Articles

  •  

    Saat ini perubahan iklim sedang terjadi. Jika laju perubahan iklim tidak dihentikan atau diperlambat, maka yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan adalah generasi muda. Karena itu mereka harus memahami perubahan iklim dan menjadi aktor utama untuk membantu memperlambat proses perubahan iklim.
    Sebagai upaya sosialisasi dan edukasi publik ke generasi muda khususnya mahasiswa mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Yayasan Perspektif Baru (YPB) bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang menggelar program Perspektif Baru Webinar dengan topik Hidup Baru dengan Energi Terbarukan pada Senin (12/10). 
    Saat ini perubahan iklim sedang terjadi. Jika laju perubahan iklim tidak dihentikan atau diperlambat, maka yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan adalah generasi muda. Karena itu mereka harus memahami perubahan iklim dan menjadi aktor utama untuk membantu memperlambat proses perubahan iklim.
    Sebagai upaya sosialisasi dan edukasi publik ke generasi muda khususnya mahasiswa mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Yayasan Perspektif Baru (YPB) bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang menggelar program Perspektif Baru Webinar dengan topik Hidup Baru dengan Energi Terbarukan pada Senin (12/10). 

     

    Read ›
  • As he admitted himself to the hospital he wore a mask. Now the true believers are shaken and disoriented. President Trump had requested admission to Walter Reed Hospital. His condition is a closely kept secret but we know he is taking experimental drugs. We pray for the best but his colleagues in government and the Republican Party are joining the covid-19 patient list: White House staff, senior congressmen. Many were present at the Rose Garden reception for nominee to the Supreme Court, Amy Coney Barrett. The names kept trickling in, making the Rose Garden reception live up the moniker Super Spreader Event.

    Read ›
  • OK, let us talk (yet again) about clean energy and indigenous peoples’ environment. Some people might say I am biased since I am a consultant working for the Batang Toru hydroelectric power plant in North Sumatra but the underlying logic is too clear to be ignored. Clean energy infrastructure and environmental protection can and should coexist. It is baffling that some still believe the two are in conflict. Thus the topic warrants repeating.

    Read ›
  • Now China is starting to bare its fangs as a global political power. The case is apparent in the current South China Sea dispute. A conflict broke out as many have long expected. It involved seven nations, all with substantial navies and covered the area of the South China Sea. With seven countries, each with substantial firearms, it was a wonder that all escaped without heavy penalties. Sure there was a Malaysian battleship attack on a Vietnamese fisherman ship which resulted in one Vietnamese fisherman getting killed. But outside of that incident, it was mostly tension and loud words.

    Read ›
  •  

    Saat memasuki dunia baru selepas Covid-19, energi terbarukan merupakan hal mutlak.
    WIMAR WITOELAR, Pakar Komunikasi Hijau
    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan. Masa rehat ini memberikan kesempatan bagi kita belajar dan berubah tentang berbagai hal. Setiap hari kita menjalani pandemi ini. Setiap hari pula kita mengalami perubahan.
    Ada perubahan yang datang sendiri, ada yang dibuat oleh kita. Perubahan yang datang sendiri adalah virus itu sendiri. Jelas, virus itu membawa perubahan. Ratusan ribu orang meninggal di dunia akibat Covid-19.
    Kalau kita berbulan-bulan mengalami ancaman dan perubahan, mau tidak mau seharusnya kita menyadari tak bisa membiarkan ini berlangsung terus. Kita harus belajar menjalankan cara-cara yang disarankan untuk menghindari Covid-19.
    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan. Masa rehat ini memberikan kesempatan bagi kita belajar dan berubah tentang berbagai hal. Setiap hari kita menjalani pandemi ini. Setiap hari pula kita mengalami perubahan.
    Ada perubahan yang datang sendiri, ada yang dibuat oleh kita. Perubahan yang datang sendiri adalah virus itu sendiri. Jelas, virus itu membawa perubahan. Ratusan ribu orang meninggal di dunia akibat Covid-19.
    Kalau kita berbulan-bulan mengalami ancaman dan perubahan, mau tidak mau seharusnya kita menyadari tak bisa membiarkan ini berlangsung terus. Kita harus belajar menjalankan cara-cara yang disarankan untuk menghindari Covid-19.

     

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan saat menghidupkan kembali kegiatan sehari-hari dan kegiatan ekonomi harus tanpa mengundang bahaya dari bangkitnya kembali COVID-19. Tetapi kebijaksanaan untuk menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada hakekatnya mempersilakan penduduknya untuk ke luar dari pengasingan zaman COVID-19 dan mulai menghidupkan roda perekonomian serta kegiatan sehari-hari.

    Read ›
  • Wimar mengatakan peristiwa rasisme terhadap warga AS George Floyd, yang mengalami perlakuan brutal polisi dan kemudian meninggal, tidak berdiri sendiri. Ini berangkaian mulai dari pembunuhan sampai kepada unjuk rasa, kekerasan, dan reaksi balik Trump yang berlebih kejam. Tetapi di balik itu juga dasarnya sangat kuat dalam tradisi politik kebudayaan AS, dimana sejarah rasisme itu tidak hilang juga bahkan di masa pemerintahan Trump lebih dipertebal.

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan kita harus pertahankan fokus pada mengatasi pandemi COVID-19, Janganlah mengurus politik kecil, politik pribadi agenda perebutan kekuasaan. Biarkanlah seakan-akan orang Indonesia lupa berpolitik, dan biarkanlah sosial media hanya berisi soal sehari-hari, soal bagaimana mengatasi kebutuhan karena tidak adanya kegiatan ekonomi, dan bagaimana memelihara kesehatan supaya terhindar dari COVID-19.

    Read ›
  • Wimar mengatakan bagi mereka yang terpaksa harus bekerja lagi maka bekerja. Tapi bagi mereka yang bisa menunggu maka dilanjutkan saja pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai betul-betul aman nanti. Jadi tidak ada sebetulnya konflik kepentingan, atau kompromi antara keamanan kesehatan dengan kegiatan ekonomi. Dua-duanya harus berjalan.

    Read ›
  •  

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

     

    Read ›
  • Wimar mengatakan COVID-19 mulainya berbeda-beda sehingga berhentinya juga berbeda-beda. Kalau berhentinya tidak hati-hati, itu bisa seperti truk yang remnya blong. Bisa berhenti, lalu jalan lagi. Bisa ada gelombang kedua atau ketiga. Kecuali kalau seperti di Islandia dimana semua penduduk sudah mulai kira-kira bersamaan dan sudah berhenti bersamaan juga. Jadi sudah selesai. Namun tidak semua negara memiliki cerita penanganan COVID-19 seperti Islandia. Di sebagain besar negara, seperti Indonesia, AS, dan di negara-negara Eropa itu runyam dan pusing sekali.

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan babak kedua dari pandemi COVID-19 sudah hampir mulai. Di babak kedua ini semua masih serba sulit diperhitungkan. Namun yang jelas adalah keadaan tidak bisa menjadi kembali normal dalam waktu singkat. Agar keadaan bisa lebih baik dibutuhkan vaksin yang hingga sekarang belum ditemukan dan setelah ditemukan masih perlu proses lama sampai bisa dimanfaatkan semua orang.

    Read ›
  • Wimar Witoelar berbagi beragam kilasan pikirannya mengenai perkembangan terbaru bagaimana dunia menghadapi virus Corona. Kini berbagai negara termasuk Norwegia, Spanyol, Swiss dan Amerika Serikat mulai bersiap-siap keluar dari pandemi COVID-19. Ini dilakukan terutama dengan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. Tidak semua negara punya sudut pandang yang sama. Amerika Serikat melakukannya dengan cara Donald Trump yang seperti berjudi yaitu mengambil resiko besar untuk menaikkan peluangnya menang pemilihan presiden Amerika Serikat di bulan November.

