Articles

Pak Boediono, tidak ada salahnya Wapres jadi ban serep

Perspektif Online
21 May 2009

oleh: Wimar Witoelar

sbybudi.jpg

 

Mendengar ucapan Cawapres "Saya tidak mau jadi ban serep", saya ingin mengajukan perspektif lain. Ban serep itu sangat diperlukan kalau ban utama kempes, Pak. Kita perlu ban serep yang utuh, bagus dan bisa menggantikan (sementara atau tetap) ban utama dengan perforfmance yang sama. Kalau ban serep dipakai sama-sama, nanti jadi sama lelahnya dengan ban utama. Apalagi kalau kualitas dan spesifikasi ban berbeda, mobilnya jadi jalan seperti di jalan renjul. Lebih baik ban yang berbeda dipakai di mobil lain.

Karena itu kita terima kasih pada JK yang mengundurkan diri secara sukarela dari paket SBY-Jk dan sekarang membuat paket yang lebih cocok untuk dirinya, JK-Win. Apakah disukai oleh rakyat, itu soal lain.

Pak Boediono, Bapak sudah pas jadi Cawapres. Because you are a decent man, you have an impeccable record, and you are an example of how being a good man can still be rewarding in Indonesia. Sangat senang kita melihat seorang Cawapres yang santun, sangat cerdas, tidak grasa grusu, bicara dimana diperlukan, mengerti pembagian peran. Sangat disayangkan kalau justru pada saat kualitas Bapak diperlukan, Bapak berubah menjadi JK veri baru,

Kita menghatapkan SBY versi baru, Enhanced Version, yang lebih independent, lebih menerapkan nilai pribadinya tanpa desakan Wapres, Menko, Partai yang punya kepentingan berbeda.

Terus terang, kita mememerlukan Presiden yang baik, dan SBY akan menjadi lebih baik kalau dia tidak diganggu Wapres yang jalan sendiri. Pak Boediono akan membantu SBY bebas berpikir dan mnengambil keputusan, berdasarkan advis Bapak yang disampaikan secara pribadi.

Dengan ban serep yang bagus, SBY bisa menjadi Presdien yang baik, bahkan lebih dari itu. Dia bsia membawa Indonesia ke tempat yang terhormat daam dunia internasional baru yang lebih damai, lebih lembut, lebih produktif.. lepas dari rongrongan kepentingan sempit yang melelahkan.

You can set SBY free. You can be the wind beneath the wings. And you will blow in the same direction.

 

P.S. Untung Bapak bukan orang yang berambisi kekuasaan. Sebab orang yang begitu memang tidak bisa jadi ban serep. Apalagi kalau ban utamanya lemah, bisa-bisa baru jalan satu tahun, ban utama diganti ban serep.

 

Print article only

29 Comments:

  1. From dee on 21 May 2009 13:10:59 WIB
    Saya setuju sekali dengan Perspektif Wimar, presiden dan wakilnya sudah seharusnya untuk saling melengkapi, sama dengan analogi ban serep di setiap mobil. Seprima apapun mobil kalau mau aman di jalanan harus punya ban serep.
    SBY memilih Boediono pastilah karena dia merasa \'aman\' dan bisa mempercayai Boediono sebagai wapres-nya.
  2. From Hok on 21 May 2009 16:22:02 WIB
    Saya percaya bahwa Pak Boediono akan menjadi teman diskusi ekonomi yang sangat berguna bagi Pak SBY.

    Dan sebaliknya Pak Sby akan menjadi teman diskusi politik keamanan yg sangat berguna bagi Pak Boediono.

    Simbiosis mutualisma. Why not ? You would not be ashamed ,sir.
    That\'s just my perspective.
  3. From pebbie on 21 May 2009 16:25:05 WIB
    huhu.. semoga pemerintahannya kompak kalo menang..
  4. From Herman Saksono on 21 May 2009 17:22:28 WIB
    Hahaha. Sepertinya baris ini larinya bukan untuk ke JK ya:

    "Apalagi kalau ban utamanya lemah, bisa-bisa baru jalan satu tahun, ban utama diganti ban serep. "
  5. From Ajik Lutfi on 21 May 2009 17:34:25 WIB
    suatu ketika saya membaca ulasan tentang JK yg dipandang dr segi psikologi (mungkin dr pak wimar kalo ga salah...maaf lupa), JK telah terbiasa dengan hidup yg serba tercukupi, apa yg dia inginkan selalu menjadi kenyataan, makanya, setelah merasa diban-serepkan SBY, kemudian ngomong sana-sini kalo dia dizolimi oleh pemerintah yg notabenenya SBY sebagai pihak yg tdk tahu berterimakasih.


    No doubt for SBY-Boediono

    Nb. Ulasan JK kemaren di sebuah TV swasta dgn Kadin terlalu menggampangkan masalah, obral janji, terlalu PeDe, tdk terliat sbg bangsawan tp lbh sbg pedagang jamu dan saya yakin banyak orang kadin yg kurang puas dgn jawaban JK yg selalu mengambang dan cuma dititikberatkan pd "lebih cepat lebih baik", shg keliatan lebih jelas kalo dia cuma berfikir mementingkan profitnya saja.
  6. From Sunu Gunarto on 21 May 2009 20:00:07 WIB
    Suatu keberanian luar biasa bila pak SBY memilih wapres pak Budiono yang non partisan. Semoga ini hasil pilihan dari hati dan pikiran yang jernih.Kejernihan hati akan menuntun kehidupan kita ke jalan yang lebih baik.Sukses selalu pak SBY-Berbudi.Wass.wr.wb.
  7. From bung tobing on 21 May 2009 20:49:02 WIB
    Aha, nice one. Setuju, saya juga kemarin ini sempat mengutip di blog saya pernyataan Budiono bahwa Wapres yang baik harus bisa menjadi ban serep. Memang benar, fungsi Wapres memang untuk mendukung Presiden, bukan untuk penantangnya.
  8. From LuxsMan on 21 May 2009 20:58:13 WIB
    semoga pilhan SBY benar....
  9. From gagahput3ra on 22 May 2009 03:20:51 WIB
    Lah, jadi Wapres kan emang ban serep...kalo bukan ban serep apa lagi dong namanya :D

    Di Amerika aja waktu ribut-ribut pemilu kemaren ditanyain tugas wapres apa, kita ingat cuma satu cawapres yang menjawab tugas wapres adalah selain "bersiap untuk menggantikan & membantu Presiden kalau Presiden mendadak berhalangan", yaitu Sarah Palin, dan itu jadi kontroversi. :)

    Sepertinya politisi kita yang berniat jadi wapres masih harus belajar ilmu Ikhlas lagi ya om.
  10. From wak tul on 22 May 2009 08:48:55 WIB
    Yth Bapak-Ibu,


    Mengamati sikap, mimik dan gestik Pak Boediono, sepertinya memang beliau sangat-sangat berbeda dg budi anduk :))

    Saya kira, maksud dari ban serep adalah ban serep menjadi wapres. Maksud lebih jelasnya, kalo cuma di gadang2 ketikanggak ada yg mau, ya lebih baik ngga usah.
    Saya kira demikianlah maksud ketegasan Beliau. Saya sama sekali tidak kenal Beliau. Jadi ya sebaiknya ditanyakan langsung saja.

    Jujur saja, Bahasa Indonesia memang sulit.....
  11. From Ludjana on 23 May 2009 06:42:02 WIB
    "Wakil” memang ban serep, dan tidak ada hinanya jadi ban serep.
    Boediono lebih dari ban serep, dia juga akan jadi penasehat UTAMA di bidang ekonomi, meskipun keputusannya ada ditangan SBY (kalau mereka yang dipilih rakyat).
    Dan wakil itu harus loyal kepada keputusan yang sudah diambil.

    Mengenai sifat sifat yang kita inginkan:
    Saya pernah sampaikan, bahwa kita jangan pilih sebagai pucuk pimpinan negara kita (Pres atau Wapres) itu seorang pengusaha atau seorang tentara, kecuali kalau mereka menanggalkan sifat sifatnya dan jadi negarawan.

    Kalau ada yang bisa sih boleh.
    JK dan ARB jelas neruskan usaha pribadinyanya selama mereka berkuasa di negara. sebagai Wapres dan menteri dan menggunakan segala fasilitas.

    Bagaimana SBY ? Dengan antara lain sudah membuktikan bahwa dia mentolerir -terutama- “voice of dissent" dia mencoba menanggalkan "ketentaraannya". Sampai sekarang kita sering dijengkelkan dengan “ketidak tegasan”nya karena selalu memperhitungkan pendapat orang lain.
    He is trying hard, saya sendiri berani bilang bahwa he is the right choice untuk sekarang
  12. From Mundhori on 23 May 2009 09:26:03 WIB
    Pasangan SBY Boediono sungguh pas. Hasil maping kondisi obyketif di Indonesia menempatkan masalah ekonomi menjadi materi penting untuk dibuat kondusif. Boediono seorang ekonom yg telah membuktikan dirinya mampu untuk menjaga kestabilan keuangan di negeri ini. Juga mampu menciptakan pertumbuhan ekeonomi cukup monumental, disaat terjadi krisis global. Memang dicap seorang neolib, yg telah dibantah dimuka umum bahwa tuduhan itu tidak benar. Perlu diberi kesempatan untuk membuktikan. Sebenarnya yg dibutuhkan rakyat adalah kesejahteraan, yg sumbernya dari masalah ekonomi. Soal aliran atau mazab yg dianut para pengelola ekonomi, tidak begitu penting Yg paling penting hasil kerja dan realitas dilapangan, yg dikerjakan sesuai dengan konstitusi Negara, yg meliputi masalah politik, ekonomi, hokum, social, dll .
  13. From Agustinus Budiman on 23 May 2009 11:28:16 WIB
    Saya malah kasihan dengan Pak Boediono. Dia itu orang yang substansial, tapi kini harus berpasangan dengan SBY yang sering terbelenggu oleh pencitraan.
  14. From jaka on 23 May 2009 12:00:29 WIB
    Jadi ban serep mah ngga apa-apa atuh, pak Boed . Memang wapres mah tugasnya kadang-kadang harus begitu...

    Yang ngga boleh mah ,kalau jadi ban seret karena kempes atau kegedean ukuran nya..kendaraan bisa susah maju/jalan . Contohnya ,tahun lalu saya diseruduk oleh kendaraan lain (anak remaja) di freeway 101 , ya gara gara kendaraan itu ban nya seret karena kempes..orang lain jadi dirugikan..

    Lagian ngga ada yg mikir pak Boed hanya sekedar ban serep..bukan begitu , prens sadayana ?

    Pokoknya mah, kerja kompak wae lah sama Pak SBY..jangan ngagok'in pak SBY seperti beliau yg sebelumnya..kalau kagok jadi mogok,nanti bikin jadi kapok , akhirnya keok ! he he he..dasarr si kabayan...

  15. From febs on 23 May 2009 13:11:53 WIB
    kenapa analogi ban serep yg selalu dipakai ya?!

  16. From Eka Kusmawan on 24 May 2009 07:19:59 WIB
    Mungkin saya termasuk salah satu orang yg terpukau mendengar pidato Pak Bud saat deklarasi kemarin. Selain begitu banyak penilain positif SBY terhadapnya, satu lagi yg saya lihat bahwa pasangan ini dijamin akan jadi klop, karena Pak Bud termasuk tipe seorang yg loyalist. Tapi jauh lebih penting dari itu, akan menjadi harapan besar rakyat Indonesia karena kedua tokoh ini sama2 berasal dan berangkat dari hati serta niat yg bersih dibanding lawan2nya untuk membawa bangsa ini ke depan, tidak terbatas hanya pd pencitraan di permukaan saja...
    Bravo SBY - Budiono
  17. From therachmat.blogspot.com on 24 May 2009 10:37:20 WIB
    saya pilih budi handuk,
    kan untung ada budi :)
  18. From Bibeh on 25 May 2009 00:18:36 WIB
    Bukankah sebaiknya, ditanyaken dulu, apa makna dari ban serep itu.
    Kalau saya, begini:
    Boed, ini ekonomi, i think could passed 20% for the next 2 years, what d\\\\\\\'ya think, my friend?

    Mr President, it will be to hot for our economy, i would rather see about half of it.

    SBY: hmm...make it 9% as my lucky number or not less than 7% a year.

    Ayy...Ayy, Sir!, Boed say it firmly.
  19. From Yulian Rahmawati on 25 May 2009 12:50:27 WIB
    saya akan menjadi orang kesekian yang mendukung pemerintahan pak SBY-Budiono. menurut saya, capres-cawapres yang lain terlalu banyak obral janji, lebay banget dech....apalagi capres yg cewe, kerjanya cuma ngejelek-jelekin pemerintahan orang lain, padahal pas dia menjabat perasaan aku g ngerasain ada kemajuan berarti! hayo, mana Tanggung Jawabnya? pak SBY menurut saya cukup berhasil memulihkan negara kita yang lagi sakit, walaupun belum sempurna, tapi itu kan butuh proses. Hidup SBY-BUDIONO.........semoga bisa terus amanah mengemban tugas negara!
  20. From rajab on 26 May 2009 15:54:32 WIB
    Alangkah eloknya jika seorang wakil pemimpin negara bukan hanya menjadi wakil yang bertindak atau mewakilkan jika pak Presiden berhalangan saja.....namun bisa menjadi partner kerja yang solid dalam menyelesaikan masalah negara.....

    semoga hari esok lebih baik dari hari ini.
  21. From Dui on 27 May 2009 18:08:36 WIB
    kalo bung wimar yg jadi presiden aja gimana? bisa krting negara ini
  22. From andre wiwanto on 29 May 2009 20:54:21 WIB
    Mungkin kalo ad bilang JK jika tdk pny rasa terima kasih terhadap SBY, ap betul, saya kira tdk juga, 2004 klo pasangan ny bukan JK, SBY belum tentu lho bisa menang...uang nya lho..capital politik..skr coba lihat demokrat..punya capaital campign sbesar it..dari mana hayo....sama aj sbnrnya..tapi yach kita lihat aj Pak SBY besok moga memang lebih baik..tunggu aj...ya kl menng..moga menng dech...
    andrewiwanto.wordpress.com
  23. From Arif Diamanta on 31 May 2009 23:10:46 WIB
    ban serep yg pengen segera jadi ban utama itu maksudnya si \'ibu\' ya? hahaha...
  24. From erny on 14 June 2009 22:16:22 WIB
    Pak Boediono yang sering tampil sekarang di televisi telah menunjukkan kapabilitasnya sebagai cawapres yang cocok buat Pak SBY, kesantunannya, kecerdasannya, dan komitmennya yang kuat untuk bersama-sama melanjutkan pemerintahan yang bersih dan adil.
    one vote for SBY-Boediono!
  25. From Rudy Rachman on 15 June 2009 00:26:29 WIB
    Level menteri begitu rendah hati, \"Ban Serep\" jadi analogi, kombinasinya kok pas gitu yah? Pak SBY yang visioner, tegas didukung dengan pak Boediono yang kalem...makin bersinarlah \"Silent is Gold\" daripada \"Mr.Everything know but do nothing!\".
  26. From JK on 23 June 2009 12:59:16 WIB
    Bagaimana dengan kata-kata Kwik Kian Gie yang mengatakan boediono itu kebijakannya dan pemikirannya tidak menguntungkan rakyat?
  27. From Yelinda Samsugihrtanti on 23 June 2009 14:20:57 WIB
    SBY-BOED, pasangan yang minim kepentingan golongan, sabar dan santun, tidak emosional......
    Tidak seperti pasangan lain yang akhir-akhir ini sibuk meningkatkan pencitraan sesaat. Mudah-mudahan bangsa ini tidak tergiur oleh iklan pencitraan.
  28. From Herson on 26 June 2009 12:48:58 WIB
    Bukan ban serep tapi........................
    Bemper .............
    Klo salah dia yg tanggung jawab......
    Klo benar Presiden yang Hebat. dipuji .....
    Gitu dong BENTO....
  29. From dčana on 07 July 2009 11:41:54 WIB
    kita beri dukungan utk org yg selalu dizolimi oleh org2 jahat!!karena org yg dizolimi itu akan dinaikan derajatnya oleh allah SWT..amiiin..pak SBY,jgn dgr omongan wong edan disekitar anda!mereka hny haus akan kekuasaan sehingga menggunakan berbagai cara licik utk jatuhkan anda!SBY,LANJUTKAN....!

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home