Articles

Adang dan PKS: Cocok Soal Pluralitas Agama di Jakarta?

Perspektif Online
18 May 2007

Platform Antara Adang dan Dani

Laporan oleh Hayat Mansur

Mantan Wakapolri Adang Daradjatun yang bukan kader partai maju menjadi Cagub DKI dari PKS dengan didampingi kader PKS Dani Anwar yang kini anggota DPRD Jakarta. Apakah platform mereka sama? Anda bisa simpulkan sendiri berdasarkan jawaban keduanya terhadap pertanyaan yang diajukan para tokoh lintas agama di acara Gubernur Kita.

Tampil untuk kedua kali di acara Gubernur Kita, Adang Daradjatun dan Dani Anwar dihujani pertanyaan mengenai komitmen menjaga pluralitas di Jakarta dari para tokoh lintas agama. Pada acara Kamis malam (17/5) hadir (sesuai abjad) Budi S Tanuwibowo (Tionghoa), I Nengah (Hindu), Moeslim Abdurrahman (Islam), Beni Susetyo (Katholik), dan Winata Sairin (Kristen). Acara dipandu Host Effendi Gazali, Co Host Iwel dan Fenny Rose, dengan dua panelis tetap yaitu Ryaas Rasyid dan Wimar Witoelar.

 

Komitmen Pluralisme

Berikut ini jawaban Adang dan Dani terhadap pertanyaan mengenai komitmen mereka terhadap kehidupan pluralisme beragama termasuk kepercayaan dan kehidupan sosial dan budaya, termasuk sikap terhadap pelacuran dan pemijat

Adang Daradjatun

Tentang perusakan oleh kelompok tertentu, yang pasti negara kita adalah negara hukum. Jadi berbicara tentang penegakan hukum tidak main-main terhadap siapa pun kelompok yang melakukan perusakan. Kita tidak melihat obyeknya apa. Sepanjang dia melakukan pelanggaran hukum, kita tindak. Itu pasti

Mengenai masyarakat kepercayaan. Memang diberi kebebasan dan silakan saja mereka memilih agama dan kepercayaan masing-masing. Saya pikir itu suatu hal kebhinekaan yang dipersilakan untuk tidak diberi peraturan dan pembatasan-pembatasan.

Berbicara keanekaragaman budaya. Jadi sekali lagi, lebih-lebih kalau kita berbicara kota metropolitan, Jakart itu miniatur Indonesia sehingga mimiliki bermacam-macam latar belakang suku dan agama. Jadi keberagaman itu sangat indah. Jadi pandangan saya tentang keaneka ragaman, yang pasti harus kita jaga sebaik-baiknya.

Berbicara tentang ibadah yang diberi kebebasan, itu sudah pasti dijamin oleh negara. Kita, sebagai pemerintah DKI jika nanti mendapat kepercayaan, pasti memberikan kesempatan ibadah.

Tentang pelacuran dan pijat. Kita harus bijaksana dalam pemecahan suatu masalah. Kita tidak boleh melihat dari satu sudut saja. Dia memang pelacur, dia memang pemijat, tapi bagaimana kita memberikan suatu ruang untuk ditata, diberi tempat yang baik dalam konteks pemijat. Sekarang ada pemijat yang tidak digaruk begitu saja. Jadi bagi saya, mereka harus diberikan ruang untuk bekerja.

Tentang Perda-Perda yang berhubungan agama. Perda tidak dibuat oleh seorang gubernur, perlu bekerja sama dengan Dewan. Jadi saya pikir, semua pemikiran yang ada di masyarakat dan ide pasti ditampung dalam pembuatan Perda. Tidak begitu saja Perda itu bisa dibuat.

Tentang banyak kelompok orang yang membuat kerusakan di tempat ibadah. Untuk penegakan hukum, saya tidak melihat dalam kontek apa tapi sepanjang menggangu ibadah agama tentu kita harus melakukan tindakan hukum

Dani Anwar

Dalam perspektif PKS, setidaknya ada dua hal dalam kaitan pembangunan keberagamaan ke depan. Pertama, peningkatan kualitas hidup beragama di Jakarta ini. Bagaimana seluruh warga Jakarta bisa meningkatkan etos kerjanya, bisa kemudian saling menghormati satu sama lain dalam kaitannya dengan masalah kepercayaan. Kedua, pembangunan kerukunan hidup keagamaan di Jakarta ini

Hal-hal yang berkaitan tentang adanya oknum yang melakukan perusakan terhadap kegiatan ibadah, tinggal dilihat apakah kedua pihak telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Jika ada satu pihak yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku, itu harus ditindak.

Kaitan dengan pelacur. Itu persoalan berat yang dihadapi Ibu kota Jakarta, Itu fakta yang ada. Saat ini dilakukan pembinaan oleh suatu badan Pemda Dki yang berkaitan Bintal Kesos. Kita harus melihat akar persoalannya adalah kemiskinan dan sulit mendapatkan pekerjaan. Tapi banyak saudara kita yang menjadi pelacur setelah diberi ketrampilan kemudian tidak suka dengan ketrampilan itu mereka kembali lagi. Ini yang menjadi problem sosial dan kita pikirkan bersama karena mungkin mereka tidak mau bersusah susah untuk mendapatkan rezeki. Mungkin yang hobi, kita tindak. Tentu yang karena kesulitan mendapatkan pekerjaan, kita atasi dengan memberi pekerjaan kepada mereka.

