Articles

Presiden 2009: Megawati? Orang baik, tapi presiden yang gagal

Radio KBR 68H
11 September 2007

Rakyat sudah menaruh harapan akan adanya demokrasi dalam Pilkada DKI 2007, tapi ternyata parpol berkomplotan menentukan rencananya sendiri. Ada pemilihan, tapi tidak ada pilihan bagus. Dia lagi, dia lagi. Kita sempat istirahat mikirin politik.

Sekarang orang mulai ngomongin bursa Calon Presiden 2009. SBY, JK, Wiranto, Sutiyoso, Surya Paloh, Mega!

Memang dengernya aja udah bikin ilfeel. Tapi kalau seperti kita, anda belum kapok memberi harapan dan optimisme pada demokrasi (atau seperti Dian Ina anda jadi mikirin politik lagi gara2 sebuah buku), silakan baca wawancara WW tadi pagi dan tulis komentar anda di bawah. Also, stay tuned for more WW and Pilpres 2009 di TV dan radio dalam hari2 mendatang ;)

 

Transkrip Wawancara KBR 68H 11 Sep 2007

Kalau melihat Ibu Mega, diam adalah emas. Di tahun 2009, apakah memang dibutuhkan figur seperti itu, Pak Wimar?

2009 membutuhkan figur seperti SBY yaitu santun, decent, baik tapi mempunyai ketajaman mengambil keputusan dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan publik mengenai program bukan mengenai persona. Jadi, saya tidak melihat dari Megawati itu bagaimana tapi dari apa yang diperlukan di tahun 2009. Kalau Anda tanya Megawati, Megawati sangat bagus dalam statement yang umum, mendasar seperti ’Saya bersedia menjadi presiden’, ’NKRI harus dipertahankan’, ’Aceh harus merdeka’ , tapi kalau operasional dia menjadi kurang efektif.

Kalau melihat frustasi masyarakat terhadap figur SBY sehingga kemudian dalam beberapa bulan terakhir muncul figur-figur alternatif. Bagaimana Anda melihatnya?

Frustasinya sebenarnya bukan pada SBY tapi terhadap pasangan SBY-JK ataupun terhadap pemerintahan SBY-JK. Ingat, sebelum SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla, dia sangat menginspirasi masyarakat. Sangat populer bahkan bisa dapat suara penduduk, suara popular vote sampai 68% sebelum dia berpasangan dengan Jusuf Kalla. Setelah dia berkantor dengan wakil presiden macam itu maka dia menjadi kehilangan dukungan. Jadi, menurut saya SBY masih dipercaya atau sekurang-kurangnya beginilah alternatifnya, siapa yang Anda sebut itu, Megawati, Surya Paloh, Sutiyoso, Jusuf Kalla, .

Wimar Witoelar.....

Wimar Witoelar barangkali. Saya nggak sebutkan Wimar Witoelar dulu. Secara jujur calon-calon tadi, apakah lebih menarik dari SBY? Menurut saya, SBY masih bisa di-repackage, di-reformat dengan seorang Wakil Presiden yang efektif.

Nah, kalau kemudian misalnya dipasangkan dengan Megawati, SBY-Megawati, apakah akan menjadi...?

Aduh, apakah kita lupa bahwa Megawati adalah presiden yang gagal? Dia jadi calon kalah, jadi pemerintah korupsi meningkat, kredibilitas turun, militerisme bangkit. Kita jangan lupa baru beberapa tahun Megawati itu presiden yang gagal. Kalau SBY itu presiden yang masih dalam penilaian. Sekurang-kurangnya kalau dia bisa memanfaatkan waktu sampai dengan 2009 menunjukkan itikad politiknya, dia bisa dipercaya. Tinggal dia panggil orang-orang yang bisa dipercaya untuk mengkomunikasikan keberpihakan politik, kecintaan pada rakyat dan strategi komunikasi yang baik.

Dan keberanian mengambil keputusan.

Betul, keberanian mengambil keputusan juga dari staf support. Saya tidak berani mengambil keputusan apa-apa kalau staf saya tidak mendukung sepenuhnya. Jadi, dia harus punya staf yang mendukung sepenuhnya. Ada Marsilam tapi dia di balik layar. Kalau Jusuf Kalla kan tidak mendukung malah menjegal terus-terusan.

Nah, ini kembali soal komunikasi politik Mega. Kemarin PDI Perjuangan jujur saya bahwa itu adalah partai yang sangat besar....

Besar banyak orangnya ya bukan besar dalam arti lain.

Ya artinya bahwa pemilihnya juga banyak

Tapi kan kalah sama Partai Demokrat.

Nah, kalau melihat seperti itu, jadi potensi Mega untuk maju 2009?

Saya tidak ingin memutuskan harapan orang. Saya kira baguslah ada yang mau maju daripada hanya ngomel-ngomel di belakang. Tapi kalau saya diminta gabung dengan Megawati, saya rasa, saya akan tidak bisa. Karena terlalu jauh dari kebutuhan orang Indonesia. Dia presiden yang gagal kok. Orang baik tapi presiden yang gagal.

 

Watch WW on Metro TV
Short live interview in 'Indonesia This Morning', Wednesday Sep 12, 7am

Print article only

166 Comments:

  1. From Aslam on 12 September 2007 00:56:36 WIB
    Saya kira semua mantan presiden dan presiden perlu kita ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kepemimpinan mereka dan pengabdian mereka buat bangsa.
    bicara kegagalan kita saya bilang semua gagal tergantung darimana kita melihat aspek-aspek kegagalan, begitu juga keberhasilan perlu kita tinjau kembali aspek-aspek keberhasilan tersebut.
    bicara kegagalan tidak akah henti-hentinya, begitu juga keberhasilan akan menimbulkan aroganisme, sekarang kita dapat mengukurnya saja, berapa besar kegagalan dan keberhasilan mantan-mantan presiden dan seberapa baik keberhasilan yang telah ditorehkan.
    tidak seperti membalikkan telapak tangan ketika kita menjadi seorang pemimpin, yang terpenting jujur dan amanah adalah kunci keberhasilan memimpin.
    bagi saya keberhasilan presiden yang akan datang adalah :
    1. Perbaikan kondisi ekonomi yang stabil,
    2. Meningkatkan Ekspor
    3. Penciutan Parpol
    4. Menjaga nilai-nilai luhur bangsa
    5. Kekuatan pertahanan nasional yang semakin membaik
    6. Menjalankan hukum-hukum yang ada
    7. Menerapkan Ekonomi kerakyatan yang cocok untuk bangsa ini
    Pesan singkat penulis untuk calon presiden akan datang, tolong untuk MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH harus dari Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN)
    kunjungi juga di http://akucintakoperasi.blogspot.com
    Terima kasih
  2. From daus on 12 September 2007 08:14:25 WIB
    Mumpung masih jauh dan agar kejadian pilkada DKI 2007 tidak terulang, bagaimana kalau "orang biasa" mulai melakukan inventarisasi calon presiden dan wapresnya. Yang kemudian dinilai bersama untuk dicalonkan menjadi presiden dan wapres alternatif. (paling pahitnya ya Presidennya SBY wakilnya Pak Wimar (ini yang tertangkap dari script wawancara diatas hehe...) silahkan dimulai.

    Usulan calon presiden
    1.
    2.
    3.


    Usulan calon wakil Presiden
    1. Wimar Witoelar

  3. From Samuel Maas Taha on 12 September 2007 09:32:06 WIB
    saya stuju seklai dengan SBY ; konsentrasi pada pekerjaan s/d 2009..............masalah calon Presiden untuk Pemilu 2009 yang sudah promosi dari 2007 biarlah rakyat yang menentukan. Pekerjaan SBY sungguh banyak.

    Salam,
    Samuel Maas Taha
  4. From dian ina on 12 September 2007 10:26:26 WIB
    yeah, JK memang payah.
    *masih bete soal komentarnya tentang janda-janda muda dan pariwisata. itu otak coba dibersihin pake superbusa*

    dan sby suka terlalu baik hati, pengen bisa memuaskan semua orang. tapi mendingan punya presiden yang baik hati, pintar dan ganteng! daripada yang bisanya cuma mengeluh "jadi presiden itu kerjaannya banyak banget". karena keluhan itu lebih nggak mutu.

    ehm...
    Pak Wimar, tawaran saya masih berlaku, lho!:D
  5. From ole on 12 September 2007 11:50:02 WIB
    kalo menurut saya, mengkritik pemerintahan itu bagus-bagus saja karena dapat meningkatkan kinerja pemerintahan tersebut. Tetapi untuk Bu Megawati menjadi calon Presiden 2009, saya rasa harus dipikir-pikir dulu karena kita harus melihat bagaimana kinerja pemerintahan Bu Mega beberapa waktu yang lalu, apakah sudah cukup atau belum ?. kalau menurut saya sih, Bu Mega belum pantas / bisa menjadi Presiden karena jiwa kepemimpinannya belum ada walaupun sekarang dia menjadi pemimpin disalah satu partai politik.
    untuk Pak SBY menjadi Presiden kembali di tahun 2009, saya rasa masih ada beberapa tahun lagi untuk dapat menilai kinerjanya.
  6. From rzl on 12 September 2007 17:43:41 WIB
    megawati sebenarnya malu-malu tapi mau, waktu dicalonkan kemaren itu aja mikirnya pake lama amat.. padahal dalam hatinya pengen lagi jadi presiden. menurut saya megawati tu.. gak terlalu ok buat jadi presiden, dari pemerintahannya yang dulu aja udah banyak bikin masalah, menterinya pada ngejual asset negara. dan lagian kalo megawati terus yang mimpin pdip apa gak bosan???? kayaknya pdip gak ada orang yang lebih kompeten??? dbanding megawati sendiri... menurut saya pdip itu cuma partai figur... kita sekarang gak perlu punya pemimpin yang cuma ngandalin tampang dan kharismatik. apalagi kharismatik turunan, yang diperluin tu yang punya misi dan visi yang tegas.bukan cuma diam dan ngeluarin statement ataupun pendapat-pendapat yang umum aja. (saya setuju sama yang dibilang omm ww). jadi saya pesimis deh megawati bisa ngeraih kursi presiden lagi kalo gaya kepemimpinannya cuma gitu doang... hehehehe.....
  7. From Ben on 12 September 2007 19:45:35 WIB
    <blockquote>..suara popular vote sampai 68%..</blockquote>
    wah, 'angka keramat' itu muncul lagi.. ha ha ha :))
  8. From JaF on 13 September 2007 05:16:47 WIB
    Indonesia -paling enggak saya deh- perlu tokoh baru.. Maap Bu Mega, bukannya saya anti pemimpin wanita, tapi Megawati?.. maaf deh.. lain kali aja ya..

    Wimar? With all do respect, jujur saja saya nggak rela.. Sama seperti nggak relanya saya waktu Gus Dur jadi presiden (that's a compliment lho pak.. both to you and GD..)

    Tapi siapa??

    Waktu diajukan pertanyaan seperti di atas, seorang pengamat politik disini malah memunculkan nama-nama kayak Fadel Muhammad dan Sutiyoso..

    Waduh, Indonesia itu penduduknya kan minta ampun banyaknya.. Masak nyari satu nama baru aja nggak bisa..

    *mikir.. mikir.. mikir.. *
  9. From dmitri on 13 September 2007 16:37:39 WIB
    @JaF
    justru itu, jumlah penduduk banyak, tapi bisanya hidup tergantung dari orang lain. makanya krisis calon.

    baguslah kalo sudah mulai bermimpi pengen jadi presiden 2009 sejak 2007. tapi jangan kampanye dulu ya, harus beresin partainya, dan berkoalisi dari sekarang. jangan nanti-nanti. biar yang mau milih mengerti posisi masing2 calon.

    sbg negara, kita lagi bingung nih mau jalan ke arah mana. terus terang, banyak negara maju yang saking asiknya hidup enak, generasi penerus mereka juga mulai bingung mau maju itu arahnya kemana. tapi, dari kacamata sempit saya, boleh lah mencoba memilah kemungkinan arah kedepan yang perlu dipikirin sama-sama:
    1. ujung2nya kan duit. nah, gimana mau cari duit. ngandalin minyak/batu-bara, atau prioritas agrikultur dulu. mau jadi orang pinter jagi bikin pesawat, atau orang pinter jago jualan hasil alam dan turisme?
    2. SDM. kan namanya duit susah didapat kalo enggak ada yang ngurusin. yang namanya pendidikan mau digimanain?
    3. soal kepemilikan. mulai dari tanah sampai hak cipta mau diperbaikin gimana?
    4. soal approach pekerjaan. udah pasti masih mau Pancasila, soalnya kan kita takut durhaka. tapi Pancasila yang nasionalis (NKRI) atau Bhinekka Tunggal Ika nih (kalau mau jujur, filosofi ini enggak klop sama Nasionalisme. kalau yakin kita itu punya mental Tunggal Ika, otonomi daerah harus lebih besar lagi. kalau nasionalis itu namanya Pokoknya Tunggal Ika, Mau Bhinneka Kek, Enggak Kek).
    5. Bicara approach, bicara kebiasaan, ujung2nya kepercayaan. Pancasila sih, Pancasila, tapi mementingkan golongan Agama tertentu enggak? Nah, ini kebetulan mirip juga sama Pokoknya Tunggal Ika.

    silahkan teman2 nambahin apa yang perlu kita tanyakan dari orang yang mau jadi Pesuruh Rakyat Nomor 1 (yaitu Presiden) ini. Semoga lewat forum ini ada masukan lebih banyak, dan siapa tau, bisa dimasyarakatkan. in the end, dua tahun waktu yang cukup buat para calon cari positioning yang bukan sekedar politically correct saja, tapi juga socially acceptable.
  10. From Wak tul on 14 September 2007 07:08:48 WIB
    Calon Presiden saya adalaaaaah :


    Kapolda Riau yg sekarang. Ini orang revolusioner banget. Kita butuh orang kayak gini....
  11. From B Simarmata on 15 September 2007 12:09:49 WIB
    Pasangan SBY-JK baik karena JK,rusak juga karena JK.SBY itu ndak bisa apa-apa,cuman wacana,senyum-senyum,tebar pesona.JK berani mengambil keputusan,walau orang selalu pro dan kontra terhadap putusannya.SBY tidak akan jadi Presiden,kalau tidak berpasangan dengan JK,walau harus menuruti apa maunya 3B,Bukaka,Bakrie dan Basova.Semua ada plus-minusnya,terserah anda mau pilih yg mana.
  12. From iqranegara on 15 September 2007 12:13:04 WIB
    selama ada KEPENTINGAN PARTAI dibalik ini semua, bangsa kita tidak akan mendapat pemimpin yang baik.

    maaf, saya jadi negative thinking sama yang namanya PARTAI karena selama ini mereka cuma mengutamakan kepentingan mereka sendiri.

    jadinya democrazy
  13. From Chandra Halim on 15 September 2007 21:36:57 WIB
    Orang yang kagak becus milih wakil, ya sama aja tidak becus. Eh, gimana kalau saya usul Rustriningsih, Bupati Kebumen jadi Presiden 2009-2014 ? Serius nih, dia punya track record yang cakep dan...bersih.
  14. From amaliasekarjati on 16 September 2007 20:03:48 WIB
    yah, pilih yang terbaik dari yang "buruk" kalau begituu..

    *maksud buruk di sini, bukan jelek. intinya, pilih yang paling mendingan..
  15. From dmitri on 17 September 2007 01:39:38 WIB
    @Simarmata
    masukan anda top abis! saya sih, enggak masalah soal Bukake kek, Bakri kek, Bosawa kek, asal emang bisa kasih makan rakyat, ya, monggo aja. soalnya, saya mau para pendatang di daerah Pejaten itu pada pulang kampung dan hidup bahagia di tempat asal mereka. bukan jadi kuli enam bulan, terus jadi preman sepuluh tahun sebelum mati ditusuk generasi pendatang baru.

    tapi ngomong2, 3B bisa kasih makan gimana nih? sejujurnya, kalau SBY jadi presiden terus aset Bakri itu dijadikan aset negara, seperti nasibnya Khodorkovsy, saya seneng2 aja. boleh deh coblos SBY-JK kalau posisinya begitu. itu kan decision yang baik, no? berikut aset2 menarik lainnya. bisa kok, terus kenapa tidak? paling dampaknya pengusaha lokal mau lebih teliti sama sikap perusahaan sendiri (hint: sidoarjo)
  16. From JaF on 17 September 2007 02:25:09 WIB
    Wah.. udah ada dua nama baru tuh.. Kapolda Riau saya nggak tahu. Tapi Bupati Kebumen pernah dengar. Katanya dia juga bermasalah. betul nggak sih?

    Saya sendiri masih berpikir keras, siapa ya.. Kalau Pak Baharudin Lopa (alm) masih hidup, dia orang pertama di daftar saya..

    *mikir keras lagi*

    hmmm... Prof Muladi, gmn?

  17. From edi purnomo on 17 September 2007 10:25:14 WIB
    Saya mah trauma punya presiden Megawati. diam sih boleh saja untuk sekedar merespon gosip yang sialan. tapi "diamnya" mbak Mega, jelas sekali diam tidak ngerti, gak nyambung, dan gak menguasai persoalan. maka lebih baik dia diam. pilihan inilah yang menurut saya cukup cerdas, karena bisa menutupi kelemahannya. Dari cara mega berpidato (apalgi kalao tanpa teks), cara dia menyampaikan pikiran ketiak di wawancarai, nampak sekali bahwa mega tidak pernah baca koran, tidak meng update informasi, dan TIDAK MAU BELAJAR. Ini jelas nampak dari susuan kalimat dan kata ketika menyampaikan pendapat. seseorang yang rajin membaca, pasti secara otomatis akan baik susuan kalimatnya, ini tidak tuh, jauh lebih buruk ketimbang Mbak Tutut lho. Megawati nampak sekali kesan NINGRATNYA. duh capek deh kalau punya presiden yang tidak bisa menginspirasi saya. Betul seorang presicen tidak harus yang pandai ber retorika. tetapi presiden, haruslah orang yang pandai dan mau baca buku. bagaimana ia akan mengeluarakan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat, kalau dia terlalu ningrat kayak gitu ?
  18. From Rully on 17 September 2007 17:36:49 WIB
    Siapa pun presidennya nanti di tahun 2009, aku titip pesan. Tolong beri kesempatan pada orang muda untuk duduk dalam kabinet. Walau bukan jaminan, namun pasti bisa membantu proses suksesi 2014. Tidak seperti sekarang, cari capres n cawapres aja susuhnya bukan kepalang. Aku usul Sri Adiningsih buat jadi Menkeu. Teras Narang buat jadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kapolri Riau sekarang buat jadi Kapolri, Teten Masduki buat jadi Jaksa Agung, Usman Hamid jadi Menteri Hukum dan HAM, Chatib Basri jadi Kepala Bappenas,Rustriningsih buat jadi Mensesneg, Alvin Lie buat jadi Menperindag, Dino Pati Djalal jadi Menlu.....teman-teman boleh koreksi atau menambahkan.....
  19. From Timothy I Malachi on 19 September 2007 09:59:25 WIB
    sebenarnya ada banyak pilihan orang2 yg berkompeten masalahnya ada di partai2 yg justru beranggapan orang2 seperti itu tidak berfaedah buat partai mereka...dan orang2 tersebut belum tentu berminat bergabung dg partai2 yang buruk citranya itu
  20. From Fuji on 21 September 2007 18:04:45 WIB
    pak wimar.. kalau pemimpinnya cuma sibuk menggapai kekuasaan, kapan indonesia bisa maju?? yang saya lihat, sejak berganti 'kepengurusan' kemarin (2004) tidak ada perubahan yang signifikan... kebanyakan sandiwara..
  21. From khaidir anwar sani on 24 September 2007 05:05:08 WIB
    SUTIYOSO?????????
    PLIS DEH,GAK ADA YANG LAIN APA?.....
  22. From dyno on 24 September 2007 12:28:41 WIB
    Megawati, waduh...maap ya. Ya, berikutnya!
  23. From bdh on 24 September 2007 15:26:50 WIB
    Megawati presiden Indonesia (lagi) ? kan udah pernah ngerasain tuh...yang lain aja deh...
  24. From bramsakti on 26 September 2007 00:11:20 WIB
    Megawati? Khan udah 'dicoba' dan udah jelas 'tidak berhasil'. Gak ada yang berubah ke arah positif buat rakyat. Yang ada penjualan aset besar-besaran. Yang bikin sakit hati adalah banyak korban nyawa, airmata dan darah dari orang-orang yang berjuang dibelakang Mega pada 27 Juli; tapi sampai sekarang kasus itu gak jelas juga. Padahal Mega punya kesempatan untuk membongkar kasus itu dan membuktikan bahwa dirinya punya rasa terima kasih kepada rakyat yang membelanya.

    Sutiyoso? sedikit menjanjikan karena dia punay keberanian untuk melawan arus dan siap untuk tidak populer, punya visi jangka panjang. Tapi akhlaknya kurang banget, terlalu 'serakah' dan narsis.

    Pilihan lain..?? kayaknya belum ada yang pas nih. yang kita butuhkan adalah pemimpin yang 'berani' seperti sutiyoso, punya wibawa kaya SBY, pintar seperti Sukarno dan bisa membuat program pembangunan jangka panjang yang well planning kaya Suharto (inget jamannya pelita dan repelita)
    Plus satu hal yang paling penting.. punya Akhlak yang mulia!
  25. From anton on 27 September 2007 17:12:54 WIB
    Siapapun Presidennya
    Minumnya Teh Botol Sosro!

    ANTON
  26. From Hidayat Suryana on 28 September 2007 16:50:04 WIB
    Ibu Megawati yang istrinya TK mau jadi Presiden?
    Atuh..ehm..m.m..kumaha nya mang Wimar?...punten ah teu wasa! bilih ngirangan pahala puasa.

    cuma satu pesan aja, tolong tau diri!
    sok atuh!
  27. From didiet pob on 30 September 2007 05:08:11 WIB
    ww, ngga usah jadi wapres2an dch..

    kalo presiden megawati mendeclare dia sbg pemimpin partai wong cilik (tapi ga tau inget apa ngga sama wong cilik??)

    ww harus tetep pimpin gerbong Partai Orang Biasayang ngga power oriented
  28. From Eka K. on 03 October 2007 21:41:39 WIB
    Sepanjang sejarah di dunia ini tidak ada presiden yang semasa berkuasa telah kalah dalam pemilu akan berhasil bangkit kembali pada pemilihan berikutnya.Kita tunggu saja apa Megawati berhasil mencatat sejarah baru..!
  29. From Drones on 09 October 2007 21:33:30 WIB
    @ simarmata

    saya setuju dengan pendapatnya bahwa dinamisme pasangan SBY-JK ditangan JK. Semua hal hal yang selama ini dikemukakan atau diangkat oleh JK (positif & negatif) seharusnya 'milik' SBY.

    Yang membuat saya bingung. Kok kita banyak mendiskusi mengenai wapres dan calon wapres yah ? kalau presidentnya kerja, seharusnya tidak akan banyak masalah kalau wapresnya Inul (contoh extrem) ! karena wapres cuma membantu president kok kalau dibutuhkan.

    Mega .....ampun deh !
  30. From Adi on 20 October 2007 13:09:53 WIB
    Megawati ayooo kamu bisa!!!!!
    Tapi jangan diem aje buktiin dari sekarang buat sesuatu yang indah curi start kampanye mumpung masih ada 2 taon lagi
    dan nyanyikan "aku tak seperti dulu lagi" hehehe, Ibu kan udah siap berarti merasa mampu kan???
    Diam itu emas tapi berkarya itu berlian tak ternilai
  31. From debbie on 26 October 2007 17:34:37 WIB
    Pernah nda dari kita semua menitikkan air mata dan gemas dengan orang2 yang serakah di elit politik?Tidak percuma mengkritik tapi gemanya hanya kecil.Soal yang jadi presiden tahun 2009,mungkin sebelum tahun itu datang kita bs mendapatkan dan mendengar ada calon lain yang lebih tahu diri dan elegan daripada SBY.Saya bukan pendukung SBY sejak awal,tapi berdasarkan yang saya lihat dan baca di media massa ( kr saya tidak punya kesempatan audit dan 'ngiringi kemana dan apa yang SBY kerjakan ),SBY adalah presiden kedua setelah sukarno yang punya akal sehat.Mudah2an SBY tidak berubah ambisi dan bertanduk seperti para pejabat2 skrg,walaupun ada juga segelintir yang masih berprinsip sehat. Itu dia, walaupun SBY bekerja keras dan punya program2 yang mumpuni,tapi kaki2nya yang bercabang dan beracun. Sebagai perempuan yang memimpin yang namanya anak2, dalam skala kecil saja repotnya bukan main,tapi pembantu2 saya menurut dan tidak berpikir memperkaya diri dengan coba2 berbisnis di rumah saya.Mereka tahunya diberi gaji sangat masuk akal ditambah pengabdian penuh. Sulit jika kita aplikasikan pada negara kita. Negara besar,kaya, dan penting,rusak karena banyak orang rakus dan munafik.Menitikkan airmata lagi saya....
  32. From hendra on 29 October 2007 17:01:31 WIB
    Sayang pendapat teman2 kebanyakan di sini gak sinkron dengan pendapat umum yang berkembang. Seluruh hasil survei menunjukkan bahwa meski SBY masih nomor satu dibanding Mega, tapi marginnya sudah semakin tipis (antara 2 s.d 5%). Jika tren ini terus berlangsung hingga 2009, maka bukan tidak mungkin, Mega akan kembali naik jadi presiden.

    Kalau pendapat saya soal Bang Wimar yang anti Mega sih sederhana. Dulu Bang Wimar ini orang yang paling bela mati-matian Mega. Tapi justru di era Gus Dur-lah, klan Witoelar dapat posisi (Erna Witoelar dan Bang Wimar sendiri). Jaman Mega, gak ada sama sekali. Pas SBY presiden, klan Witoelar (Rachmat) muncul lagi. So, bisa ditebak, sangat manusiawi, Bang Wimar pasti kesel sama Mega.

    Terakhir, soal SBY-JK. Saya kira tanpa kehadiran JK, mungkin gak kan pernah ada keputusan yang bisa dihasilkan. Bang Wimar tentu gregetan dong, kalau liat Boss bisanya cuman ngomong doang tanpa action. Sama sekali gak belain JK, cuman gak rela aja kalau kegagalan SBY ditimpakan ke orang lain. Jangan2, ntar waktu SBY gak kepilih lagi tahun 2009, Bang Wimar nyalahin rakyat... hehehe... Tapi tetep salut kok buat Bang Wimar yang komentarnya selalu ok punya!
  33. From hendra on 30 October 2007 11:16:48 WIB
    Mau kasih komen buat komentar dari Eka K... "Sepanjang sejarah di dunia ini tidak ada presiden yang semasa berkuasa telah kalah dalam pemilu akan berhasil bangkit kembali pada pemilihan berikutnya.Kita tunggu saja apa Megawati berhasil mencatat sejarah baru..!"

    Ada Bung! Baca sejarah presiden ke-22 AS, Grover Cleveland, yang terpilih kembali menjadi presiden ke-24. Jadi Megawati tidak mencatat sejarah baru. Ia hanya bakal mengulang kisah sukses Grover Cleveland saja... :D
  34. From inot on 03 November 2007 14:45:56 WIB
    POLITIK ?? cabe deh... krn muka-muka lama sudah jelas pasti ada kepentingan lain selain memajukan indonesia.
    PEMILU yang sudah berlangsung dari tahun jebot kan sudah membuktikan bahwa yang terpilih adalah yg memang dipilih oleh rakyat dan jika ada yg sudah pernah kalah trus calonin lagi yaaa ngapain juga nyalonin lagi trus kita pilih ?? mending fitness aja biar kurus tuh capres :P
  35. From Timur Bagaskara on 22 November 2007 15:40:47 WIB
    Saya sangat setuju dengan Bang WW. Sungguh, apa yang bisa diharapkan dari Megawati kalau dia jadi presiden lagi? Apa nggak malah nanti dijual lagi semua aset-aset strategis bangsa? Bangsa kita hendak mau dibawa ke mana oleh dia? Diajak diskusi oleh mahasiswa saja gak pernah mau, dia pemimpin yang hanya mengandalkan kharisma orang tuanya saja tanpa memiliki suatu visi kebangsaan yang jelas. Dia hanya ingin berkuasa TITIK.
  36. From Ikum on 22 November 2007 19:12:48 WIB
    Ibu Megawati? Ga Usah lah Bu..Buang-buang uang aja, mending uang ibu dipake buat membangun Sekolah-sekolah yang mau rubuh, pasti ibu bakal diingat sebagai aktivis rakyat yang berjasa terhadap bangsa dan bukan diingat sebagai presiden wanita pertama Indonesia yang.....tidak sukses....=)
  37. From defrianto on 05 December 2007 19:42:02 WIB
    Sebenarya yang gagal menjadi presiden bukan cuma Bu MEGA
    tapi semua presidan...buktinya INDONESIA masih mnjadi negara yang sedang berkembang...kapan kembangnya dan maju gada yang tau.. n masi mempunyai banyak T2(TIKUS-TIKUS) yang suka makan UANG
  38. From cuplis on 09 December 2007 23:10:42 WIB
    oom,

    sepertinya oom kembali lagi ke era 60-an yang memang asik itu.... Marsilam etc... gosh....

    menurut saya pada titik ini oom menjadi bias...
    coba oom tanya ke diri sendiri, "apakah saya ingin menjadi PR manager-nya SBY?"

    saya tidak mau mengkritik para mantan terlebih mbak Mega yang menurut saya memang "pantas" menjadi presiden ketimbang aktifis ITB model-model saya dan oom yang jadi antek kekuasaan...

    oom, bila oom ingin merapat ke SBY, go ahead!
    tapi buang dulu dengki pada saat oom di-kick keluar dari istana oleh Amien en Akbar....

    kembali ke masa lalu, ketika anak2 ITB menjadi 'antek' Siliwangi...

    kembali ke masa lalu, ketika anak2 ITB menjadi 'antek' Sarwo Eddie Wibowo, yang ikut membantai jutaan orang PKI itu loh oom.....

    jadi oom, be yourself, lick their asses (SBY en friends), but don't fool us around

    salam sayang,

    cuplis
  39. From richard on 02 March 2008 02:51:01 WIB
    Yang baik belum tentu bener toh. Sayangnya, yang bener suka males ikutan "pesta". Berarti, yang bener belum tentu bener juga. Nah lo?
  40. From Rini on 25 March 2008 15:27:03 WIB
    Maaf saya tidak akan mencalonkan nama2 yg sudah terkenal itu, karena saya tidak kenal mereka.

    capres : Pak Supardi (guru SD saya, yg dengan gaji kecilnya, masih mau nolong anak2 yang tidak mampu)

    cawapres : Pak Solihin (tetangga gw, orang kaya tapi baik hati, memberi modal orang yag tidak mampu untuk memulai usaha )
  41. From Soepomo on 09 April 2008 13:54:37 WIB
    Kalo Menurut saya, siapapun yang akan menjadi presiden
    dia haruslah orang militer, karena sudah terbukti dari pemerintahan Alm(Soeharto) hingga sekarang.

    kita harus ingat ketika Pak Harto turun tahta, Pak Habibie lah yang memimpin bangsa dengan Timor timur yang kacau-nya luar biasa, Gus Dur dengan sampit yang sangat mengerikan dan Megawati dengan Masalah Aceh yang Mau merdeka, ini semua harus kita renungkan, di Jaman Presiden Militer seperti SBY Indonesia lebih Aman dan Kondusif, Maka itu saya kira kita lebih baik pilih yg org Militer, terserah siapakan org tersebut
  42. From a.karim siagian on 11 April 2008 10:54:10 WIB
    ah,... mbak mega mau mimpin lagi...?
    diamrik sono yg kampiun demokrasi aja gak pernah sekalipun presidennya wanita. (emang mau coba ngikuti jejak hillary kali) dan lagi kemaren itu dah pernah nyicipi jadi presiden, mana ada dinegara laen yg dah gagal coba nyalon lagi, tapi jd teringat teve lain ada acaranya gini..... ''buka mata, ini nyata, hanya ada di indonesia''
    mending mbak mega jd oposisi aja, lebih enak, toh tetap dekat dgn wong cilik tuh..
    jangan percayai segala macam survey konyol yg menyesatkan tsb.




  43. From emon on 15 April 2008 09:04:07 WIB
    aduh mbak mega ga tau malu udah gagal masih nyalonin aja, mendingan gw milih SBY yang kinerjanya bagus tapi tidak di dukung.
  44. From ilhamsyah on 20 June 2008 00:28:37 WIB
    Megawati jadi presiden?????????kan lebih baik kalau suaminya yang jadi presiden...Yang memimpin megawati kan suaminya..lebih pantas donk kalau suaminya yang jadi Presiden??Yang jelas kita telah tau hasil dari kerja Megawati selama memimpin negara ini.Kita sudah banyak belajar dari sejarah masa lalu.jadi negara kita butuh orang yang tegas dan bermoral lebih baik.
  45. From yadisyahid on 01 August 2008 16:06:51 WIB
    Menurut saya, Tokoh2 yang sudah pernah memimpin di Indonesia ini harus berlapang dada, legowo untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan ke generasi yang lebih muda, energik dan dinamis. Bukan berarti yang tua tidak energik, tapi konsentrasi mereka akan berkurang seiring bertambahnya usia.

    Saran saya bu Megawati lebih baik jadi Ibu Bangsa saja, kan bapak bangsa sudah dipegang gus dur, ibunya belum ada. Nah untuk Presiden 2009 nanti saya harap bisa terpilih dari kalangan muda.

    Bung Karno dan Pak Harto adalah pemimpin Indonesia dalam usia yang muda. Kalau mau lebih baik pilih anak muda.
  46. From Dora Iskanada on 28 August 2008 09:41:32 WIB
    Saya memprediksi Megawati tidak akan menang di pilpres 2009. Tapi tidak juga menghalangi jika ingin maju pilpres, itu hak demokrasi dijamin UU. Ingat sejarah,Mega jadi presiden itu karena suksesi gantikan Gus Dur yg lengser prematur. Tahun 2004,kalah dgn SBY-JK. Jadi mohon maaf,track recordnya Mega masih kurang meyakinkan.
  47. From atim on 28 August 2008 22:48:00 WIB
    yang penting kalau jadi presiden siapa saja, harus tahu kondisi rakyat, jgn mentingkan perute dewe
  48. From PRO NURWAHID on 29 August 2008 11:17:37 WIB
    megawatt!! mega? What!!

    kalo pas pidato senengnya muter2in pengatur penyanga mikropon. aku bukan orang demokrat. tapi... kalo calon kuatnya cuma SBY dan MW, wahhh ya SBY aja lah (meskipun semuanya sekarang mahal...)
    minimal SBY punya visi ingin menjadi presiden besar dan menjadi sejarah (ala SUKARNo dan HARTO)
  49. From ZAIN el GOLGWATER on 31 August 2008 12:28:50 WIB
    Mari kita simak sejarah presiden yg pernah ada:
    1. Soekarno tokoh revolusioner banyak sekali jasanya bagi negeri
    2. Soeharto bapak pembangunan Indonesia,banyak hal dibuat seandainya saja berhenti saat akhir massa presiden 5 tahun terakhir..happy ending buat beliau
    3. Habibie pembuka demokrasi secara nyata, banyak hal sebenarnya yg dapat diambil dari beliau, namun sayang kroni soeharto lebih kental dikenal orang sehingga tidak tuntas membawa negeri ini pada hal yg lebih baik.
    4. Gusdur pencair ketegangan suasana istana yang jaim, sayang overconfidence
    5. Mega, ME-mang GA-gal membawa kebaikan negeri ini
    6. SBY-JK, ada secercah harapan, jelas bebannya sangat berat karena piring kotor sisa makan keluarga MEGA sangat banyak, tapi arahnya positif, OLRANG MULAI BERFIKIR DUA KALI UNTUK NGERUK HARTA NEGARA (SEMUA DEPT MERASAKAN ITU)
    7. Berikutnya beri kesempatan kepada SBY sekali lagi saja dan pilih wakilnya dari kalangan muda imaginer dan akademis(Yusril, Malarangeng,Jimly,Dekan Paramadhina, Fadel)

    insya allah kita akan menemukan tokoh pendamping SBY dari kalangan muda yang taat, tidak korup dan smart! INGAT SELAMA MENJABAT TIDAK ADA KELUARGA SBY YG AJI MUMPUNG NAMPAKNYA!

    saya bukan pendukung SBY saat pilpres saya pendukung AMIN dan SISWONO but GAGAL
  50. From adifire on 01 September 2008 16:26:27 WIB
    MEGAWATI bilang di TV waktu itu saya gak kalah dari SBY, cuma kekurangan suara.(sama aja dengan kesebelasan gue gak kalah cuma gak bisa masukin bola ke gawang musuh )ibu itu nyalonin lagi loh jadi presiden.?
  51. From Callista Tesalonika on 02 September 2008 17:08:34 WIB
    Bung Wimar, apakah ini pendapat di atas adalah pendapat anda pribadi atau hasil survey anda di masyarakat ? Kalau ini pendapat pribadi berarti survey anda mungkin dilakukan di kalangan yang memiliki intelektual relatif lebih baik, karena saya kira seperti itu adanya mengenai Mega. Maaf tidak bermaksud mengecilkan arti pendukung Mega. Tapi coba saja lakukan survey berdasarkan kelas pendidikan, pasti SBY akan lebih baik hasilnya di kalangan tsb, tapi belum tentu di kalangan yang pendidikannya lebih rendah... Namun maaf bukan karena Mega dekat rakyat.... tapi banyak kalangan Mega justru membodohi rakyat..... Coba kita perhatikan .... Puan (putri Mega) masuk tidak caleg dari PDIP ? Pasti masuk. Kenapa ? Bukan karena Puan OK, tapi alasannya orang2 di sekeliling Mega memanfaatkan PUAN untuk menarik suara yg katanya lebih melihat Sukarnoisme-nya..... bukankah itu membodohi ???? SARAN BUAT MEGA ..... TARIK PUAN DARI PARTAI DAN BICARAKAN DI PUBLIK, PASTI HASILNYA LEBIH BAIK.... Tapi kalaupun ditarik.... saya tetap tidak akan pilih Mega, karena memang sudah Gagal. Mega baik ???? ya, tapi kekanak-kanakan, coba lihat hillary, begitu kalah langsung mendukung Obama. Tapi MEGA ? Selama SBY berkuasa terlihat seperti PECUNDANG ..... salam
  52. From Soedewo on 03 September 2008 13:41:29 WIB
    Mega mau maju lagi ????? Mesti-nya tau diri-lah. Maksud saya bukan Mega-nya yg harus tau diri, tapi orang2 disekitarnya. Coba tanyakan pada Bung Kwik Kian Gie. Layak tidak Mega maju lagi ? Jangan tanya TK, bahkan Mega-nya sendiri. Menurut saya, Mega itu terlihat jiwanya sama "PRIYAYI" nya dengan Suharto, bahkan mungkin lebih. Bedanya dengan suharto, maaf Mega lebih Bodoh. Menurut Bung Wimar Mega Baik ? Jujur ? Saya kira Bung Wimar pake tata krama jawa saja, sehingga bilang baik. Mungkin maksud Bung Wimar, Mega itu Bodoh, karena Baik, Jujur itu tipis banget bedanya dengan Bodoh. Awalnya, keliatan Baik, Jujur, tapi coba kasus-kasus yg muncul, kalau Nggak Jujur ya apalagi kalau bukan Bodoh.

    Salam
  53. From viviana on 11 September 2008 00:33:34 WIB
    Saya setuju mas Wimar ...
    SBY memang masih jauh lebih layak menjadi presiden 2009.
    Rakyat sekarang sudah cerdas dan pandai menilai.

    Dari ketidaklegowoannya saja pada 2004 silam, kita udah males milih bu Mega. Apalagi sampe nadzar mau mindahin makam bung Karno ?? Enggak banget deeh !
  54. From putra on 30 September 2008 19:26:52 WIB
    megawati kira nya layak menjadi persiden dengan kepribadian dan pengalaman memang putri soekarno ini menjiwai nilai nilai nasionalisme yang cukup untuk menjadi presiden indonesia membutuh kan perubahan dan wajah baru untuk tampil membawa perubahan
  55. From Alvarie on 28 October 2008 11:03:21 WIB
    gila megawati masih mau jadi presiden...!!!

    Usul saya
    1. Tetap SBY NO JK
    2. Hidayat Nur Wahid
    3. Prabowo

    4.wiranto...?? ndakk dehhh ngaco orangnnya
  56. From bukti sitepu on 02 November 2008 13:32:03 WIB
    untuk memimpin negara RI kedepan hendaknya orang yang benar benar takut akan Tuhan. yang udah udah tidak usah lagi ikut ikutan seperti mbak mega,Gusdur,SBY, dan lain lainnya tolong diberikan kesempatan bagi yang lain.Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat dan cerdas yang benar benar membela kepentingan rakyat bawah,berani menegakkan hukum setegak tegaknya,harus berpihak kepada yang benar. memajukan ekonomi kerakyatan yang benar benar untuk kesejahteraan rakyat sepenuhnya, menggali potensi sumber daya alam demi kepentingan rakyatnya, pemimpin harus menjadi budak bagi rakyatnya. kesenjangan antar sikaya dan yang miskin harus dihapus jangan ada lagi kelaparan di negara kita ini , kebodohan dan lain sebagainya

