Articles

Soeharto

Perspektif Online
18 May 2006
Senjata Soeharto didasarkan pada ketegasan dibalik kerancuan. Ia mengacaukan standard etika sehingga orang bisa membenarkan korupsi dan kekerasan negara. Budaya Soeharto adalah, bersikap sopan tapi berbuat kejam. Perbanyak ucapan-ucapan bijaksana selagi menciptakan kejahatan baru melawsan masyarakat. Ajak orang memilih jalan yang salah tanpa mengurangi slogan yang benar. Tokoh rezim Soeharto bertengger di pergaulan santun, sedangkan semua orang tahu mereka sangat korup dan immoral. Pada tahun 1998 saya pernah mengajak orang untuk membuat sanksi sosial, menarik batas terhadap orang yang ikut merugikan negara sebagai anggota rezim Soeharto. "It fell on deaf ears." kalau orang Inggris bilang. Akhirnya kita-kita ini hidup dalam dunia sendiri, sementara Soeharto pelan-pelan mencari rehabilitasi.
 
lempar.jpg
 
Memang susah untuk mengasingkan tokoh rezim Soeharto karena mereka bagian dari kawan dan keluarga kita. Mungkin kakak, Bapak, atasan. Tapi kalau tidak mau ekstrim, bisa saja kita mengucilkan mereka dari jabatan dan kehormatan. Orang Biasa tidak perlu mengambil tindakan, tapi dukunglah proses hukum yang akan membeberkan kejahatan Soeharto secara pasti. Mengapa Presiden Abdurrahman Wahid yang berusaha menangkap koruptor rezim Soeharto tidak dibantu terhadap serangan dari politisi dan militer? Jaksa Agung Marsillam Simandjuntak jatuh bersama Presiden Wahid satu hari sebelum menangkap koruptor besar kabinet Soeharto,. Jaksa Agung Abdulrahman Saleh malah membebaskan Soehartonya sendiri. Bagaimana Presiden Yudoyono masih bisa menamakan diri reformis? Membela Soeharto adalah angka mati dalam penentuan nilai reformis seseorang.
 
091843.jpg
 
Apa alasannya mengampuni Soeharto, sedangkan dia belum diadili? Kalau mau memberi perikemanusiaan, berikanlah kepada rakyat Indonesia dulu, kepada orang baik, jangan pada orang yang paling merusak sumberdaya Indonesia. It just isn't fair.
 
protests.jpg
 
Munculnya Soeharto ke permukaan, sampai hampir menjadi tokoh negara lagi, adalah bukti kegagalan kepresidenen Megawati dan SBY. Dua-duanya memang sengaja membela Soeharto, karena punya kepentingan masing-masing. Kepentingan Megawati karena sesungguhnya kehidupan dan karir politiknya ditunjang oleh Soeharto sekian lama, disamping melanjutkan praktek korupsi dengan mengunakan sebagian orang Soeharto. Kepentingan SBY karena ketidak mampuannya mengambil keputusan moral. Dia terseret ke kiri dan ke kanan terus. SBY punya pikiran yang salah, Dia berpikir, untuk cari aman, jangan ambil keputusan yang berani. Layani kaum ekstrim dalam soal APP karena dia bisa dapat suara dari mereka, jangan musuhi orang Soeharto sebab semua uang negara masih disana. Dan SBY takut pada bekas atasan militer dia yang masih melekat sebagai orang yang dia segani. Tidak bisa diingkari bahwa dia adalah anak Soeharto juga. Begitu juga sebagian besar tokoh yang sekarang menjabat, disamping tokoh baru yang ingin melanjutkan kenyamanan elite masa Soeharto.
 
TOLAK REHABILITASI SOEHARTO !!!

Print article only

43 Comments:

  1. From mail2lila@gmail.com on 19 May 2006 09:23:33 WIB
    Artikel yang bagus sekali, thanks PO !
    Mencuri kejernihan dari kerancuan propaganda pemerintah yang senantiasa disodorkan ke rakyat biasa.

    pagi ini ada artikel detikcom soal sby. katanya:
    SBY: Jenguk Soeharto Kewajiban Moral Saya
    Presiden SBY meninggalkan RSPP Jumat (19/5/2006) sekitar pukul 08.08 WIB. SBY menganggap kunjungannya sebagai kewajiban moral terhadap mantan pemimpin.--08:47, 1.1 jam lalu
    -----------------------------------------------------

