Wimar Dukung Seorang PKS Jadi Gubernur! Siapa Dia?
Perspektif Online
16 February 2007
Catatan Maro Alnesputra
What you do in your house will always be judged by women!
Ucapan tersebut muncul dari ucapan Yenni Rossa Damayanti pada acara Gubernur Kita malam ini. Peran Perempuan Dalam Pilkada Jakarta merupakan topik minggu ini dan sejumlah aktivis wanita turut hadir untuk memberikan pendapatnya.
Hasilnya? WAW! Simak saja:
-
Kriteria Calon Gubernur Jakarta di mata aktivis wanita
WW : Sebenarnya yang penting apakah bahwa perempuan jadi calon, atau bahwa pemimpin itu mendukung hak-hak perempuan? Misalnya tentang poligami. Ibu-ibu bagaimana posisinya tentang poligami?
Nursyahbani Katjasungkana (PKB): Saya Anti Poligami
Nursanita Nasution (PKS): Saya Tidak Anti Poligami
WW : Berarti pemilih boleh pilih donk ya, mau partai yang anti poligami atau yang pro poligami!

Nursyahbani (PKB): Anti Poligami - Nursanita (PKS): Pro Poligami
photo selengkapnya
Effendi Ghazali : Bagaimana anda menentukan bahwa nama-nama yang sekarang beredar sebagai calon gubernur itu memang memiliki perspektif gender yang baik? Apa yang menjadi dasar dukungan anda?
Yenni Rosa Damayanti : Salah satu kriteria yang akan kita tanyakan adalah, apakah dia (calon ini) setuju atau tidak poligami. Calon yang yang setuju jelas akan kami coret dari daftar yang dipilih oleh perempuan!
Mashurah : Saya kira kalau sekarang ini sedang banjir, itu bisa jadi salah satu pertanyaan. Calon-calon ini apakah siap menanggulangi banjir untuk 5 tahun ke depan.
Yenni Rosa Damayanti : Ini yang paling penting, apakah dia akan kembali menggusur rakyat miskin di daerah Jakarta atau tidak, apalagi kebanyakan korban penggusuran adalah ibu-ibu dan anak-anak yang tinggal di daerah kumuh.
Mashurah : Pertanyaan lainnya adalah, apakah calon ini akan ikut-ikutan bikin Perda Syariah
Yenni Rosa Damayanti : Jangan sampai nanti Calon Gubernur bikin saya tidak bisa keluar malam hahaha.

