Articles

Arti Perspektif Wimar Di Mata Co-Host

Perspektif Wimar
17 June 2008

Oleh Didiet Adiputro

Sudah hampir tiga bulan lamanya Perspektif Wimar setia menemani sarapan pagi anda di layar tv, dan tidak lama lagi akan segera menghilang dari layar kaca anda entah untuk sementara atau seterusnya (jangan sampe deh!!). Jika anda salah seorang penonton setia Perspektif Wimar, maka anda  pasti ingat dengan tiga orang Wimar’s Angels alias tiga co host  yang selalu setia menjadi pramugari yang baik bagi sang captain (WW) untuk membantu menambah keceriaan para pemirsa di pagi hari.

So, untuk menutup pertemuan selama tiga bulan yang berkesan ini, ketiga co host yaitu Meisya Siregar, Cathy Sharon dan Melissa Karim  akan berbagi cerita, kesan  dan perspektif selama menjadi “pendamping” Wimar Witoelar. Yuk, kita liat cerita mereka…

 

Meisya Siregar

Ketika pertama kali diminta menjadi co host Wimar Witoelar, Meisya mengaku sampai bingung harus ngapain karena terlalu excited. Soalnya menjadi co host di acara talk show yang banyak mengangkat tema  sosial politik seperti  Perspektif  Wimar merupakan pengalaman yang relatif baru bagi Meisya, yang biasanya membawakan acara musik, entertainment atau gossip, “jadi jomplang banget”, katanya. Tapi setelah ketemu WW, justru malah nggak gerogi dan nggak minder, jadi enjoy ngejalanin setiap paginya.

Secara pribadi, Meisya mengaku mendapat banyak manfaat dari para narasumber, karena bukan hanya tau pemikiran-pemikiran mereka tapi juga tau secara lebih personal. “Jadi kalau dulu cuma bisa menyalahkan aja, sekarang jadi lebih tau gimana pekerjaan mereka, dan kita juga punya perspektif lebih tentang si narasumber”, ujarnya. Bahkan yang paling berkesan, ketika  Menristek Kusmayanto Kadiman yang  pernah jadi salah satu narasumber, mengatakan bangga bisa tampil bersama Meisya. Sehingga edisi dengan Pak Kusmayanto dan Yuddy Chrisnandi (tentang kasus BLBI) menjadi salah satu favoritnya.

Menanggapi penghentian Perspektif Wimar dengan alasan rating, meskipun banyak sponsor, respon masyarakat dan media yang begitu besar, Meisya menganggap rating cuma ‘omong kosong’ belaka. “udah jadi rahasia umum kalau rating bisa dibeli”, kata Meisya. Karena dari pengalamannya di dunia entertainment, ‘konon’ produser bisa membeli rating lewat orang dalam di perusahaan itu. Bagi Meisya, acara yang bagus bukan diindikasikan dengan rating, tapi yang paling penting dapat memberikan kontribusi positif bagi pemirsa.

Perspektif Wimar bukan hannya memberikan efek postif bagi pemirsanya, tapi juga bagi Meisya secara pribadi. Karena jadi co host di Perspektif Wimar, Meisya mengaku mendapat beberapa tawaran  pekerjaan untuk acara-acara yang terbilang serius. Meskipun sempat heran kenapa dia yang dipilih, Meisya sadar bahwa dengan jadi co host di  Perspektif Wimar, orang jadi percaya dengan kapabilitasnya. “Mereka ingin aku seperti di Perspektif Wimar”, cerita Meisya.

Bicara Perspektif Wimar, maka juga bicara tentang bangun pagi. Meskipun Meisya mengaku bukan morning person karena biasa bangun sekitar jam sebelasan. Jadi bangun pagi pada awalnya menjadi masalah yang serius, tapi karena sang suami sangat mendukung jadi bangun pagi bukan masalah lagi. Karena harus bangun jam 4 pagi untuk syuting live, alhasil Bebi Romeo sang suami juga ikut-ikutan repot. “Tapi hikmahnya jadi bisa ngerubah pola hidup”, ujar Meisya.

