Articles

Mahasiswa Berkreasi Software Melawan Buta Huruf

Perspektif Wimar
19 May 2008

Oleh: Didiet Adiputro

Perhatian terhadap upaya pengentasan buta huruf/aksara ternyata tidak hanya didominasi oleh peran pemerintah semata. Karena ada juga anak bangsa yang turut berpartisipasi dengan caranya sendiri untuk membantu masalah buta aksara, yang masih terus menghantui Indonesia hingga kini. Hadir di Perspektif Wimar edisi ini adalah Desi Hadianti, seorang mahasiswi ITB yang bersama timnya memenangkan Microsoft Software Competition (Imagine Cup) tahun 2007 untuk Indonesia.

Desi dkk yang membuat program ABC anti buta huruf ini, merasa bangga dan terharu ketika diperkenalkan oleh Bill Gates dalam forum Presidential Lecture beberapa waktu lalu. Desi mengaku sangat beruntung karena mempunyai  4 orang anggota tim lainnya dengan kompetensi dan keahlian yang berbeda-beda, seperti ada yang ahli grafis, teknis, presentasi dll. Antara lain seperti Budi salah satu anggota tim ini yang memang sangat concern tentang pendidikan anak jalanan

Software program ABC yang mempunyai fitur utama mengajar Reading, writing, and counting ini, dikembangkan dengan waktu yang relatif cepat, yaitu antara bulan januari hingga juli tahun lalu dan dengan riset yang dilakukan sendiri. Tapi untuk saat ini ini, software ABC masih belum bisa dinikmati dalam versi bahasa Indonesia, karena Desi mengakui kalau bahasa Indonesia itu sangat complicated.

Sebagai perwakilan dari Indonesia dalam perlombaan  Imagine Cup 2007, Desi merasa tidak minder sebagai orang Indonesia di forum global tersebut. “Ketika bertemu peserta Negara lain, kita terlihat tidak ketinggalan sebagai orang Indonesia”, ujarnya.

Tapi jangan dibayangkan juga kalau seorang mahasiswi berprestasi seperti Desi tidak punya waktu untuk bersenang-senang seperti layaknya anak muda pada umumnya. Karena selain mengajar bahasa Inggris, Desi mengaku masih sempat berhura-hura dan hang out bersama teman-temannya.

Lengkaplah sudah hidupnya, muda, pintar, berprestasi dan peduli pada nasib pendidikan bangsanya.

 

Print article only

27 Comments:

  1. From wimar on 19 May 2008 09:10:01 WIB
    Makanya, janganlah mencela anak muda sebab mereka justru banyak yang peka terhadap hal baru
  2. From R Muhammad Mihradi on 19 May 2008 09:22:44 WIB
    Anak muda adalah oxygen bangsa sekaligus demokrasi. Ia bukan replika atau patung buatan orang tua atau zaman silam. Ia punya sejarahnya sendiri. Desi dan yang lain, merupakan simbol dan suara sunyi bahwa anak muda punya magnet luar biasa. Sayang, orang tua yang berkuasa terkadang sulit melihat dan mendengar dengan mata hati bahwa ia dikurung aset bangsa: anak muda yang kreatif, cahaya masa kini dan masa depan.
    R Muhammad Mihradi
    (dipersimpangan menuju tua)
  3. From R Muhammad Mihradi on 19 May 2008 09:46:58 WIB
    Indonesia memang raja kesenjangan. Miskin dan kaya jaraknya jutaan kilo. Ada yang hidup ratusan ribu perak perbulan, ada yang asik ratusan juta perak perbulan. Ada yang tua,uzur, tapi doyan berkuasa tanpa prestasi, juga ada yang muda, "dicuekin" penguasa, tapi rajib berprestasi. Ada maling ayam yang langsung dihukum, ada koruptor yang susah banget dimasukin sel, malah yang sudah dipidana pun masih bisa naik pesawat. Semua memalukan. Tapi, kita tidak bisa terbang dari identitas kita: indonesia. Desi, setidaknya, bagi saya, merupakan harapan bagi masa kini dan masa depan. Dan, pa wimar, seorang peziarah waktu yang dengan manis dan baiknya, menghantar yang muda-muda untuk bisa dilirik---meski sekilas--di layar perspektifnya bahwa "indonesia masih bisa diselamatkan". Proficiat.
  4. From Rangga Aditya Septaputra on 19 May 2008 09:51:09 WIB
    Kayaknya sudah tidak heran lah indonesia punya banyak pemuda-pemudi yg berbakat. Yang heran adalah mengapa pemerintah tidak pernah melihat itu!? Yang ada justru seperti kemaren. Hanya ceremonial belaka. Pada kenyataannya pemerintah lamban dalam mengakomodir segala hal. Coba pemerintah lebih pro-aktif (jangan mahasiswa/pelajar saja yg perlu pro-aktif!). Sampai sekarang kita belum bisa memproduksi komputer sendiri (sama seperti kedelai yang lebih suka diimport). Bagaimana software buatan anak dalam negeri dapat dinikmati sama semua lapis pelajar indonesia.
    Saya juga protes kenapa IGOS (indonesia goes open source) tidak berjalan? Indonesia kalah sama malaysia yg sudah menerapkan ODF (Open Doacument Format). Sedangkan pemerintah masih suka dan manja hanya bergantung kepada microsoft. Kalau pakai linux kan anak muda yg banyak ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan operating system sendiri. Sukur-sukur kita punya distro linux yg ngetop sengetop mandriva, ubuntu, suse, dll.
    Semoga pemerintah sadar....
  5. From Kang Nizar on 19 May 2008 10:23:28 WIB
    stuju Bang,kalo dipikir2 mendingan para mahasiswa yg demo berpikir positif untuk melakukan hal yg sama dengan anak2 ITB ini dengan tujuan mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. setidaknya dunia internasional akan lebih mengakui bahwa mahasiswa Indonesia melek teknologi daripada terkenal dengan aksi2 demo yang hampir selalu berakhir anarkis dan cenderung makar.
  6. From Darwin Abdullah on 19 May 2008 11:08:41 WIB
    Satu lagi bukti bahwa bangsa ini adalah bangsa yang punya sumber daya manusia dan alam yang tidak ternilai besarnya, hanya saja kenapa bangsa ini masih tetap terpuruk? Mungkin disebabkan karena belum munculnya Pemimpin yang benar-benar mengabdi untuk rakyat Indonesia, yang mencintai negara dan bangsa ini melebihi diri dan keluarganya. Apakah mungkin kita akan mempunyai Pemimpin yang demikian? Saya termasuk orang yang optimis bahwa akan muncul seorang Pemimpin yang inspiratif yang membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar yang diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia internasional, karena kita punya sumber daya manusia yang mampu bersaing secara intelektual dengan bangsa-bangsa lain.
  7. From mansur on 19 May 2008 11:09:28 WIB
    Selamat untuk Desi dan kawan-kawan.

    Makin banyak generasi muda berkreasi dan berprestasi akan makin baik masa depan Indonesia.
  8. From janeman on 19 May 2008 11:29:05 WIB
    wah... hebat!! You Go Girl!!!
  9. From Jendra on 19 May 2008 11:46:59 WIB
    Selamat buat tim ITB di Imagine Cup 2007 dan 2008. Akan menarik melihat apakah software yang mereka buat itu akan bisa diaplikasikan di lapangan mengingat (salah satunya) keterbatasan infrastruktur.

    Dari sisi equality, sebenarnya pemuda indonesia tidak perlu merasa inferior sama sekali dari orang luar karena segala informasi sama2 mudahnya dicari di internet. Yang perlu dikembangkan kemudian adalah bagaimana kita peka dalam menterjemahkan konsep2 teknologi ini sehingga pas dengan keadaan di Indonesia. Contoh: Salah satu kendala biaya tinggi pendidikan adalah harga buku yang mahal. Mengapa tidak pemerintah memperkenalkan sebuah situs macam wikipedia yang memuat kurikulum yg dapat terus terupdate sewaktu2?

    Kenyataannya perkembangan teknologi dan budaya terus berjalan dgn sangat cepat. Dalam pembinaan pemuda, pemerintah jangan hanya berfokus ke "melindungi" dari "pengaruh2 negatif" globalisasi, tetapi justru harus berfokus ke memperkuat efek2 positifnya ke kualitas generasi muda kita.

    Apakah para petinggi2 punya kapabilitas utk itu? We'll see..
  10. From Bram bontas on 19 May 2008 13:12:25 WIB
    Sebenarnya bang Wimar, ini adalah contoh bahwa pendidikan di Indonesia memiliki ketimpangan yang luar biasa. Di satu sisi, banyak sekali gedung-gedung SD ambruk dan di sisi lain, mahasiswa kita--dan beberapa siswa sma kita--juara di tingkat internasional.

    Saya seh berfikir, jadinya apa yah masa depan kalo ketimpangan ini semakin membesar..

    salam

    bram
  11. From Bernardo Halim on 19 May 2008 14:02:07 WIB
    Banyak mahasiswa/i pandai baik secara akademis maupun non-akademis. Namun, yang membedakan mereka dalam menghasilkan sesuatu adalah kesempatan.

    Bersyukurlah Anda yang bisa mendapat banyak kesempatan mengembangkan sesuatu.

    Semoga dunia pendidikan nasional makin lama makin meningkat kualitasnya, karena hanya lewat pendidikan, kebodohan sejati bisa ditumpas.

    Salut untuk Desi, saya harap saya juga bisa menyumbang sesuatu nanti.
  12. From ris yuwono on 19 May 2008 14:53:38 WIB
    Saya yakin masih banyak Desi-desi lain yang belum sempat dikenal orang, tetapi telah dan sedang mengembangkan dirinya untuk kemajuan bangsa. Ibarat produk, merekalah yang akan meremajakan produk-produk lama, para cendikia, politisi , atlet, artis dan presenternya kelak.
  13. From Yan Haryanto on 19 May 2008 15:21:04 WIB
    ~
    Anak muda itu ya anak muda.
    Gak di mana-mana, di negara kaya ato miskin, anak muda itu ya anak muda, penuh imajinasi dan kreativitas. Syukurlah anak muda kita masih seperti anak muda, tidak seperti orang tua yang bisanya cuma menuntut.
  14. From adelia on 19 May 2008 15:40:58 WIB
    Ya. Setuju, Pak Wimar. Tak perlu melihat ide hebat berdasarkan usia. Anak muda yang memiliki kesempatan berkarya, tentu tak bisa lepas dari andil orang yang tua. Dunia ini membentuk satu mata rantai yang mutualisme (kalau semua manusia bisa memanfaatkannya)
  15. From rahadian on 19 May 2008 16:42:43 WIB
    hmm.. biar gak minder, mendingan ikut-ikutan ngglobalisasi?
  16. From Rangga Aditya S on 19 May 2008 17:21:39 WIB
    Semoga sofware ABC tersedia dalam versi linux. Biar semua orang indonesia bisa menikmati dengan sofware Operating System yg gretong alias gratis. Semoga juga sofwarenya di beli sama depdiknas (tentu dengan harga yang pantas, hehe) biar e-learning terwujud. Amien....!
    Oiya, indonesia menunggu pemuda-pemudi bangsa mengembangkan Operating system gratis berbahasa indonesia penuh! Biar rakyat indonesia melek teknologi informasi! Amien...
  17. From yanita on 19 May 2008 18:03:52 WIB
    hebat banget neh mbak desi, di DO dri ITB aj prestasinya bagus.
    harusnya mahasiswa2 lainnya juga nyontoh mbak desi dong. biarpun di DO prestasi tinggi.
    mari teman2 mahasiswa qt tingkatka prestasi yang bisa meningkatkan nama bangsa di mata dunia, jangan demo mlulu...tapi bukannya saya g stuju ma yg pda demo lho. buat yg pada demo u/ menolak kenaikan BBm, te2p berjuang y...;-)
  18. From wak tul on 20 May 2008 04:21:11 WIB
    sebenarnya banyak sekali anak muda yg hebat2


    cuma dosen/gurunya bisa lebih dominan, jadinya mereka hampir ga pernah keliatan...
  19. From Zulfi on 20 May 2008 06:02:05 WIB
    Hidup Mahasiswa !!

    *teriakan waktu demo, Pak*
  20. From Ibnu Sina on 20 May 2008 23:29:20 WIB
    @Yanita: Saya mau meralat ucapan Yanita, bahwa Desi belum di DO. Dia masih kuliah bersama saya kok. Tolong diralat ya.

    Btw, bangga juga nih punya temen terkenal, hehe...
  21. From Umi Fadilah on 21 May 2008 00:48:35 WIB
    @yanita: emang kata siapa Desi DO dari ITB?? Salah info mbak,, anaknya masih mo UAS (ujian akhir semester) kok besok.... :)

    ada-ada aja, hehe.
  22. From syukur saleh on 22 May 2008 22:02:11 WIB
    saya sangat banggan sekali dengan mahasiswa/wi yang dapat mengharumkan nama bangsa dan memamjukan ilmu pengetahuan.. saya ingin mengenal lebih dekat dengan team IMAGINE CUP 2007 dari tiap personelnya.. ada yang bisa membantu???
  23. From sultrayani on 23 May 2008 12:41:53 WIB
    salut! utk mba desi, dkk.
    mdh2an tetap berkontribusi di dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak.
    sy yakin sekali dgn quotenya nelson mandela
    "education is the single most powerfull weapon u can use to change the world"

    eniwei, tentang program ABC itu dimana dan bagaimana saya bisa dapatkan???
  24. From Desi Hadiati on 23 May 2008 18:31:17 WIB
    @semuanya :
    Terima kasih banyak atas apresiasinya,,
    Semoga bisa memberikan inspirasi bagi pemuda-pemuda lain untuk membawa perubahan thdp negara ini.

    @yanita :
    duh, saya bukan mahasiswa DO,,huhu
    masih kuliah koq di ITB, tingkat 3

    @sultrayani :
    mengenai informasi lebih lengkap tentang program ABC bisa langsung japri ke saya saja di email saya dsh3012@yahoo.com
  25. From dzulkibli on 23 May 2008 21:47:17 WIB
    boleh tau email or friendster desi hadianti ga?
    saya mau donk,,,
    salam indonesia damai
  26. From joki on 27 May 2008 15:23:01 WIB
    hebat salut....
    ternyata yang berprestasi bukan anak harokah/ yang di hijab..he..politik terus seh..salut untuk desi..tetenagga di bandung...
  27. From Zawa on 01 April 2009 14:06:34 WIB
    Hidup pemuda pemudi Indonesia :D

« Home