Articles

  • Banyak orang sering mengatakan bahwa kolom "Asal-Usul" yang dimuat di harian Kompas setiap hari Minggu itu selalu enak dibaca, memiliki gaya narasi yang menarik, dan -- ini yang paling penting -- seringkali "nakal" saat melontarkan kritik-kritik tajam pada penguasa di negeri ini. Pujian -- atau "tantangan" di mata penguasa -- ini memang tak berlebihan. Read ›
  • Is Wimar Witoelar a dangerous man?, goes the editorial of Golkar's affiliated tabloid SIAGA whose content is primarily dedicated to spin public opinion toward and make an impression of people's support of Habibie's reelection as the next president. Just like the Indonesian Muslim Intellectual Association (ICMI), this publication is merely another manifestation of the remnants of the New Order's political machine that lacks credibility and balance. Read ›
  • Karena dipandang tidak netral saat membawakan acara Detak Detik Pemilu, Wimar Witoelar, 54 tahun, diprotes. "Malah, ada yang meneror lewat telepon. Saya diancam mau dibunuh", kata Wimar. Read ›
  • Wimar Witoelar diprotes sejumlah kalangan. Ia dituding sebagai provokator. Ia bahkan diteror. Wimar dianggap memihak Megawati dalam acara Detak Detik Pemilu yang dipandunya. Benarkah ia sudah tidak netral lagi sehingga merugikan kelompok lain? Mengapa ia semakin populer saja? Read ›
  • Godaan terbesar bagi kalangan intelektual di hari-hari belakangan ini adalah godaan untuk menjadi "tidak netral". Apabila godaan itu berkembang menjadi sebuath gelombang raksasa, siapapun akan dapat terhempas olehnya. Kecuali orang yang dapat berpegang teguh pada nurani. Sangat, sangat, dan sengat sedikit orang yang menjadi perkecualian tersebut. Wimar Witoelar bukan bagian dari kalangan yang sangat sedikit itu. Read ›
  • Belasan telepon dan faksimile sampai kemarin masih terus mengalir ke redaksi Republika. Isinya memprotes keras acara dialog Detak Detik Pemilu yang disiarkan secara langsung oleh lima stasion televisi Selasa malam. Mereka menilai acara yang dipandu Wimar Witular itu sangat tidak fair, karena jelas-jelas mendukung kekuatan PDI-P, mendiskreditkan kelompok lain yang tidak sejalan. Read ›
  • Sebagai apakah Wimar Witoelar dalam dalam pertandingan politik sekarang ini? Tergantung apakah perannya di akhir pertandingan ini. Apakah ia memberi kegembiraan dan kemeriahan ataukah ia membawa kegembiraan dan kemeriahan ataukah ia membawa malapetaka. Read ›
  • Banyak sekali orang yang diduga korup oleh masyarakat kita, tetapi bukan saja berkeliaran bebas, malah berkelakuan sebagai orang terhormat. Dikenal sebagai perusak negara, tetapi dikawal, dibuntuti, dilayani, dan disebut "VIP". Alasannya, soal publik harus dipisahkan dari soal pribadi. Memang, kalau hukum berjalan baik, orang yang sudah terhukum sebaiknya diperlakukan dengan baik. Tetapi kalau lembaga hukum justru melindungi yang bersalah, terpaksa kita kerahkan sanksi sosial.

    Read ›
  • ASAL USUL:

    Ibu Wawah mengantarkan anaknya masuk sekolah TK tingkat Nol Besar di Singapura. Selanjutnya ia akan tinggal di sana menjaga anaknya. Apakah ia orang kaya? Katanya sih sedang-sedang saja, bahkan sekarang agak repot, karena usaha suaminya terhenti oleh berhentinya pabrik yang menjadi pembeli tetap barang buatannya. Tapi katanya, tidak ada pilihan, karena ia tidak ingin anaknya mengalami trauma melihat kekerasan di sekitarnya. 

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›