Cara Supaya SBY Tetap Populer
Perspektif Online
29 December 2007
Kalimat pembuka dari Fessy Farizqoh Alwi menyatakan: “Survey menunjukkan bahwa popularitas SBY semakin merosot di akhir tahun. Menurut Pak Wimar, apa yang menyebabkannya dan bagaimana caranya SBY mengatasinya?”.

Diskusi yang direkam lengkap ini (dan hanya satu kata yang disensor) menghadirkan Wimar bersama Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, Syarief Hasan dan Jeffrie Geovani, pengamat politik; dalam acara TOPIK KITA di STAR ANTV: Minggu, 30 Desember 2007, pukul 23:00 wib.
Update 31 Desember 2007
Resolusi Tahun Baru Buat SBY
Oleh Hayat Mansur
Acara TOPIK KITA pada pekan terakhir 2007, Minggu (30/12) Pukul 23.00, mengangkat topik popularitas SBY semakin merosot di akhir tahun. Tampil sebagai pembicara Ahli Komunikasi Wimar Witoelar, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Syarief Hasan, dan Pengamat Politik Jeffrie Geovanie. Sedangkan pemandu acara Fessy Farizqoh Alwi dari STAR-antv. Berikut beberapa potongan pembicaraan mereka.

Kesalahan SBY
Fessy: Survey menunjukkan popularitas SBY merosot terus. Apa kesalahan fundamental yang dilakukan SBY sehingga sampai pamor merosot terus?
Wimar: Karena SBY tidak melaksanakan apa yang diharapkan orang, yaitu berbuat sesuatu. SBY tidak berbuat apa-apa, meluncur dengan angka 62% yang mendukung dia. Yang paling gagal adalah tidak mendengar keinginan rakyat. Dimana-mana tidak mendengar suara rakyat, di Lapindo, di kasus korupsi, dia menghindari beban moral. SBY santun, baik, bersih, tapi tidak mengambil sikap. Presiden harus 'inspired' dan 'inspiring'. Biar dia yang memotivasi orang lain untuk kerja yang baik.
Jeffrie: Ekspektasi rakyat ketika memilih SBY itu tinggi sekali. Dalam kenyataanya, pencapaiannya hanya sedikit. Dengan modal popularitas saat terpilih, SBY seharusnya berani mengambil terobosan seperti mengambil kebijakan yang tidak populer tapi bagis bagi negeri ini untuk jangka panjang.
Syarief: Kalau berbicara mengenai kinerja maka kita bicara data kuantitatif. Saya memberikan contoh ekonomi kita bagus selama masa pemerintahan SBY dan itu tidak ada yang bisa membantahnya.

Hasil Survey
Fessy: Apakah Anda melihat hasil survey ini kredibel atau tidak sih?
Wimar: Yah, saya tidak bisa mempersoalkan hasil survey, namanya juga survey. Tapi itu kan betul pendapat orang. Kalau kita mau membantu SBY, membantu mengatasi kekurangannya, jangan dikubur secara defensif. Survey itu teman, warning supaya tidak kalah dalam Pemilu mendatang.
Jeffrie: Survey itu supaya dijadikan input untuk meningkatkan kinerja.
Syarief: Saya setuju dengan survey. Memang ada sesuatu yang harus ditingkatkan. Tapi semua memerlukan satu proses. Ini kan baru tiga setengah tahun. Masih ada satu setengah tahun ke depan.
Popularitas 2008
Fessy: Bagaimana prediksi untuk 2008, apakah popularitas SBY naik atau turun?
Jeffrie: Saya rasa akan semakin turun jika tidak ada hal-hal yang signifikan bagi publik. SBY tidak boleh yakin 2009 akan memenangkan Pemilu walaupun data sekarang lebih populer dibandingkan calon lain. Empat kasus terakhir Pilkada di tingkat provinsi, incumbent kalah. Padahal semua incumbent itu enam bulan sebelum pemilihan berada jauh di depan. Rakyat pemilih sudah belajar bahwa mereka punya hak menghukum incumbent. Dalam hal ini saya lebih melihat pada isu ekonomi yang akan berpengaruh.
Wimar: Menurut saya isu moral adalah isu utama, sikap terhadap orang-orang yang dipersepsikan sebagai korup. Atau SBY harus berhentikan mereka, atau diajukan untuk diperiksa, apakah orang-orang ini betul korup, atau sebetulnya bersih, hanya dianggap kotor oleh masyarakat. Kalau ditanya, siapa lawan SBY terberat? Jawabnya adalah, dia sendiri. Saingan yang lain tidak punya legitimasi. Kalau SBY main bola kuat, tapi bikin gol ke gawangnya sendiri, kalah kan.
Yang Harus Dilakukan SBY
Fessy: Saat ini para pesaing sudah muncul seperti Megawati, Sutiyoso, Wiranto, dan Jusuf Kalla. Apa nasehat Partai Demokrat untuk menghadapi para pesaing tersebut?
Syarief: Bagi kami Partai Demokrat dan pemerintah adalah agar semua program pemerintah khususnya yang bersinggungan dengan rakyat, kami dukung penuh.
Fessy: Siapa saingan terberat SBY? Megawati, JK, Sutiyoso?
Wimar: Kalau saya ingin supaya SBY terpilih lagi, dan saya memang ingin, karena calon lain yang kelihatan sekarang ini semuanya orang nggak bener, punya banyak cemar dalam sejarah. Orang terbersih masih SBY. Tapi dia tidak akan menang kalau dia tidak menyisihkan orang-orang yang korup dan kotor di sekitarnya. Pejabat-pejabat yang terdekat SBY, masuk daftar orang terkaya, dan kayanya bukan dari bisnis yang fair. Jadi Presiden harus mengganti yang kotor dengan yang bersih. Mendingan Pak Syarif Hasan jadi Wapres, daripada Jusuf Kalla. Semua orang tahu, orang-orang itu korup. Bagaimana SBY mau dibilang memihak kemiskinan, kalau dia mengelilingi diri dengan orang-orang korup. Dia takut pecat yang jelek, dan tidak mendengar orang yang baik
Fessy: Apakah masih perlu pakai Partai Demokrat?
Jeffrie: Saya melihat beberapa partai sudah mendukung SBY, tapi Partai Demokrat dipandang SBY sebagai partai yang dia bangun sendiri.
WW: Ya, kasihan dong kalau disingkirkan, apalagi orang di sebelah saya. Yang penting, singkirkan bad guys, promosikan good guys.
-
Pesan WW: Kalau tidak sempat nonton, minta rekamannya kepada Melda di IMX melalui rubrik comments disini.




29 Comments: