Articles

Kunci Public Relations masa depan adalah Partisipasi, bukan Pitching

Perspektif Online
27 June 2007

Dari bahan laporan: Alfi Rahman

Public RelationsSetelah lama tidak terjun dalam kapasitas sebagai Professor PR and Journalism, WW menerima undangan Lembaga Manajemen PPM untuk mengisi sesi kursus "Menjadi PR andal dengan mempertajam kompetensi". Lima puluh orang praktisi PR dari BTN, Astra Mitra Ventura, Indosat, Suara Merdeka, Aneka Tambang dan lainnya mengikuti presentasi Indira Abidin, Sutji Lantyka, Farhan dan Wimar Witoelar.

Dengan meninggalkan kostum dan lawakan yang biasa menjadi cirinya WW tampil serius dengan materi 'Leveraging PR Competence'. Tapi sesekali terdengar juga tawa dari deretan peserta menanggapi humor yang tetap masuk dalam contoh-contoh kasus PR yang memang lucu.

Secara garis besar, dalam materinya WW menggambarkan area kompetensi PR yaitu 'positioning, personality, proposition' sesuai buku Tom Brannan 'Integrated Marketing Communication'. Dalam hal 'positioning', PR dituntut untuk menetapkan posisi klien. Hal ini membutuhkan kemampuan strategic analysis yang baik. Sementara itu, kompetensi di bidang personality diperlukan untuk mendefinisikan image dari klien yang akan dibawakan kepada publik. Terakhir adalah proposition dalam bentuk langkah konkrit Integrated Communication membangun image di tengah masyarakat. Tiga hal dasar yang harus dipikirkan adalah penetapan 'key messages' yang mudah diingat oleh masyarakat, penetapan 'target market' dan yang terakhir adalah menentukan media yang akan digunakan.

Tapi perspektif baru yang diperkenalkan WW disini adalah bahwa PR masa depan akan tergantung kepada keterampilan memanfaatkan Web 2.0.  Model komunikasi horizontal seperti terlihat pada facebook, friendster, flickr, blog dan pemanfaatannya dalam citizen journalism akan menjadi media paling efektif dalam menyampaikan pesan-pesan PR. Kalau corporate website, portal berita dan beragam situs informasi membuktikan kegunaan Web 1.0, maka komunikasi lintas pemakai dalam model Web 2.0 akan memberikan leverage kepada kekuatan PR melalui Web 2.0 yang mengintegrasikan komunikasi warga dengan (dalam bahasa Inggris supaya jelas) networking, collective intelligence, long tails.

Dengan cara ini masa depan PR ada pada partisipasi atau gaul dalam masyarakat, bukan pada pitching. Dikatakan oleh Steve Rubel:

'the PR community must step out in front of the curtain, become a bit more technically adept and participate transparently as individuals in online communities. We will have to openly collaborate and add value to the network and help the companies we represent do exactly the same.'

 

Update 27 Juni 2007 : Bicara bersama profesional PR perusahaan minyak

Materi yang dibahas secara akademik di forum Lembaga Pendidikan PPM dijadikan dasar untuk pembahasan kontekstual esok harinya dalam forum BPMIGAS-KKSK PR yang disponsori perusahaan minyak TOTAL. Pertemuan semacam ini diadakan tiap bulan antara para pimpinan dan profesional di bidang PR dan CSR perusahaan kontraktor minyak di Indonesia. Untuk kali ini, jumlah hadirin mencapai jumlah diatas rata-rata yaitu 78 orang. Mengingat semua hadirin adalah praktisi yang sangat familiar dengan seluk-beluk PR dan komunikasi korporat, WW menekankan hal-hal baru yang dihadapi sebagai akibat dari perubahan business environment di Indonesia. Dalam hal positioning, kalau sebelum 1998 orientasi perusahaan sebagian besar diarahkan pada pemerintah Soeharto dengan pusat keputusan yang tegas, maka kini hubungan dengan pemerintah lebih bersifat kerjasama dan kepemimpinan pemerintah harus dipandang dalam konteks kontrol legislatif dan keterlibatan media serta masyarakat dalam memandang sektor migas.

Dengan sendirinya ini menghendaki penghayatan akan kompleksitas stakeholder, yang pada jangka panjangnya hanya bisa dihadapi oleh transparansi dalam melakukan positioning, membentuk image dan melakukan market communications. Diskusi banyak membahas media relations sebagai fungsi strategis yang harus dihadapi dengan sikap yang tegar. Rekomendasi WW adalah bahwa media relations didasarkan atas kaidah yang tidak berbeda dengan human relations. Untuk membentuk relationship yang matang diperlukan kemampuan mendengar, kesediaan untuk selalu accessible, dan untuk bisa dipercaya. Praktisi PR harus paham kebutuhan media untuk mendapatkan bahan untuk topik yang masuk agenda media, mengikuti deadline, dan harusnya ada penghargaan untuk karya media. Untuk mempermudah pekerjaan wartawan, komunikasi korporat perlu diberikan dalam format newsbytes dan soundbytes.

