Articles

  • Wimar mengatakan bagi mereka yang terpaksa harus bekerja lagi maka bekerja. Tapi bagi mereka yang bisa menunggu maka dilanjutkan saja pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai betul-betul aman nanti. Jadi tidak ada sebetulnya konflik kepentingan, atau kompromi antara keamanan kesehatan dengan kegiatan ekonomi. Dua-duanya harus berjalan.

    Read ›
  •  

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

     

    Read ›
  • Wimar mengatakan COVID-19 mulainya berbeda-beda sehingga berhentinya juga berbeda-beda. Kalau berhentinya tidak hati-hati, itu bisa seperti truk yang remnya blong. Bisa berhenti, lalu jalan lagi. Bisa ada gelombang kedua atau ketiga. Kecuali kalau seperti di Islandia dimana semua penduduk sudah mulai kira-kira bersamaan dan sudah berhenti bersamaan juga. Jadi sudah selesai. Namun tidak semua negara memiliki cerita penanganan COVID-19 seperti Islandia. Di sebagain besar negara, seperti Indonesia, AS, dan di negara-negara Eropa itu runyam dan pusing sekali.

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan babak kedua dari pandemi COVID-19 sudah hampir mulai. Di babak kedua ini semua masih serba sulit diperhitungkan. Namun yang jelas adalah keadaan tidak bisa menjadi kembali normal dalam waktu singkat. Agar keadaan bisa lebih baik dibutuhkan vaksin yang hingga sekarang belum ditemukan dan setelah ditemukan masih perlu proses lama sampai bisa dimanfaatkan semua orang.

    Read ›
  • Wimar Witoelar berbagi beragam kilasan pikirannya mengenai perkembangan terbaru bagaimana dunia menghadapi virus Corona. Kini berbagai negara termasuk Norwegia, Spanyol, Swiss dan Amerika Serikat mulai bersiap-siap keluar dari pandemi COVID-19. Ini dilakukan terutama dengan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. Tidak semua negara punya sudut pandang yang sama. Amerika Serikat melakukannya dengan cara Donald Trump yang seperti berjudi yaitu mengambil resiko besar untuk menaikkan peluangnya menang pemilihan presiden Amerika Serikat di bulan November.

    Read ›
  • Menurut Wimar Witoelar, orang sudah mulai memikirkan dan merencanakan bagaimana nanti kita keluar dari cengkraman pandemi ini, dan bagaimana langkah-langkahnya. Kalau keluarnya tidak hati-hati maka pandemi bisa kembali lagi dengan lebih dahsyat. Jadi jalan turun itu sama susahnya dengan jalan naik. Para pengambil kebijaksanaan merasakan tekanan ini.

    Read ›
  • Wimar mengatakan kita akan melalui COVID-19 ini seperti kita melalui suatu portal, suatu pintu gerbang dari kegelapan ke arah mudah-mudahan pencerahan dan mudah-mudahan energi yang baru. Kita berharap bahwa setelah pademi berlalu maka semangat orang akan kembali bangkit lagi, bahkan kalau bisa melebihi semangat semula. Namun yang lebih fundamental dari itu adalah bagaimana kemudian portal COVID-19 itu mempengaruhi perubahan sosial.

    Read ›
  • Wimar Witoelar berbagi beragam kilasan pikirannya mengenai virus Corona, termasuk di dalamnya adalah pemaparan mengenai sejarah Hari Bumi yang berawal dari keberhasilan pesawat antariksa AS mendarat di Bulan. Peristiwa tersebut makin menumbuhkan apresiasi tinggi pada alam kita, sehingga pada tahun itu juga di AS dibentuk  Environment Protection Agency (EPA).

    Read ›
  • In the most comprehensive report to date on the economic implications of protecting nature, over 100 economists and scientists find that the global economy would benefit from the establishment of far more protected areas on land and at sea than exist today. The report considers various scenarios of protecting at least 30% of the world’s land and ocean to find that the benefits outweigh the costs by a ratio of at least 5-to-1. The report offers new evidence that the nature conservation sector drives economic growth, delivers key non-monetary benefits and is a net contributor to a resilient global economy.

    In the most comprehensive report to date on the economic implications of protecting nature, over 100 economists and scientists find that the global economy would benefit from the establishment of far more protected areas on land and at sea than exist today. The report considers various scenarios of protecting at least 30% of the world’s land and ocean to find that the benefits outweigh the costs by a ratio of at least 5-to-1.

    Read ›
  • By: Wimar Witoelar & Monica Ayu P.

