Articles

4 Modal Menjadi Entrepreneur (Ternyata Bukan Uang)

Wimar's World
28 March 2007

Inspirasi dari Entrepreneur

Laporan oleh Hayat Mansur

Walau banyak kasus korupsi dan persoalan lainnya, ekonomi negara kita bisa tetap berjalan. Ini tentu saja berkat ada penggerak-penggerak di masyarakat yang tidak tergantung pada peraturan dan pemerintah. Mereka yang jarang diketahui orang ini disebut entrepreneur. Ini beberapa dari mereka dan upaya yang telah dilakukan untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita.

Wimarís World Rabu malam (28/3) menghadirkan tiga orang entrepreneur yaitu Bob Sadino (pemilik supermarket Kem Chicks), Hadrijanto Satyanegara (PR Manager Patrakom), dan Fred Hehuwat (salah satu pendiri Yayasan ASHOKA Indonesia). Mereka adalah orang-orang yang tidak putus asa bahkan bersemangat dan memberi contoh kepada kita. Berikut potongan percakapan mereka dengan Wimar Witoelar.

Empat Modal Entrepreneur

Wimar: Katanya, Anda dulu pelaut, lalu bagaimana Anda bisa sampai menjadi entrepreneur dengan membuka supermarket?

Bob: Sederhana saja. Saya dulu bekerja di negeri Belanda dan berkeliling Eropa. Ketika kembali ke Indonesia, saya melihat telor di sini berbeda dengan telor yang saya lihat di Eropa.

Wimar: Apa bedanya?

Bob: Beda bentuknya. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.

Wimar: Apakah saat itu Anda sudah ahli ayam atau telor?

Bob: Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.

Wimar: Apakah Anda mempunyai banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?

Bob: Bank hanya untuk menabung saja

Wimar: Jadi tidak betul orang membutuhkan modal untuk membangun usaha baru.

Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menterjemahkan modal itu hanya benda yang bisa dilihat dan dihitung saja, pokoknya uang. Sebetulnya ada modal yang tidak bisa dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi entrepreneur yaitu,

  1. Harus mempunyai kemauan
  2. Tekad yang bulat
  3. Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang di luar sana termasuk di dalam badan kita sendiri

Wimar: Bob, saya bertemu banyak sekali orang yang ingin menjadi enterpreuner. Katanya, itu susah sekali karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak berpihak pada pengusaha. Bagaimana ini Bob?

Bob: Ketiga faktor tadi belum membuat seseorang untuk masuk menjadi enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tahan banting.

Manfaatkan Teknologi

Wimar: Kita beralih ke Hadrijanto. Perusahaan Anda menyediakan sarana telekomunikasi di perusahaan terpencil. Bagaimana perusahaan Anda bisa berbisnis di daerah terpencil?

Hadrijanto: Kita melihat ada peluang usaha dan keterbatasan saran telekomunikasi terutama di luar Pulau Jawa. Mereka mempunyai kebutuhan dan terkadang mereka memiliki uang. Telekomunikasi itu bukan lagi kebutuhan sekunder tapi sudah primer. Karena itu kita berupaya membantu menyediakan sarana telekomunikasi di daerah terpencil.

Wimar: Berapa banyak dan dimana contohnya?

Hadrijanto: Di Kalimantan Timur seperti di daerah pedalaman Samarinda, Tabang. Kalau sekarang jumlahnya sekitar 150 unit

Wimar: Jadi karena daerah terpencil maka mereka mesti wireless. Jadi dipergunakan satelit.

Hadrijanto: Iya, kita mengadakan warung telekomunikasi satelit (Wartelsat).

Wimar: Kuncinya di sini mahal tapi kok bisa dikerjakan dan orang tidak membayar mahal. Jadi, siapa yang memberikan dukungan sehingga ini tersedia?

Hadrijanto: Sebenarnya yang mendukung itu teknologi. Kita memanfaatkan teknologi yang ada. Kita melakukan rekayasa teknologi di dalamnya sehingga kita bisa. Secara kualitas memang tidak bisa mencapai seperti cyber atau berlangganan, tapi untuk daerah terpencil cukup memadai agar ada sarana telekomunikasi.

Wimar: Apakah investasi itu akan kembali dari sisi uang?

Hadrijanto: Mungkin bukan kembali tapi kita berusaha mencapai break event point saja. Itu sudah bagus.

Wimar: Itu mungkin perbedaannya antara perusahaan tempat Anda bekerja dengan Bob Sadino. Kalau Bob, pure entrepreneur yaitu investasi dan uang kembali. Sedangkan Anda, ada yang investasi dan kembali dalam bentuk menyenangkan masyarakat.

Social Entrepreneur ASHOKA

Wimar: Ini yang ketiga Fred Hehuwat. Dia pada 1983 mendirikan Yayasan ASHOKA Indonesia. Saya tahu karena turut mendirikannya, tapi saya tidak tahu kelanjutannya. ASHOKA memakai konsep social entrepreneur. Apa konsep itu dan apa yang dikerjakan Ashoka saat ini?

Fred: Kalau kita biasanya mengaitkan dengan kegiatan ekonomi. Memang lahirnya istilah social entrepreneur ini dari Ashoka. Kalau kita membandingkan sektor ekonomi dan industri yang perkembangannya sangat maju maka bidang sosial seperti pendidikan dan kesehatan tertinggal. Kalau kita melihat kondisi di Indonesia, kondisi sosial merupakan yang sangat parah. Siapa yang menangani ini? Biasanya kita menggantungkan harapan pada pemerintah. Kita semua tahu pemerintah banyak keterbatasannya. Kalau ini tidak ada jalan pintas yang diciptakan maka keadaannya makin lama makin ketinggalan.

Wimar: Apa orang yang dibina ASHOKA?

Fred: Kita membina orang-orang yang memiliki program-program entrepreneur. Awalnya, seseorang melihat keadaan, mengenal lapangan, mempunyai ide cemerlang, mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah, tidak tergantung fasilitas, dan sebagainya, maka ide cemerlang itu akan kita bantu. Kita mencari orang-orang seperti itu.

Wimar: Berapa orang yang sudah dibina sejak 1989?

Fred: Sekarang ada sekitar 140 orang di Indonesia.

Wimar: Ini konsepnya internasional. Kalau dengan contoh konsep internasional, kita mungkin lebih mengerti social entrepreneur itu?

Fred: Kalau kita melihat social entrepreneur yang top adalah Muhammad Yunus dari Banglades dengan program di Grameen Banknya sehingga meraih hadiah Nobel. Idenya itu yang paling unik dan bagus.

Wimar: Kalau saya membaca di brosur Anda, ASHOKA banyak juga bergerak di daerah-daerah. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi di sana?

Fred: Saya kira mereka tidak akan menunggu sesuatu tapi melihat keadaan. Kemungkinan-kemungkinannya berbeda. Kendalanya juga berbeda. Jadi mereka sama sekali tidak menunggu sesuatu dari luar. Dari mereka sendiri tumbuh ide, "Oh, keadaannya begini. Ini yang bisa saya lakukan."

Wimar: Bagaimana Anda memilih orang yang akan dibina itu?

Fred: Saya kira kita memang memilah-milah orang terutama berdasarkan penilaian,

  1. Apakah idenya itu baru?
  2. Apakah orang yang melakukan itu, menurut penilaian kami, mempunyai kemampuan?
  3. Bagaimana dampaknya ide tersebut? Kalau dampaknya kecil maka kita tidak tertarik.

Wimar: Kalau Bob Sadino 50 tahun lalu yaitu saat masih remaja, apakah bisa menjadi pilihan ASHOKA? Apakah syarat-syarat yang ada pada diri Bob itu yang dicari ASHOKA?

Fred: Mungkin sifat-sifatnya iya, tapi bidangnya mungkin tidak. Bob tentu ingin berhasil secara komersial, sedangkan yang kita nilai adalah bagaimana dampaknya pada kehidupan sosial.

Alfi (penelpon dari Bekasi): Saya sangat tertarik dengan Yayasan ASHOKA Indonesia. Bagaimana mekanisme kontrol terhadap orang yang didukung sebagai entrepreneur di ASHOKA?

Wimar: Jadi pertanyaannya bagaimana niat baik orang tersebut bisa dikontrol?

Fred: Pertama, kita memiliki jaringan yang cukup banyak sehingga dapat memberi informasi ke kita. Kedua, kita tentu memonitor bagaimana perkembangan selanjutnya dari orang yang didukung. Sesungguhnya ASHOKA sendiri tidak mau banyak mengontrol. Kalau entrepreneur mau berkembang jangan terlalu banyak dikontrol, jadi kita hanya memonitor saja.

Dampak Perubahan Pemerintah

Wimar: Kita telah mengalami perubahan drastis pemerintahan sejak 1998 hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah ada perbedaan perubahan tersebut untuk masing-masing bidang entrepreneur?

Fred: Sangat berbeda. Dulu kita untuk mendirikan ASHOKA harus mengumpet-umpet. Sekarang sangat leluasa

Bob: Iya ada perbedaan. Tapi Saya dari dulu tidak tertarik dengan pemerintah. Saya hanya ingin kami jangan terlalu banyak diatur-atur karena yang tahu mengenai usaha saya adalah saya.

Hadrijanto: Kalau kita melihat lebih baik sekarang karena peraturan pendukungnya jauh lebih baik dan sikap dari teman-teman daerah juga sudah lebih terbuka.

-

Anda merasa diri entrepreneur sukses? Bagi tips dong. Tulis di bawah.

Print article only

97 Comments:

  1. From dr. M on 29 March 2007 15:48:44 WIB
    Saya kira topik ini sangat menggugah terutama bagi kita yang hidup di negara yang sebagian besar penduduknya masih mengincar predikat pegawai negeri ini. Kewirausahaan bukanlah bakat, namun ia dibentuk oleh pola budaya masyarakat yang kuat. Masyarakat Tionghoa di Indonesia sudah lama memiliki dan mengembangkan budaya kewirausahaan ini sehingga banyak wirausahawan sukses di Indonesia berasal dari kelompok masyarakat ini.
    Semangat dan keuletan yang dimiliki oleh Om Bob Sadino sulit kita temui di jiwa sebagian besar masyarakat kita. Sementara akses masyarakat ke lembaga mulia seperti ASHOKA masih belum terakomodasi dengan baik. Oleh karena itu jiwa kewirausahawan perlu ditanamkan sejak dini baik di rumah maupun di sekolah. Sesuatu yang telah diterapkan masyarakat Tionghoa Indonesia sejak lama.
  2. From Rangga on 30 March 2007 01:02:02 WIB
    mungkin media bisa membantu memasyarakatkan jiwa entrepreneurship dengan program2 yang menarik, pengusaha harus dijadikan idola juga (jangan cuma artis2 bermasalah dan pocong aja yang sering mampir di TV), tujuannya biar anak2 muda punya panutan dan tahu gimana kehidupan seorang entrepreneur, "sukses-gagal" nya dan filosofi2 hidupnya.

  3. From Lukman Nul Hakim on 30 March 2007 02:47:51 WIB
    Jiwa kewirausahaan bisa dibentuk, itu bukan sesuatu yg herediter. Setuju sama dr.m, bahwa lingkungan keluarga sangat penting dalam proses pembentukan jiwa usaha tsb. Kebijakan pemerintah yang kondusif dan komprehensif juga sangat penting. Dari pemberian kredit mikro sampai kurikulum pendidikan yang merangsang jiwa usaha.

    Saya sendiri contoh hasil binaan keluarga, lahir dari keluarga wirausaha, tahun 99 saya mendirikan Quick Study Centre, sebuah lembaga kursus bahasa asing. Konsepnya sosial bisnis, dalam 1 kelas (13 orang) ada 1 ato 2 anak yatim. Alhamdulilah sudah berjalan 7 tahun 3 bulan, InsyaAllah kalau dapet kredit akan cetak buku sendiri :) Seneng rasanya bisa lihat anak2 kita bercuap2 dalam bahasa asing.

    Ayo kawan2, lakukan sesuatu untuk orang2 disekeliling kita, sesuai dengan kompetensi kita tentunya. Kayaknya Bang Wimar, tugas sosial yang paling pas adalah memberikan pencerahan ke masyarakat, biar orang Indonesia tambah pinter. How bout U? Life is much more precious if you are beneficial for others, isn't it?? ;)

    www.psychology-indonesia.blogspot.com
  4. From Nukman Luthfie on 30 March 2007 09:26:33 WIB
    <em>Bob: Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.</em>

    Ucapan om Bob ini sangat menarik. Saya juga merasakan, ketika mengawali sebagai wirausaha, titik "tidak mengetahui apa-apa" ternyata merupakan komponen yang amat penting. Saya menjadi tidak terkungkung oleh pola berpikir yang ada. Otak saya bebas mau berusaha apa saja, sesuai dengan passion dan skill yang saya punyai. Bukan dikungkung oleh pemahaman umum.

    Bang Wimar, saya usul, statemen om Bob ini digali lagi, agar bisa menghasilkan semakin banyak lagi pengusaha-pengusaha yang think out of the box seperti beliau.

    Salam
    Nukman Luthfie
    www.virtual.co.id/blog
  5. From esti on 30 March 2007 14:55:00 WIB
    Om Bob memang selalu mempesona, yang luar biasa adalah semangat kewirausahaan yang dengan segala upaya selalu ingin beliau tularkan kepada siapapun thanks bung WW talkshow anda sangat bermanfaat.
    Keberanian Om Bob untuk berpenampilan berbeda adalah suatu upaya untuk membuat orang memperhatikan lalu mempelajari apa yang telah beliau lakukan. Yang membuat saya hormat kepada Beliau adalah kiatnya untuk melakukan apa yang mungkin kita bisa lakukan dengan apapun yang ada didepan mata kita, karena yang kecil bilamana dilakukan dengan sunguh-sunguh dan dedikasi yang utuh akan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan pada saat awal melakukannya.
    Pernyataan bahwa keberhasilan adalah suatu akibat, kegagalan adalah pembelajaran yang berharga, Saya sangat sependapat dan bahwa bagi kita merupakan suatu kehormatan untuk bisa melakukan sesuatu sekecil apapun, dan kita sendirilah yang harus memberikan apresiasi atas usaha dan upaya kita dalam mengerjakannya. Dari sana saya percaya keberhasilan tidak akan jauh dari jalan tersebut.
  6. From dmitri on 30 March 2007 19:52:57 WIB
    seperti biasa saya selalu telat membaca artikel yang luar biasa!

    terima kasih buat om Bob yang mengkonfirmasikan tentang ketidak tahuan sebagai hal penting. buat apa kita jadi matang kalau konsekuensinya adalaha membusuk. yuk, kita stay green {ini beda sama anggur yang difermentasi, makanya better with age}.

    terima kasih om WW!! kalaupun saya punya tv show atau situs sendiri, belum tentu om Bob mau dateng berbagi {belum tentu dia mau saya panggil om}.
  7. From rony on 30 March 2007 20:30:55 WIB
    terlihat bob yang selalu menghela nafas, ketika teman2 yang lain berpendapat..tidak perlu di pungkiri dia adalah salah satu 'de best Entrepreneur di indonesia..tapi helaan dan komentar(nada suara, gerak bicara) seakan dia lebih tahu( mungkin persepsi saya saja)

    ada satu hal yang saya dengar waktu wimar berkata, kutipannya kurang lebih "berarti saya gak bisa pake kursi roda kesana (ke pedalaman)"....memang bung wimar sakit? hingga pakai kursi roda...kaget rasanya ketika salah satu idola saya sakit dan memakai kursi roda.... :)
  8. From Ria Wibisono on 31 March 2007 20:28:10 WIB
    Kalau ada yang bilang masyarakat Tionghoa cenderung sukses sebagai entrepreneur, menurut saya nggak juga. Mungkin faktornya karena orang Tionghoa di Indonesia berasal dari daerah yang masyarakatnya memang pedagang, jadi sudah ada kebiasaan dagang. Tapi ada juga yang nggak, contohnya sebagian orang Tionghoa di Singkawang yang kalau nggak salah nenek moyangnya nelayan, jadi mereka hidup dari melaut dan sampai sekarang kebanyakan dari mereka masih hidup miskin. Ada juga yang berpendapat, orang Tionghoa cenderung jadi businessman karena jalur hidupnya ya cuma itu, mau bergerak di bidang lain banyak dibatasi karena adanya diskriminasi. Tapi sekarang sudah reformasi, sudah banyak orang Tionghoa yang bergerak di bidang lain, bukan sekadar bisnis.

    Kalau dikatakan entrepreneur jangan kebanyakan diatur, bener banget tuh. Kebanyakan orang justru berkembang kalau diberi kebebasan. Makanya banyak perantau yang sukses, karena di tanah rantau mereka bisa lebih bebas. Kalau di kampung halaman mau macam2 kan banyak yang kenal, nggak enak. Lagian sudah dalam comfort zone, mau cari apa lagi coba. Tapi di rantau mereka harus menghadapi tantangan baru. Ada yang jadinya bisa out of the box, dan kadang potensi2nya pada keluar, terus jadi sukses.

    Soal Om Bob yang nggak tau apa2 soal ayam, tapi bisa jadi businessman sukses, saya rasa memang berkaitan. Orang yang banyak tahu kadang jadi dibatasi sama pemikirannya sendiri, sudah merasa cukup banyak tahu, dan pemikirannya sudah terbentuk, sulit diubah2. Kalau nggak tahu justru kan jadi rajin cari tau, berani mikir yang 'aneh' karena pemikirannya masih bebas, nggak terkonstruksi. So, bagusnya sih biar banyak tahu, tetap belagak nggak tahu aja terus, hehehe....

    http://riawibisono.wordpress.com
  9. From Adhi IPMI Business School on 01 April 2007 12:33:52 WIB
    Well it was intersting. Kebetulan saya juga nonton langsung di JakTV namun karna tiba-tiba gambarnya jadi kabur karna antena digoyang angin akhirnya saya ganti channel. Saya setuju dgn Mas dr. M, bahwa entrepreneur is not given tapi sebuah proses. Bahkan Mr. Ann Wang Seng melalui bukunya "Rahasia Bisini Orang China" dengan keras menapar pundak saya bahwa "kesuksesan majority orang China dalam bisnis bukan krn bawaan lahir", tapi kita juga tdak menutup mata bahwa menang ada some people yang terlahir dengan bakat alami, namun semuanya itu juga harus di-sinegikan dengan personality.

    Satu lagi Om Wimar... buat Om Bob Sadino, saya pengagum and Om, You are ROCKS!
    sukses selalu buat Om Bob dan Om Wimar
  10. From wardoyo on 02 April 2007 08:11:04 WIB
    Saya sangat senang dengan adanya acara - acara yang membahas tentang entrepreneur, semakin banyak acara ini di tayangkan di statiun TV Negeri maupun swasta akan menggugah masyarakat kita untuk membuka usaha sendiri.berharap dengan acara seperti ini akan makin banyak pengusaha - pengusaha sukses baru.biar para lulusan dari universitas berkurang mental kulinya.Jangan cuma sinetron ABG kaya dan Horor Yang makin Bikin mental anak-anak kita jadi Materialistis & Musyrik.Jangan ngandelin pemerintah.apalagi wakil rakyat yang di DPR yang hanya memikirkan keluarganya sendiri.
  11. From Daddy on 04 April 2007 09:32:10 WIB
    Saya setuju 100% dengan Om Bob kalau tekat kita memang harus 100% dalam menjalankan bisnis jadi modal baru nomor 2. Tapi akhir-akhir ini saya ragu karena sejak berusaha tahun 1999 sampai sekarang 2007 omzet usaha saya makin turun tergerus oleh pengusaha-pengusaha bermodal besar karena mereka bisa membeli barang dibawah harga modal saya, mau pinjam kredit ke Bank takut nggak kebayar karena omzet turun terus. Mohon saran Om!
  12. From Amin Suar on 17 April 2007 12:06:28 WIB
    Saya pernah punya usaha jasa pengiriman dokumen dan paket (frenchaise) dari Priority Cargo and Package (PCP). Saya buka counter di Jatiwaringin Pondok Gede. Dalam tiga bulan pertama, usaha frenchaise jasa pengiriman saya lumayan berjalan baik dengan omzet tidak kurang dari Rp.800.000/bulan dan pada bulan keempat saya dapat order pengiriman perabot rumah dari customer saya yang pindah ke Kendari seberat +/- 20 ton dengan biaya kirim sebesar Rp.9,7 juta. Ya, lumayan dapat margin 20% sebagai penghasilan saya. Tapi sayang, usaha saya tersebut akhirnya tutup karena saya tidak ada uang sebagai modal kerja untuk biaya sewa counter. Dari ilustrasi tersebut, dikaitkan dengan modal pegangan menjadi enterpreneur sebagaimana Om Bob sampaikan, rasanya saya sudah memenuhi ketiga kriteria Om Bob,yaitu saya sudah mempunyai kemauan, sudah mempunyai keberanian mengambil peluang membuka usaha frenchaise PCP dan tekad bulat, tetapi pada akhirnya saya belum menjadi enterpreneur karena usaha saya tutup. Jadi, menurut saya disamping ketiga modal menjadi enterpreneur seperti yang Om Bob sampaikan, modal keempat adalah harus punya modal kerja yang cukup minimal untuk membiayai operasional selama 1 tahun sebelum usaha tersebut mampu membiayai sendiri dari penghasilannya.



  13. From bagus on 19 May 2007 20:27:12 WIB
    saya setuju banget ama 4 faktor dari om bob, sekarang sedang mengambil peluang yang ada dengan membuka usaha sendiri..
    @amin suar
    untuk modal saya rasa perlu perhitungan juga sebelum memutuskan untuk membuka usaha

    GOOD LUCK !!!
  14. From _prast on 31 May 2007 10:10:07 WIB
    bagus...terus sosialisasikan wirausaha. bangsa kita bangga dan berfikiran bisa kaya kalo jadi PNS. mudah2an virus wirausaha ini tumbuh dan makin menyebar...
  15. From Mada on 22 July 2007 01:30:18 WIB
    Apakabar om Bob? kapan kita bisa ngobrol 2x lagi?
    Yup saya setuju sekali dengan Om Bob, mmg bukan uang yang menggerakkan kita menjadi Entrepreneur yang tangguh. Tapi Kemauan, dan klo menurut saya lengkapnya lagi, adalah kemauan dari HATI (tidak hanya logika).

    Sebab jika tidak dari HATI, atau hanya duit oriented, kita sulit menjadi Entrepreneur yang Tangguh, karena akan merasa berat dan serasa lama untuk mencapai kesuksesan. Namun jika dari HATI, proses yang kita lalui menuju kesuksesan akan terasa nyaman dan tidak terasa.


    Salam,

    MADA (www.mahadaya.com)
    Founder Entrepreneur Partner Community
    www.EntrepreneurPartner.wordpress.com
  16. From hadie on 13 August 2007 07:43:39 WIB
    om bob, saya seneng udah bisa masuk ke zona entrepeneur,saya setuju ma temen2 yang udah mulai usaha tapi kurang berkembang padahal banyak banget kesempatan yang datang,tapi ga bisa digarap serius karena biasa kasus klasik, kurang modal, om bob bagi bagi lagi ceritanya dong terutama pas lagi kurang duit heheh,
    Om Wimar, ente jeli juga liat komunitas bisnis kaya gini ente sediain tempatnya kita semua jadi plong tengku ya
    nuhun...
  17. From Arham on 08 September 2007 10:48:18 WIB
    Whoa , this topic it's so excellent to posted
    Arham...eh saya aja deh :-)
    Topik ini sangat - sangat keren, tapi perlu
    diselaraskan, maksudnya topik ya... akan terus jadi
    topik kalau ngak dilaksanakan.
    Sungguh masyarakat kita khususnya teman -teman saya(saat ini saya masih kuliah di UI)
    saya teringat teman saya yang baru saja lulus, dia jadi job seeker sekarang
    dan ada beberapa teman saya & dia yg sudah dapat kerja, memang di perusahaan
    minyak di Total(perusahaan minyak asal prancis ) gaji memang besar.
    Tapi bagaimana jika dia nanti menjelang masa pensiun, okelah dia
    akan mempersiapkannya, tapi gimana dia bisa bertahan dan sukses(general sukses mindset)
    lah dia tidak berpikir seperti para Entrepreneur bagaimana bisa bertahan, karena para Entrepreneur
    adalah seorang penggerak, risk taker, tidak takut miskin, menikmati semua kegagalan
    dan kesuksesan,tidak cengeng dan tahan banting. dan yang terpenting bagi mereka modal
    yang utama bukanlah modal tangible(seperti , duit,traktor,cangkul, rumah ,atau toko)

    masyarakat kita harus disadarkan untuk tidak
    lagi bangga menjadi employee/ jadi karyawan/ manager / direktur.mereka perlu disadarkan
    pula bahwa mereka memiliki penghasilan yang jelas pada posisi masing-masing yang tidak akan meningkat sampai
    ke posisi berikutnya atau habis ketika pensiun.
    kita ambil contoh Om Bob, dia sudah pensiun 15 tahun tapi keuangan terus berjalan bahkan meningkat
    karna dia owner dan bukan pegawai, karna dia cerdas bukan pintar.Justru orang yang pintar cenderung
    sekali untuk tidak mungkin menjadi Entrepreneur.

    Karna bangsa kita sudah dijajah 3,5 abad tentu sulit menghapus budaya feodal yang salah
    satu bagiannya budaya bangga menjadi karyawan.maka perlu ditanamkan sejak dini jiwa
    Entrepreneurship(sikap simplicity, leaderhip,tahan banting,risk taker, dan broke the grey system) demi masa depannya.
    jadi jangan lagi berpikir cari tau dulu sebanyak mungkin disekolah baru diaplikasikan,
    justru hal ini yang akan mengekang anda untuk berindak...setuju!!!

    Arham www.Entrepreneurid.wordpress.com
  18. From Diki Maulana on 28 October 2007 21:26:32 WIB
    Salam untuk semua,,
    Maju terus para enterpreneur..... cari peluang sebanyak mungkin..... jadikan uang bekerja untuk anda... jangan bekerja untuk uang.


    Wassalam.
  19. From asep hakim on 30 October 2007 03:06:54 WIB
    Salam untuk semua,,
    betul kenapa harus pake modal, yang penting kemampuan aja, klo dah dapat utung ditabung buat memperluas usaha, trus jangan berhenti untuk mencari ilmu/belajar, saya usaha servis elektronik dari modal Rp.20.000,- buat spanduk dan alhamdullilah skarang dapet Rp 700.000,- perbulan lumayan buat sampingan, dari pada kerja ditoko orang 1 bulan Rp,700.000,- liburnya cuma hari minggu, masuk jam 08:00 s/d 16:00, cape deeh, lumayan usaha saya walau pun masa kerja -/+ 13 hari dapet deh Rp.700.000,- perharinya cuma 4 jam hehe,ya buat smua yang pengen nyoba, slain kata om tadi, jangan lupa buat cari ilmunya dulu , baru mulailah kita buka usaha, rajin-rajinlah cari referensi banyak kok di internet ok,and jangan lupa nabung ok, biar modal nggak kekurangan,
  20. From ERVAN SANTOSO.ITS on 08 November 2007 10:36:30 WIB
    saya sangat terkesan sekali membaca pernyataan yang di tegaskan oleh om BOB, 4 modal tersebut membuat saya menjadi bersemangat untuk terjun ke dunia entreprenuer, walaupun status saya sekarang masih mahasiswa.Ada kemauan dan tidak cengeng adalah kunci utama tuk berwiraswasta,apalagi menghadapi peraturan pemerintah yang ada kalanya tidak memihak pada bsnis yang kita jalankan.Tema yang di bawa om Bob ini sungguh the best,begitu juga dengan hardijanto and fred.
  21. From rido on 03 December 2007 16:57:26 WIB
    duh,,,thanks banget ya,,
    aku jadi punya inspirasi buat menjadi yang lebih baik
  22. From udin on 17 December 2007 11:00:40 WIB
    doakan saya menjadi entreprenuer muda yach.
  23. From Alfi on 05 January 2008 17:27:46 WIB
    wah, iya nih. Mo bangkitkan lagi semangat entrepeneur-nya lagi. Selamat berjuang. Sukses untuk kita semua....
  24. From andrianto setiawan on 28 January 2008 08:59:10 WIB
    strategi bisnis bob sadino bila diterapkan dlm ternak bekicot bagaimana? kasih saran supaya usaha saya lancar
  25. From putra pamungkas on 13 February 2008 20:50:04 WIB
    Untuk menjadi dan membangun jiwa seorang entrepeneur haruslah mempunyai mental yang kuat, mental disini sebagai kunci siap atau tidaknya menghadapi perubahan-perubahan yang bisa saja baik maupun buruk,
  26. From Muhammad Isa on 08 March 2008 14:32:07 WIB
    bener kata Om Bob klo ingin jadi entrepreneurs kita harus tahan banting, karena pada umumnya orang Indonesia tidak bisa menerima kegagalan, padahal kegagalan demi kegagalan akan membentuk mental dan karakter seseorang untuk memecahkan suatu masalah dan meraih kesuksesan di masa depan.
  27. From murdyantara on 17 March 2008 07:47:03 WIB
    entrepreneur / wirausaha,masih belum menjadi pilihan karena Mind set kebanyakan masih terhubung dengan kata Modal (usaha). Aku punya kenalan lulus S1, langsung buat kartu nama dengan jabatan direktur, usaha, perdagangan umum dan supplier, dibagikan keteman kenalan baru, eh.. manjur juga resepnya, dapat pesanan ini itu, ya sekarang punya karyawan 14 orang. Jadi dia bilang ternyata jadi entrepreneur itu mudah , dengan modal 15 ribu sudah jadilah.... so what your comment..??
  28. From herdin primadi on 26 March 2008 08:14:22 WIB
    Saat ini,entrepreneur sangat penting bagi masyarakat indonesia.karena masyarakat indonesia telah jauh dari budaya aslinya,yang telah dirusak pada masa penjajahan belanda selama 350 tahun.budaya kita yang sesungguhnya adalah BERDAGANG.terima kasih
  29. From budiono on 29 March 2008 11:54:03 WIB
    halo big bos bob saya punya keinginan jadi entrepreneur yang sukses tapi saya kesulitan gimana cari modal pertama?saat ini saya juga mencoba bisnis pertanian dengan menanam pohon ganitri saya mendapat info dari www.mediacilacap.co.id
  30. From nurva on 21 April 2008 10:01:58 WIB
    saya pernah mengikuti sebuah seminar enterpreneur di yogyakarta. salah satu narasumbernya adalah om bob sadino. kami para peserta dibuat heran dengan pesan-pesan yang disampaikannya.
    ketika seorang bertanya bagaimana caranya menjadi enterpreneur , om bob menjawab dengan mudah. "kalau kalian mau jadi enterpreneur, kalian harus keluar dari tempat ini ( maksudnya adalah ruang seminar ruang kampus yang waktu itu menyelenggarakan seminar tersebut), di dalam tempat ini kalian dijelali dengan sampah-sampah maka kalian akan menjadi goblok bila masih tetap ingin terus di tempat ini".
    kontan pernyatan tersebut membuat hening ruangan yang di isi o0leh ratuasan mahasiswa, beberapa dosen dan masyarakat umum.
    namun om bob melanjutkan pembicaraan dengan celetukan-celetukan yang lucu sehingga suasana seminar menjadi sangat menarik.
  31. From siti fatmawati on 02 May 2008 14:56:57 WIB
    Saya setuju banget ama apa yang telah disampaikan oleh om bob.
  32. From prayogi on 17 May 2008 23:42:21 WIB
    omongannya pak Bob harus di filter dulu... bahaya kalo ditelan mentah-mentah :)
  33. From Rizki F on 03 June 2008 13:51:03 WIB
    Saya sedang mempelajari bisnis dan entrepreneur, jadi menurut saya berbagai acara yang bersifat memberikan ilmu dan wawasan bisnis membuat saya tertarik dan harapan saya acara semacam itu dapat lebih ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
    Sekarang umur saya 17 thn dan alhamdulillah saya sedang mengelola sebuah usaha milik ayah saya..di masa yang seperti ini agak sulit bagi saya untuk mencari rekan yang seumur untuk saling berbagi mengenai dunia usaha, sehingga saya mersa harus belajar dari yang terbaik seperti om bob, dan saya juga berharap agar om wimar dalam acaranya juga mengundang para pengusaha muda untuk ditampilkan di tv agar saya lebih mudah mencerna ilmunya karena umurnya tidak terpaut jauh. .

    dan juga saya ingin sekali melihat lebih banyak lagi para kaum muda untuk maju kedepan agar mampu bersaing dengan para kompetitor dari luar yang nantinya akan memenuhi iklim usaha di indonesia ,.,.,
  34. From syaiful on 15 July 2008 18:06:38 WIB
    saya suka kalau ada stastion tv yang setiap minggu menghadirkan 2 pembicar yang 1 adalah pengusaha tua yang benar benar pakar yang satu lagi pengusaha muda yang sedang sukses menjalankan usahanya jadi mungkin ada perbandingan yang bisa kita ambil sisi baik. thank bung saya adalah murid pa purdi eu angkatan 22 bandung yang sekarang berkumpul dalam comunitas enternity. kami siap diundang sebagai pendengarnya dan siap menjadi pemirsa setia acara tersebut.
  35. From Petrus Adie Toto on 22 July 2008 16:23:32 WIB
    Salam Buat Semua
    Begini om, ketika saya Melakukan Sebuah Usaha, selalu dan selalu ada yang menjadi halangan yaitu pesaingan yang tidak sehat, saya hanya ingin tahu bagaimana solusi menghadapi itu semua , trims
  36. From Natalia on 28 July 2008 14:21:03 WIB
    Sungguh cerita yang luar biasa, menginspirasi, memotivasi sekaligus memberikan semangat bagi semua orang yang membaca agar pantang menyerah dan memiliki pemikiran orang sukses seperti Om Bob. Disamping itu saya kagum dengan Om Bob yang tidak melihat penampilan luar saja. (Om Bob yang selalu tampil dengan celana pendek).

    Free Tips:
    www.bisnisentrepreneur.blogspot.com
  37. From De Maulana on 20 October 2008 16:16:37 WIB
    PENGGANG TEGUH DAN KOMITMEN : TERUS KERJA KERAS | KERJA CERDAS dan KERJA IKHLAS..., semoga sukses
  38. From michael on 21 October 2008 00:40:13 WIB
    ciamik2
    wakakakakka
  39. From ade on 27 October 2008 10:39:57 WIB
    mengapa indonesia kekurangan sosok interpreneur?kita kaya akan SDM,mengapa kita tidak memperbanyak saja sekolah interpreneur?semakin banyak sosok interpreneur akan semakin membuka lapangan kerja,logikanya gitu toh...
  40. From suryani on 30 October 2008 11:53:31 WIB
    Di daerah lebak bulus jakarta selatan, tepatnya di Jl. batan lebak bulus pasar jumat jakarta selatan ada sebuah sekolah yang bernama school of entrepreneur khadijah islamic school, sekolah khusus muslimah duafa yang mendidik anak-anak muslimah duafa menjadi mandiri, sekolah ini baru memasuki tahun ke3, berjalan sesuai dengan kemampuannya mengusung entrepreneur dalam kegiatan belajar mengajarnya
  41. From De Maulana on 31 October 2008 18:44:47 WIB
    Saya ke pincut dengan kata "ekonomi untuk pemberdayaan masyarakat dengan cara /langkah entrepreneur"...,seyogyanya masyarakat kita jauh bisa lebih mandiri dengan segala potensi sumber daya alam dan manusia.., maka saya tetap yakin masyarakat kita akan terus tumbuh dengan cara mandiri dan sejati dengan cara pemanfaatan berbagai sumber daya tersedia.
    Siapa yang mau koresfondensi dengan saya untuk rencana mengembangkan " COCIALECOCITY " ? yo...sya tunggu di mailist at demaul.anggakarti@gmail.com
  42. From richy.K (okugawa team) on 26 November 2008 19:26:23 WIB
    we think the smart entrepreneur is not have a good idea, but how to make an amazing business that is able to useful of all people. B= A/m
  43. From Gugum on 01 December 2008 22:05:12 WIB
    Do it vs Duit
    menjadi seorang pengusaha mungkin bukanlah impian setiap orang, tapi untuk menjadi Kaya saya yakin pasti semua orang menginginkannya.

    untuk menjadi seorang kaya (menurut pakar-pakar yang memang telah terbukti menjadi kaya dengan melalui perjuangannya) ternyata tidak sesulit yang (khususnya) saya banyangkan. dari pengalaman-pengalaman meraka saya mendapat beberapa hal yang sangat penting, slaah satunya mengenai judul diatas.

    kebanyakan orang, berfikir bahwa untuk menjadi orang sukses (dalam hal ini menjadi kaya), tentunya diperlukan suatu usaha yang akan sangat membutuhkan modal yang cukup besar, hingga timbul istilah "yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah anak" :)

    mereka-mereka yang telah sukses, tidak menolak hal tersebut, karena dengan memiliki modal yang cukup kuat di dunia usaha bisa memperkecil resiko kerugian (kebangkrutan) usaha itu sendiri. tapi menurut mereka ada yang lebih penting dari hanya sekedar modal (Duit), hal itu adalah Do It (lakukan).

    ya, seberapa cemerlangnya ide kita, seberapa kuatnya modal kita, seberapa handalnya orang-orang dibawah kita, jika kita tidak mau melakukan apa yang menjadi jalan untuk mencapai tujuan kita, hal itu tentunya tidaklah mungkin. "Rezeki tidak akan jatuh dari langit" tapi Rezeki datang karena kita cari. kesuksesan tidaklah akan mengejar kita, tapi kitalah yang harus mengejar yang namanya kesuksesan itu. dan itu perlu suatu TINDAKAN.

    jadi intinya, apapun yang menurut kita bagus untuk menjadi jalan mencapai tujuan kita (selama tidak melanggar aturan-atruran agama, hukum dan norma-norma) jangan hanya sebatas pemikiran saja, tapi DO IT (lakukan). jika kita tidak sempat untuk melakukannya seketika saat "IDE CEMERLANG" itu datang, maka biasakanlah diri anda untuk membuat catatan tentang ide-ide anda itu, dan bawalah selalu catatn itu kemanapun anda pergi, karena suatu saat akan datang kesempatan dimana anda bisa melaksanakan ide anda itu. "sayangilah hasil keja keras otak anda" dengan mencatatnya. ini adalah hal pertama yang kebanyakan orang menganggapnya "kecil", tapi justru manfaatnya sangat dan sangat besar. Bagaimana seorang Albert Einstein bisa begitu hebatnya, bagaimana seorang Isaac Newton bisa begitu geniusnya, dan bagaimana seorang Bill Gates bisa sedemikian suksesnya? ya, semua dimulai dengan "MENCATAT" ide-ide cemerlang anda, lalu sambil berjalan mencari kesempatan untuk melaksanakan ide anda tersebut.

    ini hanya Prakata dari saya, tentang bagaimana cara kita menjadi sukses, dan sayapun belumlah menjadi seorang yang sukses, saya hanya mencoba mengamalkan apa yang menjadi hasil pemikiran saya diatas, yaitu MENCATAT.

    kalau ada saran, kritik dan ide, silahkan kirimkan ke alamat e-mail danainvestasi08@gmail.com
  44. From oni abdul ghoni on 30 December 2008 16:31:03 WIB
    bagaimana solusinya keadaan yang sdg saya alami ini. setahun yang lalu saya join dengan teman utk usaha dibidang pertambangan yang ternyata telah menipu saya sehingga membuat saya berhutang di bank dan dikejar-kejar collector bank sampai sekarang. Sehingga membuat kehidupan saya dan keluarga terpuruk. bisa bantu saya ??

    terimakasih
    salam

    Oni
  45. From asep setiawan (iwan) on 05 January 2009 10:27:13 WIB
    bagaimana caranya memulai usaha klo modal berupa uang tdk ada?
  46. From onotparpus on 14 January 2009 12:14:09 WIB
    cara memulai usaha tanpa uang yaitu menjual konsep usaha. tetapi biasanya orang tidak percaya kalau belum terbukti, sebaliknya jangan mudah percaya kepada orang lain. jadi mulai dari yang kecil dulu, agar bisa menggunakan modal sendiri sedikit.
  47. From taufiq on 28 February 2009 09:55:05 WIB
    gimana ya cara meyakinkan konsep usaha kita supaya orang lain bisa percaya & akhirnya investasi ke kita ?
    mungkin teman2 ada tips-nya?
  48. From galih on 03 March 2009 09:16:19 WIB
    gimana caranya kalo kita mau buka usha tapi modal kita mepet, padahal kita kepingin bgt buka usaha tersebut.
  49. From rifki mursalin hanafie on 14 March 2009 23:58:07 WIB
    aku pengen tau ilmu property dari dasar sampai tanpa batasan, kasih tau juga bagaimana tahapan-tahapan yg dahsyat untuk menjalankan bisnis tersebut tanpa harus mengeluarkan modal (uang) terlebih dahulu... tolong ya, please!!!
  50. From arief rudiyanto on 14 April 2009 10:49:53 WIB
    Sukses selalu buat para wirausahawan, bangsa ini memilih menggunakan cara sulit n rute berliku-liku menuju sukses berbangsa, buanyak parpol, dana besar hy mghsilkan 1-2 leader.
    Harusnya dia baca web ini biar tau duit sbanyak itu buat apa?
    lgian itukan dari pajak yg dipungut dr kita..APA KATA DUNIAA !
    Caleg n Capres hanya mikir PNS cs..lha yang care kaum kt trus sopoo? dipersulit aja bs eksis aplgi kalo "dipermudah".
    Salam sukses bung WW
  51. From JOHN on 21 April 2009 16:45:26 WIB
    ajarin donk
  52. From Bagawat Gede Pambudi.ST on 05 May 2009 00:54:14 WIB
    saya selalu tertarik mendengar om bob bicara tentang wirausaha, dari pada mendengar motivator2 yg lg musim bicara. saya setuju sekali dengan empat hal untuk jadi enterpreuner d om bob, karena saya jg memulai usaha interior-furniture dengan modal nol besar.usahan saya sudah berjalan selama 5 thn. memang orang jarang yang percaya tp ini kenyataannya dan bisa.sekarang menurut saya jauh lebih sulit mempertahankan dan membesarkan atau mengembangkan usaha daripada memulai usaha dengan modal nol besar td.
  53. From pramanda on 08 June 2009 20:53:09 WIB
    assalamualaikum..
    pak bagaimana cara mengatasi semangat yang masih labil?
    saya kemarin sempat memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan(sales obat2an/farmasi),dan saya mulai usaha sendiri dengan kulak obat2an sendiri lalu memasarkan ke toko2 kecil,tapi hal itu tidak saya jalani dengan konsisten/kadang malas dan tidak berangkat,padahal sedikit2 saya sudah punya pelanggan.dan sekarang saya bekerja lagi sebuah perusahaan,tetapi jujur dalam hati saya ingin sekali buka usaha sendiri?tolong beri saya nasehat pak? saya juga mau tanya menurut bapak usaha apa yang baik untuk saat ini dan masa yang akan datang? terima kasih benyak ya pak...
    wassalam...
  54. From abu askar on 21 July 2009 21:07:35 WIB
    memang betul entrepreneur adalah cara rasional untuk menjadi kaya.makanya gak banyak orang cemburu kepada Om Bob( wong kayanya hasil usaha... Kapan2 mau ya om diundang KUNTUM (Komunitas Training Usaha Mahasiswa)Buat teman2 mahasiswa yok gabung bagi ilmu bagi pengalaman dimilist:kuntumentrepreneur@yahoogroups.com mudah2an kita jadi orang yang banyak manfaatnya buat orang lain terutama ilmu yang bermanfaat yang kita amalkan, seperti 3 pembicara di atas.Buat mahasiswa ingat KUNTUM= Knowledge,Useful,Network,Teamwork,Unity, Maintenance Thank juga om wim! Sukses selalu Entrepreneur Indonesia..!
  55. From Sulton on 09 August 2009 13:39:54 WIB
    Om Bob..,

    tips untuk melepaskan belenggu yg di maksud seperti apa..??

    thanks...
  56. From Dwi Wahyudi on 29 August 2009 10:38:07 WIB
    Met siang mas dan salam kenal sebelumnya dari saya. Artikel yang mas buat sangat menarik, memang dimana-mana bukan uang yang menjadi faktor utama kita memulai usaha. Kebanyakan orang selama ini salah paham dengan makna "modal" yang selalu dinilai dengan uang. Mereka tidak sadar bahwa "modal" terpenting yang harus dimiliki adalah keyakinan dan tekad untuk pantang menyerah dan selalu berusaha. Salam sukses...

    Dwi Wahyudi
    Borneo Blogpreneur Community
    www.bloggerborneo.com
  57. From Fajar Khairil on 19 September 2009 04:43:45 WIB
    iya2...saya mahasiswa pingin entrepreneur bikin software house...tapi gak punya rekan untuk bekerjasama..saya mencari rekan mahasiswa yang berjiwa entrepreneur...jika ada disni
    please E-Mail me fajar90alone@Gmail.com
  58. From ulfati on 30 September 2009 15:45:19 WIB
    ak g peduli mo jd apa aku dimasa dpan,entah gagal ato sukses...tp aku yakin,apa yang aku lakukan saat nie akan membentukku di masa depan
    thanks artikelnya
    ngebwt makin bersmangat bwt nglanjutin targetku
    aku g mo nunggu sukses bwt 3 th kedpan
    tp aku akan sukses bwt hr nie,esok ,& seterusnya
    smangat......
  59. From mr.rendy on 09 October 2009 07:54:51 WIB
    ok,
    jika kita uda bisa menjadi modal menjadi entrepreneur,
    lalu usaha yang akan kita mulai tanpa modal uang di jaman susah ini??????????
  60. From Sua Betria Dhani on 19 October 2009 20:54:51 WIB
    Modal yang terpenting dalam bisnis adalah kejujuran, kesungguhan, keuletan dan ketangkasan.
    Ada orang yang berlebih dana tidak tau kemana dana itu diputar. Tentunya kalau kita jujur dan bisa dipercaya serta prospektif tentu dengan senang hati mereka yang surplus dana menginvestasikan modalnya untuk usaha yang kita akan jalani.
    Kemudian silaturahim, orang bisnis sebut "relasi" , jaringan atau apapun namanya, ini sangat penting peluang tercapainya tujuan kita. Saya pikir itu..
  61. From raflis saputra on 24 October 2009 15:32:00 WIB


    bagi anda yang sedang menggeluti dunia entrepreneur,
    cerdaskanlah masyarakat kita dengan entrepreneur.
    agar cita-cita yang selama ini di tunggu-tunggu rakyat indonesia terwujud.
    yaitu,
    \\\"kesejahteraan hidup\\\".
    yang slama ini sulit di berikan oleh pemimpin bangsa kita

  62. From Bp. Afif Naofal 08121479434 on 28 October 2009 11:05:42 WIB
    Orang lain bisa SUKSES Anda juga bisa.
    Temen-temen ingin bisnis ???
    Mau buka usaha ???
    Yang nyata, halal & prospektif ??? Atau mau konsultasi ???
    Hubungi 08121479434 (Bukan MLM) Klik

    WWW.INFOBAGUS.TK atau
    WWW.HAZETCOM.BLOGSPOT.COM

    Bersama kami insyaAllah untung, maju, berkah & sukses.
    Saatnya ACTION Cepat. Tangkap peluang bisnis ini. Ikuti jejak mereka yg sudah kami bina & sukses.
    Kami bantu anda maksimal. GARANSI. KONSULTASI GRATIS !!!
  63. From kaos mercury on 07 November 2009 13:43:54 WIB
    nice info makasih yaaa
  64. From pongki on 11 November 2009 13:43:09 WIB
    Saya sepakat dengan abu askar. Brad Sugars, pengusaha internasional dan konsultan bisnis, juga bilang hal yang sama. Pengetahuan dan kreativitas adalah modal utama dalam berusaha. Nggak ada salahnya ikut-ikut training untuk tahu tentang peluang bisnis, bangun relasi, dan berkonsultasi tentang bisnis kita. Kebetulan Brad Sugars mau datang tanggal 26 November 2009 nanti. Ini URL untuk info lengkap dan pemesanan. Paste aja ke browser. Sampai ketemu di sana!

    b-training.co.cc/c-continue
  65. From imron Rosyidi on 26 November 2009 13:05:36 WIB
    satu gagasan yang layak dicoba, sebuah pendidikan terbaik dan terberat adalah menjadi SUKSES, tetapi hasil pembelajaran menggapai SUKSES, menghasilkan manusia - manusia tahan banting dan kuat secara mental.
  66. From abid on 09 December 2009 10:39:43 WIB
    memang benar jika ingin kaya maka jadilah pengusaha
    saya mau tnya bagaimana cara menumbuhkan , kemauan , kbranian dan tekat untuk memulai usaha dengan modal tidak ada , trim
  67. From sapto, wisnu on 09 February 2010 14:14:46 WIB
    saya juga setuju dengan abit, tapi jagnanlah lupa dan janganlah menyalahkan keadan,mengeluh tapi tetap berusaha beribadah ke pada TUHAN YANG MAHA KUASA, dan semua pasti ada jalan keluarnya. dan tetaplah ingat pada 2 orang tua kita. bahagiakanlah dengan apa yang kita mampu, restu orang tua adalh doa.
  68. From biro bangunan on 20 February 2010 10:40:32 WIB
    Saya sepakat sekali dengan pendapat Bung Wimar, bahwa modal penting bukanlah uang. Saya yang saat ini merintis usaha jasa rehab/renovasi rumah juga merasakan hal yang sama, yaitu uang bukanlah faktor utama. Namun bukanlah berarti untuk berwirausaha tidak perlu uang lho!!Saat ini saya juga mulai mencoba merintis jasa desain bangunan/rumah secara online lewat blog gratisan di http://birobangunan.blogspot.com/ dan Alhamdulillah mulai mendapat manfaat positifnya.
  69. From putri rya on 02 April 2010 21:08:09 WIB
    mungkin karena saya anak seorang pegawai negeri,,jadi yang tertanam di benak saya setelah lulus kuliah adalah menjadi pegawai negeri,,saya berpikir kalo bekerja sebagai pegawai swasta beresiko terkena PHK atau sistem kontrak yang tidak diinginkan,,bila menjadi wirausaha saya berpikir bagaimana kalu tiba-tiba usaha saya bangkrut.jadi saya berpikir menjadi pegawai negeri adalah pilihan yang aman.tapi itu dulu sebelum saya gagal dalam seleksi PNS,,yang membuat saya tidak tertarik lagi menjadi PNS karena rata-rata teman saya yang lulus memakai cara yang tidak sesuai dengan prinsip hidup saya.saya berpikir lagi,untuk apa saya memaksakan sesuatu yang bukan rejeki saya.
    terlebih setelah saya melihat tayangan di TV yang menampilkan Bapak Tifatul Sembiring sebagai narasumber dalam suatu acara talkshow,beliau yang seorang pegawai BUMN dengan jabatan yang tinggi saja berani memutuskan untuk keluar dan berwirausaha,dan kini usahanya sukses.Rasulullah juga menyampaikan bahwa pintiu rejeki ada 20,19 dari 20 itu melaui cara berdagang(bisnis),,,sejak saat itu pola pikir saya berubah,meski saya belum bisa meyakinkan orang tua saya, jadi tipis harapan saya untuk dimodalin ortu bisnis,saya harus berjuang dari nol.
    terimakasih atas artikelnya yang sangat bermanfaat!

  70. From yanty on 07 May 2010 08:46:00 WIB
    syan seorang pekerja di slah satu televisi swasta di bandung,, tetapi disamping itu saya mempunyai bisnis onlineshop,, baru jalan 2 bulan bisnis saya sangat menjanjikan malah penghasilannya bisa berlipat-lipat dari gaji saya di kantor,, yang buat saya bingung, apakah saya harus keluar dari kantor dan fokus untuk berbisnis? namun saya belum punya modal yang cukup besar untuk mulai serius berbisnis (onlineshop yg saya jalani sekarang sama sekali saya bangun tanpa modal materi)
  71. From iman on 24 June 2010 11:27:11 WIB
    izin copy :)
  72. From woko on 24 July 2010 08:44:39 WIB
    gimana langkah awal yang dijadikan tumpuan dasar seorang yang ingin berwirausaha..... tlg kirim jawabannya ke e-mail saya. Terimakasih.
  73. From yakuza on 10 August 2010 01:30:24 WIB
    izin copy ke blog aku yaahhhh ^^
  74. From rahmayani on 10 August 2010 01:33:19 WIB
    suka sekali dengan artikel ini...

    izin copy yaa ke blog aku
  75. From sudarman on 02 September 2010 11:18:59 WIB
    Terima kasih atas semua Tips & Triknya...yang saya bingung adalah Entrepreneur apa yang cocok, sedangkan pada dasarnya saya senang berdagang. ( biar lebih fokus )

    mohon kiranya dapat membantu, thanks for all.
    maman_top@yahoo.com
  76. From budirman on 22 September 2010 15:29:35 WIB
    bagaimana caranya membangun rasa kepercayaan diri dalam mulai pengembangan usaha saya .sy skrng jual obat2 herbal dirumah dan masih bekerja sya ingin mgembangkan tapi saya lbih banyak ragu mohon pandanganya biar smangat thanks
  77. From adi munandar on 30 September 2010 08:52:46 WIB
    memang bangsa ini harus ditumbuhkan jiwa berdagang untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Jangan pernah bermimpijadi pegawai, hari tua anda akan merana. http://syifarah.weebly.com/
    http://adi-munandar.blogspot.com/
    http://sehatku.weebly.com/
    Saya dan istri juga memulai jiwa mandiri kami dalam internal keluarga walaupun saat ini saya masih ikut orang.
  78. From anggiat on 18 November 2010 09:38:45 WIB
    sy sgt tertarik dgn topik ini...saya baru memutuskan untuk menjadi seorang interpreniur.selama ini sy sudah buat usaha les private tp sy krng serius utk mengelolanya krn masih pengen cari kerja di perusahaan atw jd pns....terimkasih atas sharingnya..saya setuju dgn hal itu..
  79. From Irenk Sukoco on 09 April 2011 10:24:42 WIB
    Yg harus dimiliki Seorang Entrepreneur antara lain:

