Articles

  • Oleh : Doddy S. Sukadri

    Tanggal 13 Nopember 2015 lalu, komunitas dunia baru saja dikejutkan oleh peledakan bom dan penembakan sadis yang terjadi di Paris, padahal dua minggu lagi di sana akan  dilangsungkan perhelatan akbar yang akan mengusung isu perubahan iklim global. Conference of the Parties (COP) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang ke 21 (COP-21) yang akan diselenggarakan di Paris sebenarnya merupakan pertemuan puncak yang diselenggaran secara rutin setiap tahun, dan kali ini akan diselenggarakan di Paris. Tahun 2007 yang lalu Indonesia pernah kebagian menjadi tuan rumah COP-13 di Bali dan  menghasilkan Bali Action Plan (BAP).

    Read ›
  • Wimar Witoelar beserta tim Perspektif Baru melanjutkan rangkaian sosialisasi INDC Indonesia, dan kali ini, Wimar menjadi pembicara di negeri gajah putih, Thailand.

    Wimar Witoelar menjadi pembicara dalam sebuah sesi sharing bersama Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) yang diadakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa – mahasiswa yang menuntut ilmu di negeri Gajah Putih dalam segala jenjang.

    Seperti yang kita semua tahu, perubahan iklim merupakan sesuatu yang tidak terelakkan, namun kita semua dapat melakukan usaha – usaha untuk mengatasi dampaknya, dan usaha – usaha tersebut disusun oleh Dewan Pengarah Perubahan iklim dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam dokumen Intended Nationally Determined Contribution (INDC).

    Kontribusi Masyarakat Indonesia secara umum tentu diperlukan, mengingat permasalahan perubahan iklim merupakan masalah seluruh umat manusia. Terlebih lagi, Indonesia yang terletak di Ekuator paling rawan terkena dampak perubahan iklim.

    Read ›
  • Perubahan iklim saat ini merupakan isu penting baik internasional mau pun nasional. Dan pada akhir tahun ini masyarakat internasional akan membahas kesepakatan universal untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam konferensi yang disebut Conference of Parties, atau COP ke-21 di Paris, Prancis. Dan di COP ke-21 Paris nanti setiap negara akan menyampaikan langkah-langkah yang diambil untuk menangani perubahan iklim dalam negerinya sendiri dalam draf INDC, atau Intended Nationally Determined Contribution. Dan Indonesia yang menjadi salah satu peserta COP juga sudah menyiapkan draf INDC yang dibuat oleh Dewan Pengarah Perubahan Iklim dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

     

    Read ›
  • Presiden harus berani ambil resiko dengan melepaskan diri dari dua partai tersebut dan membangun dukungan baru dari masyarakat umum dan orang-orang parpol yang sekarang mendukung Jokowi. Tidak usah memikirkan partai dulu karena pemilu masih lama, tetapi pikirkanlah suatu basis kekuatan baru untuk tahun 2019 dengan maju sebagai partai baru. Banyak kok, partai Golkar, unsur masyarakat sipil termasuk menteri-menteri anggota kabinet, Di Nasdem banyak orang baik, ada Taufik Basari, Siti Nurbaya. Sekarang di Golkar banyak yang baik, yang menyingkirkan Aburizal Bakrie. Unsur-unsur baik di Indonesia itu banyak, hanya belum terorganisir. Nah bangunlah politik baru dengan orang-orang yang diluar struktur politik.

    Read ›
  • Kita sudah hidup dengan krisis lingkungan yang lama dan masyarakat harus dibantu menyimaknya oleh media, oleh televisi, koran, dengan program sosialisasi. Tapi pada tingkat pimpinan, mereka sering abai terhadap masalah lingkungan. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ingin meraup keuntungan secepat-cepatnya dari hutan dengan mengorbankan kelestarian lingkungan itu sendiri.

    Read ›
  • Perubahan iklim berdampak serius pada kesejahteraan manusia dan perekonomian dunia, dan dunia pada dasarnya belum siap untuk mengatasi dampaknya yang sudah terjadi saat ini dan akan berlanjut di masa depan. Michael Mann, peneliti iklim di Pennsylvania State University berpendapat bahwa ada informasi secara lengkap yang memperjelas semakin nyatanya perubahan iklim.

    Read ›
  • Menurut Wimar, pemilu merupakan sarana bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah negara selama lima tahun mendatang melalui hak suara yang dimilikinya.  Pada Pemilu Legislatif dan Presiden nanti, masyarakat harus memilih calon presiden (Capres) dan calon legislatif (Caleg) berdasarkan isu strategis, bukan lagi pada sosok atau figur sang calon.

    Read ›
  • Perubahan iklim dan cuaca ekstrim sedang melanda dunia. Terbukti kasus Polar Vortex, seperti kasus yang digambarkan dalam film The Day After Tomorrow, bukanlah sebuah kisah fiksi. Terjadinya Polar Vortex di sejumlah kota di Amerika, baru-baru ini, menyebabkan badai salju dan penurunan suhu yang cukup ekstrim, hingga minus 50 derajat celcius. Sedangkan suhu di Kutub Selatan hanya mencapai minus 30 derajat celcius.

    Read ›
  • Pemilu pada waktu lalu prosentase 43% penduduk yang  seharusnya punya hak pilih tapi tidak menggunakannya justru lebih banyak dari parai pemenang yang memenangkan 33%.  Partai terbesar adalah  partai Golput.Bila diberikan suaranya kepada orang bersih dengan kualifikasi yang baik, maka orang tersebut akan mendapatkan kekuasaan didesak mewujudkan keinginan yang sesuai dengan keinginan rakyat.

