Bike to work: sehat, murah, tidak macet
Perspektif Online
20 February 2007
Komunitas Bike to Work (B2W) mempunyai 1200 orang yang anggota milis saja. Mereka bersepeda ke kantor, ada yang sampai 36 km sekali jalan. Salah seorang anggotanya menggunakan sepeda lipat yang suka dibawa ke luar kota. Sampai di kota tujuan, tidak perlu cari taksi, langsung saja meluncur. Asal tidak bawa barang banyak.
Transport sehat, murah, tidak pernah kena macet
Laporan : Rizka Nurlita Andi
Di tengah macetnya Jakarta yang luar biasa, kadang-kadang kalau kemana-mana itu males. Kalau nggak jalanan macet, cuaca buruk dan belum lagii banyak peraturan-peraturan. Kayak bus 3 in 1 yang kadang tidak memberikan solusi buat kendaraan lain (tambah ruwet).
Padahal ada lho cara alternatif utk menghindari macet plus menekan polusi dii negara ini, yaitu: naik sepeda dong!
Betapa bahagia orang yang bisa naik sepeda di Jakarta ini. Apalagi kegiatan yang mereka lakukan ini tidak semuanya dapat dilakukan oleh orang banyak. Menurut saya masih sedikit sekali orang-orang pergi dengan menggunakan transportasi sepeda untuk berangkat kerja yang jaraknya lumayan jauh.
Ini terungkap semua dalam acara ‘Talk About Nothing with Wimar’ Selasa 20/2 bersama Ketua Umum ‘Bike to Work’ (B2W), Toto Sugito, dan teman-teman dari komunitas B2W.
-
WW: Kalau hujan, Tidak takut pilek?
Ozzie (B2W): Rasanya dengan bersepeda, badan menjadi sehat dan tidak rentan terhadap penyakit, termasuk pilek.
WW: Gimana bawa pakaian ganti?
Ozzie: Beberapa temen menyimpan di dalam backpack, tapi ada juga disimpan di kantor.
WW: Atau dibawakan sama supirnya kali ya?
Adi (SMS): Bagaimana menghadapi hujan dan sampai kapan komunitas ini akan bertahan?
Ozzie (B2W): Kendala hujan bukan hanya kena pada sepeda. Persiapan sebelum hujanlah yang harus dilakukan oleh pengendara sepeda. Kalau hujan jalan kaki kita membutuhkan payung, naik sepeda berarti jas hujan harus dipersiapkan. Helm bisa ditutup oleh showercap. Selama polusi itu menjadi kendala kita dalam kehidupan dan selama lalu lintas masih ruwet, rasanya sepeda menjadi satu pilihan yang tidak jelek untuk kita yang ada di Jakarta khususnya, apalagi kita kalau berkaca di Belanda misalnya. Jadi ada baiknya, Pemerintah sekarang juga melihat bahwa sekarang sudah terjadi krisis lalu lintas, krisis polusi sehingga sepeda menjadi salah satu solusi mestinya.
WW: Ibu Meita, Rumah anda dimana, kantornya dimana dan rutinnya sehari-hari?
Meita (B2W): Saya naik sepeda ke kantor hampir setiap hari, kecuali harus pulang malam atau keluar kota baru saya baru bawa kendaraan sendiri. Rumah di Condet Pasar Rebo sampai Pancoran kira-kira 25 menit.
WW: Sepedanya model apa ya?
Meita: Sepeda gunung biasa. Dan itu tantangan buat saya. Seperti Pak Ozzie bilang kalau di Belanda atau di Jerman naik sepeda nyaman sekali. Dulu saya berpikir kalau di Jakarta pasti tidak nyaman karena banyak tantangan.
WW: Suami naik sepeda ?
Meita: Saya lebih dulu naik sepeda, baru suami mengikuti saya naik sepeda, setelah saya naik sepeda tiga bulan.
WW: Kalau hari kerja, barang-barang kerja bagaimana bawanya?
Meita: Ada tempat di belakang sepeda saya, jadi ditempel kayak pak pos tapi tidak sampai ke bawah. Itu semua sudah bisa dimasukkan disitu, seperti jas hujan, dompet, tas kosmetik, handphone dan lain-lain.
WW: Pak Toto, komunitas ini mulainya bagaimana?
Toto Sugito (Ketua Umum B2W): Awalnya dari teman-teman di satu komunitas Mountain Bike yang biasa kalau weekend kita mountain bake di daerah sejuk. Dari situ kita terpikir, ‘kenapa kok sepeda kita tidak dipakai untuk bekerja dan mengurangi polusi?’ Berangkat dari situ Agustus 2004 kita mulai mengkampanyekan Bike to Work.
WW: Apa persyaratan untuk masuk komunitas Bike to Work?
Toto: Persyaratannya hanya punya sepeda. Tidak ada syarat yang lain dan kita menyarankan untuk ikut mensosialisasikan bike to work dan target kita berjuta sepeda di Jakarta.
WW: Apakah ada hal-hal yang ingin disampaikan kepada masyarakat misalnya permintaan fasilitas atau sosialisasi?
Toto: Misi kita adalah ingin mempunyai jalur sepeda dan fasilitas sepeda di gedung gedung perkantoran. Deklarasi Bike to Work ini sudah kami sampaikan di Balai Kota pada 2005.
WW: Apakah ada cita-cita suatu saat ada jalur sepeda? Dimana diperlukan?
Toto: Memang misi kita ingin memiliki jalur khusus sepeda mengingat safety. Sudah kita coba sampaikan pada deklarasi bike to work lalu dan setahun kemudian ditanggapi jalur khusus sepeda bilamana komunitas kita sudah banyak.
Bagaimana kalau jalur busway itu buat jalur sepeda? Serius nih…




133 Comments: