Jawed Karim Jadi Orang Kaya
AREA magazine
08 November 2006
Dalam beberapa minggu belakangan ini, Jawed Karim - kalau di Indonesia - masuk lima orang terkaya. Dia tidak menitikberatkan cita-citanya pada kekayaan, maunya mengajar dan meneliti ilmu komputer. Kebetulan dia menjadi kaya.
Seorang mahasiswa Ilmu Komputer mahasiswa di Stanford, California, mendadak menjadi orang kaya. Dia tidak tahu persis berapa besar rezeki yang datang kepadanya beberapa hari yang lalu, tapi yang jelas banyak. Tahun 2002 waktu dia lebih muda lagi, dia mendapat rezeki nomplok juga ketika program dia PayPal dibeli oleh program terkenal eBay. Tapi uang itu tidak membelokkan niatnya untuk belajar sampai S2 dan kemudian kalau bisa menjadi dosen.
Sekarang godaannya untuk berhenti sekolah lebih besar lagi. Bersama dua orang temannya Chad Hurley dan Steven Chen, dia mengawali pembuatan website YouTube yang bisa digunakan oleh siapa saja untuk mempertontonkan video klip. Begitu populer website ini, sampai raksasa Google membelinya dengan harga US$ 1.65 Milyard. Angka yang besar, sukar disimak kalau tidak dibandingkan dengan angka lain. Sebagai perbandingan, Wal-Mart dari Amerika membeli suatu jaringan hypermarket di Cina dengan harga US$ 1 Milyard, menjadikannya hypermarket yang bisa mengalahkan Carrefour di Cina, negara dengan pasar terbesar di dunia. Tahun lalu perusahaan kosmetik L'Oreal membeli The Body Shop dan Anita Roddick bersama suami menerima USD 1.4 Milyard.

Lebih asyik lagi, jumlah yang diterima tiga anak muda itu (Jawed Karim berusia 27 tahun) bisa menempatkannya dalam 40 terkaya di Indonesia. Kalau dia di Indonesia, dia masuk sebagai nomor lima. Ini bukan perbandingan yang terlalu iseng, sebab bisa saja orang Indonesia membuat website yang bagus sampai dibeli oleh perusahaan besar. Tapi harus banyak menghabiskan waktu di komputer dan harus bebas pikiran dari hal-hal yang menekan.
Kalau orang kerjanya ngulik-ngulik di komputer, mungkin saja dia sedang mencoba gagasan baru yang akan menjadi terobosan. Kalau kreativitas menjadi hal yang diagungkan anak muda, mungkin ada yang bisa mengalihkan kecenderungan untuk menjadi kaya dengan cara yang tidak benar, sebab pencipta YouTube ini dalam beberapa tahun bisa mengumpulkan uang lebih banyak dari orang-orang yang didaftarkan oleh majalah Forbes dalam daftar 40 terkaya. Ambil nama-nama ini sebagai contoh:
Aburizal Bakrie (Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat)
Trihatma Haliman (pengusaha property)
Arifin Panigoro (pengusaha minyak)
Liem Sioe Liong (temannya Pak Harto)
Mochtar Riady (pengusaha perbankan)
Chairul Tanjung (pengusaha macam-macam)
Aksa Mahmud (ipar Jusuf Kalla)
Jusuf Kalla (Wakil Presiden)
Jakob Oetama (Kompas Gramedia)
Masih banyak orang nama orang kaya di Indonesia. Mereka sangat kaya. Tidak ada yang tahu kebenaran angka-angka kekayaannya, semua masih dibawah harga pembelian YouTube oleh Google kecuali empat orang terkaya.
Tapi mungkin cara memperoleh kekayaan sangat beda, antara Jawed Karim dengan pejabat/pengusaha Indonesia. Jawed Karim adalah orang biasa yang menambah nilai pada masyarakat, pejabat korup mengambil hasil jerih payah orang biasa untuk kenikmatan sendiri. Kita tidak tahu apakah semua pejabat kaya di Indonesia itu korup. Tapi dugaannya besar dan tanda-tandanya banyak. Kalau ditanya, pasti menjawab tidak. Ketika pengusaha yang orang terkaya nomor 28 ditanya apakah posisinya sebagai ipar Wakil Presiden membuatnya tambah kaya, dia katakan oh tidak, malah membuat repot. Heran juga kenapa kalau Lebaran, pengusaha memberi hadiah pada pejabat, mulai dari parsel sampai pada transfer bank dan cincin berlian. Menurut pengusaha yang orang terkaya nomor 28 tersebut, pemberian pengusaha kepada politisi dan pejabat selalu termasuk biaya pemasaran perusahaan. Sebagai orang biasa yang tidak punya kemampuan meneliti, kita harapkan saja KPK, Polisi dan Jaksa Agung bisa memeriksa kebenaran pembelaan yang susah masuk akal.
Yang jelas, orang yang kaya dari kreasi otak di internet tidak perlu KKN dengan siapapun dan tidak akan menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan, karena memang tidak punya. Setelah media reda membuat tiga orang brilian pencipta YouTube menjadi selebriti, Jarwed Karim akan kembali kuliah dengan celana jeans, baju polo dan sepatu Puma. Dia malah tidak tahu berapa besar bagian keuntungannya, karena sudah lama tidak aktif gara-gara sekolahnya. Pokoknya banyak, katanya.
Kalau anak muda macam dia senang nongkrong di mal, maka Jawed juga sekali-sekali "pintong" (pindah tongkrongan) di mal. Kalau mau, dia bisa juga membeli satu gedung mal secara gelondongan. Bahkan dengan dua temannya, ia bisa membeli duapuluh gedung Pondok Indah Mal.




9 Comments: