Articles

Ligwina: Mengatur Uang Pribadi Gampang, Asal Tahu Tujuannya

Perspektif Wimar
11 April 2008

Oleh: Didiet Adiputro

Di saat budaya konsumerisme yang tinggi dan hampir semua harga kebutuhan merangkak naik, punya uang banyak kalau nggak bisa ngaturnya pasti akan terbuang  percuma, apalagi cuma punya uang sedikit. Oleh karena itu manajemen keuangan keluarga adalah hal yang sangat diperlukan untuk menyelamatkan masa depan. Perspektif Wimar mengangkat tema ini dengan menghadirkan narasumber Ligwina Hananto, yang ditemani Agni Pratista sebagai co host.

Menurut Ligwina, pengeluaran terbesar masyarakat kita ternyata untuk life style dan kredit (bisa properti dll). Apalagi di tengah banjir produk-produk yang menggiurkan. Jadi kita harus punya kontrol terhadap uang kita, dan paling tidak kita harus menyelamatkan 10 persen uang kita untuk investasi, ujarnya. Bagi pemakaian kartu kredit, yang paling penting adalah harus lunas pada saat jatuh tempo, nggak ada kompromi dan jangan terkecoh pada minimum payment.

Melakukan perencanaan budgeting adalah hal yang terbaik. Yang penting kita tahu tujuan yang jelas mau dikemanakan uang kita. Jangan sampai kita tergoda untuk melakukan hal diluar rencana. Sama saja seperti kalau kita mau ke Surabaya naik mobil, kemudian mampir dulu di Bandung, Semarang, Yogya, dan Solo yang akhirnya kita batal sampai di Surabaya.

Biasanya menurut Ligwina, yang paling susah menentukan tujuan itu, adalah perempuan yang belum nikah!

Banyak yang menilai kalau menabung adalah cara paling ampuh untuk menyelamatkan uang. Ternyata menabung itu cuma cukup untuk kebutuhan financial selama 3 tahun krn ada inflasi ,dll (kecuali tabungannya 15 triliun kali yaa, bisa buat 7 turunan). Yang lebih baik adalah investasi dan itu bisa dimulai dari reksadana, ujar Wina.

 

Print article only

41 Comments:

  1. From ischak on 11 April 2008 08:20:48 WIB
    Family financial planner ini yang di tunggu, selama ini dalam perencanaan keuangan keluarga, penting sekali untuk keluarga di lingkungan kita, dengan banyaknya mall/square dll. dan visualisasi iklan perlu dibarengi dengan rencana keuangan yang kuat dan disiplin... rencanaan terus uangnya.
  2. From heru on 11 April 2008 08:27:45 WIB
    pagi bang ww. acara pw sdh jd tongkrongan sy dr pertm kali tyang. asyik santai dan tajam. meski rsnya 30mnt agak kurang. tp ok lah. to be a financial consultant is my purpose to achieve in next year. tlg klo ada kasi referensi donk ttg link2 buat jd financial consultant yg handal. trimakasi. xie2.
  3. From kuspujiono on 11 April 2008 08:29:41 WIB
    Topik menarik. Pemborosan adalah masalah klasik, orang dah tau caranya tapi susah melaksanakannya, termasuk pengelolaan uang negara. Apakah pemerintah punya konsultan keuangan untuk mengatur keuangan agar tidak boros dan bocor ya ?. Saya udah nonton acara bang WW, kayaknya peran Co Host cuma ngasih tahu break iklan mau lewat aja ? kesannya begitu. Kalu demikian jadi pemborosan juga dong,karena dibayar mahal.
  4. From kuspujiono on 11 April 2008 08:29:44 WIB
    Topik menarik. Pemborosan adalah masalah klasik, orang dah tau caranya tapi susah melaksanakannya, termasuk pengelolaan uang negara. Apakah pemerintah punya konsultan keuangan untuk mengatur keuangan agar tidak boros dan bocor ya ?. Saya udah nonton acara bang WW, kayaknya peran Co Host cuma ngasih tahu break iklan mau lewat aja ? kesannya begitu. Kalu demikian jadi pemborosan juga dong,karena dibayar mahal.
  5. From clarissa on 11 April 2008 08:40:17 WIB
    agak kurang menarik tamu kali ini, bang wimar...
    tapi kalo bang wimarnya sih selalu menarik :D

    kapan ngebahas soal fenomena film fitna nih?
  6. From ini aku dita on 11 April 2008 08:55:41 WIB
    wahhh...makasih dah bhas masalah uang yang bner2 menarik...
    orang2nya yang bahas juga menarik...jadi terpikir untuk mengurus uang walopun sedikit...
    terimakasih...PW bawa manfaat di pagi hari...
    kalo pake co-host 30 menit jadi sperti berdesak2n bicara dan berbagi ruang...
    lgi pula cukup Dad aja sdah menarik...
    yang penting tambah durasinya biar masalah yang di bahs jadi tuntas dan lengkap...
  7. From adi rahman on 11 April 2008 09:01:47 WIB
    bang Wimar saya tidak akan mengomentari masalah ini saya cuma mau komentar tentang desain studio bang wimar, saya sedikit terganggu dengan Sofa yang biasa di pakai co-host dan bintang tamu, soalny sofa itu terlihat terlalu tinggi mungkin karena ada bantalan kayu di bawah sofa itu, ya... saya juga ga ngerti knapa sofa nya ga di taruh langsung di lantai saja? dan apabila dilihat dari samping sofa itu kaya mau jatuh ke bawah, apa itu memang desain nya begitu?
    maaf ya bang saya jadi ngomentarin masalah disain pedahal saya bukan ahli desain loh... saya itu anak kelas 1 SMKN 1 Banjar jurusan Komputer, yang ga negrti apa-apa tentang desain sebuah ruangan, tapi kalau masalah komputer saya mengerti.
    Oh...iya saya juga mau usul, bgaimana kalo bang wimar bikin Friendster soalnya saya seneng baget main FS kan nanti Kita bisa lancar komunikasinya!


    Terimakasih ya bang WW
  8. From didut on 11 April 2008 09:16:51 WIB
    topiknya lumayan ringan tetapi cukup memberi wawasan juga :D
    sekedar mengingatkan kita supaya nge-rem pengeluaran sehari-hari (BTW saya boros juga :P )

    BTW about co host honestly to say bang WW saya penggemar wulan guritno karena dia seorang blogger tapi kalo untuk co-host, asli saya hrs bilang cathy so far is the best
    dia yg paling nyambung dgn topik dan tau persis tagline yang hrs disampaikan ketika break jd tdk seperti membuang waktu yang sudah sgt pendek itu
    kalau co host yg lain kelihatan sekali kurang persiapan sehingga waktu breakpun mangkas waktu yg sudah sangat pendek buat acara sekelas bang WW
  9. From jendra on 11 April 2008 09:19:35 WIB
    Menurut saya it's a very good topic, actually. Kebanyakan orang kita yg sebenernya pekerja keras dan pintar namun kurang mengerti mengenai instrumen finansial apa saja yg bisa jadi alternatif investasi (selain properti) jadi nggak bisa mencapai level of financial freedom yg harusnya bisa dia dapat.

    Also, jelas banget kalo 30 menit terpotong iklan itu amat sangat nggak cukup dgn format acara talkshow seperti ini.
  10. From mansur on 11 April 2008 09:40:14 WIB
    Dari dulu orang-orang bijak kita mengingatkan, "Jangan sampai besar pasak daripada tiang." Mudah-mudahan ini mengingatkan kembali mengenai pentingnya pengaturan keuangan terutama kepada aparatur negara. Ini karena mereka merasa gaji dan tunjangannya kurang melulu sehingga minta naik terus.

    Kayaknya, aparatur negara perlu memakai jasa Liquina Hananto karena belum tahu tujuan penggunaan keuangannya
  11. From UmanK on 11 April 2008 09:46:38 WIB
    Bener bgt tuh! Topiknya ringan tapi nambah wawasan, bgt!

    Kalo menurut gw sih manjemen keuangan itu bisa dimulai dari yang paling gampang bgt: "Beli yang penting! bukan yang penting beli!".
  12. From agustine fransisca bellamia on 11 April 2008 09:56:05 WIB
    abang yang makin seger & kocak aja....
    mohon maaf, karena aktivitas di ktr, aku tidak sempat membuka perspektif.net sejak Mr.Dilon s/ P.Shahrir kmrn. Seru!!!!!
    Artinya....meskipun gak buka perspektif.net, tapi aku Insya Allah tidak pernah melewatkan Perspektif Wimar setiap jam 6 pagi.
    Bener, aku sebagai single woman berasa bgt jeleknya menentukan prioritas keuangan. Panasan klo lihat apa2. Minimal dengan perspektif ini cukup memberikan motivasi agar kita semakin mampu menentukan pilihan mana yang harus didahulukan. Saya setuju kalau hemat tidak selalu membuat org menjadi kaya. Saat kita punya keinginan membeli sesuatu & kita mampu, why not? Sepanjang, kita mampu mengendalikan diri juga. Kalau ditahan2, mana ketauan itu duit jadi apaan? Tul gak? Eh...Agni makin mantap aja. Mempelajari dulu bahan ya? Gto dunks. Jadi mulai terpikirkan untuk mendukung dia. Ayo dong, mulai poling nya.
  13. From elha on 11 April 2008 10:06:39 WIB
    Thanks Pak Wimar untuk topik yang menarik dan sangat bermanfaat. Kalau sedang seru-serunya harus selesai itu paling sebel. Kayanyanya perlu dipertimbangkan 30 menit lagi deh.

  14. From tuti on 11 April 2008 10:37:58 WIB
    topik-nya keren
    host-nya keren
    pembicara-nya keren
    co-host nya...lumayan lah...soalnya cukup tertarik dengan materinya. soalnya topiknya "membumi" kali ya....jadi lumayan nyambung lah sama co-host-nya.

    bagus, soalnya kadang kita ga sadar dan akhirnya tidak bisa mengelola dengan baik alat yang membuat kita sejahtera itu.

    kesimpulan : hari ini keren!!!
  15. From |richard.p.s| on 11 April 2008 12:31:27 WIB
    Nampaknya topik seperti pagi ini bisa diringkas dalam iklan berdurasi 1 menitan deh. Selain berisi tips & trik, perusahaan terkait juga bisa langsung mengiklankan produk investasinya. Perusahaan investasi untung, ANTV untung, dan pemirsa untung.
    Bobotnya bang WW disayangkan jika diminta ngobrol yang begituan. Team kreatifnya tetap kreatif dong nyari tema, supaya nggak serasa nonton empat mata. Sorry, kadang fans fanatik memang suka berlebihan.
  16. From leila on 11 April 2008 12:32:00 WIB
    kalau menurut saya profesi "financial planner/consultant" itu sendiri akir2 ini terlalu digembor2kan, sampai bikin rancu masyarakat awam. yg diomongin juga kebanyakan itu2 lagi, common sense yang harusnya semua orang udah tau.
    yaaah...untungnya tamu cuman diundang sekali kan yah? :P

    tapi mau gimanapun saya tetap ngefans ama bang wimar...:D

    mbak agni juga semakin cakeppp.. dan semakin improve juga kok secara substansi..
  17. From wak tul on 11 April 2008 13:25:20 WIB
    Yth Bapak dan Ibu,


    Meskipun berada di negeri seberang dan belum pernah melihat PW secara live, saya kira team PW berusaha untuk memenuhi keinginan semua pihak, walau rasanya kok sulit yaaaa....?

    Soalnya sederhana aja, ada yg selera nasi goreng, ada juga yg selera nasi rawon (kalo pas asal Jawa timur). Lha namanya nasi goreng, ada juga nasi goreng jawa, nasi goreng kanton, nasi goreng szechuan, dll.

    Menurut pendapat saya, kita nikmati aja topik yg disuguhkan. Namanya juga Perspektif, pasti lebar dan luas dong...
    Ga tahu lagi kalo perspektifnya koruptor, kali aja PSK dan illegal logging dianggap bumbu sedap, hehehehehehe....
    Tul khan ?

    A/way, mo nanya juga nih, bedanya fake name dan nick name ? Soalnya sudah banyak kalangan yg kenal aku dengan nama wak tul. Tul khan ?
  18. From dewnov on 11 April 2008 13:40:45 WIB
    duh bener banget kalo masih lajang, godaannya berat bangetttt buat nabung.

    Thanks ya PW dah angkat topic yang kita banget.

    ciayou...
  19. From JHONSON TOBING on 11 April 2008 14:15:20 WIB
    Semenjak ada PW otak serasa lebih fresh katika blajar di sekolah, apalagi kalo yang bawa acaranya pak wimar. Maju terus ya PW....
  20. From andri_wdh@yahoo.com on 11 April 2008 15:09:14 WIB
    bang wimar,
    gak ada cara yang gampang untuk mengatur keuangan. soalnya kebanyakan bangsa ini masih menganut azas "kumaha engke" bukan "engke kumaha" jadi penghasilan dari kantong kanan pasti keluar ke kantong kiri untuk keperluan yang kebanyakan tidak urgen. apalagi jika pendapatan kita kecil yanga ada puter otak tuk cari tambahan....nah yang biasanya diinget pasti nilep duit rakyat, duit proyek or mark up proyek...ini cara paling gampang he...he...
  21. From Wijaya Darma on 11 April 2008 16:13:08 WIB
    Topik yang menarik, tapi pembahasannya kurang detail. Agak susah dicerna oleh orang awam. Masih kalah dengan penyampaiannya bung Safir Senduk. Maaf lho
  22. From Nanang on 11 April 2008 16:19:24 WIB
    Tiap pagi saya selalu melewatkan acara bola di stasiun Tv sebelah demi nonton acara perspektif Wimar. tapi, pagi tadi adalah bahasan yang kurang menarik buat saya selama acara PW hadir...:-)
    kapan-kapan, undang Slank ya...yang lagi hangat sama lirik yang katanya menyindir DPR.

    Terimakasih.
  23. From Satya on 11 April 2008 16:26:24 WIB
    baru tahu di indonesia juga ada personal financial planner begini. apa saya telat aja ya? hehe. biasanya kan untuk yg duit gede aja.

    episode bagus. memang perlu debunk anggapan standar hemat pangkal kaya. asal hemat malah ga produktif, yg benar bikin budget yang cocok dan dilaksanakan dg taat. suka atau tidak, mau sinis soal topiknya atau orangnya, yg penting jadi mikir utk kebaikan anda kan? hehe
  24. From diny on 11 April 2008 17:07:11 WIB
    PW kali ini bincang soal ringan tapi berbobot, bener2 bisa bikin kita sedikit sadar akan realita.

    tapi sayang, PW cuman 30 menit.. jadi lagi muncak, harus berhenti.
  25. From edy on 11 April 2008 21:13:31 WIB
    Bang WW, kalo bisa Co-host nya jangan asal cantik aja, tapi juga bisa mengimbangi topik yang sedang dibicarakan,,cantik ok smart harus..

    Bravo perspektif
  26. From herru on 12 April 2008 09:42:53 WIB
    kalau uangnya gak ada, apa yang bisa diatur mas :-)
  27. From Rita on 12 April 2008 10:53:43 WIB
    I love Mr.WW.....
    Welcome back to The TV...
    Sangat menarik acara PW ini, apalagi topik manajemen keuangan dari mbak Wina...Jadi ngeh lagi tentang pentingnya ngatur keuangan kita..
    Sayang durasinya kurang, pengennya minimal 60 menit lah, supaya pembahasan lebih dalam..

    Viva Mr. WW...
  28. From citra on 12 April 2008 21:39:48 WIB
    lain kali safir senduk aja bang WW...
    sekedar saran aja looo...
  29. From R Muhammad Mihradi on 13 April 2008 16:19:07 WIB
    Wah...perspektif wimar makin seru. Mulai mengobok-ngobok penyakit konsumerisme negeri ini dengan tip jitu konsultan keuangan pribadi agar kita pandai mengelola keuangan. Saya setuju aja--dan lebih setuju lagi---pa wimar agar ikut selektif juga co hostnya--sebab cantik bukan segalanya. Kita bukan mau kontes putri-putrian saya kira. Tapi bagaimana cantik diikuti kejenialan. Yah mungkin ini merupakan strategi mengawinkan idealisme dan kemauan bisnis.
    Bravo deh.
  30. From tom aries on 13 April 2008 18:44:43 WIB
    Menurut Ligwina, pengeluaran terbesar masyarakat kita ternyata untuk life style dan kredit (bisa properti dll). Apalagi di tengah banjir produk-produk yang menggiurkan. Jadi kita harus punya kontrol terhadap uang kita, dan paling tidak kita harus menyelamatkan 10 persen uang kita untuk investasi, ujarnya. Bagi pemakaian kartu kredit, yang paling penting adalah harus lunas pada saat jatuh tempo, nggak ada kompromi dan jangan terkecoh pada minimum payment.

    bla...bla..bla
  31. From young on 13 April 2008 20:12:46 WIB
    Untuk saat ini yang dibutuhkan adalah financial planner dan itu yang saya butuhkan saat ini dan seterusnya!
    kadang2 bingung uang dah tipis aja nggak tau uang itu lari kemana aja!
    Bang WW kalau boleh minta e-mail dari Ligwina dunk so bisa konsultasi untuk financial?
    Thankz Bang WW
  32. From iqbal on 16 April 2008 17:58:57 WIB
    masalah konsumtif itu sdh jadi masalah umat di dunia.
    krn gak cuma di negara berkembang, di negara maju juga tingkat konsumtif masyarakatnya juga gila.
    dulu orang punya hutang malu, sekarang kartu kreditnya byk malah dipamerin.
    edukasi masyarakat kita tentang bahaya punya utang memang susah bgt, itu terbukti dengan tingginya pertumbuhan penggunaan kartu kredit.
    padahal saat pertama kali anda memutuskan menandatangani aplikasi permohonan kartu kredit sama artinya anda merencanakan masalah buat keuangan anda.
  33. From drg. Hj. Ina Herini on 17 April 2008 06:11:46 WIB
    assalamu'alaikum bang wimar saya minta contact person untuk sdri.Ligwina Hananto.Karena saya melewatkan episode tersebut.terima kasih banyak.wassalam
  34. From Bientono Soedjito on 21 April 2008 10:24:24 WIB
    Wah kalau di Indonesia ini kayanya financial plan sulit untuk diterapkan masyarakat umum, abis gimana caranya merencanakan keuangan dengan gaji kurang dari Rp. 1 juta dan anak 4. Tapi nyatanya kok orang Indonesia bisa hidup dan menyekolahkan anak2nya, hayo gimana kalau gini. Kalau di luar negeri mungkin udah ko'it, he he
  35. From gondah on 21 April 2008 14:45:36 WIB
    haha..
    "biasanya yang paling susah menentukan tujuan itu, adalah perempuan yang belum nikah!"

    hehe..belum ada beban mungkin..jadinya begini..

    tapi mau nggak mau jaman sekarang mo udah nikah atau belum, manusia emang mesti menyimpan sedikit2 karena lama2 jadi bukut! ;p
    ada saran nggak, kalo untuk mahasiswa mau investasi cocoknya apa?

    ps: saya ngefans sama penulisnya!
  36. From Yanto Prawoto on 12 May 2008 00:10:30 WIB
    Program bagus seperti ini harus ditonton oleh lebih banyak lagi orang. Jadi kalo ditayangkan pagi banget, masih sedikit yang nonton. Usulnya, gimana kalau di re-run malam harinya.

    Satu lagi, sebaiknya topik Keuangan Keluarga bisa dijadikan program khusus, karena ini sangat penting bagi sebuah keluarga dalam rangka menata keuangan mereka agar tidak habis setelah bulan habis. Juga gimana caranya supaya nanti setelah pensiun masih bisa mempertahankan gaya hidup. Itu cuma dua contoh topik. Banyak sekali yang bisa dibahas.

    Suze Orman Show di CNBC bisa dijadikan referensi.
  37. From ira on 24 October 2008 09:07:19 WIB
    bang WW, acarnya di re-run dong malam hari jadi kita-kita yang nggak kebagian pagi masih bisa ikutin...

    btw, boleh dong minta contact numbernya mbak Wina...
  38. From naafi on 23 November 2008 18:22:26 WIB
    pak wimar kalau bisa acaranya ditayangin diprime time dong, supaya kita bisa nonton dan mengkuti advice2nya mbak wina, agar kita dapat menghadapi krisis global ini,thanks
  39. From andy on 06 May 2009 16:23:09 WIB
    baiknya durasi acaranya ditambah dong bang...........
  40. From RI on 22 May 2009 14:36:30 WIB
    bang wimar minta info dari mulai nilai rupiah berapa financial plantnya dapat di manage ? atau ini cuma omongan biasa aja.
  41. From Elke Lucyana on 10 April 2012 18:07:27 WIB
    Dear Mrs Liqwina Hananto,

    Kami tertarik untuk mengundang Ibu ke kantor kami. Kebutuhan ini untuk para karyawan kami.

    Mohon informasi nya proses selanjutnya seperti apa ? Bila kami tertarik.

    Terima kasih.

    Salam,
    Elke Lucyana

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home