Articles

Wimar: Hentikan Segera Kampanye Terselubung

Kompas
21 May 2007

Panitia Pengawas Pilkada Harus Segera Terbentuk

Jakarta, Kompas - Para calon Gubernur DKI Jakarta diharapkan menghentikan kampanye terselubung, terutama jika menggunakan dana negara. Kampanye semacam itu dinilai melanggar etika dan dapat berakibat pada pembatalan pendaftaran pasangan calon kepala daerah.

Pengamat Politik Wimar Witoelar mengungkapkan hal itu pada Diskusi Pilkada yang diselenggarakan Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta dan Perhimpunan Pemuda Hindu, Sabtu (19/5) di Jakarta Pusat.

Secara khusus, Wimar menyoroti kampanye terselubung yang dilakukan calon gubernur Fauzi Bowo, yang saat ini masih menjadi wakil gubernur, dalam iklan hari ulang tahun Jakarta di televisi. "Sebagai orang nomor satu di Jakarta, seharusnya Gubernur Sutiyoso yang tampil dalam iklan itu, bukan Fauzi," ujarnya.

Munculnya Fauzi dalam beberapa iklan di televisi, ungkap Wimar, memberi indikasi yang jelas adanya penggunaan kekuasaan untuk memfasilitasi kampanye terselubung. Hal itu menjadi semakin tidak etis jika biaya yang dikeluarkan untuk iklan-iklan itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (CETRO), Hadar Gumay, juga mempertanyakan sumber dana yang digunakan untuk iklan Fauzi Bowo. Menurut dia, jika terbukti dana yang digunakan berasal dari APBD, pencalonan Fauzi Bowo dapat ditolak atau dibatalkan.

"Jika sekarang saja berani menggunakan dana negara untuk turut mendukung kepentingan sendiri, bagaimana nanti jika sudah berkuasa? Sayangnya, KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) belum berani menindak karena terbelit perundang-undangan yang ada," ungkap Gumay.

Calon lain

Wimar mengatakan, kampanye terselubung juga dilakukan calon gubernur lainnya, seperti Adang Daradjatun dan Sarwono Kusumaatmadja. Sebelumnya, Adang sudah melakukan kampanye terselubung dengan mendompleng iklan donor darah.

"Kampanye seharusnya dilakukan sesuai dengan jadwal kampanye. Tidak perlu mendahului start yang sudah ditentukan oleh KPUD," kata Wimar.

Menanggapi harapan dari Wimar dan Gumay, Ketua Fauzi Bowo Center, Makmun Amin, mengatakan, kemunculan Fauzi dalam iklan ulang tahun Jakarta merupakan hal yang wajar. Fauzi adalah ketua panitia peringatan itu, dan wakil gubernur yang masih resmi bertugas.

Selain itu, menurut Makmun, Fauzi belum didaftarkan sebagai calon gubernur sehingga aktivitasnya dalam iklan di televisi belum dapat disebut sebagai kampanye. "Tidak ada undang-undang yang melarang Fauzi beriklan, karena belum resmi menjadi calon gubernur," ujarnya.

Pengamatan menunjukkan, kampanye terang-terangan dan kampanye terselubung juga dilakukan Fauzi dan Adang dengan berbagai spanduk, baliho, dan poster. Keduanya sempat menyatakan bersedia menurunkan alat- alat peraga kampanye sampai jadwal pelaksanaan kampanye. Akan tetapi, jumlah spanduk dan poster di tepi-tepi jalan justru terus bertambah.

Panwas Pilkada

Gumay mengatakan, untuk mengantisipasi terulangnya kampanye sebelum waktunya, baik terang-terangan maupun terselubung, pembentukan Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada harus segera terwujud. Panwas diperlukan agar masyarakat dapat melaporkan pelanggaran.

"Tertanganinya pelanggaran- pelanggaran pilkada akan membantu mengurangi potensi konflik selama proses pilkada. Berdasarkan pengalaman di berbagai daerah, akumulasi pelanggaran kecil dan besar yang tidak tertangani akan menyebabkan timbulnya konflik yang lebih besar," tutur Gumay.