Tentang kerukunan hidup beragama karena ini menjadi suatu perhatian para tokoh agamaa yang hadir pada malam ini, sebagai kader PKS saya dididik untuk taat pada agama saya. Tapi pada saat bersamaan saya juga dididik untuk menghormati segala macam kepercayaan yang ada di Jakarta ini. Karena itu kalau kami ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin di Jakarta ini maka tidak ada hal lain yang Bapak-Bapak dapatkan kecuali kebaikan, kebaikan, dan kebaikan.

 

Keberatan Kampanye Foke

Wimar: Pak Dani, Bapak sebagai calon, bagaimana melihat ada rekan yang menggunakan APBD untuk iklan. Apakah Bapak keberatan atau setuju?

Dani: Penggunaan dana APBD kalau itu memang benar tentu akan menjadi persoalan

Wimar: Pasti benar karena itu acara DKI yang muncul tampang Cagub. Jadi pasti benar.

Dani: Tinggal kita lihat nanti. Kita mempunyai mekanisme untuk menyelesaikan persoalan itu

Wimar: Berarti Bapak ingin mengelak dari persoalan itu

Dani: Sama sekali tidak.

Wimar: Kalau untuk hal yang begitu saja Bapak tidak bisa mengambil sikap, bagaimana dengan masalah yang abu-abu?

Dani: Sama sekali tidak tetapi kita memahami bahwa DPRD memiliki mekanisme untuk menyelesaikan persoalan itu.

Wimar: Saya bertanya sikap Bapak pribadi terhadap penggunaan APBD, apakah setuju atau tidak?

Dani: Sikap saya secara pribadi, kalau ada penggunaan APBD untuk kepentingan kampanye pribadi, saya sangat tidak setuju dan itu menunjukkan ketidak fair Pilkada di Jakarta ini.

 

Penutup

Adang Daradjatun
Berbicara tentang demo dan lempar handuk, itu pasti. Jadi kalau nanti kita memang tidak berhasil dan didemo, saya yakin Bang Dani juga siap untuk bagaimana rakyat menginginkannya. Sekali lagi kita hadir di sini sebagai bagian pertanggung jawaban saya dan Bang Dani terhadap masyarakat. Jadi saya pikir kita tidak akan bermain konsep-konsep tapi yang penting aplikasinya

Dani Anwar
Untuk itu kepada para tokoh agama berikanlah kesempatan kepada kami berdua untuk membuktikan statement yang kami ucapkan pada malam ini.

Wimar Witoelar
Penonton harap mencatat bahwa malam ini semua pertanyaan dan jawaban itu sangat penting. Jadi mohon Anda menggunakannya untuk memilih gubernur pilihan Anda seraya kami menghargai Cagub yang datang dan menjawab pertanyaan semampu mereka.

 

Untuk pembaca Perspektif Online: Jangan kesel kalo orang lain pilihannya beda dengan Anda. Tiap orang bebas memilih berdasarkan masukan yang dia terima. Makanya tulis di bawah, mengapa pilihan anda yang terbaik.

Adang, Foke atau Sarwono?

 

Baca juga:

Print article only

49 Comments:

  1. From bangpitung on 18 May 2007 10:37:58 WIB
    Jakarta Kota dari dulu (jaman fatahilah) sudah terkenal ke-jawaraannya...

    Jawara dalam menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran...

    Kalo orang pinter mah udah banyak di jakarta, yang antik itu orang yg BENER ame JUJUR...

    Jakarta butuh pemimpin yang tegas dan berani... kayak-kayaknya Adang sama Dani pas jadi Gubernur & Wagubnya...

    Aye 100% Dukung Adang-Dani

    BangPitung

  2. From SK on 18 May 2007 10:48:43 WIB
    Menurut saya Bang Daradjatun dan Bang Dani , sangat bagus sekali semalam dalam acara GK, dia berani tampil dua kali dalam acara GK, memang orang seperti itu yang di cari oleh masyarakat DKI, punya keberanian tampil di depan Publik untuk memperkenalkan diri agar masyarakat bisa lebih mengenal siapa calon yang harus di pilih dan memberi janji-janji untuk Gubernur tahun 2007 ini, tetapi jangan lupa memperbaiki kota DKI tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.

    Dan harus di ingat untuk menjadi Gubernur DKI harus beragama, Beriman,Jujur,dan harus bermasyarakat , karena tantangannya cukup besar. Tidak seperti calon yang lain hanya punya keberanian tapil di iklan-iklan dan rerklame-reklame yang selama ini terpampang di sudut-sudut kota Jakarta dan di Televisi kalau itu si cemen......., capek dehhhhhhhhhhh....

  3. From HELMI on 18 May 2007 10:58:15 WIB
    Dari jawaban yang diberikan oleh Adang-Dani saya bertambah yakin untuk memilih mereka. Jawaban-jawaban mereka sangat cerdas dan apa adanya. Tapi saya berharap apa yang mereka sampaikan bukan hanya sebatas janji-janji manis semata, melainkan dapat direalisasikan pada saat mereka terpilih nanti.
    Dan yang membuat saya bertambah yakin untuk memilih Adang-Dani karena mereka didukung oleh PKS. Partai yang saya lihat selama ini sangat menjunjung nilai-nilai kebersamaan, kebinekaan, dan pluralisme. Buktinya PKS tidak segan-segan membantu korban bencana gempa dan tsunami di Nias, padahal kita tahu sebagian besar penduduk Nias bukan Muslim.
    Jadi.... maju terus ADANG-DANI......!!!!

  4. From Syaifuddin on 18 May 2007 11:18:20 WIB
    Luar biasa ! dan mannnntaaaaap....!
    hanya dua kata ini yang layak diberikan kepada cagub dan cawagub dari PKS.

    Foke ? ah malu-maluin, masa cagub bisanya cuma ngabisin anggaran pemda, emang gak bisa apa, klo tampil seperti bang Adang dan bang dani, 2 kali tampil di GK ayik ayik aja tu!

    Foke, banci
  5. From anak betawi on 18 May 2007 11:41:58 WIB
    Bravo ADANG DANI.... MAJU TERUS....

    Jangan pilih foke.... Kampanye curi startnya aja sudah korupsi pake duit pemda... malu-maluin....

    Gue Jamin FOKE gak bakal berani tampil di GK... takut ditelanjangin sama panelis...

    Anak Betawi
  6. From harieba on 18 May 2007 12:05:18 WIB
    Bung WW,

    Saya salut dengan keberanian dan kesederhanaan pasangan Adang-Dani ini, sehingga berani datang dua kali ke GK. Akhirnya terjawab langsung bagaimana konsep mereka dalam mengatasi masalah Jakarta, terutama penjelasan sikap terhadap dunia malam yang sempat sedikit membuat heboh setelah kedatangan mereka pada kali pertama.
    Yakin deh saya pilih Adang-Dani.

    Tinggal satu calon lagi yang belum muncul nih, mungkin bagi beliau kemunculan di GK akan dijadikan jurus pamungkas setelah "tebar pesona" di poster-poster. Itu juga kalau beliau berani datang :p
    hehehe..
  7. From Dodi Kurniawan on 18 May 2007 12:26:07 WIB
    Qt@ s!h p3n93n p!l!h y@n9 c@9u6 n c@w@9u6 y@n9 b!s@
    m3n!nd@k d@n s3l@lu m3m@nt@u k@d3rny@ k@l0 k@d3rny@
    m3ny!mp@n9. K@y@ny@ cum@ PKS y@n9 b!s@ m3n93nd@l!k@n s3p@k t3rj@n9 s3t!ap k@d3rny@, k@r3n@ m3r3k@ m3m!l!k! k3p3k@@n y@n9 t!n99! t3rh@d@p m@sy@r@k@t. H!dup Ad@ng - D@n!.
  8. From nyi salamah on 18 May 2007 13:20:21 WIB
    ngebenahin jakarte ga cukup ame kate-kate, kagak cukup cume sekedar ahli. Tapi harus mau ame berani ngeberantas musuh nomer wahid warge jakarte: K O R U P SI!!!!
    Pokoknye aye mah kagak bakal pilih calon yang bisenye ame kebiasaanye k o r u p s i!!!
    Pokoknye kagak dah buat Bang Foke!!
  9. From M. Isnaini Hamid on 18 May 2007 13:38:01 WIB
    Bang Adang dan Bang dani emang pantes mimpin jakarta 5 taon ke depan, dari jawaban yang disampaikan atas pertanyaan para tokoh agama diluar Islam mereka keliatan puas banget, dan ini merupakan kecerdasan dari mereka yang pantes jadi gubernur dan wakil gubernur pilihan kita 8 Agustus 2007 nanti. kite kaga mao pilih gubernur yang ngaku betawi tapi kelakuannya kaga betawi (ngelanggar norme-norme agame)
  10. From Bowo on 18 May 2007 13:56:33 WIB
    Halo bung WW,

    Sebenarnya tadi saya ragu dengan pasangan ADDA. Saya khawatir dengan Perda-perda Syariah. Namun moment kemarin membuka pikiran saya, tentang pasangan ini. Permasalahan kebebasan melaksanakan ibadah adalah permasalahan krusial dari pasangan ini.
    Saya tadinya mengharapkan ada calon alternatif, namun setelah melihat penampilan mereka kemarin saya yakin untuk memilih mereka.

    Tentunya pasangan lain juga memiliki permasalahan-permasalahan krusial seperti bang SK, bagaimana penanganan beliau terhadap permasalahan korupsi di Pemprov DKI, juga Bang FOke tentang issue penggunaan uang APBD untuk pemasangan iklan-iklan dirinya.

    Apakah mereka akan menjawabnya dengan secara tenang dan taktis seperti pasangan ADDA.

    Kita tunggu...

    Bowo
  11. From Ronal on 18 May 2007 14:27:33 WIB
    Menurut saya, jawaban bang Adang itu kurang berbobot... Dan seperti biasa orang kampanye itu jawabannya ya bagus aja dan nurut aja sama pertanyaannya.

    Saya belum liat calon yang bener2 kuat dan berbobot seperti Bang Ali..

  12. From bangjampang on 18 May 2007 14:33:53 WIB
    Wah, jadi tambah kesemsem sama bang adang-dani. jawabannya mantap semantap pribadi abang b'dua. semoga Allah meridhoi abang b'dua buat jadi gubernur kita.

    buat bang foke, kalo takut tampil di GK, lebih baik cukur kumisnya kanan kiri sisain tengah2nya biar cemen sekalian kaya charlie chaplin. he..he..he..

  13. From hasan on 18 May 2007 14:51:31 WIB
    kami tunggu bukti janji2 ADDA,
    setelah kami pilih anda tentunya....

    Bang Sarwono gimana dengan janji2 nya
    anda jadi alternatif kami kalau janji2 anda oke

    bagaimana FOKE, gak janji dech

    sekarang saatnya janji2 setelah itu BUKTI kan ...
  14. From Ruri Setiawan on 18 May 2007 15:12:51 WIB
    Satu kata untuk Adang – Dani, CERDAS!
    Cerdas karena mampu berdialog dengan masyarakat dengan santun dan jujur.
    Cerdas karena mampu mengupas isi programnya dihadapan rakyatnya yang rasional.
    Cerdas karena bervisi “Jakarta Harus Berubah” dengan “Ayo Benahi Jakarta”.
    Cerdas karena berani menyatakan bahwa ada yang salah dalam pemerintahan selama ini dan berusaha untuk mendidik masyarakatnya dengan cara yang beradab dan intelek.
    Satu kata untuk Jakarta, SEMOGA!
    Semoga para pemimpinnya menerapkan cara dan jalan yang sama beradabnya dengan Adang – Dani.
    Semoga para warganya semakin tercerdaskan dengan adanya pendidikan politik seperti ini.
    Semoga semua calon gubernur kita dapat secara jantan dan lugas untuk dapat “dikupas” di “Gubernur Kita”.
    Dan terakhir, SEMOGA SAYA DAN SELURUH WARGA JAKARTA MEMPUNYAI HATI NURANI YANG BERSIH DAN JUJUR UNTUK DAPAT MEMILIH PEMIMPIN YANG TERBAIK.

    Hidup Kebenaran yang Universal.
  15. From SIGIT on 18 May 2007 16:31:57 WIB
    Asmlkm, Bang WW
    Sory ni agak telat kasih commentnya...
    pertama2 saya salut dan angkat 2jempol buat bang adang dan bang dani, yang udah mau "Ngejabanin" tantangan dari Bung Wimar dan Bung Efendi untuk mau dtng ke acara Gub.Kita...
    Kagak Pengecut kaya clon2 yang lain, yang katanya mau jadi "Jawara" di kota kita ini.... Mana nyalinya??? takut kali yeee???
    Mudah2an warga Jakarta bisa Buka Mata lebar2 untuk bisa milih calon yang bener2 aspiratif, amanah, Bersih dan Peduli kpd rakyat...pasangan yang bener2 mau "Ngebenahi Jakarta" dari segala kerusakan yang sudah terjadi...
    dan tidak memilih calon bersikap licik memanfaatkan Jabatannya untuk "KAMPANYE TERSELUBUNG" pakai uang Rakyat...."Mdh2an Allah SWT mengampuni sgla KHILAFANNYA ITU.."
    HIDUP BANG ADANG DAN BANG DANI, SMOGA ALLAH SWT selalu menjaga dan melindungi anda dari sagala Dosa dan Khilafan yang mungkin terjadi dalm Pilkada ini...
    amin Waslam.......
  16. From mia on 18 May 2007 16:49:45 WIB
    Menurut saya Fauzi baik tapi adang juga baik,setahu saya fauzy orangnya tidak korup,karena pada saat krismon 1997 sebagai sekdaprop dia telah berhasil menghemat anggaran 1997 dengan menetapkan skala prioritas yang paling penting,sehingga penyelenggaraan birokrasi pemerintah DKi dapat diselamatkan tapi sebaiknya dia didampingi oleh Adang yang lebih fleksible karena bagaimana juga DKI untuk hal keamanannya tidak dipegang oleh TNI tetapi oleh Polisi,krn itu diperlukan Jendral Pol bintang 3 untuk dapat mengendalikan dan mengontrol kinerja polisi di Ibukota tetapi bagaimana ya menyatukan mereka kalau bisa kan dapat menghemat uang negara sehingga tidak diperlukan lagi putaran ke 2.Tolong pak Wimar apakan issue ini dapat diblow up dimasyarakat ?
  17. From Budi on 18 May 2007 21:44:19 WIB
    Kita harus memberikan Aplus pada pasangan Adang-Dani karena telah tampil beda dari calon lainnya, kita harus menghargai waktu yang dierikan pasangan ini untuk memberikan nuansa baru dalam percaturan Pilkada yang berani untuk menjawab pertanyaan para pakar otonomi daerah, pakar komunikasi, tokoh lintas agama.
    Yang menjadi pertanyaan ;
    Kapan FOKE mau tampil di GK karena hanya berani diiklan TV dalam rangka peringatan harkitnas, hardiknas, kami warga DKI tidak mau BELI KUCING DALAM KARUNG...
  18. From Nina on 18 May 2007 23:46:31 WIB
    mr Wimar, nice shot tentang sikap pribadi bung Dani!
    kita kan ngga butuh jawaban yang melenceng dari pertanyaan!
    kita liat aja nanti, apa benar pasangan Adang-Dani akan menindak lanjuti kampanye Foke yang menyalahgunakan pajak....
    dan apa benar mereka akan memberikan kebebasan beragama?
    karena sekarang ini sudah cukup banyak masalah yang dialami agama minoritas, seperti pencekalan-pencekalan yang tidak masuk akal... we've had about enough about that.
    dan moga-moga juga pasangan Adang-Dani kembali mengizinkan Wimar's World lagi.... missed that show so much.
  19. From iman on 19 May 2007 11:20:48 WIB
    Saya insyaAllah yakin la ama Bang adang dan abang dani.Ga usah kuatir ama plularisme.udah banyak bukti klu kader2 PKS itu sangat menghormati agama lain,semua orang di tulung ama kader PKS.Tanya aja ama yang kena banjir kemarin di jakarta semua orang ditulung ama kader PKS mau tu orang islam kristen apa aja da pasti di tulung.
  20. From Denny on 19 May 2007 15:59:08 WIB
    Assalamu`alaikum wr wb