    Mejuah-juah kita kerina
    buktisitepu@yahoo.co.id
  57. From alex mulyoto on 05 November 2008 08:13:16 WIB
    Bandingkan dengan negara-negara lain yang terpuruk bersamaan dengan Indonesia, mereka mungkin sudah memikirkan transmigrasi ke planet lain, sementara kita masih memikirkan blue energie, gizi buruk, konflik agama, tawuran pelajar dan mahasiswa, BLT dan lain-lain yang barangkali menjadi bahan tertawaan tetangga. Ibarat perusahaan kita ini keuangannya bangkrut sehingga perlu langkah drastis yaitu mengangkat direktur yang super hebat. Siapa tahu Bill Clinton, Mahatir Mohammad berminat barangkali menjadi direktur di sini barang setahun atau dua tahun, kalau sudah tertata bolehlah diserahkan kepada anak negeri, tetapi anak negeri generasi baru yang benar-benar baru , baru segala-galanya. Jangan terlampau seriuslah, capek mengikuti berita negara ini.
  58. From verry gouw on 13 November 2008 14:52:43 WIB
    megawati jadi president lagi!! yaa ampunn....
    ketik c spasi d = capek de!!!
    seperti mesin yang rusak, itu lagi, itu lagi yang rusak!!!
    labih baik ganti mesin yang baru dan pasti perfomans nya labih bagus, paling ganti oli doank!!!
  59. From Verry Gouw on 13 November 2008 15:03:16 WIB
    Megawatie mau jadi president lagi!!! ya ampunn...
    pasti rakyat salah pilih, buang-buang biaya saja
    ketik c spasi d = capek d!!!
    lebih baik ganti yang baru d!
    seperti mesin yang baru peformans yang baru juga!!!
    pakai genuine part, dan mekanic yang profesional donk!!!
  60. From amir on 18 November 2008 16:57:13 WIB
    Saya pikir pemerintahaan sekarng kurang memmahami keadaan alama yang tidak bersahabat dengan naya, maka harus diganti oleh pemimpin yang alamya bersahabat dengannya. Jadi menurut saya sebaiknya negara ini dipimpin oleh orang baik yang dianggap gagal oleh orang-orang yang kurang mengerti apa yang dipikirnya . Terima kahi atas perhatiannya!!!!!!!!!!!!
  61. From jeli on 18 November 2008 17:29:57 WIB
    Pemimpin yang sekarang tidak bersahabat dengan alam maka untuk ke depan sebaiknya di Republik Indonesia di pimpin oleh seorang yang baik walaupun di anggap gagal oleh orang yang tidak ber pikir panjang !!!!! Haleluya
  62. From boim on 26 November 2008 13:43:20 WIB
    U/ 2009 masih di butuhkan figur spt pak SBY tetapi tentunya minus pak JK. Satu hal yang saya catat dan saya ingat terus sampai sekarang adalah pernyataan beliau bahwa idealnya nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah sekitar 9000an. tidak ada keinginan beliau untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar, alhasil walaupun harga minyak dunia turun tetapi karena nilai tukar rupiah jatuh tetap sulit bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBm dalam negeri. saya rasa Pak SBY harus mencari pendamping yang tepat u/ memimpin Indonesia selama 2009-2014 nanti.
  63. From donilanang on 12 December 2008 15:34:57 WIB
    begini kita jadi seorang rakyat yang udah cukup pintar untuk menilai seorang presiden, " kami udah pinter coy, gak akan mau dan percaya dengan janji-janji seseorang, oke (biasa politis nih!!)" jadi presiden ya?? mikir mikir dulu, soale itu kan amanah dari rakyat yang otomatis makluknya Gusti Allah, jadi itu amanah dari yang diatas coy!!. untuk presiden pilihanku ya orang yang beritikad baik dengan rakyatnya, tidak membodohi rakyatnya, berkomunikasi dengan rakyatnya, disegani bangsa lain, TIDAK MENJUAL ASET ASET KEPENTINGAN RAKYAT KE NEGARA LAIN, MAMPU DAN BERANI MENGAMBIL KEBIJAKAN DALAM MENGATASI KRISIS EKONOMI,bisa memilih menteri yang pintar dan tau mengerti akan rakyat, tau akan KESUSAHAN RAKYATNYA. gak usah membicarakan siapa pilihanku, kan rahasia. betul apa gak.
  64. From aang on 29 December 2008 03:11:34 WIB
    hehhe sayang yg berbicara tentang mbak mega disini adalah juru bicara yg gagal, bung wimar orang baik cuma juru bicara yang gagal, so gak ikutlah sama yg gagal :)
  65. From jonidi on 29 December 2008 13:02:11 WIB
    ......" semua capres miskin visi dan misi , udah deh saya aja yang jadi presiden 2009 dst max 5 tahuh dan apabila saya gagal sita seluruh harta dan kekayaan saya lalu di asingkan di timur jauh atau di exekusi aja , biar ga banyak bicara. neh udah saya siapkan misi dan visi yang rasional dan berimbang
  66. From jonidi on 29 December 2008 13:12:00 WIB
    bunuhlah aku.......
    ......apabila hukum tidak aku tegakan
    buatlah aku sengsara berkepanjangan apabila keadilan tidak kuberikan ............
    ...........usirlah aku dari ibu pertiwi apabila kudustai kampanyeku.......
    .......HARUSNYA BEGINI CALON PRESIDEN BERKAMPANYE , INI BARU PEMIMPIN MASA DEPAN .
  67. From Kelly Cameron on 04 January 2009 21:00:47 WIB
    Megawati Soekarno Putri - Surya Paloh.
    Presiden dan Wakil presiden RI
  68. From jonas on 25 January 2009 21:52:38 WIB
    SBY ? CAPEK DEH..... PRESIDEN GAK TEGAS, PLINTAT PLINTUT, CUMA CARI CITRA MUSTINYA JADI ARTIS BUKAN PRESIDEN... LIAT AJA KETIKA NGUMUMIN BBM TURUN DENGAN GAGAHNYA.... DULU KETIKA NGUMUMIN BBM NAIK SIAPA YANG DISURUH BICARA KE PUBLIK? APA SBY SENDIRI.... GAK KAN.... TIDAK GENTEL....

    MARAH-MARAH DIPUBLIKASIKAN BIARTAMPAK WIBAWA..... KAYAK DIMILITER AJA.....SAYA BELUM PERNAH LIAT PRESIDEN YANG MARAH DIPUBLIKASI DARI SOEHARTO SMPE BU MEGA..... INI SBY DAH BEBERAPA KALI......

    APA ADA KEMAJUAN DALAM BIDANG EKONOMI? GAK KAN? HIDUP SEMAKIN SULIT.... SAYA RASA IKLANNYA PDI PERJUANGAN LEBIH REALISTIS ..... DARI PADA IKLANYA DEMOKRAT......

    DAH SELAMAT TINGGAL SBY GUA GAK DAPAT MILIH KAMU LAGI..... MENDINGAN PRABOWO ATAU MEGA AJA.....
  69. From hendry on 27 January 2009 18:06:20 WIB
    Bang Wimar..anda itu siapa?dr dulu apa kontribusi anda terhadap bangsa ini??anda hanya bisa ngomong,ngoceh,kritik mengkritik..tp apa tindakan real anda untuk bangsa ini..coba renungkan...apakah anda bisa dan mampu jika berada di posisi RI1 untuk membqawa bangsa ini maju seyidak\"nya apakah anda bisa memenangkan pemulu?pikirkan lah wahai orang tua!!
  70. From igo on 05 February 2009 10:54:28 WIB
    mega emang gagal ga ada isinya, cuma simbol aja jadi presiden yang aktif ya T.K. Harusnya T.K yang jadi Presiden. Takut Kali... kut takut takut takut ama istri sendiri ko malah takut...... wekeke... kaya Rt sarmili.....
  71. From Mardi Igoy on 06 February 2009 08:49:17 WIB
    Saya Setuju kalau pak SBY mencalonkan lagi sebagai presiden di pemilu 2009, karena kinerjanya selama ini baik sekali, sudah bisa memberantas korupsi, dibandingkan ibu megawati,yang kinerjanya ga bisa menghasilkan apa-apa, gara-gara pemerintahan Ibu Mega,Para karyawan kerjanya di kontrak semua,dah gitu bisanya cuma mengkritik Pak SBY Doang.. Saya selalu mendukung Pak SBY.

    Ibu Megawati tidak akan bisa menandingi Pak SBY.
  72. From Mardi Igoy on 06 February 2009 08:53:25 WIB
    saran saya, agar pak SBY tidak berpasangan lagi dengan JK.
  73. From Satochid Sosrodiredjo on 09 February 2009 07:57:48 WIB
    Mega, kelihatannya orannya baik tapi wataknya agak mirip bapaknya.
    Kalau mau jadi presiden, wah ngak ya, bangsa kita ini mau diarahkan kemana? coba lihat ngak pernah pidato politik pidatonya hanya soal guyonan, nyindir dll-lah
    Demi masa depan bangsa maaf ya bu saya akan memilih SBY orangnya sopan pinter doktor dan programnya jelas selangkah lagi bangsa ini mau makmur, Terima kasih. mohon maaf bila tak berkenan.merdeka
  74. From satochid Sosrodiredjo on 09 February 2009 08:36:16 WIB
    Bang maaf nyambung lagi, masih dibuka-kan warungnya.Gini
    Saya punya prediksi bahwa bangsa dan negara kita akan manjadi makmur bila dipimpin orang/ pemimpin yang sekaliber SBY dan ngambil sebagian dari pola2 kerja yang baik dari presiden yang terdahulu. Saat ini yang saya lihat dari visi yang saya tangkep melalui pemikiran yang hening adalah SBY dan didukung oleh menteri2 yang a.l seperti Bung Wimas, cerdas.
    kalau wakilnya ya nanti saja.
    Usul perbaikan adalah meneruskan apa2 yang telah digariskan melalui progran jangka panjang dengan kontrol yang ketat, evaluasi per semester apakan ada program yang melenceng.
  75. From abe ganteng on 16 February 2009 12:26:57 WIB
    Bu mega lagi...?

    buat apa aku sekolah tinggi-tinggi?
  76. From ismalia faisal on 16 February 2009 19:08:37 WIB
    SAYA GERAH DENGAN MEGA YANG PIDATO SANA SINI KAYAK GAK PUNYA DOSA... LUPA APA DIA.. APA AJA KEMAJUAN INDONESIA SELAMA DIA MIMPIN..."MANTAN PRESIDEN YANG TIDAK BERJIWA BESAR" GAK USAH YANG TINGGI2 DEH, YG KELIATAN AJA, SETIAP ACARA KENEGARAAN (HUT RI MISALNYA) APA PERNAH DATENG???... CETEK BANGET ILMU POLITIKNYA.. BELUM LAGI DIA DENGAN PEDENYA MASANG2 WAPRES, GAK NGANGGEP TUH KLO NURUT SAYA, ORANG NYALON JADI PRESIDEN.. E..E.. DIA SEENAK JIDATNYA MASANGIN JADI WAKILNYA, BUAT SAYA ITU GAK ETIS BANGET, SAYA YG RAKYAT JELATA BISA NILAI KLO ITU AROMA AROGANSI (BELUM JADI PRESIDEN TUH..)

    TOLONG DEH BUAT YANG MAU MILIH MEGA, BUKA MATA, BUKA HATI, PAKE OTAK...

    BUAT OM WIMAR.. PISS MAN.. SETUJUUUU.
  77. From H.TUHU on 26 February 2009 11:51:14 WIB
    SBY Baguus... maju terus, kami Bersamamu Insya Allah SBY Presiden RI terpilih&Pilihan ILLAHI cari pasangan yg baek dan filter betul yg akn dijadikn wakilnya, kami indenpenden kmi slalu mendukung supaya SBY memenangkan Pemilu nanti...>
  78. From hengky on 05 March 2009 15:51:23 WIB
    aku setuju dengan duduknya megawati jd presiden,, kt hrs menbirikan kesempatan ama ibu mega,, mungkin ibu mega bs bantu kt yg rakyat susah.. hidup ibu MEGAWATI
  79. From Andree on 08 March 2009 11:51:11 WIB
    Menurut penglihatan gue pilihan yang enak rasanya pertama, SBY bisa dipakai lagi jadi presiden asal jangan sama JK ( amit-amit deh kalau milih JK ), kedua Sultan HB kayaknya juga lumayan auranya, dan terakhir Prabowo? cuma masih tunggu perkembangan info untuk PRabowo. OKE...
  80. From joko on 23 March 2009 20:54:19 WIB
    ABS.................Asal Bukan Sipil...

    Aku Tetap Suka militer : SBY , Prabowo , Wiranto , Sutiyoso..

    Bebas yang penting Bukan ABS.. Asal Bukan Sipil..

    Inga\' ingat\'.....Militer perlu untuk negara NKRI...karena

    Tidak ada yang namanya Negara didalam Negara... Ingat Timor

    Timur ---- Jangan samapi terulang kembali ... Indonesia

    tetap NKRI ... Sabang- samapi merauke .... Inga\' - inga\'

    ACEH - Papua harus dipertahankan sampai kapanpun Indonesia

    Tetap satu Jua...................GBU




  81. From ifan yudisatria on 03 April 2009 10:06:14 WIB
    Saya tidak bangga punya mantan Presiden Megawati (PDI-P), karena tidak ada hasil yang dicapai, sebaga rakyat yang Kaya (baca. bukan rakyat kecil) terlalu bodoh mengakui Megawati sbg. presiden 11 12 sama Gusdur. mereka menjadi Presiden karena " KEBODOHAN ORANG2 DPR-RI DAN MPR yang katanya dewan terhormat, ternyata pernjahat.' BUBARKAN SAJA DPR-RI DAN MPR DEWAN YANG 2X MAKAN GAJIH DI 2 TEMPAT ITU.
    Jika memang pemilihan Presiden RI tahun 2009 Nanti ternyata Megawaiti yang jadi Presiden (Naujubbilah Himminzalik) "

    " SAYA AKAN KELUAR MENJADI ORANG INDONESIA"
  82. From Indra on 03 April 2009 16:56:10 WIB
    Ngeliat comment² disini, kayaknya banyak yg ga suka Mega.
    Tapi sayangnya itu cuma segelintir masyarakat yg melek internet.
    Masih banyak orang² diluar sana (baca:wong cilik) yang belum tau apa yang sebenarnya telah dilakukan ibu mega ini.
    Mereka taunya cuma Mega anak Soekarno, makanya dia masih banyak pengikutnya,.
  83. From YK on 04 April 2009 10:52:21 WIB
    MEGAWATI > Menjanjikan Sembako murah? Gimana caranya??????? MAU JUAL ASET2 NEGARA LAGI?!!, Kalau mau murah, bisa tidak membuat murah pasar Dunia??!, Kita tidak bisa melihat di Indonesianya aja tapi Dunia BOOOO... Jd presiden GA DEH!!!
    JK...> Ga Deh... Kalian ga tau aja siapa JK??? Beliau Pengusaha bukan, bukan pemimpin, intinya Kalau dia ga untung , ga kan dikejar.

    SBY > PERJUANGAN MAJU TERUS TERUSSS!!!! TAPI JANGAN AMA JK

    Eh... ada partai yang menjanjikan kalau menang, disetiap desa akan di berikan bantuan uang sejumlah 1M, Uang dari mana itu?????? Paling uang rakyat jg. atau jangan2 kalu menang wakil rakyatnya malah hitungan modal agar bisa balik....

  84. From arayzzz on 04 April 2009 12:09:34 WIB
    saya cma minta satu
    "TOLONG BALIKIN INDOSAT, dan JANGAN JUAL ASET BANGSA LAIN",dan jangan bikin anak2 indo jadi bodoh, tolol ... jangan cuma menang nama, anak inilah, si inilah, apalah ...
  85. From Jil Kalaran on 05 April 2009 10:09:18 WIB
    yap, saya setuju banget tuh dengan statement bang wimar. kayaknya bu mega dah gak cocok jadi presiden untuk 2009 dan seterusnya. dia gak bisa apa-apa. lihat aja uraiannya waktu diwawancarai di metro tentang indonesia dijajah 250 tahun, waduh dia nggak mampu menjelaskan dengan baik. artinya, dia gak pernah baca buku sejarah. sejarah yang dia tahu hanya dari mulut ke mulut. juga ketika di kampanye mengkritik blt, menurut saya itu buka tipe pemimpin yang bijaksana. la wong pada waktu memerintah dia gak punya program pro rakyat kecil kok mengkritik kebijakan pro rakyat kecil. dan sekarang iklan yang dia munculkan berbalik arah, mendukung blt. mencla-mencle kan? tapi saya yakin pernyataannya itu memang jadi blunder buat dia dan juga partainya. kalo waktu itu langsung di survey, pasti jeblok nilainya.
  86. From Brie.... on 05 April 2009 11:07:36 WIB
    Spanduknya bu mega yang membandingkan harga BBM waktu jaman dia dengan sekarang..yang OTOMATIS emang lebih murah dibanding sekarang, jadi ikutan berfikir..kayaknya BBM juga lebih murah 20 tahun yang lalu ya...harga sayur juga..uang sekolah juga...semuanya juga lebih murah 20 tahun yang lalu
  87. From uhuh on 05 April 2009 22:21:46 WIB
    kalau mega bisa menang ya sudah memang negara ini rakyat nya kurang pendidikan, henry anda melek internet tapi menutup mata yah, lupa kalau mega jualan gas sangat murah ke cina? korupsi meningkat, bumn di jualin, mau jadi apa negara ini, kalau sby masih mending walaupun korupsi tetap ada tapi masih ada yg di tangkap krn korupsi walaupun kelas kakap nya ga ketangkap, tapi ada niat baik, kalau mega mah cuma nambah banyak aja preman di jalanan, dari kampanye aja sudah bodoh-bodohin rakyat, payah dah....
  88. From ria on 06 April 2009 13:37:58 WIB
    pokok jangan ibu mega dech....... kacian dia. mending jaga cucu aja dirumah. lebih arif...........
    jangan terlalu memaksa.
    gak baek.
  89. From Alexandria Sultansyah on 08 April 2009 00:14:45 WIB
    Menurut saya bung WW terlalu objektif dalam penilaiannya..anda terlalu membesarkan nama SBY dan nampak sangat tidak suka dengan kinerja JK.Saya rasa SBY pun kurang cocok untuk menjadi presiden yang handal terlalu gegabah dan sering terburu-buru dalam memberikan opini kepada masyarakat.SBY pun gagal dalam pemberian BLT mengapa uang sebesar itu tidak diberikan untuk modal unit usaha kecil atau mandiri,untuk kemakmuran rakyat.Untuk Bu Mega saya setuju Mega gagal dalam memimpin negeri ini.Bu Mega plin plan dia bilang untuk apa BLT tapi 1 minggu kemudian dia setuju dengan BLT dan iklan partainya menjual BLT??Banyak BUMN di jaman Bu Mega yang di swastakan dengan dalih mengalami kerugian besar.Dan untuk Pak Taufik Kemas istri anda kan capres mengapa anda mencalonkan juga untuk menjadi anggota DPR di dapil 1 Kab.Bandung?


    Capres / Cawapres ideal menurut saya

    Surya Paloh / Hidayat Nur Wahid

    atau mungkin SBY / WW haha..

  90. From Ryu on 08 April 2009 23:09:10 WIB
    Kalo Bu Mega siy mank krg cocok jd president.Kalo capres/cawapres 2009 ini siapa za bisa,asal berkualitas n memperjuangkan nasib rakyat. Ga masalah dari militer ataupun sipil. Peluang terbesar masih SBY,tp siapapun yang terpilih nanti smoga program2 yg baik dari pemerintah sblumnya tetap dijalankan, agar pembangunannya berkelanjutan. n Menteri Keuangannya jangan diganti, tetap Bu Any.

    Kalo wilayah Indonesia saat ini mank udah final, ga noleh terpisah lagi, sesuai waktu diproklamirkan oleh Bung Karno. Kalo Timtim kan mank masuk belakangan, bekas jajahan portugis,tidak termasuk wilayah yg diproklamirkan saat NKRI ini berdiri.
  91. From SUNARYO on 09 April 2009 02:27:19 WIB
    megawati jangan deh !!!! dikelilingi banyak tikusnya
    yang dari Golkur apalagi lebih banyak
    SBY cukup sampai disini aja....kurang tegas
    prabowo bermasalah .... orang masa lalu
    gusdur ambisi banget gak ada kemampuan
    Presidennya orang baru aja yang hartanya kurang dari 1 M
    waktu kampanye gak hambur-hamburkan uang supaya gak ada niatan pulangin uang yg dikeluarkan.
  92. From anlene on 10 April 2009 21:54:56 WIB
    Knapa sih bu mega selalu disudutkan terus???ato jangan-jangan yang komnetar ini dan itu, kita angkat aja jd presiden biar tau susahnya ngatur orang 200 juta lebih..tx
  93. From Joni on 11 April 2009 18:26:04 WIB
    Kalau dipandang dari sudut psikologi SBY masih terbaik karena Tahun 2009 ini merupakan kesempatan terakhirnya untuk jadi presiden, sehingga secara psikologis tidak memiliki motivasi lain selain membangun Indonesia agar dapat meninggalkan nama baik.
  94. From Abdul Talib bin Tarto on 12 April 2009 00:02:47 WIB
    Saya bukan kader PDIP, tetapi saya selalu mengikuti perpolitikan di Indonesia. Secara jujur saya katakan bahwa Ibu Megawati sangat berjasa atas Negara kita RI. Kalau mau jujur Ibu Mega adalah seorang pemimpin sejati bukan seorang politikus. sedangkan SBY adalah seorang politikus bukan seorang pemimpin. Seorang Pemimpin lebih mulia dari seorang politikus karena didalam politik itu sifatnya kotor. Dia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Politik itu tidak mengenal balas jasa, kalau ada kesempatan dia akan gunakan untuk mematikan lawan politiknya.
    Kalau kita mau jujur, sebenarnya Ibu Mega sudah pantas diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini. Pada zaman Soeharta (3 periode) Ibu Mega seharusnya menang dalam Pemilu, tetapi pada waktu itu kekuasaan pemerintah mengobok-obok Ibu Mega, tetapi Ibu Mega tetap tegar dengan pendiriannya di PDI. Pada masa pemilu 1999 yang mana Gusdur menjadi Presiden, seharusnya Ibu Mega menjadi Presiden, tetapi nyatanya dia dijegal oleh poros tengah. Apa masuk akal seorang buta memimpin negeri ini ? (tanya hati nurani masing-masing). Tapi itupun Ibu Mega tidak mau ribut & tdk mau memprovokasi anak buahnya utk melawan. Pada waktu Gusdur lengser, Ibu Mega menggantikannya menjadi Presiden, pd saat itu posisi Ibu Mega dalam keadaan sulit. dan pada saat itu SBY menjabat MENKOPOLKAM, sedangkan JK menjabat MENKOKESRA dan LAKSAMANA SUKARDI menjabat Menteri BUMN. Jadi pada waktu Ibu Mega menjabat presiden menteri-menteri Mega banyak melakukan pembusukan.
    Sampai sekarang saya sangat kagum kepada Ibu Mega yang tetap berjuang di PDI-P sedangkan SBY manuver ke GOLKAR KECIL (DEMOKRAT) dengan kebijakan yg seolah-olah pro rakyat, padahal semua kebijakannya adalah manuver politik utk mendongkrak popularitasnya. masih ingat tidak dengan janji sby dgn program 100 hari pemerintahannya ? Apa yg kita dapat ? Nol.
    Sedangkan Laksamana Sukardi sipenjual aset bumn membentuk partai baru (pembusukan pdi-p)dia seakan-akan cuci tangan dan dia melakukan pembusukan Ibu Mega.
    Jadi saya dukung perjuanganmu Ibu Mega.
    Hidup Ibu Mega, selamat berjuang.
    Semoga rakyat Indonesia sadar akan perjuanganmu utk Indonesia tercinta ini.
  95. From harris on 12 April 2009 00:07:02 WIB
    Setuju... Megawati adalah presiden yang gagal... dan saya Yakin ia tidak punya kopetensi menjadi presiden...

    Liat aja sendiri,, Kerjaannya ngomel2 trus,, ngomelnya kebanyakan malah ngk intelek..

    udah sekarang bu Mega Ngurus suami aja....
  96. From Abdul Talib bin Tarto on 12 April 2009 00:14:06 WIB
    Saya lihat SBY politik ulung, dia ibarat belut yang licin.
    Pada masa pemerintahan Suharto dia jadi menteri.
    Pada masa pemerintahan habibi dia jadi menteri.
    Pada masa pemerintahan gusdur dia jadi menteri.
    pada masa pemerintahan mega dia jadi menteri.
    Kog bisa ya ?
    Pada masa menjabat menteri apa yang sudah diperbuatnya ya ?
    Sebenarnya SBY sangat berhutang budi pada Ibu Mega. Kenapa ya ? coba tanya pada hati kalian masing-masing.
    Kita tidak boleh dekat-dekat dengan seorang politikus spt sby, nanti kita bisa dimakannya. Apalagi dengan pengikut-pengikutnya (partai Demokrat), semua itu adalah penjilat-penjilat yang melakukan manuver & pembusukan terhadap lawan politik sby. Mereka semua pada sombong-sombong sehingga apabila mereka dibiarkan memerintah lagi akan ada banyak bencana lagi akibat kualat tidak mau berbakti pada yang pernah membesarkannya.
    Apa kalian mau negeri kita ini terus-menerus dilanda bencana ? kalau tidak mau maka jangan pilih presiden yang identik dengan bencana alam.
    Hidup Mega
  97. From IWAN SETIAWAN on 12 April 2009 00:26:51 WIB
    Saya rasa, yang menjelek-jelekkan Ibu Mega tidak mengenal balas budi dan seorang penjilat. Mungkin dia pendukung sby. jadi dia menjelek-jelekkan Ibu Mega. Biar seakan-akan rakyat Indonesia tidak suka Ibu Mega.
    Bagaimana kecewanya pendukung Ibu Mega pada Pemilu 1999, yang kala itu Gusdur terpilih menjadi Presiden. Kita tahu Gusdur itu buta (cacat fisik) Seharusnya tidak bisa jadi Presiden. Hal ini ada di atur dalam uud 1945 bahwa seorang presiden itu harus sehat jasmani dan rohani. Gimana seorang buta bisa dikatakan sehat jasmani dan rohani. tapi begitupun Ibu Mega tidak membiarkan pengikutnya melakukan perbuatan brutal. Pada waktu itu semua pengikut Ibu Mega marah, mereka mau membuat ribut. Tetapi dengan arifnya Ibu Mega mencegahnya. sehingga keributan tidak terjadi pada waktu itu.
    Hidup ibu Mega....... selamat berjuang..............
  98. From Maryo on 14 April 2009 14:00:32 WIB
    Saya setuju bung WW, Megawati (dulu) orang baik, tapi presiden gagal. Kenapa sekarang Mega jadi orientasi kekuasaan ya, meninggalkan jati diri. Padahal dia salah satu tokoh reformasi dan dulu saya pilih pdip.

    @Abdul TbT, hebat banget ya sby, karena kesalahannya kita semua terima musibah dan bencana. Mikir pak, mikir. Kita semua yang gak peduli sama lingkungan, memperparah kerusakan, kambing hitamin satu orang. Allah Maha Bijak. Semua yang kita terima adalah hukuman dari perbuatan kita sendiri.

    @Iwan, buka mata, mas.
    Lihat sepak terjangnya sekarang, dia berkomplot sama orang yg dulu bantai temen2 pdip tgl 27 juli. Lihat orientasinya, perhatikan komentar dan langkah-langkahnya, hilang arah karena emosi pribadi sama suaminya.

    @All, ayo dong kasih masukan siapa capres dan cawapresnya.

    @WW, saya menghormati Anda sebagai tokoh publik untuk memberi masukan dan pencerahan. Jangan jadi capres atau cawapres.
  99. From one-nod on 14 April 2009 20:53:07 WIB
    MEGA FOR PRESIDENT???
    wakil nya Taufik Kiemas
    menterinya Puan Maharani, Guruh soekarno putra, sama keluarga-keluarga lain yg g bgtu populer
    keren kan,,,,
    jadi deh negara kita berubah jadi KERAJAAN ..hehehheheh.....

    mbak Mega \"Apa Obsesimu\"???
  100. From ery on 14 April 2009 20:59:41 WIB
    Kenapa sih Mega Ngotot bgt jadi presiden lagi?mbok ya udah gitu lo...la wong jelas gak lebih baik dr SBY yg sekarang ini.
    aku jadi bingung.mega tu sebenernya cuma dendam pribadi aja ma SBY ato gimana sih?
    apapun yg dilakukan pemerintah sekarang selalu salah di mata mega.berarti obsesi dia jadi presiden bukan untuk membela wong cilik dong.
    jangan jangan ,,,mega dendam ma SBY karena pernah ditolak cintanya gitu???
  101. From ery on 14 April 2009 21:14:15 WIB
    Kenapa sih Mega Ngotot bgt jadi presiden lagi?mbok ya udah gitu lo...la wong jelas gak lebih baik dr SBY yg sekarang ini.
    aku jadi bingung.mega tu sebenernya cuma dendam pribadi aja ma SBY ato gimana sih?
    apapun yg dilakukan pemerintah sekarang selalu salah di mata mega.berarti obsesi dia jadi presiden bukan untuk membela wong cilik dong.
    jangan jangan ,,,mega dendam ma SBY karena pernah ditolak cintanya gitu???
  102. From sopandi on 15 April 2009 15:48:37 WIB
    hahaha 101. from ery. dalam politik jangan bawa2 cinta..
    tapi betul juga mega gak lebih baik dari sby, terus bisanya cuma kratak kritik, awalnya dia sentimen soal BLT.... eh ujung2nya dipake juga tuh BLT buat iklan nya dia...
  103. From firdaus a on 16 April 2009 13:24:13 WIB
    percuma saja jadi calon presiden
  104. From wada on 16 April 2009 14:03:08 WIB
    untuk 2009 presiden nya pasti SBY btw masyarakat indonesia itu udah punya karakter dalam meilih yang pasti milih nya yang udah di kenal dan baik pasti sby lagi terbukti pas 9 april kemarin , kalau bu mega mah ga akan mungkin susah kalau presiden nya perempuan yang pasti ribet bentar bentar datang bulan lagi, dimana mana juga pemimpin itu laki laki.wanita itu di belakang karena fitrah nya wanita itu lemah dan lembut.walaupun saya tidak begitu suka sama sby tapi ga apa apa sampai 2014 sudah itu ga bakal kepilih lagi btw udah tua.
  105. From Bejo on 19 April 2009 23:42:27 WIB
    Saya sangat prihatin dengan kondisi rakyat Indonesia yang sukanya menjelek-jelekkan orang lain, bukan mengapresiasi keberhasilan orang lain dan berterima kasih pada orang lain yang telah berjasa pada negeri ini. Seharusnya kita menghargai dan mengapresiasi bu Mega, walaupun dia dikhianati oleh bekas bawahannya namun tetap tegar. Saya dukung bu Mega jadi Presiden, tapi saya ingin wakilnya yang muda yang cerdas misalnya yang sekarang jadi WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT. Saya yakin duet ini bisa melawan SBY, karena anak-anak muda pasti tidak asing dengan WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT ini.
    Ok, siapa setuju saya ?
  106. From Toni Balga on 20 April 2009 13:33:27 WIB
    tendensius dan memihak.........tdk menghomati demokrasi
    Ibu Megawati itu masih fav minimal bagi 14 % rakyat indonesia, tolong hormati saudaramu sesama rakyat indonesia.

