Articles

  • Seringkali muncul isu-isu yang terkait dengan bagaimana masyarakat Indonesia memandang kaum perempuan. Pelecehan perempuan itu sendiri masih  dibilang ada di titik “abu-abu” 

    Read ›
  • Lolosnya RUU Pornografi menjadi UU sebenarnya di luar dugaan masyarakat karena banyak masyarakat yang tidak suka. Lihat saja sampai sebulan, seminggu, bahkan pada saat sebelum DPR mengesahkan UU Pornografi demo, penolakan tetap marak terjadi di sejumlah daerah seperti di Yogyakarta dan Bali. Tak hanya di masyarakat, di dalam gedung DPR juga masih terjadi pro kontra. Dalam hal ini, pertimbangan SBY dan JK adalah untuk menarik dukungan partai Islam pada Pemilu 2009. Read ›
  • Harimau mati meninggalkan belang, harimau punah meninggalkan cerita. Mungkin pepatah tersebut bisa saja dialami oleh generasi kita yang akan datang, karena mereka bisa saja hanya bisa mendengar cerita dan gambar tentang harimau, tanpa bisa melihatnya langsung. Hadir sebagai narasumber di Perspektif Wimar kali ini adalah Dr.drh. Ligaya Ita Tumbelaka seorang ahli penangkaran harimau, yang kali ini ditemani Melissa Karim sebagai co host. Read ›
  • Tak bisa dipungkiri jika kita bicara tentang emansipasi wanita di Indonesia maka nama Kartini akan menjadi referensi utama, sehingga hari Kartinipun identik dengan kemajuan perempuan Indonesia. Di hari Kartini, Perspektif Wimar menghadirkan Deputi Gubernur Senior merangkap Pjs Gubernur BI, Prof.Dr. Miranda Gultom dengan ditemani Agni Pratistha sebagai co host Read ›
  • Cagub Adang Daradjatun dari PKS tidak akan menutup tempat hiburan malam, tidak akan mendukung Perda yang bernada syariah. Menurut Cawagub Dani Anwar, kaitannya dengan penutupan tempat hiburan, prioritas PKS bukan pada hal hal tersebut. Jakarta akan tetap pluralis. PKS tidak akan mendukung Perda yang bernada syariah seperti di Tangerang, melarang perempuan keluar malam dan sebagainya. Dan Adang akan memberantas korupsi. Paling mengetjutkan adalah jawaban Dani Anwar ketika ditanya, 'jadi DKI akan tetap pluralis?' Dani Anwar menjawab: 'Insya Allah'. Iktikad tulus atau janji kampanye? Read ›
  • Hanya satu yang tak bisa berubah dari seorang Wimar Witoelar. Dari dulu hingga sekarang, ia tetap menjadi seorang entertainer. Entah tampil di layar kaca maupun di acara talkshow yang bersifat off air. Lontaran-lontaran joke yang menggelitik selalu menghiasi acara yang dipandunya. Berkat kepiawaiannya dalam mengelola kata-kata inilah, ia mampu menjalani berbagai profesi. Read ›
  • Dalam Gubernur Kita edisi sambungan "Perempuan dan Politik", Wimar bilang ucapan semacam itu sebetulnya adalah cara berpikir dari kelompok mayoritas yang menekan. Dulu, ada pemikiran apakah mungkin kalau presiden bukan dari tentara, bukan dari Jawa. Di AS, apakah mungkin kalau presidennya bukan orang Protestan. Dimana-mana yang menekan itu selalu menyepelekan begitu saja orang dari golongan lainnya. Kenyataan sebetulnya, Read ›
  • Topik Gubernur Kita kali ini mengenai peran perempuan dalam pilkada. Menurut aktivis perempuan, Gubernur mendatang harus yang siap menanggulangi banjir, tidak menggusur rakyat, anti poligami dan tidak ikutan bikin Perda Syariah. Tapi apakah harus seorang perempuan juga? Setelah melihat penampilan tegar seorang anggota DPR PKS dalam acara Gubernur Kita, Wimar berpendapat mestinya orang ini saja yang menjadi Calon Gubernur dari PKS dan Wimar akan memilihnya! Siapa dia? Read ›
  • STAND BY YOUR MAN... but not if he's a creep. Inilah judul tulisan yang ditulis waktu debat poligami sedang ramai. Diterbitkan majalah AREA, menyorot peran wanita dan pemberdayaannya. Ditulis oleh seorang laki-laki yang sangat menghargai dan mengagumi kaum perempuan. Dengan pemahaman bahwa pilihan individu ditentukan orang per orang, bukan menurut pembagian gender, ras atau agama. Read ›
  • Setiap orang punya minat sendiri, tapi tahukah anda topik apa yang paling menyedot perhatian orang selama tahun 2006 ini? Mana yang lebih populer, SBY atau Sutiyoso? Lumpur atau Blog? Poligami atau Pornoaksi? Read ›
  • Dalam Rangka Memperingati Hari Ibu / Hari Perempuan Indonesia Tanggal 22 Desember, Perempuan Indonesia Bersatu Tolak Poligami. Update: Tokoh yang hadir antara lain Shinta Nuriyah Wahid, GKR Hemas, Yenny Rosa Damayanti, Smita Notosusanto, Nurul Arifin dan banyak lagi. Salah satu kesimpulan kami: Pejabat yang Poligami Tidak Layak Memimpin Read ›
  • Orang bilang rasa malu itu penting, karena hanya mahluk luhur yang bisa merasakan malu. Kata penulis humoris Mark Twain, "Man is the only animal that blushes. Or needs to." Orang yang punya nilai etika rendah tidak bisa merasakan malu. Read ›
  • Banyak sekali komentar mengenai kesediaan WW menjadi Wapres. Terima kasih banyak!! Ini tanggapannya. Tidak dalam kata-katanya sendiri, tapi dalam perspektif rekan kerja di PO. Para penulis ini bisa dianggap sebagai tim jurubicara Bawal (Bakal Awal) Calon Wapres. Pantaskah mereka di Istana Wapres? Read ›
  • Munculnya kasus Aa Gym harus disambut sebagai dorongan besar untuk mengangkat sindrom poligami ke forum keputusan publik untuk mempersoalkan untung ruginya bagi masyarakat. Bila merugikan publik (kaum perempuan dan sense of decency) maka layaknya dilarang. Topik ini tidak dibahas dalam pidato Menteri Pemberdayaan Perempuan. Read ›
  • 'Gubernur Kita' episode 10 membawa dua hal yang mengganggu pikiran. Satu, kok para bakal calon ini melamar ke banyak partai? Dua, ada bakal calon yang sudah banyak menghabiskan uang kampanye, tapi belum pernah memenuhi undangan acara JakTV ini. Jangan-jangan, orang misterius menyelinap menjadi Gubernur melalui deal Partai. Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›