Articles

WAWANCARA CNN INDONESIA DENGAN WIMAR WITOELAR

Perspektif Baru
11 November 2018

WAWANCARA CNN INDONESIA DENGAN WIMAR WITOELAR


CNN: Kita lihat pemilu paruh waktu 2018 bukan pemilu presiden. Tapi, diakui oleh tidak sedikit orang, mungkin sebagian besar warga Amerika, lebih panas dibandingkan dengan pemilu paruh sebelumnya. Bahkan ada kenaikan jumlah voters kurang lebih 11 juta dari 2014, dari 27,4 juta sementara tahun ini jumlah pemilihnya 38,4 juta. Sebelas juta bukan angka yang sedikit. Menurut analisa anda, dengan kenaikan ini, apa yang coba disuarakan oleh warga Amerika? Apakah karena kekecewaan terhadap kepemimpinan Trump?


WW: Ada dua hal sebetulnya. Pihak yang tidak suka sama Trump memang sangat kesal, terutama akhir-akhir ini. Jadi, ini merupakan kesempatan untuk menyuarakannya, bahkan menggantikan wakil mereka dengan wakil yang lebih merefleksikan suara rakyat. Dari pendukung Trump, justru karena takut Trump digeser, mereka jadi lebih semangat memilih. Jadi, dua-duanya energinya bertambah.



CNN: Sekarang kita lihat berdasarkan hasil quick count, Demokrat diprediksi mendominasi. Catatan anda seperti apa? Sebenarnya seberapa penting pemilu paruh waktu ini bagi rakyat Amerika sendiri?


WW: Sangat penting. Karena dua tahun lagi ada pemilihan presiden dan dalam dua tahun ini banyak sekali kelemahan-kelemahan Trump yang tidak akan ditutupi lagi oleh Kongres atau House of Representatives yang lebih berani untuk melakukan investigasi, bahkan memanggil ke pengadilan dan sebagainya. Jadi, kesalahan-kesalahan yang dulu disembunyikan oleh Partai Republik sekarang akan terbongkar satu-satu. Bahkan mungkin bisa ada usaha impeachment, walaupun keputusannya harus lewat senat dan itu tidak mungkin dimenangkan karena Senat makin dikuasai Republik, tapi ini menempatkan Trump dalam posisi yang defensif dalam sisa dua tahun ini. Dia juga tidak bisa terlalu sembarangan melancarkan policy yang kurang berkenan pada sebagian rakyat Amerika.


CNN: Haruskah Donald Trump merasa khawatir ketika Demokrat unggul dibanding Republik?


WW: Harusnya kuatir, harusnya panik kalau orang normal, tapi dia tidak pernah menunjukkannya, karena dia itu bintang showbiz jadi dia tidak pernah menunjukkan kekecewaan atau kekhawatiran sampai saat terakhir.


CNN: Apa yang akan terjadi? ini masih berdasarkan hasil hitung cepat, kalau misalnya Demokrat lebih mendominasi atau lebih unggul daripada Republik, apa yang akan dilakukan oleh Demokrat? Kemudian juga sebaliknya, ketika Republik unggul apa yang coba dilakukan oleh Republik, analisa anda seperti apa?


WW: Sekarang sudah hampir pasti bahwa Demokrat akan unggul. Jadi sudah kita lihat berbagai skenario yang bisa lahir dari situ. Pertama bahwa inisiatif eksekutif sekarang tidak bisa sewenang-wenang sekarang. Jadi berarti akan lebih lambat kelanjutan inisiatif Trump itu, bahkan mungkin sampai deadlock, sampai jadi macet ya. Susahnya seperti itu, maju tidak bisa, mundur juga tidak bisa. Jadi dalam deadlock itu kemudian akan keluar segudang investigasi yang tadinya tertunda terhadap kecurigaan akan kesalahan Trump. Dari mulai pajak sampai kepada korupsi, dan juga kita ingat sebentar lagi mungkin hasil dari tim khusus FBI , Mueller, itu akan keluar. Kalau seperti dugaan orang temuan itu akan kritis terhadap Trump, akan menuduh Trump melakukan ini dan itu, maka itu bisa digabung dengan kekuatan investigasi Kongres sehingga hasil Mueller itu akan lebih bergigi.


CNN: Kalau Demokrat unggul atau mendominasi dibandingkan Republik, bisa tidak mereja mengusulkan pemakzulan terhadap Trump?


WW: Bisa mengusulkan dan bisa memenangkan keputusan mengusulkan pemakzulan. Tapi keputusan pemakzulan harus disetujui oleh mayoritas Senat dan itu tidak mungkin karena di Senat itu, Republik masih pegang bahkan makin memegang mayoritas.


Print article only

0 Comments:

« Home