Articles

  • Kita sudah hidup dengan krisis lingkungan yang lama dan masyarakat harus dibantu menyimaknya oleh media, oleh televisi, koran, dengan program sosialisasi. Tapi pada tingkat pimpinan, mereka sering abai terhadap masalah lingkungan. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ingin meraup keuntungan secepat-cepatnya dari hutan dengan mengorbankan kelestarian lingkungan itu sendiri.

    ... Read ›
  • Jelas kerusakan hutan itu diakibatkan oleh kelalaian pemerintah. Kerusakan terjadi oleh tangan manusia yang dikontrol oleh politik, dan dikomando oleh panglima politik (baca: Presiden). Kalau saja Presiden itu punya komitmen ingin menyelesaikan kerusakan hutan, pasti ini bisa diselesaikan dengan cepat. Jadi keputusan mengenai pengelolaan hutan itu merupakan keputusan politik. Tidak bisa permasalahan hutan diselesaikan tanpa politik, karena masalah muncul dari politik juga. Untungnya kita ada pilpres, jadi dukung saja presiden yang pro lingkungan. Jangan dukung presiden yang pro kekerasan dan hidup dari korupsi. Jauhi korupsi dan kekerasan.

    ... Read ›
  • A keen political observer points out that for her, PDIP’s debacle is a blessing in disguise. She is in fact relieved that PDIP got a modest 20% and not a thumping 35%, because it confirms her view that Indonesian politics will not be reformed by just a single individual but by elimination of the political oligarchy. Jokowi gives hope to the Indonesian public, but PDIP is the same old story of a party failing to modernize, clinging to an archaic leadership exemplified by subservience to Ibu Megawati.

     

    ... Read ›
  • Dokumenter series Years of Living Dangerously akan tayang perdana pada hari Minggu, 13 April 2014

    ... Read ›
  • TIPS 3 LANGKAH :

    1. Tentukan siapa yang anda inginkan menjadi Presiden: Prabowo, Aburisal Bakrie, Jokowi.

    2. Kalau misalnya senang Jokowi, pilih caleg yang ada di daftar PDIP. Coblos nama caleg itu, jangan coblos partai. 

    3. Tunggu hasil Pileg. Kalau PDIP menang, pilih Jokowi di Pilpres 9 Juli 2014.

    ... Read ›
  • Because deforestation is a major source of the greenhouse gas emissions that contribute to climate change, saving Indonesia’s last-standing forests could bolster the region’s and the world’s defenses against the impacts of a changing climate. 
     
    Last May, the Constitutional Court ruled that customary forests are owned by indigenous peoples and not by the state, which would open the way for indigenous peoples to protect and care for some 40 million hectares of land across the country. But  President Susilo Bambang  Yudhoyono has been unwilling to stand up to the powerful Ministry of Forestry – intent on maintaining control over and benefiting handsomely from over 75 percent  of the country’s territory – to implement the ruling.

    ... Read ›
  • Perubahan iklim berdampak serius pada kesejahteraan manusia dan perekonomian dunia, dan dunia pada dasarnya belum siap untuk mengatasi dampaknya yang sudah terjadi saat ini dan akan berlanjut di masa depan. Michael Mann, peneliti iklim di Pennsylvania State University berpendapat bahwa ada informasi secara lengkap yang memperjelas semakin nyatanya perubahan iklim.

    ... Read ›
  • ... the only party that shows a solid prospect is the PDIP. Not my  favorite party, but it seems to have a large following. Part of the reason may be that people are stimulated by the idea that the PADIP might nominate a certain Mr Jokowi for President, who is the only candidate sho could excite emotional support, thus making it possible to win without too much money.  The other candidates have a surplus of money, but Jokowi can win just by popularity.

    ... Read ›
  • Surabaya, 19 Maret 2014 - Wawancara Wimar Witoelar di Radio Suara Surabaya bertemakan pilih caleg dan capres pro lingkungan untuk menghindari bencana pemanasan global

    ... Read ›
  • Landscapes Portal, a map website with enormous promise.­­ Soft-launched in January 2014, the Landscapes Portal allows anyone, anywhere, to share, search, visualize and download spatial data from landscapes around the world. By gathering data from users worldwide (crowdsourcing), the portal is expected to improve the availability of location-specific data on natural resources and related phenomena, at better resolution (detail) than previously accessible.

    ... Read ›
  • Selama ini penegakan hukum terhadap perusak-perusak hutan di Indonesia masih lemah. Berbagai lembaga, seperti organisasi peneliti dan advokat hak asasi manusia internasional yang berbasis di New York Human Rights Watch (HRW), organisasi anti korupsi Indonesian Corrupton Watch (ICW), dan lembaga resmi negara dalam pemberantasan korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mencapai kesimpulan yang senada dalam kajian-kajian mereka, yaitu masih lemahnya penegakan hukum sektor kehutanan di Indonesia.

    ... Read ›
  • Join this intimate talkshow with two renowned Indonesian writers who will discuss their latest work.

    Wimar Witoelar - Sweet Nothings and Fira Basuki - Heal Yeah! ++

    ... Read ›
  • “Kerusakan hutan dan lingkungan di Indonesia, sebagian besar dipengaruhi tidak hanya karena faktor alam, tapi juga karena kebijakan politik yang tidak pro lingkungan,” jelas Wimar di Surabaya.

    ... Read ›
  • Upaya melindungi hutan dan hak masyarakat adat bukan tidak dilakukan, namun selama 1 dekade atau sepuluh tahun terkahir upaya itu belum membuahkan hasil, selain tetap adanya ancaman dan tekanan terhadap masyarakat hutan adat. Seharusnya tanah atau hutan adat masyarakat merupakan sumber kehidupan, mata pencaharian dan identitas masyarakat adat itu sendiri.

    ... Read ›
  • Menurut Wimar, pemilu merupakan sarana bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah negara selama lima tahun mendatang melalui hak suara yang dimilikinya.  Pada Pemilu Legislatif dan Presiden nanti, masyarakat harus memilih calon presiden (Capres) dan calon legislatif (Caleg) berdasarkan isu strategis, bukan lagi pada sosok atau figur sang calon.

    ... Read ›
  • Kerusakan lingkungan saat ini, bukan hanya persoalan teknis. Namun, juga kesalahan dalam pengambilan kebijakan politik. Sebab, katanya, banyak keputusan politik diambil tidak memperhatikan aspek lingkungan.

    ... Read ›
  • Hasil kajian WALHI bersama WALHI Institute telah mengadakan kajian studi Indeks Kualitas Caleg DPR RI 2014-2019 terhadap lebih dari 6.000 orang calon anggota legislatif sejak Desember 2013 hingga Februari 2014 menunjukkan caleg-caleg yang dapat memenuhi aspek-aspek integritas, komitmen, kepemimpinan dan kompetensi berjumlah di bawah 7%. 

    ... Read ›
  • Laju kerusakan hutan di Indonesia terus meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir. Tumpang tindih kebijakan pemerintah pun terus menggerus luas hutan kita. Hutan sibuk dimonopoli oleh penguasan dan pemilik modal besar. Hak masyarakat adat atas hutannya termarjinalkan.  Apa kita hanya akan menutup mata? Pada 16 Juni 2013 lalu, perjuangan masyarakat terbayar sudah. Mahkamah Konstitusi melahirkan keputusan nomor 35/PUU-X/2012, yang berbunyi “hutan adat adalah hutan yang berada di wilayah adat dan bukan lagi hutan negara”. Bagaimana kelanjutannya???

    ... Read ›
  • Kalau sudah sesat pikir dan salah kaprah tentang pemahaman dasar atas suatu masalah, hampir pasti seterusnya bakal semakin tersesat. Kalau sudah tersesat masih keras kepala, niscaya tak akan tahu lagi jalan keluar dari rimba kesesatan. Begitu kira-kira yang dialami segelintir anggota Timwas Century DPR.

