Articles

Perspektif Sarwono Kusumaatmadja Mengenai Indonesia


12 November 2018

Oleh: Mahisa Dwi Prastowo

 

Sarwono Kusumaatmadja

Sarwono Kusumaatmadja bersama Wimar Witoelar dan Tim Yayasan Perspektif Baru

Apa itu Indonesia? Sarwono Kusumaatmadja yang merupakan tokoh senior Indonesia sudah mengalami banyak pengalaman mengenai Indonesia. Pada dirinya terhimpun puluhan tahun pengalaman kebangsaan dari sejak pasca kemerdekaan, lalu masa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, era perjuangan tahun 1966, dan ia menjadi bagian penting dari Golongan Karya dan kabinet pemerintahan di era Orde Baru.

 

“Bagi saya ia adalah orang yang bisa dimanfaatkan generasi mana pun, baik generasi muda maupun generasi lama, untuk mengerti dengan lebih tajam apa itu Inodnesia dari dulu sampai sekarang,” ujar Wimar Witoelar mengenai Sarwono Kusumaatmadja yang juga merupakan sahabatnya sejak masa sekolah.

 

Tokoh yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Golkar dan Menteri Lingkungan Hidup ini berkunjung ke kantor Yayasan Perspektif Baru pada 9 November 2018. Sarwono hingga sekarang pun masih aktif dalam dialog politik dan budaya. Ia pun dikenal memiliki analisa yang tajam mengenai situasi Indonesia.

 

Ia belum lama ini selesai menulis buku memoar pribadinya berjudul “Menapak Koridor Tengah” yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Buku tersebut berisi kisah hidup dan berbagai pengamatan pribadi Sarwono mengenai Indonesia. Buku unik tersebut memuat buah pikirannya yang bisa didekati dari berbagai sisi seperti dari pengalaman pribadi Sarwono, kisah perjuangan aktivisme kemahasiswaannya, maupun aktivitas politiknya sebagai bagian dari pemerintahan.

 

Menurutnya Indonesia berada dalam keadaan baik. Memang betul sebagai bangsa kita kita telah mengalami berbagai hal yang besar. Pengalaman tersebut bahkan terkadang mengerikan juga. Namun sejarah negara-negara lain pun juga demikian terkadang memiliki pengalaman yang begitu buruk di masa lalu. Jerman pernah memiliki sejarah hitam dengan Hitler, lalu Jepang pernah berada di bawah fasisme militer, dan Tiongkok pernah mengalami revolusi budaya Mao Zedong.

 

Namun bagi Sarwono ada titik di mana sebuah bangsa mampu mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalamannya dan bangkit. “Termasuk Indonesia juga saya kira karena kita negara besar. Kita tidak hanya akan mengalami hal-hal yang terjadi di negara-negara kecil. Ada trauma-trauma politik yang masih akan kita alami. Tapi pada dasarnya kita bukan hanya akan survive tapi juga akan berkembang bagus di masa yang akan datang,” lanjutnya.

Print article only

0 Comments:

« Home