Articles

Sri Mulyani: Dilema Moral dan Politik SBY

Radio Nederland
18 January 2010

 

 transkrip wawancara tadi dengan Radop Nederland:
Selasa ini keluar berita bahwa menteri keuangan Sri Mulyani akan diganti akhir Februari sehubungan perannya dalam kasus Bank Century. Berita ini terutama datang dari Partai Golkar, yang buru-buru mengajukan nama Anggito Abimanyu sebagai calon terbaik untuk jabatan menteri keuangan.
Wimar Witoelar, mantan jubir Gus Dur dan pakar komunikasi mengatakan, Golkar melakukan manuver ini untuk menyelamatkan Aburizal Bakrie. Jadi sekarang ada di tangan SBY, apakah dia akan menyelesaikan dilema ini secara moral atau politik. Ikuti tanggapannya kepada Radio Nederland Wereldomroep:
Menurut Wimar Witoelar, Presiden SBY jelas diserang oleh Aburizal Bakrie, Golkar dan kawan-kawan sehingga suatu saat hanya ada dua kemungkinan terjadi. Atau Golkar menang, dia jatuh atau Golkar mencapai satu akomodasi dengan Presiden SBY dan sama-sama setuju memberhentikan Sri Mulyani. Jadi kalau ada spekulasi sekarang itu hanya apakah ini SBY memilih akomodasi politik atau memilih mempertahankan stafnya yang bersih dan reformis.
KalauSBY membela stafnya, ini positif. Berarti menjalankan garis reformasi yang dimulai sejak dia memilih Boediono sebagai calon wakl presiden. SBY memang punya karakter untuk mempersilahkan keadaan itu kristalisasi sebelum dia mengambil keputusab akhir. Sebetulnya isyarat SBY sudah banyak yang positif, misalnya dengan mengatakan menyetujui bail out Bank Century dan tidak setuju memberhentikan Sri Mulyani dan Boediono.
Apabila Sri Mulyani dicopot, maka yang paling diuntungkan adalah Golkar sedang yang paling rugi adalah warga biasa yang menyimpan uang di bank, yang menghendaki keamanan di bank, serta investor asing. Seluruh sistim keuangan akan dipersulit. Tapi tidak sampai kolaps apabila digantikan oleh orang yang punya kemampuan ekonomi seperti Anggito Abimanyu. Dia orang trampil dan bersih tapi dia bukan seorang fighter seperti Sri Mulyani. Demikian Wimar. "Jadi kita akan kembali pada mild reform yang saya tidak tahu hasilnya akan sampai mana".
Bagi Golkar, siapa saja pengganti Sri adalah lebih baik asalkan bukan Sri Mulyani. Golkar juga tidak bisa menyatakan tidak setuju reformasi. Untuk sementara mereka ingin Aburizal Bakrie diselamatkan dari tuntutan pajak karena pengadilan pajak sedang dipersiapkan.
Ini seperti pengadilan Thaksin di Thailand. Thaksni mati-matian mempertahanklan diri karena ingin mempertahankan uang yang dicuri dari negara. Sama halnya dengan Bakrie. Kita lihat saja apa akan diselsaikan secara moral atau politik.
Gus Dur dulu menyelesaikan soal korupsi secara moral. Buktikan dia jatuh. Sekarang sembilan tahun kemudian orang lihat apa kehebatan Gus Dur, karena sebagai presiden harus memilih apakah mau survive atau memberikan jalan baru untuk negaranya.
Menurut Wimar Witoelar, SBY akan diuntungkan apabila Sri Mulyani tidak dicopot. Karena SBY menang dengan 60% suara rakyat dan mereka itu sekarang belum bicara. Yang bicara itu hanya sekian anggota DPR, Pansus, Koran dan TV yang semuanya dikuasi oleh orang yang korup.
Jadi kalau dikembalikan pada rakyat, kalau dia meminta dukungan rakyat maka SBY akan untung. Dukungan rakyat itu tidak usah lewat referendum, bisa dilihat dari Twitter, Facebook, dan blog. Dukungannya kuat sekali. Barangkali SBY ini belum biasa bekerja langsung dengan rakyat walaupun dia menangnya 60% mandat rakyat. Dan itu masih ada.

 

 wawancara Radio Nederland dengan Wimar Witoelar di Bangkok:

Selasa ini keluar berita bahwa menteri keuangan Sri Mulyani akan diganti akhir Februari sehubungan perannya dalam kasus Bank Century. Berita ini terutama datang dari Partai Golkar, yang buru-buru mengajukan nama Anggito Abimanyu sebagai calon terbaik untuk jabatan menteri keuangan.

Wimar Witoelar, mantan jubir Gus Dur dan pakar komunikasi mengatakan, Golkar melakukan manuver ini untuk menyelamatkan Aburizal Bakrie. Jadi sekarang ada di tangan SBY, apakah dia akan menyelesaikan dilema ini secara moral atau politik. Ikuti tanggapannya kepada Radio Nederland Wereldomroep:

Menurut Wimar Witoelar, Presiden SBY jelas diserang oleh Aburizal Bakrie, Golkar dan kawan-kawan sehingga suatu saat hanya ada dua kemungkinan terjadi. Atau Golkar menang, dia jatuh atau Golkar mencapai satu akomodasi dengan Presiden SBY dan sama-sama setuju memberhentikan Sri Mulyani. Jadi kalau ada spekulasi sekarang itu hanya apakah ini SBY memilih akomodasi politik atau memilih mempertahankan stafnya yang bersih dan reformis.

KalauSBY membela stafnya, ini positif. Berarti menjalankan garis reformasi yang dimulai sejak dia memilih Boediono sebagai calon wakl presiden. SBY memang punya karakter untuk mempersilahkan keadaan itu kristalisasi sebelum dia mengambil keputusab akhir. Sebetulnya isyarat SBY sudah banyak yang positif, misalnya dengan mengatakan menyetujui bail out Bank Century dan tidak setuju memberhentikan Sri Mulyani dan Boediono.

Apabila Sri Mulyani dicopot, maka yang paling diuntungkan adalah Golkar sedang yang paling rugi adalah warga biasa yang menyimpan uang di bank, yang menghendaki keamanan di bank, serta investor asing. Seluruh sistim keuangan akan dipersulit. Tapi tidak sampai kolaps apabila digantikan oleh orang yang punya kemampuan ekonomi seperti Anggito Abimanyu. Dia orang trampil dan bersih tapi dia bukan seorang fighter seperti Sri Mulyani. Demikian Wimar. "Jadi kita akan kembali pada mild reform yang saya tidak tahu hasilnya akan sampai mana".

Bagi Golkar, siapa saja pengganti Sri adalah lebih baik asalkan bukan Sri Mulyani. Golkar juga tidak bisa menyatakan tidak setuju reformasi. Untuk sementara mereka ingin Aburizal Bakrie diselamatkan dari tuntutan pajak karena pengadilan pajak sedang dipersiapkan.

Ini seperti pengadilan Thaksin di Thailand. Thaksni mati-matian mempertahanklan diri karena inginmempertahankan uang yang dicuri dari negara. Sama halnya dengan Bakrie. Kita lihat saja apa akan diselsaikan secara moral atau politik.

Gus Dur dulu menyelesaikan soal korupsi secara moral. Buktikan dia jatuh. Sekarang sembilan tahun kemudian orang lihat apa kehebatan Gus Dur, karena sebagai presiden harus memilih apakah mau survive atau memberikan jalan baru untuk negaranya.

Menurut Wimar Witoelar, SBY akan diuntungkan apabila Sri Mulyani tidak dicopot. Karena SBY menang dengan 60% suara rakyat dan mereka itu sekarang belum bicara. Yang bicara itu hanya sekian anggota DPR, Pansus, Koran dan TV yang semuanya dikuasi oleh orang yang korup.

Jadi kalau dikembalikan pada rakyat, kalau dia meminta dukungan rakyat maka SBY akan untung. Dukungan rakyat itu tidak usah lewat referendum, bisa dilihat dari Twitter, Facebook, dan blog. Dukungannya kuat sekali. Barangkali SBY ini belum biasa bekerja langsung dengan rakyat walaupun dia menangnya 60% mandat rakyat. Dan itu masih ada.

http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/sri-mulyani-dilema-moral-dan-politik-sby

 

 

Print article only

40 Comments:

  1. From Joko Harjianto on 19 January 2010 00:37:41 WIB
    Sejarah itu memang punya siklus. Berulang.
  2. From Harry on 19 January 2010 05:53:37 WIB
    Smoga pak SBY lebih jeli melihat dgn hati nuraninya ada apa dibalik keinginan dilengserkannya ibu Sri Mulyani, ibu pertiwi akan bersusah hati ketika melihat putri terbaiknya dilengserkan oleh konspirasi politik
  3. From Viviana on 19 January 2010 06:35:25 WIB
    Ulasan yg sangat menarik. Saya mendukung keputusan bail out Bank century. Maju terus SBY, Boediono & Sri Mulyani ! Semoga kebenaran segera terungkap dan mereka semua bisa kembali bekerja melaksanakan tugas kenegaraannya dengan tenang dan lebih fokus tanpa adanya gangguan yang tak perlu.
  4. From Achmad Hartono on 19 January 2010 06:40:46 WIB
    It makes sense. Dari awal sudah kelihatan bahwa semangat mereka yang menginginkan pembongkaran kasus Century adalah orang-orang yang secara politis menginginkan adanya chaos politik pemerintahan SBY. Secara teknis dan hukum, meski ada pro kontra mengenai keputusan diberikannya dana talangan itu, Pansus DPR terbukti memaksa-maksakan interpretasi dan logika mereka yang tidak jarang jauh dari sebuah kualitas baik politis apalagi akademis. Agenda kepentingan sangat kental terlihat berada dibalik kengototan untuk melengserkan Budiono dan Sri Mulyani.

    Mereka yang mengurusi negara ini terlampau banyak membuang waktu untuk urusan masa lalu, sedangkan masa depan tidak terpikirkan! Hmmm
  5. From Arief H. on 19 January 2010 07:29:50 WIB
    Soal dukungan:
    Saya dukung KPI SMI di Facebook (http://www.facebook.com/group.php?gid=186403684861), bukan asal mendukung.
    Bukan semata krn pilih SBY dan Demokrat lalu dukung SMI.
    Saya dukung SBY dan SMI berdasarkan rasional kritis dan alasan logis yg saya yakini benar.

    Saya tdk mau terpengaruh hingar bingar isu2 atas dasar kepentingan pribadi/kelompok tertentu. semuanya harus dicerna dulu masak2 sampai matang.
    Pada akhirnya saya bersyukur krn masih waras :)
  6. From ismail on 19 January 2010 08:37:17 WIB
    Maju terus bu SMI...
    jangan hiraukan anggota DPR yang bicaranya ga ada bedanya sama preman pasar, sama sekali tidak memperjelas persoalan
  7. From Felix on 19 January 2010 09:17:07 WIB
    Memecat Sri Mulyani atau Boediono adalah blunder terbesar yg bisa di lakukan SBY...
  8. From febs on 19 January 2010 09:43:07 WIB

    Secara singkat
    Saran sy kpd Ibu SMI, Tolong Jangan ditanggapi!

    maksud saya, jurus spt ini memang sering digunakan dan terbukti jitu, jurus tsb yakni Melempar Bola Isu ke Media, lalu kemudian media sesuai arahan pemilik akan terus mengembangkan isu ini, dgn pertama2 menanyakan kpd pengamat, pakar, ahli ttg isu ini bgmn tanggapan mereka, lalu menanyakan kpd masy umum ttg isu ini, meski sebenarnya persepsi masy umum sdh terbentuk krn dibentuk oleh opini dr pengamat & pakar sebelumnya. Ujungnya, Media akan menanyakan langsung kpd ybs dgn pertanyaan, spt: Apakah Ibu bersedia meletakan jabatan ini?, dan jawabannya sbg orang timur cum javanese hampir bisa dipastikan SMI akan menjawab bahwa SMI menyerahkan sepenuhnya kpd SBY. Celakanya, seringkali, pernyataan spt ini dimanfaatkan oleh politisi kawakan sbg sinyal yg akan diberika kpd SBY bahwa kalau SBY mecopot SMI sbg MenKeu, hal ini tdk akan jadi masalah dgn alasan (1) byk masy sdh setuju dan siap dgn pencopotan SMI krn opini sdh terbentuk, (2) SMI pribadi "sdh siap" mundur krn ia telah memberikan statement spt itu!. Dan SBY spt dimaklumi banyak orang melihat pembentukan opini spt ini sgt penting utk mengurangi keraguan SBY yg begitu besar dan meningkatkan Kepercayaan diri Presiden. Krn itu SMI hrs menggunakan cara lain. Don't go with the crowds!
    Sekali lagi saran saya Jangan Ditanggapi! dan sy rasa Ibu SMI bisa minta Pak WW utk menanggapi isu ini.
    Dari sy cukup sekian, jika ada kalimat yg krg berkenan, sy mohon maaf dan Terimakasih.

  9. From Abdul Azis Arifin(Boutie) on 19 January 2010 09:46:20 WIB
    Setuju tetap dipertahankan Sri Mulyani/pakar ekonomi kelas dunia yang telah terbukti pintar dan qualified.Yang penting kabinet tetap bersih,berani sikat koruptor sampai ke akar2nya!Moment seperti ini harus betul2 dimanfaatkan untuk memberantas korupsi!
  10. From ottonas on 19 January 2010 10:02:18 WIB
    Kalo saya SBY maka saya akan tinjau ulang bentuk Koalisi saya dengan GOJKAR ketimbang mengorbankan SM demi Koalisi, saya yakin dalam waktu 3 Bln Aset kekayaan dari Pimpinan Golkar akan turun lebih dari 50 % karena akan merosotnya harga saham saham milik BB kalau tidak dipemerintahan lagi.

    Jadi untuk apa takut dengan Golkar lebih baik pisahkan Diri pemerintah dari Golkar maka akan lebih mudah masayarakat memisahkan mana yang Korup dan Mana yang tidak.
  11. From Herman Saksono on 19 January 2010 13:05:13 WIB
    Menurut saya, pemberitaan di TvOne akhir-akhir ini kurang berimbang untuk kasus Century. Agak aneh ketika sesi debat bersama, narasumbernya semua lebih condong ke pansus. Bukan debat lagi sih namanya, menghajar bersama.

    Saya prihatin juga dengan perilaku anggota DPR yang mengspin fakta bahwa mereka dikelabui oleh SMI, Boediono, Marsilam; di mana kenyataannya mereka memang tidak punya amunisi yang meyakinkan untuk menyerang orang-orang itu.
  12. From Martinus Nugroho on 19 January 2010 13:30:10 WIB
    Jika SBY berani copot Sri, itu sama artinya ia melakukan bunuh diri politik ... yang kepagian sekali waktunya.
  13. From Adi Surya GMNI on 19 January 2010 20:39:06 WIB
    Saat sy menemukan blog ini,sy melihat blog ini luar biasa. Isinya sungguh-sunggu membuat pikiran-pikiran saya menjadi terbuka akan bagaimana informasi lewat teknologi informasi begitu penting dalam dunia yang semakin interconnected ini. Saya adalah pengguna blog pemula. Dan ingin berbagi dengan dunia dan mencoba melakukan sebuah bentuk penyadaran secara virtual terhadap kawan-kawan yang mungkin belum memiliki semangat untuk memikirkan bangsa. Blog inibegitu menginspirasi saya bahwa menulis dan menyebarkan lewat internet sebenarnya juga adalah tugas kita sebagai agen perubahan. Dan mulai saat ini saya sudah membuat blog dan meminta anda untuk memberi saya masukan dan kritikan terhdap blog saya..mudah-mudahan anda berkenan..salam
    ini link blog saya : http://gmni-sumedang.blogspot.com
  14. From jaka on 19 January 2010 22:52:45 WIB
    Prens sadayana...saya mah mau mencoba berpikir positip wae lah...