Tema utama seperti dikembangkan di PPM adalah potensi Web 2.0 untuk menjadi sarana utama PR masa depan. Komunikasi horizontal dan pembangunan collective intelligence yang menjadi ciri Web 2.0 sangat cocok dengan kebutuhan PR di zaman modern dimana masyarakat semakin skeptis terhadap otoritas, dan karenanya tidak mempan terhadap komunikasi vertikal yang biasa dilakukan sejak dulu dalam briefing pemerintah, press release korporat dan komunikasi satu arah. Komunikasi dua arah yang dimudahkan oleh Web 2.0 seiring juga dengan pengertian "conversational marketing", istilah lama yang sudah dipakai sejak 10 tahun yang lalu, tapi menjadi trend kembali karena adanya kebutuhan saluran alternatif untuk komunikasi yang terbuka dan jujur.

Menghadapi kenyataan bahwa pitching secara konvensional menjadi semakin susah dengan publik yang lebih cerdas, maka menjual ide atau produk lebih efektif melalui percakapan dan bocoran melalui RSS dibandingkan dengan komunikasi langsung. Website yang partisipatif seperti blog sudah menjadi pilihan bagi media modern bahkan yang berakar di pers cetak, seperti kolumnis kelas dunia dan pengamat pasar dan investasi.

Apalagi kalau kita bicara tentang image building dan reputation maintenance. Jelas bahwa apapun yang dipromosikan secara terbuka dan frontal akan sangat terpengaruh oleh lalulintas percakapan online yang bisa membahas citra sesuatu perusahaan secara santai dan menyeluruh. Dalam hal ini WW mengemukakan pengalaman tahun lalu ketika The Body Shop dibeli oleh L'Oreal, bagaimana skeptisisme publik bisa diatasi dengan percakapan ekstensif dalam berbagai blog mulai dari blog pendiri The Body Shop Anita Roddick sampai kepada pengamat industri perawatan tubuh.

Betapa mutakhirnya promosi melalui internet generasi kedua baru-baru ini dilaporkan oleh Business Week International dalam kampanye produk Unilever, 'Axe'. Key message yang diarahkan pada lelaki sangat sederhana, yaitu semprotlah tubuh anda dengan Axe, maka anda akan tidak bisa ditolak oleh perempuan manapun. Tapi penyebaran key message ini tidak dibatasi pada iklan konvensional. Dalam bulan-bulan berikutnya di tahun 2007 ini pesan Axe disebarkan melalui smartphone, blog, instant messaging, Flickr, MySpace, Skype, YouTube, digg, and del.icio.us. Anak muda yang tersebar di seluruh dunia langsung terjerat oleh trend yang sedang meledak dari pusat industri.

Disinilah pasar global berpadu dengan Web 2.0. Apa yang dilakukan Unilever dan Axe sangat berbeda dengan apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan sektor migas. Tapi praktisi PR yang jeli di Indonesia harus bisa mengambil intisari pengalaman baru ini, memanfaatkan Web 2.0 untuk menyampaikan pesan perusahaan, membangun image perusahaan, dengan cara yang lebih efektif daripada sekedar konperensi pers, press release dan media relations konvensional.

Pada prinsipnya, PR tidak lagi bisa diandalkan atas kontrol terhadap pesan tapi lebih didasarkan kepada pentingnya partisipasi dalam dialog yang berjalan dalam jaringan-jaringan komunitas di dunia. Setelah diskusi dalam forum terbatas BPMIGAS-KKSK PR, kesadaran terhadap peluang baru PR di masa depan perlu dikembangkan dengan memperhatikan perkembangan komunitas pengamat industri melalui media online.

Print article only

63 Comments:

  1. From Will Wiriawan on 27 June 2007 12:11:01 WIB
    Alangkah baiknya jika dengan berkembangnya Web 2.0 ini didukung oleh kebijakan pemerintah RI yang tepat sehingga internet pita lebar dapat berkembang dengan biaya yang lebih bisa dijangkau.
  2. From Socrates Rudy Sirait on 27 June 2007 16:38:50 WIB
    Web 2.0 hanya semata2 tools yang bisa membantu efektifitas penyampaian informasi, isi informasi akan kembali lagi kepada kemampuan resources yang mengolah informasi tersebut.

    Saya perhatikan banyak sekali discussion forum Indonesia yang sudah lebih dari layak dari segi teknis, hanya jadi tempat obrolan dan berangsur angsur hilang dari peredaran. Mengapa?

    Hal yang mirip juga terjadi di PR korporasi, PR yang dilaksanakan di media internet, sangat terbatas dan cenderung berisi informasi yang usang. Tidak menarik dan hanya sedikit yang menjadi primary data resources untuk kebutuhan investor dan stakeholders.

    Saya pikir, masalah utama adalah meningkatkan kualitas resources yang ada di dunia PR itu sendiri. PR adalah profesi yang memerlukan spesialisasi dan technical skills yang tinggi. Sedangkan PR di korporasi di Indonesia kebanyakan hasil internal training dan rotasi posisi.

    Solusi yang seharusnya dilaksanakan adalah menjaring PR professional untuk kebutuhan PR di korporasi sehingga resources yang berada di dunia PR korporasi di dominasi oleh para PR specialist bukan karyawan yang sedang bertugas atau dikaryakan di bagian PR.

    Solusi kedua adalah dengan melakukan outsourcing kepada PR company yang memang bekerja dan menghasilkan revenue hanya dari PR services

    Web tools, access infrastructure dan beberapa key issues lainnya berada pada layer yang berbeda dari topik di atas dengan skala prioritas yang mungkin sama tingginnya untuk segera dibenahi baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

    Salam

    Rudy
    http://unpublisheddream.blogspot.com/


  3. From Ria Wibisono on 27 June 2007 20:27:04 WIB
    Teknologi web 2.0 memang bisa menjadi sarana komunikasi yang baik bagi para praktisi PR. Karena relatif mudah di-update dan memungkinkan terjadinya two way communication. Sayangnya,belum banyak praktisi PR yang memanfaatkan teknologi ini. Seandainya banyak korporat yang sudah punya blog, betapa menyenangkannya. Cari data tentang korporat itu jadi super mudah, data terbaru lagi. Tingkat akurasinya juga pasti lebih tinggi dibandingkan data dari sumber lain.
  4. From wahyu on 27 June 2007 21:41:20 WIB
    Benar #2, Web 2.00 sekadar alat. Mungkin "definisi" PR sendiri yg mesti dibenahi. Sudah jamak, lho, salah kaprah thd PR.

    Selama ini citra PR identik dg urusan protokoler. Semacam EO. Pelaksana kegiatan. Bukan suatu pekerjaan yg bersifat strategis. Akibatnya siapa saja bisa jadi "PR."

    Kalau zaman ORBA ada istilah di-Dubes-kan, di sejumlah lembaga ada istilah di-PR-kan/ di-humas-kan. Karena persepsi salah kaprah tadi, pegawai yg di-PR-kan tadi tidak bakal bertahan lama, akhirnya, bakal "resign" tanpa diminta.

    "Abis, masak gw cuma disuruh ngurus ngadain seminar, ngadain pameran, baksos, dampingi istri atasan, ngurus ijin ke departemen? Gila!" Itu keluhan beberapa kenalan yg vokal di kantor, lalu di-PR-kan.
  5. From wahyudin permana on 29 June 2007 23:07:26 WIB
    betul sekali pak wimar...
    zaman sekarang komunikasi antara perusahaan ke manyarakat tidak bisa hanya dilakukan satu arah, seperti kampanye atau penyuluhan..
    hal ini harus dilakukan secara dua arah agar kominikasi atau pesan perusahaan dapat sampai ke hati masyarakat.

    maka dari itu, peran2 flickr, blog, sampai frensdter dan multiply ( yang menggunakan web 2.0 ) sangat berperan.

    terima kasih
  6. From andi bagus on 30 June 2007 13:46:46 WIB
    Setuju bapak..Jaman sekarang dengan kecanggihan teknologi yang berkembang pesat, memungkinkan PR kita diasah lewat media web 2.0.
  7. From dendi on 03 July 2007 09:40:59 WIB
    web 2.0 definition:
    You make all the contents
    They take all the money
  8. From Lina Silaban on 06 July 2007 16:49:01 WIB
    Hm.... Pr..?... Boleh gabung... boleh juga neh.. web..

    Lam kenal all..boleh gabung...!!

    saya calon Pr Mania neh.. hehe...

    boleh kan saya belajar sedikit dr sini...

    thx.. salam
  9. From Nurcahya on 07 July 2007 11:26:33 WIB
    Market communications dengan komunikasi lintas pemakai yang bertumpu pada partisipasi dalam dialog2 yang berjalan dalam jejaring internet? Sepertinya konsep bagus, tapi mungkin nggak juga.
    Dulu kita cuma punya informasi yang sumbernya satu dan bisa kita nilai source-nya reliable atau nggak; sekarang kita punya banyak sumber info, tapi reliability dari source-nya nggak bisa kita nilai. Dulu informasi tunggal, sekarang a lot of noises and distorsions.
    Contohnya? Coba aja kita lempar pertanyaan ke milist: Merek Handphone A seri XXX bagus apa nggak, maka akan muncul banyak jawaban pro-cons. Bukannya malah jadi tambah pusing?
  10. From Nines on 09 July 2007 17:39:33 WIB

    Setuju pak. web 2.0 mmg dahsyat bila dengan tepat digunakan untuk kepentingan korporat. tapi knp masih jarang banget yang ngeh yah? apa benar semua PR korporate sudah 'ngeh' ttg kedahsyatan teknologi informasi spt web 2.0 ini?

    mudah2an para pr skarang cukup tidak gaptek utk tahu web 2.0 itu apa, kegunaan utk apa, bentuknya ky apa.. en so on.. ^_^