Menurut Gumay, jika sudah terbentuk, panwas juga perlu mengamati pengerahan suara atau intimidasi oleh aparat kelurahan terhadap sejumlah warga untuk memilih calon tertentu. Pelanggaran semacam itu terjadi di banyak daerah. (eca)

 

Baca juga: laporan kita mengenai acara ini

Print article only

20 Comments:

  1. From riris on 21 May 2007 10:05:42 WIB
    Saya juga heran dg kampanye anti narkoba FB!Sebetulnya pesan yg mana yg mo disampaikan? Anti narkoba atawa orangnya? Secara hukum mungkin tdk ada aturan yg dilanggar, tapi secara moral? Yang "ndeso" dan "katrok"-pun pasti tahu.
  2. From Muhaimin on 21 May 2007 11:03:11 WIB
    Begitulah kalo punya tradisi birokrat yang incumbent, akan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, apalagi ada yang menggunakan isu yang tidak cerdas dan mengadu domba sesama penduduk Jakarta,,,.. waduh jangan sampe deh, kita ini butuh pemimpin bukan hanya sekedar pimpinan yang menjadi icon,,, bung Wimar saya dukung anda untuk mengakampanyekan kampanye terselubung apalagi pakai uang Negara.... semoga PANWASLU, KPUD bisa menindak calon yang menggunakan uang negara

    Muhaimin
  3. From budi on 21 May 2007 13:56:19 WIB
    Salut sama bang Wimar yang tidak tedeng aling-aling untuk menegakkan aturan main dengan mengkritik apa dia birokrat, aparat sehingga kita tidak disunguhi PEPESAN KOSONG dari CALON GUBERNUR terlebih-lebih yang INKUMBEN... yang memakai FASILITAS/UANG NEGARA = melanggar UU= DAPAT DIBATALKAN
  4. From bsimarmata. on 21 May 2007 15:06:00 WIB
    Soal kampanye terselubung,keduanya baik Fauzi maupun Adang sudah melanggar aturan.Sebenarnya masa kampanye belum waktunya,tetapi gambar Adang dan wakilnya dengan ajakan untuk membenahi Jakarta,sudah banyak bertebaran.Kalau Fauzi baru dia sendiri,karena wakilnya belum diputuskan parpol pendukung,itupun dalam kedudukannya sebagai Ketua Panitia HUT DKI,jadi masih terselubung,sedang Adang sudah terang-terangan.Tapi jangan kuatir pak,rakyat pasti maklum,siapa yg mendahului kampanye,dan siapa yg kampanye terselubung.
  5. From AZHAR on 21 May 2007 16:46:30 WIB
    Itulah hebatnya jadi INCUMBENT, bisa dihujat !!!udah bang fOKE jangan nangis, masih ada kok nanti yang milih... ya istrinya, anaknya, bapaknya, neneknya, dan keluarganya.. klo saya mah ogah lah... sorry nih Bang...
  6. From Berto on 21 May 2007 20:26:52 WIB
    Jangan pilih pasangan yang melakukan kampanye terselubung atau nyolong start, karena itu saja menunjukkan mereka sudah tidak jujur, gimana kalau sudah jadi gubernur dan wakil gubernur, kecurangannya pasti lebih parah.
  7. From Dian on 22 May 2007 11:03:40 WIB
    He..he..he... sekarang iklan Cagub bersaing dengan iklan produk....sama-sama gencarnya neh...
    Dari spanduk, baliho, sampai stiker ... diembat. Dari tentang Narkoba, pertandingan bola, angkat besi, hari kebangkitan nasional, hari besar keagamaan, donor darah, sampai doa-doa.
    Dari advertise space yang keren sampai diangkot-angkot. Emang cagub Jakarta bener-bener pada ngebet semua. By the way, tuh dana darimana bozzz..????
    Usul kepada yang berwenang, tolong dicek sumber dana kampanye para calon, biar ga kecolongan lagi kayak kasus Departemen kelautan dan perikanan.
  8. From marsya on 22 May 2007 13:28:48 WIB
    Bang Adang maju trus dgn kegiatan Donor Darah na itu bukan mencuri star kok itu sama aja membantu orang yg memerlukan darah.sb dijkt masih membutuhkan kantong darah yg banyak skali.dan buat foke engkau sadarlah menggunakan duit APBD buat kampanye. blum jdi gubernur aja udah brani membohongi rakyat.jak mania
  9. From bangpitung on 22 May 2007 14:00:30 WIB
    Assalamu'alaikum....

    Turut prihatin atas di cekalnya Om Wimar dari panelis acara GK...

    Keluarga Besar Anak Betawi sangat menyayangkan figur yang seperti Om wimar dirampas kemerdekaan pendapatnya di acara GK.

    Terus berjuang Om... Kita tahu koq, siape nyang bener sama siape nyang keblinger....

    kalo kata amin rais,... Rezim yang mulai pake budaya pembredelan... biasanye umurnya dah kagak bakal lama lagi...

    Terus berjuang OM... Kite ada dibelakng om... selagi Om tetap konsisten membela kebenaran... karena kalo orang pinter mah dijakarta udah banyak... tapi kalo orang bener, antiknya bukan maen...

    Wasalam


    Bangpitung
  10. From Kira Tantra on 22 May 2007 19:41:26 WIB
    Buku tebal Kumpulan wawancara Perspektif bang Wimar dipinjam teman dan tidak balik lagi -belakangan diketahui kabar ikut dijual bersama koran bekas. Buku Perspektif Baru (dipinjam juga) dengan kejamnya, oleh teman kuliah, jadi ganjalan kipas angin. But its ok, persediaan buku saya masih banyak.

    Tapi dari situ saya mulai sadar: kalau bangsa ini masih kurang ajar memperlakukan kebenaran dan pengetahuan -walau itu dalam bentuk buku yang tidak bisa balas menampar. Yang bisa jalan, dan ngomong seperti Bang Wimar aja dijorogin, apalagi buku!!

  11. From sapto on 25 May 2007 14:19:00 WIB
    Ga ada kampanye terselubung pak!
    Lha wong jelas2 kampanye-nya terang2an gitu koq,

    Semoga masyarakat Jakarta bisa memilih (smoga msh ada yg bisa dipilih) yang terbaik,
    salam hangat dari Jogja !!
  12. From JK on 31 May 2007 00:03:33 WIB
    Kepada KPK dan ICW,

    Mengenai Salah satu kecurangan PILKADA,

    1. LSM di Jalan Diponegoro 63 menggunakan Uang dari Luar Negeri.
    2. LSM di atas menggunakan dana dari hasil pencucian uang dari berbagai sumber.
    3. Tokoh Penting di LSM ini adalah Direktur Keuangan yang mempunyai kedok di The Indonesian Institute
    akan tetapi mengelola berbagai BISNIS KELAM SEPERTI MEMPUNYAI SPA DAN PANTI PIJAT DI BILANGAN
    ANCOL BINARIA, DAN KERABAT DENGAN JAYA GROUP/PEMDA.


    SEKILAS DENGAN DIREKTUR KEUANGAN INI,
    DIREKTUR FENTY NUVIANTY DARI TII/THE INDONESIAN INSTITUTE JUGA PENGELOLA BISNIS HIBURAN MALAM
    PANTI PIJAT, PERJUDIAN ILLEGAL, MENJUAL WANITA DI KALIMANTAN BERAKTING SEBAGAI PEMASOK KLAB
    KELAS INTERNATIONAL DAN DIBEKINGI OLEH APARAT PEMDA.

    GUBERNUR SEKARANG INI MENCALONKAN ANAK BUAHNYA/WAKILNYA UNTUK MENGGANTIKAN AKAN TETAPI MAU MEN-
    CALONKAN DIRI SEBAGAI PRESIDEN.

    BAGAIMANA BISA BERSIH KALAU DIJAJARANNYA PENUH DENGAN PREMAN DUNIA GELAP.

    HARUS ADA YANG BERANI MENGUNGKAPKAN HAL INI.

    TERBERSIT KABAR BAHWA LSM INI PANDAI DALAM MENYEMBUNYIKAN DANA-DANA PENGELUARAN KAMPANYE
    TERSELUBUNG DENGAN MENGGUNAKAN EO-EO BESAR YANG SANGAT KOMPETEN DENGAN MENGATUR SKENARIO
    PENGELUARAN DENGAN MENGGUNAKAN PERUSAHAAN ORANG LAIN.

    PERUSAHAAN-PERUSAHAAN DI LINGKUNGAN PEMDA ADALAH SALAH SATU SUMBER YANG SANGAT BERPERAN DALAM
    MENDUKUNG SUKSESNYA CALON INI DALAM BERKAMPANYE.

    DIREKTUR FENTY ADALAH ORANG PENTING DI JAJARAN JAYA ANCOL GROUP AKAN TETAPI LOW PROFILE
    DAN TIDAK BANYAK DIKENAL DAN SANGAT TERTUTUP.

    BANYAK ASSETNYA YANG DIKONSENTRASIKAN DI KALIMANTAN KARENA ITU LOW PROFILE DI KOTA JAKARTA INI.

    DAPAT DILACAK DENGAN PEMBAYARAN PAJAKNYA, YANG DIATASNAMAKAN ORANG LAIN AKAN TETAPI
    SAMA BANK ACCOUNTNYA SEPERTI BCA, MANDIRI DAM BII.
  13. From saifuddin sayuti on 31 May 2007 09:30:43 WIB
    IYA TUH PAK WIMAR ADA CAGUB YANG RAJIN BENER NEMPELIN POSTER BERISI "AYO BENAHI JAKARTA" PADAHAL CIMA NGOTORIN JAKARTA NEMPEL DIMANA-MANA BIAR MENANG, MESTINYA BUNYINYA "AYO KOTORIN JAKARTA DENGAN POSTER" PARTAINYA ISLAM AZASNYA ISLAM TAPI YANG DIKEJAR CUMA KEMENANGAN. UDAH BUTA KALI. SYA CUMA BERHARAP WARGA JAKARTA TIDAK IKUTAN BUTA DAN YANG PENTING MENANG TAPI AGAK TELITI DIKIT. APALAGI PILIH YANG KORUP, TERUS DI PETI ES KAN KARENA YANG KORUP YANG BERWENANG. UAT YANG MAU ISENG COBA BUKA GOOGLE LALU KETIK : ALKOM JARKOM ADANG, PASTI ANDA TAU SEMUA SIAPA YANG BUSUK SEBENARNYA. WASALAM
  14. From Q_Q on 01 June 2007 13:38:47 WIB
    ASS. PAK WIMAR PAK FOKE SEPERTINYA MEMANG BENAR-BENAR MENGGUNAKAN DANA APBD. POSTER FOKE YANG DIPASANG DIKANTOR DPP PDIP LENTENG AGUNG DISEBELAHNYA TERTULIS APBD UNTUK RAKYAT, SAYA MEMANG BELUM TAU MAKSUD TULISAN TERSEBUT. APA BERMAKSUD NANTI APBD DIGUNAKAN UNTUK RAKYAT? ATAU MENURUT MEREKA DANA APBD YANG DIGUNAKAN BUAT POSTER-POSTER DIJALAN BUAT RAKYAT? SUNGGUH KEJI KALAU MEMANG PIKIRAN MEREKA SEPERTI ITU. WASS.
  15. From Furkon on 03 June 2007 19:30:07 WIB
    KEPADA ICW DAN KPK

    LSM di Jl Diponegoro 63 kalau mau menggunakan satu nomor rekening untuk pilkada akan sulit melacaknya
    karena LSM CAGUB ini menggunakan :
    1. Fortune EO untuk mengatur aliran dana pengeluaran dengan menggunakan beberapa perusahaan
    seperti : TII/The Indonesian Institue/Fenty Nuvianty, Solar Sahara Usaha Mina/Bambang Irjanto
    dengan kantor di Wisma Nugra Santana
    2. Hotline EO yang juga mengatur semua kampanye terselubung di media TV selain Grup MNC
    dan dana yang sudah dikeluarkan sekitar 100 Milliar lebih.