    Read ›
  • Perjalanan Wimar ke Washington DC seperti pulang kampung setelah 11 tahun tidak pernah kembai. Tidak ada yang berubah di Washington selama 11 tahun ini, sedangkan di Indonesia banyak sekali yang telah berubah. Dihadapan diaspora Indonesia di Washington DC,  Wimar berbagi perspektif mengenai perkembangan Indonesia selama 10 tahun ini, bagaimana Indonesia menjalankan perjalanan demokrasi serta pandangan ke arah Pemilu 2014.

    Read ›
  • Sebenarnya akan jadi satu kebanggaan tersendiri jika Lady Gaga bisa datang ke Indonesia. Karena pelantun lagu ‘Alejandro’ ini adalah salah satu penyanyi sekaligus penghibur terbesar di dunia , dengan followers di twitter yang mencapai 25 juta orang. Sampai kapan negara akan terus kalah terhadap kelompk – kelompok yang kerap menyabut golok untuk mewujudkan keinginan mereka. Dimana  akal sehat hilang oleh kelalaian negara

    Read ›
  • Seperti layaknya Indonesia, keragaman suara dan manusia yang ada di SMI Keadilan ternyata adalah kekuatan tersendiri yang membuat organisasi ini tetap bisa bertahan demi memperjuangkan nilai yang dipercai bersama, yakni kejujuran, integritas dan etika publik.

    Read ›
  • Proteksionisme justru melahirkan kemiskinan, bukan kesejahteraan. Bahkan juga tidak melindungi lapangan kerja maupun industri dalam negeri. Sebaliknya, ia justru menghancurkannya, merugikan industri-industri ekspor dan industri-industri yang berbasis impor.Misalnya saja  menaikkan harga baja untuk “melindungi” perusahaan-perusahaan baja lokal hanya berakibat pada naiknya ongkos produksi mobil dan banyak produk lain yang terbuat dari baja. Begitupun dengan pertanian, yang sepertinya ‘sah’ jika masyarakat Indonesia yang berbasis konsumen  ini harus membayar lebih mahal untuk komoditi pertanian, sebagai upaya afirmasi bagi petani.

    Read ›
  • Tak sampai setengah jam sejak kehadiran Menteri Keuangan, datang rombongan demonstran yang berorasi di depan lokasi acara, Warung Daun di depan Taman Ismail Marzuki. Kebisingannya menerobos pintu dan jendela gedung. Hampir semua wartawan yang meliput acara berhamburan ke luar. Tinggal kami para pembicara, moderator, dan segelintir lainnya yang tetap di dalam Para demonstran meneriakkan: “Sri Mulyani maling, Sri Mulyani maling ….” berulang kali, bersahut-sahutan.

    Read ›
  • Cuman lihat dua kolam renang aja sih.. at least untuk sekarang. Kalau ada usul, kita lihat yang lain. Pertama kali saya kenal kolam renang adalah di tahun 1953 (ampun!! jadul banget.. bokap gua aja belon lahir......) yaitu kolam renang Manggarai di Pasar Rumput dekat tempat Barack Obama masa kecil. Pertama suka lewat-lewat kolam renang yang ditepi jalan Sultan Agung sekarang. Diseberangnya ada kali, yang suka banjir itu. Read ›
  • Tanggal 14-16 Agustus 2008 kemarin, rombongan IMX melakukan outing ke Kota Pahlawan, Surabaya Jawa Timur. Tiga hari dua malam menjadi waktu yang cukup untuk memanjakan diri dari suasana yang penat. ’Outing ke Surabaya mumpung ngga ada kerjaan’. Itu yang terpampang dari sebuah poster yang dipasang di depan bus untuk menandakan bahwa bus yang kita tumpangi adalah turis lokal dari Jakarta Read ›
  • Indonesia sebagai negara besar, bisa dianggap sebagai salah satu paru-paru dunia karena selain kita memiliki laut yang luas, Indonesia juga memiliki area hutan terbesar. Tapi kita juga merupakan negara yang mengalami laju penggundulan tertinggi. Untuk membahas keprihatinan tentang masalah hutan, Perspektif Wimar menghadirkan Direktur Eksekutif Greenomics Elfian Efendi yang ditemani Meisya Siregar sebagai co-host. Read ›
  • “Akibat dari pemanasan global bukan hanya daerah pesisir yang merasakan, tapi ada negara yang juga terancam bisa hilang seperti Tuvalu”, ujar Dr. Armi Susandi ahli perubahan iklim dari Fakultas Kebumian dan Teknologi Mineral ITB, yang menjadi narasumber di Perspektif Wimar dalam memperingati hari bumi. Kali ini Wimar ditemani Cathy Sharon sebagai co host. Read ›
  • Di saat budaya konsumerisme yang tinggi dan hampir semua harga kebutuhan merangkak naik, punya uang banyak kalau nggak bisa ngaturnya pasti akan terbuang percuma, apalagi cuma punya uang sedikit. Oleh karena itu manajemen keuangan keluarga adalah hal yang sangat diperlukan untuk menyelamatkan masa depan. Perspektif Wimar mengangkat tema ini dengan menghadirkan narasumber Ligwina Hananto, yang ditemani Agni Pratista sebagai co host Read ›
  • Yang bisa bikin orang lain ketawa itu lebih besar dari siapa pun. Sayang, saya tidak bisa menggambar. Saya bersyukur kenal Benny dan Mice. Saya bisa tetap bahagia jadi orang Jakarta, kata Wimar pada Pameran Kartun dan Peluncuran Lagak Jakarta: 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta karya Benny & Mice Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›