Articles

  • Jusuf Wanandi: Kalla is open, speaks his mind out.. I think he is a man who can decide and think. Wimar: We want somebody whose hands are clean of sorruption and collusion. Mr Kalla mixed up his public and private roles. Listen to the MP3 audio.

    ... Read ›
  • Episode ke-10 Wimar Live di Metro TV yang direkam tadi siang (Selasa, 30 Juni 2009) tidak jadi ditayangkan. Kenapa? Tidak tahu, tapi anda bisa baca sendiri transkripnya disini, dengan tamu Rizal Mallarangeng dari tim sukses SBY-Boediono antara lain menanggapi isu SARA antara Boediono dan Jusuf Kalla, dan memperjelas posisi SBY-Boediono dalam prinsip pluralisme.

    ... Read ›
  • Menurut Teten Masduki dalam acara Wimar Live, memilih pemimpin yang berkomitmen pada pemberantasan korupsi menjadi sebuah hal yang amat prioritas. Karena dalam pendangan mantan kordinator ICW ini, pemimpin yang paling sulit memberantas korupsi adalah mereka yang mempunyai kepentingan bisnis pribadi dan keluarga sehinnga konflik kepentingan tak bisa terhindarkan lagi.

    ... Read ›
  • Kampanye satu putaran pun dikecam sebagai pembodohan terhadap rakyat, tidak demokratis, bahkan disebut sebagai teror politik. Istilah yang sangat dramatis. Mungkin kata-kata ini kurang nyaman didengar oleh sementara orang, tapi dasarnya adalah kekhawatiran bahwa pihaknya tidak akan menang kalau satu putaran saja. Maunya dua putaran walaupun belum tentu bisa menang juga. Yang menjadi soal adalah bukan soal jumlah putaran,tapi soal siapa yang menang. Kerancuan semacam ini memang banyak terjadi dalam demokrasi muda.

    ... Read ›
  • Kalau dulu ada Kabinet Ini dan Itu, jaman sekarang harusnya kabinet itu hasil komunitas, disusun secara interaktif, user-generated menggunakan cumulative intelligence.

    Jadi, silakan tambahin usul anda. Keputusan ada di tangan webmaster hehe .. kalau nggak cocok, bikin sendiri-sendiri :)

     

    ... Read ›
  • Menurut Faisal saat  menjadi tamu Wimar Live, kini masyarakat Indonesia tidak mudah lagi termakan jargon-jargon kampanye yang memberi harapan tinggi tapi minim rasionalitas. Tapi lebih melihat masa lalu atau rekam jejak si calon tersebut. “ Misalnya kalau dia bicara A, apakah di masa lalu bicara A tidak? Kalau tidak, maka masyarakat akan melihat hal itu sebagai janji gombal”, ujar dosen FE UI ini.

    ... Read ›
  • wawancara ww di matanews.com: Sekarang ini betul-betul pesta demokrasi. Semua orang boleh ikut berpesta. Ini hari indah untuk demokrasi. ... Meski, ada bahayanya juga. Kita harus waspada. Ingat Hitler, diktator yang paling mutlak itu dapat naik memimpin karena Pemilu. Sekarang ini mereka yang diduga melakukan pelanggaran HAM, bisa ikut dalam Pemilu. ... Sisi baiknya, mereka tunduk dalam proses demokrasi dan bersedia ikut di dalamnya. Kalau kalah, ya, mereka tidak boleh ribut lagi.

    ... Read ›
  • Outside of the center people are voting on emotional sound bites, not even personality, because people have no idea of the true personalities. The candidates are appealing in some cases to the emotions of the public and in only one case to rational explanations of policies and challenges.

    ... Read ›
  • Selain aturan hukum dan sistem yang baik, upaya pemberantasan korupsi juga tergantung dari integritas pejabat pemerintah. Karena menurutnya konflik kepentingan yang menjadi akar korupsi hanya bisa dilawan dengan integritas yang baik. ”Pembenahan korupsi juga harus diawali dengan pembenahan aparatur hukum”, ujarnya.

    ... Read ›
  • ”Sangat keliru kalau mengharapkan hasil survei dapat membantu memobilisasi pemilih”, ujar Doktor lulusan Ohio State University, AS ini. Karena sebenarnya yang dapat mempengaruhi pemilih bukan hasil polling, tapi dinamika yang ada di masyarakat, masa kampanye, dan program visi misi para calonlah yang dapat membentuk perilaku pemilih.

    ... Read ›
  • The real story is not in the quality the debate, but the fact that the debate took place at all. Eleven years ago it would have been a Star Trek-like fantasy that presidential candidates would someday engage in open debate on national television. In fact, presidential elections were non-existent in all of Indonesia’s history prior to 1999.   We never had more than one single candidate for the office.

