Articles

SRI, Terobosan Demokrasi 

koran SINDO
07 August 2011

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/419055/34/ ?

08 August 2011

Wimar Witoelar

Belum genap seminggu, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM.Namun, berita ini telah menjadi berita politik yang menakjubkan dari segi banyaknya perhatian.  Boleh dikatakan, ini merupakan suatu pemberitaan yang meledak, baik di dalam maupun di luar negeri.Saya sendiri secara pribadi telah memberikan empat wawancara di dalam negeri dan tiga wawancara melalui telepon ke media luar negeri. Sementara saya bukan pendiri partai, bahkan bukan pejabat partai.  Saya hanya membantu mendirikan Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Keadilan (SMI-K),ormas yang menjadi “bidan”lahirnya Partai SRI.

Menarik untuk memikirkan secara sederhana mengapa bisa sampai begini. Kita lihat bahwa reaksi publik bermacam- macam.  Dari yang mulai skeptis, meragukan, meremehkan, sampai yang benci dan marah-marah, sampai mendukung, dan sampai menjadi sangat bersemangat ingin ikut bergabung. Spektrum respons sangat lebar,sesuatu yang sehat dalam demokrasi.  Jelas bukan suatu kejadian biasa,pendirian Partai SRI dan pencalonan Sri Mulyani, merupakan satu-satunya berita politik yang membuka pilihan baru kepada publik.

Kekurangdewasaan politik masyarakat kita masih terlihat pada reaksi negatif, sedangkan kita tahu bahwa kalau orang tidak suka pada seorang calon presiden, mudah sekali menyatakannya.  Tidak perlu sibuk menggugat, mencerca, dan melemparkan tuduhan. Cukup abaikan saja, jangan pilih. Namun,pencalonan Sri Mulyani mengkhawatirkan orang yang tidak ingin diganggu dalam kegiatan yang ”biasa”.Terulang suasana kampanye hitam yang menyerangnya di televisi dan DPR pada 2009–2010. Ternyata efektif, seperti kata Menteri Propaganda Adolf Hitler,Joseph Goebbels ”kalau kamu cukup sering mengulangi dan meneriakkan kebohongan, lama-lama orang akan percaya.” 

Ini masalah sementara, karena tuduhan media dan DPR dalam kasus Century tidak didukung oleh fakta hukum. Tidak ada perangkat hukum yang menyatakan Sri Mulyani bersalah, hanya suara politik dan televisi politik.  Yang lebih signifikan, keistimewaan pencalonan Sri Mulyani dan pendirian partai SRI adalah bahwa warga mampu bersuara bebas dalam sistem demokrasi kita. Sebelumnya banyak yang menganggap demokrasi gagal, karena pemerintah bermasalah, partai penuh skandal, dan DPR menjalankan kepentingan diri. Akan tetapi yang gagal bukan sistem demokrasi, melainkan pemakai sistem itu.

Singkat kata, orang yang memenangkan pemilu, tapi tidak menjalankan mandatnya demi kepentingan publik. Orang melihat negara makin kacau, sedangkan demokrasi sudah jalan selama 12 tahun, lalu disimpulkan demokrasi itu yang gagal.  Justru demokrasi tidak gagal, hanya belum dipakai secara benar. Ibarat orang beli mobil, terus kurang lancar, maka orang kecewa pada mobil itu.Padahal yang salah bukan mobil, tapi pengemudinya. 

Menggeser Oligarki 

Demokrasi kita lahir secara cemerlang tahun 1998. Sayangnya, hasil demonstrasi jalanan tidak digunakan oleh mereka yang menciptakan perubahan, tapi oleh orang memanfaatkannya untuk kepentingan sempit melalui partai, melalui DPR, dan melalui pemerintah.  Ketiganya mengubah demokrasi menjadi oligarki, kubu kekuasaan yang saling memberi jalan mengambil harta dan kekuasaan dari masyarakat. Praktik lama seperti korupsi dan kolusi subur kembali. Ini merusak nama demokrasi. Yang buruk bukan demokrasi, tapi pemakainya yang membentuk oligarki. 

Oligarki adalah kondisi di mana kekuasaan dipegang oleh beberapa kelompok elite.Mayoritas masyarakat tidak ikut membuat keputusan. Kita lihat keputusan politik diambil oleh Setgab Koalisi atau oleh pimpinan fraksi di DPR, atau oleh Presiden bersama partaipartai.  Sangat berbahaya ini tidak dihayati. Orang perlu sadar, bahwa dalam oligarki, kekuasaan ada dalam kolusi antara partai, penguasa dan uang. Presiden tidak kuat melawan tekanan oligarki politik uang. Dalam konteks ini, pencalonan Sri Mulyani menjadi penting.  Minggu lalu kita melihat 100 orang datang ke Kementerian Hukum dan HAM, ribuan orang mendirikan SMI-K di daerah, kemudian Partai SRI membentuk DPW dan DPC syarat verifikasi partai.

Dibandingkan dengan keadaan tahun lalu di mana rakyat bungkam, capaian sekarang ini luar biasa.  Tidak banyak yang menyangsikan kapabilitas Sri Mulyani. Namun, ada saja orang yang tidak suka, karena tidak mengerti arti penghargaan dunia. Kenyataannya di Indonesia ada perasaan minder yang berwujud dalam xenophobia,takut pada segala hal berbau asing. Pengakuan internasional justru membangun bangsa. 

Tantangan bagi SRI adalah pendidikan publik mengenai kenyataan bernegara, dasar pengertian ekonomi yang menjelaskan bahwa bailout Bank Century itu menyelamatkan ekonomi kita. Presiden mengingatkan dalam menghadapi kemungkinan krisis ekonomi hari ini, bahwa kita punya pengalaman menghindari krisis dari luar dengan pilihan kebijaksanaan yang tepat pada 2008.  Tampilnya SRI membuktikan bahwa warga sekarang mampu mengajukan calon presiden yang bersih.Itu tanda keberdayaan pemilih yang menghidupkan kembali demokrasi kita.Pekerjaan rumah SRI adalah mengembangkan dirinya menjadi pendukung yang layak untuk Sri Mulyani 2014. 

Saat ini Sri Mulyani secara etis tidak boleh bicara politik, karena dia memegang kepercayaan 77 negara di dunia sebagai Managing Director Bank Dunia. Ini bukan merupakan halangan. Sri Mulyani sudah siap menjadi calon presiden. Yang masih harus dimatangkan adalah perangkat pendukung untuk meluruskan disinformasi.  Namun, bagaimanapun suatu perubahan politik sedang terjadi tanpa senjata dan tanpa uang, hanya suara pemilih. Itu hal yang sangat menggugah kita.Tujuan Partai SRI bukan menjadi partai besar, tetapi untuk menyiapkan calon bersih untuk Presiden RI. Hasil pilpres diserahkan pada suara pemilih. Sri Mulyani harus menjadi presiden dengan cara yang jujur dan terbuka, didasarkan pada sifatnya yang jujur,tegas,dan mampu. ?

 

Print article only

15 Comments:

  1. From kimciti on 08 August 2011 14:10:21 WIB
    Politik, sejak dulu hingga sekarang tetap seperti itu, di dalamnya mengandung bermacam-macam trik..
    Kunjungi juga website bisnis menjanjikan di bawah ini:
    http://www.kimciti.com
    Sukses bersama kami!!
  2. From David on 09 August 2011 13:01:12 WIB
    Salam kenal bung.
    Saya penggemar sejati Bung WW dan Ibu SMI karena integritas kalian luar biasa.
    Saya dukung 1000% SMI for 2014.
    Tapi perlu dicuci juga bung nama Ibu SMI dari kasus century. Masih banyak masyarakat yang termakan "black campaign" bahwa SMI bersalah. Padahal saya yakin banyak dari mereka yang tidak mengerti akar permasalahannya.

    Sukses terus
  3. From Effa Laras on 09 August 2011 19:34:27 WIB
    Terlepas dari kasus Bank Century yang telah memojokkannya, Saya sepenuhnya yakin, SMI punya niat yang tulus dalam membangun negeri ini. Saya rasa, orang seperti SMI sangat langka ditemui dan tentunya layak menjadi pemimpin republik ini. Saya akan memperjuangkan SMI sampai beliau jadi presiden, meski dengan cara saya sendiri.

    Sri Mulyani for President !!
  4. From jonnikosw on 10 August 2011 06:58:51 WIB
    Saya ingin menyampaikan beberapa hal dalam artikel ini, Pertama Partai SRI masih memiliki 2 tahun lebih untuk menjelaskan kepada masyarakat Indonesia mengenai bersih atau tidaknya Ibu Sri Mulyani, Pak Wimar...

    Kedua, Partai SRI harus bergerak sangat cepat utk menyadarkan masyarakat Indonesia di lapisan bawah,bahwa etika berpolitik dari politikus sekarang harus segera dihentikan dan menawarkan jalan keluar melalui dukungan kepada Partai SRI dan Sri Mulyani.

    Sedikit miris memang jika melihat kondisi perpolitikan Indonesia.Penuh tipu daya dan ketidakjujuran.. Tapi saya juga percaya masih banyak orang waras dan jujur di Indonesia...
  5. From IwanJuliarsyah on 12 August 2011 10:52:15 WIB
    Tujuan Partai SRI bukan menjadi partai besar, tetapi untuk menyiapkan calon bersih untuk Presiden RI. Hasil pilpres diserahkan pada suara pemilih.