    pertanyaan saya sebagai orang biasa:
    Bagaimana kewajiban moral pak presiden terhadap kami orang biasa yang mendudukkan bapak sebagai pemimpin kami?
  2. From Satya on 19 May 2006 09:32:06 WIB
    dulu pertanyaannya apakah SBY akan cuekin masalah lama ini seperti dia cuekin hal2 penting lainnya? sekarang sih ga usah tanya lagi. setelah 4 presiden rupanya smiling general dibebaskan di administrasi smiling general, jr.
  3. From Mansur on 19 May 2006 10:56:41 WIB
    Banyak jalan menuju Roma. Juga banyak jalan dan celah untuk dapat mengadili Soeharto. Misalnya, melakukan audit investigasi terhadap sejumlah yayasan milik Soeharto. Hanya saja tidak ada kemauan dari pemerintah dan elit politik. Pemerintah harus ingat kesabaran rakyat ada batasnya. Jadi jangan sampai terjadi pengadilan oleh rakyat.
  4. From joel on 19 May 2006 12:03:36 WIB
    kebijakan pemerintahan soeharto dan aparatnya yg didukung dpr saat itu banyak sekali yg harus dijadikan obyek pelanggaran hukum spt:
    1.monopoli cengkeh lewat BPPC
    2.pembagian HPH kepada Bob Hasan dan eks2 jendral serta cukong
    3.pembobolan bank2 lewat BLBI dan pinjaman ke grup sendiri
    4.skandal saham freeport
    5.pelanggaran HAM di TimTim dan DI Aceh
    6. Markup proyek swastanisasi power plant
    7. Komisi dari kontrak kerja sama Pertamina dgn partner2nya
    serta masih banyak lagi skandal2 yg dapat dgn jelas dilihat irregularitiesnya karena arahan dari Soeharto sebagai Presiden saat itu. Jadi pengampunan terhadap pelanggaran hukum berat seperti yg dilakukan rejim Soeharto dan kroni2nya akan meng encourage generasi sekarang dan selanjutnya bahwa Indonesia adalah negara tanpa hukum buat penguasa yg korup dan menyalahgunakan wewenangnya selama 32 tahun. sudah sepantasnya Soeharto dan kroni2nya diseret ke pengadilan melalui pembentukan komisi independen yg memiliki kuasa penuh (extra judicial) utk menyidik, menghakimi dan menghukum para pelaku penjarahan spt Soeharto dan kroni2nya ini.
  5. From M.Sihotang on 19 May 2006 16:19:19 WIB
    Saya punya alasan yang kuat untuk mengatakan bahwa hancurnya Indonesia seperti sekarang ini - yang setengah mati susah diperbaiki - adalah karena budaya korup kronis yang selama 32 tahun dibangun oleh Suharto. Tidak ada secuil alasan pun yang dapat digunakan untuk memaafkan Suharto. Ketidakmampuan beberapa presiden setelah Suharto untuk menyeretnya ke pengadilan, juga berkat strategi jitu Suharto yang mewariskan sistim dan kroni2 yang sampai sekarang menguasai semua lini eksekutif, legislatif dan yudikatif.Belum pernah ada seorang pemimpin membuat kerusakan sistemik yang amat membusuk seperti Suharto. Tidak terkecuali media massa, khususnya televisi yang sebagian besar stasuinnya dimiliki kroni2 dan anak2 Suharto, selalu menonjolkan sisi kemanusiaan dari Suharto yang sedang sakit. Seakan akan yang harus dikasihani adalah Suharto semata, dan melupakan puluhan juta rakyat yang terpuruk hidupnya karena Suharto.Masih dapat dimaklumi bila Habibie dan SBY melindungi Suharto, sebab mereka bagian dari anak didik Suharto. Yang saya tidak habis mengerti, bagaimana Megawati dan Gus Dur juga tidak berdaya. Bahkan masih segar dalam ingatan saya bagaimana Gus Dur bertemu kriminal Tomy Suharto secara sembunyi2 di Hotel Boroudur, bersama dengan Kyai2 hitam secara bisik2 tawar menawar biaya grasi, dan gagal mencapai deal. Sungguh sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Apakah kita perlu satu revolusi lagi - bukan reformasi - untuk menjebol biang kerusakan ini?
  6. From Udah_biasa on 23 May 2006 06:09:55 WIB
    Sekarang masalah nya bagaimana pemerintah bisa mendidik rakyat dan memberi suatu kehidupan yang layak untuk rakyat! Memang 30 tahun berarti sekali dalam kehidupan bangsa Indonesia, walaupun arti kehidupan yg dimaksug bukan yg terbaik buat rakyat nya! Memang Suharto adalah Hitler dan Mussolini modern di abad 21 ini, tapi kalau kita liat mentalitas bangsa dan rakyat 30 tahun ke belakang pantas lah Bangsa dan Rakyat Indonesia di didik secara keras, karena memang sikap, mentalitas dan moralitas bangsa saat itu tidak dan belum bisa di lepas! seperti Kerbau yg harus di cucuk hidung nya!!!!!!
    Dan saya rasa sikap kepemimpinan suharto saat itu adalah paling pas buat rakyat indonesia!
    Walau pun dalam praktek nya dia menyimpang dan memperkaya diri untuk dia dan konco2 nya.

    Tapi di lain sisi ! seandainya SBY, MEGAWATI, GUSDUR,HABIBIE yg jadi presiden 30 tahun yg lalu ampunnnnnnn saya ga bisa bayangkan apa jadi nya negara INDONESIA sekarang??????? saya tidak bisa bayangkan mungkin Indonesia berada di nomor paling bawah di deretan negara2 asia tenggara! mungkin lebih parah dari srilanka dan bangladesh!

    Mau Bukti?? ???Habibie belum 1 tahun timor timur hilang
    Gusdur? Negara terhina di percaturan politk dunia!
    Megawati ? Plintat Plintut kebanyakan basa basi dan toleransi hasil nya koruptor baru bertumbuh seperti jamur di musim hujan!
    SBY....?????? Kebanyakan Demo! Issue tentang SARA dimana mana! Kemunafikan merajalela!!!(RUU APP).

    Nah kalau ini berjalan dalam waktu 30 tahun! jangan heran kalau Negara kesatuan Indonesia cuma Tinggal Pulau Jawa doang!!!!!!!!!!!!!!!!

    Jadi sebaik nya sekarang jangaN MIKIRIN SOAL SUHARTO TERUS SEKARANG WAKTUNYA MIKIRIN TENTANG KEUTUHAN KEDAULATAN DAN KEMAKMURAN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN DAN PENYULUHAN YG BAIK!
    Hajar jangan tanggug2 koruptor koruptor kasih pelajaran yg keras biar yg lain2 ga berani ! kalau perlu kasih hukuman mati!
    Hajar group2 yg mau memcah belah keharmonisan kehidupan beragama di indonesia!
    REFORMASI ITU DARI ATAS KEBAWAH! KALAU DARI BAWAH KEATAS ITU NAMANYA REVOLUSI!!!!!!!!! ENGGA CUKUP APA DARI 1945 SAMPAI SEKARANG REVOLUSI TERUS??????

  7. From Satya on 23 May 2006 08:53:18 WIB
    kenapa sih argumen setiap pembela soeharto selalu "ya dia jahat tapi jangan diadili"? takut amat diadili. kalau mau mengamankan masa depan, justru kita harus tunjukkan bahwa kita bisa mengadili orang dan menyatakan dg hukum dia salah atau benar. we don't care about soeharto. kita hanya perlu tunjukkan ke rakyat sendiri dan orang luar, apakah sistem pengadilan kita nyambung ama realita. baik anda fasis yg seneng hukum orang atau liberal yg ingat humanisme, mestinya dukung pengadilan soeharto, lalu silakan argumen "soeharto jahat tapi berjasa" itu diposkan ke juan felix.
  8. From ATOK on 24 May 2006 01:25:23 WIB
    sebuah ironi : dengan alasan kemanusiaan, suharto akan diampuni.

    mengapa tidak ada yang menginagtkan tentang pelurusan sejarah. tentang apa yang terjadi pada tahun 65-66? mengapa tidak ada yang berbicara tentang pembantaian berjuta-juta rakyat oleh suharto?bagaimana nasib orang-orang yang disiksa tanpa proses peradilan?bagaimana dengan kudeta yang dilakukan suharto?
    orang diluar negeri TAHU, mengapa kita pura-pura tidak tau?
    PENJAHAT KEMANUSIAAN AKAN DEIAMPUNI KARENA ALASAN KEMANUSIAAN...sebuah ironi.

    SAYA TIDAK AKAN PERNAH IKUT PEMILU SEBELUM TRAGEDI 65-66 TERUNGKAP DENGAN JELAS!!!

    JUSUF KALLA & BAMBANG YUDOYONO ADALAH ANTEK SUHARTO,KRONI ORBA,PENJUAL NEGARA!! GANTUNG, ATAU TEMBAK MATI MEREKA!!

    TIDAK PERNAH TERJADI REFORMASI DI INDONESIA, SEMUA YANG TERJADI TAHUN 98 ADALAH HASIL REKAYASA ORBA DAN KAPITALIS ASING... para Pahlawan reformasi sedang menangis di pusaranya. saya menyesal ikut gerakan reformasi
  9. From bagman on 24 May 2006 18:37:20 WIB
    ma wimar....yang baek...
    gimana ya bagi aku sendiri ADILI Soeharto adalah harga mati. saya juga setuju banget ma mas atok soalnya reformasi tidak pernah terjadi, yang ikut kemaren demo telah dibohongi. seharusnya sekartang kita harus memikirkan harus REVOLUSI!!!!kenapa? karena pemimpin sekarang itu adalah hasil bentukan dan didikan Soeharto, makany cara berpikir, bertindak dan menangani masalh seperti Soeharto. makanya bubarkan saja pemerintah sby dan jk.
    merdeka
  10. From medon on 24 May 2006 22:04:30 WIB
    mari berdoa agar soeharto lekas sembuh dan insyaf!!
  11. From Udah_biasa on 24 May 2006 23:07:23 WIB
    Kalau menurut saya silahkan2 saja adili suharto! sita hartanya, masukin ke penjara biar mati merana!!!! lalu apa yg kita accomplished dengan melakukan itu? apakah hartanya yang sebegitu banyak nya bisa di bagikan dengan rata terhadap rakyat? dan bisa di nikmati rakyat? dan apakah kita akan tau bahwa harta sitaan dari suharto tidak akan di korupsi lagi untuk kepentingan orang2 tertentu atau kelompok tertentu?
    Setelah Suharto di hukum di hajar di mati in! Apakah perbuatan ini akan membuat 47% dari 200 juta rakyat indonesia keluar dari garis kemiskinan? 33% rakyat bisa menikmati pendidikan yang layak? 52% rakyat Indonesia bisa Hidup yang layak? jangan cuma kita ngitung Jakarta lho!
    Ada yang lebih besar yang harus di pikirkan oleh pemerintah dari pada hanya mengadili Suharto! Kalau cuma itu yang jadi focus kita kasihan sekali bangsa dan negaraku ini.
    Setiap pemerintahan di dunia ini mempunyai seorang seperti suharto!!!!Buat saya pengadilan terhadap suharto ok ok ajah apapun alasannya mau moral keq material keq sekarang yg penting buat kita adalah penting solusinya!
    Kemana Bangsa dan Negara Ini akan di bawa oleh pemimpin kita??? Sekarang negara kita seperti LUDRUK!!!!! setiap penampilan ada kesamaan nya!
    Sekali lagi INI NEGARA DAN BANGSA BUKAN PANGGUNG LENONG ATAU LUDRUK!!!

    Biarlah teriakan merdeka di kumandangkan berkali kali! sudah waktunya bangsa ini merdeka dari Koruptor, merdeka dari kemunafikan! Merdeka dari pikiran sempit pelaku pelaku politik dan keadilan, Merdeka dari pembodohan yg di lakukan partai2 atau kelompok tertentu.MERDEKA UNTUK BISA HIDUP LAYAK SEBAGAI SEORANG INDONESIA!

    Saya menangis dan dada saya sesak menulis ini! saya Cinta INDONESIA KU SUDAH BANYAK DARAH DAN AIRMATA TERTUMPAH BUAT IBU PERTIWI SUDAH SAAT NYA KITA MENGHADIAH KAN SENYUM DAN KESEJAHTERAAN KEPADA IBU PERTIWI!!!!
  12. From Imam on 25 May 2006 01:57:23 WIB
    Berita tempo interaktif 24 Mei 2006,
    Ketua Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ma’ruf Amin menyatakan, pemerintah harus menghentikan proses pengadilan bagi mantan presiden Soeharto. Alasannya, sakit permanen yang saat ini didera oleh mantan presiden kedua Indonesia ini tidak bisa lagi disembuhkan.

    Waduuuuh, ada apa dg MUI? Ada siapa di dalam MUI? Perasaan makin sini makin ngaco aja neh! Udah ngeluarin fatwa anti pluralisme dan liberalisme, jadi pemeran utama dalam RUU APP, skr ngeluarin pernyataan beginian. Repot deh kalo ulama2 kyk gini ikut ngatur republik ini! Ada yg tau dan bisa bongkar 'isi rumah' MUI ga?

    Satu lagi, maaf sdkt bela Gur Dur, buat saya GUS DUR msh lbh baik drpd Mega-HH dan SBY-YK. Kenapa:
    1. Pernyataan Kwik K Gie bbrp bln yl, ekonomi indonesia sempat mandiri selama 6 bln sewaktu ia jadi menteri, artinya terjadi pd masa pemerintahan Gus Dur kan?
    2. Beberapa menteri yg dipecat terbukti ngaco. Slh satunya Laksamana Sukardi, ketauan kan suka jual aset negara?
    3. Wilayah2 yg akan lepas dr NKRI saat ini, yg sering diucapkannya, mulai tampak jelas. Pemicunya byk, salah satunya rencana pemberlakuan UU APP.
    4. Hanya Gus Dur yg membiarkan dirinya dihina, bahkan dg hinaan yg paling dangkal sekalipun. Pasca-Gus Dur, mana ada yg berani bakar foto Mega/SBY, subversif bro! Gus Dur mendorong rakyat menyuarakan aspirasi sendiri,msh kasar. Sayangnya, 2 rejim setelahnya 'kurang berilmu' utk melanjutkan tahapan-tahapan proses tsb.
    5. Hanya di jaman Gus Dur, rumah Suharto dengan ruang2 rahasianya terbongkar. Gus Dur menolak deal yg ditawarkan Tommy di htl Borobudur. Stlh pertemuan itu dikabarkan Tommy mengadu ke pengacaranya.
    6. Hanya Gus Dur yg punya wawasan kebangsaan yg kuat, termasuk konsep negara maritimnya dan negara pluralistik. Mega, Amin, Akbar, SBY apa yg kalian punya?
    7. Gur Dur terhina di percaturan politik dunia? Sdkt contoh saja ya, Ketua HAM PBB yg berasal dari Indonesia, yg mendirikan perpustakan dengan nama perpustakaan Abdurahman Wahid, mencatat ketika ia melakukan kunjungan ke berbagai negara bahwa byk tokoh2 dari negara2 lain kagum kpd Gus Dur karena wawasan dan pemikiran yg sgt luas. Siapa sangka pula Soros dan presiden liberal suka mengunjungi Gus Dur? Mega, Amien, SBY, Akbar apalagi, who r they?
    9. Hanya Gus Dur, mnrt saya tokoh satu2nya pasca-Soeharto yg berhasil mencerabut ideologi orde baru di 'kepalanya'. Ideologi yg akarnya begitu mencengkram kuat hingga mempengaruhi perilaku dan sikap masy. Indonesia, termasuk saya, hingga saat ini(contoh plg sederhana: mash byk kan orang yg 'bergidik' ketika membayangkan PKI seperti dalam film G30S-PKI?)

  13. From Anton on 26 May 2006 10:43:45 WIB
    Sebagai pertanyaan kepada Sdr."udah biasa" maksud anda saat Gus Dur menjabat Presiden kita menjadi negara terhina di dunia itu apa? tolong dijelaskan dengan bukti-bukti dan argumen anda.

    Oh ya untuk saudara Imam, adalah wajar MUI melakukan tindakan itu, karena MUI adalah anak kandung Orde Baru, ia dilahirkan justru untuk menopang kekuasaan Orde Baru, walaupun pada awalnya semasa Hamka masih hidup ada indepedensi dalam lingkungan MUI, namun selepas meninggalnya Hamka, MUI direkrut menjadi bagian yang tak terpisah dari Orde Baru, MUI juga kerap mengeluarkan pernyataan rutin kebulatan tekad menjelang Pemilu untuk mendukung Suharto dan anda tahu bagaimana kerusakan yang diakibatkan oleh Suharto? Jadi MUI juga merupakan bagian dari kerusakan itu sendiri. Nah MUI yang mengeluarkan pernyataan mendukung dibebaskannya Suharto dari tuntutan jelas bukan hal yang aneh, sama tidak anehnya ketika seorang anak membela orang tuanya, tak peduli kesalahan orang tuanya itu apa.

    PS. Untuk lebih memahami konspirasi asing dalam mendukung pemerintahan yang korup di dunia ketiga saya sarankan anda membaca buku "Confession an Economic Hit Man" yang ditulis John Perkins. Untuk memahami bagaimana jahatnya konspirasi internasional atas nama kapitalisme.

    Terima Kasih.
  14. From firman on 27 May 2006 13:20:24 WIB
    tak pikir soeharto gak usah diadili, kasihan udah tua bau tanah lagi....
  15. From Nasser on 28 May 2006 03:08:57 WIB
    menurut saya, Ibrat sepakbola...

    Soeharto Punya Tim yg bagus...Defender2nya kuat2..susah di terobos...

    tapi ini sepakbola bung...sekuat2nya pasti ada kelemahan, harus punya Taktik yg Ampuh utk menembus pertahanan Soeharto.

    Entah itu memakai system All Attack, Counter Attack, Wing Attack...dan lain sebagainya.

    atau ibrat Batu...Sekeras-kerasnya Batu...jangan di lawan dg alat yg keras juga tapi yg lembut...yaitu dg Air...

    layaknya Karang...makin lama makin keropos

    Cheers
  16. From R.A.AMBARITA on 28 May 2006 10:08:10 WIB
    KEADILAN TIDAK HANYA DI PENGADILAN SAJA..

    Sdr2 yg sependeritaan..kita tidak boleh tinggal diam..MARI KITA PERSIAPKAN PENGADILAN RAKYAT buat soeharto.
    MUI tak bisa di percayai lagii...
    SBY tidak bisa di percayai lagi...
    MA tidak bisa di percayai lagi...
    Jaksa agung tidak bisa di percayai lagi...
    DPR tidak bisa di percayai lagi...

    MEREKA TELAH MEMOJOKKAN KITA...JANGAN MENJADI LEBIH BANCI DARI ANJING..!!!
    JADI...MARI KITA ADILI SOEHARTO BERSAMA-SAMA.


    KHUSUS BUAT SBY.........
    PAK SBY..RAKYAT ITU ADALAH ANAK-ANAKMU YG DI TITIPKAN KEPADAMU SEBAGAI PRESIDEN..KARENA ENGKAU TELAH TIDAK MENJAGANYA DENGAN BAIK, TUHAN BEREAKSI ATAS-MU. TELAH BANYAK ANAK-ANAKMU YG TELAH DI AMBIL-NYA. LIHATLAH..ANAK-ANAKMU YG TERDEKAT SUDAH MULAI DI JAMAH. TELAH..SAMPAI PADA YOGYAKARTA..PERCAYALAH..AKAN ADA HAL YANG TERBURUK LAGI. TUHAN ADA PAK SBY...PIMPINLAH PEMBERANTASAN KORUPSI ITU SECARA LANGSUNG..DEMI ANAK-ANAKMU.


  17. From oyix on 09 June 2006 08:36:14 WIB
    ya, benar tu kata firman, lebih baik ga usah diadili, kasihan tu pak harto, lagian dia juga udah dihukum Tuhan dengan sakit-sakitan, n tinggal menunggu ajal.tapi kalo ga diadili di dunia kasihan juga pak harto ntar diadili di akhirat, tambah parah ne urusannya..... gimana pak harto sendiri milih hukuman dunia apa akhirat ....?
  18. From Wiro on 15 June 2006 13:57:55 WIB
    Pokoknya Suharto harus diadili dan yg TERPENTING : "SITA HARTANYA UTK NEGARA & RAKYAT INDONESIA". Gulingkan juga SBY dan Yusuf Kalla yg merupakan pemimpin yg tidak jauh berbeda dari Suharto, yaitu SETAN BERTUBUH MANUSIA.
  19. From sandytia on 22 June 2006 11:43:47 WIB
    Setiap manusia pernah melakukan kesalahan. Kesalahan Soeharto besar karena memang tanggung jawabnya besar. Kita juga masing-masing punya kesalahan, mungkin kecil karena tanggung jawab kita kecil. Semua teman-teman berkomentar tentang kejelekan pemimpin-pemimpin kita, itu kurang bijak. biasanya yang berkomentar jelek, buruk ketika diberikantanggung jawab memimpin akan lebih buruk bahkan lebih korup. lihat saja dalam prakteknya. Untuk itu marilah kita berbuat arif dan bijak dalam memandang sesuatu. kedepankan akhlakulkarimah dalam berbagai komentar. Kata-kata dan ucapan yang keluar dari mulut seseorang menjadi bukti isi hati orang itu. Komentarnya buruk hatinyapun buruk, begitu pula sebaliknya.
  20. From Redi on 04 July 2006 12:55:03 WIB
    Bagi saya,soalnya bukan Soeharto sulit diadili, tapi kroninya ketakutan jadi target berikutnya. Sebab, kata Kompas, kalau tidak salah, 70-80 persen parlemen kita masih muka mantan pejabat Orba. Tak heran, demokrasi menjadi impoten. Demokrasi sudah dibajak, kata orang yang lainnya lagi.
    Kalau pemerintah kita bukan bagian dari kroni Orba, mudah membereskan kasus Soeharto yakni (1) buat Perpu pembuktian terbalik dan dorong Soeharto ke pengadilan dengan peradilan in absentia (tanpa hadir terdakwa) supaya ga repot dengan urusan manipulasi medis; (2) sita hartanya, telusuri kroninya, dan cari biang kerok di luar Soeharto yang bisa jadi simbol pemberantasan korupsi dengan dihukum mati; (3) terapkan aturan ilustrasi dimana setiap mantan penjabat orba tidak boleh memegang lagi jabatan di masa reformasi.
    Mudah bukan?
    Tinggal kemana angin politik menyapa!
  21. From joey on 28 October 2006 00:11:12 WIB
    soeharto harus diadili.....life to just!!
  22. From Jalidin on 13 April 2007 08:33:48 WIB
    Mengadili seseorang haruslah dengan aturan/Undang2 yang adil, dilaksanakan oleh birokrat2/petugas yg adil, dilandasi oleh tata-nilai yg adil dan benar, dan "adil" serta "benar" itu adalah "adil" dan "benar" secara universal.
    Persoalannya kemudian adalah:
    (1) Apakah kita (Rakyat Indonesia) sudah mengadopsi tata-nilai kehidupan yang adil dan benar?
    (2) Apakah Aturan/Hukum/Undang2 kita juga adil dan benar?
    (3) Apakah para birokrat/petugas/pejabat struktural pemerintahan dan petugas hukum kita juga sudah (mendekati) adil dan benar?
    (4) Pernahkah para pemimpin kita mendidik rakyatnya untuk mengenal sifat "adil" dan "benar" dan mendorong rakyatnya untuk berpegang kepada keadilan dan kebenaran?
    (5) Apakah kita, rakyat Indonesia, yg memiliki sekian ratus/ribu wakil di DPR itu, sudah sepakat dalam mendifinisikan ma'na "Adil" dan "Benar"?
    (6) Sebenarnya, tahukah kita, apa yang disebut "adil" dan "benar"?
    (7) Tahukah kita bahwa "adil" dan "benar" bukan kewenangan manusia untk mendifinisikannya (bukankah manusia sangat relatif dan sarat kepentingan, sehingga cenderungsemena-mena di dalam menetapkan definisi ttg segala sesuatu)
    (8) Filosof pun hanya bekerja di sekitar akal dan perasaan, jadi tidak akan mampu mendefinisikan ma'na "adil" dan "benar".
    (9) Sepakatkah kita kalau Tata Nilai Islam (sebagai agama dg jumlah penganut terbesar di negeri ini) dijadikan landasan untuk menetapkan segala tata-nilai kehidupan, segala definisi ttg segala sesuatu? Kalau sepakat, kita barulah bisa melangkah ke tahap2 berikutnya tanpa EMOSI, tanpa SUBYEKTIFITAS, tanpa terjebak dalam sifat DENDAM ataupun sekedar IKUT-IKUT-an.

    Bagaimana saudara2-ku se Indonesia? Anda semua boleh setuju dan boleh juga tidak setuju. Tetapi kita semua tahu bahwa kebenaran hanya akan dapat dicapai dengan berfikir keras, bertindak proporsional dan rasional, bertawakal kepada Sang Pemberi Hidup.