    Hanya satu kata atas penampilan ke-2 ADDA : MANTAP...........
    Kayanya udah kudu Jakarta di pimpin ama yang bermoral & jangan cuma beMODAL doang (tampang, duit, jargon....).
    Udeh dech Bank Foke, lempar handuk aza sebelum kami lemparin kursi ke anda. Bukti 10 taon jadi wagub ngak ada kentaranya, cuma KORUPSI dibina supaya aman.....

    Maju terus Bank Adang - Dani..........
    Semoga terus amanah kalo ALLAH SWT tunjuk anda sebagai pemenangnya. Ingat, kami catat semua yang anda omomgin & kami akan jewer anda kalo nyimpang.

    MAJU JAKARTA..........
  21. From rully on 19 May 2007 18:34:08 WIB
    hmmm...Saya harap masyarakat jakarta dapat berfikir cerdas dan oprimis dalam memilih cagub nanti...jangan trauma dengan masa lalu...semua yg dipilih hanya omong kosong....tapi kita boleh berharap kan sekarang dengan Pak Adang dan Pak Dani.. ?? tetap semangat!! ganbatee...!!
  22. From redi on 21 May 2007 21:12:11 WIB
    Tidak ada track recordnya PKS menjamin pluralitas baik di tingkat DPRD maupun DPR. LIhat saja kasus konflik2 SARA di daerah, pembakaran rumah ibadah, pengeroyokan Ahmadiah dan yang paling jelas sikap mereka mendukung RUU APP! PErtanyaannya kemudian jika Adang betul komit dgn pluralitas, SANGGUPKAH DIA BERHADAPAN DENGAN PKS ???
  23. From redi on 21 May 2007 21:17:41 WIB
    Pernyataan Dani seperti jg kader PKS lainnya selalu bersikap diplomatis kalo ditodong soal toleransi karena butuh dukungan utk menang pemilu dan pilkada. Tapi kenyatannya mereka pendukung RUU APP! Dan lihat jgua kata2 dani diatas, masa PSK dibilang hobi? emang ketrampilan aja cukup utk cari uang? emang orang gak perlu modal ? Keliatan sekali Adang dan Dani masih pake perspektif patriak dalam melihat soal perempuan dan PSK. TANYA PULA KE MEREKA SETUJU GAK POLIGAMI???? hehhe
  24. From dimas syukur on 21 May 2007 23:12:35 WIB
    Biasalah begini, org kalau lagi ada maunya. senyum di lebarin se lebar2nya.

    di depan publik sih keliatan baik, tapi gak tau deh di depan meja kerja ngapain tuh nantinya??

    ah saya sih kurang yakin dg PKS. Gak konsisten! hari ini ngomong A, hari ini ngomong B. contoh: dulu dukung RUU APP, skrg kata nya mau biarin anak2 muda bikin pesta2 tengah malem. ah gimana sih ... plintat plintut ...

    ngomong2 colongan start, sepengetahuan saya sih skrg blum start nya kampanye, tapi kenapa di tengah jalan dari tahun lalu banyak bgt ya spanduk yg gambar muke nya si adang ??

    ah tau lah .. kejujuran cuma ada di langit. jadi kalau ada yg ngaku2 bersih dan jujur saya sih gak 120 % percaya dg yg ngobral janji2 begitu .. mendingan gak usah janji sekalian dr pd nanti nyatanya memble!!

    salam
    dimas
  25. From Prasetyo Adhy Nugroho on 22 May 2007 11:01:35 WIB
    Kalo begini caranya saya pilih Adang-Dani aja dah...
  26. From bangpitung on 22 May 2007 11:22:49 WIB
    Kagak adil rasanye kalo kite belum liat calon gubernur yang satunye... (foke)

    kite semua mendambakan jakarta dipimpin oleh orang-orang yang berani janji dan berani ngebuktiin janjinye...

    ayo dong buat para pendukung foke... buktiin kalo foke Propruralis dan punya segudang solusi buat jakarta...