  11. From lovelyn on 11 July 2007 11:30:38 WIB
    saya sedang study ... dan saya butuh banyak info tentang pr ... dan dengan bergabung disini saya harap dapat menambah banyak info dari sini....
  12. From lovelyn on 11 July 2007 11:41:21 WIB
    thanks info nya ... memang seharusnya seorang pr juga harus mengikuti kemajuan teknologi agar tak ketinggalan .. perlu adanya penambahan ilmu.., tapi masalahnya belum banyak perusahaan yang peduli dan tau pentingnya web 2.0 (kurang pengetahuan dan sosialisasi kali)
  13. From pi2t choms on 14 July 2007 19:13:44 WIB
    kaya'nya semakin complicated ya mengenai PR itu sendiri,tapi sebagai calon PR yang handal qt harus optimis&cerdas menjamah teknologi juga penguasaan crisis perusahaan yang pastinya ikut berkembang(bertambahnya macam2 krisis) seiring dengan semakin praktisnya media yang digunakan PR.
  14. From fathur rohman on 01 August 2007 08:23:42 WIB
    setuju. pr seharusnya mengikuti perkembangan TI biar ga terlalu gaptek. pr yang gaptek biasanya cenderung menolak web 2.0. kepada pr yang masih gaptek, cobalah dikit2 buka web 2.0, atau jgn2 pr yang gaptek belum tau tuh yang namanya web 2.0. saran saya pr yang masih gaptek kalau mau buka2 internet sembunyi2 aja biar ga ketauan bawahan yang lebih jago he he
  15. From Veronika on 09 August 2007 16:54:26 WIB
    Setuju Pak Wimar. Tapi bagaimana caranya meyakinkan top manajemen untuk menerima web 2.0. Perusahaan tempat saya bekerja pernah mengalami pencemaran nama baik melalui blog, namun manajemen tetap memutuskan untuk menanggapinya melalui iklan di media cetak, yang dianggap lebih formal.
  16. From loddy on 20 August 2007 22:22:42 WIB
    setuju banget coment positif dr senior pr yg udah byk experience,mau dong dikasih sedikit tips yg prospektif<maklum calom pr>it" ok we are better next time
  17. From andrian on 04 September 2007 12:49:38 WIB
    'saya, bru mendaftar kuliah dengan mengambil jurusan ilmu komunikasi konsentrasi nya PR,tpi yg membuat saya ragu...karena saya ini tipe orang yang pendiam dalam arti kata gx banyak bicara,yang saya mau tanyakan apakah orang seperti saya mampu dalam menjalankan perkuliahan dengan jurusan yang saya ambil??...mohon di beri jawaban yang bisa meyakinkan saya untuk kedepannya....
  18. From aditya on 06 September 2007 23:00:03 WIB
    Setuju sama Oom WW. Sudah saatnya PR practitioners and PR students learn something about Web 2.0. Paling tidak mengerti tentang blog.

    Blog memungkinkan kita untuk berbicara seperti tatap muka dengan fleksibilitas mengedit kata-kata kita sebelum balik merespond. Sudah banyak bukti kalau blog bisa membuat hubungan antara sebuah perusahaan dengan publiknya menjadi lebih personal dan lebih berkesan.

    Sekalian mau info juga ya, Boleh kan Oom? hehehe... Saya punya website www.aboutpr-id.com, yang ditujukan sebagai sharing point bagi seluruh pemerhati PR di tanah air. Baik itu PR practitioners, PR Students, maupun PR enthusiasts.

    Di sana kita semua bisa berbagi cerita, pengalaman, keahlian, dan berbagi ilmu. Dengan saling berbagi saya yakin PR di Indonesia bisa lebih berkembang.

    Gratis? Tentunya. :)

    @andrian
    Jangan terlalu pusing dengan hal itu. Beranikan diri untuk ambil tantangan. Nanti dengan sendirinya diri kita akan menyesuaikan diri dengan dunia PR. So, take a step forward, and welcome to PR! :)
  19. From angel on 04 October 2007 18:40:57 WIB
    help me to understand Pr better!!!
    hi, ssaya adl mahasiswa tingkat 2 di transworld institute of technology di taiwan, yg jg mengambil jurusan PR..

    krn keterbatasan bhs saya agak susah untk berkomunikasi dg tmn2 sekelas atau dg para guru. tapi, krn saya ingin mengerti PR lbh jauh lagi saya mencoba cara lain utk belajar
    saya harap teman2 atau senior2 saya yg sudah menjadi PR bisa sdkt meluangkan waktu utk sharing dg saya...

    terimakasih
    Angel
    piggy_angel_loecoe2@yahoo.com
  20. From Rizqy on 08 October 2007 01:46:38 WIB
    buat tmN2 boleh gabung ga??saya harap sharing nya..kebetulan saya masih kuliah dan kurang faham dg dunia RP
  21. From firma on 23 October 2007 20:06:12 WIB
    apa kabar pak wimar?
    seperti dari beberapa comment yang mungkin mewakili keinginan saya,saya berharap bisa mendapatkan bimbingan mengenai PR dan mungkin bapak mempunyai saran atau pun motto hidup,siapa tahu bisa lebih memacu saya agar saya bisa menjadi praktisi PR yang handal.Mengingat saya masih tercatat sebagai mahasiswi semester 3.

