Articles

  • Jelas kerusakan hutan itu diakibatkan oleh kelalaian pemerintah. Kerusakan terjadi oleh tangan manusia yang dikontrol oleh politik, dan dikomando oleh panglima politik (baca: Presiden). Kalau saja Presiden itu punya komitmen ingin menyelesaikan kerusakan hutan, pasti ini bisa diselesaikan dengan cepat. Jadi keputusan mengenai pengelolaan hutan itu merupakan keputusan politik. Tidak bisa permasalahan hutan diselesaikan tanpa politik, karena masalah muncul dari politik juga. Untungnya kita ada pilpres, jadi dukung saja presiden yang pro lingkungan. Jangan dukung presiden yang pro kekerasan dan hidup dari korupsi. Jauhi korupsi dan kekerasan.

    Read ›
  • Perspektif is an insightful blog by Wimar Witoelar, a renowned public speaker, host, writer, newspaper consultant, and professor.

    Read ›
  • Masyarakat adat berkepentingan memetakan wilayahnya setelah diakui bahwa hutan adat bukanlah bagian dari hutan negara.

    Read ›
  • Halim menjelaskan bahwa match fixing yang terjadi di pertandingan sepakbola Indonesia melibatkan oknum asing yang ingin menarik untung dari olahraga sepakbola, dilakukan melalui sindikat Internasional. Sindikat ini terstruktur dengan baik tapi kini dihadapi  FIFA yang telah mengambil inisiatif yang baik untuk menghapus match fixing. Hanya saja, PSSI kurang berkomunikasi dengan FIA. PSSI telah membentuk lembaga Integrity Unit yang bertugas  mengendalikan match fixing dan perjudian yang volume uangnya mencapai triliunan rupiah menurut estimasi analis.

    Read ›
  • Golkar akan redup. Tujuan Aburizal Bakrie itu ingin menjadi pemimpin nasional sebelum Pemilu 2014. Sebab 2014, dia belum pasti menang. Tapi kalau sekarang dia jadi Wapres karena kekuatan DPR, kalau ada impeachment kan DPR itu menentukan, Golkar masih menang. Nah, kalau sekarang dia menjadi Wapres, maka dia di 2014 itu posisinya menjadi incumbent Wapres

    Read ›

  • "Kami tidak berusaha mencari klien karena saya ingin memelihara perusahaan kami. Yang penting kami melakukan pekerjaan secara profesional, dan kami berusaha menjaga klien yang sudah ada dengan menjalankan pekerjaan secara baik, menjaga kualitasnya tetap baik, dan tidak terlalu mengejar pasar atau profit," 

    Read ›
  • People are seeking closure but it’s very difficult to imagine that but at least they will provide us to take a more critical look and also to have the correct attitudes towards conducts which would be fertile ground for terror: maybe lack of government supervision, extremism in public acts. Nobody actually admits or defends terror but there are people who are militant and we feel that that is a dangerous starting point for these acts to recur.

     

    Read ›
  • Paradigma baru dalam komunikasi bersandarkan web 2.0 dan media sosial. Komunikasi tidak perlu lagi tergantung pada otoritas, sumber, dan saluran distribusinya. Ketiga hal itu tetap utama. Tapi ada jaringan komunikasi paralel. Wimar menjelaskan, “Komunikasi paralel bersandar pada user-generated content, random access dan viral distribution” kata Wimar. Jadi sumber dan pelapor bisa ada dimana saja, dengan standar kebenaran yang dipandu oleh masyarakat.

    Read ›
  • If Jakarta voters were to stop viewing politics as a spectator sport and work hard to become active participants, we would have already taken the first steps in moving away from oligarchy and putting power into the hands of the people. As always, the process is more important than the outcome.

    Read ›
  • Dalam sebuah diskusi yang diikuti oleh kelompok mahasiswa, ternyata tidak ada yang mengenai kejadian Tenerife. Katanya jaman sekarang tidak pernah dengar, tidak jadi topik. Tidak di koran, tidak di televisi, tidak di majalah. Padahal kejadian itu dahsyat betul, tabrakan dua pesawat terbang di Tenerife.

    Read ›
  • Terima kasih kepada Amri, yang membuat posting ini di November 2006. Juga berguna sebagai pandangan pihak ketiga mengenai WW yang kadang2 tidak dimengerti orang. Masih relevan setelah lim atahun. Mudah2an Amri tidak keberatan postingnya dimuat 100%. Suiatu kehormatan bagi saya merekomendasikan blog yang sangat menarik ini. Blogfam Magazine

    Read ›
  • Kalau ada orang yang layak disandangkan gelar "makin tua makin jadi", Wimar Witoelar jadi satu pilihan yang tepat. Seiring merambatnya usia, sosok ini malah kian bersinar dengan segala idealisme, ke-apa-adaannya, dan keinginannya untuk terus bisa berguna bagi siapapun.

    Read ›
  • Krisis ekonomi 2008 berhasil diatasi beberapa Negara dengan baik, diantaranya Indonesia. Tapi ekonomi dunia secara keseluruhan belum menemukan format yang mantap untuk mencegah kerawanan ekonomi. Dengan sendirinya terhadi arus modal yang menunjukkan preferensi pada emerging eocnomies yang diyakini, seperti Indonesia. Arus ekonomi itu tidak selalu datang tanpa risiko, karena sebagian besar adalah investasi portfolio. Pidato pembuka dari Wakil Presiden Prof.Dr. Boediono dalam acara peresmian  CRECO.

     

    Read ›
  • SBY sekarang harus menjalankan konstitusi dengan benar. Apabila koalisi ada gejala tidak mengijinkan pihak-pihak untuk menjalankan konstitusi, koalisi itu harus dibubarkan. Kalau SBY tidak kuat melawan koalisi dia harus menghadapi konsekwensinya. Artinya dia tidak ada pilihan kecuali untuk terus maju, tidak ada lagi waktu untuk kompromis, sebab dia harus kompromis dengan orang-orang jahat dan itu tidak mungkin.

    Read ›
  • Find all episodes on YouTube - Metro TV showtime is every Sunday 9 a.m. with rerun on Monday at 01:00 a.m.

    email your comments and opinions to talkindo@matrotvnews.com, they may be read on the show

     

    Cannot find this list? Just go to YouTube and Search 'Talkindo'

    Read ›
  • Surya Paloh is looking for his cues. One of the early initiatives Paloh took was defining his stance on the Century case. Observing the surge in support for   Sri Mulyani, he is throwing his weight behind her. The corollary is  to attack Bakrie’s  tax liabilities, which he has done  in a television special on the case that could well amount to more than Rp 10 Trillion.  Renewed publicity on the Lapindo disaster will come . If all this happens, Bakrie will  see his chances sink into the mud. [includes Radio Australia excerpt]

    Read ›
  • Jumlah suara untuk SBY-Boediono dalam angka-angka tadi lebih dari 50%, cukup untuk menang pada putaran pertama. Tapi kita ingat bahwa lebih dari 30% pemilih tidak memberikan suaranya pada pemilihan legislatif. Kalau sebagian diantara mereka nanti memilih, pasangan mana yang akan mendapat suara tambahan? Ini tidak bisa ditebak, walaupun nanti akan ada polling lagi. Satu hal yang penting. Kita bukan penonton tapi pemain. Maka tidak perlu kita terlalu pusing dangan angka-angka itu. Kita berikan suara kita masing-masing, karena sebetulnya persoalannya sederhana. Bukan soal istilah, label dan ideologi. Pertanyaannya hanya satu: Dengan Presiden mana kita akan merasa lebih aman? Read ›
  • Jusuf Kalla dalam partainya sendiri tidak mendapat dukungan yang solid,sampai 26 DPD Tingkat I menemuinya dan mempertanyakan pencalonannya sebagai presiden dalam keadaan Golkar tidak punya kekuatan di kotak suara. Selain kelemahannya di Golkar, Jusuf Kalla tidak punya track record yang bersih sebagai penguasa dan pengusaha yang banyak memberi jalan bagi bisnis keluarganya dalam proyek-proyek prasarana dari pemerintah. Pasangan yang dipilihnya, Wiranto,adalah orang yang belum lepas dari kontroversi pelanggaran HAM tahun 1999 dan sebelumnya. Katakanlah dia (Wiranto) tidak bersalah,tapi ia masih tercatat dalam kategori bermasalah di pengadilan internasional. Read ›
  • 'Non-Partai for Wapres' bisa menjadi seruan perjuangan menyambut sukses Pemilu. Dengan suara Partai Demokrat yang melebihi 20% kursi DPR, SBY tidak perlu berkoalisi dengan partai besar untuk memenangkan pemilihan presiden. Kerjasama dengan partai besar tetap perlu untuk melancarkan DPR dan mebnerikan partisipasi dalam kabinet. Tapi untuk memenangkan pemilihan presiden, SBY harus menarik suara pemilih dengan pendamping yang tidak diragukan dalam pluralisme dan clean government, selain tentunya memiliki kompetensi dan sensitivitas politik. Read ›
  • He needs a Vice President, and Sultan Hamengku Buwono of Yogyakarta will do. He is a good guy, a decent man, electable, and could win some votes. The SBY-HB ticket will be solid if announced soon enough to keep JK off balance. He will be kept busy in a no-man's land of fencing with Megawati for the number one spot, when both do not qualify for even number two. Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›