Penggambaran Perspektif Wimar juga diungkapkan oleh Meisya lewat empat kata yaitu: Fresh, Edukatif, Esensi, namun Santai kaya di pantai

 

Cathy Sharon

Mirip seperti Meisya, Cathy yang pertama kali di hubungi untuk jadi co host Perspektif Wimar juga ngerasa deg-degan dan nggak percaya. Hal pertama yang dilakukannya sebelum audisi adalah research mengenai Wimar Witoelar dan setelah itu dia baru sadar kalau WW adalah salah satu orang penting di Indonesia. Cathy menganggap Perspektif Wimar adalah tantangan dan punya rangsangan intelektual buat dia pribadi.

Menjadi co host  di Perspektif Wimar jelas beda banget dengan kerjaan Cathy sebelumnya. “Kalau dulu seberat-beratnya jadi moderator yang temanya tentang computer, sekarang harus berhadapan dengan para politisi”, ujar mantan VJ MTV ini. Tapi dengan gitu dia merasa belajar banyak tentang politik, karena walaupun ngebawain acaranya sambil senyum-senyum  tapi pertanyaan dari bang Wimar tetap menikam.

Pengalaman sampai mau nangis juga pernah dirasakan Cathy ketika episode tragedi Mei 98 oleh Ester Yusuf. Menanggapi mau berhentinya acara Perspektif Wimar karena maslah rating, Cathy beranggapan bahwa kita sebenarnya nggak bisa ngandalin rating, karena pendidikan kita yang masih  kurang baik, jadi bagaimana masyarakat mau terima acara yang berkualitas? “lagi pula acara ini baru tiga bulan”, ujarnya.

Perubahan image orang terhadap dia juga dirasakan oleh Cathy, yang dianggap lebih matang dan dewasa. Pokoknya orang-orang udah tau kalau Cathy lagi konsentrasi dan menggeser scroll blackberry dengan cepat, pasti dia sedang research untuk bahan materi Perspektif Wimar!

Cathy yang sehari-harinya memang bangun pagi, pada awalnya merasa agak berat karena harus bangun jam 4 pagi, tapi lama – lama enjoy juga. “Pokonya dibela-belain, walaupun dengan kondisi sakit”

Kalau diungkapkan dengan empat kata, maka Perspektif Wimar bagi Cathy:
Edukatif, Seru, Entertaining dan beda dari yang lain.

 

Melissa Karim

Melissa yang terkenal lincah dan cerdas ini merasa senang banget bisa bergabung di Perspektif Wimar, dan pastinya Wimar Witoelar lah yang  menjadi motifasi utama buat Mellisa. “WW itu bisa intergenerasi, kalau di radio perlu waktu satu tahun untuk nyambung sama partner siaran, sementara WW bisa langsung nyambung dan ada kimianya”., ujarnya.  Perspektif Wimar juga memberikan energi positif buat dia, “WW orangnya joyful, dengan dibantu tim yang oke banget”, lanjut Melissa.

Seperti homeschooling, di Perspektif Wimar Melissa bisa dapet kenalan baru, dan pastinya knowledge sehingga orang melihat jadi lebih pinter, nggak sekedar ngebanyol dan lebih dewasa. Ketika ditanya apa episode favoritenya, Melissa menjawab semua episode justru menjadi favoritnya tanpa terkecuali, mulai dari Rano Karno, Rafika duri sampai Menteri Perhubungan.

Mengenai penghentian acara ini karena rating, Melissa beranggapan bahwa rating tidak bisa menjadi tolak ukur sebuah acara berkualitas atau tidak. Karena bagi Melissa penonton Perspektif Wimar bukan kebanyakan masyarakat Indonesia, tapi intelektual yang bukan semata-mata mencari hiburan. “Tapi  kembali lagi pada kebijakan stasiun tv , meskipun acara Perspektif Wimar sponsornya banyak dan diomongin banyak orang”, ujar panelis acara silat lidah ini.

Melissa juga sedih karena Perspektif Wimar akan segera hilang dari layar kaca, karena bagi dia justru sejak adanya tv swasta yang seharusnya berperan mencerdaskan bangsa, tapi orientasinya malah uang, rating, dll. sehingga masyarakat akan semakin kekurangan tontonan berkualitas.