    Salam
    Jalidin
  23. From haryo on 28 July 2007 02:53:21 WIB
    apakah dengan mengadili soeharto dapat menyelesaikan permasalahan bangsa? bukti apa yg bisa membuat kita menyalahkan pak harto? bukankah kita sudah rasakan era setelah rezim orba negara hanya makin susah,dimana tingkat pengangguran sudah mencapai 40% dan tingkat kemiskinan sudah mencapai 55%. apakah ini semua salah pak harto? apakah kita adalah bangsa yg hanya bisa manyalahi orang lain untuk menutupi kesalahan,kekurangan dan ketidakmampuan kita. enak sekali jadi orang sekarang ya? kalo mau ngetop atau mencari nama salahkan saja pak harto walaupun sebenarnya di dalam hati kita ktia tau bahwa jasa pak harto lebih besar daripada kesalahan beliao. barang siapa yang melupakan jasa pemimpinnya yang terdahulu dan malah mencacinya maka akan aku turunkan azab di negara itu. kalau kita liat kutipan rassullullah,maka tidak heran kalau nagara kita sering mendapat musibah akhir-akhir ini,karna moral masyarakat kita sudah mulai bejat dan hanya bisa manyalahkan orang untuk menutupi kaesalahan kita sendiri.
  24. From Zullisaprilla on 13 August 2007 11:03:16 WIB
    Bang Wimar ,
    Sampai keujung duniapun Soeharto dan kroninya tidak akan terselesaikan masalahnya. Karena ada pepatah mengataka ," Selesaikan masalah dengan masalah pasti tidak ada masalah".
  25. From mr. nunusaku on 01 September 2007 23:04:26 WIB
    Kalau Indonesia maju dan terlepas dari penderitaan semua hukum dirobah misalnya yang ternyata kropsi mencuri harta negara, hukum digantung semua kroptor harus digantung tegakkan keadilan hukum di Indonesia. Lakukan pengadilan terhadap mantan Haji Soeharto harus digantung sampai mati dan kekayaan disita untuk negara. Pokok yang berbau kropsi harus dihukum mati pasti negara Indonesia akan terlepas dari kemelaratan. Tetapi kalau hukum bar-bar dilakukan di Indonesia pasti terus menerus bangsa Indonesia dalam kemelaratan karena pemimpin semuanya maling teriak maling karena pemimpin Indonesia ini semua jahat dalam segala hal tidak pemimpin yang jujur semuanya rakus harta dunia oleh sebab itu kita 62 tahun tetap menjadi negara kemelaratan sedang alam bumi Indonesia sangat kaya, tetapi kekayaannya dalam mimpi selalu dirampok penguasa elite RI Jawa.
  26. From ureh on 11 January 2008 22:30:44 WIB
    Saya ingin tertawa sekaligus trenyuh membaca komentar2 yg tidak karuan ttg Soeharto maupun presiden2 sesudahnya....however, they all had done something that can give effect to indonesia ( always there are 2 sides on a coin ) , they all had proved that they are the decision maker who can take the decision and be prepared for the risks...the question is what we are ?? a bunch of losers ? just talk, no action....capeeee dehh...
  27. From DIDIN BURHANUDIN on 12 January 2008 17:23:07 WIB
    MENYIKAPI PAK HARTO ATAS DASAR CINTA

    Sikap yang beragam terhadap pertanggungjawaban hukum Pak Harto atas kebijakan dan keputusan-keputusannya pada masa berkuasa muncul pada saat kondisi Pak Harto yang menurut pengetahuan manusia yang sangat terbatas telah akan sampai kepada ujung kehidupannya (mudah-mudahan ketika surat terbuka ini dimuat, beliau masih dipanjangkan umur). Sebagai anggota masyarakat biasa saya ingin menyampaikan keinginan kepada para elit yang dapat membuat atau mempengaruhi keputusan penting di negeri ini dan juga kepada keluarga beliau.
    Sebagian besar rakyat Indonesia dapat saja memaafkan kesalahan-kesalahan Pak Harto tetapi sebagiannya lagi mungkin tidak, terutama yang mengalami penderitaaan sebagai akibat dari kebijakan dan keputusan-keputusan beliau, keluarga dan orang-orang kepercayaannya. Karena itu atas dasar kecintaan kepada beliau, saya mengharapkan beliau melalui ahli warisnya meminta maaf kepada rakyat Indonesia yang pernah atau sedang mengalami penderitaan yang diakibatkan oleh kebijakan dan keputusan-keputusan Pak Harto. Kesalahan kepada Tuhan bertaubatlah tetapi kesalahan kepada sesama manusia hanya diampuni jika telah minta maaf.
    Kedua, kembalikanlah kekayaan Negara yang masih tersisa dan diperoleh secara tidak sah untuk kepentingan pribadi maupun keluarga beliau, secara sukarela tanpa harus melalui putusan pengadilan yang akan berakibat saling menyakiti. Untuk ini, saya menghimbau agar ahli waris Pak Harto dapat mendengarkan isi hati nurani sendiri atas dasar kecintaannya kepada beliau sebagai orang tua. Lihatlah, jutaan rakyat Indonesia yang kurang beruntung membutuhkannya, inilah kesempatan untuk menghapuskan dosa-dosa Pak Harto agar dapat memperoleh tempat yang mulia kelak.
    Himbauan ini saya sampaikan karena saya menghormati dan mencintai beliau seperti juga himbauan yang pernah saya sampaikan pada awal tahun 1998 sebagai peserta seminar politik yang disaksikan oleh Pak Tyasno (mantan Kasad) yang ketika itu masih menjabat sebagai Asospoldam Jaya. Saat itu saya menyarankan agar Pak Harto lengser saja karena tidak ada gunanya kekuasaan dipertahankan jika sebagian rakyat Indonesia sudah tidak menghendakinya lagi.
    Melalui surat terbuka ini, saya mengajak masyarakat untuk menyikapi Pak Harto atas dasar cinta, salah satunya adalah ikut serta menyelematkan beliau hingga dapat diampuni dosa-dosanya termasuk dengan cara memaafkannya. Kepada para pembuat keputusan termasuk Pak SBY saya mohon, buatlah keputusan jernih yang tidak hanya dapat menyelamatkan Pak Harto dalam pandangan manusia dan tidak juga hanya untuk menyelamatkan sendiri di mata rakyat tetapi buatlah keputusan yang dapat menyelamatkan Pak Harto. Menyelamatkan dalam arti yang hakiki karena kita yang beragama percaya bahwa masih ada kehidupan lain bagi Pak Harto sebagai lanjutan perjalanannya.

    Didin Burhanudin Hd.
    Lenteng Agung-Jakarta Selatan
    didin_burhanudin@yahoo .co.id.
  28. From sutrisno on 15 January 2008 15:29:15 WIB
    kalimat yang bagus ,tapi sayang aku baca menjelang ma lam.
    kenapa harus dia .yang paling bertanggung jawab adalah POHON SETAN BERKALUNG BEDHIL ditembakkan bersuara SEMPRITAN POARKIR.
  29. From Chie on 16 January 2008 15:38:09 WIB
    Pak Harto Banyak melakukan kesalahan, dan banyak berjasa dalam membesarkan bangsa ini. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, yang membedakannya hanya besar dan kecilnya kesalahan itu. Kini lah saatnya untuk menunjukan diri sebagai bangsa yang besar, yaitu dengan menghargai jasa-jasa beliau dan memperlakukan dengan layak sebagai "Orang Tua" Bangsa ini.
  30. From suto on 29 January 2008 02:34:55 WIB
    tiada tuhan selain ALLAH,nabi MUHAMMAD utusan ALLAH
    Sebagai orang yg beriman,pasti punya rasa kasih sayang terhadap sesama, pun demikian terhadap yg lainnya.
    ALLAH menerimah tobat setiap hambahNYA lagi maha pengampun.
  31. From xepty on 31 January 2008 19:41:14 WIB
    saya rasa alm.pak harto memang pahlawan.saya bangga pernah punya presiden spt pak harto.sembano murah,sekolah ga sulit.cari kerja juga gampang banget.. tapi sekarang... wuihhh makanya banyak banget yang milih jalan slah. nyuri,bunuh orang,dll satu alasannya,cari duit susah. sekarang juga,kondisi ekonomi kita malah makin terpuruk... banget! utang dimana-mana.. tar bayarnya syapa? pake apa? trus kalo bicara masalah hharta pak harto yang bejibun itu.. aku rasa wajarlah.. seorang soeharto punya segitu... jasa beliau byk bgt,bro!palagi sama negara-nagara laen yang bisa merdeka karna adalah jasa beliau! pernah belajar sejarahkan..
    terussss ga mgkn orang tu.. bertrimakasih cuma dengan ucapan dowang!!!! pasti pake seswatu dong... yaaa bisa aja dalam bentuk duwit,rumah,lahan,dll.
    lagi pula beliau dah tiada! ikhlasin aja bo'.tar itu malah jadi dosa kita ndiri lagi! gak usah sok bersih gitu kaliii.. lu semuakan sama manusia juga. pasti ada saatnya lu khilaf.
    ok brow... thanks alot yaaaa..............
  32. From popipera on 03 February 2008 00:36:36 WIB
    Ahh sudahlah
    Beliau sudah wafat
    Ada kelegaan dengan wafatnya, membuatnya terbebas dari rasa sakit yang berat
    ada Maaf yang mengalir, karena bagaimanapun dia punya andil atas kebesaran bangsa ini
    tapi ada sisi hati yang tersakiti, karena tidak adanya keadilan bagi para korban rezimnya dari pemerintah.
    Kita tak bisa menutup mata atas jasanya, seperti kita juga tak bisa menutup mata atas kesalahannya.
    seperti dua sisi mata uang, pengadilan untuk suharto adalah keadilan untuk rakyat yang dicintainya.
    Jika memang kesalahan itu telah jelas tergambar, maka rakyat yang dicintainya pastilah punya maaf untuknya.
    Jadi, lanjutkan pengadilan atasnya, walaupun penuh dengan noda, tapi dengan begitu, kita mengembalikan kehormatannya.
  33. From ghozy on 04 February 2008 10:20:46 WIB
    memaafkan almarhum itu soal mudah. lebih mudah daripada usaha nyongkel sliliten daging sate di selah gigi graham. yang terpenting adalah bagaimana membangun kesadaran bangsa ini bahwa soal soehartio adalah soal serius bangsa ini. soal lembaran sejarah yang tak boleh dikelabuih. kematian beliau jelas mengubah dirinya menjadi diskursus. soehartio adalah simpul diskursus keindonesiaan yang memang ahrus diurai dengan jujur. kecuali kita mau berdosa untuk ettap membiarkan satu epos sejarah negeri ini tetap gelap gulita.adapun jika ada yang kemudaian harus masuk buih akibat terruainya simpul diskursus tersebut itu lain soal....
  34. From VhYo on 06 February 2008 11:33:46 WIB
    Banyak yang selalu berkata bahwa menghukum Soeharto berarti Habis Manis Sepah Dibuang.Hellllouuwww,Apa Gak Kebalik,BoSSS!!!!Maybe dilihat dari kaca mata telanjang Indonesia begitu maju,aman,tanpa demo,etc pada masa kepemimpinan beliau.Tapi semua telah jadi rahasia pemerintah.Indonesia maju karena sering berhutang pada negara lain.Indonesia aman tanpa demo karena setiap yang mengkritik langsung ditembak tanpa ada peradilan.Sebaliknya sekarang.Indonesia terlilit dalam hutang karena semua uang negara habis untuk membayar hutang masa lalu.Indonesia penuh demo karena trauma hak-hak mereka untuk bicara dikebiri di masa-masa sebelumnya.Sekarang masihkah menyalahkan Pemimpin yang sekarang dan mengagung-agungkan Beliau????Kita sekarang memang serba salah.Pikirkan juga perasaan para keluarga korban G30S/PKI yang dibantai tanpa peradilan.Jangan mengatasnamakan keadilan apalagi HAM untuk mengampuni orang yang menginjak-injak keadilan HAM tersebut.OKAY,memberi maaf memang bisa bahkan memang suatu keharusan.Tapi hukum tetap hukum.Mengapa yang tak ingin Soeharto dihukum sebagian besar adalh rakyat?Itu karena pada masa pemerintahan beliau semua hak pers untuk menyampaikan apa yang sebenarnya sedang terjadi dikekang.Sehingga rakyat menjadi buta akan keadaan bangsa yang sebenarnya.Gue emank cuma anak SMA,itupun cuma SMA di wilayah yang jauh dari modernisasi.Tapi gue percaya kalau masa Soeharto yang penuh dengan pengekangan telah berakhir.Jadi siapapun itu,punya hak yang sama bukan???!!!!!


  35. From Yudi Soebeno Inul on 06 February 2008 15:11:55 WIB
    Saya bangga bisa sekolah murah di Tahun 1981 pada Era Pak Harto, sekarang ini adalah SBY = Sumber bahaya, jadi apapun yg dikerjakan berbahaya dan kurang didukung oleh alam.

