Articles

Bedah Naskah Akademik RUU APP

Perspektif Online
16 May 2006
Pada waktu pengusulannya, setiap Rencana Undang-Undang (RUU) harus disertai Naskah Akademik. Lalu, mengapa kita belum pernah lihat Naskah Akademik RUU APP? Apakah sengaja tidak ditampilkan? Malah ditemukan oleh pihak anti-RUU APP. Kalau mau tahu isinya, hadirilah Dialog Publik dengan pakar akademik, budayawan, LSM, pimpinan  DPR dan DPD.
 
Sabtu 20 Mei, jam 09:30-13:00
Aula Gedung Perpustakaan Nasional
Jl Salemba Raya no. 28
Jakarta Pusat
 
Update 19 Mei 2006: Untuk sekarang, ada keterangan sedikit nih.  Dari percakapan pendahuluan dengan Yeni Rosa Damayanti, salah satu penyelenggara Diskusi Naskah Akademis, kami mendapat beberapa perspektif baru. Menurut Yeni, RUU APP bukan barang baru karena sudah pernah diajukan sejak zaman Presiden Habibie, Gus Dur, Megawati dan terus menerus ditolak. Tapi baru sekarang ini mendadak muncul kembali.

Mengapa muncul kembali?

yeni2.jpg
Menurut Yeni Rosa, sebelum kemerdekaan, zaman Badan Penyelididk Upaya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dulu sudah ada sekelompok masyarakat menginginkan Indonesia mengadopsi sebuah paham yang menyangkut kehidupan sehari-hari, hukum, budaya yang tunggal. Indonesia dalam bentuk Syariat Islam seperti tertuang dalam Piagam Jakarta. Pada saat itu jelas kita memilih Pancasila sebagai dasar negara dan bukan Syariat Islam. Kemudian pada zaman konstituante, perdebatan itu ada lagi dan tidak selesai selama empat tahun sehingga akhirnya konstituante dibubarkan Soekarno. Kemudian kita kembali pada naskah undang-undang dasar yang lama. Sesudah reformasi ini usaha-usaha tersebut dilakukan berkali-kali pada saat amandemen undang-undang dasar. Menurut kawan-kawan di DPR/MPR, dalam keempat amandemen UUD 1945 sempat voting mengenai hal tersebut. Lima ratus menolak dan lima puluh yang menerima.
 
Setelah melihat beberapa kali upaya mengubah di undang-undang dasar gagal, maka sekarang mereka tidak mengupayakan dulu mengubah UUD-nya. Mereka mulai perubahan dari pinggir, dari peraturan-peraturan daerah, undang-undang tentang perempuan dan berpakaian, tentang pornoaksi. Lama-lama tanpa kita sadari Indonesia sudah dikurung oleh puluhan peraturan daerah (Perda) dan perundang-undangan yang memang bernafaskan syariah.
 
Setiap orang yang membaca naskah akademik itu pasti akan marah-marah karena sangat menghina, melecehkan. Kalau kita berbicara masalah pornografi sebenarnya konsep utamanya pasti pada peredaran DVD porno yang beredar di pinggir jalan seharga  Rp 3000 – 4000, dan internet yang mudah diakses siapa saja. Tapi kalau kita membaca naskah akademik, isinya hampir semua mengenai tari Tayub di Banyuwangi, Joged di Bali, goyangan Inul, tarian-tarian di berbagai daerah. Selain itu mereka memuat juga contoh-contoh dari berbagai daerah dari Sulawesi, Bali, dan lain-lain.
 
Sebenarnya yang dituju di sini adalah untuk memunculkan sebuah culture yang seragam. Culture tersebut dianggap lebih tinggi dan lebih maju sehingga itu diharapkan dan diharuskan diterima oleh semua etnis. Culture yang dimaksud culture mana, ini belum jelas juga. Menurut Naskah akademik, keragaman kita mempunyai bahaya yaitu akan memicu konflik antar etnis karena norma antara kesusilaan dan pornografi berbeda-beda, sehingga harus disintesa menjadi sebuah norma tunggal yang lebih tinggi.

Update 22 Mei 2006: Baca selengkapnya wawancara Yeni Rosa Damayanti mengenai Naskah Akademik RUU APP dan jangan lupa tinggalkan komentar anda.

Update 24 Mei 2006: Baca ulasan Hayatuddin Mansur tentang Naskah Akademik. Katanya, tidak akademik. Ia yakin, banyak yang mengambil sikap tanpa membaca isi RUU APP termasuk naskah akademiknya yang menjadi landasan RUU tersebut.

Print article only

102 Comments:

  1. From anton on 17 May 2006 12:17:08 WIB
    Selamat berjuang yah bung wimar terus bangun budaya berkomunikasi dalam alam demokrasi....anda pahlawan bagi orang biasa di jaman tak biasa...

    ANTON
  2. From bagman on 17 May 2006 17:39:42 WIB
    wah..mudah mudah pembahasannya berjalan lancar dan tidak ada yang namanya APP, sehingga RUU APP GUGUR.. demi masa depan demokrasi bangsa indonesia
    merdeka
  3. From Vadhlee on 17 May 2006 21:05:04 WIB
    Ganbate....(selamat berjuang) buat teman2. Tunjukkan bahwa RUU APP tidak perlu ada di NKRI ini. Hidup Demokrasi, Hidup NKRI, Hidup Pancasila, Hidup Bhineka Tunggal Ika....

    With Love n Honesty
  4. From wimar on 18 May 2006 04:35:34 WIB
    wah terima kasih.. komentar and bikin kita semangat terus.. saya hanya bantu orang-orang yang kerja keras, dengan menyebarkan semangat positif mereka
  5. From johan on 18 May 2006 09:40:36 WIB
    kok pas bertepatan dengan "Hari Keereksian Nasional" ... nggak ikut menggelar aksi keprihatinan pak?
  6. From Iwan Zariawan on 19 May 2006 00:09:36 WIB
    Wahai presiden kami yang baru
    Kamu harus dengar suara ini
    Suara yang keluar dari dalam goa
    Goa yang penuh lumut kebosanan

    Walau hidup adalah permainan
    Walau hidup adalah hiburan
    Tetapi kami tak mau dipermainkan
    Dan kami juga bukan hiburan

    Turunkan harga secepatnya
    Berikan kami pekerjaan
    Pasti kuangkat engkau
    Menjadi manusia setengah dewa

    Masalah moral masalah akhlak
    Biar kami cari sendiri
    Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
    Peraturan yang sehat yang kami mau

    Tegakkan hukum setegak-tegaknya
    Adil dan tegas tak pandang bulu
    Pasti kuangkat engkau
    Menjadi manusia setengah dewa

    (lyric Manusia ½ Dewa - by Iwan Fals)
    Kita hanya rakyat biasa, biasa saja rakyat kita
    nggak usah banyak macem-macem, variabel hidup ini sudah makin banyak, menjadi dewa itu susah, apalagi manusia yang sok menjadi dewa, kalau susah ya jadi kambing/domba aja, tapi pasti ngga mau
    MARI KITA BANGKIT MENJADI MANUSIA MERDEKA
  7. From Bayu on 19 May 2006 20:49:22 WIB
    Tetap semangat Bung Wimar, jangan takut dengan pemikiran-pemikiran kolot yang mengatasnamakan agama. Kita semua akan mendukung. Perjuangkan Pancasila dan UUD'45, Pertahankan Kebhinnekaan.

    RUU APP bisa muncul kembali di permukaan dan mengundang konflik saja sudah membuktikan kita sudah lama berdiam diri dan membiarkan mereka merusak dan merongrong UUD'45 dan Pancasila.

    Maju Terus, Indonesia Jaya !!!
  8. From Wahyu Darmayani on 22 May 2006 08:41:10 WIB
    Saya sangat mendukung Pengesahan segera RUU APP. Pembatasan bukan untuk mematikan kreativitas, pembatasan justru akan mendorong kreativitas dan kebebasan. Coba bayangkan jika rumah kita tidak ada batas-batas dindingnya ? Apakah kita bisa bebas misalnya bercengkrama dengan istri ? Apakah kita nyaman berada di WC (maaf) yang tanpa dinding ? Justru batas batas dinding itulah yang "membebaskan" kita.

    Saya juga concern terhadap anak anak kita yang bisa menjadi korban kejahatan seksual yang diantaranya dipicu oleh material porno/dan semi porno yang begitu marak di aneka media di Indonesia.

    Semoga RUU APP ini bisa segera disahkan, terima kasih atas dimuatnya komentar saya ini.

    Maju terus INDONESIA yang bermartabat...
  9. From Eve Simpson on 22 May 2006 10:56:46 WIB
    kalau kita dibesarkan dalam lingkungan yang konfensional saja masih banyak kemaksiatan bagaimana dengan generasi penerus kita?..apakah benar kebebasan seperti ini yang kita harapkan..sebenarnya siapakah yang paling menikmati digagalkannya RUU APP?..Benarkah kalian kaum wanita merasa di khianati?dikebiri?intimidasi?..semoga kita semua selalu mendapat petunjuk dari-Nya.
  10. From Anton on 22 May 2006 11:09:28 WIB
    Yang jadi permasalahannya sdr. wahyu darmayani isi dan implikasi RUU APP tidak sesederhana itu, ada agenda besar di belakangnya. Masalah yang anda kemukakan adalah nilai-nilai positif yang sifatnya artifisial, atau hanya kosmetika saja...dan itu dijadikan sebagai alat propaganda utama. Sedangkan nilai-nilai RUU APP sesungguhnya adalah usaha besar untuk banting setir haluan peradaban. Dan itu itu yang kita fokuskan dan perdebatkan.

    Dan peradaban demokrasi yang kita bangun dan kita konsolidasikan sekarang adalah demokrasi yang berintikan membawa pembebasan manusia yang sesungguhnya sehingga manusia Indonesia akan menjadi manusia bebas dan dewasa. Disinilah intinya. Juga penghargaan kita terhadap sejarah dan kearifan nilai-nilai lokal, lalu yang lebih jauh lagi usaha kita untuk menghindarkan usaha monopoli penafsiran kebenaran hanya dari satu kelompok saja yang mengatasnamakan kebenaran penafsiran agama yang mereka yakini...ingat hanya dari satu kelompok saja - dalam hal ini bukan agama- .

    Sedangkan penafsiran manusia terhadap nilai-nilai sesuatu memiliki parameter-parameter tersendiri, seperti referensi, kemampuan intelektual, latar belakang psikologis dan yang lebih penting murninya niat untuk mempelajari sesuatu. Nah apakah kelompok ini juga memiliki niat murni menyucikan ajaran agama, menurut pandangan mereka mungkin iya, karena mereka juga dibatasi oleh referensi mereka, sifat psikis mereka dalam memahami sesuatu. Tapi dalam hal ini kan ada kelompok lain, The Others atau dalam bahasa Mas Gunawan Muhammad Liyan...Liyaning liyan..atau dalam bahasa Sartre 'yang lain'- mereka, orang diluar kita. Nah orang di luar kita juga memiliki batasan-batasan referensi, pola pikir, latar psikologis dan keyakinan yang dipahaminya.Apakah mereka salah atau benar...nah salah atau benar dalam hal moral bukan urusan negara.Jadi janganlah kita terjebak pada bentuk-bentuk pengiblisan orang lain, atau mengalami jebakan masalah eksistensialisme, - Neraka, adalah orang lain- seperti kata Sartre...inilah yang kita perdebatkan dan bahas. Jika masalah yang anda sodorkan seperti pornografi sebenarnya sudah diatur dalam UU Hukum Pidana, coba anda buka lagi KUHAP, jadi tak perlu ada RUU APP yang segi bahasanya sudah membingungkan.

    Kemarin kita lihat dengan mata kepala kita sendiri atau kita baca di koran-koran, demonstran RUU APP mereka mempunyai warna seragam, berpakaian seragam, dan berperilaku seragam, dan mungkin -terlepas dari justifikasi- berpikiran seragam. nah disinilah yang akan kita kritisi apakah penyeragaman ini menjadikan manusia Indonesia menjadi beku, kita perlu ruang untuk membangun deviasi-deviasi dalam pemikiran, bertingkah laku dan berbudaya. Ruang deviasi inilah yang kemudian akan lebih menghantarkan kita pada eksplorasi gagasan, dan pemikiran-pemikiran kebudayaan.

    Kemajuan peradaban harus memungkinkan ruang-ruang pembebasan, jika ruang-ruang itu sudah perlahan kita kunci dengan monopoli penafsiran kebenaran oleh satu kelompok maka yang ada adalah peradaban itu tinggal menunggu kehancurannya saja.

    Saya kira bung wimar atau saudara-saudara yang lain mungkin memiliki pendapat yang lebih mencerahkan. Terima Kasih

    PS. Open Society dan Bangunan Demokrasi yang benar lebih memungkinkan sebuah masyarakat memiliki kecepatan untuk mengejar masa depan.

    ANTON
  11. From joel on 22 May 2006 14:10:09 WIB
    setelah mendengar diskusi antara bung wimar dan yeni rosa, saya setuju terhadap pandangan mengenai tujuan dari RUU APP ini yaitu penyeragaman semua jenis kultur menjadi 1 kultur yg dianggap plg luhur dan beradab, untuk menggantikan keanekaragaman kultur suku2 bangsa indonesia yg dianggap terbelakang. padahal jika dilihat draft pasal2 RUU APP telah membuat prasangka bhw perempuan adalah penyebab pornografi dan pornoaksi. artinya perempuan adalah obyek penderita dari pelaksanaan RUU ini. Apakah ini yg disebut luhur dan beradab? seorang ibu di Tanggerang yg dijerat tramtib dgn mempergunakan hukum semacam RUU APP apakah bisa disebut luhur dan beradab? menurut saya, hukum semacam ini adalah hukum barbar yg memperlihatkan dominasi pria diatas lawan jenis. Seharusnya pria bermoral bejat dan asusila dijerat dgn pasal2 hukum pidana bukan RUU semacam ini yg diskriminatif. jadi gerakan moral dan politik masyarakat beradab utk menolak proses represif semacam RUU APP ini harus terus bergulir dan semakin vokal utk menunjukkan bhw bangsa indonesia menghargai keanekaragaman budaya dan kekayaan kultur yg harmonis. Presiden seharusnya punya upaya yg dapat mempersatukan bangsa ini, situasi sudah genting karena politisi2 oportunis telah berkolaborasi dengan kaum militan yg tidak menginginkan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia berlanjut ke masa depan
  12. From wayan on 22 May 2006 14:58:45 WIB
    Betapa Indahnya perbedaan ini jikalau semua orang mempunyai sedikit saja pandangan yang sama. menghargai adat istiadat yang ada, mau berpikir dalam 2 sisi yang berbeda.
  13. From apud Mahpudin on 22 May 2006 17:14:07 WIB
    Guyzzzzzz....
    plis tell me whyyy...

    kenapa kalia harus menolak undang2 yang begitu protect terhadap kehidupan bangsa.
    begitu picikah pikiran kalian...
    jadikan bangsa ini bangsa yang bermoral dan berakhlak baik.
    lihatlah hitam diatas putih yang dikeluarkan pemerintah dengan seksama...
    gw yakin lo bakal setuju sama RUU APP!!
    jangan cuma iya2 aja pa orang gila ngomobng, padahal lo belum lihat isi RUU APP Kayak gimana...

    I Hope god blessing us with the draft
  14. From jack on 22 May 2006 20:26:59 WIB
    ganbatte!!!!tolak terus
    aku pribadi tidak akan pernah mau menerima
    biarpun uu tersebut akan di sah kan,,,
    MERDEKA
  15. From medy on 22 May 2006 22:59:58 WIB
    AWASS.. RUU APP DISUSUPI ANTEK2 ORBA..
    GOLKAR MULAI IKUT BUAT ULAH..
    SIMPLE, UJUNG2NYA PASTI NGACO!!!
    tolak RUU APP!
    tolak RUU APP!
    tolak RUU APP!
  16. From imam on 23 May 2006 00:10:54 WIB
    Msh tetap. Wacana dr pro ruu app tak pernah bergerak dr persoalan moralitas yg itu2 saja. Tak ada yg baru. Tak ada yg meyakinkan. Tak seimbang. Sementara anti RUU APP (agak risih nih dg kata 'anti', sepertinya kata itu digiring scr politis pada citra 'tak bermoral') begitu kaya akan wacana, begitu cerdas, mampu 'menunda' ('deffer' kata Derrida mah) pemaknaan yg tunggal dan dangkal atas teks ruu app.

    Repot kalo kebanyakan menikmati sinetron..
  17. From Said Hizbul Wathon on 23 May 2006 11:25:23 WIB
    Setelah saya baca RUU APP dan naskah akademiknya...hanya satu komentar "Masya Allah!!! sudah bodohkan bangsa ini" sementara bangsa lain sudah mencapai tahap no point return bagi kemajuan kita malah meributkan hal-hal yang sebenarnya persoalan anak kecil...

    Aneh bila kita diam saja..
    RUU APP bukan masalah tolak atau tidak ditolak tapi perhatikan ada maksud apa RUU APP itu bergulir.
  18. From Yoe on 23 May 2006 12:14:34 WIB
    Kalau menengok sejarah kita bisa melihat bahwa yang paling implementasi dari undang2 yang artinya pelaksana pengawasan dan penindakan oleh petugas hukum yang bersih harus benar dan tanpa adanya motif kepentingan pribadi atau golongan. Jaman SOEKARNO kebudayaan, seni dapat berkembang dengan baik meskipun pengawasan ketat. Kita bisa lihat kehidupan beragama berjalan dengan baik, rakyat,pejabat dan rohaniawan masih punya etika dan moral yang baik jauh dari kondisi saat ini yang semuanya serba materi yang sudah meracuni dari anak kecil sampai orang dewasa tanpa memandang apakah dia orang alim atau bukan. PENTING !!!! saat ini dibutuhkan Manusia Indonesia ( Rakyat,Pejabat,Penegak Hukum dan Rohaniawan ) yang punya Etika dan Moral yang baik bukan hanya kalau ada yang melihat saja dan yang tahu hanya TUHAN dan Kita kalau kita orang ber MORAL

    Salam
    YOE
  19. From sembrani on 24 May 2006 10:54:52 WIB
    Melihat begitu gigihnya pihak yang pro maupun yang kontra uu app ini, saya jadi membayangkan alangkah sangat baiknya apabila saudara-saudara (termasuk bung wimar) juga demikian gigih menolak RUU Lainnya yang tidak bermanfaat bagi rakyat. Seperti RUU yang memmungkinkan DPR menetapkan dan mengelola anggaran sendiri dan yang sejenisnya. Kegighan menolak RUU APP dengan alasan yang rasional adalah bagus tapi jangan diam saja kalau ada RUU "busuk" non APP.

    Trims.
  20. From lengeh on 24 May 2006 11:31:28 WIB
    sebenarnya yang berpikiran picik itu siapa, mungkin saudara apud mahpudin sudah membaca RUU APP, tapi pernahkah anda berkunjung ke bali. di bali ada ritual yang namanya Medmedan tepatnya di daerah sesetan yaitu ritual ciuman massal dimana seorang cewek dan cowok di adu untuk berciuman setelah itu mereka disiram dengan air. tapi tetap aja mereka tidak nafsuan karena bagian dari ritual. ingat kita negara NKRI mas, banyak cultur adatistiadat yang berbeda2. masaksih harus ngerubah budaya orang, kalo budaya anda yang dirubah bagaimanakah perasaan anda?, dan saya sangat setuju dengan pendapat sodara wayan. Betapa Indahnya perbedaan ini jikalau semua orang mempunyai sedikit saja pandangan yang sama. menghargai adat istiadat yang ada, mau berpikir dalam 2 sisi yang berbeda. maksudnya mungkin berpikir dari segi anda yang mendukung dan dari mereka yang menolak. dan harus dicari penyebabnya, kenapa mereka menolak.

    mari kita lupakan RUU APP

    oh ya PORNOAKSI Dapat kata2 dari mana sih itu, kok saya cari di kamus bahasa indonesia kok tidak menemukan ya? apa mungkin kamus saya tidak lengkap kali ya!!!!

