Articles

  • Ada satu unsur yang diperlukan untuk mensukseskan gaya affiliative, yaitu sikap eklektik. Saya mulai  mengerti istilah ini dengan baik ketika Gus Dur mengatakan, " Saya suka Si Itu karena dia bersikap eklektik." Setelah menerima penjelasan dari beliau, saya  membuka internet. Disitu ada banyak penjelasan, search saja kata “eclectic.” Dari kamus, definisi eklektik adalah 'memilih dari berbagai sumber, tidak ikut satu aliran tapi mengambil yang terbaik dari berbagai sistem.'

    Read ›
  • Kelihatannya penentu kebijaksanaan adalah kartel politik yang menjadi wadah kerjasama antara modal besar dengan peraih suara terbesar di Pilpres. Mungkin Orang Biasa kurang senang dengan lolosnya penghindar pajak, luapan lumpur Lapindo dan kesewenangan kelompok terkaya, dan kurang fokusnya pemerintah pada persoalan rakyat. Maka pertanyaan harus dialamatkan pada Orang Biasa sendiri, bukan pada Aburizal Bakrie atau SBY, karena yang bisa mengubah keadaan hanyalah Orang Biasa. Para elite sudah puas dengan keadaan sekarang, seperti draw pada pertandingan Piala Dunia.

    Read ›
  • Polisi menangkap Polisi, Jaksa menahan Jaksa, Hakim mengadili Hakim. Sementara masyarakat daerah semakin tribal. DPR semakin finansial. Mereka tidak bisa berfikir kalau tidak ada uang. Yang paling parah, presiden makin feodal. Lengkaplah kondisi kengerian politik hari-hari ini. Semua dikuasai kartel. Karena partai tersendat dan trias politika macet, warga yang harus bergerak.  SMI  mengajarkan kita tentang integritas. Itu hal yang paling penting. Integritas adalah sumber utama untuk energi perubahan. Akan ada periode dimana publik  menerima suatu perspektif baru.

    Read ›
  • Pemikiran individu tetap menjadi pemikiran individu dengan sekali-sekali saling memperkuat. Ini tidak jadi soal kalau kelembagaan berkembang baik di luar usaha individu. Kenyataannya tidak demikian, orang baik menjadi korban mesin politik yang lahir dalam masa Reformasi, tapi tidak berperan sama sekali dalam proses reformasi. Bahkan, politisi dan pengusaha yang besar dalam tahun-tahun terakhir ini mengambil manfaat dari negara sambil merugikan pembentukan negara yang sehat. Kebutuhan akan ”Partai Orang Biasa” sangat nyata, tapi risikonya mungkin lebih nyata lagi.

    Read ›
  • Hendaknya fraksi-fraksi di DPR menolak usulan dari Fraksi Golkar ini kecuali memang niatnya adalah mengikuti langkah oportunis Golkar. Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga harus menolak ide ini dan memberikan penjelasan ke publik alasan penolakan. Apabila alasan penolakan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas dapat dikemukakan dengan baik, niscaya publik akan setuju dan memberikan apresiasi kepada pemerintah. 

    Dana Aspirasi DPR, Pork Barrel versi IndonesiaShare
     Yesterday at 5:58pm
    dari blog: http://benhan8.wordpress.com/2010/06/04/dana-aspirasi-dpr-pork-barrel-versi-indonesia/
    BY BENHAN
    Beberapa hari ini kita membaca ataupun mendengar berita mengenai Dana Aspirasi DPR yang sebesar 15 miliar rupiah per tahun per anggota. Apalagi ini? Bukannya anggota DPR sudah dapat gaji? Apakah ini jenis tunjangan baru? Saya akan menulis sedikit berdasarkan apa yang saya tahu mengenai Dana Aspirasi DPR ini.
    Usulan Dana Aspirasi DPR ini awalnya dicetuskan oleh Fraksi Golkar di DPR. Gagasannya adalah setiap anggota DPR akan diberikan jatah alokasi dana sebesar 15 miliar rupiah per tahun untuk daerah pemilihannya (Dapil). Dana ini akan diambil dari APBN setiap tahunnya. Dengan jumlah anggota DPR 560 orang, besar anggaran untuk Dana Aspirasi DPR (DAD) ini mencapai nilai 8,4 triliun per tahun.
    Apa alasan di balik usulan DAD ini? Sederhana jawab Fraksi Golkar, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan dan percepatan turunnya dana pembangunan ke daerah yang selama ini dirasakan masih kurang memuaskan. Apakah benar motif di balik usulan DAD ini adalah keprihatinan anggota DPR terhadap rakyat di daerah? Atau ada udang di balik batu? Mari kita bahas bersama.
    Dana Aspirasi DPR ini bila dianalisa sangat mirip dengan ”pork barrel bud get” di Amerika Serikat (AS). Apa itu pork barrel? Kok daging babi dibawa-bawa dalam anggaran pemerintah, demikian mungkin pertanyaan Anda. Pork barrel memang adalah istilah dengan konotasi negatif yang dipakai untuk mengejek praktek budgeting pemerintah pusat (Federal) AS untuk proyek-proyek di distrik anggota C ongress (setara DPR) yang terpilih. Istilah “pork barrel” ini mengacu pada praktek tertentu di era sebelum Civil War (perang saudara) AS. Saat itu ada praktek memberikan budak kulit hitam se-barrel (gentong) “salt pork” (sejenis makanan dari daging babi mirip bacon) sebagai hadiah dan membiarkan mereka memperebutkan hadiah tersebut. Istilah ini dipakai karena budgeting pemerintah oleh anggota Congress untuk Dapil-nya mirip praktek tersebut. Konstituen di daerah seakan “budak yang dibeli” dan berebut dana anggaran tersebut. Dana pork barrel digunakan politisi Congress untuk “membayar balik” konstituennya dalam bentuk bantuan dana untuk proyek-proyek di daerah pemilihannya. Membayar balik dalam pengertian membalas dukungan politik yang didapatkannya sebelum ia terpilih, baik dukungan dalam bentuk suara pemilih (vote) ataupun kontribusi dalam kampanye politiknya.
    Pork barrel adalah praktek yang lazim dalam politik AS namun dikecam publik. Anggaran Federal (pemerintahan pusat) berasal dari uang pembayar pajak yang taat pajak namun juga memiliki tuntutan tinggi terhadap penggunaan uang pajak. Mereka tidak terima apabila uang pembayar pajak diboroskan untuk proyek-proyek yang tidak bermanfaat. Contoh penggunaan pork barrel yang kontroversial antara lain pembangunan jembatan di Negara Bagian Alaska. Jembatan yang menghubungkan hanya 50 penduduk di sebuah desa di satu pulau ke lapangan terbang tersebut dijuluki Bridge to Nowhere (saking tidak bermanfaatnya) menghabiskan anggaran Federal sebesar 398 juta US$.
    Pork barrel spending telah demikian mengakar di dunia perpolitikan AS sehingga walaupun dikecam tetap jalan. Saking mengakarnya praktek ini, anggota Congress AS akhirnya dinilai berdasarkan kemampuan mencairkan dana pork barrel untuk konstituennya. Yang berhasil mendapatkan dana besar dari Federal akan mendapatkan kemungkinan tertinggi untuk dipilih kembali pada pemilu berikutnya. Jadi pork barrel digunakan untuk melanggengkan status quo anggota Congress, sarana politik untuk mengamankan posisinya untuk pemilu berikutnya.
    Selain dikecam akibat pemborosan dan anggaran yang tidak tepat sasaran, pork barrel budget juga dikritik karena sering terjadi korupsi dan kolusi dalam praktek pencairan dana. Anggota Congress disinyalir menerima “kickback” (uang persenan) dari proyek-proyek yang berhasil digolkannya. Ada juga yang mendapatkan komisi dari pemerintahan daerah atau calo pemerintahan daerah (lobbiers). Karena liarnya anggaran ini, perwakilan dari daerah akan berebut sebagaimana budak-budak kulit hitam berebut hadiah salt pork. Dan karena begitu besar kuasa anggota Congress untuk menentukan alokasi dana, masing-masing perwakilan daerah akan menawarkan komisi yang tinggi demi suksesnya pencairan dana untuk kepentingan mereka.
    Apabila pork barrel budget diterapkan di sini dengan nama Dana Aspirasi DPR, hal itu berarti kita telah mencontoh politik modern AS. Sayangnya yang dicontoh adalah bagian yang jeleknya, praktek korupsi kolusi yang dilegalkan lewat kerjasama politik. Sebuah ironi di kala politisi kita sibuk mengkritik praktek neoliberalisme dalam kebijakan perekonomian AS.
    Selain masalah nilai-nilai kepantasan, DAD juga telah “berdosa” sebelum dilahirkan. Dosanya adalah melanggar UU No. 17/2003, UU No.1/2004 dan UU No.33/2004.
    UU 17/2003 menyebutkan kekuasaan pengelolaan keuangan negara ada pada Presiden dan dikuasakan pada Menteri, diserahkan kepada Gubernur/ Bupati / Walikota, bukan pada DPR. UU tersebut juga telah mengubah paradigma budgeting dari sistem lama yang berdasarkan input menjadi sistem baru yang berdasarkan kinerja periode sebelumnya. DAD malah akan mengembalikan paradigma lama.
    UU 1/2004 menyebutkan pengguna Anggaran bertanggung jawab kepada Presiden/ Gubernur/ Bupati/ Walikota. Pengguna di sini adalah Kementerian dan Lembaga eksekutif. DPR sebagai lembaga legislatif tidak diatur dalam UU untuk menggunakan Anggaran. Kembali DAD melanggar UU ini.
    UU 33/2004 mengenai asas dana perimbangan yang mencakup desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. DAD menafikan prinsip desentralisasi karena alokasi anggaran dibuat oleh DPR yang ada di pusat. Hal ini melanggar prinsip otonomi daerah di mana Pemda dan DPRD-lah yang menyusun anggaran untuk daerahnya (APBD).
    Selain telah melanggar hukum, DAD juga disinyalir tidak dapat mencapai motif awalnya yaitu pemerataan pembangunan dan pertumbuhan daerah. Mengapa? Karena DAD diberikan berdasarkan jumlah wakil rakyat per Dapil. Dapil di Jawa lebih banyak daripada Dapil di pulau lainnya sehingga jumlah wakil rakyatnya paling banyak. Sementara itu daerah yang miskin di Indonesia umumnya adalah daerah-daerah terpencil dengan jumlah wakil rakyat yang relatif lebih sedikit. Dengan demikian daerah yang miskin akan mendapatkan DAD dengan jumlah yang jauh lebih rendah dibanding daerah yang relatif lebih makmur. Sebagai contoh, DKI Jakarta yang memiliki angka kemiskinan terendah yakni 3,62 persen akan memperoleh dana aspirasi Rp 315 miliar, sementara Maluku yang angka Kemiskinannya 28,3 persen hanya mendapat dana aspirasi Rp 90 miliar. Jelas usulan ini bertentangan dengan logika pemerataan yang diungkapkan DPR.
    Kesimpulannya DAD tidak lain adalah politik pork barrel untuk menjaga status quo anggota DPR dengan cara membayar balik jasa konstituen dalam kampanye sebelumnya dengan menggunakan uang negara. Dengan cara tersebut anggota DPR akan mempunyai nama harum di Dapil-nya dan memperbesar kemungkinan ia terpilih kembali di pemilu berikutnya. Praktek seperti ini sudah dilegalkan di AS dan Filipina dan terbukti memang itulah tujuannya. Motivasi yang seakan mulia hanya digunakan sebagai bungkus taktik politik di balik pengusulan DAD ini.
    Hendaknya fraksi-fraksi di DPR menolak usulan dari Fraksi Golkar ini kecuali memang niatnya adalah mengikuti langkah oportunis Golkar. Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga harus menolak ide ini dan memberikan penjelasan ke publik alasan penolakan. Apabila alasan penolakan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas dapat dikemukakan dengan baik, niscaya publik akan setuju dan memberikan apresiasi kepada pemerintah. Saat ini beberapa LSM seperti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) telah menolak usulan DAD Golkar ini.
    Silakan informasi ini didiskusikan dan disebarkan bila dirasa bermanfaat. Pendidikan publik mengenai langkah oportunis politisi Senayan ini dibutuhkan, untuk memastikan wakil rakyat kita tidak menyalahgunakan kekuasaan dengan melanggar prinsip-prinsip keadilan dan hukum di negeri ini.Hendaknya fraksi-fraksi di DPR menolak usulan dari Fraksi Golkar ini kecuali memang niatnya adalah mengikuti langkah oportunis Golkar. Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga harus menolak ide ini dan memberikan penjelasan ke publik alasan penolakan. Apabila alasan penolakan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas dapat dikemukakan dengan baik, niscaya publik akan setuju dan memberikan apresiasi kepada pemerintah. Saat ini beberapa LSM seperti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) telah menolak usulan DAD Golkar ini. 