    Hadirkan dong diacara....GK

    jangan sampe kite pilih kucing pake topeng didalam karung....

    wasalam


    Bangpitung
  27. From Seto on 22 May 2007 12:22:00 WIB
    Bang wimar pertanyaan & pernyataanya maut !!, emang ga takut di cegat pas pulang dari "gubernur kita"? he he he...

    tepuk tangan yg meriah buat adang & dani yang dah berani datang di "gubernur kita", walaupun panelis & tokoh bertanya dg pertanyaan yg luar biasa canggih.

    bang wimar untuk acara "gubernur kita" selanjutnya minta ditayangin biografi dan profil cagub & cawagub DKI yang akan ikut dalam pilkada 2007.

    Seto
  28. From arul on 22 May 2007 13:36:43 WIB
    Adang Dhani, Still go step ahead, apapun calonnya, pilihannya tetap ADDA, eh abang none, babe nyak en sodara sodare jangan lupe ye, yuk rame - rame pilih oranye, siape ye, tentu aje adang dan dani, gue sih kagak mau ketipu 2 kali, semua emang jual kecap no satu, tapi pilihanku tetap satu, adang dhani gimane, setujuuuuuuuuuuuuuu....
  29. From Yoseph R Majella on 23 May 2007 12:30:14 WIB
    Saya lihat Adang-Dani ini orangnya jujur koq. Soal pluralitas saya percaya mereka akan komitmen dengan apa yg diucapkan. PKS, setahu saya selama ini banyak membantu masyarakat tanpa ditanya agama dan golongannya.
    Jadi nanti sayapun akan mengajak teman2, saudara dan lain2, meskipun bukan muslim untuk memilih pasangan ini.
    Saat ini kejujuranlah yang utama, bukan sekedar label dan simbol agama!
    Semua agama pasti mendukung KEJUJURAN!!!
    Semoga Bang Adang - Dani menjadi 'Gubernur Kita'!
  30. From hatijernih on 23 May 2007 12:33:04 WIB
    Ya Alhamdulillah kalau Kang adang sudah berani datang... artinya emang bener2 pengen jadi gubernur nih... ya dukung ADDA aja lah , yang lain belon kelihatan bagusnya.
  31. From redi on 25 May 2007 09:17:48 WIB
    kalo pada dukung Adang -Dani gpp tapi ini semua pada dukung POLIGAMI dan RUU APP kagak???? heheh...
    Malu2in kan nanti Jakarta Ibu KOta RI pejabat2nya istrinya 2 hehehhe APAKATA DUNIA ?!?!?!?

  32. From djono on 25 May 2007 10:39:15 WIB
    buat calon bikinan PKS kagak yakin tuhhhh......contoh aje ye sejak PKS muncul di Jakarta aye kagak pernah bisa Photocopy lagu2 paduan suara/Koor gereja...alias ditolak booooo!!!!dicari tau ternyata......basisnye PKS juga...ngerti deeee......sedih gw liatny (:


    Thx,
    djono
  33. From redi on 25 May 2007 15:38:23 WIB
    Adang dan Dani dan PKS2 lainnya terserah deh lo2 pada mo jadi gubernur kek, mentri kek, ato presiden kek sekalian, sebodo amat asal jangan ISTRINYA LEBIH DARI DUA!!! dan lebih penting lagi TOLAK RUU APP yg bikin cewek cuma kayak obyeknya cowok aja!

    Redi
  34. From firdaus on 25 May 2007 16:26:19 WIB
    kata gubernur sutiyoso pemain ketorprak jangan coba-coba jadi cagub DKI, satu lagi usul saya kapal keruk juga jangan coba-ciba jadi gubernur DKI, saya dengar dari kabar diluar ada cagub DKI yang terlibat korupsi ALKOM JARKOM, terus juga pengadaan 100 mobil timor ketika masih jadi pejabat di kepolisian, tapi biasa deh, kasusnya gelap, abis yang terlibat polisi sih. Negara kita ini bakal bener kalo tiga lembaga bener, kejaksaan, kehakiman dan kepolisian, kalo sekarang negera kita masih tidak benar itu artinya tiga lembaga ini belum benar, mengatur anggota yang 400 ribu saja tidak becus apa lagi ngatur warga jakarta yang jutaan
  35. From ira on 25 May 2007 16:27:41 WIB
    buat pak seto, akhirnya om wimar beneran dicegat abis acara GK. Bukan sekedar dicegat, dihentikan nafasnya di GK.
    turut berduka cita om!
    capek-capek memerdekan pers dari belenggu penguasa, sekarang penguasanya kongkalikong sama pengusaha, gini dah!
  36. From WeWeGombel on 25 May 2007 17:58:53 WIB
    Adang & Dani ternyata dah siap jadi Gubernur
    buktinya ya..berani ketemu rakyatnya
    Memberikan penjelasan..tentang programnya
    Meniadakan kebimbangan (bagi yg belum yakin akan dirinya)

    Saya yakin..yang kurang yakin dia jadi gubernur
    paling2 cuma masalah poligami, RUU APP,
    Pak dhe..pak de...
    Walopun yang mimpin negeri ini ga(stuju) poligami, nolak RUU APP...
    TAAAAPIIIII...PEJABAT MACEM INI MELIHARA ISTRI SIMPENAANN YANG JUMLAHNYA bisa tersebar dimana-mana, kalo malem mampir di pinggir2 jalan,slingkuh dgn temen, BIKIN VIDEO PORNO (MACEM YZ-ME), JUDI dll. Liat deh pejabat sekarang2 ini baik daerah ato pusat!!??MORALNYA???aduuuhh amburadul.
    Yuuuk...mariiii
    menilai calon gubernur dengan intelek laah
    inti masalah di Ibu Kota apa???
    kemiskinan (ekonomi), kesenjangan sosial, lapangan kerja dll
    ITU YANG HARUS DIJAWAB PARA CALON GUBERNUR !!!

    thanks
  37. From redi on 25 May 2007 20:05:47 WIB
    Mas Wewe Gombel yg seru.. emang bener soal kesenjangan ekonomi itu masalah makanya perempuan harus makin di hargai. Lah ini, dgn RUU APP perempuan malah makin terikat gak bsia kerja...gmana mo mecahin kesenjangan sosial???? nanti kalo terjun jadi PSK salah lagi, di tangkep2in krn dibilang hobi....(lihat tuh komentarnya di Dani di atas.hehhe masa PSK hobi!?!?!?!) POKOKNYA YANG PUNYA ISTRI LEBIH DARI SATU BAIK LEGAL (POLIGAMI) MAUPUN GAK LEGAL (SIMPENAN) HARUS DIBERANTAS!!!!! SOAL POLIGAMI ini PENTING KALO SOAL BIRAHI AJA GAK BISA NGURUS, GIMANA SOAL JAKARTA? NANTI kan Banyak godaannya.. jgn2 nanti ujungnya para pejabat DKI kayak bang Rhoma lagi merasa harus nyelamatin tiap perempuan dengan nikahin mereka hahahah nyelamatin ato birahi???? hihii
  38. From ginzar ganteng maknyos!! on 28 May 2007 12:24:14 WIB
    adang-dani,...siip deh!!
    apalagi di dukung ama Pe Ka eS makin tambah yakin ajah...calgub nyang laen...ke laut aja!!(biar dimakan ikan hiu) hihihi
  39. From dani on 29 May 2007 20:57:42 WIB
    satu kata untuk bang ad-da (adang-dani) 'MAJU' ! buat bang ww saya sarankan utk bikin ww fans club, hanya untuk orang2 yang berani berkata benar dan bijak, cerdas dan jujur.
  40. From Q_Q on 01 June 2007 14:01:07 WIB
    ASS. PAK ADANG-DANI MEMANG SANGAT BAGUS DALAM MENJAWAB PERTANYAAN YANG DIAJUKAN, KALO PAK WIMAR MENJAWABNYA FRONTAL. SIIP DEH... MEMANG HARUS BEGITU SEBAGAI GUBERNUR BERANI HADIR DAN TIDAK MAIN BELAKANG. TAPI BAPAK ADANG HARUS JUGA MEMPERHATIKAN ISU-ISU UNTUK MENJATUHKAN BAPAK SEPERTI KASUS ALKOM DAN JARKOM, BAPAK HARUS BICARA DAN MENJELASKAN DAN BERANI UNTUK MENGHADAPI ORANG-ORANG YANG MENCOBA MEMPERLEBAR KASUS TERSEBUT. UNTUK PARA PEMBACA INI ADA SEDIKIT KUTIPAN DARI BAPAK ADANG YANG DIAMBIL DARI DETIK.COM "(Pansus) itu semua berkaitan dengan urusan internal lembaga DPR. Silakan saja. Itu biar dewan yang menilai (KASUS ALKOM & JARKOM). Kita akan terbuka," kata Wakapolri Komjen Pol Adang Dorodjatun.
  41. From cheko on 09 June 2007 09:50:08 WIB
    Assalamu'alaaykum wr wb.
    wah, menurut aye nih tuh calon berdua emang udeh kebukti plural. orangnye "jentelmen", berani, jawabannye lugas, cerdas, dan berusaha kagak nyinggung hati orang laen. ya, aye jadi ngedukung deh, mudah-mudahan jadi DKI 1 dan DKI 2 yang amanah, amien...
    Wassalaamu'alaykum wr wb
  42. From joey on 12 June 2007 17:38:36 WIB
    wah bang redi atur napasnya... sisain buat cagub lainnya atawa ini menyangkut rezekinya ya..
    jangan kwatir, asal mo susah2, mo bekeringat rezeki ga kemana.. setuju dg yang susah2 trus dapat ato yang gampang2?
    Buat cagub lainnya mana neeh?
  43. From Indra on 14 June 2007 23:53:26 WIB
    wah bener banget tuh kayaknya si Redi takut lahan rezekinya hilang...hahaha... ^_^

    pokoke maju terus Adang-Dani!!
    Ganbattee...!!!

    Masalahnya partai yang nyalonin aja PKS yang udah terbukti kredibilitasnya (soalnya yang nulungin kampung gw dari dulu pas banjir ya cuma PKS, klo ada yang bilang itu kampanye kenapa ngga pada kampanye aja semua partai supaya rakyat jadi tambah ringan bebannya, kenapa cuma PKS yang peduli?)

