Articles

Selamat Hari Ibu: Tolak Poligami!

Perspektif Online
21 December 2006
Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan mengundang anda bergabung dalam Orasi, dalam rangka memperingati Hari Ibu / Hari Perempuan Indonesia tanggal 22 Desember:
 
Perempuan Indonesia Bersatu Tolak Poligami
 
Pada : Jumat, 22 Desember 2006
Waktu : 13.30 – 17.30 WIB
Agenda : Pemutaran Film, Pembacaan Puisi dan Orasi
Tempat : Gedung Trisula Perwari, Jl. Menteng Raya No. 35 (Sebelah Hotel Treva Menteng)
 

Agenda Acara Memperingati Hari Ibu
Jakarta 22 Desember 2006
Gedung Panti Trisula Perwari, Jl. Menteng Raya No. 35 Jakarta Pusat 10520

13.30 – 14.00 - Registrasi undangan - Pembukaan oleh Panitia

14.00 – 15.00 Pemutaran Film ”Berbagi Suami” Karya sineas Nia Dinata

15.00 – 15.10 Pengantar Orasi Oleh Ratna Bantara Munti (JKP3)

15.10 – 16.20 Orasi (Moderator: Wimar Witoelar*)

1. Ibu Setiaty Hanky – Persfektif Sejarah (Pengurus PERWARI)
2. Ibu Zumroetin – Persfektif HAM (Anggota Komnas HAM)
3. Ibu Erna Sofyan Sukri – Persfektif Hukum (Anggota Ombudsman)
4. Ibu Musdah Mulia - Perspektif Feminis Muslim (ICRP)
Pembacaan Puisi oleh Nurul Arifin*
5. Ibu Sinta Nuriyah – Persfektif Agama (Ketua Puan Amal Hayati)
6. Ibu GKR Hemas – Persfektif Sosbud (DPD Yogyakarta)

16.20 – 16.30 Pembacaan Sikap Bersama Gerakan Perempuan Menentang Poligami Oleh Smita Notosusanto

16.30 – 17.30 Lanjutan Pemutaran Film ”Berbagi Suami” karya Nia Dinata

17.30 – 17.40 Penutup * Dalam konfirmasi

 
JARINGAN KERJA PROLEGNAS PRO PEREMPUAN
Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB), Bupera FSPSI Reformasi,, Derap Warapsari, ICMC, ICRP, Insitut Perempuan, Kakilima, Kalyanamitra, Kapal Perempuan, Komnas Perempuan, KePPaK Perempuan, Kohati BP HMI, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi (KPI)-Jabotabek, LBH APIK Jakarta, LBH Jakarta, LKBH PeKa, Mitra Perempuan, Perempuan Mahardika, PKT RSCM, PP Fatayat NU, PP Muslimat NU, PSHK Indonesia, PERWATI, PGI Div.PA, Puan Amal Hayati, Rahima, Rekan Perempuan, Rumpun Gema Perempuan, Rumah Kita, Seknas KPI, Senjata Kartini (SEKAR), SIKAP, The Asia Foundation (TAF), Yappika, Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Yayasan Pulih, YATRIWI, YLBHI

 


 

Update 22 Desember dari Perspektif Online:

Pejabat yang Poligami Tidak Layak Memimpin

Oleh Hayat Mansur

Pejabat yang berpoligami tidak layak memimpin negera ini. Semua pejabat yang berpoligami adalah koruptor. Karena itu jangan pilih lagi pejabat yang berpoligami termasuk partai yang mendukung poligami. Ini suara organisasi dan individu-individu yang menentang diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Suara tersebut sedikitnya didukung 41 organisasi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari berbagai bidang. Dalam rangka memperingati hari Ibu, mereka menggelar demo anti poligami di Bundaran Hotel Indonesia. Setelah itu, mereka menggelar orasi bertema "Perempuan Indonesia Bersatu Tolak Poligami" di Panti Trisula Perwari, Jakarta Pusat. Dalam acara ini Wimar Witoelar mendapat kehormatan menjadi moderator dan satu-satunya pria yang tampil di depan diantara sejumlah tokoh wanita Indonesia saat ini.


photo selengkapnya: Aksi Tolak Poligami

Di antara tokoh yang hadir dan berorasi adalah Sinta Nuriyah (Puan Amal Hayati), Setiaty Hanky (Perwari), Musdah Mulia (ICRP), Magdalena Sitorus (KPAI), Fira Basuki, Erna Sofyan Sukri (anggota Ombudsman), GKR Hemas (DPD Yogyakarta), Yuda Irlang (GPSP), Yenny Rosa Damayanti, Smita Notosusanto, dan Nurul Arifin (artis) yang hadir sejenak. Bahkan beberapa wanita biasa juga turut berorasi antara lain Neng Woro (warga depok), Heni (karyawati marketing perusahaan percetakan).

Pesertanya adalah para kaum perempuan yang banyak membuat anak-anaknya dan sejumlah pria yang mendukung anti poligami. Acara ini diliput luas berbagai media massa baik cetak maupun elektronik.

Mereka menyampaikan berbagai pandangannya mengenai poligami. Pada intinya, poligami mendiskriminasikan kaum perempuan dan manifestasi kekerasan pada perempuan dan anak. Selain itu, poligami juga salah satu awal dari penyebab terjadinya korupsi.


photo selengkapnya: Aksi Tolak Poligami

Dalam orasinya, Yenny Rosa menguraikan pria yang berpoligami sudah tentu biaya kebutuhan hidupnya meningkat karena harus menghidupi dua atau lebih istri dibandingkan hanya satu istri. Karena itu pejabat yang berpoligami akan korupsi untuk memenuhi peningkatan biaya hidup tersebut. Ini langsung disambut dengan pernyataan Wimar, "Tolak pejabat yang poligami." Suara hadirin pun menggema, "Tolak Poligami"

Smita Notosusanto menambahkan bahwa pejabat yang melakukan poligami adalah politisi busuk karena mereka semua adalah koruptor. Karena itu akan dibuat daftar politisi busuk tersebut dari lurah sampai Wapres dan Presiden. Ini agar masyarakat terutama perempuan yang memiliki suara terbanyak dalam Pemilu tidak memilih mereka.


photo selengkapnya: Aksi Tolak Poligami

Para peserta langsung menyebut nama-nama pejabat yang berpoligami seperti Hamzah Haz (mantan Wapres), AM Fatwa. Bahkan ada yang menyebut-nyebut nama Yusril Ihza Mahendra walaupun menteri sekretaris negara ini menceraikan istrinya dulu untuk kawin lagi.

Tak hanya politisi, menurut Smita, Parpol yang mendukung poligami pun akan dibuat daftar sehingga masyarakat juga turut tidak memilih mereka. Wimar pun langsung menyatakan, "Tolak Parpol yang dukung poligami." Ini dijawab oleh peserta dengan menyebut nama PKS.

Di akhir acara, mereka membuat dan membacakan pernyataan bersama berjudul, "Poligami adalah Diskriminasi dan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak".

 


 

Statement Bersama

"Poligami adalah Diskriminasi dan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak"

Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan tonggak sejarah bagi gerakan perempuan. Kongres Perempuan Indonesia I 1928 telah membicarakan dan mendiskusikan tentang masalah dan isu perempuan seperti pendidikan bagi kaum peremmpuan, nasib yatim piatu dan janda, perkawinan anak-anak, pembaharuan undang-undang perkawinan Islam, pentingnya meningkatkan harga diri di kalangan perempuan dan perkawinan paksa, juga tentang anti permaduan (anti poligami) dan nasionalisme.

Sejarah mencatat bahwa kegigihan kaum perempuan menolak poligami tidak bisa dibendung. Pada November 1952, 19 organisasi perempuan menyatakan menentang pemborosan uang negara untuk membayar poligami. Puncak penolakan terjadi 17 Desember 1953 saat berbagai organisasi perempuan menggelar aksi demonstrasi.

Saat ini 78 tahun sejak Kngres Perempuan Indonesia I 1928 kaum perempuan Indonesia masih berhasapan dengan persoalan sama yaitu Poligami, yang disahkan dalam undang-undang Perkawinan tahun 1974. UU tersebut menjustifikasi poligami meski dengan izin pengadilan, dan khususnya bagi PNS dengan izin pejabat (PP 10/1983 dan PP 45/1990).Sebagai masalah yang bukan baru, poligami dipraktekan di Indonesia sejak beratus-ratus tahun lamanya mengakibatkan penderitaan pada kaum perempuan dan anak-anak. Karena itulah kami menyatakan bahwa

  • Poligami mendiskriminasikan kaum perempuan dan manifestasi kekerasan pada perempuan dan anak
    Fakta di seputar poligami menunjukkan dari 106 kasus poligami yang didampingi LBH-APIK selama kurun 2001 – 2005 memperlihatkan bentuk-bentuk kekerasan terhadap istri-istri dan anak-anak mereka, mulai dari tekanan psikis, penganiayaan fisik, penelantaran istri dan anak-anak, ancaman dan teror serta pengabaian hak seksual istri.
  • Poligami semakin memiskinkan dan merendahkan martabat perempuan
    Harkat perempuan tidak perlu diangkat apabila negara dan masyarakat telah memastikan bahwa tak ada yang lebih rendah dan lebih tinggi di antara perempuan dan laki-laki, melainkan setara.
  • Revisi UU perkawinan merupakan salah satu upaya untuk menghapuskan poligami
    Sebagai negara yang telah melakukan ratifikasi CEDAW (The Convention on The Elimination of Discrimination Againts Women), pemerintah Indonesia wajib memberikan perlindungan bagi perempuan dari berbagai bentuk diskriminasi, baik di lingkungan keluarga masyarakat maupun negara.

Berdasarkan itu semua, kami menyerukan kepada semua pihak, khususnya pada pembuat kebijakan:

  1. Agar segera membuat langkah-langkah kongkret untuk menghapuskan setiap bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, khususnya di bidang perkawinan dengan mengurangi praktek poligami di masyarakat.
  2. Mempercepat amandemen Undang-Undang Perkawinan No.1 tahun 1974
  3. Mengkritisi setiap tafsir ajaran agama yang diskriminatif terhadap perempuan dan sebaliknya perlu segera disebarkan penafsiran ajaran agama yang lebih setara dan adil gender
  4. Menjadikan UU No.7 tahun 1984 sebagai acuan dalam penyusunan setiap kebijakan maupun dalam menyelesaikan kasus-kasus yang berkaitan dengan kehidupan kemasyarakatan, khususnya yang mengenai perempuan.
  5. Menciptakan masyarakat yang bebas poligami dan bentuk-bentuk diskriminasi dan kekerasan lainnya terhadap perempuan dan anak.

Jakarta, 22 Desember 2006

Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB), Aliansi Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Bupera FSPI Reformasi, Derap Warapsari, ICMC, ICRP, Institut Perempuan, Kakilima, Kalyanamitra, Kapal Perempuan, KePPak Perempuan, Kohati BP HMI, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi (KPI)-Jabotabek, LBH Apik Jakarta, LBH Jakarta, LKBH PeKa, Mitra Perempuan, Perempuan Mahardika, PKT RSCM, PP Fatayat NU, PP Muslimat NU, PSHK Indonesia, PERWATI, PGI Divv PA, Puan Amal Hayati, Rahima, Rekan Perempuan, Rumpun Gema Perempuan, Rumah Kita, Seknas KPI, Senjata Kartini (SEKAR), SBM Kerawang, Solidaritas Perempuan, SIKAP, SBMI, Yappika, Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Yayasan Pulih, YATRIWI, YLBHI, dan individu-individu yang peduli

 

Baca juga: Kasus Aa Gym mendorong sikap melawan poligami
Munculnya kasus Aa Gym harus disambut sebagai dorongan besar untuk mengangkat sindrom poligami ke forum keputusan publik untuk mempersoalkan untung ruginya bagi masyarakat. Bila merugikan kaum perempuan maka layaknya dilarang.

Print article only

61 Comments:

  1. From Ramli Sihaloho on 21 December 2006 18:56:59 WIB

    terlepas apakah agama membolehkan atau tidak, poligami itu sifatnya sangat tidak adil dan tidak manusiawi. perjuangan kaum ibu menolak poligami mestinya diresponi positif oleh pihak2 terkait. poligami itu sumber masalah yg sebetulnya tidak perlu, apapun alasannya.
  2. From ancilla on 21 December 2006 19:48:39 WIB
    Ah...
    Unfortunately I can't join it :(

    Go for it!
  3. From Iwan on 22 December 2006 06:27:41 WIB
    Pak Wimar, ternyata ada lho demo2 yang MENDUKUNG poligami. hehehe... saya juga ngga habis pikir.
  4. From wimar on 22 December 2006 06:33:06 WIB
    orang bilang, 'it takes all kinds to make a world'
  5. From Fira Basuki on 22 December 2006 08:58:37 WIB
    Aku pendukung anti-poligami!
    Sure, acara ini aku dukung, hehehe ;-)
  6. From ita on 22 December 2006 09:19:01 WIB
    Ketika saya berumur 20, untuk pertama kalinya saya diizinkan untuk tinggal sendiri dan mandiri....

    Ibuku dengan senyumnya tulus mengantarkanku.... namun dibalik senyumnya dia menyimpan kekhawatiran.
    Hati-hati yach mel... Janagan Lupa makan... jangan malas... Pintunya jangan lUpa ditutup.. jangan lupa kalo mau tidur tv, radio dimatiin. Jangan ceroboh yach... masih banyak lagi JANGAN yang ia sampaikan..

    Aku tahu dia begitu karena dia sayang padaku. Met hari Ibu Mama ku sayang :)

    Saya gak setuju poligami... dan gak mau punya ibu dua hanya untuk kepuasaan Sang Lelaki. Tak mau melihat tangis sedih mengalir dari mata Ibunda karena teraniaya Lelakinya mendua kemudian berkelit dengan alasan membantu, dll (Basi)

    kaum perempuan harus tegas menyatakan tidak pada Poligami karena keputusan ada di tangan kita. Poligami hanya cocok di zaman Batu, ada cara lain kalo ingin membantu wanita bukan dengan berkelit Berpoligami.

    perempuan aneh yang setuju sama poligami karena dia berarti siap Suaminya mendua :0.
  7. From LH on 22 December 2006 09:43:18 WIB

    Untuk ibu-ibu se Indonesia, Selamat hari ibu, terima kasih atas kasih sayang dan pengorbananmu kepada kami anak-anakmu, semoga anak-anakmu akan bisa membawamu kesatu titik dimana engkau tidak lagi dipandang sebelah mata oleh kaum pria.

    Buat bapak-bapak dan calon bapak-bapak, kalau mau berpoligami pikirkanlah ibu anda, apakah anda sebagai anak ingin ibu anda diperlakukan demikian oleh bapak anda.
  8. From wimar on 22 December 2006 09:48:36 WIB
    Perkawinan bisa dilakukan atas berbagai dasar. Kalau dasarnya nggak bener, poligami masuk akal, sama-sama nggak bener.

    Bagiku, perkawinan adalah kulminasi percintaan format one-on-one. Kalau perkawinan menjadi tidak one-on-one, ya bubar aja.

    Aa Gym menganjurkan istrinya untuk sabar, melawan cobaan dan sebagainya. Tipikal sikap lelaki jaman Batu, memakai istilah Ita. Perempuan disuruh sabar, lelaki berkuasa dengan kekuatan uang, tradisi, dan keserakahan.
  9. From Satya on 22 December 2006 09:53:44 WIB
    Iwan, ada ya demo untuk mendukung poligami?? haha.. baru aja saya tanya teman kalau yang pro-poligami gak bikin acara seperti ini ya? katanya kalau ada mungkin acaranya lebih 'seru' haha.. judulnya "pesta poligami".