    EO lain yang kecil masih banyak lagi,.
  16. From snydez on 05 June 2007 13:35:54 WIB
    yang saya kira partai bersih pun ternyata nyolong start kampanye :(

    http://snydez.blogspot.com/2007/06/kampanye-gelap.html
  17. From cah_ayu on 07 June 2007 11:28:47 WIB
    Bukan terselubung... tapi mencuri start.

    Ngaku Partai Bersih dan Kalo kampanye selalu bersih tapi kok bisa ya calonnya nyolong start.... lama2 ni partai kliatan belangnya, ga usah sok bersih lah kalo pake cara2 yg sama ama yg laen. at least yg laen ga menipu, dah jelek ngaku jelek gitu... ga usah ngaku bersih tapi kotor juga *mengecewakan*.

    Semua calon sama aza.

    I'm promoting good guys... vote wimar and efendi ghazali...
  18. From Hendrawarman Nasution on 08 June 2007 16:46:10 WIB
    Seperti yang sudah jadi kesepakatan bahwa pengawasan dalam pelaksanaan pilkada merupakan hal yang penting. Ketika dalam melaksanaan kampanye, menjual janji-janji, pasangan calon dapat saja melakukan manipulasi seolah semua hal yang dilakukan adalah tindakan bersih dan berjalan diatas aturan yang ada.

    Namun apakah ada pemikiran melintas bahwa masa hura-hura ini merupakan waktu yang sangat pendek dibanding masa pemerintahan yang akan mereka pegang baik dilihat dari segi waktu maupun kesempatan. Karenanya yang terpenting dari upaya lembaga pengawasan adalah melakukan pengkajian sejauh mana pasangan pilkada mengumbar janji dan sejauh mana pasangan tersebut berusaha mencapai serta hasil real yang dicapai berkaitan dengan janji mereka.

    Oleh karena itu, tugas dari lembaga pengkajian ini menjadi sangat penting karena ia mencatat janji-janji dan melakukan monitoring secara periodik atas seberapa jauh pencapaian pasangan tersebut.

    Hasil pengkajian ini merupak input yang sangat valid bagi DPRD dalam meminta pertanggungjawaban pemerintah daerah.

    Di sisi lain, kewajiban pemerintah adalah selalu mengingat janji yang di paparkan pada saat kampanye pemilihan. Apabila tidak berhasil mencapainya, pemerintah harus secara terbuka melakukan penjelasan. Karena janji yang diucapkan adalah pada rakyat maka ia wajib menjelaskannya pada rakyat.

    Mudah-mudahan dengan tercatatnya janji yang dilakukan selama kampanye, pemerintah akan selalu ingat pada apa yang diucapkannya.
  19. From Haryy on 04 July 2007 09:56:37 WIB
    Buat masyarakat jakarta....
    kini saatnya benar - benar masyarakat jakarta harus mimilih gubenur yang memang pantas...
    pilihlah gubenur yang memang beliau mampu..bukan karna oarng betawi aja...
    trus...
    plese....banget...]
    jangan korbankan kesejatraan rakyat jakarta hanya karena uang gocap...
    kita memang miskin harta, tapi jangan kita miskin, kita memjual kebahagian kita kelak hanya untuk orang -orang rakus....
    Good Luck to maayarakat jakarta...........
  20. From Zaloe on 25 July 2007 19:49:52 WIB
    Banyak tulisan/komentar tentang pilkada ini yang tidak berdasarkan pada bukti-bukti otentik. Kalau sekedar unek-2 yang dicurahkan, bisa saya terima. Namun dengan mendiskreditkan person dan lembaga yang ada tanpa bukti bisa termasuk pencemaran nama baik dan fitnah yang sangat keji. Saya kira saatnya kita mengerti dan sadar bahwa pilkada kali inipun tidak akan memberikan banyak perubahan bagi warga DKI, karena keruwetan di DKI bukan hanya berasal dari pimpinan daerah, tapi juga dari warganya, rt/rw, lurah, camat dan seterusnya.... dan seterusnya...

    Berhati-hatilah menulis artikel yang tidak benar. dan berhentilah berjuang untuk sesuatu yang tidak kita ketahui... membela seseorang, atau golongan, atau partai tertentu boleh-boleh saja, tapi jangan sampai membohongi hati nurani...

    Terima kasih

« Home