  44. From mel on 21 June 2007 17:44:25 WIB
    kl lg kampanye semuanya tebar janji dan pesona, jd ucapan dan janji itu tidak bisa dijadikan jaminan pd saatnya nanti sdh terpilih. Selama ini kita spt beli kucing dlm karung, habis manis sepah dibuang. Mana dari dulu diskriminasi dijalankan tanpa malu2 terkadang dgn dalih yg nora. Contohnya ingin membangun gereja saja ijinnya makan waktu puluhan tahun sdg kl bangun mesjid tdk perlu minta ijin kiri kanan langsung bangun bahkan jalanpun ditutup kl jumatan. Tolong janji Adang bisa dibuktiin ngga kl sdh terpilih. Keamanan dijalan, perempatan bebas pengemis, pengamen dan PKl sangat dirindukan warga Jakarta.
  45. From didi ortek on 22 June 2007 10:49:42 WIB
    psk yg hobi emang ada loh jd mereka ninggalin jubah psk (psk kan profit) menjadi non komersial...betul banget bang Dani ada (tidak semua) psk yg emang dasarnya g mau kerja keras,maunya gampang cr uang. gt loh bung redi.
    poligami sih urusan pribadi,agama lain (selain islam) mungkin melarang hal ini, tp bagi sebagian kaum muslim kan membolehkan ya udah hormatin dunk. yg penting ga UU keharusan poligami,emang jaminan yg ga poligami ga ada KDRT-nya? KDRT terjadi justru sebagian besar akibat tekanan ekonomi.
    Buat saya Adang-Dani lebih baik dr Foke. Masak pake APBD buat kampanye bkn korupsi? kalo acara/agenda pemda DKI kok tampang Foke mlulu,kan Bang Yos belom pensiun. aneh!!
  46. From ketua forkabi on 26 June 2007 00:47:48 WIB
    Assalmualaikum semue...
    waduuh...gimane neh bang foke kite jadi serem juga nih disini.abang muncul dong di GK,biar ga malu-maluin kite semue.kalo gini ceritenye,bisa2 anak2 ga jadi nih milih abang.aye juga agak ragu2 nih.
    bener ga nih abang orangnye bisa dipercaye?
    abang juga kasih tau tuh orang2 kalo abang ga make duit apbd buat kampanye.
    gimane bang foke?
    keluar dong
  47. From wibowo on 26 June 2007 15:18:51 WIB
    kurang setuju sama caranya foke yang pake aparat pemda buat menangin PILKADA. sampe aparat di tingkat kelurahan solid bgt bantuin foke. Ka.RT Ka.RW, Lurah, DEKEL, Pol PP dsb. mulai dari masangin spanduk foke, persulit pdaftaran, sampe nyopotin spanduk lawannya. busyet deh... emang ga punya kader bang??? mereka2 itu kan pelayan masyarakat harusnya netral dong...
  48. From Garing Rahardjo on 27 June 2007 13:55:58 WIB
    PKS kenape jadi begini ye, ape kagak saleh nih ngedukungnye, ape udah diteliti bener2 darimane tuh harte 17 milyar, ape pantes polisi punya harte segitu mbludaknye. Jangan2 PKS kena sirep kali ye. Kalu ngeliat hartenye, kedue-duenya kagak pantes dipilih. Pantesnye sih dipenjare aje. KPUD nyaratin kudu ngeloporin harte buat ape ye kalo kagak diteliti dari mane tuh harte didapetnye. Buat mantes2in aje kali ye, he...he..he. Mending Golput deh, kagak dose jadinye. Soalnye kalo milih pemimpin yang udah jelas2 kagak jujur.....dose dong.
  49. From Engkong HAJI MA\'NAWI on 27 July 2007 14:58:49 WIB
    Ane bingung karang ame PILKADAL??!! sejenis apa ini.... maklum ye...ane manusia jadul, karang kan jaman reformasi..maaf ye ude tuwe.. .perasaan jaman cang ato dulu, calon Gubernur yang terpilih adem ayem aje tuh, kaga ada yang ngumbar2 congor gitu, kagak perlu demo, kagak perlu tampil saat saat kampanye, kaga perlu poster, kagak perlu arak2an, ape lagi ngasih duit untuk nyoblos, tapi kerjanye beresss... Suryadi Sudirja contohnya, prestasinya boleh dibilang sukses, kayaknya amanah kite semua masih bisa di tampung....aman, bersih, maju...kalo karang Pak Adang menang...tidak mungkin tidak partai pendukungnya bakalan mendapat jatah duluan, begitu juga ame yang laennya, ada 20 partai...Masya Alloh...mudah2an kage berebutan ye...pade!!! lantas mau kemane ane ntar??? makenye, biar lo..lo pade kagak kebingungan penonton...mendingan ikut engkong aje dah GOLPUT!! netral, biarlah mereka berebut sesuatu yang belum tentu kite bisa nikmati.. mau kemane kiteee......awas ye...tetangge rayuan GOMBAL!!!...Golput aje ye....mendingan kage Dose!!!!percaye deh.....

« Home