    TOLAK POLIGAMI
  10. From luscy on 22 December 2006 15:33:36 WIB
    Banyak cerita sedih yang aku terima dari para sahabatku yang ortunya poligami. Saya bersyukur ayahku tidak salah mengartikan Islam membolehkan poligami. karena hanya manusia istimewa seperti Nabi Muhammad Saw yang bisa berpoligami, dan itupun karena dengan berbagai ketentuan yang sulit dipenuhi oleh manusia biasa seperti kita.
  11. From Marsha on 23 December 2006 08:50:06 WIB
    "Poligami memang diperbolehkan dalam beberapa kepercayaan sebagai salah satu bentuk hubungan resmi antar pria dan wanita."

    Saya rasa, yang ingin menggunakan argumen yang senada dengan kalimat di atas harus ingat bahwa pernyataan tersebut belum lengkap dalam konteks aplikasinya.
    Kalau cara menyadur argumennya pakai 'selective hearing', artinya ingin 'privilege' tanpa 'responsibility' dong...
  12. From angga on 23 December 2006 10:19:13 WIB
    wah adda juga masalah poligami di perspektif,,, poligami itu udah lama banget jadi polemik,,, di tambah lgi yg terakhir seorang da'i yang sangat kondang,, tapi intinya kalau saya pribadi jelas tidak mendukung, tapi kalau menyalahkan yg berpoligami jelas saya tidak berhak, tapi mungkin alasan2 artikel diatas dijadikan dasar pemikiran setiap orang untuk menilai masalah poligami, jangan diputuskan salah atau tidak karena ini masalah pribadi masing2 yg rasanya kita hanya perlu mengambil hikmah dari setiap peristiwa,, ada orang yang hanya mencari uang maka rela dimadu itu fakta, jadi perjuangan yang dilakukan kaum perempuan kadang2 dinodai oleh segelintir pihak yang punya padangan sendiri2 yang patut kita hargai,, kemiskinan juga merusak akal sehat sehingga ada saja orang yang rela mengadaikan kebahagiaan sejati untuk mencapai suatu tujuan, itu fakta jelas sangat nyata dan merupakan rahasia umum, hargai pandangan setiap individu.
  13. From Dian Anugrah on 23 December 2006 11:31:16 WIB
    Ass, tidak baik menentang sesuatu yang telah Allah SWT tetapkan sebagai hukum yang dibolehkan untuk lelaki mempunyai istri satu, dua ,tiga ,ataupun empat. Saya melihat arahan penolakan sudah tidak relistis lagi. Anda semua bisa melihat kasus Yahya Zaini yang merupakan petinggi GolKar itu! kasus inilah yang pantas dikritisi, bukannya malah menolak poligami. Poligami memang sulit diterima oleh mereka yang tidak punya kematangan dalam menerima agama Islam secara utuh. Untuk berpoligami juga tidak semudah yang anda bayangkan, kadangkala malah sang istri yang meminta suaminya berpoligami. Anda tahu jika ada 100.000 lelaki mampu, matang dalam beragama, serta mempunyai akhlak yang baik serta mampu dalam hal materi menikahi 100.000 janda dengan tiga anak. berarti telah diselamatkan 400.000 jiwa, apa anda menutup mata terhadap banyaknya wanita dan anak-anak yang terlantar. apa anda mau mempopulerkan perzinaan yang haram dan menentang poligami yang halal, Wassalam
  14. From Syarif Bustaman Assegaf on 23 December 2006 18:06:55 WIB
    yah semoga ibu dari Dian Anugrah yang diatas ini ndak di poligami bapaknya.Yang saya bingung bagaimana ya kalo bapaknya Dian Anugrah ini menikahi 100.000 janda, apa nggak gempor kaki Bapaknya...? (logika sederhana Dian dijawab logika sederhana saya...)

    (kadang-kadang semangat beragama berlebihan melupakan esensi dari sebuah persoalan)

    Syarif Bustaman Assegaf
    Ps. Buat Dian Anugrah mbok kalo mau mengutarakan sesuatu yah dipikir-pikir dulu, jangan jadikan Islam sebagai pembenaran terhadap tindakan tidak benar/ menyalahgunakan poligami untuk menyakiti wanita.
  15. From Darso on 23 December 2006 20:42:10 WIB
    Tinggal kelompok wanita HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) deh sendirian, sambil teriak-teriak dukung poligami....
    LAINNYA

    T O L A K P O L I G A M I!!!!!!!!!!!
  16. From Ludjana on 24 December 2006 06:19:23 WIB
    Teruskan perjuangan anti-poligami !!!
    Paling sedikit, dimasa depan orang akan segan melakukannya. Perlu juga dicek, apakah benar di Maroko dan Tunisia (yang keduanya negara Islam) poligami sekarang dilarang oleh negara.

    =Mari kita kumpulkan dalih dalih yang sering dipakai untuk membela poligami ?

    Biasanya yang dibawah inilah yang digunakan untuk pembelaan poligami (Yang selalu interpretasi seenaknya dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk justifikasi)


    Diperbolehkan oleh agama
    Poligamistis adalah perbawa laki laki
    Daripada pergi ke penjual seks
    Tidak semua orang tidak setuju: isteri kedua, ketiga dan seterusnya pasti setuju
    Ingin punya keturunan
    Demi gengsi

    Barangkali anda bisa tambah
  17. From siti kusuma putri on 24 December 2006 14:03:46 WIB
    untuk mewakili para ibu, walaupun saya belum mejadi seorang ibu.... namun, mungkin suatu saat saya juga akan menjadi seorang ibu yang mempunyai suami.

    TOLAK KERAS POLIGAMI !!
  18. From karnali faisal on 26 December 2006 17:03:09 WIB
    Berbeda pendapat boleh, tapi jangan mencerca. Itu kalau kita mau menempatkan masalah poligami pada porsinya. Saya pribadi setuju dengan poligami. Yang penting sejauh mana tanggung jawab itu dilakukan. Banyak orang yang poligami tapi sukses membina keluarganya. Tidak sedikit orang yang monogami tapi keluarganya berantakan. Lepas dari pemahaman terhadap agama, pernyataan Teh Ninih yang rela dipoligami hendaknya harus kita jadikan sebagai evaluasi pemikiran kita terhadap poligami itu sendiri. Kalau bicara wawasan keagamaan, Teh Ninih tahu betul, bahkan mungkin lebih tahu dari kita, apa dan bagaimana keluarga harus dibangun dalam perspektif yang agamis. Dan secara jujur harus kita akui, sebelum Aa Gym poligami, banyak orang Indonesia yang mengidolakan keluarga beliau. Nah, kalau Teh Ninih saja demikian ikhlas dipoligami mengapa kita seperti kebakaran jenggot. Satu hal lagi, kalau diadakan survei pemberitaan di media massa, problem keluarga yang menghasilkan kekerasan dalam rumah tangga sebagian besar dari keluarga yang monogami. Alhasil, pernyataan bahwa poligami memicu kekerasan dalam rumah tangga merupakan sikap gegabah. Dan juga lepas dari penafsiran kitab suci (Baca: Qur'an), Allah Swt sendiri membolehkan orang untuk berpoligami. Kalau ayat Allah Swt saja kita tentang, lalu apa lagi yang akan kita jadikan sandaran?
    Terakhir, saya ingin mengingatkan, bijaklah dalam bersikap dan bertutur kata. Saya prihatin kasus perselingkuhan dan perzinahan yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai agama manapun orang enggan berkomentar, tapi ketika poligami yang dilakukan secara bertanggung jawab justru dikomentari secara membabi buta. Ada apa ini?
  19. From Savitri on 27 December 2006 13:21:33 WIB
    Aku merasa sebagai perempuan punya hak untuk mempersunting suami orang, dan secara konsekwen tdk keberatan dipoligami. Ini bagian dari hak asasi perempuan juga loh. Dunia kawin mawin adalah dunia kompetisi antar laki2 dan antar perempuan. Semuanya harus legowo kalau "kalah" kompetisi,dan suaminya diambil perempuan lain. Kalau tidak mau legowo, ada pintu exit yaitu cerai, kan perempuan juga bisa menuntut cerai. Poligami itu kan sebetulnya nilai2 ketimuran. Cuma sekarang bawah sadar kita semua terjajah oleh mind set orang2 barat yg percaya Poligami itu jelek,sedangkan monogami dan jajan diluar itu baik. Aku merasa nyaman dan punya dignity dengan nilai2 timur.
  20. From sitha on 28 December 2006 10:58:46 WIB
    satu hal yang tidak bisa dipungkiri untuk umat islam, bahwa hukum kebolehan poligami ada di dalam Al Quran
    namun jika dipikir lebih lanjut, seharusnya fakta adanya ayat poligami menjadikan umat islam untuk berpikir lebih jauh, tidak menafsirkan hanya sebatas kata kata tapi juga wajib mencermati dan memaknai maksud kebolehan Allah.
    kalau menurut saya pribadi sebenarnya Allah sedang menguji manusia, menguji bagaimana kita mempergunakan akal kita.
    ingat kata Adil yang disyaratkan oleh Allah....
    apakah ada manusia yang bisa berbuat adil?
    tidak ada, muskil bukan?
    nah, kalau satu syarat utamanya sudah tidak bisa dipenuhi bagaimana mungkin perbuatan itu jadi legal?

    namun sayang sekali, saat ini banyak lelaki yang menjadikan dasar kebolehan itu sebagai pelegalan "urusan bawah pusar mereka". berbagai dalih dikeluarkan. Salah satunya dengan alasan mengikuti sunnah Rossu.Mereka lupa bagaimana contoh poligami yang ditunjukkan Rosullulah, Beliau menikah lagi setelah Bunda Khadijah wafat, beliau menikahi janda-janda yang memang patut ditolong....

    kembali lagi ke uraian awal.
    hukum poligami adalah mubah, boleh
    bukan sunnah apalagi wajib
    artinya apa? kita sebagai kaum wanita BERHAK mengatakan tidak dan menolak dipoligami. keputusan ada di tangan kita sendiri. Tidak ada yang berhak mengatakan kita tidak beriman hanya karena menolak dipoligami oleh suami kita, tidak ada yang berhak melabelkan kita sebagai perempuan tidak sholehah hanya karena kita tidak setuju terhadap poligami!poligami adalah pilihan, bukan kewajiban!
    dewi yull punya pertimbangan sendiri
    teh ninih punya pemikiran sendiri
    ada wanita yang menurut dipoligami karena mereka tidak punya kemandirian finansial, tidak biasa bekerja, sehingga muncul kekhawatiran akan kehidupannya dan anak anaknya di masa depan..
    ada wanita yang memilih dicerai, karena dia yakin bisa menghidupi dirinya dan anak anaknya sendiri
    itulah....[poligami adalah suatu pilihan hidup
    setiap keputusan yang diambil punya konsekuensi sendiri
    itulah advokasi yang perlu disampaikan pada kaum wanita, muslimah khususnya.
  21. From dinda on 30 December 2006 02:20:11 WIB
    yang namaya polygami biarpun dalam islam di izinkan dg syarat harus adil tp yang namanya manusia yang jauh dari kesempurnaan,tiap hari masih aja banyak ngelakuin hal2 yang sadar ato tidak sadar tidak adil/kurang adil baik pd diri sendiri atopun pd orang lain,jd gimana2 jangan deh coba2 poligami,dg dasar apapun gak akan ada yang namanya adil hadir.klo masih sadar..mending jauh2 dari situ deh..TOLAK POLIGAMI,brantas ketidak adilan dalam kamus keluarga bahagia..yez..hehehe(eh serius neh)
  22. From Anas Malik on 02 January 2007 17:24:57 WIB
    Buat Savitri kenalan dong, mau nggak nikah sama ana, nanti antum ...ana jadikan isteri ketiga...
  23. From Adabi on 03 January 2007 23:32:47 WIB
    Buat Syarif Bustaman Assegaf&seluruh sodra2ku yang terlalu cepat menyimpulkan ANTI POLIGAMI,ada baiknya kalian baca dulu tulisan dibawah ini!!!

    Menurut kalangan antipoligami, Islam sesungguhnya melarang poligami. Alasannya, di dalam surat al-Nisa’ ayat 3 poligami memang diperbolehkan. Akan tetapi itu bisa dilakukan apabila suami memenuhi syaratnya, yaitu harus adil. Sedangkan di dalam surat al-Nisa’ ayat 129 disebutkan: Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Jika kedua ayat tersebut dipadukan, maka kesimpulan yang didapat adalah larangan poligami. Sebab, pada ayat pertama berisi kebolehan dengan syarat adil, sementara ayat lainnya memberitahukan bahwa manusia tidak akan berbuat adil, yang berarti manusia tidak akan dapat memenuhi syarat tersebut. Sebuah kesimpulan yang tampak logis. Namun, benarkah demikian?

    Apabila kesimpulan itu benar, tentulah Rasulullah saw akan melarang sama sekali praktik poligami. Sebab apa pun alasannya, poligami hanya akan mengantarkan kepada laki-laki terjatuh kepada dosa lantaran tidak bisa berbuat adil. Pada hal kenyataannya tidak demikian. Riwayat-riwayat yang shahih dari Nabi saw justru membolehkan praktik poligami.

    Ahmad dan al-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memerintahkan kepada Ghailan bin Salamah yang memiliki 10 orang isteri untuk memilih 4 isteri di antara mereka dan menceraikan selebihnya ketika ia masuk Islam. Perintah yang sama juga ditujukan kepada Qais bin Tsabit yang beristeri 8 dan Naufal bin Mua’awiyyah yang beristeri 5. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw tidak melarang kepada mereka untuk beristeri lebih dari satu. Hanya saja, sebagaimana ditetapkan dalam surat al-Nur ayat 3, tidak boleh melebih empat isteri.

    Di samping itu, Rasulullah saw juga melarang seorang isteri yang menyuruh suaminya menceraikan madunya. Beliau saw bersabda: Seorang isteri tidak boleh meminta (suami) menceraikan saudaranya (madunya) agar ia dapat menguasai piringnya, tetapi hendaklah ia membiarkan tetap dalam pernikahannya karena sesungguhnya bagi dirinya bagian yang telah ditetapkan (HR Ibn Hibban dari Abu Hurairah ra).

    Sikap Rasulullah saw itu jelas menunjukkan kebolehan poligami, sekaligus kesalahan kesimpulan kalangan antipoligami. Sebab, orang paling otoritatif dan dijamin tidak salah dalam menjelaskan makna al-Quran Rasulullah saw (lihat QS al-Nahl: 44).


    Praktik Keliru Poligami Bukan Alasan

    Sementara berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi akibat praktik poligami sama sekali tidak bisa dijadikan sebagai alasan. Sebab, realitas itu terjadi karena praktik poligami tidak dijalankan sesuai dengan tuntunan Islam. Solusinya, tentu bukan melarang poligami, namun meluruskan praktik yang salah itu. Pula, kekerasan bukan monopoli keluarga poligami. Dalam keluarga monogami pun banyak ditemukan kekerasan. Apakah lantaran itu monogami juga harus dilarang?

    Alasan bahwa wanita menjadi sakit hati dan tertekan karena suaminya menikah lagi juga tidak tepat. Perasaan tersebut hanya akan muncul akibat anggapan bahwa poligami sebagai sesuatu yang buruk. Dan itu terjadi karena kampanye masif yang dilancarkan kalangan antipoligami. Sebaliknya isteri menganggap poligami sebagai sesuatu yang baik, perasaan sakit hati dan tertekan akibat suaminya berpoligami tidak terjadi. Bahkan jika ia memahami poligami sebagai tindakan mulia, dengan sukarela dia mencari isteri bagi suaminya sebagaimana yang terjadi pada kalangan aktivis Islam.

    Penggunaan alasan HAM untuk melarang poligami juga tampak aneh. Hak siapakah yang dilanggar ketika seorang suami memutuskan untuk poligami apalagi jika isteri pertamanya juga meridhai? Mengapa alasan serupa tidak digunakan untuk melarang praktik perzinaan dan perselingkuhan, malah dilokalisasi dan dilegalisasi? Padahal, perzinaan merupakan perilaku amoral yang menghancurkan masyarakat dan kehidupan. Walhasil, tidak ada alasan yang dapat diterima atas penolakan poligami. Kita patut pun bertanya, ada apa poligami dilarang?

    Matursuwun, pareng,,, Ngapuntene nggih,,,
  24. From Joko on 05 January 2007 19:43:03 WIB
    Kenapa yah,bangsa kita selalu mengaitkan segala sesuatu dengan agama.padahal poligami atau tidak itu kan masalah pilihan.pilihan masing masing yang harus dihormati.Istilah kerennya HAM.Hak yang dimiliki oleh setiap manusia.
    Secara jujur saya sebagai seorang pria juga mengakui kalau saya sendiri juga tidak berniat berpoligami.Karena menolong janda2 tidak harus diperistri.Masih banyak jalan menuju Roma.Bikin kek lapangan kerja trus si janda2 dikasih ketrampilan buat nyari nafkah.
    Lagipula yang namanya suami istri itu kan tidak terlepas dari hubungan seksual.Bukankah ini yang namanya pelampiasan nafsu semata?Satu saja dipakai juga nggak bakal habis kok.
    sudah seharusnya kita lebih konsisten ke masalah masalah yang lebih urgent yang sedang dihadapin bangsa ini.Urusan poligami biar kita serahkan kepada pribadi masing2.Urus dulu lapangan kerja dan ekonomi.Toh salah satu penyebab pelacuran adalah masalah ekonomi bukan hanya karena poligami.
  25. From Toto on 07 January 2007 20:57:57 WIB
    Assalammu'alaikum wr wb

    Polygami, di Alquran memang diperbolehkan dengan syarat2 tertentu (adil). Tapi di Ayat lain Alquran bahwa tidak akan bisa berbuat adil. Berarti itu isyarat bahwa susah sekali untuk berpolygami.

    Memang nabi Muhammad SAW memang berpolygami, tapi kita harus liat sejarahnya saat itu, apa alasannya?motivasinya?siapa saja yang dinikahi?istri istri nya protes tidak??dst... nah jika para Polygamer (pelaku polygami) bisa menjalankan sesuai Rasulullah itu tidak masalah... tapi apa kiranya kita bisa ya???

    waktu Rasulullah menyuruh Ghailan qais dan naufal menceraikan istri istrinya dan hanya 4 saja. Itu kan terjadi karena mereka 'sudah beristri banyak', mungkin akan lain cerita jika saat itu mereka belum beristri banyak...

    Rasulullah sendiri kan tidak membolehkan putrinya (fatimah)
    di polygami kan??dapat dikatakan bahwa Rasulullah menganjurkan tidak berpolygami, walau beliau menjalankan.

    Lha wong Aa Gym aja di televisi menganjurkan Umatnya agar tidak berpolygami Kok... jadi ya tidak usah diperdebatkan lagi.. hehehe.. kita kan sebagai umat ya manut dong dengan anjuran kiainya.

    banyak alasan yang pro polygami mengatakan kenapa si wong polygami halal kok diharamkan, sementara yang perselingkuhan,pelacuran kok tidak diperdebatkan, lha wong ini diskusinya masalah polygami kok, ya jangan mengalihkan ke situ dong. Kalo ditanya (yg tdk setuju polygami) tentang perselingkuhan, pelacuram, pasti pastilah tidak setuju..(haram itu).

    ada yang pro polygami mengatakan dengan alasan jika disurvey maka akan lebih banyak kekerasan rumah tangga terjadi di keluarga yang monogami drpd di keluarga yang polygami.. ya tentu to Mas...kekerasan rumah tangga pasti lebih banyak terjadi di keluarga yg monogami... karena apa? ya karena jumlah keluarga monogami jmlhnya lebih buannyak..

    Polygami terjadi karena:
    1. Wanitanya mau untuk dijadikan istri kedua, ketiga, keempat dst..
    2. Istri pertamanya mau untuk dipolygami.

    Jika wanita tidak mau di polygami maka:
    1. Jangan mau dijadikan istri kedua, ketiga atau keempat dst..
    2. Istri pertama jangan mau di polygami. Jika takut kekerasan suami, maka laporkan ke penegak hukum. jika takut melanggar Agama, tanyakan kepada ulama ulama yang tidak setuju polygami (masih banyak juga kok)..

    buat wanita yg katanya punya hak juga, memiliki suami yang berstatus menikah. Carilah suami yang istrinya mau untuk di polygami. Jangan hanya mencari suami yg mau berpolygami, krn kalau itu MUDAH.(MOHON KOMENTRNYA)
    Prinsipnya sebagai suami jangan hanya memikirkan kebutuhan sendiri saja, tapi pikirkan juga kebutuhan kebutuhan istri (tidak hanya material saja).
    Sebagai Istripun jangan hanya memikirkan sendiri saja tapi pikirkan juga kebutuhan kebutuhan suami(tidak hanya meterial saja).

    sebagai wanita yang belum beristri pikirkan juga lebih jauh, siapa calon suami kita?jika (calon suami) sudah punya istri, pikirkan juga bagaimana perasaan istrinya?


    sekian saja, TERIMAKASIH

    Wassalammualaikum wr wb.











  26. From dade on 18 January 2007 11:13:58 WIB
    POLIGAMI= Nikahi Janda beranak Yatim

    Poligami dalam Islam bukanlah didasarkan pelepas syahwat tetapi sesuai dengan maksud Ayat 4/3 hanyalah untuk kestabilan hidup anak yatim dan ibunya yang janda.

    Perbantuan terhadap janda beranak yatim lebih efektif jika disalurkan melalui poligami daripada melalui Baitul Maal atau jawatan yang membiayai hidup fakir miskin.

    Dan sayangnya, tradisi poligami yang berlaku selama ini dalam masyarakat Islam bukan berdasarkan Ayat 4/3 tetapi poligami bebas sembarangan yang karena salah paham telah menimbulkan sikap sekuler dalam diri perempuan bahkan juga membuka jalan bagi usaha emansipasi.
  27. From Raiguru on 22 January 2007 16:17:20 WIB
    Laki-Laki = Wanita

    ternyata tidak dalam agama saja perempuan tidak di sederajatkan,...Dalam etika keseharianpun demikian
    wanita di anggap sebagai kaum yang lemah????
    - Ladies First (sambil membukakan pintu mempersilahkan wanita masuk lebih dulu) Contoh deskriminasi terhadap wanita
    - pelayan restaurant mempersilahkan wanita lebih dulu untuk duduk baru yang laki laki, contoh deskriminasi lagi
    - Di bis kota kalo ada cuma satu bangku kosong sementara banyak laki laki and wanita pasti laki laki yang harus mengalah??, ga perlu,.. kita sama sama kuat kok,....
    - Ada band dengan lagunya yang meminta wanita untuk lebih di mengerti dan di manja, (aku benci lagu ini,... wanita butuh kesamaan derajat tauuu,...)
  28. From dian anugrah on 30 January 2007 22:41:13 WIB
    ass, saya bingung topik ini ditanggapi emosi... mas yarif bustaman... bapak saya sudah almarhum, namun yang diperbolehkan Islam cuma 4 loh bukan 100.000, baca yang benar ya mas... jangan perturutkan emosi...
  29. From Herman on 01 March 2007 19:40:19 WIB
    Monogami, polygami, nggak mau(boleh) kawin itu pilihan pribadi; kalo orang mau mengambil pilihan ya monggoh2x aja selama nggak melakukan kegiatan kriminal (kecuali korupsi ya bang wimar ? di indonesia kurupsi itu halal, malah denger2x sedang proses ambil sertifikat halal ke dept. agama)
  30. From Mimi on 19 March 2007 20:35:52 WIB
    Ini penting dijawab bagi para PELAKU POLIGAMI dan PENDUKUNG POLIGAMI....Alasan bahwa poligami akan mengurangi perzinahan dan perselingkuhan adalah "KEBOHONGAN BESAR" karena ternyata banyak para lelaki yang sudah memiliki satu, dua, tiga hingga empat orang istri tetapi masih juga memiliki istri-istri simpanan diluar, selain itu para pelaku poligami, ternyata juga masih sering "jajan", diluar. Sehingga saya memberikan nasehat bagi para pelaku dan pendukung poligami adalah : tundukanlah pandangan anda melihat perempuan cantik, jangan sampai menggoda syahwat anda !!!
  31. From Kiki on 19 March 2007 20:44:04 WIB
    Salah satu alasan orang melakukan poligami adalah karena jumlah perempuan lebih besar dari laki-laki ? Apa benar ? O...iya ternyata benar !!! Berarti boleh-boleh saja poligami, terutama dengan janda-janda tua yang sudah tidak berdaya dan sebatang kara. Bukan seperti teh Rini ( istri kedua Aa Gym ) yang masih cantik, putih dan sexy. Tapi mana mampu Aa Gym menahan nafsunya ? Berarti anjuran dalam agama untuk "tundukan pandangan" udah mulai dilanggar donk !!! Masalahnya bukan tundukan pandangan wajah, yang lebih penting adalah tundukan nafsu syahwat dan melawannya dengan akal pikiran. Mau ndak, laki-laki juga diduakan ? Pasti gak mau. Nah....sama juga dengan perasaan istri
  32. From mel on 05 May 2007 15:52:40 WIB
    Yg penting jd manusia yg baik yg tdk menyakiti hati orang lain apalg istri dan ibu dr anak2 yg tlh dilahirkan. Wanita manapun tdk mau mempunyai dimadu. Dan yg mau dimadupun pasti krn hartanya mana ada wanita dijdkan simpanan tanpa dibiayai???? Pasti dan yakin krn laki2nya secara financial, pangkat, matapencaharian OK. Ada yg mau dimadu kl lelakinya pengangguran???????? Wah itu sih goblok bin tolol.
    Jangan nyubit kl tdk mau dicubit jangan mempunyai madu kl pasangan kt jg hrs setia, tdk punya PIL.
  33. From ayu on 14 May 2007 14:41:54 WIB
    sayangnya knapa para pro poligami-ers beranggapan :

    anti poligami=Pro perzinahan dan perselingkuhan.
    pola pikir seperti itu mendiskreditkan kaum pria sebagai mahluk jalang yang nafsunya susah dikendalikan

    Intinya sbenernya pengendalian diri, ya mbo kalo udah ada istri satu yang dinikmati ya yang satu itu aja donks..toh kaum istri juga ga nuntut laki-laki lain yang lebih muda dan berenergi toh?? sama-sama puas satu sama lain dan sama-sama gak minta madu bukannya itu yang namanya adil?

    Dan kenapa orang ribut2 poligami padahal itu adalah urusan pribadi masing2? saya pikir sih wajar-wajar saja...karena ketika masyarakat mulai memaklumkan poligami, maka posisi kaum wanita menjadi inferior dan kedudukannya dalam keluarga terancam dengan kemungkinan munculnya pihak kedua, ketiga dst.. Karena itu muncul sikap penolakan terhadap poligami sebagi bagian dari perlawanan terhadap nilai-nilai itu sendiri dalam masyarakat. Reaksi itu sendiri adalah reaksi natural dari mahluk hidup yang timbul ketika merasa dirinya terancam.


    Saya pribadi menolak poligami dan mendukung aksi menolak poligami.
  34. From Zorion Annas on 11 June 2007 17:22:25 WIB
    Poligami atas nama agama, membunuh juga atas nama agama. Terorisme atas nama agama. Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara
    makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan
    Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia menjadi pemasok turis calon haji yang terbesar di dunia). Orang-orang Arab ini memang hebat telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa.

    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?
  35. From Saleh Aziz on 17 June 2007 11:59:02 WIB
    POLIGAMI = PELECEHAN WANITA

    Dalam al-Qur’an, ada ayat yang secara eksplisit membolehkan poligami: dua, tiga atau empat orang isteri. Ayat inilah yang selalu menjadi senjata pendukung poligami untuk membenarkannya menurut optik Islam.

    Potongan pertama “ayat poligami” di Qur’an, seakan menyusun tangga jumlah keutamaan pernikahan. Di mulai dari dua, tiga, lantas empat. Yang paling reflek ditangkap logika biasa: cobalah dua dulu; kalau masih berminat, bisa tiga; jika masih ada kemauan dan kemampuan, boleh nambah menjadi genap empat. Bahkan, sementara umat Islam, ada yang sampai hati menjumlahkan bilangan-bilangan yang disebut Tuhan di al-Quran tersebut. Dua plus tiga, plus empat, sehingga menghasilkan jumlah yang fantastis dan menguntungkan kecenderungan pernikahan seseorang. Perbedanaan pemahaman ini tidak lepas dari permasalah hermeneutika (cara tafsir) atas ayat al-Qur’an. Masalahnya adalah, apakah penyebutan dua, tiga, empat, lantas kemudian satu, menunjukkan yang disebut pertama lebih utama (afdlal) dari yang kemudian? Kalau itu dilihat sebagai urutan keutamaan, ya poligami menjadi pilihan.

    Yang sering terlupakan adalah kelanjutan “ayat poligami” ini. Justru, yang terlupakan inilah sebetulnya ruh ayat itu. Yaitu: masalah keadilan. Keadilan atas siapa? Tentu yang dimadu (perempuan). Dari sudut pandang siapa keadilan itu? Ya, jelas sudut pandang perempuan. Sebab, yang menjadi objek poligami adalah perempuan; yang makan hati dan tahu takaran keadilan poligomos adalah perempuan itu sendiri, utamanya yang dimadu (yang terlecehkan).

  36. From imaduddien on 22 June 2007 15:15:59 WIB
    astaghfirullah................ bung
  37. From Bent \'Mulia on 08 August 2007 00:28:03 WIB
    " POLIGAMI ADALAH SOLUSI BUKAN POLUSI, "
    MAU POLIGAMI silahkan,GAK MAU silahkan TOLAK, POLIGAMI bukan Untuk DIPERDEBATKAN, SEKEDAR solusi KALO MERASA FIFTY-FIFTY mending jangan POLIGAMI.
  38. From aby on 09 November 2007 16:59:49 WIB
    Jgn lah kalian menolak hukum yg sudah ditetapkan Allah SWT dan sunnah dari Rasulullah SAW.
    Janganlah kalian menerima ayat yang lain ttp kafir terhadap ayat yang lainnya.
    Bersabarlah kaum perempuan..sesungguhnya pahala orang2 sabar tidak ada batasnya.Ini cm kehidupan dunia..hanya sebentar,setelah itu ada yang lebih kekal dan lebih baik dr sekedar kehidupan dunia.
    Dibalik hukum & ketetapan Allah SWT pasti ada hikmah yg didapat.
    Misal sbg contoh : skrg perbandingan jumlah wanita dan laki2 yg lebih banyak jumlah laki2. Kawin dgn siapa kaum perempuan jika laki2 tidak beristri lbh dari satu? apakah kaum wanita2nya disuruh kawin dengan hewan? Apa solusi orang2 yg menolak poligami ttg masalah ini?
    DI KITAB MANAPUN DIDUNIA TIDAK ADA SOLUSI TTG HAL INI, KECUALI AL QUR'AN.
    INGAT..setiap perkataan akan dituntut dihari pembalasan kelak. berhati2lah untuk berbicara ya akhi..ya ukhti..
  39. From aby on 10 November 2007 12:21:13 WIB
    Ralat : skrg perbandingan jumlah wanita dan laki2, yg lebih banyak jumlah wanita.
  40. From aby on 10 November 2007 12:32:55 WIB
    Orang2 yg menolak poligami sama saja menghina Rasullullah SAW dan sahabat2nya yg menikah lbh dr satu.
    Jika poligami tdk diperbolehkan, Rasulullah tidak akan pernah melakukan hal itu.
  41. From Solihin on 08 January 2008 04:49:59 WIB
    Assalaamu’alaikum.
    Saya sangat setuju dengan poligami.
    Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
    Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
    Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Rasulullah?
    Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
  42. From Zulfiki Bin Taha on 31 March 2008 19:04:13 WIB
    Mengucapkan "Selamat Natal" kepada umat nasrani adalah haram.