  21. From hendra on 24 May 2006 14:07:38 WIB
    Tingkatkan kreatifitas dan produktiflah untuk kehidupan yang lebih baik dalam bangsa yang heterogen dan saling menghormati.
    untuk apa ribut dengan perbedaan, yang dari dulu ada dan tidak akan pernah bisa disamakan....dan kita semua baik-baik saja
  22. From MASSARU on 24 May 2006 16:24:52 WIB
    ada suatu polling yg menyatakan indonesia termasuk peringkat tinggi sebagai negara porno, sekelas dengan France dan scandinavian country... percaya gak sih........
    mudah-mudah moral kita terjaga...gak penting setuju apa tolak RUU APP!!!!
    Jagalah moral bangsa dengan instrument hukum yg baik dan dilaksanakan dengan benar.


    Salam
    Massaru
  23. From hamba Allah on 24 May 2006 20:12:22 WIB
    perempuan diperkosa gara2 laki-laki tertentu abis nonton dangdut yang seronok kaya gitu dibilang seni. MAKAN TU SENI!!!
    Hilangkan Pornografi dan Porno aksi dari INDONESIA
    wassalam...
  24. From budi tj. p. on 24 May 2006 22:25:01 WIB
    Merinding bulu RHOMA - ku…
    RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal…)
    Hati merintih bukan harus dijalani dengan asal ngomong tapi dengan berpikir

    Bila kita simak RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi) tak sepatutnya dirancang, diperdebatkan, diangkat ke permukaan dan dibuat. Kenapa??? karena..yang mana bila ada undang2 atau ketetapan ini ada berarti orang bisa saja dianggap melakukan kejahatan atau bertindak kriminal bila memakai atau melakukan tindakan yang sekiranya bertentangan dengan undang2 tersebut dan orang bisa dipersalahkan juga bisa dimasukkan penjara karena dianggap melawan hukum. Padahal disebut melakukan kejahatan itu bila merugikan kepentingan orang lain. kan???

    Untuk dipertimbangkan:
    1. Katanya orang menyenangkan orang lain adalah berpahala (salah satunya wanita dengan berpakaian menarik dan bersolek juga memberikan hiburan mata untuk lelaki khususnya, seperti goyangan pinggul panggul kaki dada pundak tangan kepala dll). Buktinya lainnya lagi banyak lelaki kawin lagi kawin lagi karena ada daya tarik lebih dari perempuan dengan badan atau kecantikan mukanya juga hatinya...pokoknya menarik hati lelaki dehhhh.
    Ada banyak contoh orang di negeri ini menikah siri walau dia sudah menikah dan juga kawin cerai karena hasrat yang ditimbulkan dari lawan jenisnya yang begitu erotisnya dan pornonya...hahahaha...Nah kalo menikahi wanita2 yang punya kekurangan di tubuh dan juga wanita (janda) yang mempunyai anak2 yang perlu dibantu agar bisa menjadi anak2 yang soleh dan soleha berbakti pd orangtua dan bangsa...baru benerrrrr!!!!.
    Dasar manusia masih bodoh (termasuk penulis) selalu lupa berintrospeksi diri dan sulit bercermin diri....dan lucunya....bila manusia sudah tidak bisa berpikir dan berimajinasi kearah erotisme dan pornoaksi mana mungkin banyak orang mau hidup berpasangan antara laki2 dan perempuan dan lucunya lagi sudah sering disebutkan di undangan2 pernikahan yang ada sekarang ini surat An Nuur 21 itu disebutkan manusia diciptakan hidup berpasang2an supaya bahagia dan tenang, masih banyak manusia Indonesia juga gak mau perpikir secara positif tentang erotisme atau pornoaksi itu. Hingga gak bisa maju2 otaknya apalagi taraf hidupnyaaaaa...malah film2 yang gak pake akal dan otaklah yang malah berjamur di negeri tercinta ini.... dasar manusia negeri tercinta ini masih banyak yang bodohhhh, bwhahaha ....nah kembali tentang berpasangan ini....kebahagiaan pernikahan itu harus bisa berimajinasi dan berekspresi diri dengan pasangannya tentang suatu yang ada dan indah ini bukan????...semua seni sama indahnya kalau dinilai secara positif seperti menyanyi bersyair bererotisme berpornoaksi...coba kalo gak ada erotisme juga pornoaksi... manusia akan bosan hidup berumah tangga sehingga angka kawin cerai tinggi juga penyelewengan seksual akan terjadi dan tentu tidak akan mempunyai keturunan...bagaimana syaraf alat vital manusia bisa berguna bila tidak ada rangsangan dari lawan jenisnya...dengan memakai imajinasi erotisme juga pornoaksi itu....coba dipikirkannnnn (katanya manusia diciptakan untuk berpikir bukan??? dengan memakai otaknya atau akalnya..bukan dengan ketenarannya sebagai artis atau penyanyi bukan pula karena golongan mayoritasnya dst dst itu hahahaha memang manusia susah berubah sudah bodoh tetep aja ngotot mau menang sendiri...bwhahaha). Dasar RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal).
    Memang banyak orang Indonesia yang masih RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal)yang gak pake akalnya padahal negara ini negara demokrasi yang memberikan kebebasan pada orang untuk berpikir dan...semua orang sudah tahu bahwa manusia diciptakan sang Khalik untuk memakai otaknya bukan ototnya khannn??? (kata nabi belajarlah sampai ke negeri CINA) dan salah satu bentuknya adalah dengan belajar ilmu hayat dan ilmu tubuh manusia itu.....tetapi dasarnya bodoh orang2 malah sibuk bikin undang2 anti pornografi dan pornoaksi bukan belajar!!!..... Hahahaha....dasar.....untung negara ini tdk dipimpin oleh RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal)..... bila negara ini dipimpin oleh orang yang RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal) akan sulit maju otaknya karna akalnya gak pernah dipake hahahaha....
    Jadi percuma ngurusin undang2 anti pornoaksi atau pornografinya kalo manusianya masih banyak yang bodoh gak mau belajar ilmu hayat dan ilmu biologi manusia ini bhwahahaha.....tetapi yang perlu dipikirkan bagaimana mendidik manusia Indonesia dengan cara2 yang lebih elegan dari taman kanak2 sampai kakek nenek....tentang ilmu hayat ini atau tentang ilmu tubuh manusia yang sempurna ini secara gamblang dan manusiawi baik teori maupun aplikasinya. Nah kalo RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal) ini pasti gak mau belajar tentang tubuh manusia..... tapi hanya sibuk belajar tentang memetik dawai gitar dan syair2 yang dihapal tanpa memakai akalnya dan masih belajar ngomong bahasa ini dengan baik dan benar.......untuk belajar tentang ilmu tubuh manusia manaaa sempaaattttt...bwhahahaha...dasar RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal).

    2. Bila kita pahami secara arif bijaksana Nabi tidak pernah memaksakan kehendak tentang adab berpakaian dan aksi2 yang dilakukan manusia khususnya wanita. Katanya, pada zaman itu... Nabi Muhammad akan menghukum orang (kalau ketahuan dan terbukti) berzina dengan hukuman dirajam, bukan orang dihukum karena orang yang salah cara berpakaian, berdandan yang berbeda dengan orang kebanyakan dan menghibur, betulll kannn??? Katanya zaman Nabi aja tidak melakukan penindasan pada kaum perempuan (khususnya) dalam berpakaian (dihukum), coba ditengok bila urusan mencuri (merugikan orang lain) tangan bisa dipotong (dihukum)...akibatnya orang takut dan akibatnya banyak orang yang jadi pembohong nahh apa kalo bohongnya ketahuan apa leher orang itu lalu digorok atau dihukum gantung??? tidak kan??? Bwhahaha itu dari zaman nabi sampai sekarang gak ada hukumnyaaa leher digorok gara2 bohong..... coba bila orang Islam di negeri tercinta ini gak ada bohongnya maka amanlah negeri ini dari KORUPSI hehehehe karena korupsi adalah tindakan membohongi data yang sudah ada...demi keuntungan diri sendiriiiii dan menyengsarakan umat manusia.....dasar RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal)....maunya menang sendiri hal2 yang perlu diundang2kan demi kemaslahatan umat manusia seperti semangat AKSI ANTI KORUPSI malah dicuekin.....yang malah sebenarnya diperlukan untuk kehidupan manusia PORNOGRAFI & PORNOAKSI & EROTISME malah diotak-atik dan dinilai secara negatif!!!gak ada positifnya!!!.......payahhhh deh negeri tercintaku iniiii.....Lebih baik pendukung Rancangan Undang2 Anti Pornografi dan Pornoaksi pada jadi BANCI atau HOMO atau LESBIAN ajaaa gak usah menikah dengan lawan jenis.... (ingat kisah Nabi Yusuf).....hahahaha. Jadi masih banyak manusia di negeri tercinta ini yang masih munafik tentang pentingnya keberadaan pornoaksi pornografi dan erotisme ini.....

    Dan yang menyedihkan banyak orang2 RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal) yang tidak tahu bahwa sakit jiwa spt banci homo atau lesbian tetap dibiarkannn malah menjadi tontonan yang menarik bukannn???!!! dan disanjung2 jg di contoh2!!! .....di negeri tercinta ini dan tdk ada undang2 tentang mereka...liat saja banyak artis2 banci atau bergaya banci tidak ditangkap padahal itu kan memberikan contoh negatif untuk anak2 yang tentu lama2 bangsa ini menjadi bangsa yang banciiiiiiiiiii...juga homoooooo juga lesbiannn bwhahaha....harusnya merekalah yang diatur dan kalau nongol di muka umum tentu akan merugikan umum juga bangsa ini terutama anak2 karena mereka akan mencontoh dan menganggap banci homo lesbian itu tidak ada masalah...padahal mereka adalah sakit jiwa kannnn dan tidak patut ditonton oleh anak2!!!?? dasar RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal)....yang normal2 aja dilarang...malah yang sakit jiwa dibiarinnnnn bwhahahaha..... harusnya mereka yang sakit jiwa dilarang tampil di depan umum, ditangkap dan direhabilitasi mentalnya.....bwhahahaha ekekekek.

    3. Sebaiknya, bukan urusan undang2 yang diperdebatkan tetapi akhlak manusianya yang diusahakan diperbaiki... namun harus diakui dan dimaklumi bahwa manusia akan sulit berubah akhlaknya dan memang dari sononya kalo manusia memang sulit dikasih tau...Nabi Adam bapaknya para Nabi dan Rosul juga umat manusia aja bisa bikin dosa.... Nabi Adam kepada Allah aja dia bisa nggak mau denger malah mau denger bujukan setan yang mengganggunya kan????? Tapi Allah tetap menyayanginya lohhh.....hehehe Apa kita ini umat Islam di negeri tercinta ini mau mencoba menjadi tuhan2 kecil yang bisa menghukum dan menentukan orang lain berdosa dak masuk neraka yang diakibatkan berbuat pornografi dan pornoaksi dan diduga melakukan kejahatan dan merugikan orang lain hahahaha...dasar manusia memang akan selalu bodoh. Hati2 loh...bisa jadi SYIRIK loh umat di negeri tercinta ini....Namun itulah indahnya hidup, keindahan itu ada bila timbul suatu kesulitan, seperti sulitnya merubah manusia yang sulit dikasih tauu....bwhahahaha.
    Bila orang2 RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal) mau bijaksana dan mengasihi dan menyayangi....bukan mendendam dan mendengki...dan ingat tuh yang Bikin alam semesta ini, juga mahluk manusia, jin, syaitan atau iblis juga malaikat dan Pencipta segalanya ini...masih saja Mengasihi dan Menyayangi ciptaanNya juga yang dikatakan oleh orang Islam salah atau diselewengkan seperti ajaran2 yang bukan diajarkan Nabi Muhammad tetap Dikasihi dan Disayangi Nya dan juga Allah masih tetap Memelihara dan tidak Memusnahkan zat haram seperti BABI juga binatang buas lain yang diHARAMkan dikonsumsi umat Islam tetap ada di muka bumi kita tercinta ini bukannnn????.....bwhahaha... jadi jangan besar kepala lah, contohnya bila seorang manusia baru bisa jadi pencipta lagu bisa mengharamkan orang lain yang tidak disukai menyanyikan lagunya bwhahaha..... dasar manusiaaaaa apalagi manusia bisa menciptakan dunia ini??? Bisa2 sombong sekaliiii tuh manusia.....manusia tetap bodohhhhhh bwhahahaha sokkk tauuuuuu....dan sombonggggg bwhahahaha.

    4. Di Arab negerinya para Nabi aja sampai sekarang tarian Perut Wanita yang kelihatan pusernya aja masih jadi kebudayaan. Kenapa disana negerinya agama Islam berkembang kok mereka gak galak2 dan membuat undang2 untuk menangkap artisnya sebagai kriminal..disisi lain menghibur orang lain adalah berpahala kan? Pusing kan???ekekekek bagaimana pendapat kaum RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal) wan????...

    5. Bila dinilai, ngapain repot2 membuat undang2 anti pornografi dan porno aksi juga erotisme itu???? tentu sangat percuma dan gak ada gunanya....nah bagaimana kalo dirancang dan dibuat:
    A. Undang2 tentang orang kawin cerai juga tentang kawin siri (yang cenderung merugikan kaum perempuan ini) dan bila melanggar undang2 dan orang2 kawin cerai mulu dan terbukti kawin siri harus ditangkap dan dipenjara karena merupakan contoh buruk bagi anak2 bukan???? itu baru benerrrrr tuh....
    B. Undang2 tentang orang2 yang naik haji berkali kali, di aturan Islam kan sudah diatur tentang haji tapi belum ada undang2nya di negara ini..... jadi bila ada orang yg melanggar dan tetep naik haji lebih dari 2 kali harus ditangkap... akibatnya dengan berkurangnya orang yang naik haji berulang-ulang itu akan bisa ngirit devisa negara dan dananya bisa untuk membantu orang Islam lain yang masih banyak kekurangan di negeri tercinta ini dan dana itu dapat diperuntukkan meningkatkan pendidikan kemasyarakatan dan biaya mempelajari ilmu tubuh manusia ini??? lebih bagus khannn?????... Jelas undang2 ini sangat berguna bagi umat Islam di negeri tercinta ini .... bwhahaha ....dasar RHOMA (Rintihan Hati OMongan Asal).
    C. Undang2 tentang zakat maal 2,5% dari harta yang ada dibuat ketetapan yang jelas bagi siapa yang tidak mengeluarkan zakatnya 2,5% harus ditangkap dan dipenjarakan karena menyengsarakan rakyat miskin...nahh itu baru toooppppp...tapi kalo hasil KORUPSI gimana yach bwhahahaha...

    Penulis hanyalah manusia dengan seonggok daging dan tulang yang diisi nyawa atau roh yang takdirnya tak lepas dari kesalahan dan tak luput dari keterbatasan, dengan hawa nafsu yang ada dan pasti akan game over bila roh dan tubuh ini berpisah.....yang mencintai umat manusia dan alam semesta beserta isinya seikhlasnya, dan begitu kagumnya pada keindahan ciptaan sang Khalik sang Pencipta dan Penguasa segalanya di dunia fana ini juga alam ghaib, dan juga alam akhirat nanti......yang Maha Pengasih dan Penyayang..penulis berpasrah pada Nya dan tahu dengan keperkasaan ” kun fa ya kun” Mu semua bisa terjadi...hati atau perasaan kurang atau lebih, dan semua kekurangan dan kelebihan yang Kau berikan pada semua makhluk dan ciptaanMu adalah mukzizat Mu...

    terimakasih, Budi
  25. From Alex on 24 May 2006 23:38:45 WIB
    Gimana caranya memaksakan agar semua Warga Negara RI memiliki kebudayaan yang sama, mulai dari sabang sampai merauke? Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat banyak Jumlahnya, (Uda pada lulus SMA khan? Baca buku Antropologi buat anak SMA gih). RUU APP tidak seharusnya mengatur tentang bagaimana seseorang berpakaian, berpenampilan dan sebagainya, tetapi seharusnya mengatur tentang peredaran majalah, film dan situs2 porno yang dengan mudahnya dapat diakses oleh masyarakat kita. Gw dapet berita yang simpang siur dari majalah dan koran tentang RUU APP. Mo dapet Draft RUU-nya dimana yah? Gw buka di situsnya DPR,tp datanya gak bisa ditampilin... Btw, Klo RUU APP ampe ngatur cara wanita berpakaian, gimana jadinya Industri Film Kolosal Kita? Ceweknya khan berpakaian lumayan seksi n cowok2nya bertelanjang dada.. Hehehe..
  26. From budi on 25 May 2006 00:25:33 WIB
    saya juga sangat menolak RUU APP. kenapa? khawatir jaman nabi Luth kembali datang lagi (akan banyak kaum lesbi, homo, banci berkibar di negeri ini). kenapa? banyak orang pikirannya gak bisa porno pada lawan jenis. kenapa? kalo gak bisa berpikiran porno pada lawan jenis pasti gak ada kebahagiaan hidup dan banyak orang jasdi homo atau lesbian. Jadi, saya suka pornografi pornoaksi ataupun erotisme kenapa? ya itu wajar aja untuk meningkatkan gairah dalam berhubungan dengan lawan jenis dan kalo dalam koridor tidak menyakiti orang atau merugikan orang lain dan salah satu unsur penting dalam kehidupan ini. betul kan?
  27. From max on 25 May 2006 01:05:49 WIB
    bung wahyu daripada mikirin wc tanpa dinding gimana kalau kita mikirin sekolah tanpa atap.....rakyat tanpa tempat tinggal dan pekerjaan yang layak!!!!!kalo soal moral bejat.....mungkin gedung wakil rakyat kita masih kurang cermin, lah wong yang buat aja moralnya masih memprihatinkan!!!!!
  28. From agus farid on 25 May 2006 11:34:00 WIB
    ternyata kalian sudah terpropokasi sama wimar'dedemit berambut kribo'witular. pake otak dong dikit. gue yakin lo-loe yang pada menentang ruu app ini adalah orang yang demen kemaksiatan, orang yang sudah bebal mata hatinya, temennya iblis, mudah-2an anak2 elo kena dampak dari pornografi. hingga akhirnya elo menyesal sejadi-jadinya kalo yang elo lakuin sekarang ini sesat dan menyesatkan.
    mudah-2an elo2 para penentang App ini pada tobat deh..sebelum nyawa lo sampe dikerongkongan.

    salam dari gue
    farid. (sorry wim..kata2 gwe rada nyindir elo...mdh2an elo jg mikir deh,) trims.
  29. From hare on 25 May 2006 18:34:42 WIB
    udahlah..... RUU APP diabaikan saja. Toh masih banyak hal yang lebih penting untuk dibahas oleh DPR yang terhormat, yang menyangkut kesejahteraan rakyat. Juga kepada Pemerintah, uruslah dulu masalah-masalah yang ada didepan "mata" seperti BBM yang bak setan mebikin resah rakyat dibawah, krisis listrik yang mulai hangat lagi dsb. Untuk masalah pornografi dan porno aksi kan sudah ada undang-undang atau peraturan yang mengatur. Kalo memang itu belum efektif, lebih baik memperbaiki undang-undang atau peraturan yang sudah ada dan lebih meningkatkan kinerja aparat terkait dari ribut-ribut mendukung atau menolak RUU APP yang belum tentu semua orang tahu isinya.
  30. From wimar on 25 May 2006 20:57:31 WIB
    mohon sdr agus farid jangan diserang dengan menggunakan gaya bahasa beliau. kita beri kebebasan mimbar di situs pribadi ini, agar sdr agus bisa menunjukkan karakter aslinya. tapi kita yang tidak biasa berbahasa kasar tidak perlu mulai sekarang.
  31. From andri on 25 May 2006 22:25:51 WIB
    OK men, bwt kalian yg tolak RUU APP, gw tau maksud bae lo. Tapi inget jgn jadikan landasan kita adalah adat istiadat, kebebasan, sebab masyarakat sekarang ini memerangi kebaikan dan mendukung perbuatan yang hina dengan kedok kebebasan pribadi.
    Klo istiadat, gak ada batasannya. Di Barat misalnya di sana diberi kebebasan terhadap orang yang berbugil ria, dan pelaku kerusakan dan perbuatan hina, bahkan hal tersebut diwajibkan melalui kurikulum sekolah, misalnya pelajaran renang dengan pakaian yg minim, dan pendidikan seks. Dan dimasyarakat timur diajarkan atheisme kepada anak - anak kecil. Dan bila mereka melihat kebaikan sekejab mereka langsung menentang dan memeranginya dengan keras. Contoh paling sederhana diperancis ketika tiga orang siswi Muslim pergi ke sekolah dengan mengenakan jilbab, oleh kepala sekolahnya dilarang masuk sebelum melepaskan jilbabnya. Subhanallah, dimana kebebasan pribadi yg mereka koar -koarkan? sungguh menunjukkan kepalsuan propaganda sekulerisme.
    Kebebasan boleh, tp harus ada batasannya. Coba pikirkan siapa sih yg bisa hidup bebas sebebasnya tanpa ada yg mengatur dan mengingatkan?
    Ketika berbicara demokrasi, sebenernya itulah jawabannya, alasan kita menerima RUU APP. Memang negara kita bukan negara islam tapi sebagian besar penduduknya Muslim yg beragama Islam dan menyetujui RUU APP, kurang lebih 80 - 90 % organisasi 2 setuju RUU APP. Kalo menerima RUU APP Bisa menyakiti hati kaum artis yg banyak mengumbar aurat asal dibayar, seniman yg bebas berekspresi sampe2 foto telanjang dibilang seni, huaa..ha..ngakak gw (Kaya Anjas Mara ma siapa tuh..). Tp klo kita menolak RUU, maka akan ada ratusan ribu orang yg tersakiti hatinya, karena lebih banyak yg menyetujui RUU. So, siapa yg gak demokratis. Makanya klo gw sbg umat Islam landasan Al Quran dan Sunnah, kacian deh yg ngaku Muslim tp landasan yg di pake isiadat, kebudayaan, akal, nafsu. wajarlah kalo nyasar.
  32. From joel on 26 May 2006 08:28:03 WIB
    salah satu ciri khas pendukung RUU APP adalah ketidakmampuan berdiskusi secara terbuka namun tetap santun. saya sangat menyesalkan penggunaan kata2 yg tidak mencerminkan kedewasaan pikiran dan mentalitas. bagaimana majority publik ingin diyakinkan jika argumen selalu disertai cacimaki dan ancaman terhadap lawan bicara? dengan melakukan intimidasi berupa kata2 kasar semakin meyakinkan publik bahwa dasar pemikiran dari RUU APP sesungguhnya amat dangkal dan bersifat pemaksaan belaka
  33. From alfred on 26 May 2006 11:03:42 WIB
    RUU APP sebenarnya bagus jika disahkan, tetapi nanti waktu diimplementasikan, apakah RUU ini bisa berjalan dengan baik??? jika RUU ini disahkan maka banyak orang papua, irian & suku-suku pedalaman yang akan dan bakal ditangkap karena mereka memperlihatkan aurat tubuh mereka... sekitar +/- 3juta penduduk akan masuk penjara gara-gara melanggar isi dari RUU tsb. pulau bali pun sudah berencana memisahkan diri jika RUU ini disahkan. selain itu, RUU ini memang membuat kebudayaan indonesia menjadi hilang, karena orang yogya, orang bali, orang gunung, yang terbiasa memakai kemben akan dilarang.... mau jadi apa NKRI kita ini jika sampe ada pulau yang memisahkan diri dari negara indonesia. bayangkanlah keindahan pariwisata indonesia yg akan lenyap jika tidak ada turis luar lagi yang datang gara-gara RUU ini maka hilanglah devisa negara kita dibidang pariwisata.. menurut pendapatku, sebaiknya RUU APP ini dihapuskan dari negara indonesia, jika tetap ingin disahkan maka pemerintah harus bisa berpikir jauh apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang jika tidak diantisipasi sejak sekarang & paling tidak pemerintah harus menghilangkan sebagian isi dari RUU APP yang menyangkut kebudayaan indonesia... sebenarnya aja secara logika, RUU APP ini tidak perlu disahkan jika moral bangsa kita terutama kaum lelaki dapat mengendalikan diri dr hawa nafsu mereka yang bergejolak tsb. lebih baik jika hukum yang mengatur tentang kepornoan itu diperkuat, dengan memberi hukuman yang berat kepada seluruh pengedar & penjual vcd porno di negara kt, selain itu hukuman bagi orang yg melakukan tindakan aseksual harus ditambah lagi(jika perlu seumur hidup mendekam didalam penjara dan diasingkan dari daerah asalnya agar kejadian serupa tak terulang kembali). memang jika dilihat-lihat pemerintahan sekarang harus lebih otoriter & radikal dibidang hukum & penerapannya dimasyarakat.... sekian dari saya. wassalam
  34. From kajar on 27 May 2006 08:16:00 WIB
    bung agus farid yang ganteng, dari kata2 anda saja udah bisa di tebak bahwa anda adalah tukang propokasi, suka jelekin orang.apakah diri anda sudah sedemikian sucinya. jangan2 elo yg sering buka situs2 porno. menurut aku sih kayaknya otak elo yang harus di tobatkan.

    omong kosong tuh RUU APP

    hidup indonesiaku, hidup budayaku, hidup bung wimar. maju terus pantang mundur.
  35. From david on 27 May 2006 14:01:12 WIB
    dari RUU-APP, Penjelasan Pasal 4: Yang dimaksud dengan bagian tubuh tertentu yang sensual antara lain adalah alat kelamin, paha, pinggul, pantat, pusar, dan payudara perempuan, baik terlihat sebagian maupun seluruhnya.

    satu
    teman saya, yono, di sma dulu terangsang oleh teman perempuan, sri, yang berbulu tebal tangannya. menurut versi ini jelas bulu tangan sri sensual bagi yono. lantas apakah 1. teman saya sri perlu cukur bulu-bulu tangannya? 2. ruu itu kurang sempurna karena tak memuat bulu tangan sebagai bagian sensual.

    dua
    apakah anda akan terangsang dengan nenek teman saya yang memakai kebaya? saya jelas tidak! jika anda terangsang dengan nenek saya saat dia berkebaya, itu lain hal, dan saya curiga anda berpikir begitu, percayalah saya akan jotos muka anda!

    tak mungkin terangsang melihat nenek-nenek? tidak juga, tetangga saya 'mengidap' oedipus complex, dan dia sudah pernah saya jotos! saya tak tahu pikiran dan cara pikir semua orang, saya tak tahu pikiran anda.

    saya mendukung pengesahan ruu-appp, tetapi tentu saja harus versi saya dan semau saya. maunya suatu ruu yang bisa membatasi cara berpikir orang agar tak belok dari jalur yang saya mau.

    sederhana saja, yaitu suatu ruu yang bisa membentuk pikiran orang mendidik orang membatasi juga bolehlah yang penting, .. saya agak bingung nih, .. yang penting intinya agar saya bisa mengontrol pikiran semua orang pada hal-hal yang saya sukai, bukan..., bukan yang kita atau kami atau mereka sukai,.. ini masalah pribadi, hal-hal yang SAYA SENDIRI sukai, saya tak perduli dengan pikiran anda atau cara pikir anda. yang penting anda tak terangsang saat melihat bagian pusar dan pangkal payudaranya yang terlihat sebagian saat nenek saya berkebaya.

    tak perlu jelas dan ada kepastian hukum dari ruu baru ini, yang penting cukup buat saya menuntut orang jika saya curiga dia berpikiran jorok ke nenek saya. saya sangat sayang pada nenek saya.

    buang kebayanya? nah, ini repot. nenek saya sudah memiliki kebaya itu dari sejak neneknya nenek neneknya lagi. itu warisan leluhur, ditenun sendiri, karya seni ini mah, ini warisan luhur leluhur saya. wah, sahkan aja ruu-app tapi soal kebaya harus dikecualikan, dan buat aturan tentang orang yang berpikiran jorok saat melihat nenek-nenek berkebaya. dan awas kalo ada yang terangsang dengan nenekku sayang.

    saya masih bingung nih, yang penting intinya ruu-app yang cocok dengan mau saya di atas tadi, itu intinya.

    atur deh!
  36. From Andre on 27 May 2006 16:06:42 WIB
    melihat pendapat dari beberapa orang yang telah memberi pendapat di sit eini, seharusnya pemerintah dapat lebih terbuka soal RUU APP ini, contohnya beberapa teman kita yang berbicara di atas bahwa mencari naskah resmi dari RUU APP itu sangatlah sulit. Hal ini tentu mengundang tanda tanya besar dalam masyarakat, kenapa RUU yang "katanya" sangat bermanfaat dan "katanya" juga mengundang banyak kontroversi ini tidak dijelaskan secara gamblang dan transparan oleh pemerintah kita.
    mengenai keragaman budaya indonesia juga harusnya pemerintah dapat berfikir jernih tentang semboyan negara kita "Bineka Tunggal Ika" kalau pemerintah ingin menghaopuskan ke-bhinekka-an kita apalah lagi arinya Pancasila, dasar negara dan Pembukaan UUD'45 dituliskan. Apabila pemerintah menjalankan dan merubah RUU tsb menjadi UU, maka pemerintah secara tidak langsung sudah melanggar suatu dasar negara yang harusnya tidak boleh dirubah sedikit pun. Apabila perubahan pada dasar negara dilakukan maka pemerintah secara tidak langsung juga "membubarkan" Indonesia.
    Mengenai dampak2 porno aksi dan pornografi dalam kehidupan bermasyarakat, seharusnya kita sebagai manusia janganlah menjadi orang yang munafik. Apabila kita melihat lintas buana akan saya ambil satu contoh, "Jepang" Sebagai negara yang memiliki tingkat Pornografiu tertinggi, tinggkat kejahatan seksual mereka dapat dibilang jauh lebih rendah dari kita. hal tersebut dapat disebabkan dari diri kita yang mungkin terlalu munafik dan pemikiran kita yang dapat dibilang sedikit "terbelakang"
    Daripada membuang anggaran sia-sia untuk membuat sebuah undang2 yang tidak jelas juntrungannya lebih baik dana tersebut di anggarkan untuk membangun sekolah2, karena semakin tinggi kualitas intelegenitas seseoranbg tentu tidak langsung menunjang kedewasaan berfikir seseorang.

    Semoga sedikit tulisan ini dapat menyadarkan siapapun yang ingin menyetujui APP tersebut.
  37. From adi on 28 May 2006 13:06:30 WIB
    oi, agus farid. gua ngerti porno, tapi kita tidak perlu ruu app ok!!!!!!!!, ingat bali, dan lihat bali, jangan liat arab dong......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!baca dulu dong naskahnya baru ente ngomong!!!!!!!!!!!!!!!
  38. From Ahmad Taufik on 29 May 2006 09:57:53 WIB
    Semoga mas Agus farid masuk surga deh, amien...
    Tapi sebelum masuk surga belajar agama dan ilmu pengetahuan dulu ya...entar bingung malaikatnya. Orang bodoh dan pendosa kok masuk surga, kayak mas agus farid ini, lha mana ada surga menerima orang yang senangnya memaki-maki. Yah semoga surga sudah anda pastikan bukan hanya di pikiran anda.
  39. From ance on 29 May 2006 17:46:37 WIB
    porno atau ga, itu mah relatif. kalo emang pada dasarnya kita sudah berpikiran 'kotor' pasti ngelihat sesuatu pun dengan pikiran kotor. jadi emang dasar pikirannya aja yang 'kotor'. semuanya kembali ke diri masing-masing. saya pikir bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya.tanpa harus membuat RUU APP.

    hidup kaum perempuan
  40. From Andra Kusumah on 30 May 2006 11:26:55 WIB
    Buat yang menolak RUU APP, anda jangan takut karena kekuatan kita sungguh besar. Setelah kejadian Gus Dur kemarin, hampir seluruh ormas di Indonesia bergerak. Incaran mereka adalah MUI, FPI, MMI dan HTI. Menurut salah satu pembicara secara massa kekuatan mereka hanyalah 2.000 orang aktivis (kelas akar rumput) 50 elite aktivis. Dan aktivitas mereka sebenarnya terkait erat dengan proses tawar menawar politik yang digunakan oleh beberapa Jenderal untuk menekan pemerintah.

    SBY sendiri sudah menyadari kekuatan yang merusak ini. Ia berkata di depan Musyawarah Partai Indonesia Baru (PIB) bahwa ada empat komitmen negara ini berdiri.1. NKRI 2. Pancasila, 3.UUD 1945 4. Bhinneka Tunggal Ika. Dan SBY meminta agar kelompok-kelompok tertentu tidak memaksakan kehendaknya.

    Dan kekuatan Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan (ALAMAK) dan beberapa organisasi baik Ormas Islam dan ormas-ormas lainnya sedang mengadakan konsolidasi terus menerus. Kelompok-kelompok ini menghendaki agar kaum intelektual dan aktivis pro demokrasi bangun dari tidurnya. Gerakan untuk membubarkan FPI, MMI dan HTI sudah bulat. Sekarang lagi digodok kebijakannya dan aturan perundang-undangannya. Pihak Polri sendiri sudah mempelajari kemungkinan berlakunya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan FPI dan ormas yang terkait. Bahkan saat Habib Rizieq melapor ke polisi (hal dimana dia sangat hobi) dia sudah tidak dihargai lagi oleh pihak kepolisian, dia hanya diterima tugas piket jaga. Dan petingi kepolisian malas mengurusi laporan orang ini.

    Jadi kita tunggu perkembangannya, sementara kekuatan partai besar seperti PDI-P dan Golkar penuh dibelakang gerakan pro demokrasi. Juga partai-partai kecil lainnya. Sementara PPP dan PBR menyatakan netral dan tidak akan mau ikut campur mengurusi FPI sementara PKB jelas sudah memiliki keputusan politik, yaitu membubarkan FPI, MMI dan HTI. Kebijakan PKB ini juga sedang dibicarakan di DPP PDI-P, apakah mereka akan mengikuti kebijakan PKB. Kita tunggu ini menjadi bola politik. Sementara kelompok FPI dan yang lainnya sudah tidak terlihat di jalan-jalan ibukota, mereka ketakutan. Lalu aktivitas FPI di Jawa Timur nyaris dibekukan.

    Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kelompok yang tidak menghargai kelompok lain dia akan habis oleh hukum besi sejarah.
  41. From putra on 30 May 2006 11:34:04 WIB
    RUU APP adalah seperti PLAYBOY (mainan anak-anak cowok) yang kalo dibace dan dilihat sangat lucu...hehehe
  42. From as3 on 30 May 2006 16:44:30 WIB
    ruu itu hanya menyudutkan kaum perempuan,kalau ruu itu jadi di sahkan akan ada perang saudara di negri ini,percuma aja entar juga dilanggar .jangan dulu ndurusi ruu tangkap dulu koruptor bar buat ruu yang baru .yang dulu aja belom kelar dah mau buat yang macem -macem lagi.
  43. From eko apri on 30 May 2006 22:54:45 WIB
    perbedaan itu berkah..begitu yg mulia Nabi Muhammad SAW bilang. jadi kenapa harus di seragamkan?? lagian masa kita bakalan diemin begitu aja kalo ada hal2 porno di sekitar kita, sebegitu gilakah wanita indonesia hingga mau telanjang ditempat umum??
    menurut aku goyang inul gak bikin napsu tuh, erotis dari mananya?? salut malah ma dia. kok bisa joged sebegitu susahnya sambil nyanyi, tanpa terpengaruh sama jogedannya. klo yg liat ampe napsu mah itu emang otaknya aja yg udah kotor. termasuk orang munafik kaya si rhoma itu, orang sok suci, gak taunya punya istri dua, masih muda lagi ck ck ck orang kaya gitu berani ngusulin RUU APP.
    itu juga FPI ma FBR, gak pernah deh liat mereka demonstrasi nuntut koruptor diadilin, apalagi ngusir2 orang dari jakarta. emang jakarta milik nenek moyangnya apa.
    gimana orang bakal simpati ma islam klo FPI ma FBR yg katanya orang islam kelakuaannya nakutin gitu.
    jadiin atuh islam yg rahmatan lil alamin, ramhat bagi semesta alam, bukannya merusak

    tetep tolah RUU APP deh, gak penting itu, yg penting mah gimana supaya koruptor2 dihukum seberat2 nya, dan uang rakyat yg dicuri bisa dikembaliin lagi, biar harga obat murah, biar harga buku murah, biar harga pupuk murah, biar indonesia tetep maju dan tetap dengan keaneka ragaman budayanya
    yang munafik?? kelaut ajah....
  44. From sandy on 31 May 2006 10:16:51 WIB
    Buat Mas Farid,
    Bila anda merasa lebih suci dari peserta panel lainnya coba direfleksikan melalui kata-kata yang bijak .Jika
    Lidah anda begitu kotornya...kami bisa bayangkan sampah dan bangkai membusuk yang ada didalam hati anda.Coba tanya pada diri anda apakah anda pikir Allah tidak merasa malu memiliki umat yang memiliki gaya bicara seperti orang Tak BerTuhan. Isn't GOD follower supposed to be humble and mild temper ?
    So...tidak usah menghakimi orang yang berpakaian terbuka.(Indonesia itu panas lho,apalagi sekarang setelah semua hutan di "perkosa")karena jauh didalam hati anda tentunya wanita-wanita berjilbab dari ujung rambut ke ujung kaki pun sudah ditelanjangi semua.Yang bahaya itu bukan yang diluar tapi yang jauh didalam hati dan pikiran manusia .
  45. From Bayu on 31 May 2006 11:04:24 WIB
    Wah, senangnya mendengar cerita Andra Kusumah kalau aparat kita sudah bertindak tegas sama ormas-ormas radikal yang anarkis tersebut. Mudah-mudahan setelah kita punya kekuatan untuk menindak mereka, kita juga bisa menyadarkan mereka sehingga mereka bisa ikut bekerjasama membangun Indonesia ini.

    Tidak ada tempat bagi ormas-ormas yang ingin merongrong UUD'45 dan Pancasila, yang merupakan payung dari kebhinnekaan yang ada di Indonesia.
  46. From Ketib Anom on 31 May 2006 11:04:27 WIB
    Assalamualaikum wr wb,

    Melalui Forum Perspektif Online ini saya berharap kita bisa membuka diskusi tentang gejala terbukanya peluang pemberontakan untuk berdirinya negara diatas negara yang salah satu jalannya adalah kudeta Ideologi adalah lewat RUU APP. Gejala tumbuhnya milisi-milisi sipil berkedok agama seperti Front Pembela Islam atau FPI, Majelis Mujahidin Indonesia/MMI , Hizbut Tahrir Indonesia bahkan belakangan MUI yang disusupi kelompok garis keras perlu agar diwaspadai sebagai usaha untuk menggantikan sumber dari segala sumber hukum Pancasila dan UUD 1945 dan prinsip pergaulan antar warga negara dan kesatuan bangsa yang tercermin dalam motto: Bhinneka Tunggal Ika.

    Kelompok-kelompok radikal-sektarian ini berbeda dengan PKS yang berasal dari kalangan terdidik dan kelas menengah, kelompok sektarian-radikal ini berasal dari kelompok kelas bawah, miskin dan less education yang cenderung berorientasi pada pemahaman agama secara mitos, literer dan kaku ketimbang pemahaman rasional. Awal pertumbuhan kelompok-kelompok ini adalah pada paruh pertama dekade 1990-an, atau setelah Orde Baru mendekat kepada kelompok Islam setelah hancurnya klik Benny Mordani di tubuh internal TNI yang kemudian digantikan kelompok yang agak sedikit mendekat ke Islam, dan puncaknya ada semacam pengakuan formal terhadap ‘Islam Politik’ setelah Suharto membuka jalan terbukanya jembatan antara rezim Suharto dengan kelompok Islam yang bernaung di bawah ICMI. Gus Dur yang pada tahun 1990 menolak habis-habisan ICMI karena menganggap ICMI merupakan bibit-bibit sektarianisme dalam beragama dan dikhawatirkan sebagai kendaraan politik kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama tapi ‘ndak ngerti agama (komentarnya yang terkenal ; “Habibie boleh pinter bikin pesawat, tapi habibie apa ngerti agama?”), bagi Gus Dur lahirnya ICMI merupakan gong dari berkecambahnya gerakan sektarianisme dan primordialisme yang pada gilirannya menggiring bangsa Indonesia berpola pikir sempit. Dan terlebih lagi kelompok Islam tidak diberi kesempatan membangun dirinya ke dalam struktur masyarakat madani, dimana kekuatan masyarakatlah yang mengatur bukan malah dijadikan kepentingan politik pemerintah jangka pendek.

    Sementara itu gerakan kaum Islam tumbuh dalam bermacam-macam jalur. Pertama, kelompok kaum intelektual yang lebih mengenal Islam sebagai bagian dari peradaban-peradaban dunia, dan mengusahakan Islam sebagai kultur yang beradab, dan gemar berdialog serta memiliki kesadaran toleransi tinggi terhadap gerak laju modernitas, juga berusaha memasukkan Islam ke dalam sejarah utama dunia dimana selama ini Islam lebih dikenal sebagai agama kaum terkebelakang, miskin dan senjang teknologi menjadi Islam yang masuk lagi dalam gerbong sejarah dunia maju. Kelompok ini boleh dikatakan merupakan komunitas yang cenderung sedikit jumlah aktivisnya, bersikap moderat, dan karena wacananya rada-rada rumit dan tidak mengandalkan emosional dalam pemahaman agamanya oleh karena itu kelompok ini banyak dimasuki oleh orang-orang yang memang sedari awal sudah mengerti perbedaan agama atau Ilmu perbandingan agama, memiliki basis fundamental pengertian agama yang kuat dan berasal dari komunitas-komunitas taat/santri. Inspirator dari kelompok ini disebut-sebut Ahmad Wahib (1942-1973) seorang tokoh muda asal Madura yang meninggal tertabrak Vespa di depan kantor tempo dan tubuhnya ditolong gelandangan. Kelompok ini kemudian menemukan pemimpin-pemimpinnya dalam sosok Nurcholis Madjid, Djohan Effendi dan Dawam Rahardjo (nama-nama yang banyak disebut dalam buku harian Ahmad Wahib yang dirilis LP3ES). Kini sosok kepemimpinan kelompok yang sering menamakan dirinya Islam Liberal berada di tangan Ulil Abshar Abdalla, salah seorang menantu KH Musthofa Bisri. Lingkaran Islam Liberal juga mencakup komunitas Utan Kayu yang dimotori Goenawan Mohammad (GM), salah seorang mantan redaktur senior majalah Tempo. Pertemuan kelompok mereka didasari pada sama-sama kondisi tertekan yang dialami mereka terhadap rezim Orde Baru, pada tahun 1994 majalah Tempo dibredel kemudian grup Tempo mendirikan ISAI (Institut Studi Arus Informasi) yang kemudian berkembang menjadi komunitas Utan Kayu dimana pusat pemahaman mereka adalah melawan segala bentuk penindasan, keterkekangan dan hegemoni kekuatan atas kekuatan lainnya. GM sendiri pada tahun 1962-1965 merupakan sastrawan muda yang aktif menentang PKI.

    Kelompok kedua, berpusat pada kelompok lapisan terdidik namun mayoritas tidak berasal dari komunitas santri, tidak seperti kelompok Islam Liberal yang banyak diisi jebolan-jebolan sarjana Mesir, Irak, Iran atau IAIN, kelompok kedua justru besar dari kampus-kampus yang berorientasi pendidikan barat seperti UI, ITB, UGM dan lain-lainnya walaupun segelintir elitenya berasal dari kelompok berpendidikan tinggi agama Islam. Kelompok berbasis anak muda, dan bisa dikatakan merupakan anak kandung ICMI, juga berbasis pada dakwah-dakwah kampus, dan dulu sering berhadapan dengan kelompok mahasiswa kiri yang sangat anti terhadap Suharto. Kelompok ini juga bisa dikatakan transformasi dari HMI, namun telah terbentuk tubuhnya sendiri. Pada awal reformasi kelompok ini melingkar pada KAMMI, (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) mereka memiliki disiplin organisasi yang kuat, mesin-mesin politik yang siap dan muda-muda namun cenderung kompromis. Sikap KAMMI pada kekuatan Suharto pada awalnya mereka kompromi namun karena desakan gerakan mahasiswa yang lain untuk menurunkan Suharto mereka ikut dalam pertaruhan politik jalanan 1998. Kelompok ini lebih senang berjuang dalam jalur parlementer, dan sudah mampu membangun sebagai partai yang bercitra bersih dan jujur. Kelompok ini juga getol memperjuangkan politik Palestina, garis pemahaman Islam mereka untuk tingkat elite tidak begitu keras dan kaku namun pada akhir-akhir ini juga ada gejala radikalisme di tingkat akar rumput. Saat ini ketua mereka adalah Hidayat Nur Wahid, orang Jawa yang berpandangan tidak radikal dan dekat dengan Gus Dur namun ada juga sosok Suripto, orang tua mantan tokoh Gemsos (Gerakan Mahasiswa Sosialis) yang pernah dituduh dalang pada kerusuhan rasial di Bandung 1963 dan aktivis penjungkiran PKI tahun 1965. Suripto ini juga pernah tarung dengan Gus Dur pada era kepemimpinan Gus Dur 1999-2001, saat itu Suripto menjabat Dirjen Kehutanan sebuah Departemen yang dikomandoi Nur Mahmudi Ismail yang saat ini menjadi walikota Depok. Saat itu Suripto dituduh Gus Dur terlibat dalam kegiatan intelijen dan memiliki konpirasi untuk menjatuhkan Gus Dur termasuk masalah tuduhan korupsi dana reboisasi. Juga perlu diperhatikan hadirnya seorang menantu Jenderal (Purn.) Wiranto yang menjadi salah satu pejabat teras di PKS.

    Kelompok ketiga, adalah Islam Radikal. Massa mereka adalah masyarakat-masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi dan cenderung merasa ingin lari dari tekanan hidup. Mengutip Taufik Abdullah dalam luncuran teorinya tentang ‘ Radikalisasi Petani dan Ratu Adil’ : Masyarakat yang tertekan selalu bermimpi tentang suatu dunia yang ideal, yang jauh dari tekanan-tekanan yang mereka alami” konsep Ratu Adil pernah mendapatkan tempatnya pada pemahaman ajaran Komunisme. Inilah mengapa Komunisme jauh berkembang di Jawa ketimbang di luar Jawa, karena wong cilik Jawa memiliki alam bawah sadar tentang Ratu Adil itu. Sukarno juga kerap memanfaatkan aura Ratu Adil dalam bentuk performance dia dan pidato-pidatonya yang cenderung bombastis. Pola pikir psikologi massa ‘Ratu Adil’ kini juga dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok Islam radikal yang banyak dikomandoi keturunan Arab, dan mereka menyebut dirinya Habaib atau Habib. Mereka kerap mengumbar pemahaman Islam mereka merupakan Panacea –obat yang menyembuhkan segalanya-. Habib ini juga kurang memiliki pergaulan intelektual dengan kelompok-kelompok di luar dunia muslim, ini berbeda dengan kelompok pertama yang memang memiliki banyak akses dan terbiasa bergaul dalam lingkungan berbeda. Juga ada kecenderungan permusuhan klan-klan disini. Di Arab Hadramaut sana (Yaman) tempat banyak Habib berasal, permusuhan antar keluarga adalah hal yang lumrah bagi mereka dan cenderung dibawa ke arena politik, karena memang bahasa komunikasi politik mereka adalah konflik bukan musyawarah sebagaimana pedoman umumnya orang Jawa dan sebagian besar penduduk di Indonesia. Di Indonesia ada juga keluarga-keluarga Hadramaut yang berpengetahuan luas dan terdidik seperti keluarga Shihab, Quraish dan Alwi, keluarga Al Djufri seperti Fikri Djufri, Ali (Alex) Alatas dan lain-lain. Keluarga intelektual ini kerap menjadi serangan kelompok garis keras dan less education yang diprovokasi gerombolan habib. Kemunculan Habib Rizieq dan gerombolan Habib lainnya tak lepas dari pengaruh perkembangan politik semasa pasca runtuhnya rezim Orde Baru 1998. Jalan politik mereka terang benderang ketika Jenderal Wiranto melalui Mayor Jenderal Kivlan Zen meminta tenaga pasukan Pam Swakarsa untuk menghadang dan jika bisa menghabisi gerakan mahasiswa yang menentang SI 1999. Ternyata setelah kerja politik SI 1999 berhasil, Pam Swakarsa ini kemudian berlanjut. Milisi-milisi banyak tumbuh, di Ambon ada milisi Islam bernama Lasykar Jihad dan Milisi Kristen “Jalan Salib” mereka saling bunuh dan kemudian kerusuhan itu meletus di Poso. Menurut salah seorang intelijen TNI bahwa pola-pola perang sektarian yang terjadi di daerah-daerah luar Jawa tinggal menunggu waktu untuk masuk ke Jawa. Namun tambahnya ada resistensi bagi timbulnya perang sektarian itu, yaitu faktor NU dan Muhammadiyah serta faktor budaya Jawa yang tidak menyukai budaya dominan. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur pra kondisi bangkitnya alam pikir sektarian kurang begitu berkembang karena masyarakat disana memegang kuat budaya harmoni. Sementara di pesisir Jawa Barat termasuk Banten yang memang dalam sejarah sejak pra kemerdekaan Indonesia 1945 memiliki radikalisme dan pemahaman Islam yang puritan tumbuh berkembang dengan baik ajaran-ajaran Islam yang mencintai kekerasan. Sementara di Jakarta, dimana FPI dan Ormas Islam garis keras berpusat seakan-akan merasa dirinya kuat karena banyak dari kaum urban kelas bawah yang menjadi rekrutan.

    Baik kelompok pertama dan kedua tidak memiliki masalah dengan dinamika masyarakat, bahkan kelompok pertama merupakan motor bagi bangkitnya masyarakat madani. Nurcholis Madjid yang wafat tahun lalu mampu menggerakan semangat kebangkitan Islam lewat budaya intelektual, pengajiannya Paramadina berkembang menjadi Universitas yang banyak diminati kalangan menengah kota, sementara jaringan Islam Liberal walaupun mendapat ancaman keras bahkan pasca dikeluarkan ‘fatwa’ MUI tentang pluralisme ada ancaman pembunuhan terhadap Ulil Abshar Abdalla yang akan dilakukan oleh Abdullah Sunata dan anak buahnya. – belakangan Abdullah Sunata di penjara oleh Polisi karena terbukti pernah bekerjasama dengan teroris Nurdin M Top. Jaringan Islam Liberal tetap kuat sampai sekarang bahkan kini dukungan mulai berdatangan dari kelompok-kelompok ormas yang tadinya berdiam diri.

    Sementara kelompok kedua yang cenderung kompromis dan hobi pada jabatan politik saat ini mendapatkan keuntungan politiknya karena cap bersih dan jujur. Kerja politik mereka cenderung opurtunis dan selalu melihat untung ruginya, mereka kurang begitu tertarik untuk terjun langsung dalam konflik-konflik yang ada di dalam masyarakat. Hal mana keberanian ini tetap diambil tokoh tua Gus Dur. Mereka gemar bergerak di bidang sosial yang berupa pendidikan, bantuan bencana alam dan kesehatan. PKS juga perlu diperhatikan karena pada tingkatan akar rumput sudah mulai muncul gejala radikalisasi, kemungkinan bila para elite PKS tidak mampu mengantisipasi kekuatan radikal kelompok garis keras akan mengepakkan sayapnya menjadi semacam wings front untuk bekerjasama dengan kelompok ketiga.

    Kelompok ketiga ini sejak 2001 mulai unjuk gigi dan selalu menimbulkan masalah di masyarakat. ‘Perjuangan’ politik mereka pada awalnya bekerja seperti kaum Paderi di Minangkabau dulu yang bertarung di bawah pimpinan kelompok Harimau Nan Selapan melawan hulubalang-hulubalang adat yang dianggap menyeleweng dalam agama Islam seperti perjudian sabung ayam. Sasaran kekerasan gerombolan FPI pertama kali ditujukan pada pusat-pusat kegiatan judi dan pelacuran. Namun yang menjadi pertanyaan hanya tempat-tempat tertentu yang digerebek, biasanya tempat yang diserbu mereka adalah golongan masyarakat kelas bawah. Sejak 2002 keberanian mereka bertambah tempat-tempat hiburan kelas menengah-atas yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan judi dan pelacuran digerebek pada saat malam-malam bulan Ramadhan. Pada ‘perjuangan’ menggerebek ini awalnya dimaklumi oleh masyarakat kota, namun setelah berakhirnya kerusuhan Ambon dan Poso, mereka malah menggeser konflik Ambon dan Poso ke Jakarta dan ini perlu menjadi perhatian apakah tindakan mereka untuk membuka pintu kerusuhan di Jawa(?). Aksi-aksi penutupan lembaga-lembaga pendidikan yang didanai dari agama lain (bahkan Taman Kanak-Kanak ada yang mereka ancam dan ditutup!!), penutupan rumah Ibadah sepihak di seputar kota Jakarta, Bekasi, Bandung, Bogor dan tempat-tempat lainnya (laporan ini sudah dimuat dalam delik pengaduan Garda Bangsa ke Polda), penyerangan secara anarkis dan brutal kepada kelompok-kelompok yang dianggap tidak sepaham seperti Ahmadiyah dan Lia Eden. Bahkan ada perkumpulan Pencak Silat ‘Mahesa Kurung’ di Bogor yang dipaksa tutup namun terbongkar belangnya, Habib FPI Bogor (yang pernah ‘berprestasi’ membubarkan Ahmadiyah) memeras Mahesa Kurung dan ia bekerjasama dengan MUI cabang Bogor untuk mengeluarkan fatwa. Ini jelas penghinaan terhadap nilai-nilai Islam dan ayat-ayat agama yang kemudian dijadikan komoditas politik.

    Perseteruan Inul dengan pedangdut Rhoma Irama dan munculnya majalah Playboy edisi Indonesia merupakan katalisator dari munculnya RUU APP. Awalnya RUU APP tidak mendapat sambutan namun setelah para intelektual-intelektual Indonesia menemukan semacam naskah/draft yang kemungkinan merupakan acuan agenda besar untuk merubah warisan kebudayaan Indonesia sontak membuat komoditas berita RUU APP membesar. Apalagi sudah mulai munculnya semangat untuk merubah hukum positif Indonesia dengan ‘Hukum’ Arab atau ‘Syari’ah’ Arab yang mereka pahami karena kegagalan kelompok ini memasukkan tujuh kata dari piagam Djakarta mereka mulai membidik dari daerah-daerah.

    Sebenarnya isi RUU APP tidak sekeras tujuan politik mereka yang ingin menggantikan UUD 1945 dan Pancasila dengan ‘Syari’ah Arab (tolong tekankan hukum mereka adalah syari’ah Arab bukan Syari’ah Islam) namun karena RUU APP kemudian menjadi simbol dari perjuangan mereka atau menjadi parameter pembuka keberhasilan mereka, maka RUU APP membesar. Terlepas penilaian kita terhadap mutu PKI di tahun-tahun 1951-1965 yang memang menggerakkan kelompok intelektual, militer dan akar rumput, cara kerja FPI mirip seperti PKI tapi non intelektual aksi-aksi mereka menutup tempat ibadah, membakar buku-buku yang dianggap tidak sepaham dan mengancam kenyamanan kelompok anggota masyarakat lain sangat mirip dengan aksi sepihak PKI di tahun-tahun genting 1960-an. Tuduhan mereka dibiayai para Jenderal yang tidak puas akan nasib mereka juga harus kita perhatikan, karena Gus Dur sudah menuding mereka ada hubungannya dengan Jenderal (Purn.) Wiranto. Bahwasanya mereka hanya tangan-tangan kotor kepentingan politik ini artinya kita juga mengecilkan mereka. Seperti kata salah seorang pemimpin Ormas Islam, gerakan radikal ini tinggal waktu untuk membesar dan kemudian membasmi yang dianggap tidak sepaham. Jelas ini gejala fasisme. Dan fasisme yang tumbuh dari keyakinan agama yang diselewengkan sungguh jauh lebih berbahaya ketimbang fasisme dengan ideologi, karena tujuan mereka eskatologis bukan duniawi.

    Jadi saudara-saudara pembedahan Naskah RUU APP adalah gagasan investigatif untuk mencari akar permasalahan yang timbul selain itu juga harus diperhatikan garis merah munculnya pertarungan politik di lapangan. Apakah RUU APP ini merupakan jualan politik kelompok tertentu? Dan yang lebih penting lagi dari semua itu adalah apakah RUU APP ini merupakan provokasi dari kelompok garis keras seperti FPI, MMI, HTI dan MUI Susupan untuk memancing kerusuhan sosial sehingga mengundang kelompok militer untuk campur tangan sehingga gerakan masyarakat sipil/madaniah terjegal?Perlu juga diperhatikan apakah hadirnya kelompok radikal-sektarian ini akan memancing tumbuhnya kelompok-kelompok radikal yang berkedok agama bahkan diluar agama Islam. Seperti yang kita ketahui banyak seniman, budayawan dan sastrawan kita menjadi korban pemahaman sempit agama, seperti kasus cover buku Dewi Lestari, cover kaset Iwan Fals, film Garin Nugroho ‘Sinta Obong’ yang diprotes segelintir anak-anak muda Hindu dan cover kaset Dewa yang katanya menghina FPI.