    Sebenernya dengan banyaknya demo2 utk menuntut Bu Ani mundur itu ada baiknya juga buat rahayat miskin...yaitu berguna untuk menambah penghasilan sehari2 ,sbg tambahan dana BLT-bantuan langsung tunai- dari bang bakrie (kalau memang benar beliau biang keladi dari kisruh gombal ini)...

    Jadi , sayah sarankan kepada bakrie dan kaki tangannya untuk membuat posko2 demo sebanyak mungkin di seluruh tanah air,kalau perlu di pelosok2 pedalaman juga ,agar rahayat miskin Indonesia kebagian dana tambahan BLT sebagai Angpau kenang2an dari bekas menko kesra ...

    Dan usahakan demo ini berlangsung selama mungkin SETIAP HARI, kalau dananya cukup bisa sampai 2014...atau dilanjutkan selamanya juga boleh lah...kan bang bakrie punya simpanan pajak negara trilyunan rupiah yg belom disetorkan . Daripada beliau dapat malu besar kalau diseret ke pengadilan lebih baik bikin demo BC setiap hari ,siapa tau bisa lolos dari hukum...

    Nahh untuk SBY , anda tidak usah repot2 dan panik kemudian mencopot si Eneng Geulis Mojang Pinter Sri Mulyani ,karena rahayat Indonesia kebanyakan sudah tidak peduli kasus Bank Century lagi... Buat rahayat Indonesia mah yg penting kebutuhan ekonomi,keamanan,dan ketenangan mereka terpenuhi paling sedikit sampai 2014...

    Terakhir,sayah ingin berterima kasih kepada Bu Ani untuk kerelaannya menjadi aktris primadona demo \"BLT tambahan\" untuk rahayat miskin Indonesia dalam kasus Bank Century...Gitu aja koq repot !
  15. From Arie on 20 January 2010 05:46:33 WIB
    Tetap menunggu hasil pansus karena semakin menarik, BI administrasinya kacau. Suatu hari ikut kuliah soal etik, kesimpulannya kode jangan dilanggar walaupun untuk alasan mendesak karena uang dan waktu, menarik juga memang menilik dr segi etika dilema moral dan politik yg dibilang om WW. Di wikipedia quote pidato SBY di Thailand memilih bentuk transformasi yang damai, untuk ini saya sependapat dengan SBY. Mnrt saya pesan damai SBY cukup jelas yang SANGAT perlu direformasi sekarang attitude berpolitik karena transformasi walau bagaimanapun butuh politik. makanya polri, jaksa, kpk didamaikan oleh presiden. manuver yang paling positif adalah mengupayakan perdamaian antara SM sama AB, dan meneruskan proses penyelidikan setiap pelanggar kode sesuai hukum yang berlaku, termasuk masalah pajak AB, masalah century, dan tak terkecuali om Ruhut Sitompul yang musti ikut kuliah etik sekali2, atau siapapun yg senang mengumbar kata 'setan' di forum ini. Dengan skenario apapun bila tidak cukup bukti, tidak ada alasan untuk memberhentikan SM, tapi kalau SM bertindak seperti pilot yang tidak mau terbang karena begitu banyaknya kekacauan tekhnis & administrasi bisa saya sangat maklumi.
  16. From Ludjana on 20 January 2010 08:10:28 WIB
    Kita memang menunggu laporan akhir dari hasil Pansus, kalau ada.
    Itu kan hak kita ?
  17. From wimar on 20 January 2010 08:19:01 WIB
    Ludjana tepat sekali dan saya sepakat. Kata kuncinya adalah "kalau ada". Kayaknya nggak ada tuh, tanya juga muter2
  18. From Joe on 20 January 2010 15:45:06 WIB
    Sampai kapan "Sinetron Politik" kita akan berlanjut.
    Seperti kabanyakan sinetron, semuanya harus dijalankan sesuai rencana....

    == http://indofilm2010.blogspot.com ==
  19. From Sunu Gunarto on 20 January 2010 17:59:43 WIB
    Semakin menarik drama "pansus DPR" ini. Tinggal nanti bagaimana "ending"nya. Kita tunggu. Semoga happy ending bagi rakyat Indonesia keseluruhan, bukan hanya bagi segelintir elit politik yang mengatasnamakan rakyat.

    (http://formulabisnis.com/?id=sunu_g)
  20. From CHRIS on 20 January 2010 23:12:16 WIB
    Sri Mulyani kompeten dan berniat baik, ya. Budioyono kompeten, ya juga, berniat baik, pada saat SBY sedang bersiap menghadapi Kampanye Presiden dan sedang memilih calon Pres? Ya,patut dicurigai.Apa lagi kemudian memang ternyata uang talangan dibobol habis, oleh orang-orang yang itu2 juga yang seharusnya dibawah pengawasan BI. Sri Mulyani bersalah? Ya bersalah, tapi sangat mungkin menyangkut kebijakan. Jadi pilihan paling rasional dia atau SBY yang harus pasang badan. Saya tidak setuju bailout, pola pikir yang terus menerus membuat kita dijajah pemain2 kuat.
  21. From sen on 21 January 2010 08:12:54 WIB
    Sebulan yang lalu hampir tidak ada yang memprediksi Arsenal bisa memuncaki klasemen.

    Sebulan yang lalu juga hampir mustahil Golkar bisa mendikte SBY, tapi kelihatannya sekarang mungkin ?

  22. From sen on 21 January 2010 11:13:40 WIB
    If we look at the recent US Democrat party loss at election, a year after \'saving\' the economy from meltdown(by bailing out many banks), we can see that people won\'t thank the government for something that is not tangible to them.

    So the act of saving the whole banking system from systemic risk by bailing out a bank probably won\'t translate much to an increase in popularity.

    That\'s the irony of democracy....

  23. From febs on 21 January 2010 14:23:25 WIB
    kasus ini kasus dendam pilpres, jadi masalah harga diri seseorang/beberapa orang sehingga cara penyelesaiannya harus islah dan saling bermaaf2an, sayangnya byk penumpang gelap yg memanfaatkan isu ini ke arah lebih jauh.

    Kasus Century; Gajah lawan Gajah, Pelanduk mati ditengah

    SMI jelas bukan pelanduk tapi justru Gajahnya dan SBY dan JK dan ARB dan wiranto dan lain2, rakyatlah yg jadi pelanduknya. Betapa malangnya rakyat indonesia.............

    Gus Dur, kami kangen!

    tks

  24. From dmitri on 22 January 2010 16:30:40 WIB
    mohon dikristalisasi lagi:

    lebih tepatnya, SBY belum biasa bekerja. dia lebih sering mengaca didepan cermin, sambil bilang: Ayo, bisa! Kelamaan self-improvement, Pak. Kapan 'nyampenya?
  25. From dmitri on 22 January 2010 16:52:30 WIB
    Bakrie mau diajak damai? memang tipis amplopnya? capek deh, kucing dalam karung di nego terus. tiga institusi plus dua persona yang berduel didamaikan, demi mengkompromi kepentingan negara.

    entar dulu, gimana kalau fakta kita putar balik? demi kepentingan negara yang damai, tiga institusi plus dua persona yang saling berduel dikompromiKEN.

    Indonesia telah menolak sistem parlementer, dan memilih SBY sebagai presiden 60%. kompromiKEN mereka
  26. From Chandra on 23 January 2010 09:27:27 WIB
    Sri Mulyani ditangan kiri, Ical ditangan kanan. Dua2 nya adalah dimana SBY punya interest politik. SBY dari dulu sudah jelas2 jadi penonton dalam skandal Century, walaupun kadang2 ngomong sedikit untuk menghilangkan kesan bahwa dia tunggu dan lihat kemana angin bertiup. Tapi naga2nya kayaknya sih, Sri Mulyani bakalan bertahan dan kita bersyukur bila memang demikian. Amiiiin. Tapi jelas ini pilihan politik, bukan moral.
  27. From chris on 23 January 2010 22:15:53 WIB
    SBY sih kayanya ga perlu digubris, emang kita hanya punya sedikit pilihan akibat aturan dari badut2 di DPR dan sistem politik kita yang memang membatasi diri untuk hanya meloloskan badut juga untuk dipilih.

    Btw, soal pilih Ical ato Sri Mulyani n pak WaPres, tentu aja mending beliau berdua. Tapi apa pilihan pengelola sektor keuangan kita cuma itu? Masih ada Kwik Kian Gie, Rizal Ramli dll. yang semuanya berani ngelawan IMF yang terus-terusan jadi kepanjangan tangan para bandit.
  28. From sonny on 27 January 2010 09:24:20 WIB
    Sedikit koreksi bung Wimar. Bukan proses "pengadilan pajak" (PP) yang dipersiapkan, mengingat PP itu institusi sendiri dan dia tidak menangani tindak pidana di bidang perpajakan, hanya menindaklanjuti putusan administratif (surat ketetapan pajak, STP, penyitaan dll).

    Proses pidana perpajakan perusahaan2 Aburizal Bakrie masuk ranah penyidikan dan penyelidikan yang nantinya akan ditindaklanjuti kejaksaan ke "Pengadilan Umum", kecuali kalau penyidikan dihentikan dan tersidik mengganti kerugian 4 kali lipat.
  29. From Mundhori on 27 January 2010 09:40:55 WIB
    Dalam perpolitikan di Indonesia, masalah sikap moral yg masih belum mantap. Artinya secara praktis para politisi belum menempatkan moral dan etika sebagai dasar bertindak Masih tetap mendahulukan politik golongan. Karena itu. SBY dapat memanfaatkan momentum itu dalam menuntaskan dilemma dengan mendahulukan kepentingan aspek moral dari pada aspek politik, yaitu membela menterinya (SMI). dari pada mengakomodasikan kepentingan Golkar.. Karena kepentingan rakyat seharusnya lebih diprioritaskan dari pada kepentingan bisnis seseorang
  30. From Bientono Soedjito on 27 January 2010 22:34:59 WIB
    Saya orang awam yang bukan memihak pada Sri Mulyani maupun Boediono tapi saya melihat bahwa pansus yang dibentuk rata2 para anggotanya hanya bertujuan agar supaya SM dan Boedijono diturunkan saja jadi tidak jelas apa tujuan dibentuknya pansus tsb
  31. From wimar on 27 January 2010 22:46:59 WIB
    @sonny: terima kasih atas penjelasan anda. Jadi kita harapkan kasus Bakrie akan diselesaikan menurut cara yang paling resmi dan benar dan tidak melindungi pemiliknya
  32. From wildan on 28 January 2010 14:57:43 WIB
    Saya cukilkan dari wawancara diatas" Menurut Wimar Witoelar, SBY akan diuntungkan apabila Sri Mulyani tidak dicopot. Karena SBY menang dengan 60% suara rakyat dan mereka itu sekarang belum bicara. Yang bicara itu hanya sekian anggota DPR, Pansus, Koran dan TV yang semuanya dikuasi oleh orang yang korup."..

    dari kutipan itu sudah saatnya juga dari demokrat atau siapa jugalah yang bisa mewakili kutipan diatas...mungkin juga Kang WW sendiri...harus lebih banyak diberi ruang oleh Pak SBY untuk tandem sama 'ruhut' karena kalau tidak ....itu mulut mulut 'mencong ' yang tidak simetrik antara ucapan dan gerak bibir yang selalu keluar di TV One atau metro TV yang dibunyikan nyaring sama para anggota pansus semisal "Andi Rahmat, Akbar Faizal, Sdr. Maruar, Sdr Ade Kokom, Sdr. Agun Gunanjar, Sdr. Fahri "

    itu bagikan 'mortir; meleset yang ironisnya kita yang rakyat sakit kepala...lihat ulah mereka.....sayangnya 'news TV' yang ada di kita baru ada dua channel...itupun dikuasai oleh 'kUtipan tadi"......