    Jika anda tidak bisa memuji , minimal jgn menjelek jelek kan orang, belajar lah sedikit agama.

  107. From mamat on 21 April 2009 16:31:07 WIB
    ahhh..mega lagi...mega lagi.....apa gak bosen ya jadi presiden......katanya cape kerjaan nya banyak banget..lah kok ngoto jadi presiden lagi........tape.dechhhhhh
  108. From my times on 22 April 2009 19:16:53 WIB
    sudahlah ibu, mengalah saja akui saja kekalahanmu n jangan bikin rakyat pusing! bangsa kita tidak terbiasa melihat kemenangan orang lain tataplah kedepan dan jangan menerapkan polotik dendam!
  109. From Wiwik on 27 April 2009 21:28:55 WIB
    Saya lebih senang kalau presiden dan wakil presiden kita adalah orang muda yang memenuhi kriteria : nasionalis, anti korupsi, menomorsatukan pendidikan, melek agama, berkepribadian Indonesia, dan diusung oleh koalisi PDIP, Gerindra, Hanura, Golkar, PPP, PAN.
  110. From banyu on 27 April 2009 21:40:00 WIB
    bu mega lebih baik ngurus pak taufik kemas aja dari pada mau ikutan jadi capres, kan sdh pernah jd presiden, jng tambah daftar sejarah presiden yg gagal memimpin. ok
  111. From Renvell on 29 April 2009 21:20:55 WIB
    Ibu Mega klo kampanye bisanya cuma bilang > Merdeka!!!!, Merdeka!!!!

    Mungkin maksudnya mau meniru Papanya, tapi.....Plisss dong ah...
  112. From inne on 30 April 2009 05:54:31 WIB
    Pokoknya Presiden dan Wapres jangan :

    MEGA : Udah gagal tp plintat plintut. Mau abis masa jabatan malah naikin BBM mentang2 punya pombensin. Ingat ngg bu dulu? Giliran SBY naikin BBM lu ikut2 ribut. Klu pidato ngg elit ngomongnya, ngg kyk bpknya, mklum lulusan SMA geto lho...Mega hrs sadar, dia cuma dijadikan boneka oleh partai dan suaminya yg jago korup berat, udah ada bukti.
    JK : Aduh bpk kok mirip amat dgn Charli Chaplin. kbanyakan ngomong jdi wapres. Niat bpk kurang murni waktu jd wapres. Pgn lebih terkenal dr SBY. Saya liat dia rada diktator d mau menang sendiri. Alhamdulilah SBY tdk mau lg deket sama JK, kapok kli.
    Prabowo : urusin dulu kemana 14 org yg hilang itu ada dimana? Kan ada dijmn anda dulu. Klu Prabowo jdi presiden, percaya deh pasti smua org tdk bisa bicara bebas. Ngg jauh2 dr pak Harto, smua orang pintar dibuang jadi duta besar atau diasingkan, hati2 lho, ingat kasus Trisakti Mey 98.
    Wiranto, Sutiyoso : Sama sebangun dgn Prabowo mantan2 pak Harto. Bahaya...obsesi mereka dulu blm tcapai jgn biarkan mrk menang, bisa2 dibungkam lg kita semua. Nggak sekalian ada pd nyalonin Harmoko dan Akbar Tanjung, kemana tuh orang?? Trauma kali diserang masyarakat thn 98?

    Pilihlah orang yg jujur, anti korup dan punya niat murni mensejahterahkan bangsa d rakyat kecil.
  113. From vina on 30 April 2009 11:37:04 WIB
    seru banget komentarnya ini baru menggairahkan politik tp ingat ya jgn sampe out of control spt kt pepatah hati boleh panas kepala tetap dingin. So buat bu mega ato siapa aja deh yg mgkn tdk akan terpilih utk RI 1, akuilah kemanangan orang lain, jgn ngeyel krn itu hanya akan menunjukkan kebodohon sendri. bagi para politikus berilah teladan berpolitik yg ksatria jg jd pecundang, utk mendapat hati rakyat bkn dgn janji tp dgn kerja keras n memiliki hati tulus. I love Indonesia.
  114. From Budi Sujatmiko on 30 April 2009 14:34:41 WIB
    Mega jadi presiden lagi ?.... apa kata dunia, emangnya belum kapok dulu aja udah gagal mau maju lagi, masih belum puas anak dan suaminya jd pejabat emang indonesia punya nenek moyang elu,di PDIP emangnya gak ada lagi pigur yang lebih berbobot daripada mega wati, si Pramono anung selalu aja cari posisi aman tuh buat dirinya sendiri,gua cuma bisa kirim doa mudah2an gagal maning sampe jadi nenek2 pikun
  115. From anak muda on 30 April 2009 16:41:15 WIB
    Yg sudah jadi presiden mending lengser aja, beri kesempatan yg lain... Mega, SBY sama aja. PAYAH
  116. From sai on 03 May 2009 23:44:37 WIB
    pak jk majulah teruskan perjuanganmu,jangan pantang menyerah saya mendukungmu.ok
  117. From Ratapan Anak Bangsa on 04 May 2009 14:53:16 WIB
    to inne,,
    [Pilihlah orang yg jujur, anti korup dan punya niat murni mensejahterahkan bangsa d rakyat kecil.]

    siaPakah gerangan oRang y9 saudara maKsud..??

    SBY,,??

    pa 9a cukuP sLama Lima Taun ini kiTa susah,,
    har9a seMbaKo naik tRus taPi biLan9nya kesejahteraan Rakyat meningkat Pesat,,

    Lima taun janji macem" skaRan9 dePartemen" ny Latah n9eLuarin ikLan y9 kLaimNya "KeberhasiLan SBY???"

    in9et duNkz,,

    oRan9 y9 terLaLu bAn99a den9an kesuksesanNya taNPa meLihat reaLita nya ad oRan9 y9 con9kak,,

    tp sudahLah,,
    mun9kin anda dan 20% DPT piLeg 2009 tLah menjadi konsumen y9 baik bagi ikLan "SEKOLAH GRATIS DAN PNPM MANDIRI!!!" dan baNyaK haL iKLan kLaim kEsuksesan Pemerintah..

    bagi saya

    IKLAN" DEPARTEMEN = KAMPANYE SBY

    dan itu berarti men99unakan FASILITAS NEGARA UNTUK KAMPANYE,,

    KENAPA BARU MUSIM KAMPANYE IKLAN" ITU GETOL"NYA NON9OL di MEDIA???

    THX,,
  118. From imron rosyidi on 05 May 2009 12:21:54 WIB
    pak kalau boleh usul nich
    Presiden : Megawati Soekarno
    Wakil Presiden : Taufik Kelmas
    Mensesneg : Puan Maharani
    yakin lah Indonesia ?????????????????
  119. From ahmad taufik on 10 May 2009 11:58:09 WIB
    orang tuh kan kebanyakan cuma bisa mengkritik aja, belum tentu kalau yg mengkritik itu jikalau jd seorang presiden bisa memimpin negara ini dengan baik...he3x
    seperti lihat pertandingan sepak bola, andai bola gagal masuk ke gawang, pastilah penonton membodoh-bodohi, coba yang ngolok-ngolok itu main dilapangan, belum tentu dia bisa membobol gawang lawan...he3x
  120. From ARJUNA on 12 May 2009 12:15:38 WIB
    kini masyarakat indonesia sedang asyik nonton sinetron politik yang menjijikan... para politisi telah hilang akal sehatnya buat meyakinkan masyarakat, sebut saja; pramono anung, effendi, nababan n tokoh2 pdi perjuangan lainnya, megawati bangga tempatnya dijadikan tongkrongan para pecundang2 politik... mau dibawa kemana NKRI ini...???
  121. From hadi on 15 May 2009 15:48:28 WIB
    bagi saya keberhasilan presiden yang akan datang adalah :
    1. Perbaikan kondisi ekonomi yang stabil,
    2. Meningkatkan Ekspor
    3. Penciutan Parpol
    4. Menjaga nilai-nilai luhur bangsa
    5. Kekuatan pertahanan nasional yang semakin membaik
    6. Menjalankan hukum-hukum yang ada
    7. Menerapkan Ekonomi kerakyatan yang cocok untuk bangsa ini

    Sepertinya : Prabowo Subianto orang yang jenius dan tepat untuk mengatasi hal ini
  122. From Orang polos on 18 May 2009 13:07:00 WIB
    Hello semua, komentar pak Wimar dan pak wimar juga , kayanya pak wimar selama menjadi juru bicara gus dur sering kelihat seteres, karenna cari citra untuk bapak gus dur.
    Tapi juru bicara ibu megawati tdk lihat seteres, karena ibu megawati bisa / tahu menaklukan MPR/DPR sebagai tukang pecat president RI, jadi masyarkat indonesia bisa di hindari dari pemecatan president sebelum lima tahun (malu tidak kita semua bila dalam lima tahun ada ganti president 3 kali).
    Belum lagi di rongrong Bapk alm Munir tentang HAM. Sedangkan pemerintah SBY-JK sdh tidak dihantui pemecatan President(UU sdh di rubah)dan Bpk Munir (telah tewas)tapi ketegasan memimpin president masih membele, juru bicaranya stres cari citra tapi rakyat tambah merana.
    Tolong kita berpikir tentang perbandingan di atas, selamat memilih(katanya rakyat indonesia sudah cerdas, kalau salah pilih nanti bisa merana untuk seterusnya)
  123. From romario ibrahim on 18 May 2009 17:10:10 WIB
    Yth. Ibu MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
    Pimpinlah negara ini seperti ayahanda Ibu,Tegas, Berwibawa dan Tanpa pandang bulu yang salah...
    Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....Merdeka....
  124. From ocha puruito on 22 May 2009 04:16:58 WIB
    Salam dari genMAR...(Generasi MARHAENS)yg pasti bukan (Generasi wiMAR Wiii...nular)hiiii..
    Bung...ingat satu hal?Pikir dahulu n dahulukan yg utama.Masalah penjajah hanya ada 2..Semua berasal dari Mulut n perut.So....diwaktu kepemimpinan Budhe Mega,mulut n perut kami selalu MERDEKA.Gak kaya' 5th ini,korban ada banyak diwong cilik.Inilah penjajahan buat kebebasan wong cilik,mulut n perut kami dipertaruhkan demi nama baik 1org.Sodara sebangsa&setanah air tetap galang kemenangan utk sapa saja kecuali buat yg anut prinsip NATO (No Action Talk Only)...Jangan pikirkan apa yg telah negara berikan padamu tapi berpikirlah apa yg telah kamu berikan utk negaramu,negara kita tercinta..INDONESIA.Jadikan hati sbg presiden dihidup qt,yg sll bljr dari hal kecil utk ke hal yg besar.Ya...nggak bung!!!!!!!
  125. From yanti on 23 May 2009 01:08:45 WIB
    sayang pendapat mas wilmar cukup tendensius, sgt politis ya, pendpt hy karna dukung kelompok tertentu, baik mega, sby cuma bisa nangis doang
  126. From Udin on 25 May 2009 00:32:38 WIB
    Hari esok tiada yang tahu
  127. From M. Dwi Hadiyanto on 26 May 2009 15:25:26 WIB
    Bagus 2001-2004 (Ibu Mega) atau 2004-2009 (Bp. SBY)?
  128. From putu s on 26 May 2009 20:06:06 WIB
    apa yang ibu mega perbuat setelah menjadi presiden di periode yang lalu! apa penghargaan yang ibu berikan kepada para korban dan keluarganya yang waktu itu mempertahankan mati2an markas PDI sampai mempertaruhkan nyawanya?............................apakah mau kita berkorban seperti dulu lagi?
  129. From Amin Hasbi on 30 May 2009 17:28:34 WIB
    Judul artikel diatas tidak objektif. kita lihat kenyataannya sekarang ,yg menjabat presiden secara penuh dan setengah jalan siapa..? sumbangsih sby yg menjabat secara penuh apa? jika dibandingkan ibu mega yg hanya 3 tahun. jangan picik, lihat kondisi rakyat kecil sekarang. mereka menjerit untuk bisa mendapatkan sesuap nasi...
  130. From Raja samsyul on 02 June 2009 11:32:47 WIB
    Hidup Megapro. SBY-Budi kaki tangan Kapitalis. JK-Win ngalah aja deh
  131. From jesika on 02 June 2009 16:18:03 WIB
    to : inne
    aku setuju dengan mu..pilihlah presiden yg jujur..pilih dengan hati nurani..