    bagaimana seandainya meskipun PR itu gaptek tetapi ia mempunyai modal bicara yang mengagumkan,dan skills yang cemerlang,apakah masih tetap di perlukan kemampuan menggunakan sarana tersebut,dan mengapa?
  22. From Tommy on 24 October 2007 00:18:45 WIB
    hello pak Wimar, bisa kah saya dapatkan foto saat Ibu Sutji lantyka sedang bawakan presentase nya? kalau bisa seh sekalian dengan isi presentasenya gitu...
    makasi pak wimar sebelumnya...
  23. From Dicky on 01 November 2007 16:57:08 WIB
    Pa Wimar, anda adalah salah satu figur pakar PR yang saya kagumi. sekiranya Bapak bisa mengisi acara sebagai salah satu pembicara Talk Show tentang sertifikasi PR di Univ.Paramadina. tanggal 27 November. Please ya Pak. Trims dan tambah Sukses!
  24. From vella on 18 November 2007 19:45:10 WIB
    hai Om Wimar saya vella......
    saya ini merupakan salah satu mahasiswi yang baru mau mengambil konsentrasi PR. Nah yang saya ingin tanyakan apakah tugas seorang PR yang sebenarnya?kata banyak orang PR itu identik dengan tukang ngomong di depan publik itu gmn?
    Trus prospek yang saya dapatkan jika nanti saya mengambil PR itu apa?
    Kemudian keuntungan yang saya dapatkan jika saya masuk PR itu ap,soalnya konsentrasi di jurusan saya itu ad PR, JURNALISTIK dan AUDIO VISUAL?

    thank's BE4
  25. From Ya\'Asurandi on 25 December 2007 17:15:21 WIB
    Sekarang masih kuliah di ITS Surabaya. Saya tertarik dengan dunia politik, jadi pertanyaanya. Bagaimana mengefektifkan peran PR dalam kampanye dan menggiring opini massa ? Tapi dengan cara-cara yang fair play gitu Om Wimar ... hehe. Sekarang banyak politisi yang menggunakan cara yang tidak baik sehingga pencerdasan berpikir kepada masyarakat jauh dari yang diharapkan.
  26. From L.Virgina on 03 January 2008 17:45:43 WIB
    saya adalah dosen Public relations,pada Universitas Sains & Teknologi Jayapura jur.Ilmu Komunikasi,senag sekali menemukan artikel ini.membantu saya membawa Papua ke PR world yang nyata.saya akan jadikan media ini sebagai alat bantu perkuliahan saya.
    saya pengagum berat otak briliant anda Mr.W.Witoelar.
    kerjasama anda dalam berbagi ilmu bagi mahasiswa papua akan menjadi penghargaan terbesar untuk saya sebagai tenaga pengajar.
    God Blezz
  27. From rahmi on 02 April 2008 20:01:33 WIB
    allow Om Wimar..
    nice to read your briliant idea in internet...
    saya mahasiswi jurusan komunikasi PR di PT Malang.
    sangat membantu sekali kalau artikel seperti ini
    lebih banyak dimuat di internet. komunitas mahasiswa sekarang mestinya mampu melihat peluang dari hal-hal yang seperti ini. untungnya adalah bagi mahasiswa jurusan Ilmu komunikasi seperti saya yang kebetulan mendapatkan ispirasi untuk membuat bahan skripsi yang sejenis dengan Om Wimar paparkan.
    terima kasih Om Wimar...
    karena telah sedikit banyak membantu saya secara tidak langsung.
  28. From Ellen on 14 April 2008 17:03:15 WIB
    tolong bagi semua temen-temen saya sangat membutuhkan data2 tentang Public Relations Officers.. karena TA saya mengenai judul tersebut.. pentingnya PRO dalam suatu organisasi. Tolong kirim ke email saya desire_sight@yahoo.com. thx
  29. From zikri on 15 April 2008 08:08:07 WIB
    saya kurang begitu faham mengenai PR consultancy..buat temen2 tolong bantu saya donk???
  30. From tata on 15 April 2008 16:10:23 WIB
    saya mau mendaftar kuliah dengan mengambil jurusan ilmu komunikasi konsentrasi nya PR atau (marketing komunikasi),saya tertarik dgn jurusan ini..tpi yg membuat saya takut...saya ini tipe orang yang pendiam dalam arti kata tdk banyak bicara,apakah orang seperti saya mampu dalam menjalankan perkuliahan dengan jurusan yang saya ambil ini?apakah saya bisa sukses di jurusan ini?mohon di beri jawaban yang bisa meyakinkan saya untuk kedepannya..
    makasi..
  31. From agnes on 22 April 2008 18:11:39 WIB
    saya mahasiswa jurusan PR..saya masih bingung ne mau pake judul apa.tp yg pasti peranan PR dalam hubungan intern suatu perusahaan..nah saya juga masih blm mendapat data2.tolong dong ajari saya membuat skripsi.kirim ke email saya bg yg berminat membantu...makasi.....
  32. From agnes on 22 April 2008 18:20:16 WIB
    saya mahasiswa jurusan PR..saya masih bingung ne mau pake judul apa.tp yg pasti peranan PR dalam hubungan intern suatu perusahaan..nah saya juga masih blm mendapat data2.tolong dong ajari saya membuat skripsi.kirim ke email saya bg yg berminat membantu...makasi.....
  33. From fajar on 06 May 2008 04:39:53 WIB
    hallo om wimar.....
    sedikit problem nich saya mahasiswa jurusan pr disalah satu perguruaan tinggi negeri di bandung, saya mahasiswa semester akhir dan saya sedang binggung untuk menetapkan outline buat tugas akhir saya...saya job training disalah satu perusahaan automotif dijakarta, dibagian pr dan pengalaman saya selama job training saya mengikuti event2 ynag berhubungan dengan media yang bertujauan sebagai pemasaran produk automotif tempak saya job traning, jd saran yang cocok buat outline tugas akhir saya apa ya???

    mohon bantuan dari semua....tks
  34. From fajar on 06 May 2008 04:48:31 WIB
    alow...
    maaf sebelumnya saya mo bertanya mengenai dunia pr itu sendiri,
    saya selaku mahasiswa jurusan pr agak sedikit malu dengan profesi pr karena tidak banyak orang mengerti tentang job description dari seorang pr itu sendiri. sedangkan yang saya dapat dari kuliah saya selama ini tugas pr salah satunya ialah sebagai pembentuk atau menciptakan image positif untuk tempat dimana kita bekerja nantinya. tapi yang saya malu juga mengapa kita tidak bisa mensosialisasikan pr sebagai mana mestinya.maksudnya adalah kita memperkenalkan apa itu pr yang sebernarnya kepada masyarakat luas agar masyarakat pun mengerti akan seberapa penting tugas dan kedudukan pr dalam kegiatan sehari - sehari sehingga posisi sebagai pr tidak diragukan lagi oleh banyak perusahan dan bukan sebagai penghias saja..
    makasih banyak
  35. From ivan on 11 May 2008 15:33:17 WIB
    PR bagi saya merupakan hal lama yg terasa masih asing.walaupun secara teori saya yahu bahwa tugas PR adalah membangun dan menjaga hubungan baik antara stakeholder dengan organisasi. memiliki tugas untuk membangun image positif organisasi,merencanakan strategi komunikasi perusahaan kedepannya bahkan sampai menangani sampai menangani atau memanage berbagai isu dan krisis yg muncul dalam perusahaan...tapi itu semua masih dalam ranah teori, hanya terdapat dalam berbagai macam buku.entah bagaimana praktek nyata dari PR..sebagai mahasiswa PR semester 6 saya masih belum klik dengn hal tersebut.

  36. From Nugraha on 17 May 2008 20:12:18 WIB
    Mlm Pak, saya lulusan D3 Public Relations, ingin melanjukan study S1 untuk perkembangan kariri. Tapi saya masih awam mengenai bidang saya, gmn kedepannya dalam menggeluti PR, karena saya punya kesulitan dalam berhubungan dengan orang banyak.
    Seberapa besar peluang kerja atau beasiswa ke Luar Negeri untuk lulusan Komunikasi...
    Mkasih..
  37. From Widianti G W on 11 June 2008 00:03:50 WIB
    Tak sengaja browsing lalu menemukan web ini, dan sedang membahas topik yg menarik sebagai bekal di dunia kePRan nanti..

    Kembali menanggapi topik..

    Saya setuju bila praktisi PR harus mampu mengerti dan mampu menguasi teknologi. Agar berkembang dan mengikuti pola yang sedang berkembang pula. Lagipula akses internet sekarang sudah lebih baik sekalipun harus bisa lebih baik lagi. Web 2.0 mampu menjangkau publik yg gemar surfing di dunia maya.

    Kira-kira, kerugian atau sisi negatif apa ya Pak, yang harus diwaspadai dari pemanfaatan web 2.0 dalam penyampaian pesan-pesan PR kepada publiknya?
  38. From Cia on 10 July 2008 20:56:37 WIB
    Sy lagi nyusun TA neh mengenai PR, sy butuh bgt jurnal atau buku (teori)yg menulis tentang dimensi dari PR.
    Tolong sy ;(
  39. From indah on 01 August 2008 07:07:06 WIB
    pakdhe wimar,heheheheh
    saya bru mau msk jur komunikasi.saya mau tanya,apa ja sih macam2 jurusan kmunikasi itu??
    mksdny pnjurusany gt?
    bgi yg tau n ngeh,tlg britau saya ya?
    ni email saya: indah15390@yahoo.com
    thx b4,n cao..
  40. From dinda isath katrina on 22 November 2008 15:00:05 WIB
    aluw....om wimar....
    bantu dinda dunks....
    dinda lagi dalam proses magang nie...
    dinda lebih tertarik sama PR hotel karena lebih ke masalah tourism khususnya dibali...
    dinda memang cukup asing di dunia hospitality karena background kuliah dinda dari fisip di universitas formal dan bukan dari hotel school...
    dinda mohon banget bimbingannya untuk lebih tau bagaimana menjadi seorang PR dan bisa meraih cita-cita dinda sebagai PR profesional...
    terima kasih
  41. From wimar on 22 November 2008 16:12:28 WIB
    dinda, magangnya dimana? Bidang PR banyak kesamaannya dalam macam2 perusahaan. kalau ingin tahu detail, email ke imx@intermatrix.co.id dan sebutkan percakapan ini
  42. From deviani on 24 November 2008 20:24:24 WIB
    Pak wimar saya mahasiswa semester awal yang mencoba untuk magang. Kira-kira lebih baik mana magang di bagian PR consultant atau di PR in-house?
    Bingung karena belum ada referensi...
    Mohon bantuannya, terimakasih
  43. From wimar on 25 November 2008 05:15:30 WIB
    Tergantung keperluannya, Deviani. Apakah Devianti nantinya mau bekerja sebagai konsultan PR, atau ingin kerja di perusahaan mengerjakan PR mereka? Pilihan magang baiknya mengacu pada rencana kita di masa depan.
  44. From DINI FAUZI LESTARI on 04 December 2008 20:11:26 WIB
    tolong dimuat contoh kerja PR di perusahaan dan organisasi dan perbedaan dari keduanya
  45. From marlina on 02 January 2009 19:40:00 WIB
    hi...
    temen2 ada yang tau ga kursus PR di jakarta dmana aja?karena setelah aku cari2, yang ada adalah univ.Thanx ya
  46. From tony on 17 March 2009 00:00:00 WIB
    Buat Marlina, lihat di facebook herinpriyono, ada program bagus yang kamu cari, lokakarya Aplikasi ISO untuk Public Relations, coba kunjungi dia, bagus deh isinya
  47. From Ria Kumara on 18 March 2009 10:13:51 WIB
    Dear Pak WW,

