Articles

Rempah-rempah Membuat Indonesia Masuk Peta Dunia


08 August 2016

Oleh : Mahisa Prastowo

“Senang sekali bertemu anda on this very spicy day,” sapa WImar dari kamar tidurnya ke para pendengar setia Weker Wimar pada Selasa, 2 Agustus 2016. Tema Weker Wimar pagi itu adalah rempah-rempah (spices). Kenapa rempah-rempah? Menurut Wimar, rempahlah yang membuat Indonesia pada masa lalu masuk dalam peta dunia.

Indonesia dulu dikenal sebagai spice islands. Wimar mengingat masa kecilnya ketika bersekolah di Eropa ia pernah ditanya dari mana asalnya. Lalu ketika menjawab ia dari Indonesia, orang yang bertanya menanggapi, “Oh, the spice islands!”

Begitu terkenalnya rempah-rempah Indonesia sehingga orang-orang Eropa pada masa lalu berperang ingin menguasai rempah-rempah Indonesia. Paling tidak ada dua penjelajah Eropa pada masa lalu yang terkenal ketika mencari Indonesia yaitu Ferdinand Magellan pada abad ke-16 yang ke Indonesia dengan menelusuri Amerika Selatan. Selain Magellan juga ada Vasco Da Gama yang menelusuri Cape of Good Hope di Afrika selatan.

Pada masa itu, rempah-rempah Indonesia bernilai sangat tinggi sehingga bisa membiayai raja-raja Eropa membuat berbagai ekspedisi ke Indonesia. Namun sekarang keadaannya tidak seperti itu. Nilai rempah Indonesia sudah tidak tinggi lagi dan produksinya sudah kalah oleh negara-negara lain seperti India, Thailand, Vietnam. “Ini adalah peringatan bagi kita janganlah terlena dengan kehebatan sumber daya alam atau kehebatan masa lalu,” menurut Wimar. 

Masalah rempah-rempah Indonesia merupakan masalah salah tata kelola yang serupa dengan komoditas-komoditas lainnya seperti teh, kopi, cokelat, dan lainnya. Jika dikelola dengan baik bisa menjadi andalan seperti cokelat Swiss yang terkenal padahal di negara tersebut tidak ada pohon cokelat. “Jadi ini adalah masalah salah kelola. Untungnya sekarang ada Sri Mulyani masuk kabinet,” lanjut Wimar.

Apa sajakah seluk-beluk rempah-rempah yang diceritakan Wimar? Bagaimana pula pendapat narasumber Weker Wimar yaitu ahli kuliner Sisca Soewitomo mengenai pentingnya rempah-rempah dalam kuliner yang ia olah? Mengapa Ibu Sisca berjanji mengirimkan semur, puding, dan fruit cocktail ke Wimar. Dengarkan episode lengkap Weker Wimar tersebut di tautan berikut:
 

 

 

Print article only

0 Comments:

« Home