    Terus untuk comment Bung Ludjana yang sudah di komentari balik sama Kang WW, bener tuh Kang...dicari cari juga malah muter ga karuan.....dari issue 'salah kebijakan....' sampe issue " ya robert...ya robert " nya sdr. Bambang susatyo....sampeeee...issue "paraf Pak Marsilam...semuanya itu tidak nyambung tidak jelas.....

  33. From onobs on 30 January 2010 10:26:14 WIB
    Kasian Sri Mulyani, benar2 menjadi korban. Korban dari politik yang kotor.Kalau memang benar adanya Sri Mulyani akan dijadikan kambing hitam, sungguh ironi, sungguh bodohnya kita sebagai bangsa Indonesia. Kita mungkin akan segera kehilangan orang2 yang pintar untuk kesekian kalinya. Setelah kita kehilangan BJ. Habibie dll. Mereka mungkin lebih memilih untuk membangun negara lain, dimana disana mereka di hargai. Jangan heran nantinya, jikalau Malaysia dan negara2 tetangga yang dulu kalah dengan kita, akan lebih maju dari negara kita. Bukan tidak mungkin, kalau banyak orang2 Indonesia yang pintar beralih ke negara Lain.
  34. From legimin kasimin on 01 February 2010 08:35:04 WIB
    Ekonom yang sering muncul di TV < KKg,RR, he...he......rasa2nya kayaknya dulu sdh pernah ngurusi ekonomi ya, tapi kayaknya kok nggak ada apa2nya. Bodoh banget bangsa ini kalau sampai mencopor SMI.
  35. From legimin kasimin on 01 February 2010 08:37:39 WIB
    Ekonom yang sering muncul di TV < KKg,RR, he...he......rasa2nya kayaknya dulu sdh pernah ngurusi ekonomi ya, tapi kayaknya kok nggak ada apa2nya. Bodoh banget bangsa ini kalau sampai mencopor SMI.
  36. From riki popaye on 03 February 2010 11:02:19 WIB
    kesalahan terbesar dalam negara jika sampai mangganti sri mulyani dan boediono coz untuk memilih boediono udah ngabisin uang negara yang ga sedikit dan sri mulyani adalah sosok mentri yang genius, seorang figther dan tahan terhadap tekanan. Lagian mahasiswa dan rakyat kok mau terpancing dengan keadaan dan provokator2... APAKAH ANDA TIDAK BERFIKIR.. JANGAN MAU DIPERBODOH...
  37. From cornelis a. boeky on 12 February 2010 14:38:55 WIB
    mencopot sri mulyani sama dengan membuang berlian yang telah terbukti keasliannya dan menggantikan dengan berlian yang belum tentu mutunya. ibu pertiwi akan bersusah hati
  38. From wis saja on 14 February 2010 19:13:39 WIB
    sudahlah...wis jelas kok, gak ada alasan mecat SMI, semua orang tahu, semua orang rasa, dia diplintir, digoyang, dihantam...rupiah tetap stabil! So What?! She is the right person for that position!....
  39. From linda warni on 27 February 2010 20:34:11 WIB
    Maju terus pak sby..pertahankan ibu sri mulyani dan pak boediono...sudah saatnya putra putri indonesia berjuang .
    tidak selamanya putra putri bangsa ini bisa dibodohi bodohi terus oleh oknum yg korup dan tidak bermoral.
    perjuangkanlah nasib anak bangsa.mempertahankan ibu sri mulyani itu keputusan tepat.karena beliau orang yang tidak membiarkan uang negara dirampok dan dikorupsi oleh pengusaha pengusaha tidak bermoral.
  40. From linda warni on 27 February 2010 20:35:33 WIB
    Maju terus pak sby..pertahankan ibu sri mulyani dan pak boediono...sudah saatnya putra putri indonesia berjuang .
    tidak selamanya putra putri bangsa ini bisa dibodohi bodohi terus oleh oknum yg korup dan tidak bermoral.
    perjuangkanlah nasib anak bangsa.mempertahankan ibu sri mulyani itu keputusan tepat.karena beliau orang yang tidak membiarkan uang negara dirampok dan dikorupsi oleh pengusaha pengusaha tidak bermoral.

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home