    ... Read ›
  • Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, mungkin tumbuh 60 persen selama 5 tahun mendatang mencapai USD800 Milyar berkat pemerintahan yang stabil, harga modal lebih rendah dan rencana pemerintah untuk menggunakan dana sampai M membangun jalan, pelabuhan dan pusat tenaga listrik menjelang 2017

    ... Read ›
  • Menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui keterkaitan calon-calon ini dengan kasus pelangaran HAM sebagai referensi bahan untuk memilih. Meskipun dua cawapres yang ditengarai terlibat pelanggran HAM masa lalu ini tidak pernah dinyatakan bersalah, namun Rachland punya beberapa fakta lain.

    ... Read ›
  • Suciwati berpesan agar masyarakat memilih calon pemimpin yang memiliki tingkat kadar merusak HAMnya paling sedikit. ”Kalau calonnya berkualitas dan tidak merusak HAM, pasti masih ada harapan”, Suciwati menegaskan. Jadi pergunakanlah pilihan anda dengan tepat, jika tidak mau kekerasan negara terhadap warganya terulang dikemudian hari.

    ... Read ›
  • Kita harus mengukur sikap Capres dari sikap mereka sebelum kampanye

    ... Read ›
  • Kampanye Presiden 2009 sangat semarak dan vokal. Selain saling mengkomentari perilaku masing2, berbagai issue telah dikemukakan, dominan diantaranya adalah ekonomi neoliberal vs kerakyatan. Tapi justru masalah paling kunci dalam menjamin ketenteraman hidup warga belum muncul dalam pembahasan: kekerasan negara, yang secara formal disebut pelanggaran Hak Azasi Manusia. Menjelang pemilihan presiden 2009, tidak perlu lagi kita menuduh dan membantah siapa melakukan pelanggaran HAM. Cukup kita menyimak bahaya kekerasan negara. Kalau sampai kembali lagi, anda bisa menjadi korban berikutnya.

    ... Read ›
  • Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani,  political will dari figur pemimpin adalah hal yang paling penting jika ingin mewujudkan good governance. Hingga kini Sri Mulyani tetap merasa nyaman dalam mengelola dan menjalankan kepercayaan di Departemen Keuangan. “Saya diberikan kesempatan dan keleluasaan yang besar oleh Presiden. Selain itu teman-teman di Depkeu juga serius mendukung  karena mereka mendambakan status sosial dimana masyarakat memandang mereka dengan kepercayaan yang cukup.”

    ... Read ›
  • Kekhawatiran masyarakat akan hutang justru disebabkan karena ketidaktahuan itu sendiri", ujar mantan Kepala Bappenas ini. Menjawab isu yang mengaitkan dirinya sebagai antek IMF menjelaskan: "Indonesia anggota IMF,  ini sama seperti Presiden mengirim dubes saja", tuturnya.  Sri Mulyani sendiri  ditunjuk sebagai anggota Board Director di IMF oleh Presiden Megawati. “itu bukan keinginan saya sendiri tapi ditunjuk oleh Presiden Megawati untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dan 11 negara lainnya”, ujarnya

    ... Read ›
  • Hari-hari ini JK rajin menonjolkan bahwa keberhasilan SBY-JK adalah berkat JK, dan kegagalannya adalah akibat SBY. Sebaliknya, SBY memilih jalan santun mendiamkan klaim ini, kecuali sesekali memberikan reaksi seperti "Jangan Takabur". Cara ini menambah image santun bagi SBY, tapi tidak memberi kejelasan bagi pemilih. 

    ... Read ›
  • Alun Alun Indonesia turut menjadi sponsor dalam acara Launching Celebration buku More About Nothing ini. Acara yang dihadiri oleh para sahabat WW di dunia nyata maupun di Facebook, pembaca setia PO, teman-teman media, turut memeriahkan acara itu. -- Buku tersedia di Gramedia, dan WW akan menemui peminat di PIM tgl 5 Juni jam 4-5, di Matraman tgl 6 Juni jam 2-3, di Grand Indonesia jam 4-5.

    ... Read ›

Next ›

Soundbytes

Wimar vs Jusuf Wanandi

Listen on Radio Australia

More Soundbytes ›

WimarLive@MetroTV
terakhir sebelum Pilpres

Sunday 28 June 23:30
Teten Masduki
Tuesday 30 June 16:30
Rizal Mallarangeng
Thursday 2 July 16:30
Mari Pangestu
Friday 3 July 20:30
Boediono

Perspektif Baru

on radio every week in more than 100 towns and 11 newspapers
complete transcripts since 2000:

Movie Cameos

CLAUDIA/JASMINE with Kirana Larasati, Kinariyosih
in theaters around Indonesia and on VCD

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Books

* Perspektif
* Mencuri Kejernihan dari kerancuan click
* Menuju Partai Orang Biasa click
* Perspektif Baru Melebarkan Sayap click
* No Regrets click
* 'Hell Yeah' by Fira Basuki click
* A Book About Nothing click
* More About Nothing click

About Wimar

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.