    Sebenarnya jika memang tidak ada kepentingan di tubuh elite militer dan kepolisian terhadap keberadaan kelompok ini, sungguh mudah menangkap mereka atas tuduhan Subversif. Karena mereka sama sekali menolak Pancasila sebagai dasar negara. Seperti yang kita ketahui dan pahami Pancasila merupakan komitmen awal dari alasan negara Indonesia yang dari Sabang sampai Merauke berdiri. Kita beruntung karena sejarah telah memberikan founding fathers yang bijak seperti Sukarno, Hatta, Sjahrir, Natsir, dan lain-lain yang paham bahwa negara merupakan wadah netral untuk menaungi dan mengurus hajat hidup warganya oleh karena itu tidak terdapat perpecahan Indonesia Barat yang mayoritas Islam dan Indonesia Timur yang beragama Nasrani. Bahwasanya kelompok seperti DI/TII SM Kartosuwirjo atau gerakan separatis Islam Qahhar Muzzakkar di Sulawesi merupakan catatan hitam sejarah bangsa Indonesia sebagaimana mereka merusak persatuan bangsa dan menggangu sejarah bangsa ini untuk hidup rukun. Tanyakan pada mereka apa mereka menerima Pancasila?, kalau bagi orang yang sudah paham cara pikir kelompok mereka, pasti sudah tahu bahwa pikiran mereka tentang Pancasila sangat menghina bahkan jika DN Aidit mengatakan Pancasila hanya diperlukan saat mempersatukan negara dan jika sudah bersatu Pancasila tidak diperlukan lagi, maka FPI, HTI, MMI dan onderbouwnya mengatakan lebih jahat dari DN Aidit bahwa Pancasila hanyalah ideologi sampah. Bahkan demonstrasi HTI beberapa bulan lalu untuk memperingati runtuhnya Khalifah Usmani/Ottoman di Turki, menjadi acuan kepada kita, bahwa konsep negara bagi mereka sama dengan konsep Komunisme yaitu mengeliminir negara Nasional. Karena dalam konsep kekhalifahan tidak mengenal batas-batas negara nasional. Itu saja sudah cukup peluru untuk membawa mereka ke pengadilan.

    Jangan sampai kita terjebak, terlena oleh kehadiran gerombolan-gerombolan preman berjubah. Karena jika didiamkan kelompok ini membesar dan akan menjadi sandungan bagi bangsa ini untuk sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang kini berebut untuk mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi. Hendaknya Islam di negara Indonesia yang kita cintai menjadi pemersatu bagi bangsa ini, dan mari kita lihat sejarah ke belakang saat pemimpin-pemimpin Islam menyatakan toleransinya untuk bergabung dengan saudara-saudara sebangsa yang non muslim untuk menghadang penjajahan, bersatu sebagai bangsa, bersatu untuk menciptakan kehidupan bersama yang lebih damai. Kearifan yang kita warisi dari pendahulu kita jangan sampai habis oleh pandangan sempit gerombolan preman berjubah, apalagi ke depan tantangan kita semakin berat karena kita juga dipaksa berhadapan dengan kapitalisme global yang juga sama jahatnya dengan gerombolan penjahat berjubah itu. Tanggal 1 Juni merupakan hari lahir Pancasila, mari kita lihat lagi nilai-nilai kita berbangsa dan bernegara berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan berbudaya Bhinneka Tunggal Ika.

    Islam adalah agama yang mulia, Islam hadir untuk menerangi jaman demi jaman, Islam berpihak pada kemajuan, kesamaan derajat ummat manusia, melindungi kelompok yang lemah dan mampu berbuat adil. Hendaknya nilai-nilai Islam menjadi pegangan, apinya Islam itulah yang kita dapatkan, bukan Islam Sontoloyo, Islam yang dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan tertentu, dihinakan kemuliaannya karena kepentingan politik sesaat. Memang saat ini radikalisme menjadi bintang dimana-mana, di Palestina kelompok garis keras Hamas memenangkan Pemilu, Di Amerika Serikat kelompok protestan puritan dan kaum fundamentalis kristen kanan muncul (yang oleh jurnalis The New York Times disebut All American Osama’s) mereka mendukung aksi jahat Bush menginvasi Irak dan memusuhi imigran, di Eropa beberapa kelompok fundamental berbasis agama menjadi kekuatan politik, bahkan rasisme sudah muncul di Jerman, Di India fundamentalisme Hindu selalu menggangu harmoni, di Pakistan dan Afghanistan Talibanisme masih menjadi kekuatan militer, di Australia klan politik rasialis mulai memperkuat diri sementara kapitalisme global yang jahat dan mengeruk bumi Indonesia merajalela. Inilah tantangan kita ke depan, dunia belum pulih benar dari kejahatan-kejahatan yang bersumber pada keyakinan picik (narrow minded) tugas kita adalah memperjuangkan kemanusiaan, memperjuangkan kebebasan manusia untuk tidak ditindas oleh keyakinan-keyakinan yang memuja kekerasan. Adalah tugas kita membawa pesan damai, pesan keadilan dan pesan kemanusiaan untuk menjadikan bumi ini sebagai tempat yang berwarna-warni, tamansarinya kemanusiaan dan pelanginya kehidupan, dunia yang diisi dengan senyum bukan sikap dendam dan permufakatan Jahat. Semoga perjuangan Gus Dur, dan kaum intelektual Islam lainnya berhasil untuk membubarkan FPI dan onderbouwnya yang telah menodai nilai-nilai Islam. Percayalah Allah swt selalu berpihak pada yang benar. Jangan Takut...LAWAN


    SALAM MERDEKA!!!!,


    KETIB ANOM







  47. From silvi on 31 May 2006 14:28:29 WIB
    Negeri Amerika aja yang super Liberal ada pengaturan pornografi, apalagi negeri Indonesia yang dikatakan sebagai negeri beragama yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam. GAk heran kan kalau disahkan UU APP.
  48. From Asiyah on 31 May 2006 16:07:05 WIB
    Walau saya belum melihat isi dari RUU APP, tapi saya denger peraturanya sangat tidak masuk akal. Dan saya sempat baca sedikit info tentang RUU APP, saya juga kurang setuju karena itu menyangkut hak asasi manusia( Human Right)
    Lalu dimana letak keadilan bangsa yang katanya democracy ini?BUkankah negara kita negara yang democracy?
  49. From R o B i N on 31 May 2006 18:08:53 WIB
    Terima Kasih semuanya,,, sebenarnya saya baru pertama kali melihat site ini. Tapi ternyata memang meberikan perspektif baru dalam cara berpikir saya.Salam Kenal buat semuanya.
    Mari bersama jadikan Indonesia menjadi negara yang Aman, Damai dan tentu saja Bersih segala-gala nya. Aminnnn,,,,

    Melihat semua comment di atas, jujur saja,,, komentar yang mepunyai dasar dan sangat rasional hanya lah dimiliki oleh komentar-komentar mereka yang menolak RUU APP.
    Dan komentar yang mendukung RUU APP hanya singkat-singkat saja dan tidak jelas arahnya kemana.

    Tar tanggal 3 Juni ada konser The Exploited di Bandung.
    Itu adalah band Punk Legendaris dari inggris.
    Semoga aja ga da "penggerebekan" dari pihak-pihak tertentu guna membatalkan acara, yang dimana pada akhirnya mereka meminta jatah preman dari yang mengurusi acara tersebut. Seperti pada acara Musik di Bukit Cafe bandung beberapa waktu lalu, bahwa acara tersebut di bubarkan oleh FPI, dan beberapa orang kena pentung....
    FPI preman baru nih yeee,,,,,

    Buat komentar ketib anom,,, ada kata-kata dimana mereka adalah orang-orang yang less education. Klo boleh saya menambahkan,,, mungkin bukan less education tepatnya, karena mereka juga ada yang pernah mengecap pendidikan, namun hanya merekanya saja yang bandel di sekolah dan juga malas belajar dan sok-sok menjadi preman di sekolahnya dulu. Seperti temennya temen saya si STM di kota bandung, dia punya cita-cita menjadi tukang pukul. Sekolah ga pernah masuk, dan emang akhirnya di D.O dari sekolahnya. Itu memang bagaimana orangnya.

    Salam Cinta Untuk semua,,,

    ~ R o B i N ~
  50. From Moch Rizqi A. on 01 June 2006 13:22:22 WIB
    Assalamua'alaikum wr. wb
    ana mendukung sekali ruu app segera disahkan, karena ana udah bosan akan kelakuan masyarakat yang ruwet. Mereka tak mau lagi menghiraukan seruan seruan Allah Sang Maha Kuasa.
    if ruu app segera disahkan itukan untuk kebaikan mereka juga, DAn buat para legislatif and terutama bpk.presiden cepetan dong sahin ruu appnya !!!

    "Laatakrobuzzina"
  51. From EAW on 01 June 2006 16:42:30 WIB
    Saya berusaha untuk tidak ikut dalam polemik ruu APP ini (tapi nantinya memang saya harus memilih kan) soalnya saya juga belum baca draftnya. Tapi kl diliat dr comment2nya dan ulasan beritanya di media massa..masalahnya adalah (kayaknya) ruu ini tidak bisa mengakomodir semua pihak (individu orang indonesia)karena sehebat apapun pakar yg membahas ruu ini 'kan tetep aja manusia. semua produk buatan manusia ini memang gak ada yang sempurna. Lah wong ciptaan Tuhan aja bisa dibilang jelek ama kita2 (saya juga sih kadang2). Sebenernya sih kalo islam udah punya Al-Qur'an dan Hadits yg jd pedoman perilaku hidup manusia (islam) termasuk tentang semua yg berbau porno,juga mungkin (pastinya) di kitab2 suci agama lain. Saya bukannya menganjurkan kita mengadopsi berbagai kitab suci tersebut karena adanya keterbatasan nalar manusia. tapi saya hanya menganjurkan bagi umat2 beragama di indonesia agar berusaha berpegangan pada agamanya masing2 dalam hal porno2an ini , juga dalam sikap memprotes atau mendukung ruu ini. Jadi janganlah menodai ukhuwah (persaudaraan) bangsa ini.
    sekian aja mungkin bisa sedikit mendinginkan hati dan kepala kita. Saya mau baca draftnya dulu deh biar bisa menentukan pilihan.

    TRIMS
  52. From silvi on 02 June 2006 10:50:25 WIB
    Info yang telah diberikan oleh saudara Ketib Anom lengkap sekali namun ada beberapa hal yang saya kurang setuju. Kalau misalkan RUU APP tersebut memang semata-mata hanya menguntungkan bagi kepentingan politik para jamaah Islam garis keras dan merugikan bagi Negara mengapa Pemerintah tetap saja berencana mau menetapkan RUU APP menjadi UU APP serta bahkan tidak sedikit masyarakat yang menyetujui agar UU APP tersebut segera disahkan.
    Tersusunnya RUU APP tersebut tidak lain merupakan salah satu bentuk kegundahan Pemerintah dan masyarakat akan berbagai tindak kejahatan yang semakin merajalela akibat kebebasan pornografi dan pornoaksi. Jika toh nantinya Pemerintah memakai syariat Islam sebagai standar dari penyusunan RUU APP, sebagai umat Islam saya setuju saja. Mengapa? Karena saya percaya bahwa aturan yang terbaik adalah aturan yang bersumber langsung dari Allah SWT Sang Pencipta Yang Maha Tahu Segalanya? Lalu bagaimana dengan anda semua yang mengaku sebagai umat Islam? Seharusnya anda semua juga demikian. Karena ketika anda masuk Islam otomatis anda percaya bahwa seluruh aturan Islam benar-benar bisa membawa kebahagiaan baik di kehidupan dunia maupun akhirat.
    Penduduk Indonesia yang sekitar 80% adalah umat Islam maka sudah sewajarnya jika diberlakukan syariat Islam di dalam Negara. Hal ini kan sangat sesuai dengan prinsip Demokrasi (prinsip suara terbanyak) dan Negara yang berKetuhanan, betul tidak? Kalau toh nantinya ada orang yang menentang pasti dapat dipastikan bahwa orang tersebut adalah orang kafir yang nonIslam atau orang Islam KTP.
    Negara yang menerapkan syariat Islam bukanlah Negara yang seperti dibayangkan oleh sebagian besar umat Islam saat ini yang identik dengan kekejaman hukum potong tangan maupun rajam. Aceh bukanlah gambaran sebenarnya tentang sebuah wilayah yang menerapkan syariat Islam (Aturan Sang Pencipta) karena memang disana syariat Islam belum dilaksanakan secara keseluruhan. Berbagai sangsi yang berlaku di dalam aturan Islam tersebut jika kita pikirkan kembali sebenarnya benar-benar bisa menjamin kesejahteraan masyarakat. Coba kalau aturan ini diterapkan di Indonesia sejak dulu pastinya kasus korupsi di Indonesia tidak bakal terjadi dan berbagai kasus pencurian dan perampokan tidak merebak seperti saat ini.
    Di dalam Negara yang menerapkan syariat Islam, seluruh warganya terjamin kehidupannya secara adil baik muslim maupun nonmuslim oleh Pemerintah yang ada. Karena di dalam aturan Islam sendiri memberikan perintah yang tegas kepada Pemerintah untuk senantiasa menjamin hak dan kewajiban setiap warganya untuk bisa senantiasa terpenuhi. Dan tentu saja umat yang dipimpin tidak perlu merasa khawatir akan tanggungjawab Pemerintah karena Pemerintah yang terpilih pastinya adalah sosok yang mempunyai keimanan dan ketakwaan yang kuat dan sangat takut untuk melanggar aturan Allah SWT. Selain itu umat pun bisa mengontrol jalannya Pemerintahan melalui Majelis Umat agar Pemerintah tidak menyimpang dari aturan yang ada.
    Bukti kegemilangan suatu Negara yang menerapkan syariat Islam dapat kita lihat sendiri misalnya di museum maupun beberapa bangunan yang ada di Turki. Di museum masih tersimpan beberapa surat penting yang menunjukkan besarnya kekuatan Negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah, salah satunya adalah surat ucapan terima kasih dari Pemerintah Amerika kepada Kekhilafahan Turki Ustmani atas bantuan bahan makanan kepada Amerika setelah menghadapai peperangan dengan Inggris pada abad ke 18.
    Dari sini, sebagai manusia yang cerdas tentunya kita bisa berpikir secara objektif atas segala permasalahan yang ada di Indonesia. Kalau dengan bentuk tatanan Negara dan Pemerintahan seperti selama ini tidak membuat Indonesia berkembang menjadi sebuah Negara yang maju dan bangkit, mengapa kita harus terus ngotot mempertahankannya? Bukankah Negara ini ada karena adanya kesepakatan bersama untuk menciptakan kehidupan bangsa yang merdeka,maju dan mandiri. Berbahagialah kita karena petunjuk pengaturan kehidupan yang sempurna telah datang dari Allah SWT Sang Maha Pencipta dan Pengatur yang tertuang dalam syariat Islam.





















  53. From ^ria^ on 02 June 2006 12:05:08 WIB
    kalau soal pornoaksi dan pornografi tergantung dari siapa yang melihat. soal moral&keimanan seseorang itu urusan maasing-masing individu langsung dengan TUHAN tidak seorang pun yang berhak untuk mencampuri, katanya mau demokrasi tapi kok qt balik lagi ke zaman feoodal, kalau kayak gini percuma dong perjuangan R.A KARTINI, coba lihat implementasinya di beberapa daerah ( banten, Tanggerang ) banyak merugikan pihak wanita, bagaimana kalau ia kuliah extention&kursus pada malam hari??? . soal wanita berpakaian "minim" itu urusan individu masing-masing, jika ia ingin dihargai oleh orang lain maka ia harus juga menghargai dirinya sendiri, kalau ingin bebas untuk hal yang positif silahkan tapi qt sebagai wanita jangan lupa dengan kodrat. coba lihat kebudayaan indonesia yang katanya ada250, kalau RUU APP di berlakukan berarti qt memungkiri kebhinekaan qt. Kepada bapak dewan yang terhormat, Tolong majukan pendidikan wanita indonesia jangan cuma jadi bahan komoditas eksport saja, jangan hambat kemajuan kami dengan hal-hal yang aneh
  54. From Deni & Ari on 02 June 2006 15:28:14 WIB
    Maju terus pantang mundur berjuang ,jangan sampai kalah oleh oknum-oknum yang tak bermartabat. mereka bisa bilang ini untuk keprofesionalan tapi apakah mereka bisa bilang ini profesional IBADAH....................
    BERSEMANGA.........T!!!!!!

  55. From budi on 03 June 2006 11:00:23 WIB
    Berdasar pada pernyataan Moch Rizqi A. on 01 June 2006 13:22:22 WIB yang menyatakan:
    ana mendukung sekali ruu app segera disahkan, karena ana udah bosan akan kelakuan masyarakat yang ruwet. Mereka tak mau lagi menghiraukan seruan seruan Allah Sang Maha Kuasa.
    if ruu app segera disahkan itukan untuk kebaikan mereka juga, DAn buat para legislatif and terutama bpk.presiden cepetan dong sahin ruu appnya !!!

    Saya himbau anda bisa mengerti....sesuatu yang mudharatpun Allah yang punya...jadi jangan berlebihan lah anda, hidup ini memang akan selalu ruwet dan disitulah ujian kita sebagai manusia, kalau tidak ada keruwetan tidak ada kehidupan bukan!. Dan Allah akan selalu membuat sesuatu yang akan menguji kesabaran kita sebagai manusia seperti bedanya faham ini. Jadi himbauan Allah yang anda maksud hanyalah satu sisi saja tetapi himbauan lain Allah tentang adanya bersabar pada perbedaan tidak anda jalani. Jadi anda tidak perlu menghujat orang lain bersalah.... anda sama saja sebagai manusia juga melakukan kesalahan kan? Jadi mudah2an kita diberi hati nurani yang lebih baik dan diberi kesabaran. Amin
  56. From fajar on 03 June 2006 19:44:09 WIB
    sejujurnya saya menolak keras RUU APP tersebut,karna kenapa?karna jika RUU APP jadi di syahkan maka selama 60 tahun yang lalu kita kemana aja,kenapa baru sekarang punya gagasan seperti ini,atau ini semua hanya permainan kelompo tertentu yang tidak suka atas ini semua. 1hal yang paling penting yakni isi dari RUU APP adalah masih pilihkasih terhadap apa yang ada di INDONESIA,masa di Bali tidak diberlakukan RUU APP ini,sedangkan ditempat lain diberlakukan?apa karna di Bali aset negara di bidang PARIWISATA.pesan untuk orang yang membuet RUU APP,cobalah membuat UU yang tidak pincang sebelah tangan.saya mendukung kelompok PENENTANG RUU APP,salah satu nya RIEKE DYAH PITALOKA dan yang lain.
  57. From Astri. Herawati... on 04 June 2006 10:49:32 WIB
    Menurut saya.. RU APP
    Perlu disahkan agar bangsa kita kembali menjadi bangsa yang memiliki moral kembali...
    Tapi perlu memiliki batasan-batasan yang jelas agar orang-orang tidak salah faham dalam mengartikan semuanya.
    Semoga saja semua orang akan sadar dengan adanya RU APP akan membangun bangsa kita menjadi bangsa yang lebih baik.

    Chie_fai
  58. From Vadhlee on 05 June 2006 01:22:48 WIB
    At last, bisa muncul lagi. Sejak gempa kemaren, susah nyari warnet euy. First, wacana kembali berkembang. Dengan makin gigihnya para perumus RUU ini untuk memaksakan mensahkan RUU APP ini, maka, kita makin keras harus berjuang.

    Second, saya agak terganggu, melihat media internet belakangan karena ada yang menyatakan bahwa gempa di jogja karena hukuman Allah SWT. Mereka mengatakan, gempa disebabkan karena para pemimpin di jogja (Istri Sultan Hamengkubuwono X) menolak RUU APP. Sungguh xxxxx + ga' berpendidikan. Justru setelah gempa, saya benar-benar merasakan alam toleransi (yang jelas2 tidak ada dan tidak tercermin dalam RUU APP). Saya merasakan bagaimana para warga sama-sama tidur di luar pada saat hari pertama ke-dua, dan ke-tiga, karena masih trauma dengan gempa. Bagaimana kami yang anak kos2an yang banyak dari daerah luar Jawa dan mungkin memiliki kepercayaan berbeda bersama warga asli membangun rumah sederhana yang terbuat dari bambu untuk wanita dan anak2. Sungguh indah melihatnya. Dan membuat saya yakin, warna-warni ini yang memperindah indonesia. Bukan satu warna seperti yang terlihat dari RUU APP(yang isinya lebih menjurus pada penyeragaman).

    So guyz, saatnya bertindak. Gempa di Jogja bukan hukuman, bukan Azab. Hanya peringatan akan ke Maha Besaran Allah. Allah memberikan peringatan bahwa segala-galanya adalah miliknya. Termasuk kebenaran. Tidak ada sangkut paut antara gempa dengan RUU APP. Justru gempa ini membuat kami sadar bahwa perbedaan yang ada justru akan makin indah apabila dihiasi dengan toleransi. Rasa persaudaraan yang timbul dari musibah yang terjadi merupakan petunjuk bahwa tanpa adanya penyeragaman, kita bisa bersatu.

    For last but not least, terus tolak RUU APP ini. Pancasila kita terancam dengan adanya ancaman dari penyatuan. Ingat bangsa Indonesia beragam. Kita harus (dan pasti bisa) bersatu, tanpa menghilangkan perbedaan yang ada.


    With Love and Honesty
  59. From nin\"s on 05 June 2006 12:36:51 WIB
    Bagiku RUU APP tu kerjaan orang yang pengangguran alias gak ada kerjaan..jadinya apa yang gak jadi masalah selama ini di jadiin masalah,kenapa juga baru sekarang mau dibuat RUU APP,bukannya pornografi udah ada dari dulu2..telat oey,,emangnya kalian pikir manusia indonesia tu bodoh kaya" kambing congek yang mau aja kebebasannya diatur ama segelintir orang yang gak tau diri,beraninya cuma "ngomporin" doank,,pesenku nieh : lihat diri kamu dulu sebelum ngatain orang laen,,apa gunanya RUU APP kalo ternyata yang "ngomporin" aja punya banyak istri,,dasar gak tau malu,,buka aib sendiri..NGGILANI..bang2,kl emang niat buat RUU APP mending brantas dulu vcd ama majalah porno yang banyak di pinggir jalan,jangan seni yang dijadikan kambing hitam..eembekk.Kal aku pribadi menentang bgt RUU APP karena aku jadi gak bisa berjemur di pantai donk..entar didenda ato di sel. BTW...TOLAK RUU APP KALO RUMUSANNYA GAK JELAS DAN GAK BERALASAN YANG PASTI GAK NGERUGIIN DIRI KITA,,inget kita udah negar MAJU,,masak mau balik lagi ke jaman BATU?????????????????perlu diinget juga kalo pornografi tu timbul dari dalam kita masing2,selama kita melihat sesuatu dari segi positivnya gak munrkin bakal menimbulkan pikiran porno ntu sendiri alias NGELONJOR (ngelamun jorok) atawa NGERESSSSS...
  60. From Imam Maulana on 07 June 2006 00:54:43 WIB
    untuk silvi,
    Kebetulan saya baca "Perang Suci"-nya Karen Armstrong. Dalam buku itu ada bahasan tentang khilafah Turki. Gerakan renaisance di Eropa adalah titik balik dari keterbelakangan abad pertengahan yg dikuasai rejim negara-gereja. Manusia eropa mulai muak dg otoritas negara-gereja tersebut. Gerakan ini didorong pula oleh kemajuan ilmu pengetahuan islam di Andalusia setelah mereka 'berkunjung' pada masa-masa perang salib. Kemajuan atau kejayaan islam ini tentu saja bkn seperti dalam bayangan utopis Silvi (atau siapapun yg merasa islam seperti silvi) ttg islam. Ingat! saya tdk hendak mengatakan bahwa 'khilafah' gereja terbukti lbh buruk ketimbang islam karena otoritas mereka pd saat itu mirip dgn gerakan2 radikal islam saat ini. Layaknya MUI saat ini, mereka melarang, memburu, melakukan genocide terhadap orang2 yg tdk sepaham dg institusinya. Tuduhan bid'ah, cabul, kafir adalah senjata mereka dalam membasmi kaum-kaum tertindas itu.

    Gerakan renaisance ternyata berbanding terbalik dengan timur, dalam hal ini Turki sebagai pilar terakhir kerajaan islam. Sementara Barat mulai membuka diri, mengembangkan ilmu2 warisan ilmuwan islam (termasuk ilmu biologi dan anatomi yg byk gambar2 pornonya lho!)dg pesat, khilafah Ustmaniyah berasyik mashuk dan merasa berjaya di lingkungannya sendiri. Jangan salah, byk sekali persoalan di dalam negeri Turki sendiri pd masa itu. Korupsi, hedonisme, apalagi nepotisme merajalela di lingkungan kerajaan. Mereka tdk sadar bahwa eropa tengah bergulat dg dirinya sendiri dan membangun kembali manusia-manusianya ke arah yg lbh baik dg memisahkan campur tangan gereja pada pemerintahan. Lalu terjadilah kolonialisme. Negeri-negeri asia dan afrika dg mudah dilahapnya. Karena bodoh? Ya! Ajaran Kristen pun tampaknya mulai membenahi dirinya. Gerakan Protestan misalnya, mulai menentang otoritas gereja dalam mengatur urusan 'habluminallah'-nya (urusan manusia dg Tuhannya). Dan saat ini tampaknya umat kristen lbh bijak dalam menanggapi sesuatu yg menyentuh agama mereka (tolong catat saya beragama Islam ya!). Contoh sederhana, bandingkan reaksi umat kristiani thd novel/film "Da Vinci Code" dengan reaksi umat Islam dg karikatur Nabi Muhammad. Sementara sebagian umat Islam habis2an menantang agama lain dg ajaran tauhidnya yg mungkin hanya bisa dipahami oleh umatnya sendiri, agama lain telah beranjak lebih jauh dalam memahami agamanya sendiri.

    Jadi Islam mana yg anda rindukan kalau begitu? Periode 23 thn perjuangan Rasulullah bagi saya blm cukup dalam mengatasi persoalan2 dunia saat ini. Harap dicatat, stlh periode tsb, khilafah Islam sebenarnya mulai retak dan mulai berantakan pada masa Ali RA. Fatimah, istri Ali sekaligus putri Rasulullah memimpin demonstrasi untuk memperjuangkan tanah wakaf. Cucu Rasulullah, Hasan-Husen meninggal dg cara mengenaskan: dipenggal dan kepalanya dijadikan bola sepak oleh orang Islam sendiri! Apakah anda akan mengatakan bahwa itu semua adalah suatu kenyataan yg taken for granted dalam dunia politik Islam sendiri? Utk urusan itu, Tuhan cuma bersabda, "Saya takkan mengubah suatu umat jika umat itu tdk mengubahnya sendiri!" Ketika Ketika ada memakai ayat "inna diena indallahil Islam". Tuhan sendiri bilang, "lakum dienukum wa liyadien". Anda bersikeras untuk menegakkan syariat Islam, Tuhan bersabda, "Tak ada paksaan dalam beragama.." Saya memelintir ayat? Bagaimana dg anda?

    Jadi begitu mnrt saya Sil (ikhwan/ukhti?). Saya ngomong berdasarkan data sejarah dan ayat bkn? Bukan sekedar ngomong retoris atau ngelantur? Mau nuduh saya fasiq, munafik atau kafir? Udah ga ngaruh tuh karena memberi gelar yg buruk itu dilarang islam lho (ada ayatnya, cari aja sendiri!)

    Htr nuhun,

    Imam Maulana
  61. From phei on 07 June 2006 09:25:05 WIB
    kalo kita ingin maju sudah seharusnya kita menjadi kritis. Tapi ada kalanya kita harus berhenti sejenak untuk meributkan sesuatu yang "tidak penting" karena PR bangsa kita cukup banyak.
    RUU APP memang perlu ada, tapi sepertinya lebih baik tidakada. Karena bukan hanya sekedar perbedaan cultur yang patut dilestarikan, tapi lebih dari itu,perombakan terhadap pola pikir yang patriarkhis yang menganggapperempuan sebagai obyekyang patut direkonstruksi. Bukan zamannya kalau hari ini kita merasa paling benar atau paling suci, karena kita tidak hidup sendiri dan kita bukan pusat dari dunia, dan yang paling penting, kebenaran bukan otoritas kita, maka dari itu, kita harustoleran terhadap kebenaran, alam dan seisinya.
    setidaknya semua kan proses untukmenjadi Indonesia yang lebih baik.


  62. From orient pantas on 07 June 2006 16:36:31 WIB
    saya sangat tidaaak mendukung RUU APP titiiiiik
  63. From jillia on 08 June 2006 01:47:21 WIB
    To Silvi
    S : "tidak sedikit masyarakat yang menyetujui agar UU APP tersebut segera disahkan"
    Seperti yg anda lihat di forum ini yg tidak setuju juga tidak sedikit (^ ^)

    S : "Tersusunnya RUU APP tersebut tidak lain merupakan salah satu bentuk kegundahan Pemerintah dan masyarakat akan berbagai tindak kejahatan yang semakin merajalela akibat kebebasan pornografi dan pornoaksi"
    Selain itu bisa juga ada tujuan politis. Contoh, mengalihkan perhatian masyarakat dari hal-hal penting seperti ekonomi, pendidikan, dll, yg gagal diatasi dengan baik oleh pemerintah (^ ^)

    S : "Penduduk Indonesia yang sekitar 80% adalah umat Islam maka sudah sewajarnya jika diberlakukan syariat Islam di dalam Negara. Hal ini kan sangat sesuai dengan prinsip Demokrasi (prinsip suara terbanyak)"
    Saya tidak paham (^ ^;) berarti di Amerika atau Eropa wajar saja menggunakan syariat Kristen? (misalnya... pakaian harus seragam sesuai tata cara agama Kristen? apakah masih boleh mengenakan jilbab?). Demokrasi bukan hanya suara terbanyak, tetapi juga menghargai suara-suara lain yang berbeda.

    'Negara yg menerapkan syariat Islam', saya khawatir negara tersebut hanya utopia belaka. Dari seluruh negara yg ada di bumi, bisakah anda contohkan satu saja yg seperti itu?
    Atau apakah negara Indonesia sedang dijadikan sarana percobaan???
  64. From Iam on 10 June 2006 15:31:04 WIB
    Sejak dahulu aku selalu berharap Bangsa dan negara Indonesia ini terbebas dari keterpurukan.Tanpa kita sadari,penyebab utama keterpurukan bangsa kita adalah rendahnya moral dan akhlak bangsa kita. Meskipun dunia pendidikan dan IPTEK di negara kita semakin berkembang namun tidak ditunjang oleh akhlak dan moral bangsa yang mulia, tentu hal tersebut tidak akan terwujud. Saya setuju dengan RUU APP yang telah dicanangkan oleh Pemerintah RI, karena itu merupakan peringatan dini namun tegas pada bangsa Indonesia. Penulis berharap Indonesia akan semakin maju, bebas dari keterpurukan, memiliki bangsa yang berakhlak mulia dan cerdas dalam menyongsong era Globalisasi 2008 atau 2010, GET TRUST !!!!
  65. From Marga on 11 June 2006 00:13:45 WIB
    Menjadi pemimpin tidaklah sulit. Yang sulit adalah menjadi pemimpin yang bijak. Kalimat itu kerap saya dengar keluar dari bibir ayahanda tercinta, seorang dosen saja.
    Ada lagi susunan kata yang sekarang ini sering kali saya dengar bukan hanya dari sang ayah, tetapi hampir dari semua orang di sekeliling saya. Baik dalam konteks gurauan maupun dalam nada kemarahan.
    Ya, sejak kemunculan sosok-sosok arogan yang gencar membombardir jagat raya dengan mengatakan kita tidak boleh ini, kita tidak boleh itu, kamu bukan kaumku atau kamu harus ganti agamamu.
    Playing GOD!!
    My GOD.
    Setau saya, agama adalah pemahaman. Bukan doktrin.
    Saya mencoba mengkerucutkan semua untuk mencari apa yang salah dan apa yang kurang. Jawabannya, pendidikan.
    Multi. Multi. Multi.
    Seberapa sulitkah mencoba mengerti arti kata tersebut? Multi ras. Multi etnis. Multi agama. Multi dimensi.
    Tolong dipahami bahwa kita tidak bisa dan tidak boleh dan tidak seharusnya hanya memikirkan diri sendiri.
    Nurani tidak bisa kita biarkan mati.
    Orang lain juga punya hati, orang lain juga punya harga diri. Dan jangan lupa, orang lain juga punya kehidupannya sendiri, pemahamannya sendiri, agamanya sendiri.
    Alangkah lebih baik jika seisi negara ini berintrospeksi, mencari kesalahan sendiri. Niscaya, dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih baik.

    Jangan bungkus beragam kebudayaan dan agama begitu saja,dijadikan satu dan diberi satu nama.Jika hal itu sampai terjadi,Republik ini sudah kehilangan identitas diri.
  66. From djembel on 11 June 2006 06:22:40 WIB
    Utk Iam: "Tanpa kita sadari,penyebab utama keterpurukan bangsa kita adalah rendahnya moral dan akhlak bangsa kita".

    Jawab: Betul sekali, bangsa kita moralnya rendah. Tapi rendahnya moral ini bukan diukur dari cara berpakaian orang Indonesia(yang menurut RUU APP terlalu terbuka, sehingga harus ditutupi). Rendahnya moral ini justru bisa dilihat Banyaknya korupsi, banyaknya pelanggaran HAM. Sudah gitu, koruptor dan para pelanggar HAM-nya paling jago berlindung di balik jargon agama.

  67. From antie on 11 June 2006 16:44:35 WIB
    wah-wah...! Saya jadi ingin melihat draft RUU APP yang lebih rinci, yang udah bikin orang jadi saling jotos itu. tapi yang jelas.... walaupun saya berjilbab dan saya tahu aturan-aturan agama Islam, bagaimana wanita berpakaian dalam agama Islam yang telah di atur dalam surat AN-Nisa dan hadist Nabi. tetapi ini kan bukan negara Islam,ini Indonesia dengan beranekaragam budaya, ras dan agama.yang telah tertulis dalam Bhineka Tungal Ika.

    saya tetap menolak RUU APP. karena saya tau bahwa UU penyiaran telah ada, namun hingga kini penerapannya masih ngalur ngidul. untuk apa lagi RUU APP ini di buat lagi?..buang-buang duit negara aja buat rapat sana-sini...!seharusnya moral "MATRE" itu yang lebih dikeraskan. karena "MATRE" bisa jadi "KORUP".enak aja! negara udah miskin masih aja dikerja-in.

    oya ...saya termasuk masyarakat muslim, berjilbab lagi. Tapi saya tetap menaati norma pancasila yang udah diajarin semenjak saya di SD, yaitu harus saling menghormati dan menghargai agama dan suku lain. toleransi antar agama. apakah orang-orang itu dulunya ga diajarin PPKN ya?
    Jujur saya malu akan tindakan masyarakat, khususnya masy. muslim. karena Islam tidak mengajarkan hal seperti itu. semoga masy. non-muslim tidak memandang buruk thdp Islam, tetapi lebih kepada orang-orang yang dulunya ga diajarin atau mungkin lupa akan norma-norma Pancasila.

    SATU LAGI...,bisa tolong kirim ke saya draft RUU APP yang lengkap? terimakasih...

    HIDUP INDONESIA....!!!MERDEKA...
  68. From lail on 12 June 2006 11:31:42 WIB
    hanya orang- orang bodoh dan terbelakang saja, yang mau menerima RUU APP. sejak negri ini dibangu, sudah terdapat perselisihan antara founding fathernya, perlu refres ingatan lagi, 8 dari 9 orang panitia pembentuk dasar dan ideologi indonesia adalah orang islam, jadi kalau mau akal- akalan orang- orang tersebut bisa saja memasukkan salah satu syariah islam kedalam proses pembentukan negara ini. yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah mengapa mereka tidak memasukkan salah satu atau salah duanya????karena beliau- beliau sadar indonesia adalah indonesia bukan arab atau timur tengah, jadi didalam indonesia tidak perlu ada proses arabisasi atau timurisasi.TOLAK PORNOGRAFI!!!TOLAK RUU APP!!!!
  69. From \"orang normal\" on 12 June 2006 21:25:53 WIB
    hai..saya yakin kok saya orang normal, disini mau ngomong
    boleh kan ??
    SAYA SANGAT TIDAK SETUJU DENGAN RUU APP YANG TIDAK MASUK AKAL....
    jelas 1 hari sebelum ruu app yang gak jelas itu muncul n heboh...kita adem2 aja!!gak ada ribut,gak ada teriak2,gak ada heboh2..waktu RUU APP itu muncul..tiba2 semua orang pada RIBUT dan saling MENGHUJAT!!!...gua yakin kok yang salah bukan orangnya tapi RUU APP yang gak jelas itu !!
    gua emang blom baca, karena gua gak tau mau cari dimana ??
    dan gua yakin yang pro dan yang kontra pun BANYAK YANG BELUM TAHU ISINYA....tapi jujur kalo gue ngeliat semua kejadian yang terjadi...JELAS kalo RUU APP itu SALAH BESAR!!!!!!!!.....
    "BUAT SILVI : PENTING NIH"
    eh...kata lo :
    "Penduduk Indonesia yang sekitar 80% adalah umat Islam maka sudah sewajarnya jika diberlakukan syariat Islam di dalam Negara. Hal ini kan sangat sesuai dengan prinsip Demokrasi (prinsip suara terbanyak)"

    demokrasi (prinsip suara terbanyak) itu bener !!!
    INGAT....BUKAN PRINSIP AGAMA TERBANYAK !! JELAS ??

    kata lo lagi :
    "..dan Negara yang berKetuhanan, betul tidak? Kalau toh nantinya ada orang yang menentang pasti dapat dipastikan bahwa orang tersebut adalah orang kafir yang nonIslam atau orang Islam KTP."

    gue menentang !! JELAS gue SANGAT SANGAT MENENTANG !!
    tapi gue MUSLIM yang sangat taat,bahkan gue udah HAJAH dan bukan KTP (gue tersinggung)
    disini lo musti bisa pisahin antara AGAMA (iman & hati lu)
    sama LOGIKA (yaitu otak lu )...
    oke ??

    RUU APP membuat semua makhluk ciptaan TUHAN saling bermusuhan, saling membenci, saling menghujat, bahkan saling membunuh...gua mau tanya :
    "APA RUU APP ITU BAIK UNTUK SEMUA MANUSIA ??"

    gua sedih liat semua jadi ribut yang gak karuan kayak gini...dan gua pun yakin TUHAN sedih melihat kenapa semua manusia CIPTAANNYA YANG PALING SEMPURNA itu berubah menjadi pendosa yang sangat sangat berat

    siapapun yang membuat ataupun mendukung RUU APP
    bertobatlah...karena kalian yang memulai keributan ini...
    INGAT !! sehari sebelum RUU APP itu ada kita semua adalah SAHABAT YANG SALING MERANGKUL UNTUK SALING MENOLONG DAN MEMBANTU DI MASA MASA KRISIS DAN KESULITAN....
    TAPI setelah RUU APP itu muncul
    semua berubah menjadi PETAKA....

    bung wimar....saya sangat setuju dengan tindakan anda
    salam salut dari saya untuk anda

    thanks....
    wassallam.......


  70. From PEACE on 12 June 2006 21:55:27 WIB
    Hi Silvi...
    i'm from USA
    Menurut saya, perkataan kamu kurang tepat!
    in my country, Kristen dan Katholik merupakan mayoritas penduduknya..

    Di negara saya memang ada peraturan mengenai pornografi,
    tapi peraturan itu dibuat bukan karena agama Kristen atau Katholik yang menghendaki.jadi menurut saya kalau anda bilang di negara anda peraturan itu harus disahkan hanya karena agama Islam yang menjadi mayoritas,saya rasa kurang tepat!!

    Peraturan itu harus dibuat karena berdasarkan kepentingan negara dan seluruh masyarakatnya dan bukan karena kepentingan suatu agama.

    Kalau seluruh negara harus membuat peraturan sesuai dengan peraturan mayoritas agama terbanyak di negaranya seperti yang anda katakan, berarti USA yang mayoritas masyarakatnya beragama Kristen harus melarang masyarakat yang beragama Islam memiliki 2 istri, karena menurut aturan agama kami yaitu Kristen melarang hal tersebut. Tidak masuk akal bukan ??

    Saya juga ingin mengatakan untuk semua masyarakat indonesia yang berprasangka salah seperti Silvi..
    in my country, peraturan itu dibuat bukan untuk menghilangkan/menghapus kebiasaan masyarakat kami.. buktinya kami masih bisa bertelanjang dada di pantai,karena itu tidak dilarang dalam undang-undang
    saya rasa kalau itu dilarang, kontroversi pun akan terjadi di negara kami.

    Karena kebiasaan positive masyarakat yang sudah ada beratus-ratus tahun lamanya merupakan hak setiap warganya dan tidak dapat dilarang hanya karena kepentingan individu atau sekelompok orang.
    Peraturan pornografi di negara saya, dibuat bukan untuk menghilangkan / menghapuskan sama sekali pornografi dan pornoaksi, namun peraturan tersebut dibuat untuk mengatur agar kepentingan pornografi dan pornoaksi tidak salah sasaran ( maksudnya tepat untuk orang dewasa yaitu 21 tahun keatas dan bukan anak muda )

    Menurut opini pribadi saya : pornografi itu penting untuk orang dewasa karena dapat membuat kelanggengan hubungan di dalam keluarga (hubungan suami istri)
    ini opini saya saja, jadi apabila anda tidak setuju.. saya terima!! setiap manusia pasti memiliki opini sendiri-sendiri bukan ??

    thanks..
  71. From jo on 12 June 2006 22:00:54 WIB
    SAAAAYAAAA SAAANGGGAT MEEEENOOOOLLLAAAAKKKKK RUU APP !!
    saya memang tidak pernah ikut heboh...
    tapi kalau sampai RUU itu disahkan....
    saya pasti akan ikut turun ke jalan bersama kawan-kawan untuk menolak hal yang gak jelas itu...
    kita harus berantas hal yang tidak masuk akal dari negeri ini.....
    heeeyyy....urus ajalah korupsi tuh !! urus buruh !! urus gempa !! urus krisis moneter !!....daripasa ngurusin udel...ngurusin paha....udah capek ya ngurusin korupsi,tulisan aja yang diliatin tiap hari...pengen ngurusin yang agak2 panas yaaa...??sama aja dong lo semua porno juga...lagian ngomongin RUU APP sama aja kayak ngomongin VCD porno, playboy....bikin horny.....
  72. From EAW on 13 June 2006 09:18:54 WIB
    BACK AGAIN neh...gw dah liat draftnya(liat bukan baca apalagi mengkaji)dengan mata kepala. Dari situ gw bs ngerti knapa bisa bikin ribut orang indonesia yang sebenernya masih punya hal2 lain yg sama pentingnya untuk diributkan. Inti yang saya tangkep disitu adalah kita sbagai warga negara nantinya akan diatur gimana cara bersikap, berpakaian dll.Di kepala dan hati saya ada timbul pertentangan antara gw gak bakal bisa ngeliat puser,paha,punggung ato lainnyayg dianggap vulgar di mal2,bioskop ato manapun di jakarta ato kota besar lainnya dengan kata hati gw yang bilang kan memang pakaian seperti itu di Islam jg (memang) gak boleh dari dulu.

    Jadi yang timbul di pikiran saya kalo udah diatur di Al-Quran dan Hadits kenapa masih harus diatur jga di (R)UU APP ini? kan kalo umat Islam melanggar aturan Allah pasti dapet ganjarannya,kita-kita memang wajib untuk mengingatkan sehingga nantinya gak kena azab juga. Begitu juga di Agama lain kiranya.
    Trus timbul lagi pikiran saya jangan2 maksudnya (R)UU ini buat mengingatkan kita, dan maksud itu jadi gak tercapai karena bukannya ingat bahwa ada hukum yg lebih tinggi lagi (hukum ALLAH) tapi kita malah bikin pertentangan sendiri hanya gara hal sepele (baca:buatan manusia) bukan hanya antar bangsa tp juga sesama agama.

    Sebaiknya sih momentum ini digunakan bagi kita semua (tmasuk saya yg msh agak doyan yg bau2 porno)untuk merenung apakah kita sudah taat pada hukum-Nya? mungkin aja ribut2 ini cobaan buat kita semua karena tidak taat pada hukum-Nya.
    Trus jadikanlah perbedaan pendapat ini menjadi sebuah sinergi yang bisa membuat kehidupan di dunia yang cuma sebentar ini jadi lebih beradab,bermoral,dan berakhlak.

    Jadi kalo ada opini utarakanlah dengan cerdas dengan dalil2 yang kuat jgn hanya mencerca kelompok ato individu lain yg berbeda pendapat(sekaliah buat pengelola situs ini kalo ada yang commentnya gak cerdas ato mencerca aja mending langsung di hapus,punya saya juga hapus aja kalo dianggap begitu)

    N saya jd penasaran kenapa cuma perempuan aja yg diatur, mata lelaki juga harusnya kena aturan juga dunk.

    jadi saya dukung semangat awal bagi pencetus RUU ini tp saya gak sependapat dengan isi dari RUU ini. so bagi para penentang terus berikan kritikan anda dan bagi para pendukung
    serap ide2 mereka yg menentang dan berargumenlah dengan cerdas.
  73. From Agung on 14 June 2006 08:31:05 WIB
    Teman Kontra APP Semua!
    Saya punya hajatan di Bali - Tabanan "Konser Akbar Rock Dangdut Total Total RUU APP" tanggal 17 Juni 2006 di Lapangan Kediri......
    Kerja ini langkah nyata mensosialisasikan Penolakan terhadap RUU APP!
    Terlepas dari tijauan dari sudut pandang apapun, hanya ini yang dapat kami kerjakan!
    Kami tidak bisa berargumentasi dengan Orang-Orang pintar di atas sana!
    Seiring langkah kami yang tersendat tuk mencari penyandang dana Konser tersebut, terpaksa kami melakukan pungutan Tiket Masuk ke arena konser Akbar Tersebut!
    Terlepas dari beratnya mencari sponsor event tersebut, Pelaksanaan Kegiatan tersebut tersirat suatu makna bahwasannya betapa besar keinginan kami tuk MENOLAK RUU APP tersebut.
    MERDEKA!
  74. From Luke on 15 June 2006 13:09:40 WIB
    Kok rasanya dulu cendikiawan yg bikin negara ini yg di pikirin supaya bagaimana caranya dari sabang-merauke bisa satu atep dan rukun, sehingga mereka masih tetep pake UUD'45 dan Pancasila (karena kalo pake yg laen mesti ribut!)
    Heran aja ama orang2 pinter jaman sekarang yg di pikir cuman "udele dewe" mikirnya lokalan banget gak nasional.
    Rasanya negara ini lagi sekarat, bener2 sekarat.
    Banyak yg bilang Perda2 syarikat itu cuman little step aja, grand designnya piagam jakarta/syarikat islam, mudah2an seh gak spt itu. Kuatir aja kalo pita di kaki Garuda Pancasila tulisannya bukan "Bhineka tunggal ika"
    Jangan pertaruhkan sesuatu yg bisa ngancurin negara ini, dari dulu kesepakatannya adalah persatuan dan kesatuan yg bhineka tunggal ika.
  75. From author on 15 June 2006 20:56:49 WIB
    RUU APP = Hahaha, kerjaannya para lelaki insecure yg sama skali gak bisa nahan napsu, jadi nyalahin perempuan melulu! Bener2 dangkal.
  76. From ance on 16 June 2006 06:18:41 WIB
    pemerintah kini disibukkan dengan mengurus ruu app. sibuk-sibuk amat sih. apa bangsa kita udah tidak punya budaya ya??? katanya bangsa indonesia adalah bangsa yang berbudaya, yang mempunyai ragam adat-istiadat. apakah perlu pemerintah sampai mengatur segala tata cara hidup kita??? baik dari berpakaian sampai hal-hal lainnya. kaum perempuan disudutkan, katanya, katanya nih, merupakan sumber perusak moral bangsa. mungkin melihat banyaknya prostitusi atau apalah... tapi maaf kata, yang make siapa sih..., konsumennya siapa??? apakah hal demikian benar terjadi??? banyak undang-undang yang dibuat oleh pemerintah saat ini. tapi mari kita sedikit refleksi, apakah semuanya itu dapat ditegakkan??? kalau informasi-informasi dari TV menyuguhkan pornoaksi/pornografi,bukankah sudah ada undang-undang penyiaran yang menyeleksinya???
    saya pikir, kita jangan terlalu banyak mengurusi /membuat undang-undang yang justru semakin membuat pusing saja.
    mari sama-sama menjaga moral bangsa kita, dengan terlebih dahulu memperbaiki moral diri sendiri.
    dalam hal ini para stakeholder harus bekerja sama.

    hidup kaum perempuan !!!
  77. From R o B i N on 18 June 2006 21:52:58 WIB
    akhirnya si sayah tahu,,,, kenapa orang² itu menbuat RUU APP.
    Ternyata karena mereka memang tidak bisa menahan nafsu mereka apabila melihat cewe² cantik dan anggun Indonesia.
    Bawaannya ngereesssss molo.

    Ternyata,,,, gw kira karena 200jt orang Indonesia yang ga bisa nahan nafsu karena itu,,, ternyata hanya karena bapak² yang sudah beranak istri itu yang tidak bisa menahan nafsu birahi.
    ck ck ck ck ,,,, gw kira ada apaan ribut². Haiyah.....

    Sang Anak :"Pak,,, pak,,," sang anak memanggil ,,,,
    "jangan doyan lirik² cewe muda donk ".
    Sang Bapak : "Oh,, baik,, maaf nak,,, bapak ga kuad nih T_T"
    Sang Anak : "Yah bapak,,, liat cetakan celana dalem aja koq
    kaga kuad sih...?? kan itu sama seperti celana
    dalem yang suka di gantungin di jemuran rumah.
    klo gitu bapak ngeliat celana dalem saya jg
    malah jadi ga kuad yah pak ?? payah nih bapak".
    Sang Bapak : *berbicara pelan²* "kalau begitu,,, saya
    harus membuat undang-undang yang melarang cewe²
    cantik untuk berpakaian yang dapat membuat saya
    menjadi kaga kuad. Tapi klo bisa undang-undang
    itu kaga ngelarang saya untung lirik² cewe² yg
    lebih muda and seger²...wah bener tuh ide
    brilian ku.... pasti temen² saya pada setuju.
    mereka kan doyan juga lirik² cewe seger,, ^_^.
    Klo begitu saya bakal umumkan di media² klo
    nanti akan ada UU macem gitu.
    Sang Anak : *tidak sengaja mendengar* "Wah,,, bapak malah
    jadi tambah parah nih ,,,, @_#."

    (Kejadian itu terjadi saat sang bapak sedang jalan-jalan bersama dengan sang anak di Mall,,, yang isinya cewe semoa. Dan saat sang anak minta di anter ke tempat mainan anak-anak, eit,,, sang bapak malah mengajaknya mampir dulu ke tempat jualan pakaian dalam wanita).

    Ps : Cerita ini hanya lah non-fiktif belaka,,, wew salah,, cerita beneran belaka... aduh,, cerita nyata,,, adooohhh salah lagi,,,, cerita porno,, WEQ tambah gila,,,
    Klo ada yang merasa tersinggung,,, mohon maaf. Makanya dah punya anak istri mata jng jelalatan..... Giliran ga kuad aja orang laen yang lu buat sibuk.... haiyah,,,,
  78. From Aman on 19 June 2006 10:41:29 WIB
    Saya sangat menghargai tujuan mereka yang ingin agar RUU APP disahkan. Alasan yang paling utama adalah menjaga moralitas anak bangsa. Bagaimanapun ini merupakan sebuah tujuan yang baik. Saya yakin bahkan mereka yang menolak RUU APP pun pasti mengangguk setuju.

    Namun pertanyaannya, apakah RUU APP adalah langkah yang tepat untuk memenuhi tujuan tersebut? Atau dengan pertanyaan lain, apakah mengesahkan RUU APP adalah jalan satu-satunya?

    Saya pribadi melihat—setelah membaca draft dan mengikuti perkembangan polemik RUU APP ini—justru banyak masalah yang muncul dengan disahkannya RUU APP ini. Mulai dari materinya yang menurut saya tidak akomodatif, bahasanya yang multitafsir, dan rentan disalahterapkan—dan semuanya perlu dibahas tuntas—hingga mental penegakan hukumnya. Dari sudut ini saja dulu, saya melihat RUU APP merupakan proyek mubazir dan membuang waktu.

    Saya sendiri orang yang belajar agama, alhamdulillah. Dan saya tahu persis bahwa menurut ajaran Islam, membuka aurat itu haram. Namun hingga saat ini saya belum pernah menjumpai kasus membuka aurat itu dikenakan hukum positif. Mungkin karena saya saja yang bodoh dan belum membaca banyak, tetapi itulah yang saya tahu.

    Kalau kita ingin berbicara dari sudut hukum Islam, dan salah satu alasan kenapa RUU APP itu penting untuk disahkan adalah karena mengumbar aurat memiliki daya rusak terhadap moral, maka penting untuk dikaji mengumbar aurat yang seperti apa dan daya rusak yang bagaimana. Keterikatan antar sebab-akibat ini penting dalam hukum Islam, bukan berdasarkan asumsi dan kira-kira. Dalam Ushul Fiqh, keterikatan ini disebut dengan "mazhan al-hukmi". Dan apabila keterikatan itu bersifat pasti disebut dengan "Manath al-Hukmi". Dan di situlah poin hukum diberlakukan. Contohnya seperti minuman keras dan mabuk. Ada keterikatan "Mazhan al-Hukm" dan keterikatan "Manath al-Hukm" jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

    Dan bagi para pendukung RUU APP, saya kira sangat bagus untuk memperdalam bahasan sudut ini, sehingga jika memang RUU APP itu sangat perlu, objek hukum yang menjadi sasaran itu batasannya tegas dan jelas. Bukan asal membuka aurat maka akan terkena sasaran. Karena kita sekarang bukan berada dalam lingkup hukum halal haram, tetapi dalam lingkup hukum terapan. Apalagi hukum terapan tersebut berada dalam cakupan yang sangat luas, yaitu seluruh Indonesia.

    Dan saya pribadi berharap RUU APP yang sekarang sebaiknya tidak usah disahkan. Dan kalau memang diperlukan, sebaiknya dikaji lagi lebih jauh dan dalam. Karena masalah ini menyangkut individu, dan 200 juta lebih jiwa sedang dipertaruhkan di dalamnya. <em>Sedangkan dua orang yang kembar saja tidak sama sidik jarinya.</em>

    Terima Kasih
    http://aman.nulis.net
  79. From Darjo Metal! on 27 June 2006 15:52:54 WIB
    salam metal!!!!!!!!
    saudara2 sebangsa dan setanah air.
    Siapkan Barisan...maju tak gentar..membela bung Wimar...Merdeka Bung!!! jng takut maju terus!!! pantang Kendur!!! Kami juga siap dukung Gus Dur..!! Keep on fight Gus Tuhan menyertaimu selalu. Tetep T O L A K!!!! RUUAPP!!!!sekian matur nuwun.

    Ps: Buat Silvy sayang... I LOp YoU lohh...mmmmmuuuaaacchhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.....ahhhhh..ahhhhhhhh...ahhhhh
  80. From Robby Maje on 29 June 2006 01:51:11 WIB
    Tulisan ini tidak mau urusan ama UU APP, tapi berhubungan ama budaya yang berusaha di marginalkan
    Ada yang mengatakan budaya Indonesia tidak boleh di intervensi oleh budaya arab padang pasir. kenapa anda sangat anti dengan budaya padang pasir yang disamakan dengan budaya Islam yang di bawa oleh seorang bernama Muhammad SAW.
    Padahal anda tau bahwa budaya barat juga memaksa seseorang mengikutinya!
    Memang sangsi yang didapat seseorang jika tidak mengikuti barat tidaklah nyata Cuma dikatakan Kuno, nggak modern, ketinggalan jaman, udah nggak jamanya lagi dan ini lebih berhasil bagi sesorang untuk menerima budaya barat karena takut di buat kuno,
    Kalo anda tak percaya, siapa yang yang mempopulerkan wanita pake pakaian ketat keliatan pusarnya, pake celana ketat yang kalo wanita itu jongkok keliatan celana dalemnya, siapa yang yang memasukan budaya memakai baju 3/4 atau apa kek 7/8 ato dan lain lain kalo bukan budaya barat, anda jangan munafik dengan mengatakan budaya padang pasir tidak boleh masuk kedalam Indonesia yang beraneka ragam??(temasuk budaya barat juga masuk). Darimana datangnya diskotik? Pub? Club-club telanjang apa anda anggap ini sebagai budaya Indonesia? Majalah semi porno? Foto artis telanjang? Anda anggap ini seni budaya Indonesia??
    Sungguh teman yang mengatakan sunan kalijaga memasukan islam dengan sesuai budaya nusantara saya katakana benar sekali, tapi sunan kalijaga adalah seorang yang berilmu tinggi dalam islam sehingga budaya nusasntara pun yang tidak sesuai dengan syariat diminta oleh sunan kalijaga untuk ditinggalkan, seperti perempuan diminta menutup auratnya, dilarang oleh sunan minum-minuman arak,berzina dsb bukan bebas membiarkan budaya yang tidak seusia dengan ajaran yang dianut. Begitu pula sang Nabi Muhammad pembawa risalah Tuhan yang kebetulan jatuh di tanah arab, berapa banyak budaya arab yang di anulir oleh nabi, berzina, minum-minuman keras,berjudi semua adalah budaya arab yang banyak dilarang oleh nabi. Satu lagi kenapa anda mengatakan itu budaya arab padahal itulah budaya asli islam?
    Kenapa tidak mau berterus terang bahwa anda tidak setuju dengan budaya Muhammad karena berdasarkan ajaran yang turun pada beliau yang diriwayatkan ulama-ulama terdahulu didalam kitabnya memang masalah aurat perempuan dibatasi.
    Pertanyaan bagaimana jika Sang nabi di turunkan di nusantara? Yang saya yakin ajaran Tuhan akan seperti itu mengaturnya baik di arab maupun di indonesia. Perempuan harus menutup auratnya , apakah anda akan berkata kepada Muhammad SAW, wahai nabi ajaranmu kami anut tapi maaf harus kami sensor dengan budaya kami.. jangan paksa kami menuruti semua yang kamu ajarkan.. kalo emang demikaian ya udah deh emang hidayah Tuhan di berikan kepada orang-orang tertentu Tulisan ini tidak mau urusan ama UU APP, tapi berhubungan ama budaya yang berusaha di marginalkan
    Ada yang mengatakan budaya Indonesia tidak boleh di intervensi oleh budaya arab padang pasir. kenapa anda sangat anti dengan budaya padang pasir yang disamakan dengan budaya Islam yang di bawa oleh seorang bernama Muhammad SAW.
    Padahal anda tau bahwa budaya barat juga memaksa seseorang mengikutinya!
    Memang sangsi yang didapat seseorang jika tidak mengikuti barat tidaklah nyata Cuma dikatakan Kuno, nggak modern, ketinggalan jaman, udah nggak jamanya lagi dan ini lebih berhasil bagi sesorang untuk menerima budaya barat karena takut di buat kuno,
    Kalo anda tak percaya, siapa yang yang mempopulerkan wanita pake pakaian ketat keliatan pusarnya, pake celana ketat yang kalo wanita itu jongkok keliatan celana dalemnya, siapa yang yang memasukan budaya memakai baju 3/4 atau apa kek 7/8 ato dan lain lain kalo bukan budaya barat, anda jangan munafik dengan mengatakan budaya padang pasir tidak boleh masuk kedalam Indonesia yang beraneka ragam??(temasuk budaya barat juga masuk). Darimana datangnya diskotik? Pub? Club-club telanjang apa anda anggap ini sebagai budaya Indonesia? Majalah semi porno? Foto artis telanjang? Anda anggap ini seni budaya Indonesia??
    Sungguh teman yang mengatakan sunan kalijaga memasukan islam dengan sesuai budaya nusantara saya katakana benar sekali, tapi sunan kalijaga adalah seorang yang berilmu tinggi dalam islam sehingga budaya nusasntara pun yang tidak sesuai dengan syariat diminta oleh sunan kalijaga untuk ditinggalkan, seperti perempuan diminta menutup auratnya, dilarang oleh sunan minum-minuman arak,berzina dsb bukan bebas membiarkan budaya yang tidak seusia dengan ajaran yang dianut. Begitu pula sang Nabi Muhammad pembawa risalah Tuhan yang kebetulan jatuh di tanah arab, berapa banyak budaya arab yang di anulir oleh nabi, berzina, minum-minuman keras,berjudi semua adalah budaya arab yang banyak dilarang oleh nabi. Satu lagi kenapa anda mengatakan itu budaya arab padahal itulah budaya asli islam?
    Kenapa tidak mau berterus terang bahwa anda tidak setuju dengan budaya Muhammad karena berdasarkan ajaran yang turun pada beliau yang diriwayatkan ulama-ulama terdahulu didalam kitabnya memang masalah aurat perempuan dibatasi.
    Pertanyaan bagaimana jika Sang nabi di turunkan di nusantara? Yang saya yakin ajaran Tuhan akan seperti itu mengaturnya baik di arab maupun di indonesia. Perempuan harus menutup auratnya , apakah anda akan berkata kepada Muhammad SAW, wahai nabi ajaranmu kami anut tapi maaf harus kami sensor dengan budaya kami.. jangan paksa kami menuruti semua yang kamu ajarkan.. kalo emang demikaian ya udah deh emang hidayah Tuhan di berikan kepada orang-orang tertentu
  81. From No Name on 29 June 2006 14:04:56 WIB
    pokokE UUD 45 Dan Pancasila.BOS!!!!!! ra sah macem - macem!!!!!!!!!! Hidup Indonesia!!!!
  82. From cah solo on 29 June 2006 14:24:29 WIB
    INDONESIA DAMAI TANPA UUAPP!!!!!!!!
    tapi seandainya aku jadi mentri aku juga mau bikin UUAPP
    ( Undang Undang Anti Paksa paksa )....


    Peace from solo
  83. From yunita on 04 July 2006 13:27:36 WIB
    Gus Dur I love you.... tolak ruapp gus!
  84. From Taufiqurrahman on 19 July 2006 08:50:00 WIB
    RUU APP?
    sebetulnya ini bentuk kesalahan lagi yg dilakukan bangsa ini, coba main-main dengan UU. Ingat UU bukan barang mainan yg bisa di beli di tukang balon dan setelah itu dibuang begitu saja tanpa kejelasan tujuan, manfaat dan sasaran.
    Yg hrs jd pertanyaan besar apakah RUU APP mampu menampung aspirasi publik? sy khawatir bila nantinya "akan tumpah" (baca:ribut) bila kesimpang siuran terjadi.
    sasaran dari RUU APP itu apa? tujuan yg ingin dicapai apa? dan adakah manfaatnya bila nantinya RUU itu disahkan?
    Sy curiga jangan2 nantinya malah kisruh.
    Sebaiknya pemerintah kita urus dulu masalah politik, hukum, keamanan, dan ekonomi yang belum jg pulih dari sakit kritisnya.
    Semoga insan2 seni pertunjukan khususnya tetap tegar dengan segala bentuk guncangan yg akhir2 bnyk melanda.
  85. From qidhir on 20 September 2006 16:55:33 WIB
    Jadikan bangsa Indonesia bermoral dan beradab. Itu tanggung jawab kita semua.
  86. From Wahyu Darmayani on 11 October 2006 14:17:27 WIB
    Saya sangat mendukung segera disahkannya RUU PORNOGRAFI & PORNOAKSI.

    Masalah Pro-Kontra sudah biasa di alam Demokrasi, akhirnya yang akan dijalankan adalah kehendak Rakyat Indonesia (Bukan kehendak Rakyat Amerika atau Rakyat Saudi Arabia).

    Hidup Indonesia yang rukun, damai dan bermartabat !
  87. From nur azijah on 14 October 2006 15:09:44 WIB
    this page was very important 4 us,coz we can get now how abbout Ruu ap. thats god kah...
  88. From onyaaa ,, on 19 December 2006 19:18:05 WIB
    mmmm ,,
    sbenernya gw pribadi gak setuju dengan ruu app .
    itu balik lagi ke pribadi masing2 .
    klo emang niatnya jelek yaa jelek aj .
    lagipula kan terserah dong mw pake baju apa ,
    kayak gmana ,,
    yang penting comfort .
    lagipula klo ada orang yang ngliat dan lgsg FIKTOR yaaa yang rugi orang itu sendiri .
    klo dlarang berarti ngelanggar hak orang tsb dong ,,
  89. From Rain on 31 December 2006 01:56:41 WIB
    sebenernya undang2 itu mestinya one cage fits all. satu kurungan yang mencakup semua. yang gak kekecilan maupun kegedean buat orang2. tapi menurut saya RUU APP ini gak 'muat' buat banyak orang... liat aja jumlah protes yang ada...

    sebenernya apa sih yang kita harap kita capai dengan UU APP ini??? soal moral kah???
    okelah, taro kata kita memang mensahkan RUU APP ini. seberapa signifikan coba orang2 yang mentalnya berubah??? apa hanya dengan perubahan peraturan, bisa mengubah mental seseorang?? saya rasa ngga. kalo emang dari sananya orangnya udah terus2an mikirnya jorok melulu, ada atau tidak ada RUU APP, ya tetep aja gitu!

    contoh..... di sekolah jelas2 ada peraturan dilarang mencontek. tapi tetep aja yang mo nyontek ya nyontek terus. ga ada kata kapok buat orang yang seumur idupnya udah punya sifat tertentu, kayak nyontek, ato berpikiran kotor.

    jadi.... bener2 deh..... kalo emang hasilnya gak signifikan... ngapain juga sih disahkan??? nambah2in pasal aja di UU... terlalu banyak masalah di indonesia yang masih lebih penting dan lebih harus dipikirin sebelum kita mikirin moral bangsa yang seabreg2 ini...

    lagipula.... ada teori yang mengatakan bahwa kalo mau ngerubah bawahan, ubah dulu atasannya. kita liat sekarang kasusnya YZ-ME..... apa itu ngga menunjukkan bahwa bahkan orang2 yang duduk di pemerintahan moralnya gak kalah bobrok sama sebagian besar rakyat indonesia??? saat kita udah berhasil merubah mental orang2 yang duduk dipemerintahan, bukan soal yang terlalu sulit untuk merubah mental para rakyat....

    yuuk ah... sekian dulu dari saya... buat yang dijakarta, ati2 banjir ya...=D
  90. From wahyudi on 18 February 2007 05:12:36 WIB
    RUU APP hanya buang energi saja UU itu untuk siapa yang membuat siapa, yng membuat harus malu dulu memang anggotanya tidak pernah melakukan kegiatan porno yang benar saja. Lebih baik energi dan uang digunakan untuk rakyat miskin atau membuat RUU RAKYAT TIDAK BOLEH MISKIN kecuali PEMIMPINYA.
  91. From rojali on 06 March 2007 09:28:08 WIB
    ya... .tak heran kta tak akan pernah bisa lari dari krisis yang terlalu panjang ini, kita terlalu banyak komentar tapi tak pernah kita buktikan komentar kita, hampir semua aspek kita "masnyarakat" selalu komentar tapi tak beri jalan keluar, seperti komentator bola sampai saat ini pssi tetap lari ditempat.
  92. From Abdul S A. R. P. N. on 06 June 2007 00:28:03 WIB
    Mahasiswa indonesia di Melbourne Australia ...

    mau nggak mau deh cari aman seandainya di indonesia jadi ada hukum syariat islam bisa langsung kabur he he he
    Keluargaku islam tapi banyak yang jadi anggota TNI, mulai dari kakek, om, sampe sodara sepupu. jadi gue bener bener PANCASILA ...
    Buat gw hukum yang terbaik itu PANCASILA, sebuah ideologi yang tidak mengedepankan Nasionalisme, tanpa melecehkan agama. Tapi bagaimanapun juga kalau sampai ada perubahan IDEOLOGI itu namanya penghianatan kepada pahlawan bangsa yang sudah gugur / meninggal mendahului kita.
    PANCASILA ... MERDEKA
  93. From maruth on 20 June 2007 09:17:50 WIB
    hmm..banyak juga yang ngaku2 sosok pancasilais. padahal dia sendiri gak ngerti subtansi dari pancasila. kenapa sih pancasila kok didewa2kan banget?emang pancasila itu apa?pancasila itu tidak lebih daripada kotoran!pancasila adalah tradisi animisme nenek moyang bangsa indonesia. kita sekarang udah maju. so, pancasila udah bisa kita kubur dalem2..
    hidup demokrasi...
    hidup perubahan...
    no pornoaksi...
    no pornografi...
    no inul........
    no goyang ngebor....
  94. From Remo Harsono on 05 October 2007 16:03:43 WIB
    Memang susah mengajak kepada kebaikan...
  95. From michael on 17 April 2008 15:44:36 WIB
    Menurut gue RUU APP nggak perlu disahkan. Karena kalau disahkan sama aja menekan kebebasan kaum wanita. Gue bilang sih, WANITA BERBAJU SEKSI DAN MEMAKAI ROK SEKSI ITU WAJAR.Yang harus ditingkatkan adalah moral bagi laki-laki yang nafsu melihat cewe berpakaian seksi.Bukannya menyalahkan wanita berpakaian seksi.

    WANITA YANG BERPAKAIAN SEKSI(AURAT TUBUH TERLIHAT) SAMA SEKALI TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN ATAUPUN PIHAK MANAPUN. JADI, NGAPAIN MELARANG WANITA YANG BERPAKAIAN SEKSI.

    BERPAKAIAN SEKSI ADALAH HAK SETIAP MANUSIA TERUTAMA WANITA.

    JANGAN BERPIKIRAN SEMPIT. IKUTILAH PERKEMBANGAN ZAMAN.



  96. From MICHAEL on 17 April 2008 15:47:57 WIB
    BIASA DONK WANITA BERPAKAIAN SEKSI
  97. From dhewhy on 12 September 2008 17:05:18 WIB
    melalui forum ini saya sebagai mahasiswi, kurang setuju adanya RUU APP cuz hidup ini kn demokrasi, wanita bisa menunjukan jati dirinya, jika dilihat dari ponografi dan pornoaksi sebenarnya itu tidak ada karna pemikiran orang saja berbeda2 jika menginginkan negara yang terbebaskan dari yang namanya perkosaan itu sebenarnya dari otak masing2, dari refrensi yang saya dapat tingkat perkosaan tertinggi adalah di mesir itu sekitar 80%, yang kita tau meir adalah negeri yang tertutup wanitanya tapi kenapa tingkat perkosaan dimesir masih saja ter jadi, di Bosnia Herzegovina adalah berkisar antara 10.000 sampai 60.000 jiwa,dan Afrika Selatan tingkat kasus perkosaan sudah nampak cenderung menurun ke angka 113.700 pada 2004, tapi kembali naik pada 2005 sampai ke angka 118.300 kasus, klw indonesia masih belum ada apa2nya karnya tingkat perkosaan di indonesia itu masih cenderung sedikit dibandingkan oleh negara yang jelas2 tingkat perkosaannya tinggi, jika ingin mengeluarkan RUU APP masih harus memikirkan apakah negara ini masih bisa maju, selain itu negara memang negara melayu tetapi bukan berarti harus serba tertutup, di malaysia aja yang melayunya lebih kental saja masih bisa terjadi pornografi dan pornoaksi, kita ini di Indonesia bukan di ARAB. BATALKAN RUU APP KARNA MEMUTUSKAN KREATIVITAS PEREMPUAN DAN JUGA PEREMPUAN HANYALAH KORBAN BUKA TERSANGKA.....
  98. From dew on 21 September 2008 18:53:53 WIB
    RUU APP bner2 dangkal...cm gr2 bpk2 anggota dewan (ntah punya brp simpanan) yg g bs nahan nafsu lyat ce seksi, smua prempuan Indonesia jd korban...dlm praturan yg prematur tsb, cew olahraga pke clana pndek ato orang nikahan dg kebaya sdikit terbuka dibagian da2 bisa kna hkuman 2-10 taon penjara, or denda 200jt-1 milyar...apa kt dunia? kaum wanita yg seharusnya dilindungi krn srgkali kna tindak kekerasan, nantinya hrus jd tersangka, fiuhhh...
  99. From Wawan Rupawan on 23 September 2008 13:30:00 WIB
    Ini sekilas wawancara antara wartawan olah raga dari negara2 lain dengan ketua kontingen atlet Indonesia, di ajang ASEAN GAMES, setelah diberlakukannya UU APP.
    Wartawan (W): Mengapa sekarang Indonesia tidak mengikuti
    cabang senam, renang, binaraga, volley pantai, gulat,
    dan tinju Pak?
    Ketua Kontingen (KK): Oo, itu karena di negara kami sudah
    diberlakukan UU APP. Sejak itu kami nggak melatih
    cabang olahraga yang pakaiannya ketat atau minim,
    karena dianggap melanggar undang-undang.
    W : Tapi kalo atlet2 anda ikut cabang2 tersebut khan
    nggak bisa diperkarakan dengan UU APP, wong saat ini
    tidak sedang di Indonesia. Lagipula kalo berprestasi
    khan mengharumkan negara anda juga.
    KK : Lha sebelumnya si atlet khan harus latihan di Indone-
    sia. Memang mo latihan dengan pakaian \\\\\\\"brukut\\\\\\\" apa?
    W : (garuk-garuk kepala sambil mbayangkan latihan renang,
    senam, binaraga, dan gulat dengan baju \\\\\\\"brukut\\\\\\\")
    Eh, tapi anda kan bisa menjelaskan, bahwa atlet2 anda
    hanya sekedar berlatih, nggak bermaksud memamerkan
    tubuh mereka.
    KK : Memang sebagian mengerti, tapi ada sebagian ormas2
    yang nggak mau tahu (maksudnya FPI,MMI,HTI). Pokoknya
    pusat latihan kami dianggap pusat pengrusakan moral
    bangsa karena banyak orang \\\\\\\"telanjang\\\\\\\" di dalamnya.
    Pusat2 pelatihan kami digrebek rame2, mo dibakar.
    Untung saya cepet2 kasih pelicin ke pemimpinnya, jadi
    dia kasih komando ke \\\\\\\"bala kurawa\\\\\\\"nya untuk me-
    ngurungkan niat membakar tempat latihan kami. Se-
    jak saat itu saya kapok melatih atlet2 di cabang-
    cabang tersebut.
    W : Ooo, begitu to ceritanya. Terima kasih atas keterang-
    annya Bapak. Selamat malam.
    (Si Wartawan sangat terkesan dengan keterangan ter-
    akhir si ketua kontingen,
    \\\\\\\"Ooo, begitu to Indonesia!)
    Ngomong2, ASEAN GAMES ini diselenggarakan di SAUDI ARABIA, yang mana cabang senam, renang, gulat, binaraga, dan volley pantai juga dipertandingkan.
  100. From rendy on 08 October 2008 05:05:07 WIB
    Kadang2 aye mah jadi bingung dah baca sama denger berita dari tanah air ..nyang katanya pemimpin rakyat tapi ngga bisa mikir yang sederhana tapi efektif gitu lah!! urusan tetek bengek kayak ruu app diurusin,tapi urusan kesejahteraan rakyat mulai dari menyediakan lap kerjaan,bikin social security,pensiun rakyat untuk masa tua ,sekolah &kesehatan gratis kagak diurusin! Terus ngapain mister2 dpr yg terhormat itu kerjanya? Sampai aye malu banget sama temen2 bule setelah baca laporan majalah amerika serikat yg menulis bahwa banyak anggota dpr indonesia yg ngga ngerti mengenai e-mail itu apa..astaganaga!!! gimana mau jadi negara hebat,kalo the members of house representativenya gaptek begitu dan nyang diurusin cuma urusan isi kutang ama isi celana dalam dan cara memakainya!he he he he.. rrruaaar biasaaaa...
    aye hanya berpesan sama orang2 nyang kebelet2 itu bahwa Indonesia itu bukan Arab, mas!! Apa pingin bubar negara kita? Kasian tuh intel2 kita setengah mati kerja untuk jagain keutuhan negara ini!! tolong dipikirin deh!!Kumaha ieu, bung Wimar?
  101. From sugeng on 31 October 2008 14:49:47 WIB
    UU untuk mengatur pembuatan & penyebaran hal yang mengandung pornografi memang harus ada & \"TEGAS\".
    Tetapi UU APP yg baru disahkan, bbrp pasalnya terlalu multi tafsir.
    contoh : - mengenai bagian tubuh erotis, bagian mana yg dianggap erotis? bibir, payudara, paha atau lekuk tubuh? Menurut siapa erotis?
    - Karya seni (lukisan/patung) yg menggambarkan tubuh wanita/pria telanjang atau berciuman yang dipajang dikios/dirumah, apakah dilarang?
    - Orang yg mandi disungai hanya ditutupi dgn kain sarung yg terlihat \"syur\" atau seorang ibu mempertontonkan payudaranya saat menyusui anaknya dipasar?
    - Ibu2 (masih kuno/didesa)yg hanya menggunakan kain jarit dan BH saja, apakah ini harus dihukum sesuai UU APP?
    Saya kira masih banyak sekali contoh2 dlm kondisi masyarakat kita sehari-hari yg bertolakan dengan UU APP ini.
    Oleh sebab itu, saya kira suatu kesalahan besar bg DPR tergesa-gesa mengeluarkan UU APP menyimpan banyak ketidak-jelasan.
    Yang saya takutkan ada bbrp pihak/oknum aparat/LSM yg bisa mengail di air keruh multi tafsir UU APP yg dpt memecah-belah NKRI.
    Seharusnya masyarakat lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan mengikuti petunjukNya dan terciptanya hubungan serta pendidikan keluarga yang baik. Dapat mnciptakan manusia2 yg bermoral yg baik walaupun tanpa adanya UU APP.
    Lebih baik mempermudah ijin berdirinya tempat2 ibadah (masjid, gereja, pura, dll) tempat membina iman dan moral masyarakat daripada tempat2 yg konotasinya tidak baik (pub, panti pijat, karaoke, dll). Yg pada kenyataan saat ini adalah kebalikkannya.

    MAJU TERUS INDONESIA .....
  102. From xxx on 13 January 2009 19:51:43 WIB
    saya tidak setuju dengan RUU APP karena mengurangi cipta rasa karsa terhadap seni....
    ^-^v

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home