Empat kata dari Melissa untuk Perspektif Wimar adalah:
Menyenangkan, Semangat, Pengetahuan, dan Berkat

 

Setelah lihat pendapat ke tiga co host yang selalu menemani pagi anda, sekarang bagaimana tanggapan anda tentang Perspektif Wimar?

 

Baca juga:

Print article only

25 Comments:

  1. From dmitri on 18 June 2008 07:20:00 WIB
    Perspektif udah jadi jaminan mutu dari dulu, kok. dan lagi, siapa bilang barang mahal bisa dibeli semua orang?

    buat WW: keep offering quality. lebih baik terus berevolusi dari pada extinct lewat ratings. semoga podcasting dan video-streaming nantinya bisa kasih alternative.
  2. From Teddhy on 18 June 2008 08:16:06 WIB
    Bang WW aku sangat mendukung acara PW tetap mengudara. Sebab acara PW memberikan banyak pelajaran berharga buat bangsa Indonesia, apa lagi dengan host bang WW yang sangat excelent sekali. Pemikiran bang WW yang terwujud dalam pertanyaan-pertanyaan sangat membuka cakrawala pemikiran untuk penonton acara PW. Rating sebenarnya belum dapat diterapkan di bangsa ini yang terlalu senang dengan berita-berita gosip. Selamat berjuang terus untuk PW dan WW beserta ke-3 co-host.
  3. From Kang Nizar on 18 June 2008 08:18:35 WIB
    PW memancing pola pikir saya untuk memberikan perspektif terhadap sesuatu yg sedang hot di negeri ini (of course based on fact or reality).
    Dalam demo mahasiswa ngga ada tuh tuntutan untuk memberhentikan tayangan PW ( ya iyalah.. mereka kan demo kenaikan harga BBM).
    Maju terus PW, hancurkan rezim sinetron!!!
  4. From agam on 18 June 2008 09:36:47 WIB
    Oom W...mudah2an jika benar gak diperpanjang kontraknya masih ada jalan untuk menikmati acara2 Oom, emang aneh liat acara tv sekarang suka ikut2an n tapi emang dasar dia yang pada punya duit n bisnis, acara yg kaya Oom ini jadi korban..bikin acara dong oom kalo emang acara ini habis kontrak sekalian ama co-host (PW angels)
  5. From pras on 18 June 2008 11:53:50 WIB
    jangan sedih Bang WW & CO Host, sebuah perspektif selalu memicu perspektif baru, yakinlah perspektif terhadap penilaian rating dll, akan menjumpai perspektif yang baru, jangan ragu akan efek perspektif anda
  6. From wimar on 18 June 2008 16:23:20 WIB
    Meisya, Cathy dan Melissa masing2 mempunyai kepribadian sendiri-sendiri. Tapi tiga-nya sangat profesional dan sungguh-sungguh menjalankan pekerjaan. Itu menjadi inspirasi kuat bagi saya untuk mengusahakan yang terbaik. Tidak ada cela apapun selama kerja tiga bulan, kalau dilihat dari perspektif saya. They have made the show fun, vibrant and full of energy. Tanpa mereka, Perspektif Wimar tidak akan bisa memuaskan penonton dan penyelenggaranya seperti yang kita alami. Positive energy, optimism, sincerity and good vibrations.
  7. From iyoo on 18 June 2008 16:36:59 WIB
    saat bertemu mba mel waktu itu, bener kata WW, she's great. setidaknya dia tahu apa topik politik hangat, dan mba mel juga bisa mengejar topik-topik yang dibicarakan dengan baik kok. begitu juga dengan mba cathy sama mba meisya, walaupun kita belum pernah ketemu.

    perjalanan ke sekolah bakal sepi nih kalo ga nonton PW di tv mobil. seenggaknya berkat PW, seorang iyo bisa tau politik dikit-dikit dengan cara yang mudah: nonton tv :)
  8. From |richard.p.s| on 19 June 2008 03:45:41 WIB
    ANTV baik sekali deh. Karna telah mem-fasilitasi PW untuk recruitment, training, and placement orang-orang berkwalitas *ongkosnya pasti mahal*, sehingga menciptakan team PW yang luar biasa. Jadi, di ANTV itu itung-itung memantapkan pondasi dan pemanasan ... PW pasti jadi lebih besar. Dan kalau ANTV minta balik, tanya begini aja: \"station tipi situ memangnya mau dijual berapa\"?

    Pertanyaannya, faktor apa yang membuat ANTV lebih memilih merugi, dibandingkan membenahi? Bukankah ratting rendah mengartikan rendahnya iklan?
  9. From ADHE on 19 June 2008 09:27:46 WIB
    Saya sangat KEHILANGAN buangeeeet dengan program yg berkualitas ini yang selalu saya ikuti mulai dari pertama muncul dan WW adalah my favorite ku dari sejak dulu banget WW muncul distasiun lain. Kalau karena rating alasannya apa bener sih saudara2 ku sebangsa dan setanah air ini yang senang dengan program best quality macam ini "sedikit" ? so penonton yg senang dengan program berkualitas itu "sedikit" ? Bang WW, saya akan ikuti kemana jalan anda and do'aku selalu bersama mu......
  10. From galih setyo p on 19 June 2008 10:32:28 WIB
    Perspektif Wimar membuat topik BERAT jadi RINGAN..
    dan bisa jadi "morning energizer" untuk menjalani seharian penuh.
    Apalgi pas ngedatangin HS Dillon..wooww..really inspired...
    kalau acara ini jadi hilang dr ANTV, saya yakin TV lain bakal berebut untuk menayangkannya..don't worry bro..
    masih ada TVOne atau MetroTV yang masih concern dg tayangan berkualitas...
  11. From Dian Achdiani on 19 June 2008 11:00:18 WIB
    Mengucapkan selamat atas penghentian Perspektif Wimar. Lho?

    Hehe, maksudnya, PW yang setengah jam itu diberentiin, tapi trus bikin lagi yang sejam! Iya! Bikin lagi di stasiun mana gitu yang nggak merhatiin rating, dan waktunya jangan setengah jam. Minimal sejam! Ya?

    Boyongan aja semuanya, Bang Wimar and Three Angels!
  12. From diny on 19 June 2008 14:15:09 WIB
    4 dari saya about PW:
    - good show,
    - good host & co host,
    - good topic,
    - how come acara gini gak diterusin?

    eh lima ding, yang satu lagi:
    - gak habis pikir:D
  13. From Udi on 19 June 2008 16:48:20 WIB
    Saya merasa kehilangan banget deh. Perspektif adalah satu2nya acara TV yg saya tonton di pagi hari. Sambil ngopi sebelum berangkat kerja. Kalo disuruh nonton sinetron mulu kapan pinternya bangsa ini? Masa iya sih nyerah sama kepentingan pasar? Lha pasar siapa yg menciptakan? Gak habis pikir deh.
  14. From J. Sulaiman on 19 June 2008 21:54:00 WIB
    Penampilan 3 Co-Host secara umum sangat baik. Walaupun kadang2 sesaat seperti sulit bersikap karena tidak tahu harus berkomentar atau bertanya apa (kecuali Melissa), tapi dengan cepat pulih kembali karena self confident yang tinggi. Jadi pastinya kehadiran Co-Host sangat menghidupkan acara PW.

    Yang paling berkesan untuk saya adalah ketika PW menampilkan Esther Yusuf, HS Dillon dan Syahrir. Mereka adalah orang-orang yang paling saya kagumi di PW selain Gus Dur. Sayang sekali HS Dillon yang begitu ahli dan berdedikasi tidak menjadi Menteri Pertanian. Ketika Syahrir mendirikan partai dan ikut Pemilu saya kira Indonesia akan lebih baik kalau dia terpilih menjadi Presiden. Walaupun Indonesia disebutkan semakin terpuruk, ternyata di negeri kita masih banyak orang yang sangat pintar dan penuh dedikasi seperti mereka.

    Mengenai kelanjutan PW saya kira lebih baik PW pindah ke TVRI, jadi Tim PW dapat bekerja lebih tenang, tidak diburu-buru iklan dan rating, serta tidak terbebani(untuk membuat setiap pemunculan sebagus mungkin demi rating). Bravo PW!
  15. From malmsteen on 20 June 2008 08:54:10 WIB
    Kata Orang Bijak : Kalo mo' pinter bergaullah sama orang pinter, salah satunya menyimak perspektif Wimar

    tapi apa daya kalo memang kita diarahkan untuk ndak pinter2, akibatnya ya acara Perspektif Wimar di grounded
  16. From zain el katiri on 20 June 2008 10:03:25 WIB
    ganti acaranya dengan talk boxing ala fpi, klo mo ratingnya kedongkrak. memang sulit jadi manusia waras.
  17. From sofhal jamil on 20 June 2008 18:12:14 WIB
    Senang rasanya kl melihat P Wimar...Kapan mengudara lagi pak?
  18. From bakhtiar on 21 June 2008 12:07:46 WIB
    hiks.. acara kesayangan tutup usia.. pindah ke SCTV aja pa\\\'de wimar..
  19. From singgih on 24 June 2008 05:56:31 WIB
    sayang ya....padahal sejak awal saya selalu mengikuti....by the way.....semoga ada station lain yang mau mengudarakan lagi.....GBU
  20. From ilham saibi on 27 June 2008 03:28:13 WIB
    walo jarang banget nonton PW, tapi aku ngerti bahwa ini adalah acara yang mencerdaskan bangsa. acara yang mendidik untuk warga negara indonesia yang hanya disuguhkan gosip dan gosip. Kick andy bisa sukses, karna ia dapet kepercayaan dari pak paloh dia pemimpin redaksi ( waktu pertama2, walau sekarang dah dak lagi ). mungkin nunggu om wimar jadi pemimpin redaksi sebuah tipi swasta kali ya, PW bisa bertahan, tanpa harus ada embel embel ratting yang jelas2 gak berdasar
  21. From Patrick AMP Manurung on 04 July 2008 19:04:45 WIB
    Membaca tulisan diatas, jadi semakin sedih kenapa ANTV memilih untuk mengakhiri acara PW yang sangat berharga ini.
  22. From Jets on 03 August 2008 21:18:24 WIB
    Jangan kuatir, acara bermutu seperti PW pasti banyak yang membutuhkan. Masih banyak stasiun2 tv yang lain.

    Pindah ke stasiun2 TV yg lebih bermutu saja.... salah satu contohnya: MetroTV.....

    Salam,
    http://private-jets-charter.blogspot.com/
  23. From Handika Aditya on 20 August 2008 00:29:06 WIB
    Tadinya sih saya berharap PW bisa lanjut terus, banyak hal yg bs dibagi di sana. apalagi mau pemilu 2009, saya bs bayangin WW dan tim bakal angkat topik yg seru2... tp ya mo gimana lg? saya menduga terlalu banyak kepentingan yang 'mengobok-obok' acara ini sampe akhirnya penayangannya harus dihentikan, konyol kalo alesannya cuma gara2 rating aja... mgkn untuk beberapa pihak, acara ini terlalu nyeremin. lebih serem dari film horor Kuntilanak vs Jelangkung. mungkin juga emang ada pihak2 yg ga suka kalo masyarakat kita jadi pinter n lebih kritis. sedih banget rasanya acara ini udah ga ada lagi, apalagi ga bs ngeliat melisa karim, hwaaahhh... sedihnyah!!!

    Pesen buat WW : tetep semangat! jaga kesehatan! n cepet bikin show baru lagi... salam ya buat melissa... :)
  24. From harti on 01 September 2008 10:59:29 WIB
    Saya sering nonton sebelumnya,justru kaget kalo PW dah mau diberhentikan ! Sayang sekali ada tayangan yang mendidik malah di tutup...! Aneh,tapi nyata...

    Mudah-mudahan akan ada Stasiun Televisi yang bisa buat mengudara lagi ya Pak...
  25. From AXEL on 12 December 2009 10:22:47 WIB
    Kata Orang Bijak : Kalo mo' pinter bergaullah sama orang pinter, salah satunya menyimak perspektif Wimar

    tapi apa daya kalo memang kita diarahkan untuk ndak pinter2, akibatnya ya acara Perspektif Wimar di grounded

    terlebih lagi saya senang sekali bisa bertemu Wimar Dan Guest star lainya, apalagi bisa diberi kesempatan datang dan pingin jadi artis di Dunia hiburan

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home