    Saya suka sekali kata-kata itu Pak, buat apa Partai Besar kalau Pemimpinnya tdk berjiwa besar, kalo cari pemimpin bersih susah, setidaknya carilah pemimpin yg fair terang2an pengen maju jd capres, ga maen kucing2an, bilangnya nggak-nggak, taunya nyapres juga hehe
  6. From Handoyo on 12 August 2011 12:04:36 WIB
    Salut buat para perencana,pelaksana serta pendorong lahir nya partai SRI dan Sri Mulyani sebagai Presiden.
    Ini baru betul2 untuk memajukan RI !
    Saya akan menggunakan hak pilih saya ,
    Keep it up Bung Wimar !
  7. From Hamdan Arfani on 17 August 2011 17:50:22 WIB
    Saya dukung penuh SRI, jangan pernah berhenti mewujudkan Indonesia yang lebih baik !!!!
  8. From Teddy Unggik on 23 August 2011 17:00:12 WIB
    Bung WW, saya termasuk diantara seribu bahkan jutaan ribu yg juga mengaggumi anda. Namun,saya benar-benar terusik ketika anda begitu getol membela Sri Mulyani yg dinilai byk pihak \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"bermasalah\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\" terlebih dalam kasu s Bank Century... Hinga munculnya Partai SRI yg banyak kalangan menilai koh kaum sosialis rela menjadi kuda tunggangan kelompok kapitalis.....
  9. From Teddy Unggik on 23 August 2011 17:19:16 WIB
    Bung Wimar, saya mengharapkan anda terus independent sebagaimana adanya...namun, yg mengusik pikiran saya adalah apa anda optimis dgn partai politik saat ini yg banyak membohongi rakyat...apakah dgn hadirnya Partai SRI ini akan membuat pesimistis akan partai politik ini bertambah atau berkurang ?
  10. From R Muhammad Mihradi on 27 August 2011 17:00:46 WIB
    Ada beberapa hal yang selalu perlu direnungkan dalam konteks demokrasi. Pertama, apakah sistem Indonesia yang kini demokrasinya penuh kartel dan transaksional adalah produk sistem atau aktor. Ini memang agak tidak sederhana untuk menjelaskan namun ini kunci untuk perubahan. Gidden dalam Third Waynya jelas memberikan sinyal penting untuk melihat sistem dan aktor ini atau istilahnya agent dan struktur. Kedua, adakah relasi erat antara demokrasi dan penegakan hukum. Dapatkah demokrasi dipertahankan di atas jerami penegakan hukum yang buruk. Bagaimana memastikan keduanya berjalan seiring.
    Ketiga, perlu ditimbang, mana sistem atau aktor atau apapun itu yang dapat memberikan arah pada kesejahteraan masyarakat yang lebih luas, bukan orang perseorangan atau segelintir elite.
    Moga ketiga kredo ini dapat menjadi bahan pertimbangan tanpa terjebak figur atau hal-hal yang masih diperdebatkan.
  11. From anto on 30 August 2011 00:19:55 WIB
    sya masih binggung dengan SMI, tapi sepertinya SMI memang bagus, terlebas dari century, yang hingga sekarang masih menjadi tanda tanya besar
  12. From anto on 01 September 2011 19:10:20 WIB
    sri mulyani memang bagus, tapi lebih bagus lagi tidak perlu mencalonkan diri sebagai presiden... klo memang rakyat menghendaki biar rakyat yang aktif mencalonkan, dan tidak perlu nambah partai lagi lah...
  13. From adri on 06 September 2011 14:15:11 WIB
    saya jg sgt mendukung ibu sri mulyani tp mulai sekarang tolong siapkan calon calon yg credible dr partai sri utk duduk sbg anggota dewan, jgn spt skg presidennya dianggap bersih tp anggota dewannya pada kotor.
  14. From Janet on 08 September 2011 06:46:03 WIB
    Finally! This is just what I was lokonig for.
  15. From M Pratono on 16 September 2011 17:18:56 WIB
    Ibu SMI cocok untuk dicalonkan dalam Pilpres 2014,ditengah maraknya perilaku tidak terpuji dari para elite.Jujur, tegas dan berkesan galak dan lugas.Betul saran utk bung Wimar agar masalah Century tidak memojokkan / membelenggu ibu SMI.Tidak kalah pentingnya siapkan kader utk legistatif yg kredibel,jujur bersih dan punya nawaitu yg sama dengan ibu SMI.bRAVO smi,MAJU TERUS UNTUK iNDONESIA BARU YG BERSIH.

« Home