    Karena sekarang banyak kebohongan yang dilakukan JK (Butho cilik) dan Cakil Bakrie, biukin rakyat susah hidup mahal, sekolah tinggi...ah..mimpi, kita ini hidup dineraka indonesia yang semuanya serba mahal..kapankah pemerintah sekarang diganti kerajaan aja kalo enak ya enak sekalian kalo hancur..ya kiamatlah..bumi gonjang ganjing
  36. From complicated on 08 February 2008 13:42:56 WIB
    Indonesia!?
    Mungkin skrg boleh dikatakan kalo Indonesia udah merdeka
    Tapi apa bner" merdeka!?
    Bangsa yg udah merdeka pasti bisa dunkz berfikir lebih maju lagi
    Tapi yg saya lihat di negara ini cuma ada kerusuhan. Bahkan mahasiswa dan org" yg berpendidikan menjadi orang yg tidak berpendidikan. Setiap masalah diselesaikan dengan emosi.

    Untuk mengadili mantan Presiden Soeharto. Saya rasa tidak ada salahnya jika memang beliau benar" bersalah. Tapi..apa nantinya harta yg diambil dari beliau itu cukup untuk menghidupi seluruh rakyat Indonesia!? Cukup untuk membayar smua hutang negara!?
    Rakyat seharusnya gag mikir gimana cara menghakimi beliau!?
    Tetapi rakyat harusna mikir gimana carana bikin negara ini tidak lebih terpuruk lagi!!!!

    Sekarang saya bertanya!?
    Adakah orang di dunia ini yg tidak pernah melakukan kesalahan setitik ajach!?
    Kalau toch ada, orang itu aja yg suruh ngadilin pak Harto. Sesama orang berdosa...udah d gag usah saling menghakimi....

    Mungkin setiap orang merasa ingin jadi pemimpin
    Karena mungkin mereka merasa yg paling bner. Tapi apa yg bisa dilakukan orang" ketika MREKA SUDAH MENJADI PEMIMPIN!?

    Saat ini rakyat Indonesia memang sudah mendapatkan kebebasannya. Tetapi setelah saya melihat...ternyata kebebasan itu bukanlah kebebasan yang bertanggung jawab. kebebasan itu justru dimanfaatkan untuk hal" yg merugikan orang lain...


    =ComPLiCaTeD=
  37. From imam on 09 February 2008 02:03:40 WIB
    kurang adil nih artikelnya
  38. From g!n on 13 February 2008 18:30:39 WIB
    artikel yang bagus, ditengah serbuan media massa yang tidak berimbang dalam pemberitaan mengenai soeharto, media massa hanya memberitakan hal-hal yang cenderung dibesar-besarkan mengenai soeharto sehingga kesannya ingin mencuci otak masyarakat indonesia dari dosa-dosa yang telah dilakukan soeharto. . karena jika kita ingin objektif, apa yang telah dilakukan soeharto tidak sebanding dengan dosa-dosanya. pernah kita berpikir terbalik dimana soeharto yang katanya anak seorang petani dan akhirnya menjadi tentara, dapat memiliki uang yang sangat besar, mencapai triliunan hanya dari gaji menjadi jendral, presiden??? dari mana uang tersebut???
  39. From vodka on 13 February 2008 18:40:56 WIB
    menyangga comment dari om complicated,

    complicated said:
    Sekarang saya bertanya!?
    Adakah orang di dunia ini yg tidak pernah melakukan kesalahan setitik ajach!?
    Kalau toch ada, orang itu aja yg suruh ngadilin pak Harto. Sesama orang berdosa...udah d gag usah saling menghakimi....

    benar om kita semua pasti pernah berbuat dosa, tapi apakah hanya karena alasan itu semua pengadilan yang ada didunia harus ditutup, dan semua narapidana harus dibebaskan..??

    permasalahannya disini saya atau siapapun ingin mendapatkan keadilan, dan kami tidak berhak menghakimi siapapun bukan karena alasan saya juga berdosa, tapi karena saya memang tidak berhak, biarlah hakim didalam pengadilan yang menentukannya. untuk itu segala upaya yang ingin menghilangkannya, menolaknya harus kita tentang!!!
  40. From BakjonG on 18 February 2008 21:38:37 WIB
    ada sebuah negri yang rakyatnya sangat pemaaf, pemimpin yang sangat keji, lalim dan semena-mena juga dimaafkan. maka tak heran kalo di negri tersebut banyak yang ingin jadi pemimpin. ^^
  41. From MUDFAR on 07 May 2008 21:43:04 WIB
    Tidak ada soeharto,Tidak ada Republik Indonesia.Walaupun korupsi rakyat tidak susah,dan sampai sekarangpun belum ada bukti bahwa soeharto korupsi besar-besaran,hanya saja yayasan yang tidak perlu di urusi,karena pengelolaannya diurus oleh kroni soeharto,dan hasilnya juga demi kesejahteraan rakyat.
  42. From bowo on 17 March 2009 12:46:56 WIB
    dah sekarang real nya aja menurut saya yang notabene rakyat cilik yg taunya dari tv aja jamanya suharto itu luweeh uenak persetan yg katanya korupsi tp pembangunan ya tetep jalanlah sekarang boro boro pembangunan penjamuran korupsi malahan iya, Indonesia masih butuh sosok suharto yg otoriter yang keras dan mengintimidasi karena orang indonesia belum mampu bahkan ndak cocok sama demokrasi bikinanya amien rais sama kroninya itu ! jd coba aja jd bangsa yg bijak yang menghargai karya orang lain jangan dilihat kesalahanya aja diimbangi dengan kebaikan yang dibuatnya juga, karena suharto bukan nabi suharto manusia biasa yg tdk bakal luput dari salah dan khilaf, Saluut Suharto dan Bajingan Buat HAM sama Demokrasi Perusak Negeri ! ! !
  43. From maesodani on 05 January 2010 21:42:46 WIB
    Orang yg selalu menjelek2 orang biasanya orang yg merasa iri dantidak bisaberbuat baik kecuali demikian.

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home