Articles

Cara Menanggulangi Banjir Menurut Tiga Ahli

Wimar's World
08 February 2007

SEDIA PASIR SEBELUM HUJAN !

Oleh Maro Alnesputra

Episode Wimar's World kali ini membahas masalah yang sedang melanda kota Jakarta: BANJIR.

Seminggu belakangan ini, Jakarta seperti lumpuh akibat banjir besar yang disebut banyak orang sebagai Banjir 5 tahunan. Lebih dari 300000 orang rumahnya kebanjiran dan kehilangan harta bendanya. Lebih dari 50000 manusia harus tidur di posko-posko penanggulangan banjir dan kekurangan makanan. Lebih dari 50 orang meninggal. Belum lagi membayangkan penyakit-penyakit yang akan melanda setelah banjir nanti.

Media melaporkan terus, dan anda ikut berkomentar. Komentar paling banyak adalah:

  1. Pemerintah salah
  2. Jangan salahkan orang lain, salahkan diri sendiri
Ada juga nada positif di tengah bencana dan keributan soal tanggung jawab, yaitu kita melihat bagaimana warga bangkit untuk saling membantu secara sukarela. Hal ini sempat kita bicarakan bersama Peggy Melati Sukma dan teman-teman dalam acara Talk About Nothing di Kafe Pisa. Tapi kalau bukan duduk di kafe enak, komentar orang banyak mencari siapa yang salah dan siapa yang jangan disalahkan.

Namun episode Wimar's World kali ini bukanlah untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu, namun lebih bermaksud untuk memberikan edukasi pada masyarakat luas akan usaha-usaha penting yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali banjir besar seperti sekarang ini. Kita mencari pengertian jernih.

Pembicaraan yang seru antara WW dengan 3 narasumber yaitu Marco Kusumawijaya (Ahli Tata Ruang Kota), Budi Widiantoro (Dinas PU DKI), serta Hari Tirto (prakirawan BMG) telah menghasilkan 1 Formula yang menghasikan 1 Kesimpulan:

Usaha Masyarakat + Usaha Pemerintah = Banjir Bisa Ditanggulangi!

-

Usaha Masyarakat: Menanggulangi Banjir Melalui Kesadaran Pribadi:

WW: Mengapa di tahun 2007 ini Banjir di Jakarta bisa lebih parah dari 2002?

Marco Kusumawijaya: Pertama adalah karena lahan ruang untuk menghisap atau meresap air sudah sangat berkurang di Jakarta, dan kedua adalah karena banyak saluran air yang terganggu

WW: Bagaimana syarat untuk membuat lahan resapan ?

Marco Kusumawijaya: Dengan membuat lapisan permukaan berasal dari bahan bahan yang bisa menyerap air, seperti pasir misalnya, sedangkan bahan seperti aspal tidak bisa menyerap air sama sekali. Rumput masih bisa menyerap air, itulah sebabnya dalam kasus banjir, akan lebih beruntung kawasan yang mempunyai lapangan golf daripada kawasan yang penuh dengan mall dan shopping center.

WW: Berarti masyarakat bisa ikut serta memperbanyak lahan penyerapan? Misalnya dengan menyediakannya di  rumah masing masing? Bagaimana caranya?

Marco Kusumawijaya: Sangat bisa, karena sebenarnya untuk kawasan perumahan, ada peraturan yang mengharuskan sisa lahan pribadi digunakan untuk menyerap air. Untuk kawasan perumahan komposisinya 20-40% dari sisa lahan pribadi , dan untuk kawasan perkantoran 40-60% dari sisa lahan pribadi. Sehingga jumlah lahan penyerapan di kota Jakarta jelas bisa ditingkatkan dengan cara membiarkan tanah untuk jangan ditutupi dengan bahan yang tidak dapat menyerap air, misalnya sebagai dari lahan yang tersisa bisa dicoba tutupi dengan pasir yang mudah menyerap air.

WW: Lalu apa kendalanya ?

Marco Kusumawijaya: Ya kendalanya adalah banyak masyarakat yang mungkin jijik ya kalau sisa tanahnya dilapisi pasir karena mungkin tidak suka percikan air dan takut cacing.

WW: Apa saran dari pemerintah khusnya dari Dinas PU kepada masyarakat untuk dapat ikut mencegah terjadinya banjir dan menanggulanginya ?

Budi Widiantoro: Simple saja sebenarnya, masyarakat bisa membantu dengan mempunyai kesadaran tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan karena sampah yang berserakan dan menimbun merupakan salah satu penyebab banjir.

WW: Bagaimana sebaiknya masyarakat berusaha dalam bersiap-siap menghadapi cuaca apapun?

Hari Tirto: Dengan menyadari bahwa cuaca kadang susah untuk diprediksi sehingga masyarakat harus selalu bersiap-siap setiap saat menghadapi banjir. Ingat, sebenarnya tidak ada yang namanya siklus 5 tahunan karena Indonesia yang beriklim tropis sangat dinamis cuacanya, jadi masyarakat harus selalu berjaga-jaga!

-

Usaha Pemerintah: MEMPRIORITASKAN Penanggulangan Banjir & Mau Medengarkan Kritikan + Informasi

WW: Lalu kenapa 2007 ini daya serapnya itu bisa berkurang?

Marco Kusumawijaya: Terlalu banyak gedung di kota ini. Sebagai contoh lapangan PERSIJA yang tadinya sudah dibongkar. Ini sudah sangat bagus, namun sayang kemudian dijadikan gedung bertingkat. Bekas Gelanggang Remaja di Pluit malah dibangun mall dan gedung-gedung tinggi. Bahkan Kelapa Gading pun tadinya berasalah dari daerah untuk empang .

WW: Lalu sebaiknya bagaimana? Apakah dengan jumlah gedung yang sudah sangat banyak dikota ini masih bisa diusahakan membuat lahan serapan atau harus dibongkar semuanya?

Marco Kusumawijaya: Apa yang masih tersisa sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya.

WW: Apa usaha pemerintah untuk menanggulangi banjir saat ini?

Budi Widiantoro: Kita saat ini akan memprioritaskan pembangunan Kanal Timur karena diharapakan ini bisa sangat membantu untuk menanggulangi terjadinya banjir di kawasan Jakarta Timur, sementara itu kami juga sedang mengusahakan untuk memperbaiki keadaan di kawasan Jakarta Barat.

WW: Apakah pembangunan Kanal Timur ini diprioritaskan? Atau mungkin proyek yang komersil seperti Busway akan lebih diprioritaskan

Budi Widiantoro: Jelas diprioritaskan karena rencana awalnya sudah dari tahun 1973 . Dari tahun 2002-2006 dikebut pembuatannya, dan keadaan fisik sudah mencapai 60% lebih. Mudah-mudahan 2012 sudah bisa berjalan.

WW: Bagaimana dengan pengerukan kali?

Budi Widiantoro: Pengerukan Kali juga selalu kami coba untuk optimalkan, namun saat ini masih sering terhalang kendala oleh banyaknya rumah-rumah penduduk di dekatnya.

WW: Apa pendapat anda tentang banyaknya kritik dan masukan kepada pemerintah sehubungan dengan terjadinya banjir ini?

Budi Widiantoro: Menurut saya sangat bagus, dan dapat menjadi masukan bagi pihak pemerintah untuk selalu intropeksi dan memperbaiki keadaan.

WW: Apakah BMG sudah tahu bahwa akan terjadi banjir besar? Apa advice yang diberikan BMG kepada Gubernur Jakarta?

Hari Tirto: Sebelumnya kami sudah memperkirakannya, mengingat bahwa musim hujan yang biasanya terjadi April – September mundur sampai bulan Desember. Hal yang ditakutkan adalah bahwa pada bulan Januari-Februari tahun ini akan menjadi pelampiasan keterlambatan datangnya musim hujan tersebut. Perlu diingat bahwa kami sudah memberikan warning kepada pemerintah pada tanggal 28-31 kemarin bahwa ada kemungkinan terjadi hujan lebat seperti sekarang ini . Pihak Pemerintah selalu diberi tahu!

-

TIPS

Episode Wimar's World kali ini juga menghasilkan tips-tips berguna bagi masyarakat untuk menghadapi banjir, memperkirakan cuaca, dan mencegah Jakarta kebanjiran besar lagi di kemudian hari.

Tips Menghadapi Banjir versi Marco Wijayakusuma:

  1. Siapkan keadaan terburuk, always prepares for the worst!
  2. Selalu siap persediaan makanan cadangan di rumah
  3. Andai memungkinkan, bangunlah rumah yang terdiri dari 2 lantai
  4. Pindahlah dari daerah pemukiman yang memang rawan banjir
  5. Siapkan selalu alat transportasi seperti perahu karet
  6. Maksimalkan peringatan banjir melalui RT-RT

Tips Memprediksi Cuaca via Pembelajaran Alam versi Hari Tirto:

  1. Apabila ada Laron beterbangan, maka pasti habis terjadi hujan besar
  2. Apabila ada Pelangi muncul di bagian barat berarti sedang masa transisi
  3. Ketika ayam peliharaan kita makannya lama, maka hujan akan berlangsung lama

Tips Mencegah Jakarta Kebanjiran Di Masa Depan versi WW:

PILIH CALON GUBERNUR JAKARTA YANG PEDULI PADA MASALAH BANJIR DAN MAU KONSISTEN MENGATASINYA!

-

Mudah-mudahan dengan formula dan tips-tips di atas, masyarakat dan pemerintah Indonesia bisa bersatu untuk memastikan bahwa banjir besar seperti sekarang ini dapat dicegah di kemudian hari.

Sedia payung sebelum hujan ? JADUL tuh !

Hari gini mah, sedia pasir sebelum hujan atuh !

-

SMS dari Penonton

* Dulu pernah ada rencana pemerintah th.1981 akan membangun waduk depok,bahkan DIP dari BAPENAS sud ah turun sudah di bentuk panitia@ aparat tekait pusat maupun daerah,waduk terse but untuk pembangkit tenaga listrik,pengendali banjir,rekreasi irigasi dsb.Jadi jikalau terlasana sungai ciliwung tidak meluap banjir seperti sekarang.....Dari : Rollis jagakarsa. Jaksel.

* tata kota: sehebatnya teori tata kota, ongkos sogok pemda merupakan bagian yang selalu ada dan sangat kecil dalam setiap budget pembangunan gedung2 kan? PU: mungkin karena proyek perairan (kanal, pintu air, etc) tidak se-"basah" (pun intended), proyek transportasi (tol, busway, monorail) ya? cuaca: apakah logis bahwa mestinya yang paling tahu akan terjadi banjir -if anyone- adalah BMG? apakah ada garis warning dari BMG ke pemda?

* Banjir adalah kesalahan manusia. Jangan menyalahkan alam. Tuhan menciptakan keseimbangan manusia yg merusaknya.!!

* Yth. Bung Wimar. Mana yg benar? Listrik nyala pln rugi, listrik padam krn banjir. Pln jg rugi. Hemat bbm anjurannya spy pemerintah bisa mengurangi subsidi tp di era banjir ini, katanya jg pertamina/spbu rugi. Ampun pak sy ga ngerti.

* Klo d jakarta tdk ada ruang serapan air ya wajar klo banjir jd penyakit kambuhan.

* Amat disayangkan sikap menkokesra yg mengatakan pers membesar2kan berita ttg banjir. Ktnya, "buktinya korban masih ketawa". Harus dipertanyakan komitmen seorg menteri yg mengaku mengurus kesejahteraan rakyat. Geni

* Banjir Air Jkt DitangguLangi Dg Cara" Buat Waduk di Cikeas Bgr. tQ dr Peri

* Bung W/Jaktv, posisi duduk host & tamu kok tdk nyaman betul untuk ditonton. Spt rombgn pasien di dpn dokter atau romb bawahan sdg diinterview bos besar. Kasian jg tamu2 cantik / ganteng cuma keliatn 1 sisi wjh spanjang acara. (hesti)

* Satu2nya cara utk mencegah bencana banjir adalah meng-GRATIS-kan pendikan s/d pendikan tinggi utk bisa menata & sadar akan lingkungan pemukiman

* Apa kaitanya dng global warming lalu solusi cepat kalo bisa melibatkan smua orang

* Kenapa ga semua developer/ real estate dwajibkan menyediakan daerah resapan/ sumur resapan di setiap unit rumah?

* Banjir merugikan 4 Triliun lbh,ini lebih besar drpd biaya kanal timur mengapa pemerintah tidak mengerti=>gunakan dr subsidi minyak krn harga minyak turun Martin

* Judi Trisyanto, cengkareng timur. Setiap bulan permukaan tanah turun satu sentimeter setahun 12cm lima tahunan 60cm

* Ass wr wb,mas Wimar,ayo teruskan pembangunan mal2,reklamasi pantai terusin,tq.wassalam rini soeyoko,buaran indah 3

* YG MURAH SAJA DU LU-LIHAT G0T DI DEPAN RMH,MAU PE DULI TIDANG MEM BERSIHKAN SNDIRI. JANGAN INI SLALU URUSAN PEMDA dan PEMBUATAN INRIT SEENAKNYA(TJE TJEP CPUTAT)

* Selamat malam,Pak wimar. Saya Usul, agar pembicaraan ini lebih ke arah program kerja yg kemungkinan besar atau pasti akan dilakukan (itu apa saja), guna antisipasi banjir berikutnya. Terima kasih. Dari listens di Tangerang