    Adapun hal-hal lainnya yang haram bagi umat muslim adalah:
    • makan mie instant => karena temuan oran Cina
    • memakai pakaian tekstil => karena ditemukan oleh Kristiani
    • makan nasi => karena berasal dari Cina
    • memakai kendaraan bermotor => karena temuan bangsa Kristiani
    • mengikuti ajaran Wali Songo => karena semuanya orang Cina
    • menggunakan listrik => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan komputer => karena temuan bangsa Kristiani
    • menggunakan internet => karena temuan bangsa Kristiani
    • kiblat mengarah ke Mekah => karena itu penyembahan berhala
    • naik haji => karena itu penyembahan berhala
    • menganggap buku al-qur’an suci => karena itu penyembahan berhala
    • mengelilingi ka’bah 7 kali => karena itu penyembahan berhala
    • sholat 5 kali sehari => karena ini penyembahan berhala
    • mempercayai surga, neraka & akhirat => semuanya ini adalah berhala

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan merusak tempat-tempat ibadah umat lain, tapi mereka memakai pakaian tekstil dan mengendarai kendaraan bermotor? Sedangkan tekstil dan kendaraan bermotor adalah temuan dan teknologi bangsa Nasrani.

    Bagaimana dengan saudara-saudara kita umat muslim yang membela Islam dengan meledakkan bom untuk membunuh umat lain? Sedangkan bom itu adalah temuan orang Yahudi.
  43. From Joko on 01 April 2008 15:36:20 WIB
    Mudah2an Allah memberikan pentunjuk kepada saudaraku yang menentang poligami. Mengapa? Allah menghalalkan tapi kalian mengharamkannya... Allah mengetahui apa yang baik bagi kita yang penuh dengan kelemahan.. Buat Sdr Solihin, sungguh anda menghina Rasulullah dgn kiasan anda seperti itu, saya tidak tahu anda Muslim atau bukan.. Semoga Allah selalu memelihara cahaya Islam di bumi Indonesia tercinta ini.
  44. From Zulfiki Bin Taha on 07 April 2008 17:56:27 WIB
    Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

    Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

    Resikonya adalah:
    Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

    Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

    Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.

  45. From Zulfiki Bin Taha on 07 April 2008 18:58:39 WIB
    Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

    Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

    Resikonya adalah:
    Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

    Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

    Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.

  46. From sahid on 08 April 2008 10:34:47 WIB
    siapakah orangnya yang berani menentang hukum tuhan, sedang ia hanya memakai dasar atas HAM, DEMOKRASI atau apalah yang sejenisnya. tahukah anda ketika anda tidak percaya pada hukum tuhan berarti anda orang yang tidak bertuhan. tak peduli itu istri kyai, artis, atau istri presiden sekalipun. boleh anda benci atau tolak poligami karena menyakitkan hati anda, tapi beranikah anda pertanggungjawabkannya dihadapan tuhan kelak? saya kira hanya orang-orang yang TIDAK BERTUHAN saja yang berani berbicara TOLAK POLIGAMI !


    sahid
  47. From Khairun Abubaker on 09 April 2008 17:15:13 WIB
    Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.


  48. From Polygamist on 11 April 2008 14:50:29 WIB
    Dukung Poligami tolak perzinahan.

  49. From mardi reski on 28 May 2008 14:22:27 WIB
    kenapa kita melarang poligami. sedangkan tuhan saja tidak melarang yaitu asal seseorang itu adil. dan kalaupun orang itu akan menikah lagi istrinya harus setuju dulu. kalau istrinya saja setuju mengapa kita yang repot. gituuu aja kok repot!!!!!!!!
  50. From Rustan Zali on 02 June 2008 14:04:22 WIB
    LAGI-LAGI OKNUM POLISI YANG DI FPI MELAKUKAN KEBRINGASAN

    Wah ! Lagi terjadi kekerasan a la jaman kegelapan.

    Seharusnya bukan FPI yang dilarang di Indonesia, malah Islam seharusnya dilarang di Nusantara karena idiologi ini hanya menyulut kebencian dan membuat keonaran, kerusuhan, anarki yang membuat masyarakat Indonesia resah.

  51. From Zulfikli Bin Taha on 08 August 2008 15:09:52 WIB
    Poligami adalah aturan barbar. Akal-akalan laki-laki di Timur Tengah waktu jaman jahiliyah. Bagi orang yang pernah ke Timur Tengah baru bisa melihat budaya Arab yang sebenarnya. Kebudayaan Nusantara jauh lebih tinggi dan lebih luhur dari budaya Arab yang bejat itu.

    Di Eropah, seseorang yang marah dengan seorang temannya lazim berkata: “Kamu ini kerjanya seperti orang Arab saja.” Ini artinya bahwa temannya itu kerjanya jelek, tidak teratur, bodoh, lugu, dsb.

    Jadi kata “Arab” itu konotasinya bodoh, lugu, tidak teratur, bego, tidak tepat waktu, semrawutan, sembrono, naif, semrawutan, barbar dan hal-hal yang negatif lainnya.

    Sayangnya di Indonesia, kita saat ini kesurupan budaya Arab. Tidak mengherankan kenapa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multi-dimensi, dalam keadaan porak-poranda.

  52. From Iman Safari on 19 September 2008 07:33:56 WIB
    Saya tidak berpoligami.
    mari berpikir secara sederhana ...

    Bagaimana kalo laki2 dan perempuan yang ada di dunia ini semuanya dipasang-pasangkan. akankah semuanya akan mendapat pasangan. jumlah perempuan lebih banyak. bagaimana nasib, perasaan perempuan yang tidak kebagian pasangan...

    kalo tidak suka poligami jangan mengecam poligami itu kasih sayang dari Alloh SWT kepada hambaNya

    imansafariku@gmai.com
  53. From Rian on 23 September 2008 15:38:04 WIB
    Kalau orang-orang dalam perkawinan poligami itu setuju dengan way of life mereka, berpoligami dan dipoligami, ya sudah biarin saja.Ngapain kita ngusik kehidupan mereka.

    Yang mau poligami, silahkan kalau sanggup.
    Yang nggak mau dipoligami, ya minta cerai saja.

    Gitu aja kok repot. Lebih baik kita urusin diri kita sendiri daripada ngurusin orang lain.
  54. From christ on 25 September 2008 04:09:00 WIB
    Hello Guys ...
    setau gue ga ada ayatnya di qur-an yg menyuruh umat islam berpoligami. pemahaman yg salah dipake dasar, ya jadi rusak.kalo lo pade mo tau penjelasan perihal poligami ada tuh yg nurut gue logis dan benar di:
    http://nur-isa.blogspot.com
  55. From Ihsan on 27 September 2008 01:12:15 WIB
    Pertanyaan sy 1, kenapa hrs ada ayat Poligami?
    Kl para pendekar anti poligami itu benar dg hujjahnya, pa berarti tuhan yg selama ini membuat kekacauan?
    ckkckkckkk...
  56. From didik on 02 December 2008 11:04:01 WIB
    ajakan menolak poligami adalah ajakan yang luar biasa bagi satu kalangan dan tidak bagi yang lain. demikian pula sebaliknya. ajakan kepada sebuah ide apapun adalah \\\"dakwah\\\" (meminjam istilah islam). anda, kalian punya ide. silakan sampaikan ide anda, dakwahkan. tetapi anda tidak bisa menghukumi apapun kepada siapapun atau kelompok manapun yang tidak setuju dengan ide anda. seperti anda salah kalo setuju dengan poligami, misalnya. tidak semudah itu tentunya. kalo anda orang indonesia, anda harus lihat dulu, bagaimana poligami dalam perspektif hukum di indonesia. nah kalo menurut hukum di indonesia ternyata poligami dilarang, artinya setiap yang melakukan poligami adalah pelanggar hukum. setiap pelanggar hukum harus diadili. bagaimana realitasnya? jadi, kalo apa yang anda sampaikan sebagai ajakan, apapun itu, selama masih merupakan ide dan belum diundangkan di negara ini, maka siapapun boleh berpendapat apapun. menolak atau menerima. sebaliknya, bagi setiap orang atau kelompok yang mengajak tidak boleh menghukumi apapun, mencela, menghujat dan seterusnya, kecuali sebelumnya kedua pihak telah bersepakat untuk menggunakan neraca yang sama, hukum yang sama. kalo anda orang islam, neraca anda ya qur\\\'an. kalo dari awal kalian sudah tidak setuju memakai asas yang sama, mana mungkin akan ada titik temu. ????? lakum dinukum waliyadin aja lah... gitu aza kok repot.
    kalo anda islam, pakai qur\\\'an. kalo kristen ya injil. mudah kan? nah, kalo kita islam di indonesia gimana hayo...????
    aa gym, dia wni yang berpoligami. dan nyatanya nikahnya juga sah. bukan nikah siri gitu. saat berpoligami tentu dia menggunakan aturan main islam, hukum yang ia yakini benar. hukum yang ia yakini datang dari tuhannya. sebaliknya kalo anda punya tuhan yang lain, hukum yang lain, gunakan aja tuhan dan hukum itu. kalo mau diperdebatkan, harus dibuat kesepakatan dulu, kita mau pakai hukum siapa? kalo tidak begitu yang terjadi hanyalah depat kusir tak berkesudahan kayak yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi kita.
    jadi kalo anda memperdebatkan sesuatu, silakan saja. tapi buka dulu lebar-lebar hati anda. semua harus terbuka dan jujur. ini benar, ini salah itu soal nanti. yang penting proses menuju ke titik temu, harus benar dulu. silakan dicoba. silakan anda mulai mengajak kepada apa yang anda yakini benar. karena sayapun begitu.
  57. From Aris Yuwono on 28 May 2009 14:31:05 WIB
    Bagi yg non muslim jangan mengomentari Islam atau ajaran Islam di forum ini, silahkan berdebat di forum lain.

    Bagi Muslim yg mengakui poligami itu diperbolehkan dalam Islam tapi membenci poligami juga dipersilahkan, lho wong sholat saja juga banyak yg ogah apalagi puasa, sekalian aja bikin ajakan tolak sholat dan tolak puasa ramadhan.

    Bagi Muslim yg tidak membenarkan bahwa poligami dibolehkan dalam Islam, silahkan belajar lagi dan baca buku2 biography para sahabat nabi dan para ulama jaman dulu yg deket dengan jaman nabi. Apa iya ulama sekarang lebih pintar dan lebih zuhud dibanding para sahabat nabi dan para ulama salaf yg poligami. Baca tuh biography para imam mahzab.

    Bagi yg berpendapat bahwa membantu para janda dan anak2 yatim cukup dengan mensedekahi, silahkan saja tapi ada kebutuhan lain dari para janda itu terlebih yg masih muda yaitu kebutuhan akan belaian kasih sayang laki-laki dan sex. Apakah janda2 yg membutuhkan belaian kasih sayang laki2 dan sex tersebut harus nunggu tua untuk boleh dipoligami? atau pacaran aja dan have fun kayak orang2 barat itu?

  58. From sri herlina on 29 September 2009 13:13:11 WIB
    persatuan wanita anti poligami kog..... tidak ada di daerah kami kabupaten Musi Rawas Propinsi Sumatera Selatan, sebab Bupati Kami memperlihatkan kepada masyarakat kabupaten musi rawas kalau dia mempunyai istri lebih dari satu, terus terang saya juga kurang setuju dengan poligami, buat saja peraturan "pejabat tidak boleh mempunyai istri lebih dari satu (berpoligami)
  59. From Indonesia on 20 October 2009 13:02:25 WIB
    berpoligami. Menurut saya ini sangat membodohkan perempuan Indonesia dan merendahkan martabat sebagai perempuan. Ingat enggak ttg Nurdin M Top, ia juga berkata kepada orang lain bahwa kalau bom bunuh diri itu dapat 40 bidadari di Surga. Juga ttg Nabi berpoligami karena ia mencari perempuan yang sudah siap untuk dinikmati olehnya. Ada lagi alasannya karena zaman dulu perang, jadi perempuan harus dipoligami olehnya. Menurut saya kalau perempuan yang siap seperti itu adalah perempuan bodoh dan tidak punya harga diri, bukannya siap untuk dipoligami olehnya. Juga kalau alasannya karena perang, bagaimana kalau di Indonesia ada perang, terus Presiden juga harus mempoligami semua perempuan Indonesia ?. Memang manusia suka keliru kalau ttg hal seperti ini, apalagi kalau dikatakan karena perang oleh seseorang atau karena siap untuk menerima dll. Hati-hati tuh Klub itu, ingat enggak, Islam sudah banyak membodohi Indonesia dengan bermacam-macam cara, termasuk ini adalah metode Islam yang saya sudah curiga sebelumnya.

    Kenapa enggak sekalian buat Klub Nudist (Klub Telanjang) dan Klub Pedofil saja ?. Katanya Islam ingin orang lain bermoral, malu atuh jilat ludah sendiri. Katanya perempuan Indonesia Islam harus pakai Cadar atau Jilbab, sampai Putri Indonesia-Aceh saja buka Jilbab sudah seperti kiamat saja. Makanya kan licik Islam mah, tamu asing seperti David Kopersil, MU, Obama, Miyabi bahkan saudara Indonesia kita yaitu Putri Indonesia disabotase oleh Islam. Coba Klub Poligami mah masuk tuh mana ada coba yang demo2 gitu. Sekarang nih tahun 2010, kita tidak dapat menulis seperti ini lagi, sebab, Islam sudah mengusai bagian Undang-undang ITE dll. Makanya dengan UU itu, Islam dapat berkuasa di dalam negeri ini. Makanya saya sudah curiga dengan metode Islam terbaru, mereka tidak gunakan metode kasar lagi, tapi mereka gunakan metode halus tapi jahat.
  60. From ida on 29 May 2010 08:14:04 WIB
    saya wanita. dan saya mendukung poligami.
  61. From Agus on 22 June 2010 04:36:33 WIB
    Saya pria dan menolak poligami.
    Salah satunya MUAK DENGAN PELAKU POLIGAMI YANG SUKA BOHONG SOAL JUMLAH PENDUDUDK.

    Lihat data ini:

    https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/fields/2018.html.

    Artikel ini:

    http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/06/03/brk,20100603-252484,id.html.

    Sebetulnya masih banyak lho, tapi pendukung poligami terus tutup2i fakta ini dg bilang KEBOHONGAN BAHWA JUMLAH PRIA:WANITA 1:4.



Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home