    ... Read ›
  • Konflik lahan di Indonesia merupakan konflik laten yang sudah terjadi ribuan tahun silam ketika Indonesia masih berada di bawah rezim kolonial Belanda. Sayangnya, kemerdekaan Indonesia tidak dapat merubah kondisi ini. Mereka yang hidup di dalam dan sekitar hutan masih saja hidup sengsara, tanpa pengakuan. Yang diuntungkan hanyalah elit, dan pengusaha-pengusaha yang “giat menagih” ijin penggunaan dan perluasan lahan ke Kementerian Kehutanan. Alhasil, terjadilah tumpang tindih ijin lahan hutan yang justru semakin memperuncing konflik.

    ... Read ›

Next ›

Soundbytes

Ikuti Perspektif di twitter account @perspektifo

More Soundbytes ›

Wimar Show on Youtube

twitter @wimarshow
facebook WimarShow

Wimar Show Period Jan - Mar 2013 click
Wimar Show Period Apr - May 2013 click
Wimar Show Period Jul - Sept 2013 click

tvTWO

independent opinions and interviews

just click tvTWO
or on YouTube, search for "tvTWO wimar's channel"

Perspektif Baru

on radio every week in more than 100 towns and 11 newspapers
complete transcripts since 2000:

By and about Wimar

* NSW Centenary 2001: For a Better Society
* Cosmo Men: Finding Fabregas
* Kompas: Tetap semangat meskipun harus dipapah
* Fjar Aryanto menulis tentang WW
* Kompasiana: Mengapa Wimar menyerang Aburizal Bakrie di Twitter?
* JGlobe: A Man of Many Cutting Words
* WIMAR SAYS di majalah Area
* Menulis Karena Diarahkan Orang Lain...
* Artikel dan kolom WW ttg SMI di Mimbar Politik
* Mirip Konfrontasi Malaysia Era Soekarno
* Provokasi media cetus kemarahan terhadap Malaysia
* Calls for 'war' in Indonesia-Malaysia dance spat
* Cultural dispute tests Malaysia-Indonesia ties (Feature)
* Agence France-Presse: Indonesia sees more reform after Yudhoyono victory
* AUDIO: Former presidential advisor Wimar Witoelar discusses the final days of the poll
* ABC Saturday Extra - Wimar vs Jusuf Wanandi
* Agence France-Presse - Yudhoyono's legacy a stabler, cleaner Indonesia
* Reuters-Forbes-BBC News - Indonesia's methodical Yudhoyono eyes second term
* The Malaysian Insider: How Indonesia’s presidency has evolved * Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* ABC Asia Pacific - SBY cruising to victory in Indonesia's presidential elections
* Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* Angola Press: Le président Yudhoyono, l'homme à battre de la présidentielle indonésienne
* Prodigy: Yudhoyono, gran favorito en los comicios indonesios

InterMatrix Communications

Official Website
We Are Promoting The Good Guys

Movie Cameos

CLAUDIA/JASMINE with Kirana Larasati, Kinariyosih
in theaters around Indonesia and on VCD

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Columns

AREA magazine click

Books

* Perspektif
* Mencuri Kejernihan dari kerancuan click
* Menuju Partai Orang Biasa click
* Perspektif Baru Melebarkan Sayap click
* No Regrets click
* 'Hell Yeah' by Fira Basuki click
* A Book About Nothing click
* More About Nothing click
* Still More About Nothing click

About Wimar

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings
  • March 2006-2007: StarTV HK Board Member/strong>
  • March-June 2006: Perspektif Wimar/strong> Daily talk show on Anteve at 06:00-06:30, Maret-Juni 2008
  • Sep-Oct 2009: Wimar Live/strong> Weekly talk show on Metro TV
  • 2011: Talkindo/strong> Weekly talk show with Dalton Tanonaka anhd Rahayu Saraswati on Metro TV
  • Sep 2011: Book Launch, Still More About Nothing/strong> Cold Stone, Pondok Indah Mall 2

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.
  • Maret-Juni 2008: Perspektif Wimar/strong> acara talkshow Anteve tiap hari jam 06:00-06:30