Yenni Rosa dan Mashurah
photo selengkapnya
-
Pejabat Perempuan VS Pejabat Yang Bela Perempuan
WW : Apakah anda lebih memilih perempuan untuk jadi pejabat atau mementingkan orang yang mementingkan hak-hak perempuan?
Nursanita Nasution : Yang paling penting bagi kaum perempuan adalah kualitas kehidupannya makin baik ke depan. Masih banyak perempuan yang miskin di seluruh Indonesia . Seharusnya kaum perempuan dapat memiliki…
- Katakanlah rumah tinggal yang perumahan yang layak bagi rakyatnya. Tapi kan pemerintah Jakarta seharusnya mampu menata Jakarta sehingga minimal rakyatnya tidak akan kebanjiran
- Di Jakarta angka kematian Ibu & anak tinggi, karena itu program untuk kesehatan harusnya lebih baik.Walau APBD DKI tahun ini adalah 200 Milyar untuk kesehatan, khususnya untuk rakyar miskin. Saya rasa Gubernur sebagai orang nomer 1 di DKI harus dapat menambah anggaran itu sehingga rakyat bisa lebih diperhatikan
- Akses dari perempuan terhadap pendidikan, sekarang ini sudah lebih baik. Sekarang ini sudah ada program SD Gratis, SMP Gratis, dan kita perjuangkan SMA Gratis. Yang paling menyenangkan adalah guru Gaji SD saat ini sudah 2 juta per bulan. Kalau guru itu bagus incomenya, pasti akan bagus ngajarnya. Apalagi mayoritas guru itu perempuan.
WW: Sebentar. Saya rasa Ibu kalau jadi calon Gubernur dari PKS jauh lebih credible daripada orang yang tidak sejelas ibu penjelasannya, dan orang yang belum pernah datang ke sini. Ibu adalah orang dari PKS pertama yang berani dan tegar mengutarakan pendapatnya. Saya akan pilih ibu!
Mashurah: Maaf, menanggapi pernyataan Ibu Nursanita, kalau mengenai pendidikan dan kesehatan saya rasa masih banyak kelemahan dan kekurangan. Busung lapar di Jakarta sangat tinggi dan kematian anak-anak ada dimana-mana. Belum lagi tadi dikatakan pendidikan sudah bagus, namun masih banyak sekali anak-anak miskin yang tetap tidak bisa sekolah saat ini, masyarakat miskinnya banyak sekali.
Yenni Rosa Damayanti: Satu lagi yang sangat penting adalah DPRD. Karena Gubernur tidak bisa berbuat apa-apa tanpa persetujuan dari DPRD. DPRD sekarang tidak berbuat apa-apa pada saat terjadi penggusuran, saat terjadi banyak kelaparan. Tapi DPRD sekarang itu kebanyakan dari partai apa ya?!
Audience: PKS?
Nursyahbani Katjasungkana: Saya pribadi mengutamakan perwakilan perempuan sebagai calon, karena representasi dari kaum perempuan sesuai dengan undang-undang itu penting. Oleh karena itulah sebenarnya sangat diharapkan calon independent itu sebaiknya diperbolehkan.
-
Calon Independen
WW: Saya pake logika sederhana aja. Banyak sekali orang yang mengharapkan ada calon independent diperbolehkan ikut di Pilkada Jakarta. Kalau partainya tanggap, harusnya sadar bahwa masyarakat tidak suka dengan calon calon yang namanya saat ini sedang beredar dan diunggulkan saat ini. Harusnya diganti dengan yang populer. PKS misalnya, kalau diganti Ibu Nursanita, saya rasa akan disetujui, tidak perlu partai independent, kita dukung PKS. Setuju tidak setuju, Ibu datang ke sini debat terbuka dan menghadapi televisi. Itu adalah yang kita semua mau.
Nursyahbani Katjasungkana (PKB): Ada sinyal yang sangat kuat dari rakyat bahwa banyak calon yang lewat partai itu banyak yang bermasalah
Effendi Ghazali : Ini orang partai sendiri yang ngomong!
-
Hidden Discrimination Pada Wanita
Cut Firza: Saya rasa ada banyak alasan lain mengapa wanita tidak banyak jumlahnya di dunia politik. Mamah saya sendiri dulu pernah mencalonkan diri sebagai calon, tapi kemudian mundur karena dilarang Papah.
Audience: Patriarki…patriarki, egois…
Nursanita Nasution: Saya rasa yang juga menyebabkan rendahnya jumlah wanita yang terjun ke politik adalah karena masih banyak wanita yang merasa bahwa politik di Indonesia itu tidak membuat dia nyaman, tidak membuat dia merasa aman untuk terjun. Sehingga sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pendidikan yang baik sehingga dapat diberi pengertian bahwa terjun ke politik itu perlu bagi kaum wanita
Yenni Rosa Damayanti: Selain itu patriarki di masyarakat itu sering sekali menghalangi wanita untuk bisa maju sebagai calon
Nursyahbani Katjasungkana: Sebagai contoh, meski di peraturan sendiri tidak tertulis bahwa wanita tidak boleh mencalonkan diri, namun di undang-undang tertulis bahwa calon harus mendapatkan persetujuan dari kepala keluarga, nah sekarang siapa kepala keluarga itu menurut undang-undang? Laki laki kan? Jadi kalau laki-laki tidak setuju ya wanitanya tidak jadi maju. Ini kan namanya diskriminasi! hidden discrimination pada wanita!
Nursanita Nasution: Dan secara islam, di jaman Nabi Muhammad pun, ada seorang menteri wanita yang sangat ternama dan merupakan tokoh yang sangat dihormati dalam pembangunan dan pengelolaan ekonomi. Ini bukti bahwa agama Islam pun sebenarnya sangat mendukung wanita untuk berperan dalam urusan kenegaraan dan politik.
Nursyahbani Katjasungkana: Cut Nyak Dien jelas merupakan bukti bahwa di Aceh pun, wanita bisa dan dapat diterima untuk menjadi pemimpin. Bahkan bukan cuma Cut Nyak Dien, dalam sejarah Aceh ada 4 Sultana Wanita yang pernah memimpin kerajaan Aceh!
-
Watch Out! Personality Counts!
WW: Apa lagi yang penting untuk menjadi pertimbangan bagi wanita dalam memilih calon gubernur ?
Yenni Rosa Damayanti : Pada akhirnya, bagi kaum wanita….what you do in your house…IT MATTERS ! Personality? It counts!
-
Seru sekali yak! Acungan jempol untuk semangat luar biasa dan dan argument berapi-api yang sangat tajam, lugas, dan jelas dari seluruh wanita yang hadir pada episode ini. Semua yang hadir sibuk ikut memberikan opini sampai-sampai pria pria (WW + Effendi Ghazali + Ryaas Rasyid + Iwel) kewalahan menghadapinya hehehehehe. Yah mudah-mudahan partai – partai di luar sana mau mendengarkan masukan – masukan dari mereka demi semakin ditingkatkannya pendayagunaan dan hak-hak wanita di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta . SEMOGA !
Ps: Saking bengongnya saya liat episode kali ini, saya sms teman baik saya yang kebetulan kerja di sebuah NGO di Jakarta
SMS Saya : Mita, kenapa kalau aktivis cewe kaya lo ngumpul rame-rame di forum apapun pasti cowok-cowok yang lagi ada disitu jadi keder?
SMS Temen Saya: Bukan cumin aktivis lagee, semua cewe juga gitu! Kagak pernah denger ape? A woman has the last word in any argument, and anything a man says after that is the beginning of a new argument!
For once mit, I agree with you
-
Adang Sightings
-
Apa Pendirian Anda?
Mereka ini hanya ngobrol di studio, tapi anda yang memilih Gubernur. Silakan tulis,
Anda Simpatisan Siapa, dan Mengapa?





54 Comments: