Articles

Mengingat kembali Mei 98 melalui novel Marga T.


26 September 2012

'Sekuntum Nozomi," novel besar Marga T.

KATA PENGANTAR

WIMAR WITOELAR

Bulan Mei 1998 tergores dalam ingatan kita sebagai tragedi yang mengerikan dan amat menyedihkan. Pasti juga memalukan karena pembunuhan dan perkosaan, dengan nada kotor rasisme, ternyata merupakan bagian dari karakter masyarakat kita. Sangat sedih kita melihat bahwa pengalaman bersaudara sebagai sesama warga Indonesia selama puluhan tahun, masih memungkinkan segelintir orang memicu penghinaan dan penganiayaan luar biasa.

Bersenjatakan kekuatan politik bersenjata, kelompok misterius membangkitkan rasisme terhadap warga Indonesia yang kebetulan berketurunan Tionghoa. Predikat “mengerikan” muncul ketika kita sadar bahwa kejadian yang berkorbankan kelompok minoritas tidak bisa terbongkar. Jutaan mayoritas yang baik dan lima pemerintahan RI tidak bisa mencegah elite politik untuk mengalihkan perhatian dari proses peradilan untuk perkosaan, pembunuhan, dan pembakaran.

Peristiwa Mei 1998 membingungkan sebab faktanya belum pernah terungkap. Kepentingan penguasa pada umumnya adalah mengubur peristiwa itu sebagai kecelakaan sejarah. Upaya penyelidikan dan penegakan hukum selalu menjumpai jalan buntu. Akhirnya orang percaya apa yang ingin ia percaya. Bagi yang tidak mau merepotkan hidupnya, kenangan Mei 1998 dikesampingkan dari ingatan.

Begitu besarnya skala kesedihan dan kekejaman di bulan Mei 1998 sehingga orang tidak bisa menangkapnya. Dalam proses seleksi kognitif massal, masyarakat berpaling dari kenyataan dan melanjutkan kehidupan seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Memang muncul protes keras terhadap kekerasan dan simpati bagi para korban, tapi kecenderungan orang untuk tidak membahayakan dirinya meluputkan para pelaku dan perancang Peristiwa Mei 1998 dari sanksi yang seharusnya berjatuhan dalam skala besar.

Mozart konon pernah mengatakan, bahwa pernyataan yang sulit hanya bisa disampaikan dalam bentuk musik. Mungkin juga pembeberan realitas yang kompleks hanya bisa disampaikan dalam bentuk fiksi. Karena itu kita kenal novel historis yang besar, memukau tapi juga medidik. Dalam bentuk lebih populer, film hiburan Hollywood seperti Ray dan Gandhi lebih membuka pengertian orang terhadap kehidupan Ray Charles dan Mahatma Gandhi daripada bentuk informasi lain.

Dalam kehampaan persepsi mengenai Peristiwa Mei 1998, muncul buku Marga T, Sekuntum Nozomi Buku Ketiga. Marga T adalah penulis yang amat produktif. Sampai saat ini Marga T telah menerbitkan 128 cerita pendek dan 67 buku (untuk anak-anak, novel, novelet, serta kumpulan cerpen). Banyak orang dalam buku marga T berhubungan dengan Karmila, salah satu tokoh novel pertamanya. Novel Marga T selanjutnya menceritakan percintaan, karir, dan intrik mereka. Kerangka sistemik menempatkan semua ceritanya, semua karakternya, dalam kanvas besar sejak tahun 1974 sampai sekarang.

Kecerdasan Marga T selalu menyertakan akurasi detail di balik bentangan imajinasi. Kekayaan adegan dalam buku-bukunya telah mengilhami film, sinetron, cerita dan budaya harian dua generasi. Imajinasi subur tampil dalam suasana masyarakat yang berubah dari tahun ke tahun. Tidak pernah lepas konteks, penuh variasi,  dari kampus ke restoran Tionghoa di Rotterdam, dari kehidupan mahasiswa sampai pergulatan keluarga lintas periode. Dari pegunungan nyaman di Puncak, sampai ke bus di Jakarta di mana Lydia diperosokkan ke dalam kebengisan Mei 1998.

Tidak bisa dihindari kesan, bahwa klimaks semua novel Marga T bermuara dalam lima bab terakhir buku ini. Terkesan bahwa dunia dalam novel ini berbeda dengan dunia dalam novel sebelumnya. Tetapi benang merah kehadiran teman-teman Karmila mengikat tragedi Mei 1998 dalam suatu komunitas. Lebih mengerikan karena realistis, terjadi pada orang-orang yang sudah dikenal lama. Di luar kekejaman tahun 1966, tidak ada peristiwa sejarah yang berskala dahsyat seperti peristiwa Mei 1998. Pada ujung masa jaya Presiden Soeharto, Peristiwa Mei 1998 adalah karikatur mengenai segi-segi terburuk rezim Orde Baru.

Kalau ada yang masih meragukan kekejaman Orde Baru, silahkan baca buku ini. Kalau ada yang kurang menyimak detail peristiwa karena banyaknya simpang siur cerita mengenai perkosaan, pembunuhan, dan kebiadaban Peristiwa Mei, silahkan baca buku ini. Lebih dari tulisan dokumenter, buku ini memberikan ulasan yang berkesan mengenai kejadian Mei ’98 muali dari perkosaan di bus kota sampai ada pembunuhan gadis korban yang siap melaporkan pelanggaran HAM ke luar negeri. Dengan perspektif para korban yang terdiri atas orang biasa, Peristiwa Mei 1998 ditampilkan secara gamblang sebagai tragedi kemanusiaan, bukan sekedar peristiwa politik.

Karena itu saya menilai bahwa Sekuntum Nozomi Buku Ketiga ini harus diklasifikasikan sebagai karya besar, novel historis berukuran epik. Membaca buku ini, Peristiwa Mei 1998 yang mengguncangkan kita pada saat terjadi, kembali terhujam dalam kesadaran pembaca. Kembali ia menantang ‘the conscience of our nation’. Verifikasi detail peristiwa dapat dilakukan oleh para ahli. Tapi secara pasti, novel ini dengan gamblang membentangkan ketajaman penderitaan dan keluasan arogansi kekuasaan yang menjadi beban Indonesia dari dulu sampai sekarang.

Kita hanya bisa tunduk kepala dengan malu, bukan saja bahwa Peristiwa Mei 1998 bisa terjadi, tapi bahwa sampai saat ini peristiwa ini tidak diselesaikan. Masih banyak orang tidak percaya, tidak mengakui peristiwa hitam ini telah terjadi. Terima kasih kepada Marga T yang membangunkan kesadaran kita. Mudah-mudahan hati nurani bangsa ini terketuk oleh buku monumental ini.

Seperti ditulis dalam satu bagian buku ini: “...Pak Haji mengangkat tangan ke atas lalu berkata, ‘Ini adalah urusan besar, bukan sekedar preman mengamuk di jalanan. Malahan anak SMP bisa mengerti komplotan ini pasti menyangkut orang-orang tinggi dan berkuasa yang ditakuti polisi sampai mereka tidak berani bertindak.’”

Print article only

0 Comments:

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home