Articles

Wimar Dipecat dari Gubernur Kita - Jak-TV Mengaku Ditekan

Perspektif Online
22 May 2007

Bukannya Foke muncul, malah Wimar menghilang.

Bukannya kampanye curang dihentikan, malah yang nanyain dihentikan.

Sudah berminggu-minggu semua orang termasuk Wimar menunggu kehadiran Fauzi Bowo, satu-satunya Calon Gubernur yang belum memenuhi undangan ke Gubernur Kita untuk memperkenalkan diri ke pemilih dan menerangkan visi dan misi sebagai Gubernur mendatang. Padahal banyak sekali pertanyaan untuk Bang Foke, antara lain mengenai niat dia sebagai penerus Gubernur Sutiyoso dan mengenai kampanye terselubung menggunakan duit rakyat.

Setelah episode Gubernur Kita Kamis lalu masih menyinggung etika kampanye Fauzi Bowo, Jak-TV mengaku ke WW mereka ditekan oleh orang Fauzi Bowo, dan akhirnya hari Senin pagi (21/5) memberhentikan Wimar dari tugas panelis Gubernur Kita.

 

 Effendi Ghazali (moderator), Ryaas Rasyid (masih panelis), Wimar Witoelar (mantan panelis)

 

Pemberhentian ini pertama dilaporkan oleh berpolitik.com, Wimar Dipecat dari Gubernur Kita!

Akhirnya terjadi juga. Wimar Witoelar resmi dipecat sebagai panelis dalam acara Gubernur Kita yang mengudara setiap Kamis malam di Jakarta TV. Pemberhentian itu sebenarnya sudah diproses sejak Jumat lalu (18/5). Pihak Jak TV sudah bertemu dengan staf Wimar. Dalam pembicaraan itu, Jak TV meminta Wimar mengundurkan diri. Pasalnya, pihak stasiun yang antara lain sahamnya dimiliki oleh Eric Thohir ini mendapat banyak SMS dari yang mereka sebut sebagai "orang-orang penting" perihal omongan Wimar yang mempersoalkan iklan terselubungnya Fauzi Bowo.

Ketika dihubungi per telpon siang ini (21/5), Wimar setengah bergurau masih sempat bilang, "Ini bab dua, kelanjutannya, he..hee. Kali ini atas perintah orang-orang sekitarnya Fauzi Bowo."

Baca wawancara pertama Wimar mengenai kasus ini di berpolitik.com

Kemudian detikcom juga melaporkan, Kritisi Fauzi Bowo, Wimar Ditendang dari Gubernur Kita:

"Saya diberhentikan tadi pagi. Disampaikan secara lisan, berkali-kali berhubungan dengan staf saya," ungkap Wimar saat dihubungi detikcom, Senin (21/5/2007). Pernyataan lisan itu, menurut Wimar, disampaikan oleh Produser JakTV Martin Mohede.

Apa alasan Martin memberhentikan Wimar sebagai panelis dalam acara yang digelar setiap Kamis malam itu? "Dia minta saya mengundurkan diri karena mengganggu kenyamanan Fauzi Bowo," kata Wimar menyebutkan alasan Martin.

Saat ditanya wartawan yang sama, pihak JakTV memberikan alasan yang berbeda: JakTV Bantah Ditekan Fauzi Bowo:

"...Ini semata masalah Wimar keluar dari komitmen," ungkap Produser Eksekutif 'Gubernur Kita' JakTV Martin Mohede dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (21/5/2007). Menurut Martin, saat acara itu digagas, terjalin komitmen tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain. "Kita komitmen acara ini untuk cari solusi. Boleh kritis, tapi ujung-ujungnya solusi," jelas Martin.

Martin Mohede, Produser Eksekutif 'Gubernur Kita'

 

Masih mencari siapa yang menekan, detikcom bertanya ke Fauzi Bowo Center yang menjawab: Fauzi Bowo Tidak Menekan JakTV:

"Waduh, fitnah itu. Nggak kepikiran kita melakukan itu," cetus Direktur Fauzi Bowo Center, Makmun Amin, saat dihubungi detikcom, Senin (21/5/2007). Menurut Makmun, Fauzi Bowo sendiri tidak pernah berkomentar apa-apa atas acara 'Gubernur Kita' itu. "Tidak logis itu. Tidak pernah juga terlintas di tim pendukung untuk menghubungi JakTV itu," kata Makmun.

Siapapun yang menekan pasti tidak akan mengaku, tapi siapa sih yang diuntungkan dari pemecatan ini? Menurut Faisal Basri dalam liputan berpolitik.com: Citra Fauzi Justru Makin Buruk:

...pemecatan terhadap Wimar sebenarnya justru makin merugikan citra Fauzi Bowo sendiri. Menurut Faisal, tak soal apakah yang melakukan itu orang-orang dekatnya atau memang atas kehendak dirinya sendiri. Selama Fauzi membiarkan atau tak membantahnya, berarti dia bisa dianggap menyetujuinya. Jadi, "Jangan salahkan orang lain jika ada anggapan, 'baru jadi calon saja sudah begitu, bagaimana jika sudah benar-benar jadi Gubernur," ujarnya prihatin.

 

Sama dengan saat JakTV memberhentikan acara rating tertingginya sendiri, Wimar's World, Wimar tidak ingin berita ini menjadi soal dirinya. Don't worry, WW sih baik-baik saja, karena secara pribadi sudah biasa dibredel sejak jaman Perspektif, Selayang Pandang, Dialog Aktual. Yang perlu dikasihani justru adalah media, penonton, dan kredibilitas acara Gubernur Kita.

Apakah penonton masih bisa percaya acara mengenai Pilkada yang ceritanya mengangkat semua masalah tapi sekalinya mengangkat soal etika kampanye, satu panelis independen dipecat, sementara satu panelis yang disimpan adalah ketua salah satu partai pendukung Fauzi Bowo merangkap anggota tim sukses Fauzi Bowo, dalam acara yang disponsor iklan Fauzi Bowo di setiap break, dari stasiun yang bisnis pemiliknya sangat tergantung pada kelompok Sutiyoso-Fauzi? Jawabannya ada di Anda sendiri...

 

Kita semua pemilih pemula...

 

Cerita Di Balik Layar Gubernur Kita

Masih belum bosan dengan cerita menyedihkan ini dan ingin dengar langsung dari Wimar? Silakan simak transkrip wawancara Wimar di Radio Utankayu 89,2FM KBR 68H Senin (21/5) malam mengenai Gubernur Kita dari awal sampai sekarang dan permasalahan JakTV, beserta SMS dari pendengar radio:

Host Sandra Sahelangi: Selamat malam, bung Wimar?

Wimar Witoelar: Selamat malam, dengan Sandra ya?

SS: Betul sekali. Saya sebenarnya bingung ini mengucapkan selamat atau prihatin atas pemecatan anda. Kalau selamat mungkin karena pemecatan anda berhasil menunjukan kualitas pejabat publik kita dimata masyarakat, prihatin kenapa anda yang harus dieliminasi?

WW: Saya kira, fokusnya jangan pada saya, karena saya sudah hidup lama dalam situasi begini, tapi apa keadaan media kita dan kekuasaan pada saat ini, ya itu saya prihatin.

SS: Sudah deal dihentikan ya?

WW: Sudah ditelepon sebetulnya. sudah beberapa kali pertemuan dengan staff saya. yang terakhir kemaren sore, saya juga ikut. Rupanya mereka itu sebetulnya ingin saya mengundurkan diri jadi kan lebih mudah, tapi saya rasa kalau saya mengundurkan diri itu tidak fair terhadap orang yang mendukung pendapat-pendapat yang seperti saya ini, kok begitu kita menunjukkan suatu korupsi besar dari salah satu calon, dimarahin lalu mundur. lalu saya bilang kalau mau berhentikan silahkan karena ini acara anda tapi saya tidak akan mengundurkan diri. Jadi dia bilang, "Baiklah, kita tunggu rapat board dan kami bertahu". Jadi saya bilang, "Saya dikasih tahu dong sebelum kamis", kamis malam acaranya supaya saya gak dateng ke studio. kalau saya diberhentikan saya tidak datang, kalau tidak dikasih pemberitahuan ya saya datang. Terus saya bilang "Kalau bisa, kalau diberhentikan pakai surat jangan kayak pada waktu pemberhentian yang dulu", itu yang Wimar’s World tidak ada suratnya jadi komentar Jak-TV itu rada membingungkan masyarakat. Jadi dia janji ok, kita akan rapat board dan kita akan kasih surat, tapi rupanya tadi pagi 7.30 sudah ada telepon kepada rekan saya Susy Magdalena memberitahukan bahwa saya diberhentikan, tapi saya tidak tahu jam berapa rapatnya karena kemaren saya sampai malam gitu ya. Terus waktu ditanya suratnya, ya akan datang siang tapi sampai tadi, sampai sekarang, tidak datang jadi saya pikir kalau ditanya ya saya cerita saja seadanya. janjinya ada surat tapi tidak ada. tapi yang jelas diberhentikan.

SS: Saya juga agak jarang nonton acara itu, mungkin bisa dijelaskan dulu ke pendengar, nanti akan ada interaktif bersama dengan anda, sudah ada pendengar yang ingin ngobrol dengan anda, bisa dijelaskan secara singkat format Gubernur Kita seperti apa?

WW: Pada awalnya kelihatannya acara bagus, sebab udah lama ini, bulan Agustus atau September 2006, saya diundang oleh Effendi Ghazali dan oleh Produser Jak-TV saudara Martin Mohede untuk ikut jadi panelis dalam acara yang maksudnya untuk sosialisasi Pilkada menjelaskan sistemnya dan ikut memantau kelancarannya dan nantinya yang akan menarik, ikut menilai para calon gubernurnya. Wah asyik juga. Terus saya tanya, apa yakin mau minta saya, sebab Jak-TV ini saya tahu banyak dipengaruhi Pak Sutiyoso dan orang tahu, saya kritis terhadap semua orang yang korup, termasuk Sutiyoso tentunya. Jadi kalau ngundang saya, konsekuensinya saya akan bicara seperti saya biasanya bicara. tapi mereka bilang kita mau mengajarkan demokrasi. Saya sendiri tidak mencari alasan khusus untuk menyerang satu orang, tapi kalau masalah itu muncul ya saya tanya misalnya Busway korupsi kan panitianya sudah diadili masuk penjara, suppliernya sudah diadili masuk penjara, tapi mereka itu sebelum dibawa pergi katanya hanya melakukannya atas instruksi Gubernur. Saya mau tanya "ini betul tidak?", tapi setiap saya tanya begitu orang resah.

Mempersembahkan show baru: Gubernur Kita! (Oktober 2006)

 

SS: Kalau Fauzi Bowo ini kritikan apa sih, sampai kemudian anda bisa dieliminasi?

WW: Sebetulnya pertama pertanyaan mengapa dia tidak pernah mau datang. Karena semua calon Gubernur, baik yang masih bakal calon, maupun yang sudah agak fix, semua itu sudah datang berderetan, Eddi Waluyo, Bibit Waluyo, Faisal Basri, Sarwono, Agum Gumelar sebutlah semua orang itu. Kalau di Indonesian Idol tuh yang babak pertama hadir semua tapi Fauzi Bowo sampai saat ini belum hadir, waktu itu ada 2 yang belum hadir pak Adang dan Fauzi Bowo jadi saya bilang: "Datang dong, supaya kita bisa tanya" sebab banyak pendukung kami, sebab acara kami ini didukung oleh website www.perspektif.net yang anda bisa buka juga nanti malam ini, atau besok pagi, dimana banyak pertanyaan yang dititipkan dari masyarakat. Jadi kalau tidak datang saya tidak bisa tanya, sampai saat ini saya belum pernah ketemu Fauzi Bowo itu seumur hidup, Adang Dorodjatun juga belum tapi waktu pak Adang datang, dia datang, dia senyum, dengan baik-baik, mencoba menjawab pertanyaan sebisa dia dan saya sih tidak maksa, kalau saya sudah tanya, dan dia sudah jawab, silahkan penonton menilai jawabannya bagus atau tidak, juga menilai pertanyaan saya fair atau tidak, ini kan kami yang menyelenggarakan acara, penonton yang menilai.

SS: Tapi Fauzi Bowo tidak pernah datang ya?

WW: Tidak datang-datang. Tapi dia bilang alesannya umroh, ini, itu.

SS: Berikut katanya mengkritik iklan?

WW: Iya, jadi saya bilang, selagi dia tidak datang lalu di breaknya keluar iklan dia. Jadi saya tanya pada produser, "kok lucu ya, acara kita disponsor Fauzi Bowo". Jadi acara yang pura-pura HUT DKI, padahal "mau maju pilihlah yang mampu, Fauzi Bowo" gitulah, tidak hafal, pasti anda tahu iklannya. Jadi setiap station break iklan Fauzi Bowo, calon lain tidak ada iklannya. Adang Daradjatun tidak ada, yang lain pun yang masih dinantikan calonnya itu tidak ada, jadi lucu sekali. Saya mulai rada resah disitu, jadi saya bilang pak Fauzi, datang dong, karena ada iklan itu, terus ada billboard besar di Slipi dan di mana-mana, Selamat Hari Pendidikan Nasional, Hari Ulang Tahun Jakarta DKI fotonya Fauzi Bowo jadi saya pikir, itu kan poster acara DKI, jadi pakai uang DKI, masa sih pakai uang pribadi. Kalau pakai uang DKI kenapa gambar Fauzi Bowo kalau Hari Pendidikan Nasional kenapa bukan gambar buku, gambar sekolah, tapi kok gambar Fauzi Bowo, kalau harus orang kenapa Fauzi Bowo kan Gubernur-nya Sutiyoso. Jadi ya itu banyak pertanyaan yang saya lemparkan yang oleh pihak sana barangkali dianggap sebagai sinis, ya mungkin sinis.

Katanya ini bukan kampanye

 

SS: Ini terbalik dengan kontes idol, juri yang dieliminasi bukan peserta. Ok bung Wimar, kita sudah bersama dengan penelepon, yang langsung akan berkomentar dengan anda pak Yusuf silahkan?

Pak Yusuf: Selamat malam Pak Wimar Witoelar?

WW: Selamat malam pak Yusuf

Pak Yusuf: Begini pak Wimar, jadi saya sebetulnya itu agak jengkel. Kenapa itu calon dipentolkan jadi calon Gubernur, calon ini ternyata tidak mau dikritik, lebih bagus Gubernur Sutiyoso. saya kemaren waktu kritik Sutiyoso itu sampai marunda, dia tidak beres, dan dia terima. Tapi kalau toh memang seorang Fauzi bagaimana dia bisa mengatur warga Jakarta yang tertuju kepada ketua DPRD.. coba kritik itu calon? Tidak tepat itu.

SS: Baik terimakasih, Pak Yusuf di Jakarta Utara. Ini masih beruntung Pak Yusuf, Sutiyoso masih menerima kritik pak Yusuf. Tapi anda tidak ya, Wimar’s World dieliminasi karena itu kan pak?

WW: Wimar’s World langsung sebetulnya, menurut direksi Jak-TV sekarang saya bisa cerita karena sudah selesai ceritanya. Menurut direksi Jak-TV melalui Pak Martin, sebetulnya Pak Sutiyoso itu ingin saya hilang sama sekali dari Jak-TV, bahkan waktu itu dia mengeluarkan karena Jak-TV tidak saja mengeliminir saya, karena acara Wimar’s World kami itu rated No.1-2, paling sukseslah ya. Dan di Gubernur Kita, katanya kalau saya datang itu rating tinggi, kalau saya ke luar negeri, ratingnya turun. Jadi Jak-TV sangat baik pada saya, sampai saat ini pun Jak-TV, Effendi Ghazali, baik pada saya, makanya dengan sangat menyesal mereka bilang, Pak Sutiyoso rupanya tidak senang anda di sini, bagaimana kalau anda istirahat sampai Pilkada selesai, dengan asumsi barangkali Fauzi Bowo yang menang. Saya bilang ya tidak usah ada deal istirahat. kalau diberhentikan berhentikan. kalau tidak, tidak. tapi saya rasa sebagai kawan kalau anda berhentikan saya dari Gubernur Kita, kali orang akan ribut, lalu dia pikir kalau Wimar’s World itu tidak membahas pilkada secara khusus, juga bukan politik keras, bicara damai-damai saja karena saya senang percakapan tenang selama 1 jam, malah itu diberhentikan. tidak fair. padahal acara itu harmless tidak menganggu siapa-siapa, tapi sekedar supaya saya tidak ada di Jak-TV. Rupanya setelah Wimar’s World hilang saya kan tetap ada tiap minggu tetap bicara jadi akhirnya mereka putuskan, tadinya mau minta saya mengundurkan diri tapi karena saya tidak mau, diberhentikan, yang adalah sepenuhnya hak mereka secara legal.

SS: Banyak sekali pesan pendek yang masuk dan hampir semuanya mendukung anda bung Wimar?

WW: Mendukung media transparansi. saya sih ya sudah berhenti saja. Jangan dipersoalkan lagi

Nindya: tidak mau dikritik ya, tidak usah ke politik, tidak mau ke pusaran, katanya pergi ke hutan.

Tia: Belum jadi Gubernur saja sudah difaktor belum lagi dana APBD dibuat kampanye, serahkan kepada ahlinya, ahli tilep uang, ahli membungkam kaum yang kritis bencana untuk DKI.

Pak Dodo: Inilah Indonesia gaya Soeharto, masih menderita di Tanah Air kita. Sepetinya Fauzi Bowo jadi Soeharto jilid 2.

Faiz: Bubarkan saja acara Gubernur Kita kalau pemilik Jak-TV takut sama pejabat tertentu.

WW: Itu sangat betul, sangat serius. Jadi saya pikir apa nilainya Gubernur Kita, kalau dia sudah menjadi acara Fauzi Bowo Kita, iklannya Fauzi Bowo, panelis yang mengkritik dia dihentikan, satu panelis sangat pro pada Fauzi Bowo, jadi mau apalagi kasihan Effendi Ghazali kredibilitasnya berkurang nanti jangan-jangan kebawa ke Republik Mimpi bahwa acara ini hanya entertainment saja bukan betul-betul pendidikan politik.

SS: Ok, jadi anda melihat bahwa perjalanan Gubernur Kita nanti akan berat sebelah?

WW: Tidak, menurut saya sudah tidak ada nilainya. sayang uang dan sayang waktunya. lebih baik kalau sudah ada tukul, nonton tukul gitu ya. Karena di acara ini tidak ada political education, bagaimana kita mau mendidik orang untuk kritis misalnya, kalau orang yang kritik diberhentikan. Yang tegas-tegas saja.

SS: Ini ke depan anda akan balik menuntut atau seperti apa?

WW: Tidak-tidak, saya tidak ada tuntutan sama sekali. Saya kan kalau anda ikuti kehidupan saya barusan saja saya di acara café ketemu Sophia Latjuba, nyanyi, kemaren saya shooting film. Jadi kehidupan saya itu sudah kehidupan yang sangat pribadi dan tenang. Tapi waktu itu bulan Agustus saya diminta oleh Jak-TV dan Effendi Ghazali untuk ikut jadi panelis supaya Gubernur Kita ini lebih tajam, lebih kritis, lebih humor, lebih rame, gitu ya. Ya saya ikut, saya tidak memiliki acara itu, jadi saya diajak, saya ikut, terus saya disuruh berhenti ya berhenti. Seperti misalnya ada bus mau ke Bandung, terus saya karena supir pengalaman ikut deh dengerin ada bunyi-bunyi di bus ini, barangkali kalau ada kerusakan ada yang kasih tau, terus saya ikut, terus ada kerusakan saya kasih tau, itu tuh di depan ada begini itu rodanya barangkali saya bisa betulin. Dia bukannya melihat penyakitnya, silahkan anda turun deh di Purwakarta, saya pulang naik bus saja, kembali ke kehidupan saya semula. Semua acara TV saya itu atas undangan, saya tidak pernah minta. Wimar’s World pun diundang, dulu City View, saya itu diundang terus diberhentikan, ya bagus juga jadi hidupnya penuh variasi tidak bosan.

SS: Ke depan punya rencana buat acara sejenis misalnya di stasiun TV?

WW: Saya kira, saya tidak punya kemampuan atau energi seperti Effendi Ghazali untuk membuat acara. Kemampuan saya itu sangat spesialis hanya untuk mendengar, mengkomentari, nyeletuk, dan mencoba menampung suara penonton. Kalau saya dianggap ahli bikin mie kangkung, bukan berarti saya bisa bikin restoran dengan 200 meja saya hanya bisa bikin mie kangkung, saya hanya bisa memberikan komentar, melihat secara jernih, tidak ada agenda apa-apa, dan bercerita seadanya.

SS: Respon, atas acara Gubernur Kita ini, selama ini seperti apa?

WW: Itu barangkali lebih baik ditanyakan kepada station, tapi yang saya dengar itu memang termasuk acara yang digemari dari 80 acara Jak-TV, itu masuk No. 8 atau 9 yang No.1 nya Wimar’s World tadi itu, bukannya sombong ya, yang Wimar’s World bukan acara politik. tapi saya diberitahu oleh Bapak Timbo Siahaan yang adalah salah seorang pimpinan station bahwa wah kalau pak Wimar tidak ada itu drop. setiap saya tidak ikut itu drop, jadi memang orang ya ada nilai entertainmentnya atau juga ada nilai dari pertanyaan-pertanyaan yang terhitung polos atau bisa dibilang tajam ya, karena orang tidak senang juga kalau acaranya hanya nyanyi-nyanyi, dan hura-hura, padahal itu acara politik.

SS: Ok, secara on air, Fauzi Bowo tidak pernah datang, tapi kalau misalnya di lain acara ini pak Wimar pernah bertemu dengan Fauzi Bowo?

WW: Saya tidak pernah bertemu barangkali itu salah saya juga karena saya tidak aktif politik, saya selain di Gubernur Kita, tidak mengamati, tidak mengikuti kampanye, tidak juga berhubungan, dengan calon Gubernur yang manapun jadi ya mana saya pernah liat tapi saya diberi tahu oleh kawan-kawan bahwa dia memang, anda mungkin lebih tahu jarang atau tidak pernah berdialog tajam dengan pers. Padahal saya pikir, kalau dia datang di Gubernur Kita saya merasa diri orang yang sopan, saya tidak akan mengada-ngada pertanyaanya, latihan yang baik buat Fauzi Bowo kalau dia terpilih untuk menghadapi pers suatu saat dia harus menghadapi pers dong, kecuali mau kayak Pak Soeharto ngumpetnya selama 20 tahun, sampai dia PD, masa sih...

SS: Bagaimana komentar panelis yang seperti Effendi Ghazali atas pemecatan anda?

WW: Lucunya sejak saya digoyang dan dipecat tidak ada kabar sama sekali Effendi Ghazali, padahal lucu, sampai dengan acara yang terakhir dia itu sangat mendukung saya, jadi saya itu, aneh ini ya Sandra, tidak satu kali pun ditegur atau diperingatkan untuk berubah di acara itu. Jadi yang minta saya berubah tuh kalau suatu malam ada telepon, direksi kirim Martin suruh ketemu saya tapi di acaranya setiap saya bikin jokes ketawa, setiap acara tuh closing statementnya diserahkan pada saya oleh Effendi Ghazali. Terus setiap saya tajam, "sorry nih", mereka bilang, "gak papa WW ini bagus, harus gitu, kita terimakasih pada anda, sebab kami itu tidak ada yang bisa". Saya pulang dengan perasaan yang enak. orang juga takut selamat wakil pimp.nya Effendi Ghazali bilang "Pak Wimar closing statement anda elegan", itu bisa ditanyakan pada mereka, jadi saya merasa menjalankan tugas saya dengan baik begitu, jadi anehlah waktu sekonyong-konyong diberhentikan itu jelas keputusan off air, keputusan di luar acara.

SS: Ok, jadi kembali ke soal pemberhentian anda, jadi selama ini kan sampai tadi, baru menerima pemberitahuan secara lisan?

WW: 7.30 pagi secara telepon. (Senin 21/5)

SS: Kalau begitu, alasan pemberhentian ini apakah memang sudah fix dari Fauzi Bowo yang berkomunikasi langsung kepada....?

WW: Iya ini dijelaskan betul pada pertemuan-pertemuan itu bahwa Pak Fauzi Bowo sangat keberatan karena saya menuduh macam-macam. Saya bilang ya sebetulnya kan tinggal datang dan membantah, lalu tinggal liat siapa yang bener. Terus mereka concern bahwa dia tidak mau datang gitu, jangan-jangan dia tidak mau datang. Saya bilang saya masih baik kalau begitu, tunggu saja saya mau ke negeri Belanda bulan depan, kasih tau mungkin dia datang kalau saya tidak ada. Atau kalau gak saya harus berhenti sama sekali, karena bagaimana ya, kalau dia datang masa saya tidak tanya, masa dia takut ditanya saya di suatu acara TV dimana tidak mungkin kita berkelakuan tidak sopan. kalau saya tidak sopan juga malu sendiri kan? Jadi saya menganggap ini suatu diskusi yang sehat kecuali kalau kegiatan Fauzi Bowo begitu tidak sehatnya sehingga diomongin pun tidak mau.

SS: Kalau ada station lain baik TV atau Radio yang menawarkan acara sejenis Gubernur Kita apa anda masih mau?

WW: Setiap tawaran itu saya akan tanggapi kasus per kasus selama ini berjalan saya hampir tiap hari ditawarin di station lain, walaupun bukan mengenai topik Gubernur Kita ya. Saya kehidupannya adalah dalam komunikasi jadi adalah setengah kewajiban saya, setengah hobi saya untuk berbicara dimana diundang selama saya mengenal subject itu, kalau saya ditanya mengenai topik yang saya tidak tahu ya saya tidak bisa memenuhi, tapi dimana saya diundang saya dateng. Jadi kalau anda yang mengundang acara begini saya akan lihat. Dan saya juga barangkali tidak mau mempersulit orang, saya ingin tanya apakah ada rambu-rambu, karena di Jak TV waktu saya diminta di Wimar’s World saya juga tanya, "Pak, sebelum kita mulai saya mau tanya apa ada rambu politik yang saya harus jaga supaya tidak saya langgar, karena saya tanpa sengaja barangkali bisa mengacaukan rencana anda, saya bukan pejuang murni, kalau anda gak mau repot jadi diberi tahu di awal". "Oh enggak-enggak, anda bebas aja, sekarang kita kan jaman bebas" begitu respon mereka.

 

SMS dari Pendengar

INTERAKTIF JURNAL 21 RADIO UTANKAYU, 89,2 FM
Senin, 21 Mei 2007
Pkl.21.30 – 22.00 WIB
Host : Sandra Sahelangi
Fokus interaktif: Lantaran mengkritik calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Wimar Witoelar diberhentikan sebagai panelis tetap dalam acara talk show 'Gubernur Kita' yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta lokal di Jakarta. Bagaimana komentar anda atas sikap pejabat publik yang masih enggan dikritik di era demokrasi saat ini ?

1. Tidak mau diKRITIK ,ya tidak usah ke POLITIK, tidak mau diberi SARAN , ya pergi saja ke HUTAN -nindya / tebet -+628569100xxxx

2. Blum jd gubernur aja sdh DITAKTOR! Blum lg dana APBD di buat KAMPANYE Serahkan pd AHLINYA , AHLI tilep uang, AHLI membungkam kaum yg KRITIS BENCANA TUK DKI. Tya+628151998xxxx

3. TAKUT AKAN TUHAN ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN, TETAPI ORANG BODOH MENGHINA HIKMAT DAN DIDIKAN.+628134404xxxx

4. Ini lah Indonesia gaya soehato masih menggurita ditanah air kita sepertinya Foke menjadi Soeharto jilit dua .Bpk Dodo tamah abamg+628138855xxxx

5. ROY Gn sahari, malam mba Sandra, pola tingkah,sepak terjang Fauzi Bowo mulai dari kampanye terselubung di tv,radio,koran,selebaran2,tapi minta hal serupa yg dari calon lain di tertibkan.Itu adalah CURANG ! Sekarang tidak mau menerima keritik itu adalah AROGAN ! Apa calon yg model begini yg mau kita pilih? Kalo ngga golput setidaknya JANGAN pilih FB !+628180683xxxx

6. Bubarkan saja acara gubernur kita,kalau pemilik jak TV takut ama pejabat tertentu.FAIS CWNG.+628180870xxxx

7. Jawabannya, calon tersebut saya himbau utk tdk dipilih oleh rakyat, enny-kemyrn.+628131994xxxx

8. AHMAD JAKARTA BARAT. BELUM JADI GUBERNUR SUDAH UNJUK GIGI, JANGAN2 JADI GUBERNUR NANTI MODEL UTAN KAYU BISA2 MASUK BUI. CAPEK DAH KALAU ADA YG BEGINI+62815984xxxx

9. sautrenasto-mungkin acaranya bung wimar tdk be-rating,apalg cm jack tv pangsa siar stasiunnya kecil. Mungkin terjemahan yg lain wimar sdh tdk "hits" ky dulu +62812184xxxx

10. Ayo kita komentari dg kritik2 Pedas...biar sellular kita diputus jaringannya...ayo sampai pagi !!!*.*ADi jkt+62899906xxxx

11. Gimana mau ada perubahan ?kalau pejabat tidak mau dikritik ! Pejabat seperti itu lbh baik mundur aja !mestinya para pejabat hrs gentelman !kalau salah hrs berani mundur !+628138544xxxx

12. Kritik utk kemaslahatan rakyat banyak, utk kebenaran, keadilan dan kejujuran harus diterima dg bersyukur. Kritik sebaliknya bisa dikonter.IQSQEQ perlu.Edydepok +62812873xxxx

13. SETO, klp gding: Prihatin! Setlah era bredel media lewat, msh bnyak pejabat berdarah orba yg gemar mngintrvensi media hny krn kritikn. Bila jkt dipimpin pjabat model begini, alamat jkt tetap akan kebanjiran & saya trpaksa beli perahu karet.@+628151001xxxx

14. Arif Kelapa2 Bang OZY baru jadi calon ude bertingke,ati2 rakyat udé pinter2 padhe nyoo' +62856787xxxx

15. (DONNY@PD.Bambu) Inikah yg dikatakan rezim yg tegakkan HAM&Demokrasi?

Mari tanyakan kpd SBY&JK Kmnkah para prodemokrasi yg dlu berkoar2? kmi muak dngn ini smua!+628521565xxxx

16. Mmbrhentikan Wilmar krn mngritik, salah bsar! Dimana letak DEMOKRASI.. Kalau mau jadi tokoh dn pmimpin hrs mnelaah kritik utk kmajuan negara dong.. Emangnya manusia pintar itu sdh smpurna? Oma djohan. Jaksel.+6281715xxxx

17. Pa Ahmadjani jkt bila dikritik murka.ketiaknya pasti wangi tapi anda jangan deket2 nanti mabok obatnya pil antimo ! Tksih+628131415xxxx

18. Warto,cijantung.waduh tdnya sya simpati pd bp fauzi,klo ga mau d kritik gimana nantinya?k yg lainya aja deh.+628131733xxxx

19. Jgn memilih Foke nanti, pilihlah Sarwono atau Golput saja, ok? Hidup demokrasi. Fr Donny, jkt.+6281816xxxx

20. Kalau orang bijak tidak mau di kritik tergolong kemauan sakit,sebab kritikan ada manfa at buat orang bijak akan bertambah bijak. TEDDY DEPOK+628131046xxxx

21. sautrenasto: sori td sms pertama salah. Ternyata ini pberhentian yg ke2 dr Jak TV.Ok bung Wimar jgn nyerah tiru Efendy Gozali yg mgkritik dg bhs parodi.mksh +62812184xxxx

22. Kalo pejabat publik tdk suka dikritik berarti ia bukan pemimpin sejati, namun dikritik itu memang gak enak kok..! Tks Taufan kuntoadji, jaksel.+62817636xxxx

23. Nah! Itu "semoga pilkada berjalan sukses dan damai",gitukan iklannya Fauzi Bowo sama Bang Yos.Huahahaha pilih dan tusuk bang Bowo sampai ko-it! Dari Dito Utan Kayu+62856817xxxx

24. Mnrt sy p F B ga siap kalo dikritik,nanti sy piih AD aja.Tks bagus jkt+62812832xxxx

25. (firman) ya klo memang gak mau di kritik,klo mang bnr2 kagak korup ya pantas,tp knp pake mecat2 sgla. Lha wong kta hdp hrs saling membagi,bkn pake cara seperti itu+628151068xxxx

26. Yusup jakut.Calon gubernur,Fausi wibowo pertanda sang calon gubernur tsb bukanlah figur calon gubenur jkt yg tepat dipilih warga jkt,pilih aja calon yg lain !+62217158xxxx

27. Mestinya klo pa wilmar hny ingin jd pngeritik ya gak usah dong mau diajak gus dur utk jd men tri wkt itu+628133930xxxx

28. Baru calon gub aja tdk mau di kritik bgamana nanti klau sdh jd gubernur,inilah pilian parte poli tik bukan pilihan rakyat,Riyanto bks.+628138199xxxx

29. Dari sito klender, jaman reformasi media masih dintervensi?Fauzi bowo? ..Buang aja kehutan+62815990xxxx

30. AssWW.SAIFUL-dKEMANG.BungWIMAR maju terus dong..Klo mndur makin terasa melembaganya otoriter r tuh calon yg sombong & "RAKUS MANFAATIN FASILITAS NEGARA",Maju terus BUNG!!

31. 3 berkat yang telah disediakan oleh TUHAN. 1 ) sy tlh di lhr kan di Dunia 2) sy bkrj & hak sy trm gj , 3 ) berkat yang ada di atas kepala saya yang harus saya meloncat loncat dan hanya loncat lebih tinggi seperti bintang NBA Mickhel Jordan ia lari & kejar bola dan meloncati gala lalu bola dimasukan, spectakuler !. Maju terus bang wimar ...Gamter Tg priok Jakut+628138950xxxx

Print article only

148 Comments:

  1. From rico on 22 May 2007 23:31:51 WIB

    prihatiiin oom wimar...

    gmn kalo 2012 om Wimar ikutan jd cagub DKI aja...setujuuuu???
  2. From Ajeg on 23 May 2007 01:04:11 WIB
    C'mon, Oom Wimar 'kan merupakan bagian dari "warna warni" kehidupan. Birokrat dan antek-anteknya maen breidel nggak jamannya lagi. Si Pitung ama Si Jampang bisa bangkit dari kubur kalo denger yang beginian masih ade di Betawi :).

    Oom Wimar ceplas-ceplos bukankah lebeh baek daripada ABS (Asal Bos Seneng) :).