    1. Menjaga Pola Pikir dan Perilaku, karena anda sebagai panutan
    2. Punya Jiwa Social Responsibility, karena kita terlahir sbg makhluk sosial
    3. Jangan memandang yg lain adalah pesaing, tetapi teman
  80. From Wisnu on 11 April 2011 09:17:35 WIB
    Wah, thanks percakapanya. Ini menjadikan semangat saya nambah gak plin plan, waspada dn nekat.
    Meman sih di Indonesia kebanyakan pengen jadi pegawai dan pada gak brani wirausaha alias jadi pekerja aja.
    Yang saya suka kalo wirausaha banyak tantanganya yang nyata yang harus di waspasai dan di pelajari.
    thanks semuanya...^_^
  81. From erdonny on 18 May 2011 15:25:42 WIB
    saya setuju dgn om BOb, ITU MEMANG AWAL YANG DIBUTUHKAN but come on.... bgmn pun tetep butuh modal duit...

    saya seorang pegawai.. saya kumpulkan tabungan dari sini.. skrg saya sudah punya resto baru saja buka...
    omset selama 9 hari ni dah 16 juta... tp tetep aja kurang dana cash...

    masih utang sana utang sini buat penyempurnaan lokasi
    modal duit adalah bagian penting kedua.... so be creative to get it
  82. From samsul on 20 May 2011 22:05:48 WIB
    hmm...
    gini, saya seorang OB dgn bnyak kurangny:
    kurang modal, kurang berani, kurang ilmu
    yang paling parah, MALASnya gk ktulungan
    gk bakat jd pengusaha dch !!!
    tp ngayal jalan truuuuuuus....
  83. From Rob N on 04 June 2011 14:11:05 WIB
    Untuk mencapai yang diharapkan memang sangat sulit. dan itu harus melalui jalan yang berbatu-batu dan terjal. tidak semua orang mampu melanjutkan perjalanan yang sesusah ini. mungkin hanya terdapat satu orang diantara 1000 orang yang telah memulainya bertahan sampai puncak.
    Makanya kita yang akan dan sedang memulai perjalanan menuju puncak kewirausahaan harus berani menderita dan bertahan dalam tekanan.
    Slaam Saya Rob Pengusahan dan pendidik.

    http://durianmenoreh.blogspot.com/
  84. From shady huda on 08 June 2011 00:08:55 WIB
    thats great. wawancara yang sangat inspiratif. indonesia sangat memerlukan orang orang seperti bob sadino. yang jeli, peka dan smart dalam berwira usaha.

    www.eksyar.blogspot.com
  85. From MANSUR on 14 June 2011 14:07:19 WIB
    salam semangat buat para cendekiawan muda indonesia..
    ketika kita di tanya apakah kerja keras itu..?
    biasanya kita dengan lantang pandai berbicara tentang apa itu kerja keras, tapi kadang kita sendiri adalah korban dari ucapan kita sendiri karena kita tidak bisa membuktikan dan menerapkan apa itu kerja keras dlm kehidupan kita sehari-hari..
    kesimpulannya cobalah memualai dan mempraktekkan apa itu kerja keras melalui 3M

    M : Mulailah dari kita
    M : Mulailah dari yang kecil
    M : Mulailah dari sekarng
    semaga yang sederhana ini bisa membuat diri kita lebih percaya diri meraih masa depan yang terang & sukses..
  86. From Agus on 01 July 2011 06:15:02 WIB
    wah ane suka sekali dengan blog ini. banyak artikel menarik. Ijin copas ya ke webku www.ebisnis.in
  87. From Ahmad Syaifudin on 23 July 2011 19:23:10 WIB
    Saya merasa belum menjadi seorang entrepreneur yang sukses. Saya sepakat bahwa kesuksesan menjadi entrepreneur bukan hanya bermodal uang. Dari 4 poin yang disampaikan di atas, menurut saya yang paling berpengaruh adalah "Tekad yang bulat".

  88. From djoelyan adi sapoetra on 04 September 2011 04:18:56 WIB
    saya sangat termotivasi dan sangat pasti akan mencoba semua
  89. From Supriyadi on 20 September 2011 17:03:07 WIB
    Untuk menjadi seorang entrepreneur harus dimulai dengan kemauan yang kuat, tekad yang bulat (utuh,)tidak mudah menyerah serta tahan uji, karena dalam memulai suatu usaha mesti akan dilalui kerikil-kerikil dan hambatan-hambatan, jika itu semua bisa dilewati, Insya Allah usaha seorang entrepreneur akan berhasil. Peluang usaha sangat banyak asal kita mau melakukannya. Bravo Bung Wimar and Om BOB.
  90. From booby kool on 21 September 2011 00:36:56 WIB
    seorang yang mempunyai jiwa entrepreneur pasti selalu memiliki ide-ide yang cemerlang.berani mengambil keputusan dalam suatu problem ke wirausahaan.yang paling utama jika ingin menjadi seorang entrepreneurship harus mempunyai mental yang kuat & optimisme yang tinggi.Dan 1 hal lagi yang tidak boleh di lupakan selain usaha di atas,yaitu adalah do'a.karena Allah selalu memberi jalan bagi hamba-hambanya yang mau berserah diri pada-Nya.Tenangkan jiwamu,kita harus pandai membaca lapangan,agar kita bisa mempunyai ide-ide yang baru untuk memajukan usaha yang kita rintis.seorang enterpreneurship sejati tak akan pernah menyerah,sebelum apa yang di cita-cita kan terwujud.good job for you
  91. From Ina Suryana on 05 November 2011 07:04:32 WIB
    saya setuju banget bahwa teknologi itu adalah kebutuhan primer untuk masuk kedunia entrepreneur..apalagi di daerah terpencil dimana kita ada barang dan tapi ga ada pembeli...Saya memiliki usaha Nursery. udah saya lakukan sendiri manfaat teknologi dalam memasarkan produk saya dan alhamdulilah hasilnya cukup menguntungkan dibanding buka lapak di darat. Pembuktian, Silahkan kunjungi situs saya pak.


    http://indotani.com
  92. From ikvar yato on 15 February 2012 07:50:56 WIB
    saya snang dngn kata yang d lontarkan om bob bahwa\\\"Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.
    saya baru sadar bhw kepercaaaynterhadp diri sendri akan enimbulkan susatu kesuksesan dalam hidup
    besar harapan z suatu saat ingin bertemu dgn om bob

    by ikvar yanto@yahoo.com
    makassar
  93. From DEPA on 09 March 2012 11:34:53 WIB
    Kalo semua pada jadi entrepreneur siapa yang jadi pegawainya?
  94. From Dedi on 23 April 2012 10:20:46 WIB
    saya orang yg lg berjuang .... membutuhkan saran n masukan dari anda semua .
  95. From A. Mulyawan on 21 June 2012 09:11:42 WIB
    sudah pasti dlm bekerja ada kesungguhan,ada kerja keras, dan ada sebagainya. tetapi ada proses waktu didlmnya yg harus kita perhatikan yaitu evaluasi pencapaian. kegagalan2= keberhasilan-kegagalan keberhasilan= gagal,berhasil,berhasil=keberhasilan. Amiin
  96. From M Ilham fauzi on 25 August 2012 16:13:33 WIB
    follow your heart, and use your brain to make it work...
    and do it...
  97. From Pemoeda on 07 October 2013 00:16:58 WIB
    Setuju sekali, Kemauan yang Kuat, Tekat yang bulat dan Berani Mengambil peluang.... Modal adalah no keseian...
    Terimakasih semangatnya. semoga <a href=\"http://pemoeda.com/>Pemuda</a> Indonesia Selalu begitu. Amin :)

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home