    Sangat tertarik dengan uraian anda tentang web 2.0, dan keseluruhan lainnya. Saya sedang merancang perbaikan kehumasan salah satu pemda di Sumatera, ingin sekali berkonsultasi dengan bapak, apakah mungkin saya mendapatkan waktunya?

    Trimakasih, sangat ditunggu jawabannya ,
    Sukses terus pak WW yang budiman.
  48. From wimar on 19 March 2009 06:02:50 WIB
    @ Ria Kumara (dan penanya serupa):
    Untuk konsultasi, coba diatur waktunya melalui dewi@intermatrix.co.id, email akan dijawab dcepat
  49. From Dwi komala on 26 May 2009 15:27:47 WIB
    Hai pak WW,
    help me pleaseee...

    saya termasuk salah satu pengagum anda pak WW..
    analisa2 anda serta pengalaman anda memberi banyak inspirasi buat saya.

    saya adalah marketing komunikasi dan mencakup sebagai PR junior di salah satu penerbit buku di Indonesia.
    selain itu kesibukan saya adalah sebagai mahasiswi sarjana Ekstensi di Universitas Indonesia mengambil jurusan PR.
    saya baru beberapa bulan menduduki posisi Markom di tempat ini. saya memiliki otoritas penuh dalam membangun image serta media relation untuk perusahaan ini.
    Mohon masukan dari pak WW langkah apa yang harus saya lakukan untuk menjadi seorang PR handal di bidang ini.
    bisakah saya berkonsultasi langsung lewat imel atau ym?

    saya sangat mengharapkan masukan dan tanggapan dari pak WW,

    terima kasih
  50. From eviyani on 30 May 2009 19:30:49 WIB
    seru..
  51. From Nathalie on 11 June 2009 11:17:05 WIB
    dear Om Wimar yg Nath kagumin,,
    Nath lulusan PR atmajaya jogja,,30thn,,
    mank cita2 dr dl pengen bgt jd PR yg pure PR,,
    nah pengalaman nath ud prnh kerja d hotel as HR staff,,
    trus prnh jg jd marketing d salah satu properti besar d Balikpapan, stlh itu bkrja as Customer Care Representatif di salah satu perush layanan jasa TV berlangganan via satelit,,n skrg Nath malah as kembali k properti yg jg besar sbg Sales Marketing Spv di salah satu Mall&tradecenter(kbtln saat ini Mall tsb ikon di Balikpapan),,
    and pny side job as PR/marketing di salah satu EO disini,,
    tapi Om,,
    Nath pny mimpi besar utk bs jd PR yg handal n bs berguna buat masyarakat Balikpapan khususnya,,kbtln Nath pny bnyk link sih,,cuman kadang rasa ga PeDe itu muncul,,apalg seorang PR itu kn hrs OK in English ya om,,Nath ga jg fasih,,tp lumyn bisa,,
    so,,
    pengen aja sih,,n kalo om Wimar ga keberatan sharing,,
    oya,,Nath dulu wkt msh aktif di bangku kuliah sering terlibat aktif di kegiatan2 PR kampus,,termasuk jd anggota BPC-AM Perhumas Jojga 1999 kalo ga salah,,
    mungkin Om bs ksh masukan or sharing2 ringan buat Nath,,
    thanks before n thanks a lot Om,,
    Salam Sukses
  52. From wimar on 11 June 2009 18:49:00 WIB
    Nathalie, untuk diskusi lebih lanjut silakan kirim message kepada saya, Wimar Witoelar, di Facebook.
  53. From elizabeth on 30 August 2009 11:44:40 WIB
    Yth Pak WW,

    saya mahasiswi tingkat akhir dan sedang tahap penyusunan skripsi. topik yang saya angkat mengenai efektivitas website terhadap pemenuhan kebutuhan jurnalis (studi deskriptif kuantitatif terhadap jurnalis mengenai website bank sentral)

    topik itu disarankan pihak kehumasan bank sentral sendiri, sebab belum pernah ada yang mencoba melakukan penelitian disitu.