     

    We are so very different, America the world’s most advanced nation and Indonesia, a nation striving to make it into the ranks of the advanced. Yet there are remarkable similarities to make it possible, indeed necessary, to learn from each other. Population size, natural endowments, cultural pluralism, and a desire for democracy. One tends to simplify the analysis by looking at the chief executives as if it is useful to look at the presidents of each country.

    Read ›
  • Presiden Amerika Serikat periode ini yaitu Donald Trump adalah figur yang terus-menerus mengundang kontroversi. Menjelang satu tahun menuju pemilihan umum Amerika Serikat mendatang pun ia masih saja terus menjadi sorotan negatif media. Lalu apa yang membedakan posisi Donald Trump sekarang dengan keadaannya di waktu-waktu kontroversi sebelumnya? Wimar Witoelar yang merupakan mantan juru bicara Presiden Gus Dur memberikan perspektifnya pada 28 Oktober 2019 di studio Yayasan Perspektif Baru.

    Read ›
  • SUPPORT: A number of South Tapanuli residents asked the Medan Administrative Court to reject Forum for the Environment's lawsuit and ask the Chinese Consul General to ignore the campaign launched by it and hope that the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) will continue.

    MEDAN - A number of foreign institutions expressed various provocations in an effort to inhibit the construction of the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP), South Tapanuli. The community was asked to ignore the provocation, and to focus on the fact that North Sumatra's interests were related to that energy.

    Read ›
  • MEDAN, KOMPAS.com - The judges of the Medan State Administrative Court (PTUN) chaired by Jimmy Claus Pardede decided to reject all claims filed by the North Sumatra Indonesian Environmental NGOs Forum (WALHI). According to the judge, this decision was based on evidence and statements of witnesses at the trial.

    Read ›
  • REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Batangtoru area in South Tapanuli, North Sumatra, is an earthquake zone area. This makes infrastructure development in the area still refers to earthquake risk mitigation.

    Geologist of Bandung Institute of Technology (ITB) Prof. T Abdullah Sanny said, the earthquake zone in the Batangtoru area does not mean there should be no infrastructure development. According to Abdullah, development can work as long as it has a comprehensive research study. The results of these studies serve as guidelines for determining the infrastructure model to build. This step aims to mitigate the risk of seismicity.

    Read ›
  • REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - The results of continuous monitoring by the Directorate General of Natural Resources and Ecosystem Conservation (KSDAE) team of the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) show that the construction of the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) in South Tapanuli, North Sumatra, is still safe for orangutans. The government is optimistic that development activities are in accordance with regulations and are environmentally friendly because when operating the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) requires sustainable and proorangutan forests for the continuity of their raw water supply.

    Read ›
  • REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - The manager of the Batangtoru hydropower project, PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE), claimed that the hydropower plant (HEPP) construction project did not disturb the orangutan habitat of Tapanuli (Pongo tapanuliensis). The reason is that the government, covering an area of 163 thousand hectares, only limited to 122 hectares out of the total area permits the project area under the project management.

    Read ›
  • South Tapanuli (Antaranews North Sumatra) - Various elements of the Sipirok community affirmed the presence of the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) will be able to stimulate the economy of the local community.

    "Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) is very useful for us, for education, for tourism, and for the future of our children and grandchildren, besides covering the need for an electrical energy crisis," said Rifai Pane and Siagian Clay.

    Read ›
  • Medanbisnisdaily.com-Medan. North Sumatra Hydro Energy (NSHE) company as the manager of the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) with a capacity of 510 MW, carries a hospitality mission while visiting the editorial of medanbisnisdaily.com, S. Parman Road, Medan, on Thursday (02/21/2019).

    They acknowledged that the blockage of the company's information flow to the public had been used by a number of parties to attack the Batang Toru Hydropower so far. One of them is the issue of water logging issues. Unmitigated, the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) is said to be inundating around 9,600 Batang Toru forests.

    Read ›
  • Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) on APL, Not Forest

    Indeed, the presence of the Batang Toru Hydro Electric Power Plant (HEPP) to support the government program to build 35,000 MW until 2022. Inside supporting this effort, Batangtoru Hydropower is willing to invest US $ 1, 6 billion or around 20 trillion rupiahs more. But not yet this project is fully implemented, the issue of environmental destruction has been rolled out by a number of NGOs.

    Read ›
  • Jakarta – Wimar Witoelar hadir menjadi salah satu tokoh senior dalam acara Deklarasi dukungan Alumni Kanisius terhadap Jokowi-Ma’aruf pada hari Minggu (03/02) di Gedung Joang 45, Menteng. Turut hadir pula tokoh-tokoh senior yang juga merupakan Alumni Kanisius yakni Ginandjar Kartasasmita, Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, Akbar Tandjung, hingga Harijono Djojodiharjo.

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›