    to : all
    saya rasa anda2 semua tau mana presiden yang arif dan bijak...ga perlu kita banding2 kan, toh semua dulu pernah menjabat dan melakukan kesalahan..jd jangan tutup mata anda dengan semua itu..mungkin bagi anda yang senang dengan salah satu calon, kebusukan mereka akan tergantikan dengan kecintaan anda pada calon tersebut..tp apa hati nurani anda setuju dengan pilihan anda, rasional lah melihat sesuatu, buka mata lebar2..jangan karena begitu cinta, kesalahan apa pun yg pernah dilakukan seolah sirna, seolah anda paling benar..akui saja bahwa calon lain ternyata lebih baik..itu baru jiwa seorang pemenang...

    to: Ratapan Anak Bangsa
    Saya rasa tidak ada masalah klo SBY mengklaim bahwa itu keberhasilannya..itu benar kan..itu fakta bung..jangan tutup mata dengan itu..apa pernah ada calon lain lebih baik dari SBY?? mungkin SBY bLum sempurna..tp masa kepresidenannya adalah masa transisi..ingat g gampang memperbaiki yg telah dihancurkan pejabat2 sebelumnya..seharusnya kita masih memberikan kesempatan..bukan taunya hanya mencaci..
  132. From gundul on 02 June 2009 23:09:52 WIB
    mega belum gagal,masih abu abu,KARENA preseden SEBELUMNYA BELUM ada yang \"berhasil\"tho,saat mega preseden banyk preman jalanan,preman dewan,sampe preman gang2 sempit rame,trus kerjanya jualan melulu INDOSAT,KAPAL TANGKER,BUMN,PULAU JAWA KALO LAKU DIJUAL KALI,kalo nanti jadi preseden mohon GANTUNG brutus2 yang dulu jual aset2 INDONESIA,wong cilik para buruh2 pabrik \'\'\'sistim kerja kontrak\'\'\' yang sangat merugikan ini adalah buah karya mega,maaf bos yang inget cuma jeleknya
  133. From haikal on 04 June 2009 22:04:17 WIB
    mohon maaf sblmnya bila menyinggung.
    sipadan ligitan lepas dari NKRI pda kepemimpinan siapa ?
    semen gresik bisa di tangan asing pda pemerintahan siapa?
    pilkada jatim,tak pernah rela kalah padahal sudah diulang 2 kali.hingga ada salah satu partai yang membumbui " melakukan segala cara agar X (calon gub. yang tidak terima} menang ?
    merasa BLT dan RASKIN hasil pemikiranya,emang g pernah sekolah tinggi jd bicaranya tak bisa diatur.
    udahlah bu' g usah ngoyo jd presiden, yng terpenting jaga omongan dulu
    saya baru dengar kalau presiden mengeluh "emang mudah jadi presiden, coba anda jadi presiden" perkataan tersebut keluar saat salah seorang wartawan memberi pertanyaan yang agak menyinggung.
  134. From dedy on 05 June 2009 16:09:02 WIB
    orang yang sukses/berhasil adalah orang yang pernah gagal !
  135. From Rocker on 11 June 2009 08:05:03 WIB
    Memalukan, lebih baik Prabowo yang jadi presiden daripada megawati
  136. From gunawan on 12 June 2009 08:01:29 WIB
    Kepada Bu Mega & Mas Prabowo , bikin donk kontrak politik kalau terpilih jadi Pres & Wapres maka gaji selama menjabat Pres & Wapres disumbangkan untuk fakir miskin/yatim piatu kan Bu Mega & Mas Prabowo dah kaya dan tidak mencari kekayaan selama menjabat Pres & Wapres..........
    Gimana.........hayoooooooooooo berani ga.............
  137. From rian on 12 June 2009 09:17:49 WIB
    Menurut saya,siapapun presidennya harus lebih diutamakan kapasitas dan integritas, siapapun yang menang harus kita dukung. buat yang kalah jangan malah jadi oposisi mengkritisi yang kalah, tp coba lah mulai sekarang kita bahu-membahu membangun negerikita ini. lupakan sukuisme, agamaisme, ras, cukupsatu indonesia. kita bangun negeri ini bersama-sama. buat yang kalah dukung yang menang, bersama-sama kita buat bangsa kita lebih maju
  138. From aprile on 12 June 2009 10:32:43 WIB
    megawati???no way..
    ambisi banget jadi presiden buk, males dehhh..
  139. From maria on 12 June 2009 19:54:24 WIB
    mang kita harus b\'trimakasih sama semua mantan presiden RI, tapi kalau masalah pilihan, itu lain lagi. Daripada megawati, masih jauh lebih baik JK (klo SBY g da). Mega itu apa? Cuma menyandang nama besar ayahnya saja...
  140. From irwandi on 13 June 2009 09:57:17 WIB
    saya koq jadi pikir 2 kali kalo di suruh milih sby saya mending milih calon yang no 1 to no 3,karena menurut saya pemerintahan sekarang tuh banyak menutupi data misalnya masalah utang negara yg terus meningkat itu di karenakan untuk mendukung popularitas aja dengan dalih BLT,GAJI ke 13 itu semua untuk biar dianggap pemerintaha berhasil,saya jadi bingung sama pak WW kenapa beliau begitu yakin dengan sby to ntar lo naik mo di kasih jabatan
  141. From taufik on 16 June 2009 20:41:28 WIB
    bu MEGA ISNOT ABLE TO BE PRESIDENT, dah tahu dulu kualitasnya kayak apa, gimana kinerjanya? walaupun pak prabowo jadi wakilnya, tapi si pengambil keputusannya kan tetep presiden bukan wakilnya.
    jadi alangkah baiknya ntar aku memilih nomor 2 atau 3, kalo no.1 kan gag selalu baik apalge wanita, pikir 10 kali dong buat milih, ntar BUMN-BUMN jatuh ke tangan ASING, pertaminanya dijual lage trus ambalatnya jatuh ke tangan malaysia juga, mau jadi apa negara kita jika dipimpinnya.
    apalage cara dia kampanye kok selalu mencari kesalahan orang lain lum ngerti dosa apa (NITI-NITI KEOLOHAN), mendingan suruh insteropeksi dulu pada tahun kepemimpinannya dulu kayak apa neh negara
  142. From Hamba Allah on 17 June 2009 11:30:01 WIB
    Baik tidak baik masalah siapa khalifah/presidennya, tetap kembali pada diri kita.
    Ingat khlifah pun seorang manusia yang tidak jauh seperti kita. Bisa lupa dan tidak luput dari kesalahan.
    Namun saya hanya menambahkan satu saja.
    Seorang kaum Hawa tidak diperkenankan untuk menjadi pemimpin rumahtangga, komunitas/semacamnya, kota, provinsi apalagi Negara...
    karena beberapa sifat-sifat agung kaum Hawa juga bisa menjadi beberapa kelemahan yang Allah berikan kepada Kaum Hawa. Salah satunya yang paling kita tau. yaitu , perasaan yang amat peka terhadap rangsangan suatu masalah..
    oleh karena itu jangan sampai suatu Negara dipimpin oleh seorang khalifah yang berpikir & bertindak dengan perasaan tapi selalu melakukan apapun dengan ilmu.
  143. From Yo on 18 June 2009 19:39:36 WIB
    1. pada jaman presiden megawati, megawati (yang partai PDIP merupakan payung seluruh ormas kristen di indonesia dan 60 % anggota legislatifnya dari golongan kristen padahal indonesia 90 % muslim) menjual indosat ke singapur ke perusahaan kepanjangan tangannya soros (yahudi amerika), padahal indosat merupakan BUMN yang sangat vital dalam komunikasi di indonesia, yakni menguasai pengendalian dan pengelolaan satelit palapa milik indonesia
    2. menjual freeport ke amerika dengan hak yang minim bagi indonesia
    3. lepasnya 2 pulau ke Malaysia
    4. menjual banyak BUMN ke singapur ke perusahaan kepanjangan tangannya soros (yahudi amerika), padahal BUMN merupakan sangat vital bagi Indonesia, yakni memproduksi pruduk secara murah bagi warga negara indonesia
    5. menjual banyak BUMN ke Exxon Mobil kilang dan tambang minyak dan gas cepu, yang mana pembicaraan dibuka dan dimulai oleh Megawati
    6. menjual banyak BUMN ke Thames Water dari Inggris yang mana Thames Water menguasai system supply air bersih di Indonesia, yang mana pembicaraan dibuka dan dimulai oleh Megawati
    7. menjual banyak BUMN antara lain ke Lyonnaise des Eaux dari Perancis yang mana Lyonnaise des Eaux menguasai system supply air bersih di Indonesia, yang mana pembicaraan dibuka dan dimulai oleh Megawati
    8. menjual banyak BUMN antara lain ke Westcoast Energy dari Kanadayang manaWestcoast Energy menguasai proyek pembangkit listrik yang besar di Indonesia, yang mana pembicaraan dibuka dan dimulai oleh Megawati
    9. dan lainnya, banyak sekali keburukan dan kejelekan si Megawati Soekarno Putri yang bisanya menjelekkan orang lain !!
  144. From Albert on 20 June 2009 11:55:27 WIB
    Pada jaman SBY, BUMN jadi penggalang dana buat partai.
    Daripada seperti itu saya setuju BUMN dijual dan hasil penjualannya bisa dipakai untuk negara dibandingkan untuk partai.

    Liat sebab dan akibatnya pak, jangan cuma ngeliat kulit luar.
  145. From Faza Nur Wulandari on 21 June 2009 15:11:50 WIB
    menurut saya, media jangan mengarahkan opini pada publik tetapi biarkan publik yg membentuk opini tersebut, saya baca ini, terlalu mengarahkan pada sesuatu, dan justru cenderung menjelek2an yg lain...

    apakah ini kampanye terselubung???
  146. From Faza Nur Wulandari on 21 June 2009 15:20:09 WIB
    menurut saya, media jangan mengarahkan opini pada publik tetapi biarkan publik yg membentuk opini tersebut, saya baca ini, terlalu mengarahkan pada sesuatu, dan justru cenderung menjelek2an yg lain...

    apakah ini kampanye terselubung???
  147. From Phy_Djay on 22 June 2009 10:42:32 WIB
    memang susah diskusi dengan orang-orang pendukung maniak capres....lebe baik ga usah diskusi, karena jawabnya sudah pasti tidak ada solusi atau selesainya....

    saya hanya bisa berdoa saja, supaya yang menang tidak takabur dan yang kalah tidak sakit hati dan tidak menjelek-jelekkan yang menang, ingat...itu adalah pilihan rakyat....

    begitu sudah...
  148. From syamsuhuda on 22 June 2009 13:02:59 WIB
    Doa adalah sebuah kekuatan yang teramat beesar untuk bangsa dan negara ini kedepan, karena terlalu banyak opini malah membuat masyarakat kecil lebih bingung ???? Semoga kedepan pemimpin bangsa ini lebih baik dari Superman.
  149. From syamsuhuda on 22 June 2009 13:03:27 WIB
    Doa adalah sebuah kekuatan yang teramat beesar untuk bangsa dan negara ini kedepan, karena terlalu banyak opini malah membuat masyarakat kecil lebih bingung ???? Semoga kedepan pemimpin bangsa ini lebih baik dari Superman.
  150. From isniti on 24 June 2009 10:52:00 WIB
    Assalamualaikum
    Untuk calon penguasa
    Cermin Pendidikan di Indonesia

    Ada banyak efek negatif dari Ujian Nasional yang memberikan dampak terpuruknya mental siswa, orang tua beserta pendidik.
    Tuntutan kelulusan siswa melalui Ujian Nasional membuat pelaku dunia pendidikan melakukan hal-hal yang tidak bermoral. Sebenarnya di lapangan banyak terjadi pencurian soal namun hanya beberapa saja yang terungkap. Ketika mendekati Ujian Nasional, sekolah-sekolah membentuk tim sukses dengan tujuan membantu para muridnya dengan melakukan teknik-teknik yang beraneka ragam. Yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah yaitu dengan cara mengambil sisa soal di ruang ujian kemudian dikerjakan oleh seorang guru lalu disebarkan ke muridnya melalui HP ada juga yang langsung melalui pengawas ruang, walaupun pengawas ruang adalah guru dari sekolah lain tetapi mereka juga seorang guru yang muridnya secara bersamaan juga menghadapi ujian jadi tahu sama tahu kerjasama saling menguntungkan dan masih banyak lagi teknik lain yang dilakukan.
    Semua yang mereka lakukan adalah bentuk pengabdian kepada sekolah, yang mereka lakukan adalah bentuk kasih sayang kepada anak didiknya, yang mereka lakukan merupakan wujud keperdulian terhadap masa depan anak didiknya dan mereka adalah para korban sistem yang dibentuk oleh pemerintah.
    Pemerintah ingin mendapatkan sebuah angka yang dinamakan standard pendidikan tapi akibatnya para siswa berbuat curang, para pendidik berbuat curang dan sekolah bukan lagi tempat-tempat untuk mendidik mental siswa, sekolah bukanlah lagi tempat untuk mendidik generasi untuk berbuat jujur dan yang lebih ironis, masih pantaskah guru disebut seorang pendidik?. Guru berada pada pilihan yang sulit, mereka harus melakukan hal yang bertentangan dengan hati nurani demi anak didik dan pengabdiannya pada sekolah.
    Sekarang kita bicara tentang hasil Ujian Nasional. Universitas tidak mempercayai hasil Ujian Nasional karena belum tentu siswa yang berprestasi mendapatkan hasil UN yang baik. Buktinya Universitas Favorit dalam menerima mahasiswa baru tidak berpedoman pada nilai UN. Yang jelas banyak siswa berprestasi mendapatkan ijasah paket karena kegagalannya menghadapi UN, banyak siswa yang telah dinyatakan diterima di universitas dalam dan luar negeri tetapi batal diterima dikarenakan kegagalan dalam UN. Faktanya beberapa tahun yang lalu ada seorang siswi mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri karena kemampuan bahasa inggrisnya yang baik, namun akhirnya kandas gara-gara nilai matematikanya di bawah standard yang mengakibatkan siswi tersebut tidak lulus UN. Yang jelas jika siswa gagal dalam UN dan mendapatkan ijazah paket, maka kegagalan tersebut akan melekat pada siswa seumur hidup dan akan melukai mental siswa seumur hidup.
    Sekarang kita bicara kurikulum yang berlaku. Sekarang ini di Indonesia memakai KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang merupakan pengembangan dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). KBK merupakan kurikulum yang mewadahi keinginan siswa untuk mendalami pendidikan sesuai dengan kompetensinya. Andaikan siswa memilih mendalami bidang Olah Raga apakah siswa tersebut menempuh UN sesuai dengan kompetensinya di bidang Olah Raga? Andaikan siswa memilih mendalami bidang kesenian, apakah siswa tersebut menempuh UN sesuai dengan kompetensinya dibidang kesenian?. Lalu, sesuaikan Ujian Nasional dengan kurikulum yang berlaku sekarang?.
    Terakhir kalinya bahwa Ujian Nasional mendidik para generasi penerus untuk terbiasa berbuat curang dan siapa yang paling disalahkan jika masa yang akan datang para pemegang ekonomi di Negara ini menjadi koruptor akibat dari didikan Ujian Nasional.
    Saya yakin seyakin-yakinnya jika ada capres dan cawapres yang memiliki misi penghapusan UN atau kelulusan tidak didasarkan pada nilai UN maka akan dipilih oleh para Pendidik, Siswa, para petani yang anaknya menjadi siswa, para TNI yang anaknya menjadi siswa dan seluruh warga Indonesia yang anaknya menjadi seorang siswa!

    Mohon dikaji para calon penguasa
  151. From andre on 25 June 2009 21:43:09 WIB
    ibu,saya hanya mengomentari ibu,begini bu,ibu kalo ngomong jgn pake otot!!!!!
  152. From pitro on 26 June 2009 15:58:12 WIB
    SBY,negara cuma stengah setengah ga ada perubahan.
    MEGA ya cuma gitu doank ga jauh beda, \\\"dulu ya waktu saya jdi presiden\\\"...sama aja amburadul
    JK mungkinkah bisa mengerti hati rakyat atau asal Ngomong

    mbohlah ga ngurus, siapapun presidennya. GOLPUT tetap GolpUT sampai negeri ini mempunyai pemimpin yang TEGAS, BERANI, BERKAKTER, dan PINTAR membangun bangsa ini, biar ga di remehin bangsa LAIN.
  153. From Adi Purwoto on 30 June 2009 00:28:23 WIB
    Pokoe Saya pilih Mega Saja,
    Yang lain no..!!!
    Siapapun Presidennya sebenarnya sih asal beliau bener bener mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia pasti punya predikat jempolan deh... Yang menjadi persoalan adalah bahwa Presiden Indonesia pasca Orde Baru ini belum ada yang berani menyampaikan bahwa Pncasila adalah segalanya untuk orang Indonesia, sedangkan Ibu Mega yang waktu itu menjabat Presiden pun belum memnunjukan keberaniannya untuk benar benar berada pada posisi sebagai orang yang mempertahankan Pancasila sebagai satu satunya sumber hukum di Indonesia, sekalipiun berhadapan dengan hukum Agama yang seolah olah paling .... yang sebenarnya tidak ...!!
    Ini sebagai bukti bahwa saya sebagai Orang Indonesia yang benar benar menomor satukan Pancasila sebagai landasan Negara .
    Hidup Bu Mega
    Hidup Pak Prabowo
    Harapan saya Pak Prabowo berkiprah lagi dalam pemerintahan Indonesia mampu menggerakan uang Keluarga Cendana yang terkenal banyak
    Sukses di Pilpres tahun ini adlah harapan saya
    Pasangan Bu Mega dan Pak Prabowo
  154. From ^^ on 02 July 2009 21:19:56 WIB
    saat debat capres, megawati selalu berbicara lebih dari waktu yang telah ditetapkan (korupsi waktu).. blm jd capres udah korupsi waktu..
    lagian apa yang dibicarakan selalu umum-umum saja, banyak ngelantur, tidak pernah spesifik.. padahal indonesia butuh langkah kongkrit untuk mencapai suatu tujuan..
    ini merupakan fakta..
    megawati jg selalu memburukkan capres lain.. apakah pemimpin seperti itu utk indonesia.. padahal salah satu etika yang baik adalah ketika kita bs menghargai orang lain..
    coba lah saudaraku setanah air mrenungkan, sp kah yang sepatutny menjadi presiden agar bangsa ini benar2 menjadi negara maju, bukan negara berkembang lagi..
    ^^
  155. From iwan on 05 July 2009 00:39:27 WIB
    aduhh SBY tuh presiden munafik dan presiden pengecut sepanjang sejarah YG SAYA LIHAT DAN PELAJARI ,, cuci tangan aja bisanya,,.. KEBIJAKAN YG DIA SETUJUI TIBA2 TDK DIAKUI JIKA ADA GEJOLAK DI MASYARAKAT SEOLAH2 CUCI TANGAN,, TERLIHAT SEKALI PEMERINTAHAN SKRG INI PEMERINTAHAN PRO AMERIKA DNG PEMBODOHAN MASYARAKAT DGN GAYA BARU. kasihan seklai org2 intelektiual seperti kita masih melihat figur dr pembawaan.. (menipu) indonesia indonesia,,
  156. From Briks on 06 July 2009 02:26:29 WIB
    Seandainya Megawati bukan anak Bung Karno.....?????
  157. From Grow on 07 July 2009 22:22:32 WIB
    Hanya Megawati yang brani berikan selebaran kontrak politik pada kampanye pemilu ini, jadi rakyat bisa komplain saat beliau jd presiden klo ternyata kinerjanya nyimpang..
  158. From Putrawardana on 10 July 2009 09:52:10 WIB
    Kata prof. Soetandyo W (Guru besar Univ. Airlangga Surabaya): Apa bener, ya ... kekalahan Mega-Pro dan JK-Win itu tak lain karena tak elitnya tak ndengarin suara kader tingkat DPC ... dan Ketua Umum partai terlalu memaksakan dirinya sendiri untuk maju. Maka ... banyak kadernya nyeberang, untuk beri pelajaran pada Ketua Umum yang tak dengerin suara bawah. Apa bener, ya ...?

    Kalau menurut saya sih, karena Mereka Goblog.. Gitu aja kok repot, pakai bahasa2 yg ilmiah, Ketua PDIP & Golkar itu gak bakalan nyanthol otaknya..
    para ketua partai itu selain goblog ya sudah selayaknya masuk museum..
    Maka nama Megawati sekarang adalah MegaMATI
    Sedangkan Jusuf Kalla sekarang adalah Yusuf KALAHAN

    Jangan2 mereka ikut pilpres hanya mau numpang populer aja ya....
    karena jika tidak begitu mereka sudah tidak laku.. karena barang tua/ kuno dan tinggal dibuang ke keranjang sampah....

    Untuk kemajuan bersama seharusnya mereka itu diganti... oleh mereka yang cerdas dan mau bersama2 bahu membahu, dengan seluruh komponen bangsa, membangun Indonesia secara bersama2.
    Jangan ngotot jadi kelompok penentang pemerintah yang sah.. dan mengganggu pembangunan.

    Untuk itu sebaiknya untuk Golkar diganti deh ketuanya. Figur seperti Agung Laksono perlu diperhitungkan, sehingga Golkar bersama seluruh komponen bangsa dan pemerintah bisa secara bersama2 membangun negeri. Dan Agung Laksono sudah teruji kepemimpinannya dan peran sertanya dalam membangun Indonesia

    Untuk PDIP, tokoh muda sekaliber Pramono Anung patut dipertimbangkan agar memimpin PDIP agar warga PDIP yang dikungkung kebodohan sekian lama bisa benar2 berpikir maju. Dan figur Pram dengan kecerdasan dan keluwesannya, pasti bisa membawa warga PDIP bekerjasama dengan pemerintah & seluruh komponen bangsa untuk bekerjasama membangun Indonesia.
    Dengan begitu PDIP yang selama ini warganya dibodohkan dan dijadikan hanya sebagai alat untuk melawan pemerintah & mengganggu pembangunan, bisa berubah menjadi cerdas dan mau menjadi warga yang baik yang mau ikut membangun negara.
    Maka bapak Taufik Keimas & Pramono Anung sejak awal tidak setuju jika Prabowo sebagai calon wapresnya Megawati, karena figur ini tidak disenangi oleh pemerintah. Tapi karena Goblognya ketua umum saja, sehingga ngotot pilih prabowo. Padahal Pramono anung sempat mengungkapkan bahwa nama Prabowo sebagai calon wapres megamati adalah masa lalu.
    karena Goblognya ketua umum PDIP itulah, akhirnya sekarang peluang untuk kerjasama dengan pemerintah yang sudah dijalin sejak lama jadi sedikit terganggu.

    Agar tetap dapat ikut serta dalam proses pembangunan & bisa menikmati hasil pembangunan. .
    ganti aja tuh MEGAMATI & JUSUF KALLAHAN, ganti dengan yang figur sudah jelas2 bisa membawa warga partai, agar diperbolehkan ikut menikmati hasil pembangunan. ..

    Karena dengan kemenangan telak Presiden pilihan rakyat (Malah ada teman yang bilang ini adalah utusan Tuhan untuk memajukan Indonesia), jika tidak diganti dengan pemimpin yang baik, maka warga PDIP & Golkar, hanya akan dijadikan alat pengganggu pembangunan, tentunya tidak layak jika pengganggu pembangunan, ikut serta menikmati hasil pembangunan

    Putra Wardana
    08155021064

    http://www.facebook.com/reqs.php#/profile.php?id=1379957793&v=info&viewas=1592384814


  159. From PAIJEM on 11 July 2009 12:10:29 WIB
    1. hilangnya SIPADAN LIGITAN (SATU2NYA NEGARA DI DUNIA YG KEHILANGAN WILAYAH DG SGT MUDAH)
    2. PT. INDOSAT..PEMEGANG SELURUH RAHASIA NEGARA (INFORMASI) DIJUAL KE SINGAPURA..MURAH..MERIAH..
    3. PENANDATANGAN OUTSOURCHING
    4. DLL
    ANDA NILAI SENDIRI..BERHASIL/GAGAL..?
    PRO RAKYAT...........????????? KEJAYAAN NKRI????
    BANDINGKAN DG SEMUA PRESIDEN, BAHKAN DI DUNIA.. AKU HERAN..APA MAUNYA ORANG2 ITU..?? JANGAN2 PENDUKUNG NO. 1 PUNYA MAKSUD......DG NKRI TERCINTA INI. APA YA? ATAU MEREKA TIDAK TAHU AKAN HAL ITU? ATAU PURA2 TIDAK TAHU..atau....
  160. From davind on 12 July 2009 16:04:29 WIB
    KITA GAL BISA BLG K JELEKAN ORG KLU TAK AD BUKTI....
    TP KTA MESTI MELIHAT HASIL YG D DPT DR PRESIDEN KT.
    SPT SBY YG SUDAH MEMBUKTIKAN HASIL DR KEPEMIMPINNYA SELAMA INI....
  161. From irfan on 28 July 2009 04:04:31 WIB
    BANG WW,DAN REKAN YG DAIATS,YG MENJELEKAN MEGA WATY,KALIAN MUNGKIN BENALU PEMERINTAH SKRG NIH,JANGAN MENYALAHKAN MEGA DONK,TUH JAMAN ORBA YG GAK BECUS,YG MEMBEBANKAN PRESIDEN YG MELANJUTKAN DAN BANGSA INI,APA KEBERHASILAN SAAT INI?HANYA BLT,,ITUPUN MENDADAK AKAN PEMILU DARI HASIL NGUTANG LUARNEGRI,,MANA LAPANGAN KERJA N KESEJAHTERAAN?TIDAK EFISIEN DAN TIDAK PROPESIONAL,BISANYA HANYA ROYAL,PEMBODOHAN PUBLIK PENDERITAAN RAKYAT,HTANG SMAKIN BESAR,HARGA2SMAKIN MAHAL BERKALI LIPAT PER LIMA TAHUN,MEMANG BANYAK YG MENDUKUNG TOH HUTANGNYA JUGA BANYAK,UANG NEGARA JG TIDAK JELAS NGATURNYA,PIHAK ASING PUN BANYAK KARENA INGIN JD BENALU MUNGKIN,MANA KPK OMPONG SKRG,TOH MAU MENYIDIK DANA PILEG DAN ALAT2 PILEG,JADI OMPONG,POLITIK SKRG JADI TIDAK SEHAT BUNG,JANGAN ORBA LAGI NIH
  162. From noor on 29 July 2009 01:58:42 WIB
    aku rakyat indonesia juga bagian dari indonesia biarpun ada di luar negri..menurut pendapatku si mega itu sungguh terlalu dan tak punya malu... kita rakyat kecil itu gemes melihat tingkah dia sudah kalah tak mau ngalah.. emang tak ada pilihan yang lebih baik dari dia??? kita rakyat milih capres dari nurani kita mana yang pantas untuk jadi presiden.. bagiku walau sampai mati kalau yang nyapres si mega nggak bakal kita pilih dia.. muak benci lihat kelakuann yang selalu over goblognya.. tak paham bahwa kita rakyat lebih dari 60% nggak mau pilih mega.. tak usah lah banyak bacot minta di ulang.. apa tak malu nanti jika dapat 2%?????
  163. From ROLY EDYAN on 31 July 2009 23:17:02 WIB
    SETUJUUUU...MEGA TU GA ADA YG DI andelin dy cuma bisa nyalahin orang aja ,,,oi mega sadar lah kualitas kamu orang pada udah tau kok,, jangan sok nyalahin kpu di pemilihan ini udah jelas kamu kalah ,,,aku ga bisa bayangin klo mega jadi presiden indonesiamungkin kembali ke zaman batu kaleeeeeeeeeeeeeeeee
  164. From paijo edan on 24 October 2009 20:49:28 WIB
    Kagem eyang putri (bhs jawa="Nenek") megawati 'soeharto putri' (meminjam plesetan seorang tokoh AS yg mencintai Indonesia) sudahlah sebaiknya eyang putri "NGACA DONG NGACA" nikmati saja sebagai pecundang selamanya, sokur jika sadar lebih baik momong cucu saja dirumah, monggooooooo enak to, gampang to, mudah to
  165. From moccano@yahoo.com on 30 March 2010 20:10:01 WIB
    Megawati itu menurut saya menang pamor gara\\\" ayahnya itu Soekarno
  166. From Bayan on 29 October 2011 00:41:56 WIB
    Sejarah Indonesia buruk, namun terburuk bagi Indonesia adalah 2 setengah tahun mengikuti Ibu2x elit tukang shoping macam megawati

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home