    Saya merasa sangat tertantang dengan topik ini, hanya saja pengetahuan saya sangat terbatas mengenai website, sehingga sedikit bingung bisa memulai dari mana.

    Mohon masukan bapak, langkah penelitian apa yang paling tepat, atau apakah ada judul yang pas menurut bapak terkait topik?

    ps: saya prefer ke data kuanti dibanding kuali.

    terimakasih.


  54. From Dita Indah Sari on 01 September 2009 09:15:30 WIB
    Om WW,
    Hari ini saya ada interview disebuah hotel ternama diPalembang (Sum-Sel), background kul saya sama sekali bukan dari komunikasi. Tetapi saya ditawari untuk posisi PR.
    Saya bingung apa bisa seorang pendiam seperti saya bisa menjadi seorang PR?????
    Apa saya haru ikut tes tsbt atau tidak hadir sama sekali, mhn saran.
    Tq B4!!!
  55. From Dita Indah Sari on 01 September 2009 09:16:11 WIB
    Om WW,
    Hari ini saya ada interview disebuah hotel ternama diPalembang (Sum-Sel), background kul saya sama sekali bukan dari komunikasi. Tetapi saya ditawari untuk posisi PR.
    Saya bingung apa bisa seorang pendiam seperti saya bisa menjadi seorang PR?????
    Apa saya haru ikut tes tsbt atau tidak hadir sama sekali, mhn saran.
    Tq B4!!!
  56. From Hapsara on 07 October 2009 23:53:05 WIB
    Ass. om WW sebelumnya mohon maaf dan salam kenal, saya Hapsara mahasiswa dari FE UNAIR bermaksud menanyakan beberapa hal, terkait dengan perusahaan yang sedang mengalami krisis om,
    seperti \\\\\\\"perusahaan Bakrie Life yang dilaporkan tidak dapat melunasi kewajibannya kepada nasabah sebesar Rp 400 miliar karena tidak memiliki dana segar. Perusahaan ini sempat menawarkan saham atau bunga sebesar satu persen setiap bulan. Tapi, sebagian besar nasabah menolak tawaran tersebut. Metrotvnews.com, Jakarta
    bagaimana bila posisi saya sebagai PR dperusahaan Bakrie tsb??



    terimakasih
    Hapsara (ncaz_89@rocketmail.com)

  57. From wimar on 08 October 2009 07:41:14 WIB
    ass. Hapsara... kalau posisi anda sebagai PR perusahaan itu, cepat2 resign. Sayang, kalau dalam masa muda sudah mengotorkan nama baik anda.
  58. From kezia on 13 October 2009 12:17:41 WIB
    apa itu PR. ?
    apa mau ambil jurusan PR tapi aku gak tau apa yang akan dipelajari
  59. From dewi Widowati on 07 November 2009 20:38:27 WIB
    senang sekali PR terus berkembang, memang semestinya begitu supaya orang-orang tidak selalu meng\"identikkan\" PR hanya sebagai MC (master ceremony) saja. Padahal PR itu luas sekali. Inilah yang harus sering disosialisasikan. Terima kasih pak Wimar yang turut mengenalkan PR lebih luas lagi. Kapan pak Wimar muncul lagi di layar kaca? (Dewi Widowati, dosen ilmu komunikasi, konsentrasi PR.
  60. From haddy on 07 January 2010 00:36:51 WIB


    bagi saya public relation merupakan multi fungsi yang sangat urgen dan merupakn ujung tombak perusahaan dan sangat berperan aktif dlm mempublishikan lembaga2 baik tu swasta maupun pemerintah.
  61. From dina on 23 March 2010 15:53:07 WIB
    betul sekali pak ww
    saya setuju.....
    perannan PR sangat penting sekali dalam suatu Perusahaan Organisasi....
    tapi orang2 banyak yang belum mengetahui ap Fungsi dan kelebihan seorang PR itu sendiri
    saya mahasiswi tingkat akhir dan sedang tahap penyusunan TA.
    saya ambil jurusan PR
    banyak sekali masyarakat awam yg tdk mengetahui ap iti PR ap jur Komunikasi itu....
    sangat di sayangkan sekali.....
  62. From Rahman P on 08 July 2010 07:48:45 WIB
    Luar biasa, PR adalah suatu proses membangun positif image kepada publik dan para stakeholders tentang lembaga atua perusahaan kita. saya sangat setuju denga idea dan gagasan bung WW bahwa kita harus lihai dalam memilih media, Web 2.0. adalah media modern yang cukup efektif untuk piblikasi kepada masyarakan umum secara horizaontal. salam sukses....
  63. From anna on 04 April 2011 15:19:52 WIB
    sore pak,,saya kuliah ngambil jurusan PR,saya ingin minta bantuan bpa nich,saya ada tugas untuk membuat judul tuga akhir untuk D3,judul yang harus saya bwt adalah 4 judul
    1.1 kata kunci dgn 1 variable
    2.1 kata kunci dgn 2 variable
    3.2 kata kunci 1 variable
    4.2 kata kunci dgn 2 variable

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home