* Sutyoso lebih senang bangun mall,real estate, bus way karna byk dpt uang dr pd ngurus drainase,yah biasa ngejar setoran d akhr jabatan

* Satu2nya cara utk mencegah bencana banjir di republik ini adalah dg meng-GRATIS-kan pendikan bagi slrh masyarakat s/d pendikan tinggi utk bisa menata & menghargai lingkungan hidup & pemukiman

* Utk mengurangi banjir: 1.Kanal DKI hrs diteruskan, bikin kanal Tangerang + kanal Bekasi, sambung ke sungai2 besar. 2.Buat drainase secara keseluruhan&terpadu. 3.Sediakan pompa secukupnya. 4.Penanaman hutan kota. 5.Masyarakat tdk buang sampah sembarangan &hrs memelihara saluran. Dari Bpk Muhammad.

* Seharusnya pemerintah pusat turun tangan baik secara dana & teknis. Karena Jakarta milik Indonesia,bukan hanya milik orang Jakarta saja.

* Bang Wimar .jangan lupa pendangkalan kali adalah salah satu penyebab banjir

* Pd hujan bsar yg focus adlah gaya horizontal serta hambatannya utk smp ke laut....tlg dbahas

* siapa yg hrs bertanggung jwb ya kalo 5 thn lg ternyata banjir di jkt tetap ada atau bahkan makin parah? trims. susan

* Skrg sbnrnya mslhnya PRIORITAS mana yg mau duluan d krjakan bangun mall2,bus way, kanal timur,monorel,sub way?klau teori sdah byk lah kt sdah bosan,.tgl skrg pemkot mau bertindak/hanya sekedar berwacana?

* Knp bantuan dr pemerintah sll terkesan terlambat? kalo penyebabnya birokrasi, knp gak dikecualikan utk keadaan bencana? penasaran aja. angel-cibubur

* Yg perlu di cek juga adalah kapasitas pengelola kota. Apakah latar belakang pendidikannya sudah sesuai dan pengalamannya cukup matang? Atau cuma birokrat yg ahli dlm administrasi ??

* BANJIR AIR PAM SUDAH 4 HR WARGA SUDAH BANJAK JG DIARE.RMH TDK BISA BERSIH .PEMERINTAH TLG PERHATIKAN.SAYA WARGA OTISTA

* Pejabat2 itu kalau sudah bisa atur uang negara baru bisa atur banjir, tanah, hutan, sampah dst yg menjadi masalah selama ini. Olof

* BPK WIMAR ACARA NYA OK AGAR SEHAT SELALU SHALOM ANTON

* Hindari alih fungsi setu, rawa, lhn basah menjadi lahan tertutup bangunan. Turmudi

* Perlu dibuat secara menyeluruh di Jabotabek saluran macro under ground / gorong2 yg besar & bebas hambatan shg air cpt terbuang ke laut (spt di negara2 maju). Krn saluran terbuka & peresapan tdk bisa terlalu diandalkan mengingat budaya masyrk yg krg bisa menjaganya. *galih permata mrs, bekasi

* Dulu pernah ada rencana pe merintah th.1981 akan membangun waduk depok,bahkan DIP dari BAPENAS sud ah turun sudah di bentuk panitia@ aparat tekait pusat maupun daerah,waduk terse but untuk pembangkit tenaga listrik,pengendali banjir,rekreasi irigasi dsb.Jadi jikalau terlasana sungai ciliwung tidak meluap banjir seperti sekarang.....Dari : Rollis jagakarsa. Jaksel.

* Om,per?annya pemerth punya lahan nga untk ngebangun?ntar bebasin tnh,org2 trsbt lariny y ke bogor sama juga bo'ong. Yg hrs dilakukan adlh pembuatan terowongan untuk pembuangan air, sprt jalur busway dibawahny da trowongan air kan bisa,dibuang ke waduk yaitu tnh pemerintah yg nga terpakai,itu aj dulu yg dilakukn nga ush ngbangun rusun atw gedung. Nga smp trilyunan, bener ga?Makany jangan asal ngebangun.

* Saya mau tanya ke bapak BMG, kalau periode banjir 25, 50, & 100 tahunan kapan kira-kira terjadinya?

* Pa WIMAR. tol tanyakan bagaimana dgn bkb. bukan yg timur saja. yg brt aja banjir terus

* Untung ktp saya bkn dki,kalo iya saya mencalonkn diri jd gubernur.