    Bad Campaign!! Kesempatan bagus untuk Tim Sukses FOKE dateng ke Gubernur Kita, sekalian klarifikasi ama Kampanye Dikit (udah enak dikasih kesempatan kampanye, daripada dibilang kampanye terselubung:))

    Cepat sana pelukan sama Paman Gembul :) Siapa tahu dapet simpati dan hoki. Seperti yang kemarin dapet kiriman petasan, kan berbuah simpati tuh :). Udah a... Masa sih sama-sama padepokan Gus Dur berantem, nggak lucu ah.

    Oom Wimar ma, maunya jadi Cawapres!!! Sukses Oom.


  3. From Pengamat on 23 May 2007 01:57:19 WIB
    Komentar spontan:
    Konyol dan menyedihkan
  4. From putra on 23 May 2007 09:21:50 WIB
    ASTAGHFIRULLOOOOOOH HAL'ADZIIIIIMMMM

    WAHAI WARGA JAKARTA, ANDA SUDAH BISA MENILAI KAN...?

    SIAPAKAH YANG LAYAK MEMIMPIN DKI JAKARTA INI...?

    H.ADANG DARADJATUN-H.DANI ANWAR, ATAU FAUZI BOWO YANG

    AROGAN DENGAN KEKUASAANNYA, DENGAN MUDAH MENGGOYANG BAHKAN

    MEROBOHKAN KURSI SEORANG WIMAR WITULAR DI GUBERNUR KITA

    (GK) DI SEBUAH TELEVISI NASIONAL JAK TV.

    INILAH EFISODE SEBUAH PRAGHMEN YANG NAMANYA " AROGANSI

    DEMOKRASI BIROKRASI PEMDA DKI ", MUNGKIN INI ADALAH

    SEBAGIAN KECIL DARI SEMRAUTNYA SEBUAH AROGANSI DEMOKRASI

    YANG ADA DI DKI INI, SAYANGNYA ITU DILAKUKAN OLEH ORANG

    NOMOR 2 DI DKI INI YANG KEBETULAN SEBAGAI KANDIDAT CALON

    GUBERNUR DKI, YANG BERKEINGIN MEMIMPIN IBU KOTA JAKARTA

    YANG MERUPAKAN MINIATUR NEGARA INDONESIA, APAKAH LAYAK

    JAKARTA DIPIMPIN OLEH ORANG SEPERTI INI, WALLOHU'ALAM

    BISHOWAF.

    SAUDARA KU WAHAI WARGA JAKARTA...!

    SEBUAH PELAJARAN BAGI KITA SAAT INI, JANGAN SEKALI - KALI

    TERJEBAK OLEH TIPU MUSLIHAT YANG DIPERMAINKAN OLEH

    SEKELOMPOK ELIT POLITIK YANG HANYA UNTUK MEMUASKAN SAHWAT

    KEKUASAAN NYA.

    SEMOGA SAJA HAL INI TIDAK TERJADI LAGI...

    INGAT PERUBAHAN JAKARTA YANG LEBIH BAIK, ADA PADA KITA

    SEMUA, MARI KITA BENAHI JAKARTA...! KITA MAU...! KITA

    BERSATU...! KITA BISA...!


  5. From bang \"krut\" on 23 May 2007 10:27:03 WIB
    Ternyata makin lama kebusukan bakaln kecium juga deh.
    Klo emang yang disinggung ngerasa bener, kenapa bang WW ga dituntut aje lewat jalur hukum. Atau memang takut terungkap di pengadilan bener kalo bener kampanyenya pake uang apbd???
    Huuhh, gimana mau benerin jakarta, kalo dirinya aje udeh ga bener.
    Buat bang WW, terima kasih karena lewat suara anda, kita sebagai warga jadi tau sape sebenernya bagaimana moral orang2 yang berani mencalonkan diri sebagai pemimpin kita.
    Ada yang jantan dengan berani mengeksplor pendapatnya dihadapan rakyatnya (bang adang, bang dani, bang sarwono), juga ada yang jantungan dengan hanya mampu mengeksplor pendapatnya disehelai poster atau billboard (foke).
    Jadi inget ame apa yang dibilang bang WW: "sebagai warga kita hanya bisa menghukum pejabat ga bener dengan tidak memilihnya dalam pilkada nanti.
    Sekali lagi, terima kasih buat bang WW.
  6. From Z I on 23 May 2007 10:53:03 WIB
    Kiranya merupakan kemenangan Orang Biasa...

    Belum bertarung, sudah bisa mbobol kejelekan calon gubernur
  7. From awet on 23 May 2007 11:21:52 WIB
    TURUT BELA SUNGKAWA ATAS KEMATIANYA KEINDAHAN HIDUP


    sepertinya ini merupakan masalah pribadi, jadi untuk menyelesaikanya harus lewat pribadi masing-masing



  8. From Adi on 23 May 2007 12:18:53 WIB
    Waduh, saya sbg penonton gubernur kita turut prihatin. tanpa bung wimar, acara itu ga ada gregetnya, jd monoton. saya ga setuju bung wimar diberhentiin. sutiyoso ama fauzi saya kira sama aja. sama2 anti krtik, arogan, ga ramah dengan pers. dan setau saya, fauzi kurang bisa bicara dengan pers. mgkn dia tidak terbiasa bicara dengan pers, jdnya kikuk, ga ramah kata2nya.ayo kita warga jakarta, jgn pilih cagub kaya gitu. udah terbukti fauzi tidak demokratis, tp bersikap otoriter kaya jaman orba. pilih cagub yg lebih baik, sarwono atau adang. tp saya pribadi pasti memilih sarwono karena pertimbangan2 tertentu. choose a good guy.
  9. From bayu on 23 May 2007 12:24:18 WIB
    kita bikin 'komunitas tukang kritik' sendiri aja bang wimar. kalau bisa biar jadi gerakan yang massif. kasihan rakyat dibodohin terus.
  10. From Lyan on 23 May 2007 12:35:54 WIB
    Be Strong WW....
    manusia hanya dapat melihat fisik tapi Tuhan melihat hati. Dibalik ini semua ada rencana Tuhan yang lebih indah & tepat pada waktunya, Tuhan saat ini sedang merenda masa depan WW & IMX. Mereka (dibaca : Mafia-2 demokrasi) tidak akan dapat bertahan lama. Setiap tindak kejahatan akan terungkap & masyarakat mampu menilainya. Bangsa ini seiring dengan waktu akan semakin kritis lagi dan maju dalam hal ber- Demokrasi yang sehat & jujur.

    Keep Shinning........

    God Bless You.

    Bravo for WW & IMX
  11. From leon zanzibar on 23 May 2007 12:59:37 WIB
    demokrasi sedang dibunuh secara perlahan oleh FOKE
    satu kata untuk FOKE : LAWAN!!

    FOKE belum jadi gubernur aja sdh menghilangkan hak 1 orang.
    kalo FOKE jadi gubernur nanti akan lebih banyak orang yang akan kehilangan haknya.
    buat apa pilih FOKE

    mendingan kita cukur aja kumisnya FOKE, biar tambah CUPU (culun punya)... FOKE ga penting!!

    buat bung Wimar, galang seluruh rekan media untuk melawan FOKE.
  12. From gambler on 23 May 2007 13:10:10 WIB
    MARI KITA TANYAKAN SEMUA PERTANYAAN WIMAR KE FAUZI. SAYA YAKIN SEBENTAR LAGI FAUZI MUNCUL DI GK.
  13. From qme on 23 May 2007 13:34:16 WIB
    Assalamu'alaikum OOm

    Wah dah ketahuan tuh siapa yang suka ngejilat....bukan cuma uang rakyat tapi juga kampanye terselubung..

    Dah ketahuan ko siapa yang suka nilep dan arogan...

    BARU JADI WAGUB aja dah kaya gitu...

    Gimana JADI GUBERNUR...
    wahh jangan2 sudah tidak demokratis lagi nih...
    nti lama2 HAM warga jakarta dikebiri lagi

    DAh ga jaman kroni soeharto bercokol di negeri ini..

    wat oom wimar jangan menyerah ada TUHAN yang melihat segalanya...

    Wassalamu'alaikum...
  14. From putra betawi on 23 May 2007 13:44:20 WIB
    ucapan bela sunggkawa
    Kepada KEBEBASAN BERBICARA

    INNALILLAHI WAINNA ILLAIHI ROOJIUUN

    TURUT BERDUKA CITA ATAS'TERELIMINASI'NYA BUNG WIMAR WITULAR
    DI ACARA INI GUBERNUR KITA ( GK ) JAK TV.

    SEMOGA BUNG WIMAR, SABAR DAN TABAH DALAM MENGHADAPI AROGAN SI KEKUASAAN. DAN TETAPLAH YAKIN ANDA BERADA DIJALAN YANG BENAR DAN TERUS BERKARYA UNTUK MEMBANGUN KEBEBASAN YANG SEMUA ITU TELAH DIATUR DALAM UNDANG-UNDANG DASAR 45.

    SELAMAT BERJUANG DAN TERUS MEBONGKAR KEDIKTATORAN.

    wassalam
    warga jakarta pro kebebasan
  15. From putra betawi on 23 May 2007 14:20:47 WIB
    " S E R U A N D A N M A K L U M A T "


    Kepada seluruh para wartawan dan media massa di seantero jakarta, dalam rangka solidaritas dan belasungkawa yang mendalam atas terpasungnya kebebasan berbicara, berekspresi,
    dan berkreasi, terhadap saudara kita :

    1. Media Televisi JAK TV
    2. Wimar Witular
    3. dan seluruh kruh Gubenur Kita ( GK )

    " B O I K O T "

    segala kegiatan dan aktifitas dari calon gubenur yang arogan dengan kekuasaan nya menekan dan mmembungkam media hanya untuk kepentingan dan kekuasaanya pribadi.

    SELAMATKAN DEMOKRASI DAN KEBEBASAN PERSS
    DARI TANGAN-TANGAN DIKTAKTOR !

  16. From Franova on 23 May 2007 14:44:42 WIB
    Tetap Semangat Pak wimar!!

    huff, foke yang aneh....
    kenapa ya? membiarkan bau busuknya begitu saja keluar. Antek Orde Baru masih berkeliaran di negara ini, dan hebatnya dia ingin mengajukan diri untuk menjadi orang nomor satu di Jakarta.

    Sungguh hebat perbuatannya....pengecut!!!

    sekali lagi tetap semangat bung Wimar!!
    tetap suarakan suara orang-orang biasa..

  17. From Lullu on 23 May 2007 15:13:49 WIB
    Saya sudah menduga ini akan terjadi. Memprihatinkan. Setelah ini acara GK pasti akan penuh dengan dengan kampanye FB.
  18. From alex on 23 May 2007 15:36:17 WIB
    JIKA MEMANG BENAR, BUNG WIMAR DIBERHENTIKAN KARENA TEKANAN FAUZI BOWO, SAYA SANGAT TIDAK SETUJU DENGAN CARA-CARA ITU.
    JIKA BUKAN, TOLONG BERITAHU APA SEBENARNYA YANG TERJADI.

    UNTUK BUNG WILMAR, SEPERTI YANG PERNAH SAYA SAMPAIKAN LEWAT SALAH SATU KOMENTAR SAYA DALAM FORUM PERSPEKTIF TANGGAL 23 MEI 2007, TERNYATA ADA HAL YANG PERLU DIKOREKSI DARI BUNG WILMAR.

    ANDA SERING KALI TIDAK BISA MENJAGA INDEPENDENSI ANDA. DALAM ARTI, SEBAGAI SEORANG INTELEK (MAKANYA ANDA DIUNDANG SEBAGAI SALAH SATU PANELIS DI ACARA "GK") SEHARUSNYA ANDA BERBICARA TANPA ADA TENDENSI YANG MENGARAH KEPADA SATU KUTUB. POSISIKAN SAJA ANDA (DENGAN KEMAMPUAN ANALISA INTELEKTUALNYA) ULASAN YANG ILMIAH. TIDAK TENDENSIUS. SEPERTI MISALNYA ANDA SERING KALI MENGGIRING ORANG UNTUK SUKA DENGAN GUS DUR (MAAF, SAYA BUKAN MUSUH GUS DUR DAN PENCINTA GUS DUR).

    SARAN SAYA, KEMBALILAH KEPADA JALUR ANDA, SEBAGAI SEORANG INTELEKTUAL YANG MEMBERIKAN PANDANGAN BERDASARKAN ILMU YANG ANDA TEKUNI. JADIKAN ORANG-ORANG MENJADI LEBIH PINTAR DENGAN ULASAN-ULASAN ANDA. BUKAN MENJADIKAN ORANG SENANG DENGAN APA YANG ANDA SENANGI.

    MAAF, SEKALI LAGI SAYA TERPAKSA HARUS MENGKRITIK ANDA. KARENA SAYA YAKIN, SEBAGAI SEORANG DEMOKRAT, ANDA DAPAT MEMAHAMINYA.
  19. From awet on 23 May 2007 15:41:29 WIB
    ini semua, persis seperti sinetron-sinetron religi yang banyak tayang di tv-tv.

    1. ada pemeran jahat yang arogan
    2. ada pemeran baik yang tertindas
    3. ada pemeran pembantu yang biasa-biasa aja
  20. From Satya on 23 May 2007 15:44:40 WIB
    alex, tenang saja sudah tidak ada BUNG WILMAR di GK.

    yg tersisa tinggal tim sukses fauzi bowo dan iklan2nya.

    kasihan banget acara ini, padahal misi awalnya udah terpuji.
  21. From idban on 23 May 2007 16:00:56 WIB
    Bung Wimar ikutan calon gubernur aja jadi bisa gantian tekan yang gak suka sama bung Wimar :)

    sayang gw padahal gw suka acara2 model beginian.
  22. From budi on 23 May 2007 16:04:28 WIB
    Dunia Pers dan pemirsa TELEVISI harus berkabung karena:
    - Telah matinya kebebasan untuk mengeluarkan pendapat
    - Arogansi orang yang selama ini PEJABAT di DKI no 2 sehingga PUBLIK harus menghukum para penyumpal pengkritik untuk itu MARI WARGA JAKARTA KITA TOLAK CAGUB YANG AROGAN.
    - Seharusnya FAUZI BOWO klarifikasi SECARA JANTAN ke WIMAR WITOELAR, dengan menutup pintu terhadap kritik dan menggusur Bubg Wimar, maka pUBLIK melihat MEMANG ADA PEMAKAIAN UANG APBD untuk KAMPANYE TERSELUBUNG FAUZI BOWO.
    - Fauzi Bowo sudah kebakaran kumis eh JENGGOT atas kritikan para pengkritik yang selama ini sudah biasa menghiasi era REFORMASI.
    - SIARAN GUBERNUR KITA di JAKTV , jadi HAMBAR, ibarat SAYUR tidak ADA GARAMNYA.



    Saran untuk ACARA GUBERNUR KITA (EFENDI GAZALI):

    - Sebaiknya ACARA GUBERNUR KITA dipindahkan aja kelain stasiun TV yang lebih berani menghadapi TEKANAN PEJABAT.
    - Pada lagu Acara Gubernur Kita berbunyi "... kritik itu biasa..." jadi FAuzi Bowo jadi INTROSPEKSI.
  23. From Yohanes on 23 May 2007 16:14:22 WIB
    Makin ketahuan aja deh belangnya FB,
    kampanyenya -> makin besar
    korupsi uang rakyat -> makin besar
    keberanian -> makin kecil

    Oom WW portfolio dibredelnya makin panjang dong...

    Usul boikot seluruh acara JakTV deh, percuma gak punya nyali buat ngomong apa adanya, kalah sama amien rais.

    Ada gagasan buat bikin gerakan yang masif untuk melawan hal-hal yang kayak gini gak yah, mau bantu deh.
  24. From Charlie on 23 May 2007 16:26:57 WIB
    Untuk bung Alex, kita sebagai manusia pasti tidak bisa 100% objektif, oleh karena itu dalam menyikapi pandangan/pemikiran seseorang tidaklah harus sesuai sepenuhnya dengan cara pikir kita. Apa yang baik kita ambil dan apa yang kurang baik kita sisihkan. Pada saat2 tertentu bung Wimar mungkin ada sedikit keberpihakan, akan tetapi untuk saya(untuk saya loh^^) semua masih dalam batas kewajaran. Sudah sepantasnya saat Adang belum datang ke acara GK bung Wimar mengungkit masalah ini, tapi kita bisa lihat bagaimana sikap bung Wimar ketika Adang sudah berani datang. Dan pertanyaan2 yang diberikan bung Wimar menurut saya juga sesuai dengan isu2 yang ingin ditanyakan orang2 biasa seperti saya, seperti isu korupsi Foke, pluralitas Adang dan kemampuan Sarwono dalam pemerintahan. Bahkan menurut saya peran bung Wimar sangat penting sebagai orang yang tanpa kenal tabu mengorek kelemahan2 dari para cagub tersebut. Tapi tentu saja pendapat kita bisa berbeda, karena perbedaan itulah pluralitas menjadi indah dan menarik ^^
  25. From putra betawi on 23 May 2007 16:37:11 WIB
    Kepada Saudara Alek
    dari partai Demokrat

    Saya sudah menduga pasti orang-orang pendukung FOKE Ger...
    Gerah atas kasus yang memalukan ini. Dan ini dilakukan oleh calon yang di usung 16 Partai politik, salah satunya adalah partai Demokrat.

    Menurut saya bahwa apa yang saudara alek katakan , bahwa bung wimar memihak kepada salah satu calon, itu tidak benar karena, beberapa kali Jak Tv mengundang Foke tidak pernah hadir di acara GK dan juga karena foke sering kampanye memanfaatkan pasilitas Negara karena dia calon incamben.

  26. From Dyah on 23 May 2007 17:55:20 WIB
    Jakarta oh Jakarta
    Bagaimana nasibmu kelak kalau kau salah haluan, Nak?
  27. From sandynata on 23 May 2007 18:40:40 WIB
    dari pertama kali saya liat itu iklan2nya, ya maap maap saja kalo saya langsung mikir (su'udzon?) "halaaahh.. ini kan kampanye!!!??!!" secara jelas banget janggalnya gitu loooh...
  28. From agusjon on 23 May 2007 19:07:51 WIB
    Sekali lagi perilaku para birokrat ditunjukkan:
    pengecut, licik, otoriter.

    Ngga pernah bisa menerima pendapat dan kritikan.
    Foke = Fake (Fauzi bowo = Penipu)
  29. From Jefri on 23 May 2007 19:34:11 WIB
    Sebaiknnya Bung WW intropeksi diri, ketika orang mengkritik juga ada batasannya,

    kebebasan bukan berarti harus mengekpolitasi orang yang tidak di sukai oleh kita, inilah budaya kita tidak selalu menghormati orang lain

    saya kira wajar sang produser mengeliminasi bung WW.
    seperti saya cermati acara gubernur kita hanya menguntungkan cagub Adang-Dani, dan bung ww selalu memojokan cagub tertentu

    mungkin kita sendiri belum bisa mngkritisi kita pribadi , kalau asal bicara sih, anak kecil juga bisa

    nah mungkin sebaiknnya bung ww , kalau bicara di manapun kritik dan solusi jangan hanya bisa mengktitik..

  30. From JaF on 24 May 2007 00:11:16 WIB
    Bang WW, saya makin yakin kalau kualitas kebanyakan politisi kita sekarang memang sudah parah berat..

    Di satu sisi saya berharap orang seperti anda yang bisa mengambil alih, di sisi lain saya nggak rela juga karena merasa posisi anda lebih pas di luar lingkaran kekuasaan hehe..

    Rasanya ini kasus ini bukan masalah besar buat seorang WW. Buktinya dibredel beberapa kali juga masih aja nemu selah.. :)
  31. From Suharjono on 24 May 2007 06:22:35 WIB
    Woow, Kalau berita ini benar, mungkin satu hal yang saya harapkan. Masalah ini harus diketahui oleh seluruh warga Jakarta.

    Buat temen-temen wartawan media cetak mungkin bisa membantu mempublikasikan berita ini supaya seluruh warga Jakarta tau.

    Semoga ini menjadi pencerdasan buat seluruh warga Jakarta sebagai bekal memilih calon Gubernur nanti. Saya yakin warga Jakarta punya mata dan hati untuk memilih mana yang benar- benar terbaik -bukan hanya terbaik beberapa golongan saja tapi untuk kita semua warga Jakarta- Mudah-mudahan Gubernur yang terpilih nanti adalah gubernur terbaik buat Jakarta.

    Buat saya pribadi terus terang kejadian ini cukup membantu saya untuk memutuskan siapa yang akan saya pilih di pilkada nanti.

    Buat mas WW tabah ya... dan berdoa aja mas insya Allah doa orang yang terzholimi maqbul.
  32. From pengamat on 24 May 2007 06:34:22 WIB
    Kalau Foke sampai kepilih:
    Itu tanda bahwa reformasi sedang mandeg (lagi)

    Apa yang bisa kita lakukan ?
    Jelas bukan tinggal diam
  33. From Budi on 24 May 2007 09:33:47 WIB
    Saya pikir kata kunci utk sikap om WW adalah integritas. Dari dulu kayaknya om WW ya begini ini.

    Berpihak kepada yang benar adalah keharusan om WW.

    Masalah ada yg setuju, kurang setuju ato tdk setuju dgn keberpihakan om WW, ya itu hak setiap orang. Itulah hakekat demokrasi, menurut saya.

  34. From mia on 24 May 2007 09:35:01 WIB
    Bung Wimar nggak apa2 anda keluar dari acara gub kita,karena dengan kejadian ini mata rakyat Jakarta sudah makin terbuka.No body perfect. Sebetulnya yang salah juga parpol2 yang mendukung FB karena mendukungnya ada pamrih akibatnya rakyat bisa menilai kwalitas parpol yang sebenarnya dan untuk yang seperti ini nanti di pemilu 2009 nggak usah dipilih lagi buang2 energi aja.Sebenarnya parpol nggak usah banyak2 2 juga cukup untuk menjalankan roda pemerintahan seperti di Amrik.
  35. From Agita on 24 May 2007 10:54:39 WIB
    AsaLamuaLaikum...

    saya yakin orang seperti bung WW ini tidak akan terpengaruh dengan kejadian pemecatan dr GK, itu justru menunjukkan kpd publik mana yang kelihatan benar dan mana yg salah.. terus berjuang Bung, karena zaman seperti ini sangat jarang orang yang berani kritis seperti anda.. bwt Effendi Gozali,>> jika anda masih di acara GK itu tidak masalah tp jika benar acara itu sdh di monopoli/ justru ditekan o/ org2 yg hanya jd budaknya kekuasaan, itu yg jd masalah..
  36. From nugraha on 24 May 2007 11:26:10 WIB
    saya turut berduka cita atas matinya kebebasan berpendapat. yang sabar ya bung WW krn kebenaran pasti akan datang dan Tuhan pun akan melihat kegigihan dari para Cagub untuk menjadi Gubernur atau pemimpin yg Amanah.. masyarakat pun bisa menilai dari cara mereka berkampanye. bagaimana dg bang Foke?? kampanye yg terselubung dg uang dr PEMDA itu sudah menunjukkan bahwa beliau tdk Amanah. mengapa iklan yang ada ko gambarnya Foke, bukannya bang Yos sekalian toh skrg dia belum jadi Gubernur deh kayanya. nitip buat pak Effendy sekalian deh, knp ko Dia hanya diam seribu bahasa. saya yakin beliau tidak akan menemukan panelis sehebat dan sekritis bung WW. salam buat kebobrokan di Jak TV!!
  37. From bambang on 24 May 2007 11:48:47 WIB



    saya turut prihatin atas pemecatan pa WW semoga bapak tidak berhenti sampai disitu untuk mengkritik para pejabat korup.makanya pilih adang-dani sudah terbukti orangnya mau dikritik
  38. From koeli kontrak on 24 May 2007 13:07:27 WIB
    Perasaan yang dikritik bukan cuma FB saja dulu sebelum Adang nongol di GK dia sering disentil juga.
    Dari sini kita tahu letak perbedaan mereka berdua yang satu akhirnya berani tampil di GK satu lagi nggak berani nongol tapi pake tangan orang lain untuk membredel panelis.
    Moral kisah ini adalah jangan pilih gubernur yang cemen.
    Untuk bung WW saya bukan fans anda tapi ikut bersimpati atas apa yang anda alami. Ide kreatif anda yang lain ditunggu lho
  39. From putra betawi on 24 May 2007 13:10:47 WIB
    Tanggapan Buat Sdr. Jefri

    Maaf ! menurut saya sungguh sangat tidak wajar! kalau seorang wimar witular ter eliminasi oleh seorang produser, yang telah meraup simpatik dari para pemirsa Jak TV di acara Gubernur Kita (GK), kalau bukan adanya tekanan dan interpensi penguasa di DKI ini, wabil khusus Fauzi Bowo yang merasa kredibilitas dan pamornya berangsur-angsur memburuk di tengah-tengah masyarakat DKI, dengan keberadaan Wimar di Gubernur Kita, karena itu ia menekan Jak TV untuk tidak lagi mengundang WW sebagai presenter GK.

    Wajar kalau seorang WW teobsesi dengan gaya kepemimpinan Adang dan Dani. Karena sekian kali WW berharap Fauzi Bowo bisa hadir di GK, namun apa yang didapat WW dan pemirsa Jak TV kecewa berat. Adang lagi ....adang lagi.... yang hadir, yang lain pada kemana ?

    Kalau hanya sebuah SOLUSI....
    Fauzi Bowo kan punya tim sukses, apa lagi didukung oleh 16 partai politik yang sudah kawakan kaya Golkar, PDIP, PPP, Demokrat, PDS , dll , mereka kan dibayar MAHAL, Milyaran Rupiah masuk ke kantong mereka ngapain aja kerjanya ????
    kalau cuma ngasi solusi saja nggak becus. pecat dan bubar aja itu lebih baik. Rakyat masih banyak yang kelaparan, pengangguran dimana-mana.

    Maaf ! jika ini menyakitkan anda

    Hidup Rakyat Indonesia ..... !
    Hidup Warga Jakarta......!
    Hidup Wimar Witular......!
  40. From Dwidjo on 24 May 2007 13:22:03 WIB
    Sallutt buat bang WIMAR yang vokal, pertahankan terus bang, jangan kayak yang lain-lain.

    Akhirnya terbukti juga bahwa demokrasi di negara kita belum sepenuhnya berjalan, masih ada juga orang2 model Soeharto. Orang kayak

    gini nih yang dicalonin sama koalisi banyak partai besar???

    Kalo PILKADA nanti ternyata FOKE yang menang, maka sudah dapat dipastikan bahwa demokrasi di negara kita memang sudah benar-benar

    mati.

    Buat orang-orang JAKARTA, yukk kita boikot FOKE dengan cara tidak memilih dia pas PILKADA nanti. Gw yakin dehh FOKE bakal dapat suara

    paling dikitt pas PILKADA nanti, kecuali kalo dia pake lagi duitnya buat orang-orang miskin biar milih dia.
    Oh iya kalo bisa yang beginian tuh kita informasikan ke orang2 miskin Jakarta, yg mungkin masih pada jarang baca koran, apalagi akses
    internet.

    Hidup INDONESIA!!!!
  41. From bonggo on 24 May 2007 14:08:50 WIB
    Untuk Bung Jefrie yang anda kemukakan salah kaprah, karena kritik itu ada karena ada ketidakberesan yang dijalankan oleh orang n0 2 di DKI sehingga menimbulkan bias yang sangat besar di masyarakat.
    Warga DKI ini sudah cerdas sehingga mengetahui bahwa AROGANSI itu akan membawa KONSEKWENSI :
    - REPUTASI FOKE JADI ANJLOK
    - KETIDAKPERCAYAAN PUBLIK pada PEMIMPIN YANG EGOIS yang ANTI KRITIK.
  42. From Hery on 24 May 2007 14:16:13 WIB
    Buat Om Wimar : Sabar dan Terus berjuang

    Buat Adang & Dani : Warga Jakarta menanti kerja nyata Anda berdua !!!

    Buat Fauzibowo : Arogansi Anda sudah sangat berlebihan... kala u anda memang punya integritas, segeralah hadir di GK or forum Publik lainnya.

    Buat Jak-TV : Terlalu besar resiko yang anda ambil dengan mendepak Om Wimar, dengan demikian Netralitas anda sebagai media profesional di pertanyakan...

    Buat Pemirsa JAk-TV Dan Warga Ibukota : Buka pikiran & Mata hati anda dalam memilih gubernur jakarta nanti.

    Buat para komentator termasuk saya sendiri : Intergritas kita terlihat dari komentar yang kita sampaikan.
  43. From Yohanes on 24 May 2007 14:42:44 WIB
    Buat Jefri (29)
    Sejauh saya amati di GK WW tidak cuma memojok salah satu cagub saja. Lebih baik saat jadi cagub dipojokan sehingga mereka bisa benar-benar bikin program yang merakyat daripada saat jadi cagub dibiarkan nanti kalo jadi gubenur bisanya memojokan rakyat.

    Stop watch JAK-TV - Don't vote for FAKE-FOKE
  44. From EL on 24 May 2007 14:44:44 WIB
    Hmm...Foke Foke. Tukang kritik tidak bisa dimatikan. Yg saya tau dulu Foke dilarang datang oleh tim suksesnya dan memang dia tidak mau datang ke acara GK. Kata orang-orangnya Foke "yang datang ke acara GK cuma cagub-cagub yang memelas minta dukungan partai". Tapi kan Adang dg PKS-nya mau datang? mereka bilang "Foke kan bukan Adang" ya betul emang cuma Foke yang bisa begini. Cuma Foke yang "sakit" terobses banget ingin jadi gubernur sejak dahulu kala. Buat RR dan pengganti WW nanti selamat menjilat Foke ya.Buat Agum Gumelar kalau gak niat jadi cagub jangan mau ditugaskan menghadang langkah orang.
  45. From Ina on 24 May 2007 17:59:47 WIB
    jadi orang jujur emang banyak cobannya, tapi Allah paling suka dengan ornag-orang yang jujur.
    jadi orang baik jangan hanya jadi cita-cita, tapi lakukan!
    WW dah banyak ujian yang harus dilalui tapi aq salut coz WW selalu tenang n sabar!
    semoga WW bisa terus sabar n jadi panutan banyak orang bagaimana bisa bersikap santun tapi tetep menyuarakan kebenaran, dengan cara ini WW bakalan bisa jadi inspirasi buat OI.
  46. From Nighthours on 24 May 2007 19:44:51 WIB
    Hm....kebebasan pers ternoda lagi,hanya karena intervensi dr penguasa!
    Ternyata Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi titik balik bg kemerdekaan kita utk mengeluarkan pendapat.
    Dah,ah..cape..mending diem aja.
    Wait n see aja,sapa nanti pemenang kontes gubernuran kali ini.
    Tanpa dipesan juga saya yakin Bung WW pasti tabah dan tdk akan pernah utk patah semangat.
    Maju trus Bung WW,bukan hanya Jak TV kok,tempat kt bs eksis.
    Bravo!
  47. From handika aditya on 24 May 2007 19:56:29 WIB
    tuntut foke ke pengadilan!!! warga jakarta siap jadi saksi. jangan sampai politisi busuk jadi gubernur!!!
  48. From Intox on 25 May 2007 06:00:30 WIB
    Selamat!

    Tapi, apakah 12 juta warga Jakarta, secara kolektif, peduli?
  49. From DODI KURNIAWAN on 25 May 2007 12:41:00 WIB
    KASIAN DEH LU………………………….JAK TV.
    STASIUN INI BISA MATI, KARENA DIKEBIRI OLEH SEORANG FAKE (PENGECUT / PENAKUT). JAK TV GA PUNYA NYALI YANG ADA CUMA EFFENDI GHAZALI DAN SI FAKE MARTIN MOHEDE.

    YANG DIUNTUNGKAN DENGAN DIPECATNYA WW ADALAH TRANS 7.
    SELAMA INI GA PERNAH ADA YANG NONTON JAK TV (BISA ANDA CEK DENGAN RATING ANDA WAHAI JAK TV), SAYA SENDIRI TIDAK SENGAJA MENONTON GK (YAITU SAAT ACARA EMPAT MATANYA TUKUL ARWANA SEDANG IKLAN). SETELAH ITU SAYA SELALU MENANTIKAN GK SETIAP KAMIS MALAM DENGAN MENGORBANKAN SI KATRO MAS TUKUL.

    SETELAH GK GA DA WW MENDINGAN NONTON SI WONG NDESO LAGI, YUKK!

  50. From Rina on 25 May 2007 13:17:17 WIB
    Wah kebayang deh klo FB jadi gub dki..belom lagi kayaknya memang vote paling tinggi bulan ini buat FB yah..hmm
  51. From dodo on 25 May 2007 15:09:34 WIB
    jangan cuma sampaikan kritik lewat media ini.....sampaikan tegas2 ke masyarakat mengenai kebobrokan ini, selamatkan masyarakat dari ketidaktahuan.
  52. From Mahmudi on 25 May 2007 15:21:25 WIB
    Telah jelas bagi kita semua, warga Jakarta, bahwa kekuasaan masih dipakai untuk membatasi kebenaran. Apa yg disampaikan Prof. Wimar Witoelar (WW) tdk bisa diterima oleh sang cagub incumbnet, lantas mengintervensi Jak-TV utk memberhentikan Prof. WW.
    Hal ini sungguh bertentangan dg prinsip demokrasi di negara kita tercinta. Sekaligus juga membuktikan bahwa Dr. Ing. Fauzi Bowo terhormat (atau TERLAKNAT tepatnya) sungguh SANGAT-SANGAT TIDAK LAYAK DIPILIH PADA 8 AGUSTUS NANTI. Belum jadi Gubernur saja sudah intervensi sana-sini, gimana nanti jadi Gubernur? Bisa2 rakyat dikebiri hak2nya.
    Untuk warga Jakarta, mari pikirkan kembali (bila Anda berniat memilih Dr. Ing. Fauzi Bowo). Jangan sampai 5 tahun kita jalani dg TANPA PERUBAHAN.
    Untuk Dr. Ing. Fauzi Bowo, kalau Anda masih punya hati nurani dan otak yg logis, saya dan rakyat Jakarta minta Anda mengunduran diri dr bursa Cagub Jakarta.
    Jakarta butuh solusi demokratis, bukan sosok otoriter spert Anda!!!
  53. From ira on 25 May 2007 16:08:47 WIB
    om wimar, turut prihatin ya dengan kesewenangan yang melanda diri anda. Saya pendukung ADANG, tapi saya lebih melihat masalah ini pada masalah media. Kasihan media massa sekarang, kalau dulu ditekan penguasa. Sekarang penguasa bermain pula lewat pengusaha untuk menekan media. Innalillahi...
    Jangan sampai ini menjadi modus buat pemilik media lain untuk menekan mereka yang bertentangan dengan pemikiran para pengaman "usaha" mereka.
    Padahal katanya Pers adalah pilar ke lima demokrasi...

    Ditunggu Kiprah di Tempat lain ya Om
  54. From pengamat kota jakarta on 25 May 2007 17:35:24 WIB
    sudah jelas deh semua.
    kita udah tahu siapa yang TIDAK AKAN KITA PILIH besok ketika pilkada. begini deh klo udah kelamaan berada 'di atas' (30 tahun lho...) susah turunnya.

    untuk om Wimar : pasti sebentar lagi akan ada yang melamar anda sebagai panelis di suatu stasiun TV yang lebih berani,& di acara yang lebih menggigit.
  55. From Jamal on 26 May 2007 02:53:47 WIB
    Sebaiknnya kita harus perbanyak berkaca dengan pikiran kita , berkomentar saya kira hak setiap orang tapi namannya etika mesti tetap di jaga,

    Coba dech masyarakat kita hanya denger isu tertentu langsung bereaksi dan yang parah lagi kurang memahami jika lihat isu langsung teriak

    Lihat secara seksama tentang pilkada

    Agama di perjualbelikan di perpolitikan

    Kasus Dana Non Bugeter Si Rokimin , Masuk kemana2

    KE amin Rais 200 Juta
    Ke SBY 200 Juta
    Ke berbagai Ormas

    Dan yang parah lagi Partai Keadilan Sejahtera 700 Juta ( Lihat Di Kompas ) JUJUR DAN ADIL teryata hanya selogan belaka

    Itukah yang dinamakan POLITIKKKKKKK
    BUSUK SEKALI NELAYAN DI TERLANTARKAN HANYA KARENA DI ALIRKAN BUAT KAMPANYE

    TOLONG DECH PADA BERKACA, SEKARANG MENJELANG PILKADA JAKARTA , SAYA RASA CAGUB FOKE-ADANG-SARWONO PASTI MENGGUNAKAN DANA GELAP

    PKS SUDAH TERUJI KORUPSINNYA ( INIKAH PARTAI JUALAN AGAMA )
  56. From Tina Agustina on 26 May 2007 14:33:36 WIB
    Untuk Jamal (atau siapa saja nama anda)...............Apa hubungannya pemecatan WW dengan bawa-bawa PKS, anda sebaiknya tabayun dulu sama PKS (ngomong-ngomong tahu tabayun ga? kalo melihat materi komentar anda, sepertinya anda tidak tahu apa artinya tabayun, mungkin setelah ini anda baru akan mencari tahu apa artinya tabayun).

    Orang seperti anda hanya bisa bertarung dengan cara-cara mendeskreditkan, dan tidak biasa bertarung dengan jantan (atau anda betina?).

    Saya bukan orang PKS, tapi saya mengikuti berita, bagaimana hal tsb bisa terjadi, sama kasusnya dengan Pak Amin Rais, dan yang saya dengar di Metro TV, Presiden PKS membantah menerima dana tsb. Pasti ada kronoloisnya, mari kita tunggu berita selanjutnya.
  57. From Soni Gunawan on 26 May 2007 15:00:01 WIB
    Untuk Jamal, komentar no. 55

    Anda sebaiknya sadar diri apakah anda sudah dijamin kepintaran dan ketakwaannya, sehingga anda sewot sama salah satu partai.

    Coba anda pikir, PKS saja bisa kecolongan menerima dana DKP, sedangkan PKS adalah partai yang kader-kadernya terkenal dengan kesantunannya, anti korupsi, tegas dan yang memegang rekor selalu didzolimi oleh pihak lain saat PILKADA di beberapa daerah.

    Bagaimana dengan pihak lain? Bisa dengan sengaja meminta dana Negara, bukan kecolongan lagi namanya (partai lain yang terkenal dengan korupsinya, arogansi, serakah, kolusi, curang, nepotisme dan terkenal pula dengan sering berantem di internal karena perebutan kekuasaan).
  58. From Desi Astuti on 26 May 2007 16:30:15 WIB
    Ka Jamal Yang baik hati dan disayang Allah S.W.T.

    Terima kasih dengan komentar kaka tentang PKS, sehingga saya menjadi tahu dan terbukalah siapa sebenarnya PKS, adalah partai yang kaka jadikan tumbal dalam komentar kaka, dan kaka menambah daftar panjang sebagai orang yang tidak suka terhadap PKS, yang sering didzolimi.

    Semoga Allah S.W.T. selalu memberikan ketegaran kepada PKS.
  59. From Budi Sutanto on 26 May 2007 16:45:47 WIB
    Kepada para netter, saya tugaskan anda semua sebagai penyambung lidah, sampaikan kepada warga Jakarta kita yang tercinta ini, untuk menceritakan kembali kepada keluarga anda, suami, istri, sepupu, saudara, teman kantor, pacar, teman sekolah, tetangga dll, ceritakan apa yang telah terjadi dengan WW, sehingga sampai dipecat, beritahu hati-hati jangan termakan isu menyesatkan, jangan mencoblos calon yang tim suksesnya memberi uang kemudian menyuruh supaya mencoblos salah satu CAGUB, percayalah pada orang terdekat anda semua, agar mudah melacaknya jika ada kecurangan dan ada selebaran yang menjelek-jelekkan seseorang.
  60. From abd soheh on 26 May 2007 20:25:38 WIB
    Sukseskan Kampanye ANTI PEMIMPIN AROGAN !!!

    Sebarkan pesan ini kebanyak orang....

    Agar masyarakat terselamtkan dari bahaya Arogansi Birokrasi & Pemanfaatan Uang Rakyat untuk kepentingan kampanye terselubungnya Salahsatu CAGUB.

    Silahkan buka Di ;
    http://gubernurkita.blogspot.com

    sebarkan keseluruh penjuru ibukota... niscaya anda akan terbebas dari Arogansi Birokrasi PEMDA DKI.

    Hacurkan Arogansi Birokrasi !!!!
  61. From Dwidjo on 27 May 2007 08:04:15 WIB
    Woyy buat bang Jamal!!!

    Ente lagi ngigau ya?? Wong jelas-jelas disini kita ngomongin bang WW yg dipecat karena arogansinya FB, eh kok malah nyerempet-nyerempet ke PKS???

    Bangun mas!!!! Elo orang partai kuning ya???
  62. From febianto on 27 May 2007 17:53:24 WIB
    Pihak yang memecat WW dr acara GK (siapapun mereka) telah melakukan blunder! dan akan berdampak negatif buat mereka (just like a swing door!)

    Buat Bung WW, look what've you done!, you have made hundreds or even thousands of you (it's real cloning, isn't it!):))

    hanya dalam satu hari sudah hampir 30 opini yg masuk dgn sebagian besar bernada kecewa dgn situasi ini.

    buat bung WW, congratulations! God bless you!
    buat Foke (atau siapapun orangnya) anda harus lebih berhati2 lagi dan mungkin MEMECAT ato MEMENCET lebih byk lagi coz there are thousands of WWs in Jakarta, dan mereka bukan sekedar bayangan saja, they are real people incl. me!

    And as always, Hidup Gus Dur! gitu aja kok repot!

  63. From WeWeGombel on 27 May 2007 18:08:54 WIB
    @comment

    ANDA LAGI KESAMBET YA..???!!!!
    KESAMBET ATAU LAGI BANYAK UTANG ??!!!
    BANYAK UTANG ATAU LAGI PUTUS CINTA ???!!!

    INI KOMENT SOAL " PEMECATAN WW DARI GK"
    bukan ttg PKS,orang bodoh memang susah di bilangin
    pasti ngaco dan asal jawabanya.

    trus buat bung EG dan GK sekaligus Jak-TV
    usul saran..kalo TV ini ga memperjuangkan Rakyat
    lebih baik jgn mengudara deh..
    biar ditonton sama Sutiyoso dan Foke dan keluarganya + kroni2nya..

    puas..puas..
    bang WW terus berjuang ya!!
    kebenaran gamungkin kalah!!

  64. From angga on 27 May 2007 19:01:20 WIB
    dear ww,
    kabar begini udah 2x saya dengar, semoga tidak
    menyurutkan semangat ww dalam mencerahkan masyarakat,
    and we need you for our vision, dan saya tetap
    berharap ww tetap memberi input2 positif buat siapa
    saja, karna itu penting bagi orang yang masih mau
    belajar.

    semoga ada hikmah positif, yang barangkali ww bisa
    lebih berkarya di skala nasional.

    fauzi bowo itu memang begitu, kan dia aja
    yang mengelola ormas lokal yang mengusung kultur
    betawi dalam mengelola masyarakat dan "memberdayakan
    masyarakat" melalui tekanan2 yang kurang
    etis di masyarakat.

    orang seperti foke memang kurang ideal menjadi
    pemimpin. semoga foke cepat bersadar diri bahwa banyak
    hal yang harus dia ketahui, terutama etika dalam
    komunikasi.

    om ww keep smiling and happy.. because you make my day
    so inspiring, walau udah jarang ketemu angga masih
    terus senang pernah bisa foto2 dan baca buku om ww..

    bless you om ww
  65. From Jennie S. Bev on 28 May 2007 05:42:38 WIB
    Bolak balik dibredel. :)

    Well, I'm proud of you Bung Wimar. Keep up being the people's voice.

    In Indonesia, being "bredel-ed" is a compliment. The more being "bredel-ed" the higher your integrity is. It's a pain in the a--, but it shows one's true colors. Yours is rosy, theirs is probably the color of the sewer.

    Keep smiling. Keep laughing.
  66. From jp on 28 May 2007 10:55:37 WIB
    Gerundelan dan kejengkelan kita yang gak abis-abis tentang kebebasan yang dibajak ini emang akan lebih produktif kalo di implementasikan dalam tindakan. Tindakan kongkret untuk gak pilih cagub yang tukang breidel dan menolak keras cagub yang terang-terangan memberangus demokrasi dengan cara menggulirkan informasi ini ke orang-orang terdekat bahkan kerjasama ama media untuk melawan dan kritis terhadap praktik-praktik pembodohan publik ini dengan jaringan yang diperluas. Sudah saatnya menolak pejabat publik yang gemar menghina kecerdasan rakyatnya. Untuk WW, tetap semangat! Bung effendy Gazali, gak tertarik untuk mundur aja dari GK? ngapain disana, lha wong demokrasi dah diinjak-injak gitu....
  67. From ichwan on 28 May 2007 11:15:08 WIB
    Jakarta kota besar, memang memerlukan pemimpin yang kapasitasnya besar. Yang paling penting, jiwanya juga harus besar, bukan cuma kapasitas besarnya.

    Terima kasih untuk mas WW yang mau jadi korban (sacrifice but not victim), tanpa orang-orang seperti Anda, Jakarta akan makin mirip Sodom dan Gomora yang sering diceritain di Buku Tua yang Kekal itu.

    Kiranya kota ini bisa melewati proses transisi dari pola pikir tradisional ke modern. We shape the building, and the building shape us -Winston Churchill-.
  68. From hasan on 28 May 2007 12:55:00 WIB
    Resiko orang jujur, berani dan cerdas
    ditengah2 birokrat korup ya begitu,..

    makin jelas saja siap yang pantas jadi
    guberbur DKI

    keep your smile Mr.wimar,
    tetap berkarya untuk bangsa
  69. From miscellaneous on 28 May 2007 15:36:13 WIB
    Yah selamat menikmati hidup deh WW., toh masih banyak kerjaan yang lebih berwarna & berguna, kaya' main film, dll:) orang baik kan banyak temenya.

    Eh .. mau ke Belanda bulan depan??!! jgn mau ditawarin makanan sama orang di tengah jalan yah.. barangkali jgn ngobrol juga sama org di pesawat yg nawarin pindah tempat duduk.. !!

    ngingetin aja sih...
  70. From anton crbn on 28 May 2007 18:47:18 WIB
    Kadang kritik itu terasa manis, kadang terasa asem, bahkan kadang terasa asin, yeah seperti rasa Nano-Nano, dan mungkin FOKE belum pernah makan permen tsb,jd tidak bisa menikmati kritikan yang rame rasanya itu ya? (Ups,tidak bermaksud promosi salah satu produk permen lho hehehe)
    Buat Bung WW:
    Terus maju dalam menyuarakan kebenaran dari sudut pandang orang biasa.
    Nb:
    Walaupun saya belum ketemu lagi sejak acara Roadshow buku "Hell Yeah!",saya masih merasa senang waktu itu sempat ketemu langsung, apalagi bisa makan nasi jamblang bareng WW dan Team IMX dan sempat foto-foto juga, itu merupakan pengalaman yang berarti buat saya, salam selalu.
  71. From Mihradi on 28 May 2007 20:03:37 WIB
    Pa wimar,
    hanya satu kata "lawan"
    rezim lalim memang takut dengan orang yang mencoba kritis dan lurus seperti pa wimar.
    Lawannya dengan sikap, dengan kampanye, dengan komitmen, jangan pilih politisi calon gubernur yang takut dengan media dan kebenaran.
    Tuhan bersama orang baik
    salam
    Mihradi
    kawan lama
  72. From Daus on 29 May 2007 08:44:55 WIB
    Pak Wimar dkk semuanya,

    Kalo boleh usul sebaiknya mulai kita bikin semacam acara wimar world maupun gubernur kita secara informal dari satu tempat ke tempat lain secara rutin (bisa dikombinasikan dengan musik jalanan atau lainnya). Hal serupa sudah dilakukan oleh Emha di pelataran Taman Ismail Marzuki di Cikini tiap jum'at malam minggu kedua. Masyarakat butuh pencerahan-pencerahan masalah aktual seperti yang telah dilakukan pak Wimar pada berbagai acaranya selama ini.

    Atau teman2 ada usul yang lain?

    Salam,

    Daus
  73. From redi on 29 May 2007 12:34:47 WIB
    Semakin lama ruang media (tv) menjadi alat kampanye yg efektif utk menang pemilu setidak populer apapun kandidatnya(mis Bush di AS, Sarkozy di Prancis atau SBY pemilu 2004). Ruang TV menjadi ruang pertarunagn politik antara pemirsa yg kritis dan kandidat2 pilkada-pemilu. Dari kasus pemecatan WW mnunjukkan kekalahan "pemirsa" yg kritis. JAdi jangan2 dari kekalahan ini bisa diprediksi siapa yg akan menang pilkada nanti (yaitu Foke hehhehe...) kecuali warga DKI berani menunjukkan sikapnya !!!
  74. From Ning Eliana on 29 May 2007 13:07:38 WIB
    Kang Wimar, JakTV, Mr. Goh-Zali... Yth.

    Rasanya sudah cukup jauh apa yang anda gunakan bikin hidup ini makin ngeri aja. Belum lama Amien Rais dan SBY ribut-ribut, dan bikin rakyat jadi bingung menentukan mana yg bener, eh soal Pilkada DKI juga kagak kelar2 debatnya.

    Soal siapa yang bener dan salah, Kang Wimar kayaknya memang segala tahu. Jadi kalo gitu tolong beberkan bukti2 tentang semua yang bener dan semua yang salah, tapi jangan jadikan tivi ini sebagai alat dagelan untuk menghasut dan membodohi rakyat.

    Soal curi start kampanye... yaa itu kan semua udah pada tahu kalo semua calon udah begituan. Soal duit, apa Kang Wimar yakin kalo gak ada calon yang gak pake "duit gituan" ? Sama aje kalo gw liat sih. Nggak Adang-Dani, gak Foke, gak Sarwono-Jeffry, gak juga Agum Gumelar.

    Kalo Foke dianggap gagal membangun Jakarta bersama Sutiyoso, Adang dianggap polisi pada umumnya yang kaya gara2 duitnye (maaf, yang ngebiayain JakTV) dan "penghasilan tambahan" sebagai polisi, soal Agum yang gagal membangkitkan Olah Raga Indonesia dan terlalu asyik jadi komisaris MNC, atau Sarwono yang ikut2an tersangkut DKP... maka kita semua harus berpikiran sama. Kagak ada calon yang perlu dipilih.

    Tapi kagak bener kalo kita semua harus jadi Golput, karena berarti kita gak peduli dengan negara ini. Jadi biarkanlah orang-orang memilih sesuai dengan hati nuraninya sendiri, bukan karena hasutan dan pengaruh berita media yang kagak bisa dipercaya.

    Buat JakTV... mau gak melakukan otokritik... inget anda punya tugas sebagai media yang harus adil dan bijaksana di dalam menayangkan program anda. Jangan cuma karena ngejar rating dan nggak mau kalah sama station laen, anda nekad bikin program yang menghajar orang sana sini. Btw, apa anda juga gak malu kalo belom punya Ijin Siaran ? Gimana nih Mr. Goh-Zali... kan ente tau dan ngaku ngerti soal KPI dan aturan maennye? Sayang dong kalo Kang Wimar mau2 aja berkolaborasi sama tv kagak punya ijin siaran alias melanggar hukum... tapi kan kalo yang "punye" emang orang paling kaye di jakarta sih, ya semuanya bisa2 aja.

    Btw comment ini bakal dimuat kagak ye? JakTV berani ye ngaku kalo belon punye Ijin Siaran?
  75. From Ayu Primantari on 29 May 2007 14:29:43 WIB
    Aduh, begini rasanya hidup di suatu waktu yang penuh dengan kejengkelan. Semua jadi terbolak, terbalik-balik. Kebenaran dan ketidakbenaran sungguh tak lagi hitam dan putih.
    Tapi W, aku mau hidup seribu tahun lagi. Biar peluru menembus kulitku, aku tetap meradang menerjang. Moga2 ga jadi gila. :-)
  76. From budi on 29 May 2007 16:23:53 WIB
    Bung Wimar, walaupun dipecat di GK JakTv tapi bung telah membukakan mata dan hati warga atas ketidakberesan pengelolaan DKI selama ini.
    Bung wimar, telah mewakili kaum yang tertindas di DKI, sehingga segala unek-unek/permasalahan sudah diungkapkan secara transparan dan jelas.
    Bung Wimar, anda akan tetap dihargai oleh warga sebagai orang yang independen dan berani mengungkapkan apa adanya di DKI.

    SAATNYA DKI DIPIMPIN OLEH ORANG YANG JUJUR, BERSIH, AMANAH

    Bravo Bung Wimar




  77. From ajeg on 29 May 2007 17:12:02 WIB
    Pernah liat debat PM Inggris dengan Anggota Parlemennya. Kalau ini dapat diterapkan di Indonesia, mungkin Presiden, Gubernur akan minta rehat setiap 2 menit kali!!! Satu lawan sekian banyak orang di "rumah orang lain" lagi!

    Kalau ada di TV, ratingnya pasti melangit!

    Teman Ajeg barusan nyeletuk, Ajeg tulis saja, Kalu di Senayan, sukanya Pansus daripada bikin Aturan baku dan Ajeg (abadi), Tidak punya pasal Karet (pabrik ....:)). Jadi sangunya pun gelap-gelapan:))

    Tu, DPR, sana bikin aturan tentang Kampnye komplit pit sama dananya, jangan bisanya cuma Pansus-pansus doannggg. Kayak Pemadam Kebakaran (koq Fire Fighter jadi kambing hitam).

    Harap-harap muncul kasus-kasus lain terus, biar selalu ada Pansus, main target: impeach, kalu nggak minimal dapet Sangu Pansus yang gede aja, emang dana non bujeter aja yang gede!!

    Udah a, nanti saya malah dibredel ama pembaca yang lain.

  78. From oom wimar on 30 May 2007 01:00:52 WIB
    oom wimar sengaja bikin kritikan buat fauzi bowo, maklum aja...kan wimar orangnya Adang Dorojatun,,,,,,menurut isu yang beredar oom wimar dah ada deal dengan adang dorojatun, oom wimar dikasih uang 5 milyar buat jadi team adang,,,,,sukses yeeee
  79. From budi on 30 May 2007 10:04:57 WIB
    Untuk Bung Jamal (55)
    Anda bernama JaMAL dan jangan terlalu berpikiran dan prilaku kuMAL, sehingga anda memprovokasi orang dengan cara kuMAL, orang jadi tidak simpati atas komentar elu yang kuMAL.
    Habitat elu juga tempat kuMAL, sehingga wajar pola pikir jadi kuMAL.
  80. From Hery on 30 May 2007 13:24:37 WIB
    Buat No.78 :

    Hati-hati bikin fitnah, kalo berani jangan pake nama samaran dong...

    Gue tahu loe timnya foke yang gak suka sama wimar kan ?

    Ngakudeh LU !!!!

    Jadul banget sih loe....

    buat perspektif online admin... simpen baik-baik alamat email nya no.78. itujuga kalo bukan email samaran !!!!

  81. From SR (Warge Jakarte) on 30 May 2007 14:39:54 WIB
    Maju terus Pak Wim..., Saya lihat acara di GK cukup bagus. Kenapa demokrasi yang ada mudah di interpensi oleh sang pengusa DKI.. Ini harus dilawan dan harus dibenahi.
    Untuk itu Wahai cagub independen. (undur diri lah..) agar pilkada lebih bermakna.
    Wahai waga jakarta pilihlah gubernur yang tidak arogan dan mau membenahi jakarta tentunya kita semua dah tahu kan..

    Semangat terus Pak Wim... mungkin di media lain Bapak akan lebih bermanfaat dan kritis.
  82. From Putra batavia on 30 May 2007 15:00:56 WIB
    Comment No.55 Bangun dong... Jangan Tidur
    Wong Deso, Katro, Bodoh & Bolot memeng selalu nggak nyambung ini masalah pemecatan Om Wim.. bukan masalah partai.

    kalu mau jujur "Mr.RR" Tim sukses harus di pecat tuh..
    Tuk Om Wim tetap smile, Selalu Sukses, Maju Terus.
    Yang Benar dan Amanah akan dipilih.
    Bravo tuk warga Jakarta yang ingin jakarta lebih baik...
  83. From YoBood on 30 May 2007 15:10:09 WIB
    Apaan?
    Nggak kepikiran tadi kata Foke center?
    ya terang aja, gimana mo mikir orang pada nggak punya 'yg buat mikir'......
    Foke memang bener-bener payah
    Baru jadi calon aja udah ngusir-ngusir pekerjaan orang, gimana ntar kalau jadi gubernur.........?
    Nggak apa-apa bung WW! ini kan negara demokrasi. Kalau nggak bisa terima kritik bung WW, berarti bukan orang Indonesia, kan Indonesia negara Demokrasi
  84. From saipul_rah@mailcity.com on 30 May 2007 15:12:09 WIB
    Comment Tuk No.55
    Eh.. Lu Jangan Ngelantur, ang Ngigo Bangun Dong.. (Ni Topik pembicaraannye ape, komentanye juge ape.. jangan Katro, ndeso & bolot dong. (komentarnye nggak nyambung cing)
    Nih jamannye dah transparan Elu Baca koran n' nonton berita nggak sih.. (jangan jangan... nggak punya TV atau nggak bisa baca lagi.

    Buat cang Wimar ... Tetap tabah & Sukses selalu di acara yang lain dan kalo bisa tetap tampil di GK.
  85. From redi on 30 May 2007 16:34:15 WIB
    Tadainya saya ikutin debat disini tanpa pretensi tapi pas liat No. 78 jadi mikir jagnan bener tuh message nya heheh abis isi perdebatannya emang pada dukung Adang-Dani PKS. Kalo isi debatnya agak berbobot dgn argumen sih gpp tapi ini cuma slogan2 kosong heheh Bang Wimar ADA APA NIH WWW.PERSPEKTIF.COM....????? Udah jadi agen kampanyenya Adang ya..?????
  86. From Nina on 30 May 2007 18:15:35 WIB
    yap, mr Wimar, i believe your objectivity is seen as a threat to most of the higher-ups out there... tapi gak masalah ya, selama masih ada perspektif.net, saya rasa mr Wimar won't quit on telling the truth.
    cheer up mr Wimar, for we shall hold the victory in the end! bless you....
  87. From Nurul Intan Hanifah on 30 May 2007 18:31:55 WIB
    sabar WW,
    kebenaran itu selalu menang.....

    smangat!!!!!

    I wish all the best for you and for Indonesian...
  88. From Satya on 30 May 2007 18:41:53 WIB
    WOW! seru banget! kirain org udah bosen denger WW dibredel, tahunya udah 80-an komentar, dan arahnya kesana sini.

    saya jadi ingat baru bbrp minggu yang lalu waktu WW tantang Adang ke Gubernur Kita, nyebut soal syariah, lalu pro-PKS marah bilang WW nyinyir dan memojokkan dsb, anti-Foke bilang WW terlalu nyerang Adang dan kurang mikirin Foke.

    tahunya WW nanya soal kampanye incumbent dan bulan ini dipecat, lalu pro-PKS mengangkat WW jadi pahlawan, buka website ini tiap hari, dan anti-PKS takut WW sudah jadi kader PKS.

    haha semua juga tahu WW paling independen dan sebetulnya EGP. memang paling menakutkan bukan soal obyektif-subyektif (karena semua org subyektif), yang menakutkan adalah orang yang INDEPENDEN DAN TIDAK TERGANTUNG, karena bisa ngomong apa adanya kapan saja.
  89. From redi on 30 May 2007 22:12:55 WIB
    BUkan gitu no.88, baik adang mo pun foke sama aja ngawurnya. Dua2nya busuk. Tapi contain dari www.perspektif.net liatin deh dlm perkembangannya sejak soal pilkada. Dulu semua di kritisi. Skg Adang dipuji2 dgn slogan2 kosong, termasuk PKS padahal kan di koran dan media tivi jelas bgt PKS dan Adang pun gak KALAH BUSUKNYA dari FOKE. Emang politik itu berubah (atau dinamis kalo bahasa sopannya hehehe) tapi sedih rasanya kalo yg andalan kita pun www.perspektif.net udah jadi ajang politik slogan kosong.. Gak ada bedanya ama Jak TV dan tivi2 lain.. lalu masyarakat yg kritis skg mesti kemana lagi...? sedih oh sedih .....
  90. From Charlie on 31 May 2007 10:56:48 WIB
    Setuju banget sama Satya, koq tau2 om WW bisa disebut2 sebagai pro pendukung atau malah tim sukses Adang, padahal sebelumnya mungkin orang2 itu juga yang bilang om WW anti Adang dan tidak objektif... hehehe... Om WW, saat ini dari tiga orang, Adang, Foke dan Sarwono masing2 sudah ada cacatnya, untuk Adang dan Foke mungkin kita2 udah lebih terekspos, tapi untuk Sarwono baru2 ini muncul berita yang masih panas tentang penyalah gunaan dana DKP. Kita2 yang awam kurang tau lebih mendalam lagi tentang masalah ini, apakah memang Sarwono sengaja dikaitkan untuk menjatuhkan namanya dalam pilkada nanti atau memang ia terlibat dalam hal ini, sejauh mana dosanya dan lain2. Kan kali ini kita berusaha memilih "the lesser evil", jadi kita harus tau yang mana yang lebih tidak berpotensi 'merusak' Jakarta kita :) tolong diangkat yah om?


    Charlie
  91. From ghaos on 31 May 2007 11:54:01 WIB
    Buat redi & Charli (atau siapapun nama asli Anda berdua)

    Sebagai pengamat media... suatu hal yang wajar ketika kesalahan publik ada jelas-jalas didepan mata, maka publik itu sendiri yang akan menyikapi dengan seluruh sarana yang ada...

    banyak-nya komentar yang membela wimar adalah suatu kewajaran, karena memang wimarlah yang jadi korban utama...

    kalo komentarnya agak-agak menjurus kearah dukungan kepada Adang adalah suatu kewajaran juga, karena rival utama Foke saat ini ya Adang...

    Kalau koomentar anda isinya terkesan tidak senang dengan bayaknya komentar negatif thdp foke di perspektif.net (bukan .com) atau meragukan netralitasnya... silahkan anda berkomentar positif ttgfoke sebanyak-banyaknya di perspektif.net atau kalu mau langsung clear, bisa segera hadirkan foke diforum-forum debat publik...Gubernur kita misalnya...

    hidupkan demokrasi... Hancurkan pembredelan oleh arogansi birokrasi !

  92. From Charlie on 31 May 2007 12:29:19 WIB
    Bung Ghaos,

    Kalau anda perhatikan baik2 komentar saya, saya sama sekali tidak berpihak baik kepada Adang maupun Foke :) setiap komentar disini buat saya selalu ada unsur subjektif-nya, walaupun kita tetap berusaha seobjektif mungkin. Karena itu adalah buah pikiran orang tersebut, kita tidak bisa mengharapkan bahwa mereka berpikiran sama dengan kita bukan? Bila anda mengharapkan saya berkomentar positif terhadap Adang maupun Foke, maka maaf saya sama sekali tidak dapat memenuhi harapan anda :) Sejujurnya saya lebih memihak Sarwono, karene buat saya baik Adang maupun Sarwono bukan solusi yang tepat, akan tetapi saya juga ingin mengetahui lebih mendalam lagi mengenai masalah DKP yang sedang hangat saat ini, karena kita semua ingin yang terbaik buat Jakarta bukan? :)

    Walaupun begitu, saya setuju dengan anda kalau kita harus selalu berusaha menghidupkan demokrasi!!


    Charlie
  93. From redi on 31 May 2007 15:49:07 WIB
    Pada garis besarnya saya setuju dgn bung Charlie. Saya SAMA SEKALI TIDAK BISA POSTIF ke FOKE karena seperti sy udah tulis diatas, FOKE PUN BUSUK.. Tapi bung Charlie, apa sih yg mo kita capai dari demokrasi ini? cuma formalitas aja kah? (dgn buat pilkada, trus kampanye, hura2 bawa spanduk dst dst) atau mo jadikan Demokrasi ALAT untuk belajar politik (menyusun kekuatan dgn sehat, mencapai kekuasaan dgn sehat dan menerima kekalahan dgn sehat). Nah kalo Bung liat, argumen2 dukungan ke Adang sih sah2 aja cuma bung sayaaannnggg bageeettt forum ww.perspektif.net yg udah tinggal atu2nya media utk bebas berpendapat dan berargumen kalo juga gak bsia dipake utk belajar politik (yg artinya juga berdemokrasi). Apa sih yg bisa dipelajari dari argumen: hidup adang, ayo maju terus adang, hidup foke, foke emang hebring...? kalo segitu doank mah di pinggir jalan juga udah banyak hehehe..... masa sih di layar komp mesti baca lagi sampah2 gituan apalagi di ww.perspektif.net... Nah WW sebagai pengelola ww.perspektif.net mau jadikan site nya ini (yg dulu di JakTv selalu dia kampayekan) jadi tempat kumpulan sampah slogan juga....? SILAHKAN Bung WW menjawab...

    Redi
    WW adalah korban namun jika karena itu dukungan kepada Adang meningkat WW tetap bertanggung jawab meletakkan pad atempatnya masing2, politik emang bukan ruang hampa bebas gravitasi.. hehehhe
  94. From Adisti on 31 May 2007 17:37:13 WIB
    Turut prihatin Om Wimar
    Tapi saya yakin kok pemirsa acara tersebut dan yg dah baca soal ini ngerti dan dah tau harus memilih pemimpin yg kaya gimana.
    Jadi Om Wimar harus bangga krn Om menjadi korban dalam usaha memajukan demokrasi di bangsa ini. Jadi korban tuh cuma sebentar, tapi jadi ikon demokrasi itu utk selamanya.
    Jadi iri....
  95. From budi on 01 June 2007 08:32:51 WIB
    Untuk redi dan charlie yang lagi pake KACAMATA KUDA
    Anda tidak mengikuti acara Gubernur Kita sejak awal, sehingga anda kasih komentar yang sepotong-potong, kalau kita ikutun terus Kita baru tahu Bang Wimar itu Independen dan bicara apa adanya tidak memihak salah satu calon, kalau Bang Agum yang pernah datang di GK beliau juga apreciate terhadap bagaimana menjawab pertanyaan dari WW, begitu juga Bang Sarwono yang datang beliau juga kritis, tetap independen sehingga pertanyaannya tajam, tidak basa-basi, dan tidak ketinggal Bang Adang-dani, WW tidak memihak dan bertanyaan WW tetap kritis, sesuai dengan koridor beliau yang tidak ada kepentingan.
    SEKARANG yang JADI PERTANYAAN:
    1. Maukah Fauzi Bowo datang ke GK yang moderatornya WW, yang pertanyaannya akan sama dengan yang ditanyakan ke CAGUB lain yaitu masalah KORUPSI BIROKRASI, MACET, BANJIR, pluralisme, SEMBRAUT, SAMPAH, KEMISKINAN, PENGGANGURAN?
    2. Kalau FOKE tidak berani berhadap-hadapan dengan PANELIS yang pola pikir terhadap JAKARTA sangat PEDULI terhadap perbaikan di JAKARTA= PUBLIK AKAN BERTANYA-TANYA:
    - KAPABELITAS BELIAU SELAMA INI yang kariernya sudah lama di PEMDA DKI
    - Warga AKAN TAKUT PILIH ORANG yang TERNYATA UNTUK DISKUSI TAKUT dan MENGHINDAR
    - ATAU FOKE TAKUT DIBANTAI OLEH PANELIS dengan pertanyaan yang macem-macem sehingga MEMBUAT BUNG FOKE KEBAKARAN JENGGOT.
    - Kalau begitu memang warga tahu kenapa FOKE terus menghindar karena TIDAK MAMPU mengahdapi tekanan PUBLIK.
    karena FOKE bagian dari PERMASALAHAN DI DKI selama ini.
  96. From Charlie on 01 June 2007 12:21:42 WIB
    Bung Budi, Terima kasih atas komentar kacamata kuda-nya :) , saya sendiri tidak pernah berusaha menyudutkan om WW, tapi kalau memang orang lain berpandangan seperti itu, mungkin saja benar karena buat saya objektifitas dan subjektifitas adalah relatif walaupun profesionalisme harus selalu dijunjung tinggi. Mungkin saya harus lebih mengeluarkan uneg2 saya terhadap Foke agar dapat dibilang tidak memakai kacamata kuda ya? :) Untuk saya kiprah om WW dalam Gubernur Kita sangatlah penting, karena ia menawarkan pandangan kita sebagai orang biasa terhadap para cagub ataupun kandidat cagub yang hadir dalam acara tersebut. Sayangnya karena kepentingan Foke ia harus hilang dari acara tersebut, yang menjadikan acara tersebut tidak lagi sama. Akan tetapi saat ini status om WW yang independen mungkin harus lebih dimanfaatkan lagi dengan terus mengawal pilkada ini dan terus mengekspos ketiga cagub yang tersisa lewat perspektif ataupun wadah2 lain sehingga masyarakat bisa mengetahui opsi2 apa saja yang tersedia untuk dirinya sebelum pilkada berlangsung.
  97. From redi on 01 June 2007 13:52:10 WIB
    Utk budi kuda yg berkacamata hehhe... liat dulu donk koment saya baik2. Saya komentarin soal www.perspektif.net yg isinya slogan kosong... Jaman acara WW di tv dibredel, penggemarnya pada pindah ke net karena asumsinya bisa lebih bebas berkespresi dan yg terpenting KRITIS !!!! tapi ini kalo Budi jika mo baca komentar2 yg ada dan liatin spanduk2 pinggir jalan, coba deh katakan ada gak bedanya? Itu poin saya... So gimana kacamatanya? hehhehe Poin berikutnya, betapapun WW gak bisa "cuci tangan" dgn bilang forum perspetif.net itu ebbas berpendapat. OK, kalo gitu, tapi artinya WW jg gak bisa donk kritik spanduk2 sampah di pinggir jalan yg ternyata juga ditemukan di situs kebanggannya ini. Saya gak akan eblain Foke yg busuk, tpai saya nuntut WW bsai memperjelas "stand poin"nya dgn isi situs kebanggaannya ini yg udah jadi tempat slogan2 kosong...

    Redi
    Nb. AJdi inget kata pram, kita harus adil sejak dari dalam pikiran ya...heheh
  98. From redi on 01 June 2007 14:05:04 WIB
    Sebenrnya saya jg mo ngajuin perdebatan lain yi soal dana pilkada mumpung lagi rame dana DKP. Seperti jg jaman pemilu, duit yg berputar utk pilkada skg berputar dgn kencang. Jgn lupa jg utk nyorotin dana2 pemilu tsb.. jgn2 ketiga kandidat pake dana gak halal heheh Jgn2 sekarang org2 yg kritis ke pilkada pada fokus belain WW dan jadi lupa kebolongan2 pilkada (krn ruang konfliknya tergeser).. dan Adang, Foke, Sarwono melnggang dgn santai .... Trus pas udah ribut2 dana pilkada, si gubernur dimasa depan maaf2an lagi.... aduhhh ampunnnnn....

    Redi
  99. From WeWeGombel on 01 June 2007 19:59:06 WIB
    @budi,redi,charlie atau siapapun yg merasa sok dlm masalah politik.
    udah dech.. kalian ini hidup di masyarakat tingkat pendidikannya masih compang-camping. Jd
    ga usah menggurui yg berkomentar disini.Anda merasa komentar2 anda emas sedangkan yang lain "SAMPAH"???trus protes seakan menyalahkan WW yg punya WEB kok ngga' intelek (kira2 gitu kan??).
    Bung !! Kalo politik di indonesia ini politik yang mendidik, ga masalah. Tetapi politik di sini malah mengajak kepada kebodohan. dimana kekritisan, program2 politik, visi dan misi berada di nomor sekian. Para elit mendidik masyarakat dengan bahasa uang,tampang,kekuasaan, kekerasan, kesewenang-wenangan dll hingga menjadi budaya. Dan tambah parahnya masyarakat kita pun belum bisa tersadar dari(maaf:penyakit bodoh)nya. Trus kalo komment2 disini seperti itu, maka itulah realitas pemahaman dan cara mengekspresikan sikap politik masyarakat. Jadi jangan salahkan realitas. Yang keliahatan di mata itulah yang dikomentari. Yg keliatan klimis di sanjung, dan yg keliatan kotor di hujat. Semua berlangsung spontan,reaktif jadi gak penting yang namanya mikir ini hasil rekayasa,fitnah atau konspirasi.Orang2 seperti anda seharusnya menjadi "GURU" bukan menggurui kami dgn mengoceh seakan andalah yang paling pinter!!.
  100. From Dodi Kurniawan on 02 June 2007 09:24:45 WIB
    Buat komentar no 78.

    Komentar anda sangat tidak masuk akal, justru Pa Adang mau dicalonkan jadi CAGUB oleh partai tsb adalah krn tidak harus mengeluarkan 5 M. KomentAR ANDA TERLALU MELEBIH-LEBIHKAN, Pa Adang tdk punya uang sebanyak tsb, bayangkan jika Pa Adang harus mengeluarkan 5 M, berapa banyak uangnya harus kembali, mengeruk punya warga DKI.
  101. From Tina Agustina on 03 June 2007 08:52:42 WIB
    Thxs No. 74
    Ha....hhh JAK TV ga punya izin siaran.
    Jadi ketauan deh.

    Sekarang saya maklum kenapa WW dipecat, so...... Jak TV lebih baik membredel seorang WW saja, dari pada Jak TV yg dibredel, NGOMONG DONG DARI DULU, GA PUNYA IZIN GITCHU.....

    Pantesan acaranya picisan semua, cuma GK yg cool abisssss, alias keren banget, tapi setelah ga da WW, GK jadi picisan juga. Sekarang saya kasian liat GK,jadi hambar dan kaya yg dipaksain rame n heboh, krn ga da WW. Mending nonton TUKUL lagi.

    nO. 78
    kALO MAU bikin fitnah yg masuk akal donk, WW dibilang dapet 5 Miliar, kalo 500jt masih masuk akal,WW bkn tipe orang murahan. Lagian Adng juga buat apa ngasih segitu banyak, mending uangnya buat yg lain-lain, yg lebih bermanfaat.

    Kamu dengar berita ga? tadi malam (020607) kira2 diatas jam 17.30 (acara redaksi sore Trans7), katanya jika Foke menang, ke 16 koalisi Parpol (banyak banget ya) akan meminta jatah dan menagih janji kepada Foke, dan cukuplah dana APBD DKI diberikan kepada ke 16 PArpol tsb. (buat rakyat mana dong.........)

    No. 85
    Kamu jangat sewot dong sama Adang, jika dgn pemecatan WW, Adang jadi diuntungkan, itu bkn kesalahan siapa2, salahkanlah Jak TV. (Membuktikan bhw pemecatan WW, merupakan langkah yg salah buat Tim Sukses Foke, makanya kalo bertindak mikir dulu yah, dasar bodoh).

    DENGAN DIPECATNYA WW, mewngandung hikmah:

    1. Jangan pilih Cagub yg didukung Tim Sukses Arogan. Yang beraninya keroyokan, suatu kehormatan buat Adang, kalopun kalah, tetep mulia krn bakal banyak yg bilang wajar, 1 : 16 gitu. Tapi Adang jangan nyerah ya…….

    2. Jadi tahu TERNYATA JAK TV GA PUNYA IZIN SIARAN.

    3. Yg diuntungkan dengan pemecatan WW adalah TRANS7 DAN aDANG, qta tontonannya KEMBALI KE LAPTOP.
  102. From redi on 03 June 2007 10:05:22 WIB
    heheh makin keliatan kan arah www.perspektif.net ini? setelah Jak Tv-Gubernur Kita dikuasai Foke, sekarang www.perspektif.net dikuasai Adang-Dari-PKS.. Sarwono mah kelaut aja.. trus pertanyaan yg kritis thd para cagub mesti kemana donk....? tidur dikamar? hehehhe

    Redi
  103. From WeWeGombel on 03 June 2007 15:49:04 WIB
    mas redi
    ajarin dong gimana kritis itu
    apa dengan hanya berkomentar kaya' "komentator sepak bola"
    seperti itu dah dibilang berguna kritis?

    ini wilayah PUBLIK BUNG !!
    NGGA USAH SEWOT KALO ada pernyataan yang sifatnya mendukung Adang-DAni. Kalo mau menetralkan..
    buat silahkan pikirkan caranya..jgn cuma sewot!!

    dah saya bilang kan ..(coment#99) cobalah menjadi guru disini, jgn cuma menggurui,

    OK, thanks bang WW yg telah menyediakan ruang ngecap di WEBnya.
  104. From wimar on 03 June 2007 16:33:09 WIB
    Untuk mengurangi spekulasi, saya nyatakan secara sederhana bahwa saya tidak mendukung Fauzi Bowo dan tidak mendukung Adang Daradjatun. Sedangkan orang lain silakan dukung dan pilih siapa saja, justru itu maksudnya Pilkada. Tidak perlu mempersoalkan Wimar, fokus kepada Cagub lah. Kalau Sarwono jadi calon, pasti saya dukung dia, karena dia punya kompetensi dan etika yang bagus
  105. From redi on 04 June 2007 09:14:33 WIB
    Good point Bung WW. "Ketergantungan" kepada WW nunjukkin ke"impotenan" masy kita krn memang masy gak punya akses yg cukup utk bicara di tivi ato mengelola sebuah site dgn baik. Jadi wajar aja, masy "bergantung" ama WW krn merasa ketidakpuasan2 atau pun kegelisahan masy bisa disuarakan oleh WW. Sangat sedih rasanya kalo WW pun kmd menjadi tidak kritis atau diam seribu basa (ingat dulu kritik2an kpd Mega...?) semnetara kecurangan terus berlangsung depan mata.
    Utk Wewe gombal cara kritis gampang aja yi liat aja perdebatan dan diskusi2 di situs ini di bentuknya yg paling awal.
  106. From sandy on 04 June 2007 10:22:01 WIB
    orang macam WW memang jadi musuh nomor 1 pejabat kita. Para pejabat gak suka klo ada orang ngomong kritis, apalagi tajam sepeti WW. Maju terus WW, no pain no gain. !!
  107. From Luigi Pralangga on 04 June 2007 22:42:27 WIB
    Om Wimar,

    Banyak sabar yah ngadepin orang Zalim, mereka sepertinya masih tidak mampu utk menghadapi orang/masyarakat yang berpikir kritis. Insyallah ada jalan keluar dalam menyuarakan 'what is right for the public'

    Tetep semangat dan maju terus, saya yakin ada jalan keluar - keep walking further - you might be bumped into some solutions. God speeds good guys!

    Hugs and warm regards from West Africa ;-)
  108. From alfian on 05 June 2007 13:27:48 WIB
    merdeka dari penjajahan asing, tapi tidak merdeka dari pemerintahan sendiri.
    Selamat bung! anda telah berani untuk mengatakan yang harus diucapkan,,, saya adalah penonton setia gubernur kita tanpa anda gubernur kita memang hambar, memang kadang kala celetukan anda tidak mengenakan buat orang, akan tetapi seharusnya yang merasakan kitidak sukaannya pada bung harusnya dijawab dengan pembicaraan di publik juga.
    walaupun tanpa bung saya harap acara ini harus ada terus sehingga rakyat tau apa yang akan dilakukannya 8-8-2007
    terimakisih bung,..
  109. From Yasser Feivel on 05 June 2007 15:25:21 WIB
    Assalamu'alaikum,.....

    Sudah Jelas saya tidak akan memilih :

    1. Calon Gubernur Mantan TNI/POLRI
    2. Calon Gubernur Mantan Pejabat Lama (ex.wakil Sutiyoso) karena sudah tahu kualitasnya.
    3. Calon Gubernur Tidak Reformis
    4. Calon Gubernur didukung oleh Preman (tenaga otot bukan Otak)
    5. Calon Gubernur Mantan Menteri (sudah tua ngapain ngikut lagi malu)

    Makanya saya akan "GOLPUT".....

    Jika ada calon lain seperti "FAISAL BASRI" saya akan lebih baik memilih dia. Atau ada calon independen pasti rakyat Jakarta akan lebih memilihnya. Lihat saja nanti GOLPUT lebih banyak...HIDUP GOLPUT...

    Wassalam,

    Yasser Feivel
    LOVE U


  110. From mul on 06 June 2007 08:33:02 WIB
    @yaseer feivel (109)

    Kalo GOLPUT berarti membiarkan calon yang AROGAN menang..karena dia incumbent, punya uang banyak, dan bisa menggerakkan aparat kecamatan & kelurahan.
    Bisa belajar dari BANTEN, dimana diperkotaan banyak yang nggak dapet kartu pemilih sedangkan didesa semuanya dapet semuanya. Yang bisa begituin cuma calon incumbent.
    tanya nih.. memang calon incumbent boleh nggak ngundurin diri ya dari jabatanya???..biar fair..
  111. From Yasser Feivel on 06 June 2007 16:08:08 WIB
    To, Mas Mul,...

    Setelah Bang Faisal Basri dan Bang Rano tidak jadi di pinang oleh Partai-Partai saya sudah tidak semangat lagi untuk mengikuti PILKADA DKI.

    Saya kecewa dengan partai besar yang telah mencalonkan Mr. Fauzi Bowo, ini nampak jelas mereka (partai2) ingin mendapatkan rejeki kursi Gubernur nanti ha...ha...

    Saya jadi sedih budaya malu sudah tidak ada lagi pada orang-orang partai itu, mereka berharap sekali untuk kemenangan Foke dan dengan ramai-ramai mengerubuti mantal wakapolri Adang Dorodjatun yang dicalonkan oleh PKS. Tadinya terus terang saya tidak akan tertarik calon dari Mantan POLRI tetapi karena ada kebodohan politik dari partai2 besar maka saya mungkin..ini mungkinloh ikut mendukung mr.Adang.

    Abang kandung saya sendiri pengurus partai PDI Perjuangan di DKI jakarta, saya pernah bicara dengannya....kenapa koq PDI mendukung Mr.Foke ???....dia jawab itulah politik..!!!...

    "oh...begitu'. tapi ini bukan sekedar politik saja bang... tetapi sudah uang..uang..uang..ya politik uang. demul ku...

    Jadi jangan dibalik berfikirnya bukan karena Partai orang mau mati tetapi karena uang. Orang2 partai itu menjual suara rakyat demi uang, coba tanyakan rakyat dibawah yang mendukung partai itu !!???...Pasti mereka kecewa dengan manuver pimpinan partai di DKI Jakarta...

    Saya berharap sekali PAN dan PKB menjelang akhir pendaftaran CAGUB mendukung FAIZAL BASRI DAN RANO KARNO,..pasti banyak calon pemilih yang tadinya GOLPUT dan masa partai-partai besar akan mendukung mungkin bisa menang.

    Jika kita menonton tinju jika menarik harus ada penantang yang kuat dan tidak pernah KO, nah..Fauzi Bowo itu jika diibaratkan seorang Petinju dia sudah pernah beberapa kali KALAH KO dan TIDAK PERNAH MENANG....loh koq tiba2 dicalonkan kembali bertanding (menjadi calon GUBERNUR)...saya takut Jakarta akan terus KO disetiap ronde.

    Wassalam,

    Yasser Feivel
    LOVE U



  112. From franz on 06 June 2007 19:19:45 WIB
    yah sampe saat ini aj eska belum bisa dipastikan maju..
    belum cukup partai yg mendukung.PKB apalagi PAN udah pasti ketar ketir...
    semoga langkah feisal basri dg MK bisa berhasil walau kayaknya telat bangeeeett.

    bung mul susah u tdk memilih menjadi bagian barisan golput jk yg dicalonkan cm 2 psg org yg tidak menarik....

  113. From pengamat kota jakarta on 06 June 2007 20:39:36 WIB
    waktu gw buat comment yang satu ini, gw dah liat 112 comment dari orang lain. rekor baru nih buat perspektif.net

    buat om wim, sabar aja om. mau dikira dukung foke yah sabar. mau dibilang dukung adang juga sabar aja. susah emang klo jadi tukang kritik. gak boleh terlalu ke kanan ato ke kiri. harus lurus...
    klo emang harus dikritik, yah kritik aja. klo orang yang dikritik mau nerima itu bagus, toh bisa dijadiin masukan buat dia. tapi klo orang yang dikritik itu marah2? sekali lagi sabar aja. menyatakan suatu kebenaran itu emang pahit, kagak ada manis2nya. terusin dah hobi om yang satu ini (om hobinya ngeritik orang kan?)

    gw bukan orang foke, adang, ato sarwono (denger2 sarwono ngundurin diri yah?) tapi orang pinter pasti tau pilihannya yang mana.

    tapi jujur, gw gak suka sama foke yang mainin duit warga jakarta seenaknya.

    nb:klo sarwono bener ngundurin diri, kagak seru donk pilkadanya!
  114. From WeWeGombel on 07 June 2007 00:31:54 WIB
    mau..golput atau mau gooool..2-1 (untuk Milan)

    ngga' ngaruuuuuuh coy..
    kalo lo pada Golput, ngga akan membatalkan Calon Gubernur yang terpilih (INGAT NGGA AKAN MEMBATALKAN)
    ingatkan pilkada BEKASI, pilgub BANTEN
    Walopun banyak yang ngga milih (gara2 ngga kedaftar sbg pemilih)Nyatanya yang jadi ...TETAPLAH JADI
    NGGA' ADA YANG PROTES!!MEREKA TETEP DIANGKAT. JADI NGGA' GUNA.

    MAKA..!!!
    JANGAN GOLPUT!!!!
    SAY NO TO GOLPUT!!!
    PILIH yang terbaik diantara yang TERBURUK.

    "jangan berputus asa untuk menemukan kebaikan di tumpukan sampah Bantar Gebang"
  115. From redi on 07 June 2007 10:37:35 WIB
    Kalo kandidatnya cuma dua: Adang ato Foke, maka saya akan GOLPUT! Emang golput tidak punya makna politik jika dilakukan secara pasif (duduk diam saja dirumah tidak ke kotak suara, membiarkan proses pilkada jalan terus dst dst yg ini yg kemungkinan besar akan dilakukan sebagian besar masy jakarta!) Tapi GOLPUT akan ada artinya jika juga dilakukan aktifitas politik yg lebih konkrit mis menuntut pembatalan Pilkada atau sekurang2nya penundaan. Ato kalo mo lebih berani lagi, BUAT PILKADA TANDINGAN! hehhehe... Masa sih nyoblos harus terpaksa...? Pan kita udah diajarin dari SD, selalu ada jalan menuju Roma hehehheh.....Masy jgn dihantui dan dibego2in bhw golput itu salah. Golput tetap punya makna politik jika dilakukan secara aktif bukan golput yg "ignorance". Artinya yg setuju golput ayo kumpul dan bikin program lebih jelas menghadapi pilkada ini dan bikin organissasi, bukan cuma spy pilkada lebih demokratis tapi jg gub dimasa depan bisa dikontrol rakyat!

    Boikot PILKADA ato Buat PILKADA TANDINGAN!
    Say NO to FOKE and ADANG!
  116. From arief on 07 June 2007 16:13:30 WIB
    Aduh. Sayang sekali.
    Tapi mudah2an Om Wimar tetap rajin nulis tentang Pilkada, at least di PO ya... biar tetep seru diskusinya.

    Foke suckz!
  117. From arul on 08 June 2007 00:08:44 WIB
    okeh-okeh....
    yah memang kesalahan itu selalu akan ditutup2in...
  118. From Barnard on 08 June 2007 11:50:44 WIB
    Fauzi Bowo, you are DICTATOR....Mending MUNDUR aja...sebelum seluruh Mahasiswa Demo anda untuk MUNDUR.... Satu kata untuk Fauzi Bowo...MUNDURRRRRRRRRRRRRRR..... Saya dukung pak Wimar, terus berjuang dengan pemikiran kritis anda untuk kemajuan pendidikan berpolitik seluruh warga Indonesia, khususnya Jakarta.
  119. From bag man on 08 June 2007 15:29:15 WIB
    hguhauaua......apalagi yang bisa kita lakukan selain ketawa...:)
    huahuaauh..
    yang pasti yang mbredel mas ww pasti kalo bukannya fauzi bowo juga bisa salah satu dari calon gubernur yang lain..
    kenapa?
    1. fauzi bowo kan orangnya gak pedean n takut dikomentarin dan buat komentar...jadi kalo ada yang ganggu ww...karena pernyataan nya tentang pilkada blum mulai kampanye udah berjalan, bisa fauzi bowo yang tersandung..
    2. memang fauzi bowo (foke) dan atau kroni nya yang menjalankan itu semua karena gerah akan pernyataan yang menyudutkan itu...
    malulah kalo mau jadi pemimpin nantinya di kota no1 di indonesia yang nota bene adalah gambaran indonesia secara keseluruhan...wahh..dikritik gak mau mbungkem orang mampu..
    ciri-ciri anak ordebaru nih...
    buat kawan kawn di jakarta khususnya dan semua teman teman yang setuju dengan perjuangan jangan ada yang memilih untuk pilkada apalagi pilpres karena semuanya emang dah gak bener...
    mau dibenerin malah dimarahin..
    mau dilurusin eh dibawa kejalan yang sesat...
    jadi buat kawan semua udah teriak aza buat bubarin pemerintah yang emang udah gak bener....

    fauzi bowo dan semua calon gubernur lainnya
    sama aza..motifnya mau numpuk kekayaan..bukan mau ngekayain warga....hhihi..
    selamat buat ww, anda semakin membuka mata anak bangsa tentang calon pemimpin yang bener...
    buat pemimpin the jak-tv...mati aza deh gak mau independen,,kok takut ditekan..mau jadi media yah harus berani bener..jangan mikirin untung mellulu payah lo semua..mental lo tempe...!!!


    nguhuhuahuauauahhauaha
    selamat ketawa deh semuanya
  120. From chekows on 09 June 2007 10:10:22 WIB
    wah...emang nasib bang. biarin, mudah-mudahan ini signal dari Tuhan agar memilih orang yang berani untuk dikritik dan bukan pengecut seperti "dia"
  121. From The Jak on 09 June 2007 11:08:40 WIB
    maju terus pantang mundur Om Wimar, yang diberhentikan hanya kerjaan, suarakan terus keinginan rakyat......
  122. From mel on 09 June 2007 14:24:29 WIB
    turut prhatin dgn adanya calon yg bgt arogan pdhal blm terpilih, kl sdh terpilih walah rakyat jdnya bgmn?
    sayangnya rakyat kt masih banyak yg tdk perduli asalkan dpt uang rela mengobarkan hak pilihnya.
    lihat sekarang bgt banyak yg membela foke terutama dr mrk yg org betawi yg merasa baik buruk hrs org betawi jd gubernurnya tak perduli kualitasnya mrk sdh membutakan diri. Ibu2 dan anak2 yg rela berkampanye krn dibayar. sungguh memprihatinkan.
  123. From sichsa on 09 June 2007 14:36:16 WIB
    harus ada peubahan..kita pilih pasangan yang bisa membawa perubahan positif, walau perubahan itu sedikit..itu PR kita ke depan untuk menciptakan pemimpin yang memiiki integritas dan loyalitas publik yg utuh, adapun realitas saat ini maka harus kita sesuaikan dengan prosesi menuju yg lebih baik..yg pasti jangan sampai kita jadi penonton, tapi kita harus jadi bagian untuk membangun kebaikan kota kita tercinta, walau hanya sedikit...

    sichs
    DI Luar Negeri
  124. From uhuy on 12 June 2007 11:03:19 WIB
    Buat WW, Never stop to tell the truth!! Mudah2an warga jakarta rajin nyari berita (tapi awas, ati2 mnn'cerna berita yang udh di'tunggangi')hingga bisa memilih dengan rasional. BTW, milih.. ga milih.. yaa milih donk.. klo seandainya suara gw bisa mengurangi jatah suara cagub yang ga doyan saran dan kritik.. why not.. daripada ga bisa berbuat apa2 dengan golput.. pendapat gw lo.. ga stuju ya monggo..
  125. From uhuy on 12 June 2007 11:10:53 WIB
    Buat WW, Never stop to tell the truth!! Mudah2an warga jakarta rajin nyari berita (tapi awas, ati2 mnn'cerna berita yang udh di'tunggangi')hingga bisa memilih dengan rasional. BTW, milih.. ga milih.. yaa milih donk.. klo seandainya suara gw bisa mengurangi jatah suara cagub yang ga doyan saran dan kritik.. why not.. daripada ga bisa berbuat apa2 dengan golput.. pendapat gw lo.. ga stuju ya monggo..
  126. From Chirs on 12 June 2007 21:48:03 WIB
    Gmana klo bung WW buat acara GK sendiri?
    Bisa lewat radio or milis ini. Moderator dipilih aja beberapa orang dari antara para komentator di atas? Ayo para cagub foke n the gang, adang n the gang dan calon independen n the gang, berani ga..? Oh ya, bung WW, boleh kan?
  127. From Indra on 15 June 2007 00:30:56 WIB
    Wah saya malah baru tahu kalo Jak-TV sponsor utamanya bang YOS...weleh-weleh

    jujur acara GK udah ngga seru lagi semenjak Bung Wimar ngga ada disitu :(

    kalo gitu sekalian aja si Foke (saya juga heran namanya kan Fauzi Bowo kalo disingakat Fabo :p tapi kok panggilannnya jadi Foke? maksudnya Fauzi Oke ya?...hmm I wonder) yang jadi host acara GK

    saya juga percaya akan kenetralan bung WW

    Sukses selalu untuk bung Wimar Witoelar
  128. From aisah-mahasiswa idealis on 15 June 2007 13:31:38 WIB
    wahai sekalian warga JAKARTA yang merindukan perubahann ....!!

    Kita bisa melihat dengan jelas, manakah pemiimpin yang dapat mengendalikan emosinya demi amanah rakyatnya!


    Kita semua yang merindukan perubahan harus CERDAS dalam MEMILIH dan jangan termakan oleh janji manis dan jatuh ke lubang yang sama!

    Jaanganlaah Terprovokasi dengan GOLPUT !!

    Katanya butuh perubahan. Bagaimana jakarta mau berubah kalau warga nya sendiri saja tidak mau berpartisipasi dalam memilih orang yg no.1 di Jakarta yang nOTABENENYA akan mempengaruhi kehidupan kita juga niih!
  129. From Rahman on 16 June 2007 01:27:55 WIB
    Toek Sobat semua di milis ini...
    marilah kita bersikap realistis dan objektif,
    saya masih lihat acara GK di J-TV walaupun hostnya tidak semenarik dan sekritis sebelumnya. Tapi apa yang saya simak apa yang disampaikan Cgub dan Cawagub (AD-DA) tgl 14/6/07 ok juga. Dan mana Cagub yang lain? masih belum berani? walaupun host nya sudah diganti ... Ayo tunjukkan keahlianmu.. !!
  130. From chris on 16 June 2007 17:19:50 WIB
    Stuju, jangan GOLPUT!!

    Nah, berhubung pemilu yang pake aturan beraneka ragam tidak pernah menghasilkan pemimpin yang baek, malah makin digerus habis tu dana n daya rakyat gmana kalo:

    1. Sekali ini aja, para calo suara rakyat itu (pemimpin yang ada dan anggota dewan yang dihormati oleh bank karena punya banyak simpanan) mendengarkan usulan masyarakat untuk membolehkan calon independen SEKARANG JUGA!
    2. Kalo mereka ga setuju, kita buat aja pemilu sendiri n pilih sendiri pemimpin yang ada dan hanya mau dengerin n patuhi aturannya. (yang nanti terpilih biarlah jadi pemerintah dari parpol2 pendukungnya)

    Kayanya bakal asyik juga tuh...
  131. From Mahmudi on 18 June 2007 15:18:11 WIB
    Boleh usul?

    Gimana kalo Gubernur DKI selanjutnya Mas Tukul Arwana? Biar semuanya "Puas-puas!!!"
  132. From tien on 18 June 2007 15:56:47 WIB
    Wah, ternyata dari kasus kampanye terselubung jadi melebar ke pemecatan pa Wimar. Aku baru ikutan hari ini, tidak apa terlambat daripada tidak sama sekali.

    Saat masalah Foke yang dijelek-jelekin aku masih melihat nilai tinggi pada Foke karena banyak kritikan untuk dia. Tapi saat tau Pak Wimar di pecat, aku ragu Foke masih punya nilai tinggi.

    Ada kritikan akan membuat kita menjadi lebih bijaksana dan mawas diri (kalau kritikan tersebut diperhatikan) sehingga akan memberi nilai tinggi untuk yang dikritik. Tapi kalau yang mengkritik sudah tidak ada, maka kemungkinan untuk menjadi lebih bijaksana dan mawas diri tidak ada medianya lagi, ya mengakibatkan nilai menjadi turun.

    Jadi, supaya Foke tetap masih bernilai, biarkan Pak Wimar tetap mengkritik. Karena itula media pembelajaran yang baik.

    Sukses untuk kita semua.
  133. From Ardinal on 19 June 2007 23:24:04 WIB
    Sukses Untuk Om WW

    Untung saya ga ikut Pilkada DKI..(KTP nya luar jakarta sih...he he....)
    jadi ga ikut2an golput..or milih gubernur DKI yang salah

    mudah-mudahan Gubernur DKI yang kepilih nanti ikut memperhatikan warga luar DKI yang cari hidup DKI.... Amiin

  134. From doel on 23 June 2007 11:43:09 WIB
    g bkan org jakte. tapi g prihatin sama yang namanya preman berbaju wagub. kalo gini gimana jadi gub. nanti di ajarin ajdi preman
  135. From ndi on 29 June 2007 14:38:42 WIB
    saya adalah pendukung foke .melihat kejadian kayak gini saya bakal milih ww aj dee jadi gubernur.
  136. From B0od2co0L on 29 June 2007 23:06:33 WIB
    siape aje yang jadi gubernur tetap bumi kota jakarta dalam genggaman ALLAH SWT......
    gak usah kuatir ame' yang kaya begituan, semua udah ade yang ngatur....
    mendingan ubah dulu dah sikap kite ame jakarta....
    iye gak.....


  137. From Analyst From Batavia on 01 July 2007 11:58:10 WIB
    Pada hakikatnya orang-orang yang mengkritik kita adalah pengawal jiwa kita yang bekerja tanpa bayaran.

    makasi buat orang-orang yang telah melakukan perbuatan mulia ini.

    Buat Bang Foke:
    Jika kite mulai dengan kepastian maka kite bakalan berakhir dengan keraguan. tapi, jika kite mulai dengan keraguan dan bersabar dalam menghadapinya maka kite akan berakhir dalam kepastian.
  138. From dolphaholic on 02 July 2007 12:21:36 WIB
    semangat yah bung wimar....

    kalo cuma karena kritikan aja dah "ngambek" gimana bisa belajar jalan n ngebangun jakarta yah?(big question in my mind????)

    semangat ajah deh buat pak wimar.
  139. From Ika on 02 July 2007 20:16:05 WIB
    Kacian banget bang Fauzi Bowo, udah keluar duit Rp. 100 Milyard, tapi malah gak jelas nasibnya. Apakah bakal jadi gubernur DKI ato tidak?
    Tapi duit 100M itu, duit pribadi ato duitnya investor ya?


  140. From Nurcahya on 06 July 2007 14:13:14 WIB
    Saya sih nggak yakin ini perintah langsung Foke, ruginya lebih besar buat citra dia. Kesan yang tercipta karena gosip ini kan, Foke arogan represif. Belum jadi gubernur aja udah main cekal, apalagi kalo udah jadi gubernur.
    Ini blunder dan kerugian besar buat Foke.
  141. From Maulana on 17 July 2007 14:40:33 WIB
    Mendingan FB ngundurin diri dari skr, drpd nanti stlh jd gubernur lebih malu lagi...
  142. From Ari gusyanto on 20 July 2007 14:46:54 WIB
    Ya saya cuma berharap agar pak fauzi tidak menindas rakyat dan justru sebaliknya harus selalu membela rakyat...intinya kalau kita berbuat salah ya bertobat dan tidak akan mengulanginya lagi...Demokrasi Islamis harus ditegakkan
  143. From Mia on 31 July 2007 12:28:18 WIB
    hmm aku sih bukan salh satu warga jakarta (tapi punya KTP jakarta) wah membingungkan bukan?..but yg namanya mencalonkan diri sebagai wakil rakyat yahhh memang harus berkampanye dengan tujuan supaya rakyat jelas siapa yg akan dipilih. Tapi selama ini aku blom bisa melihat satu pun Partai dari golongna manapun yg mencalonkan diri dengan maksud yg benar2 tulus..YCoba untuk yg membaca..yang berniat mencalonkkan diri sebagai pemimpin ato yg sudah di calonkan , untuk yang terpilih nanti dan untuk yg sudah terpilih juat remember one thing "APAKAH PEJUANG YG MEMERDEKAKAN RI MEMINTA PAMRIH DARI SEMAU YG MEREKA PERJUANGKAN ?????"Kenapa kita yg menikmati hasil perjuangan tidak mencoba untuk memajukan hasil dari perjuangan mereka...Untuk Bapak2 yg bakal terpilih mudah2an bisa mengerti apa itu "PERJUANGAN" dan apa itu "PEMIMPIN". (BTW ada yg bis amenjawab apakah gw masyarakat Jakarta atau tidak?dan apakah harus memilih atau Tidak?)
  144. From Bintang on 13 August 2007 21:56:55 WIB
    Anjing FOKE, Gw milih do'i cuma gara2 ngeliat Plang Ali Sadikin belain Foke!!! Gak ada Wimar gak Seru.. dari dulu acaranya Wimar ditutup mlulu.. basi ah.. balik lagi kita ke Orde BAru!!! goblok2 sih orang Indo masih milih tentara
  145. From Yantid on 14 August 2007 16:19:53 WIB
    Pak, aku cuma bingung aja yach sekarang gubernur jakarte ngapain aja sich. Masak ngak ada komunikasi ama polisi dan coba dech gubernur baru jalan di jalan tol kota antara slipi ke cawang dengan mobil biasa.
    Liat dech tuch yang mananya truk dan bis gede bisa2nya jalan di jalur tengah dan kanan. Jadi slogan yang di pasang di jalan tol buat apaan yach. Cuma buat kayak jalan tol nya orang bule ya. truk ama bis jalan nengah seenaknya dengan kecepatan 30km aja.
    Dulu zamannya Pak Harto aja masih ada aturan truk/tronton masuk tol kota di atas jam 10 pagi dan malam. sekarang ngak ada aturan sama sekali. Habis yang diurusin ama gubernurnya cuma jalannya busway aja. Untung sich.
    coba donk gubernur ama kepala polisinya jalan dech. sebenernya kalo polisi mau dapet uang banyak berdiri aja di jalan tol, truk/bis jalan jalur tengah/kanan mintain 100 aja pasti mereka akan kapok. Tapi di kerjainnya konsisten donk. Kita nich rakyat biasa yang menderita.
    Sama penertipan motor donk pak gubernur yang baru harus di perhatiin juga. Motor udah kayak nyamuk deman berdarah aja kalo di jalan. Tolong donk pak ini di bahas donk dalam topic talkshownya bapak.
    Makasih ya pak.......aku kok mangkel ya pak liat gubernur yang baru sekarang, gimana gitu mukanya.......?????
  146. From LUTFI GUNAWAN on 22 August 2007 12:40:51 WIB
    Menurut saya orang yg paling bahagia di Jakarta adalah PRIYANTO. Mengapa ?? Ya karena Priyanto tdk dikasih kesempatan untuk bicara dan mengutarakan pendapatnya. Selalu yang banyak bicara adalah Foke. Kata priyanto:"Asyik gue tinggal duduk dan nyantai-nyantai minum kopi dan tiap bulan gue terima gaji wakil gubernur + uang proyek lain-lain,sementara foke kerja sendirian.Pasti kalo ada kesalahan dalam mengambil kebijakan,ya fokelah yg bakal didemo.hi...hi....Emangnya enak kerja sendirian.Makanya,kasih kesempatan dong saya berkarya untuk Jakarta."
  147. From teguh on 08 April 2011 16:02:07 WIB
    Om wimar, terus semangat dengan kritik2 yang lebih tajam lagi
  148. From Ahmad Muzacky Karim on 14 April 2012 21:21:50 WIB
    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/02/23/lzumdq-jk-minta-warga-jangan-pilih-foke

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home