Articles

  • Dulu orang yang skeptis pada politik memilih Golput. Tapi sekarang banyak orang yang tidak mau menyerahkan negara kepada orang2 yang jelas tidak bisa dipercaya. Pimpinan civil society dan LSM punya banyak perhatian dan upaya pada issue2 strategis yang menentukan kehidupan masa depan. Menjulang diantaranya adalah urgensi menyelamatkan hutan, lahan gambut dan aset tanah milik masyarakat adat. Jika pilihan dalam Pemilu 2014 dapat dikaitkan dengan kepentingan strategis ini, maka kita bisa menyelamatkan aset alam Indonesia sekaligus menyelamatkan sistem politik kita.

    Read ›
  • Perjalanan Wimar ke Washington DC seperti pulang kampung setelah 11 tahun tidak pernah kembai. Tidak ada yang berubah di Washington selama 11 tahun ini, sedangkan di Indonesia banyak sekali yang telah berubah. Dihadapan diaspora Indonesia di Washington DC,  Wimar berbagi perspektif mengenai perkembangan Indonesia selama 10 tahun ini, bagaimana Indonesia menjalankan perjalanan demokrasi serta pandangan ke arah Pemilu 2014.

    Read ›
  • isteri kasus Century hingga saat ini kebenarannya belum terungkap. Siapa yang harus bertanggungjawab dan siapa yang memang ‘bersih’ dalam kasus Century masih menjadi rahasia. Hingga akhirnya pria yang bekerja sebagai Wartawan Investigasi Tempo, Metta Dharmasaputra tertarik mengenai kasus Century dan mulai mengungkap kasus ini melalui caranya sendiri yaitu dengan melahirkan Kata Data. Kata Data adalah gabungan dari kerja jurnalistik dan analisis. Keduanya dipadukan dan menghasilkan fakta akurat karena dibantu dengan data – data yang memang didapatkan dari sumber terpercaya.

    Read ›
  • Dokumenter penting karya Ucu Agustin membuat kita paham mengapa media televisi dikuasai oleh oligarki pengusaha berpolitik. Lama-lama kehilangan fungsi pencerahan , malah jadi alat propaganda politik. Dengan dua staion berita yang tidak memperhatikan edukasi publik, masyarakat kehilangan pegangan untuk berpikir jernih menanggapi perkembangan politik. Mengapa? Karena frekuensi dianggap milik pemodal, bukan milik publik yang harus dibebaskan dari kepemilikan mutlak

    Read ›
  • Semua pihak menginginkan ada reformasi hak penguasaan tanah (land tenure reform) di Indonesia. Satu pertanyaan untuk kita jawab bersama apakah kita sungguh-sungguh mau menggelar karpet merah untuk land tenure reform sehingga ekonomi hijau berjalan lancar di negeri ini. Hal tersebut disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Reformasi Hak Penguasaan Tanah dan Korelasinya dengan Ekonomi Hijau” di Jakarta, Selasa (15/5). Acara tersebut merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Perspektif Baru (YPB), Kemitraan (Partnership) dan Climate and Land Use Alliance (CLUA).

    Read ›
  • The gap between strong words and strong action has become more striking as more issues supersede previous unresolved challenges. Politically driven criminal acts stretch out from the Lapindo Mud Disaster to the Gayus Tax Fraud case to the ongoing tug of war between national interests and business-political collusion over Newmont. On the other hand, antidotes against crime led by the KPK and his own crime busters are inadequately supported by the President. Public disruption by extremists using religious symbols are ignored in the blackest period of flaunting disregard for the nation’s pluralist foundation.

     

    Read ›
  • Kelihatannya penentu kebijaksanaan adalah kartel politik yang menjadi wadah kerjasama antara modal besar dengan peraih suara terbesar di Pilpres. Mungkin Orang Biasa kurang senang dengan lolosnya penghindar pajak, luapan lumpur Lapindo dan kesewenangan kelompok terkaya, dan kurang fokusnya pemerintah pada persoalan rakyat. Maka pertanyaan harus dialamatkan pada Orang Biasa sendiri, bukan pada Aburizal Bakrie atau SBY, karena yang bisa mengubah keadaan hanyalah Orang Biasa. Para elite sudah puas dengan keadaan sekarang, seperti draw pada pertandingan Piala Dunia.

    Read ›
  • Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkan pembaruan politik Indonesia. Pertama, menghidupkan dialog orang biasa. Berkembangnya teknologi komunikasi dan kebebasan berpendapat tahun-tahun terakhir ini membuat orang  biasa berperan besar dalam mengarahkan masyarakat. Terlihat dalam  citizen journalism dalam format blog dan  perbincangan di social media  seperti Koprol, Twitter dan Facebook  yang bebas menyalurkan ekspresi individu. Social media kini bukan hanya berfungsi untuk mencari pertemanan tapi juga membantu teman membedakan yang benar dan yang salah.

