oleh siapa saja, diisi seenaknya tanpa syarat kaku. Orang dengan mudah membuka halaman baru, memasukkan isian baru setiap saat. Karena itu blog populer dalam memasang buku harian atau curahan hati, dan membentuk komunitas tersendiri. Suatu blog bisa dihubungkan dengan blog lain  sehingga mengembangkan jaringan pertemanan (social networking). Blog berbeda dari forum atau newsgroups atau milis, jauh lebih bebas dan santai. Ini awal dari pengertian Web 2.0.
 
Istilah "Web 2.0" adalah nama informal yang diberikan pada kegiatan www yang dianggap menjadi tahap pengembangan kedua pada kegiatan internet. Web 2.0 adalah peralihan dari website yang berupa pusat penyimpanan informasi sendiri-sendiri, menjadi jaringan content (isi) dan fungsi (kegunaan). Semuanya menjadi landasan untuk aplikasi web yang membuat terobosan dalam menambah teman dan menyampaikan isi pikiran. Alam budaya Web 2.0 adalah komunikasi terbuka, seadanya, desentralisasi wewenang dan terkait dalam jaringan luas.
 
Kita bisa membayangkan Web 2.0 melalui contohnya yaitu aplikasi seperti Friendster. Website ini menyediakan sarana, dan isinya dibuat oleh pesertanya atau anggotanya. Anggota friendster sudah lebih dari 20 juta. Di Indonesia, kaum muda di kota besar yang punya akses komputer banyak masuk friendster. Sering sekali pertemanan yang tercipta di friendster dilanjutkan dalam dunia nyata melalui “copy darat” ataau ketemuan.
 
Aplikasi mutakhir yang dianggap menyumbang pada pengertian Web 2.0 termasuk blog, podcast (file audio dengan ekspresi macam-macam), RSS feed (pemantauan informasi baru yang masuk suatu website). Adalagi  ‘Flickr’ yang membentuk jaringan persahabatan melalui foto yang dipajang dan saling dikomentari. Ada juga ‘43 Places’ yang didasarkan atas laporan tempat-tempaty yang pernah dikunjungi. Prinsipnmya adalah sharing melalui ‘user-generated content.’
 
Kehebatan Web 2.0 adalah bahwa dia dengan cepat bisa mempertemukan banyak orang sehingga mudah membentuk komunitas luas tanpa lihat batas kota atau negara. Kalau demonstrasi mahasiswa tahun 1998 menggunakan email untuk mengumpulkan teman, maka friendster dengan cepat memperluas pergaulan orang. Teori sosial menunjukkan bahwa setiap satu teman mendatangkan puluhan teman baru, yang masing-masing membawa banyak teman baru lagi. Orang yang punya kenalan langsung (derajat pertama) 400 orang bisa punya teman dari teman (derajat kedua) 17,000 orang dan teman dari teman dari teman (derajat ketiga) sebanyak 430,000 orang.
 
Dengan sendirinya besar sekali , potensi bisnis disini,  kalau orang invest dalam situs Web  2.0 seperti dulu waktu ‘dotcom boom’.
 
Perusahan besar seperti google dan yahoo telah mulai membeli aplikasi kecil seperti friendster. Ujung-ujungnya akan ada gelombang investasi baru, yang tentunya tidak tanpa risiko. Untuk bisa memanfaatkan kesempatan ini, kita harus ikut bermain dalam Web 2.0.

Print article only

9 Comments:

  1. From lan on 06 February 2006 19:13:17 WIB
    aku juga gaptek.. gak canggih banget soal teknologi, tapi sekali coba blog.. ketagihan.. sama kayak nonton film di bioskop, pengen lagi dan lagi, terus dan terus...
  2. From Tiara Lestari on 20 February 2006 15:06:37 WIB
    Dear Pa Wimar,

    It is an honored for me to be on the same "stage" with you, Kang Enda and Pak Hermawan in Media Minggu. You writing on this site has always been insightful to me and I can learn more than a few things from you.

    Tiara
  3. From wimar on 20 February 2006 17:05:17 WIB
    thanks tiara. if everybody were as open as you we would be better off - and congratulations for being so prominent in theblogosphere
  4. From dika on 26 April 2006 20:16:40 WIB
    menurut gw foto2 tiara gak ada apa2nya cz blm foto brg gw maju trs tiara kis for all your body
  5. From bayu (angin) on 30 April 2006 17:40:04 WIB
    bagi yang gaptek gak perlu takut. kita masih manusia bahkan kita sendiri yang menciptakan itu teknologi, ngapain takut.
    tapi, ada tapinya lho.....
    dengan adanya web n blog, seorang awam pencari kerja gak perlu susah2 bawa2 tuh map lamaran n CV. ini semua sudah dapat terlihat pada web n blog yang kita buat.
    bisa gak web buat kita gendut, soalnya aku boleh di bilang kurus n agak2 kurang gizi....
    di tiup angin suka melayang.. emang layang2
  6. From Kusnady Dharmawan on 09 June 2006 00:59:20 WIB
    Wimar, the only thing not okay with you is your hairstyle,
    you should try to rebound them sometimes in future, but I do envy for what you've been done since struggling at Gus Dur team. Your vision of placing modernworld in pluralism Indonesianculture and secular government for indonesian unity is just right, keep on tracking
  7. From Adi on 30 August 2006 05:14:36 WIB
    Kenapa kok disebut web 2.0 sih? Aku baru aja bikin blog dengan alamat http://microsia.com >>> ini bisa disebut web 2.0 nggak?
  8. From wimar on 30 August 2006 14:33:58 WIB
    nama Web2.0 itu hanya penamaan populer aja, iseng, untuk membedakan dari website generasi dulu yang disebut generasi pertama atau Web1.0
    penjelasannya ada dalam tulisan diatas
    nanti kita akan lihat blognya Adi tapi nggak perlu kuatir soal label Web2.0
  9. From erot on 26 June 2008 12:31:09 WIB
    bung wimar, bisa gak nampilin kerusuhan 27 juli 1996 di acara anda?

« Home