     

     

    Read ›
  • Koprol dibuat tahun 2009 diprakarsai oleh Fajar Budiprasetyo [Chief  Executive Officer] Daniel Armanto [Chief Technology Officer] dan Satya Witoelar [Chief Creative Officer] koprol telah berkembang luas, hingga saat ini user telah mencapai 75.000. Arti kata koprol itu sendiri adalah “roll kedepan” dalam bahasa Belanda maksudnya adalah “klik” agar kita mengetahui orang disekitar kita sedang apa, dan sedang berada dimana. Selain itu koprol juga dapat digunakan sebagai ajang untuk mencari pertemanan baru, mencari rekan bisnis.

    Read ›
  • Perginya SMI disertai pertanyaan mengenai sikap SBY yang tidak pernah akan terjawab. Namun, melihat ke depan, kita masih percaya bahwa Presiden tidak meninggalkan arah reformasinya. Andaikata SBY ingin mengubah arah reformasi, ia bisa memilih menteri keuangan yang lain.Ternyata pilihan Presiden adalah dua orang baik. Lebih penting di luar pentas pejabat, kita melihat perubahan pada media. Media baru seperti Twitter, Koprol, Facebook menjadi forum ekspresi independen.

    Read ›
  • Malam itu terkesan kuat bahwa ada awal gerakan, dimana SMI menjadi fokus. Perasaan kalah tidak ada sama sekali, digantikan oleh kesadaran bahwa etika tidak pernah akan hilang. Kemarin kita lengah bahwa SMI dibiarkan sendiri dalam kumpulan orang yang asing baginya. Orang yang berkonspirasi dalam 'the black market of power' yang dihidupkan oleh transaksi uang dan kekuasaan. Hutang piutang dari setiap kampanye yang dilaluli, 2004, 2009. SMI mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan keberadaannya disana, dan ini disambut oleh orang biasa bahwa kita bisa memulai yang baru. Seperti di-quote Rocky Gerung (kira-kira): 'perompak bisa merusak bunga mawar dalam kebun, tapi tidak bisa mencegah datangnya musim semi.'

    Read ›
  • [feat. YouTube links] KPI – SMI dalam kesempatan ini mengeluarkan beberapa pernyataan sikap antara lain percaya bahwa SMI akan tetap melaksanakan misinya untuk melakukan reformasi di lembaga keuangan internasional seperti yang sudah dia perjuangkan di G 20. Lalu mendesak Presiden untuk memilih menkeu baru yang bersih, professional, berintegritas serta bebas dari kepentingan–kepentingan politik. menyayangkan rendahnya pengharagaan atas kinerja, integritas dan prestasi SMI  oleh saudara di negeri sendiri. Serta menuntut agar nama baik Sri Mulyani segera direbilitasi jika memang tidak ada fakta hukum yang mempersalahkan beliau.

    Read ›
  • Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkan pembaruan politik Indonesia. Pertama, menghidupkan dialog orang biasa. Berkembangnya teknologi komunikasi dan kebebasan berpendapat tahun-tahun terakhir ini membuat orang  biasa berperan besar dalam mengarahkan masyarakat. Terlihat dalam  citizen journalism dalam format blog dan  perbincangan di social media  seperti Koprol, Twitter dan Facebook  yang bebas menyalurkan ekspresi individu. Social media kini bukan hanya berfungsi untuk mencari pertemanan tapi juga membantu teman membedakan yang benar dan yang salah.

    Read ›
  • Jika ada surga di dunia, mungkin ini adalah salah satunya. Cerita pengalaman dan pandangan mata Cinthya Sopaheluwakan dari Iceland yang memukau, menakjubkan tapi juga ternyata berbahaya, seperti terbukti sekarang membuat macet seluruh penerbangan Eropa dan sekitarnya. Laporan ini dibuat pada saat 'normal.' sebelum gunung berapi Eyjafjallajokull menghentikan belasan ribu penerbangan dan puluhan bandara internasional

    Read ›
  • Penelurusan kasus Bank Century oleh Golkar dan Pansus jelas bukan mengenai kebijaksanaan perbankan, sebab justru bailout dan penanganan DepKeu merupakan sukses besar. Kasus ini dihembuskan setalah para pihak yang merasa kuat, kalah pemilihan presiden. Kemudian usahawan politik yang terlempar keluar gelanggang gagal memperoleh janji perlindungan dari Kabinet Bersatu jilid dua. Setelah Golkar dan Pansus bergulat tiga bulan dengan sekuat tenaga, hasilnya sangat minim. Tidak ditemukan kecurangan pada SMI-Boediono. Tetap DPR memutuskan angka negatif untuk pemerintah, seperti guru memberikan angka 4 tapi tidak menunjukkan kesalahan pengerjaan ujian. Golkar mengaku kalah dan mundur, takut kehilangan semuanya. Tapi pendompleng partai lain tidak suka dihentikan, sebab terlanjur senang merasa menjadi idola masyarakat. Kenyataannya, mereka hanya dibesarkan citra oleh stasion televise milik usahawan politik.

    Read ›
  • harus ada pembedaan antara olahraga pribadi untuk kesehatan, kegembiraan, serta pendidikan sportivitas, dengan olahraga prestasi untuk hiburan masyarakat yang memajukan ekonomi. olahraga prestasi memutar roda ekonomi melalui sponsorhip yang meningkatkan motivasi bintang olahraga. Kedua, olahraga mendorong pembangunan infrastruktur seperti stadion, bandara, jalan akses, pembersihan korupsi. Tambah lagi efek multiplier dalam pariwisata, media dan bisnis retail. Contohnya Olimpiade di China, Korea dan Australia serta Piala Dunia di Afrika Selatan,

    Read ›
  • Sukses produk memerlukan bahan dan bumbu lengkap. Impian, passion, pengetahuan, sikap, jiwa eksperimentasi. Kalau semua ini berkumpul, brand akan menjaga produk di hati penggemarnya. Pemegang brand akan maju melesat, meninggalkan orang yang sama pintar, sama rajin, tapi kurang berani berimajinasi dan menuangkan impian mereka dalam sebuah brand. Karena itu, setiap kali Ebiet G Ade menyanyikan "Lagu Untuk Sebuah Nama", saya mengangguk dan tersenyum.

    Read ›
  • In case you haven't heard, we have launched tvTWO, with episodes listed in the lect margin of this Perspektif Online home page. Some in English, most in Indonesian.  Check it out!!

    Read ›
  • Indonesia dan Amerika memiliki sebuah kesamaan yang dapat meghubungkan dua negara ini kedepan. Yaitu Indonesia dan Amerika sama –sama baru keluar dari terowongan panjang dan gelap yang menenggelamkan dua negara ini.  Namun keduanya kini bisa menatap masa depan yang lebih cerah karena harapan terhadap demokrasi  tetap terbuka lebar ketika kepemimpinan ada di tangan orang yang tidak ingin merusak.

    Read ›
  • Sebab media banyak dimiliki orang yang berkepentingan dengan politik dan dua televisi berita merupakan milik pihak yang tidak suka dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),maka tidak bisa diharapkan kebenaran akan keluar dari kedua televisi itu. ”Koran” besar juga entah mengapa mengambil sikap berseberangan dengan Presiden. Hal yang jarang terjadi sejak ”koran” itu menyerang Presiden Habibie dengan argumen yang lebih bisa dimengerti.

    Read ›
  • After a hard parliamentary battle that defeated his Partai Demokrat, President Yudhoyono has amazingly found a strategic advantage.  With their parliamentary victory, Golkar found themselves with no strategy for the next rounds. Golkar is undecided between continuing the juggernaut against the government and holding on to their coalition privileges. It is not an easy position for Bakrie. His real motive was the elimination of the Ministry of Finance from office to prevent the unraveling of his illegal business practices. As SBY made it clear he is firm in defending Sri Mulyani, Bakrie has no recourse than try to regain the goodwill of the president. T

    Read ›
  • Wawancara MIMBAR POLITIK dengan Wimar Witoelar: kita harus lihat Golkar itu kumpulan bermacam-macam orang. Sekarang orang yang berkuasa di Golkar itu orangnya Aburizal Bakrie. Jadi yang dijaga itu sebetulnya bukan kepentingan Golkar, tetapi kepentingan Aburizal Bakrie. Orang Golkar sejati yang dari dulu di situ tidak punya sikap sekeras Golkar di pansus, misalnya. Sikap Golkar di pansus itu sikap Aburizal Bakrie.

    Read ›
  • Kami menerima dari Medan: Catatan ini saya kirim ke Surat Pembaca Harian Kompas beberapa minggu lalu tapi tidak dimuat. dikirim dengan nama jelas dan catatan berikut: 'Selamat pagi Pak. Saya mohon Bapak dapat memuat ini di Perspektif Online. Terima kasih.'

    Kami muat disini Pak

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›