    Read ›
  • [The Jakarta Globe] However, Wimar’s openness and sense of fairness sometimes backfire. On Twitter, Wimar criticized a TV station for including a member of conservative Islamic organization Hizbut Tahrir Indonesia in a discussion about the planned visit by US President Barack Obama. “I criticized and regretted that they invited people who just agitate the public,” Wimar says. “I too have termites in my house, but I don’t serve them on a plate for my guests.” The day after that, he says, the TV station canceled his appearance on a show to comment on Obama’s then-planned visit. 

    Read ›
  • Wawancara MIMBAR POLITIK dengan Wimar Witoelar: kita harus lihat Golkar itu kumpulan bermacam-macam orang. Sekarang orang yang berkuasa di Golkar itu orangnya Aburizal Bakrie. Jadi yang dijaga itu sebetulnya bukan kepentingan Golkar, tetapi kepentingan Aburizal Bakrie. Orang Golkar sejati yang dari dulu di situ tidak punya sikap sekeras Golkar di pansus, misalnya. Sikap Golkar di pansus itu sikap Aburizal Bakrie.

    Read ›
  • Surya Paloh is looking for his cues. One of the early initiatives Paloh took was defining his stance on the Century case. Observing the surge in support for   Sri Mulyani, he is throwing his weight behind her. The corollary is  to attack Bakrie’s  tax liabilities, which he has done  in a television special on the case that could well amount to more than Rp 10 Trillion.  Renewed publicity on the Lapindo disaster will come . If all this happens, Bakrie will  see his chances sink into the mud. [includes Radio Australia excerpt]

    Read ›
  • inilah.com: "Aburizal Bakrie itu baik, teman lama, tapi ngemplang pajak, mengabaikan lumpur dan pake uang dan jabatan untuk menekan orang baik SMI-Boed (Sri Mulyani dan Boediono),"

    okezone.com: Dalam sebuah tweet-nya yang lain, Wimar menuliskan "Tax liability ARB Rp 10T bukan gosip tapi dalam proses penyidikan. Kalo SMI dihentikan ARB aman,"

    Read ›
  • Sudah terlalu lama kita membiarkan orang bersikap kasar sampai menendang-nendang gambar pejabat negara yang tidak bersalah, mencaci maki kebijaksanaan yang tidak dimengerti. Perbedaan antara SMI dan Aburizal Bakrie mengembalikan perspektif kita pada pilihan sederhana dan murni. Tanpa mengubur masalah dalam penjelasan panjang-panjang, kita ramai-ramai dan sendiri-sendiri melakukan pilihan sendiri: SMI atau Bakrie?

    Read ›
  • ata orang TV: " Mana ada tuh kultur partai selalu di pemerintahan. Ilmu partai cuman satu: kalau menang masuk pemerintahan. kalau kalah jadi oposisi."    Atau bubar :)

    Read ›
  • Kita harus mengukur sikap Capres dari sikap mereka sebelum kampanye

    Read ›
  • No substance, no Great President... Rizal Ramli has announced for the Presidency of Indonesia and is very candid about his chances. He is a personal friend and since nobody can be a formal candidate until the results of the parliamentary elections on April 9, 2009 are known, I have not made up my mind on whom to support. But I do have certain viewpoints on the kinds of things we look for in a president. A friend has written something on the talks we had on that Chinese New Year party, the only one celebrated in the home of a presidential canidate. Read ›
  • Bakrie financial skeletons keep coming out. The Jakarta Globe just broke a story today on a controversial investment by government-owned PNM of more than a trillion rupiah into the Bakrie Group, amid revelations that the firmís former chief executive is the brother-in-law of Minister Aburizal Bakrie. The drama continues, with President Yudhoyono ignoring the wreckage being piled up by his right-hand man. Read ›
  • Interview with Jim Middleton - The Australian Network (ABC-TV) JM: Is it right that this is still President Yudoyono's election to lose? WW: Yes, it is his to lose if he forgets the true reason for his victory in 2004 which is the trust of the people, and instead hangs on to corrupt business people like Cabinet Minister Bakrie and Vice President Kalla. I think he is coming to that realization. Read ›
  • Krisis finansial adalah peringatan dini sebelum krisis ekonomi. Ketika gejala finansial tidak diperhatikan, bahkan ditambah parah oleh keserakahan merebut keuntungan jangka pendek, maka krisis finansial akan menjadi krisis ekonomi. Bagaimana issue ini dihadapi oleh calon presiden RI 2009? Siapa orang yang akan membantunya? Kalau SBY dianggap calon terkuat sampai saat ini, apakah beliau akan tetap kuat kalau lebih menjaga kepentingan Bakrie Group ketimbang kepentingan rakyat? Read ›
  • Kalau kita lihat SBY, perilaku pemerintahannya lebih ditentukan oleh Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla. Bagaimana dengan Megawati, Sri Sultan, Jusuf Kalla, Prabowo, Wiranto, Sutiyoso, Rizal Mallarangeng, Sutrisno Bachir dan entah nama siapa yang lupa disebut? Mana tahu? Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›