* bang wimar,s ciliwung sdh dankal krn lumpur krn pengikisan dan sdh keras, cth s ciliwung di kp melayu klo msm kering dpt dijadikan tmpt main sepak bola

* BPK WIMAR ACARA NYA OK AGAR SEHAT SELALU SHALOM ANTON

* Bentuklah menteri mega politan kalau jakarta aman. U, ekosistem.transportasi.sampah dll

* Pak Wimar seharusnya pegawai Pemprov itu bekerja berdasarkan target yg tdk berhasil pecat. Itu akan membuat kinerjanya bagus.

* Tips buat pelanggan banjir: jgn beli furniture mahal, bahan dr plastik lbh bgs. siap bbrp pelampung krn perahu karet mahal. siap tali jg.

* Bang Wimar tlg masalah kantong plastik dijadikan topik .yuvensius

Print article only

33 Comments:

  1. From dian herdiyanto on 08 February 2007 20:15:38 WIB
    sedia payung sebelum hujan atau sedia pasir seblum hujan juga dah basi bang wimar. yang bener adlh sedia uang sblm hujan, agar nanti kl kita kebanjiran kita punya uang untuk nginep di hotel, buat beli makanan sehari-hari. kl pasir sama payung gak bisa dimakan, kecuali pasirnya dijual buat nambel jalur busway
  2. From CL on 09 February 2007 08:41:04 WIB
    thanks utk informasinya !

    Memang pertama agak sempet senyum denger tips dari Hari Tirto... hare gene suruh merhatiin ayam. Tapi pikir2 memang alam yang paling konsisten kasih tanda2 peringatan ke kita dibanding pemerintah. Apalagi mayoritas masyarakat kita blum tersentuh sama sekali dengan teknologi internet atau sms yang bisa kasih informasi cuaca dgn cepat.

    Ingat waktu tragedi Tsunami, banyak tanda2 alam yang sudah ada, namun masyarakat blum ngeh, karena itu tadi.. tidak ada pendidikan alam yang komprehensif kepada masyarakat.

    Pikir2, lebih penting Kurikulum Pendidikan Mencintai Alam daripada PMP atau PPKN atau apa lah.. biar kita lebih care sama alam, lebih menjaga alam sekitar.
  3. From wimar on 09 February 2007 09:38:47 WIB
    bener sekali, CL. kalau di negara maju anak2 pergi ke summer camp untuk mengenal alam, disini juga dulu ada pramuka, tapi sekarang hanya minoritas kecil pencinta alam yang masih tahu tanda2 alam.

    makanya negara membiayai biro meteorologi. jadinya lucu waktu kita ingin tahu bagaimana memanfaatkan hasil meteorologi melalui koran, televisi atau website, prakirawan yang tadinya sangat ilmiah tiba2 meninggalkan ilmu modern dan mengajak go back to basics. apa dia tidak yakin pada kemampuan orang untuk menangkap ilmunya?

    marco lebih cenderung bahwa ilmu cuaca itu harus disajikan dengan lebih menarik. lagi2 lihat contoh negara maju, weather report itu ditonton bukan saja sebagai informasi tapi juga sebagai entertainment. nggak usah ke luar negeri, disini juga bisa dilihat di bbc atau cnn.

    ini semuanya menarik untuk pengembangan kemampuan individu. tapi yang membuat banjir jadi parah bukanlah kebodohan membaca cuaca, tapi korupsi.

    kalau tidak ada korupsi, tidak akan ada gedung tinggi mengisi tempat kosong sebelah telkom sampai dia jadi kebanjiran, hancur semua peralatan telekom ahal. kalau tidak ada korupsi, tidak akan busway didahulukan terhadap saluran air penyelamat nyawa. Mall tidak akan dapat citra jelek kalau perizinan diberikan dengan syarat membangun resapan air.
  4. From angga on 09 February 2007 15:10:52 WIB
    setuju banget tips dari marco n hari tiro, puji tuhan banget daerah rumah saya tidak banjir, sedih banget kalo ngebayangin yang kena musibah,, banyak hal yang harus kita sikapi dengan lebih positif, coba dulu deh belajarang nyimpen sampah sampai ketemu dimana tempat yan tepat buat kita membuang sampah itu, kita mulai dari diri sendiri, mulai peduli, mulai tanggap, dan slalu waspada, alam itu bisa sayang juga bisa benci sama kita yang kontrak di bumi ini.

    zaman saya sd masih ada om wimar kegiatan pramuka, tapi tidak disajikan dengan menarik, makanya jadi males ikutan latihan pramuka. tapi skarang kan udah banyak outbond jadi makin seru, summer camp boleh juga nih,, apa PO mau bikin a holiday trip???

    mau berharap pemerintah yang tanggap rasanya sulit, mending kita aja luangkan waktu buat lingkungan kita, kalo ada musibah kita yang masih bisa bernafas enak membantu yang sulit bernafas, itu kan gunanya kita jadi masyarakat yang pluralis,, banyak bahasa, budaya, keadaan, dan macem2,, bahu membahu bikin kita makin eksis di bumi ini
  5. From WiLLy Da\' KiD on 09 February 2007 16:43:14 WIB
    Jangan hanya berbicara dan berkomentar saja. sebagai warga jakarta yang baik dan waras, lakukanlah sesuatu yang berguna untuk JAKARTA-KITA

    Wasalam, Tuhan MEmberkati.......
  6. From Bobby on 09 February 2007 17:07:43 WIB
    Tips Bobby:
    1. Belajar berenang.
  7. From Asep Hermawan on 12 February 2007 15:30:54 WIB
    Memang menyedihkan, negri ini di hantam bencana bertubi-tubi. Bencana adalah hak Tuhan YME menurunkan namun tak lepas dari manusia ber'ulah', kenapa cuma negri ini yang parah??? Jadi ada yang tidak beres dari bangsa ini, menurut hemat saya cuma ada satu masalah yaitu Kerusakan Mental/Moral yang sudah hampir kronis dari tatanan yang paling tinggi sampai terendah, dari pejabat sampai rakyat dari ulama sampai umat dari anggota dewan sampai orang awam. Dan itu semua berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan dan Banjir adalah hanya salah satu akibat dari masalah besar ini. Apapun yang dibicarakan, didiskusikan, diwacanakan ataupun dilakukan tanpa memperbaiki Masalah Besar Moral saya yakin tidak akan berhasil. Jadi menurut saya dengan tidak mencanangkan, membangun atau membuat aturan-aturan baru dalam arti melakukan yang semestinya yang sudah ada dengan'Moral yang benar' pasti lebih baik dari yang kita alami sekarang. Marilah kita berubah, 'meREvolusi Mental/Moral kita' bersama-sama.
  8. From dmitri on 12 February 2007 16:53:24 WIB
    mungkin konsep rumah panggung perlu diaplikasi di jakarta
  9. From Didi Suhendri on 12 February 2007 20:30:29 WIB
    Saya hanya mau sedikit berkomentar. Menurut saya masalah banjir di Jakarta bukan hanya tugas dari pemerintah Jakarta saja untuk menanggulanginya. Menurut saya unsur yang paling pokok dari semua masalah yang ada di Jakarta adalah sudah terlalu padatnya penduduk yang ada di Jakarta. Banjir juga terjadi karena hal tersebut. Sebagai contoh saja kita misalkan: jika penduduk di Jakarta tidak padat otomatis pasti tidak ada penduduk yang tinggal di pinggiran sungai, dengan demikian sungai tidak akan mengalami penyempitan dan air dapat mengalir dengan baik. selain itu sampah juga tidak akan sebanyak sekarang sehingga sungai juga tidak mengalami pendangkalan. Jika tidak ada yang tinggal di sekitar sungai maka pemerintah Jakarta akan dengan mudah untuk melakukan semua usaha seperti pengerukan sungai dan sebagainya.
    Maksud saya bukan hanya tugas pemerintahan adalah sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara membujuk agar orang-orang(yang tidak memiliki keahlian) yang tinggal di jakarta untuk melakukan transmigrasi ke tempat lain yang lebih baik. dengan demikian untuk melakukan mewujudkan hal tersebut maka perlu kerja sama dari setiap daerah.

    Semoga Jakarta tidak banjir lagi
  10. From gambler on 13 February 2007 13:03:35 WIB
    mudah2an bencana ini menyadarkan mereka2 yg main nyemen/mengaspal tanah.

    pak Wimar, tolong bahas PAM dong.... kenapa PAM hanya ditangani oleh 2 company...tdk spt provider telp yg sudah banyak, sehingga masyarakat bisa memilih company mana yg memberikan service terbaik.

    bencana sih bencana, tapi kok PAM lama banget untuk recovery? .. pasti krn korupsi lagi, sehingga kekurangan dana!

    indonesia termasuk negara yg banyak dibantu negara luar, tapi tetap miskin. bantuannya disunat trus sihh....
  11. From estoe on 15 February 2007 13:35:33 WIB
    diskusi yang tidak ada habisnya memang...dan bikin gemes karena realisasinya lamban banget. Menurut saya sih pemerintah dalam hal ini Pemda DKI harus tegas untuk mulai melakukan pembatasan terhadap pembangunan fisik (gedung, mall, dll). dan mulai memfokuskan pada drainase dan pemulihan kembali fungsi serta aliran sungai. selain juga perlu adanya gandeng tangan dengan masyarakat khususnya masyarakat skitar sungai dan juga departemen terkait seperti DPU, Departemen pemukiman dan pengembangan wilayah, serta DKP terkait dengan pengembangan wilayah pantai yang sudah menyimpang.
    semoga semua masukan dari banyak elemen masyarakat untuk Pemda DKI bisa segera diwujudkan untuk kebaikan kita semua
  12. From adila on 15 February 2007 17:37:57 WIB
    Betul sekali inti artikel ini.....karena menurut saya kalau semua pihak bisa bekerja sama, insya allah ga bakal ada yang namanya banjir sampai separah ini. Menyalahkan itu sebaiknya urusan nomer dua, mulai bertindak dari diri sendiri untuk ikut mengatasi banjir jauh lebih penting
  13. From Diito on 21 February 2007 18:00:05 WIB
    susah juga kalau disarankan membangun rumah sampai dua lantai,,,,rumah satu lantai saja sudah cukup mahal apalagi dua lantai,..
  14. From mako on 22 February 2007 09:34:12 WIB
    Kalau ada Buku: Banjir For Dummies, tips tips menanggulangi banjir dari para nara sumber bisa dimasukkan tuh, terutama yang dari pihak BMG !
  15. From Bang Ge on 27 February 2007 15:25:00 WIB
    banjir..., bukan salah airnya. tetapi masyarakat dan pemerintah yang kurang tanggap dalam membangun. seharusnya pembangunan mesti perhatikan daya dukung wilayah, membangun apa saja tak masalah asalkan daya dukung tanah untuk resapan air tetap dipertahankan.
  16. From Frans on 28 February 2007 20:15:03 WIB
    Jakarta emang bakal banjir terus kok.
    Orang Belanda jamn dl aja udah prediksi,klo jakrta bakal jd tempat pembuangan air yg sangat banyak karena aliran sungai yg bercabang banyak dan berdebit besar semua. Didukung lg dengan kondisi dataran jakarta yg rendah dan dekat laut.
    Otomatis semua banjir kiriman harus lewat jakarta dl untuk menuju ke laut.
    Dahulu saja udah direncanain kanal barat dan timur padahal daerah resapan jamn dl masih banyak. Jd bukan sekedar daerah resapan saja yg menjadi problem,tp emang kondisi topografi jakarta yang rendah sehingga banyak aliran sungai yg akan menuju laut pasti harus lewat jakarta dl.
    Belum lg masalh elevasi air laut yg terkadang lebih tinggi dari air sungai sehingga pastinya air sungai/kanal tersebut akan sulit untuk menuju laut dan mengalir kembali menuju hulu sungai/kanal.
  17. From Sholihin on 02 March 2007 17:21:33 WIB
    Pendapat saya gak banyak2 cuma dikit,inti dari semua musibah itu adalah kembali membuat sadar manusia bahwa manusia itu tidak ada apa2 di dunia ini,manusia itu cuma makhluk kecil yang diciptakan oleh Tuhan YME dari sekian ciptaan Tuhan di alam semesta....trimz
  18. From tika on 14 April 2007 21:35:08 WIB
    Heran ya,,kok kayaknya Jakarta buuuanjjiiiir terus....
    kenapa sih masyarakat ma pemerintah??? GAK PEDULI YA MA LINGKUNGAN SENDIRI!!!!!!!!!!
    -sorry klo adfa yang tersinggung namanya juga comment
  19. From shela on 04 May 2007 11:05:33 WIB
    banjirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr terus,,mudah mudahan bencana ini bisa menyadarkan akan pentingnya menjaga kebersihan dan menyadarkan kita hidup hanya semantara meeeennnnn,so peduli ma lingkungan dong..
  20. From ben on 27 August 2007 18:48:46 WIB
    banjir lagi cape dehh...
  21. From Putry on 22 October 2007 09:07:29 WIB
    Waduh,,,,,,,,,,,,,,,,,,, kok d jakarta banjir terus ya?????
    salah satu cara mengatasinya ya rakyat jakarta harus buang sampah pada tempatnya,,,,, gitu aja deh
  22. From chndya on 07 November 2007 18:19:26 WIB
    jangn cman memikirkan itu2 aja.
    hrsnya diadain pembatasan pembangunan gedung2 bertingkat..dngan bnyaknya gedung2 bertingkat bkan hanya dapat menyebabkan banjir aja (lahan aliran air mnjadi sempit), namun lapisan ozon menjadi sempit. cba liat tanah/lahan jawa kita???? bandingkan dengan pulau lain??
    ini sebagai perhatian buat kita semua baik pemerintah maupun masyarakatnya sendiri!!
  23. From SUYANTO on 27 February 2008 12:25:59 WIB
    saya lg mau ngerjain non skripsi dengan judul mengatasi
    banjir..............
    ada yang mau bantu gak
  24. From hero on 29 February 2008 17:59:46 WIB
    menurut akku itu semua kerena kesalahan pemerintah itu karena tidak tnggap atas apa yang sudah menjadi pengalaman dari tahun ketahun sendiri dan kesalahan masyarakat yang tidak ikut dalam melestarikan lingkungan
  25. From rin on 09 December 2008 14:35:42 WIB
    makanya kalo gak mau banjir
    jaga dong negara kita
    lawan banjir
    jangan mau kalah ama banjir
    keys....
  26. From polce on 29 December 2008 08:20:11 WIB
    kalau bukan kita siapa lagi...masa sih bangsa lain yang mau memperhatikan alam kita...malu dong...kalau bisa jangan hanya ada perda bebas kendaraan...kalau bisa adakan perda yang mengatur tentang 1 hari bebas sampah agar dinas kebersihan da pertamanan punya ruang dan waktu untuk bersih-bersih...dan hanya saran aja kalau ada yang melanggar perda tersebut sanksinya ikut membersihkan sungai-sungai yang ada di jakarta selama 15 jam tentunya disesuaikan dengan umur si pelanggar tersebut
  27. From ZAKKI on 19 January 2010 10:43:08 WIB
    Banjirrr..? itu mah biasa.. udah ada sejak jaman nabi nuh dl..wahai saudara ingatkah sabda rasullullah SAW. Klo dimana ada suatu negeri banyak kemaksiatan, dan orang2 saleh didalamnya hanya diam saja, maka tunggulah azab dari Allah SWT. nah sekarang mari qt sm2 koreksi dan benahi diri perbanyak amal dan ajak orang laen jg buat makmurkan masjid. insyaAllah klo semuanya saja tidak hanya warga jakarta mau islah diri insyaAllah negeri ini makmur, jauh dari bencana. moho maaf bila komentar ini jauh dari sisi teknis. tp insyaAllah hamba yg hina ini hanya berniat baik karena dimanapun jg qt ini sodara....wajib untuk saling mengingatkan..jazakallah..
  28. From -B0kerr- on 16 April 2010 14:34:47 WIB
    Haha..^^
    baNkkaii !!!
    gx bNerr ~~~ huuu ... :P
  29. From kurnia on 03 December 2010 19:17:01 WIB
    banjirrrr?ma udah biasa banget bgi orang jakarta.kan dia slalu membuang sampah disungai
  30. From noerdien on 06 June 2011 19:24:40 WIB
    lalalalalalaaaaaaaaaaa
  31. From Naufal™ on 04 October 2011 18:29:12 WIB
    Bagaimana Jakarta ga banjir ?
    manusianya susah di bilangin !
    padahal pemerintah sudah menegaskan "JAGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN"
    tapi tetep aja warganya pada ngeyel .
  32. From Fatchy M on 02 November 2011 05:55:18 WIB
    Banjir jakarta disebabkan sistim saluran yg tidak tepat (drainase horizontal)' yg baik adalah sistim drainase vertikal. Dg sistim tersebut Jkt terhindar dari bencana banjir dimusim hujan dan kelangkaan air dimusim kemarau. Sekarang ini dg curah hujan 20 mm/jam ( 20 liter /m2/jam) saja Jkt sdh mengalami genangan dibeberapa tempat dan banjir di sekitar kali.Jkt dg luas 661 km2 dan curah hujan 2.500 mm/tahun sebenarnya cukup air asal pola management air nya diperbaiki. Cara mencegah banjir yg bijaksana adalah "KONSERVASI TOTAL" yaitu perbanyak resapan natural dan perbanyak resapan buatan. Salam air, Fatchy M (Masyarakat Air Indonesia)
  33. From Roxy on 25 November 2011 18:39:41 WIB
    Phenomenal breakdown of the topic, you sohlud write for me too!

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home