    Read ›
  • Menurut Wimar Witoelar, orang sudah mulai memikirkan dan merencanakan bagaimana nanti kita keluar dari cengkraman pandemi ini, dan bagaimana langkah-langkahnya. Kalau keluarnya tidak hati-hati maka pandemi bisa kembali lagi dengan lebih dahsyat. Jadi jalan turun itu sama susahnya dengan jalan naik. Para pengambil kebijaksanaan merasakan tekanan ini.

    Read ›
  • Wimar mengatakan kita akan melalui COVID-19 ini seperti kita melalui suatu portal, suatu pintu gerbang dari kegelapan ke arah mudah-mudahan pencerahan dan mudah-mudahan energi yang baru. Kita berharap bahwa setelah pademi berlalu maka semangat orang akan kembali bangkit lagi, bahkan kalau bisa melebihi semangat semula. Namun yang lebih fundamental dari itu adalah bagaimana kemudian portal COVID-19 itu mempengaruhi perubahan sosial.

    Read ›
  • Wimar Witoelar berbagi beragam kilasan pikirannya mengenai virus Corona, termasuk di dalamnya adalah pemaparan mengenai sejarah Hari Bumi yang berawal dari keberhasilan pesawat antariksa AS mendarat di Bulan. Peristiwa tersebut makin menumbuhkan apresiasi tinggi pada alam kita, sehingga pada tahun itu juga di AS dibentuk  Environment Protection Agency (EPA).

    Read ›
  • In the most comprehensive report to date on the economic implications of protecting nature, over 100 economists and scientists find that the global economy would benefit from the establishment of far more protected areas on land and at sea than exist today. The report considers various scenarios of protecting at least 30% of the world’s land and ocean to find that the benefits outweigh the costs by a ratio of at least 5-to-1. The report offers new evidence that the nature conservation sector drives economic growth, delivers key non-monetary benefits and is a net contributor to a resilient global economy.

    In the most comprehensive report to date on the economic implications of protecting nature, over 100 economists and scientists find that the global economy would benefit from the establishment of far more protected areas on land and at sea than exist today. The report considers various scenarios of protecting at least 30% of the world’s land and ocean to find that the benefits outweigh the costs by a ratio of at least 5-to-1.

    Read ›
  • By: Wimar Witoelar & Monica Ayu P.

     

    We are so very different, America the world’s most advanced nation and Indonesia, a nation striving to make it into the ranks of the advanced. Yet there are remarkable similarities to make it possible, indeed necessary, to learn from each other. Population size, natural endowments, cultural pluralism, and a desire for democracy. One tends to simplify the analysis by looking at the chief executives as if it is useful to look at the presidents of each country.

    Read ›
  • Presiden Amerika Serikat periode ini yaitu Donald Trump adalah figur yang terus-menerus mengundang kontroversi. Menjelang satu tahun menuju pemilihan umum Amerika Serikat mendatang pun ia masih saja terus menjadi sorotan negatif media. Lalu apa yang membedakan posisi Donald Trump sekarang dengan keadaannya di waktu-waktu kontroversi sebelumnya? Wimar Witoelar yang merupakan mantan juru bicara Presiden Gus Dur memberikan perspektifnya pada 28 Oktober 2019 di studio Yayasan Perspektif Baru.

    Read ›
  • SUPPORT: A number of South Tapanuli residents asked the Medan Administrative Court to reject Forum for the Environment's lawsuit and ask the Chinese Consul General to ignore the campaign launched by it and hope that the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) will continue.

    MEDAN - A number of foreign institutions expressed various provocations in an effort to inhibit the construction of the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP), South Tapanuli. The community was asked to ignore the provocation, and to focus on the fact that North Sumatra's interests were related to that energy.

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›